Berita

  • Sepekan Polres Ngawi Gasak Ribuan Liter Miras dan Sabu
    Sepekan Polres Ngawi Gasak Ribuan Liter Miras dan Sabu Ngawi- Patut di acungi jempol dalam pengungkapan penyakit masyarakat di wilayah Hukum polres Ngawi. Bulan April 2018 ini Polres Ngawi berhasil mengungkap peredaran minuman keras (miras) jenis arak jowo dan kemasan jumlahnya mencapai ribuan liter. Semua barang bukti berupa ribuan liter miras tersebut merupakan hasil operasi dari jajaran Polsek selama Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2018 yang digelar selama 12 hari terhitung mulai 13 – 25 April 2018. “Ribuan liter miras dan sabu merupakan hasil operasi yang dilakukan petugas selama 6 hari total dari 12 hari. Hal ini merupakan prestasi dari jajaran polsek,” terang Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu melalui pres release, Rabu (18/04). Jelasnya, terkait miras yang berhasil disita sebanyak 1.049 liter mulai arak jowo dan miras kemasan dari 86 kasus dengan melibatkan 90 orang tersangka. Untuk memberikan efek jera kepada semua tersangka pelaku miras baik pedagang maupun peminum dijerat dengan Pasal 4 Perda Kabupaten Ngawi Nomor 10 tahun 2012 tentang, pengawasan, pengendalian, peredaran dan penjualan minuman beralkohol. “Kita benar-benar awasi peredaran miras ini mengingat dari beberapa kecelakaan lalu-lintas berawal dari konsumsi miras. Apalagi korbanya mayoritas kalangan remaja,” beber Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu. Sedangkan untuk kasus narkoba tandasnya, petugas berhasil membekuk satu orang tersangka berinisial SR alias Sodot pria 43 tahun asal Desa Metesih, Kecamatan Jiwan, Madiun. Saat disergap pada Kamis 12 April 2018 lalu dikawasan Terminal Kertonegoro Ngawi petugas menyita 0,37 gram yang diduga sabu-sabu. Diketahui SR ini merupakan pemain lama yang diincar petugas. “Dari keterangan SR alias Sodot jaringan dari peredaran narkoba jenis sabu-sabu melibatkan para napi di salah satu Lapas di Madiun. Sehingga menjadi atensi kita untuk melakukan pemberantasan,” jelas AKBP MB. Pranatal Hutajulu Petugas tidak akan berhenti sampai di sini saja pihaknya bakal terus melakukan razia dan operasi hingga menjelang bulan suci Ramadhan mendatang agar wilayah hokum polres Ngawi bersih dari tindak penyakit…
    Written on Friday, 20 April 2018 00:00 Be the first to comment!
  • Parpol Aman, Dapil Ngawi Berubah Dalam Pertanggungjawaban Kinerjanya KPUD
    Parpol Aman, Dapil Ngawi Berubah Dalam Pertanggungjawaban Kinerjanya KPUD Ngawi - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ngawi menggelar rapat koordinasi (rakor) untuk melakukan evaluasi total terhadap penyelenggaraan pendaftaran dan verifikasi faktual terhadap parpol peserta Pemilu 2019 di Aula Hotel Sukowati Ngawi, Kamis (19/04). Samsyul Wathoni Ketua KPU Kabupaten Ngawi memaparkan, rakor dengan mengundang seluruh perwakilan parpol dan beberapa stakeholder untuk meminta masukan maupun kritik terhadap kinerja lembaga penyelenggara pemilu ditingkat kabupaten itu. Dimana sesuai tahapanya KPU Kabupaten Ngawi telah melakukan proses pendaftaran, verifikasi dan penetapan parpol yang telah dilakukan terhitung mulai September 2017 sampai Februari 2018. Sepanjang proses inilah tetap terjadi kendala teknis maupun tata administrasi yang sampai di meja PTUN. Lepas dari semua persoalan, KPU Kabupaten Ngawi sejak awal berkomitmen meminimalisir semua kendala yang dihadapi parpol tanpa keluar dari PKPU. “Intinya kami ingin mendapat kritik, saran dan masukan dari partai politik tentang pelayanan KPU Kabupaten Ngawi terhadap partai politik peserta Pemilu 2019. Jika ada yang kurang bagus tentunya akan kami perbaiki dan sebaliknya apabila sudah pas dan sesuai apa yang inginkan pelayanan akan kami tingkatkan,” terang Samsyul Wathoni Ketua KPU Kabupaten Ngawi, Kamis (19/04). Ulas Toni sapaan akrabnya, diwilayah Ngawi dipastikan Pemilu 2019 mendatang bakal diikuti 16 parpol yang terdiri 12 parpol lama peserta Pemilu 2014 ditambah 4 parpol baru. Dalam perjalananya menuju penetapan parpol memang terjadi sengketa sampai diranah Bawaslu yakni PBB (Partai Bulan Bintang) dan terakhir PKPI (Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia) akhirnya menjadi peserta Pemilu 2019 dengan nomor urut 20 melalui proses penyelesaian di PTUN. Dan pasca penetapan parpol diakui Toni secara praktis tidak ada kendala yang signifikan. Hanya saja pihaknya langsung melakukan sosialisasi ke parpol untuk tahapan pendaftaran dan penjaringan calon legislative (caleg) yang bakal diajukan masing-masing parpol terhitung mulai 1 Juli 2018 atau selang antara 3-4 hari pasca pemungutan suara Pilgub Jatim 2018. Ditekankan Toni, untuk jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilgub Jatim…
    Written on Friday, 20 April 2018 00:00 Be the first to comment!
  • Sah! Cuti Bersama Lebaran 2018 Tambah 3 Hari
    Sah! Cuti Bersama Lebaran 2018 Tambah 3 Hari Pemerintah resmi memutuskan menambah cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1439 H/2018 M. Cuti bersama yang ditambahkan yaitu pada tanggal 11-12 Juni dan 20 Juni 2018. Keputusan ini ditetapkan lewat Surat Keterangan Bersama (SKB) Tiga Menteri yang ditandatangani Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, dan Menteri Pendayagunaan Pasratur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Asman Abnur hari ini di kantor Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). " SKB tiga menteri berkaitan dengan libur nasional dan cuti bersama dalam rangka Idul Fitri yang Insya Allah akan jatuh pada tanggal 15 hingga 16 Juni yang akan datang," ujar Menko PMK, Puan Maharani di kantornya, Jakarta, Rabu 18 April 2018. Dengan penambahan tersebut, total libur cuti bersama pada Lebaran tahun ini sebanyak tujuh hari. " Salah satu pertimbangan kenapa ditambah cuti bersama yaitu untuk mengurai arus lalu lintas sebelum Lebaran dan sesudah mudik Lebaran," ucap dia. Selain itu, kata Puan, penambahan cuti bersama ini dilakuan agar masyarakat memiliki waktu lebih banyak bersama keluarga untuk merayakan Idul Fitri. " Kami berharap apa yang dilakukan saat ini, tentu saja bermanfaat bagi masyarakat dalam rangka melakukan silaturahmi," kata Puan. Penandatanganan itu turut disaksikan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi. Berikut daftar lengkap cuti bersama dan libur nasional Lebaran 2018: 1. Senin-Kamis, 11-15 Juni 2018 (Cuti bersama)2. Jumat – Sabtu, 15-16 Juni, Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah3. Senin-Rabu, 18-20 Juni 2018 (Cuti bersama)
    Written on Thursday, 19 April 2018 00:00 Be the first to comment!
  • Jalan Tol Ngawi-Kertosono Beroperasi, Kementerian PUPR Terus Kejar Target Tol Trans Jawa di 2018
    Jalan Tol Ngawi-Kertosono Beroperasi, Kementerian PUPR Terus Kejar Target Tol Trans Jawa di 2018 Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meresmikan Jalan Tol Ngawi-Kertosono, Seksi Ngawi-Wilangan sepanjang 51,9 kilometer (km) di Gerbang Tol Madiun, Kamis (29/3) siang. Jalan Tol Ngawi-Kertosono merupakan salah satu bagian penting Jalan Tol Trans Jawa karena membelah bagian utara dan selatan pulau Jawa. Dalam sambutannya, Jokowi memaparkan bahwa pembangunan infrastruktur adalah tahapan besar pertama untuk mengejar ketertinggalan dari negara-negara tetangga. Jokowi pun menargetkan pembangunan infrastruktur Jalan Tol dari Merak-Pasuruan sudah tersambung pada tahun 2018, begitu juga dengan Tol Merak-Banyuwangi selesai pada tahun 2019. Menurutnya, kehadiran tol yang merupakan investasi dari badan usaha akan mempercepat mobilitas barang dan jasa. Lebih lanjut, Presiden Jokowi mengatakan setelah pembangunan jalan tol selesai, dirinya mengajak para Menteri dan Gubernur untuk bersama-sama mengintegrasikan agar ada terjalin koneksi antara jalan tol dengan pelabuhan, airport, kawasan ekonomi khusus, dan kawasan industri. "Semuanya tersambung sehingga mobilitas, biaya angkutan barang dan logistik kita betul betul tekan semurah mungkin. Dengan itulah produk produk kita bisa bersaing baik dari rakyat maupun industri bisa bersaing dengan negara lain," tambah Jokowi. Dengan mengucap Alhamdulillah, Jokowi menyatakan bahwa jalan tol dari Ngawi sampai Wilangan telah selesai. dan Direktur Utama PT. Jasa Marga Desi Ariyani. Jalan Tol Ngawi-Wilangan merupakan Seksi I, II dan III dari Tol Ngawi-Kertosono sepanjang total 87 km yang dikerjakan oleh Investor, PT. Ngawi Kertosono Jaya. Selebihnya, Seksi IV yakni Jalan Tol Wilangan - Kertosono (37 km) merupakan tanggung jawab pemerintah, dimana pemerintah memberikan dukungan viability gap fund (VGF) untuk meningkatkan kelayakan investasi. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan progress Jalan Tol Wilangan-Kertosono sudah mencapai 60,85% dan ditargetkan bisa beroperasi akhir 2018. Dirinya juga berharap jalan tol bisa fungsional untuk menghadapi arus mudik. "April dan Mei nanti saya akan ke sini untuk ngecek progressnya. Optimis selesai. Lahan sudah tinggal 99 persen, ada pembangunan jembatan yang belum selesai karena masih ada…
    Written on Monday, 02 April 2018 00:00 18 comments
  • Tol Ngawi-Kertosono Bakal diresmikan Minggu Ini
    Tol Ngawi-Kertosono Bakal diresmikan Minggu Ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) direncanakan meresmikan pengoperasian jalanTol Ngawi-Kertosono untuk Seksi Ngawi-Wilangan dengan panjang 48 kilometer (km) hari Kamis 29 Maret 2018. Jalan tol Ngawi-Kertosono terbentang sepanjang 87,02 kilometer (km). Dari total 87,02 km tersebut, 48 km (Seksi Ngawi-Wilangan) dibangun PT Ngawi Kertosono Jaya (PT NKJ), selaku anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Sementara sisanya sepanjang 38 km (Seksi Wilangan-Kertosono), merupakan porsi Pemerintah yang masih dalam tahap pembangunan dan ditargetkan selesai pada kuartal IV tahun ini. Dikutip dari data Jasa Marga, jalan tol ini akan menerapkan sistem pentarifan baru dimana sesuai arahan Jokowi beberapa hari lalu, tarif tol diharapkan bisa turun. Tarif dasar Ruas Tol Ngawi-Kertosono (Ngawi-Wilangan) sepanjang 48 km, semula dipatok untuk golongan I sebesar Rp 1.200/km, akan dievaluasi menjadi Rp 1.000/km sehingga tarif untuk jarak terjauh menjadi Rp 48.000. Tidak hanya itu, tol ini juga bakal menerapkan perubahan penggolongan kendaraan yang baru. "Penggolongan kendaraan semula adalah lima golongan kendaraan menjadi tiga golongan kendaraan. Kendaraan golongan III, IV dan V digabung menjadi golongan III, untuk mendukung sistem logistik nasional," tulis data tersebut. Selain itu PT NKJ juga mendapatkan penambahan masa konsesi. Awalnya Ruas Tol Ngawi-Kertosono memiliki masa konsesi awal 35 tahun, bertambah masa konsesinya menjadi 50 tahun. Direncanakan, pasca peresmian, jalan tol ini akan digratiskan selama 2 minggu.
    Written on Tuesday, 27 March 2018 00:00 18 comments