Berita

  • Terlilit Ekonomi Warga Mantingan Nekat Curi Tabung Gas
    Terlilit Ekonomi Warga Mantingan Nekat Curi Tabung Gas Ngawi- Nekat memang dengan apa yang dilakukan oleh salah satu warga Mantingan ini, terbelit masalah ekonomi nekat nyuri tabung. Keberhasilan petugas dalam mengungkap kasus pencurian dengan melibatkan SGT pemuda 29 tahun warga asal Dsn. Teluk Ds. Sambirejo, Kec. Mantingan, Kab. Ngawi. Berawal dari petugas mendapatkan laporan pencurian dengan pemberatan berupa tabung gas LPG berukuran 3 kg dari korban dengan identitas Natih 54th warga asal Dusun Wonoboyo Desa Sriwedari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Ngawi, Selasa (16/10) Kronologis kejadian sendiri dari kecurigaan saudara Suroto (54) dan saudari Supini (50) saat mengetahui ada seorang laki-laki sekira pukul 18.30 WIB, sedang mengendap-endap ke dalam rumah Natih tetangganya melalui cendela rumah belakang. Mengetahui gelagat tidak beres suroto berteriak maling dan membuat warga sekitar mendatangi pelaku, belum sempat kabur pelaku di serahkan ke Mapolsek Karangayar. “ Kami melihat ada seorang laki-laki dengan tingkah laku mencurigakan, daripada pelaku kabur kami teriak maling” ungkap Suroto. Kepada petugas SGT mengaku ingin mengulangi keberhasilan yang pertama, namun sayang belum sempat beraksi sudah kepergok warga. Nampaknya pelaku tidak asal mencuri saja namun sudah mengetahui keadaan rumah korban kosong, karena sering di tinggal melaksanakan ibadah di masjid. Dari hasil pencurian pertama yakni tabung gas LPG 3 kg sudah di jual di pergunakan untuk membeli kaos dan kebutuhan sehari-hari. Unit reskrim Polsek Karanganyar berhasil mengamankan barang bukti dari tangan pelaku berupa satu buah tabung gas LPG 3 kg yang sudah kosong dan satu buah kaos biru gelap lengan pendek yang dibeli dari hasil kejahatannya. “ Barang bukti dan hasil kejahatan pelaku sudah kami amankan, tinggal menunggu pemeriksaan lebih lanjut “ jelas Kapolsek Karangayar AKP Suyadi S.H Kepada tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman pidana penjara selama 7 tahun.(Ard)
    Written on Wednesday, 17 October 2018 00:00
  • Diduga Cemburu Suami Bacok Pelanggan Warung
    Diduga Cemburu Suami Bacok Pelanggan Warung Ngawi – Cuaca musim kemarau yang cukup ini nampaknya membuat panas pula pikiran seseorang. Seperti apa yang dialami oleh korban sebut saja Tegek Sudibyo pria 40 tahun warga Dusun Cengklik, Desa Bangunrejo Lor, Kecamatan Pitu, Ngawi benar-benar sial. Akibat kelakarnya yang terlewat batas dengan penjaga warung membawanya harus berobat ke sarana kesehatan. Tengah ngopi di warung malah dirinya dibacok oleh pemilik warung sendiri. Dari hasil keterangan saksi warga kepada petugas Polsek Pitu menjelaskan, peristiwa nahas ini berawal dari korban datang ke salah satu warung di pinggiran Jalan Raya Ngawi-Solo tepatnya masuk Dusun Banjarejo, Desa Banjarbanggi, Kecamatan Pitu sekitar pukul 00.30 WIB pada Senin, (15/10/2018) Saat itu Tegek tengah minum segelas kopi sambil ngobrol dengan Wuri Handayani istri dari SS alias Lodong si pemilik warung. Tanpa diketahui pasti SS pria 33 tahun asal Dusun Kricak, Desa Karanggeneng, Kecamatan Pitu, datang menggunakan kendaraan truk yang diparkir ditimur warung. Sesaat kemudian, suami Wuri Handayani tersebut masuk ke warung melalui pintu belakang sambil membawa sabit besar langsung dibacokan ke kepala bagian belakang korban sebanyak dua kali. Kontan saja Wuri Handayani teriak minta tolong atas kejadian pembacokan itu. Warga sekitar pun berusaha melerai antara korban dengan pelaku pembacokan. “Dari hasil pemeriksaan telah terjadi tindak penganiayaan pada korban. Hingga kini kejadian itu masih kita dalami,” ungkap Kapolsek Pitu Iptu Subandi. Kita sudah menerima laporan warga dan sudah melakukan identifikasi korban dan pelaku, sedangkan untuk pelaku dengan inisal SS masih dalam pengejaran pihak petugas. (Ard)
    Written on Tuesday, 16 October 2018 00:00
  • Diduga Hasil Hubungan Gelap Bayi Baru Lahir Dibuang
    Diduga Hasil Hubungan Gelap Bayi Baru Lahir Dibuang Ngawi-Salah satu warga Ngawi harus berurusan dengan petugas setelah membuang bayinya. Sebut saja pelaku dengan identitas Ana, perempuan 29 tahun asal Ngawi yang selama ini tinggal di Perumahan Mutiara Blok BP. Saat ini pelaku harus mendekam di mapolres Sidoarjo Kota setelah ketahuan membuang bayi yang baru dilahirkannya sendiri, Rabu (12/9/2018). Tidak kurang dari 24 jam petugas berhasil mengungkap identitas ibu pembuang bayi. Hingga kini petugas masih melakukan lidik atas apa yang di lakukan oleh perempuan ini mengaku tega membuang bayinya lantaran tidak disetujui suaminya. Kepada petugas pelaku mengakui bahwa bayi itu memang hasil hubungan gelap dengan pria lain. "Suami tidak menyetujui saya merawat bayi dari hasil hubungan gelap," jawab Ana saat ditanya penyidik Polsek Sidoarjo. Disebutkan juga bahwa selama ini kerap berhubungan intim dengan selingkuhannya itu di beberapa hotel di Sidoarjo. Semua tanpa sepengetahuan sang suami. Ana mengaku melahirkan bayinya di bidan dekat tempat tinggalnya. Kemudian bayi sempat dibawa pulang, dan kemudian dibuang di blok lain di perumahan itu, Rabu sekira pukul 05.30 WIB. "Dari penemuan itu, petugas melakukan penyelidikan. Akhirnya berdasar keterangan bidan setempat diketahui ada warga yang baru saja melahirkan. Dari situ akhirnya petugas menemukan pelaku pembuangan bayi ini," Jelas Kapolresta Sidoarjo Kombespol Himawan Bayu Aji Dari pemeriksaan terhadap Ana, diketahui bahwa dia stress karena setelah melahirkan, suaminya tidak mau mengakui bayi tersebut. Dari situ kemudian dia memutuskan untuk membuangnya. "Diakui juga dia punya selingkuhan. Seorang pria berinisial TR yang usianya sekitar 30 tahun, tinggal di Gedangan, Sidoarjo," jelas Kapolres. Selain Ana, polisi juga memintai keterangan beberapa pihak. Termasuk suaminya. Hasilnya, sang suami juga mengiyakan bahwa istrinya itu kerap ketahuan berhubungan dengan pria lain. "Bahkan dari keterangan beberapa saksi yang kami kumpulkan, tersangka ini juga pernah dua kali dibawa ke balai desa karena ketahuan berhubungan dengan pria lain," sebut seorang penyidik di Polsek Sidoarjo Kota. Sekarang, Ana terancam…
    Written on Tuesday, 16 October 2018 00:00
  • Warga Semarang Nekat Mencuri Motirdi Gelandang Petugas
    Warga Semarang Nekat Mencuri  Motirdi Gelandang Petugas Ngawi- Sepandai—pandainya menyimpan bangkai pasti tercium jua, peribahasa ini nampaknya cocok dengan apa yang di alami oleh pelaku ranmor asal Semarang. Pelarian GS pria 51 tahun warga Semarang Jateng yang tinggal di Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Ngawi Kota, Ngawi berhasil dihentikan petugas kepolisian wilayah setempat. GS terpaksa digelandang ke Mapolsek Ngawi Kota setelah diduga kuat sebagai pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang dilakukan pelaku pada 24 Septeber 2018 lalu. Kepada petugas saat melakukan penyidikan, GS mengakui perbuatanya yakni telah melakukan tindak pencurian sepeda motor jenis Yamaha Vega warna hitam nopol AE 4969 JK milik Sukaeni (30) warga Dusun Pelemsili, Desa/Kecamatan Pitu, Ngawi. Akibat perbuatanya itu GS bakal dijerat dengan Pasal 363 KUHP tetang pencurian guna mempertanggung jawabkan tindakannya pelaku saat ini harus mendekam di balik jeruji mapolres Ngawi. “ Kami ucapkan terima kasih atas apa yang menjadi kerjasama warga dan petugas sehingga berhasil mengungkap pelaku. Untuk pengusutan lebih lanjut GS kami tahan guna kelengkapan BAP,” jelas Kapolsek Ngawi Kota AKP Khristanto WN, Senin, (15/10). Terendusnya pelaku ini setelah GS nekat melakukan pencurian dari laporan korban Sukaeni pada 24 September 2018 lalu yang merasa kehilangan sepeda motor miliknya setelah ditinggal mencari ikan di Bengawan Solo. Sewaktu kejadian terang Kapolsek Ngawi, sepeda motor milik korban diparkir dibelakang RSUD dr Soeroto Ngawi dengan posisi terkunci. Begitu selesai beraktifitas mencari ikan korban sudah mendapati sepeda motornya raib entah kemana. Mendasar laporan itulah polisi terus melakukan penyelidikan dan berhasil mengungkap aksi yang dilakukan GS pada Minggu kemarin, (14/10). Tidak mau kehilangan pelaku petugas langsung menyisir kediamannya yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Ngawi Kota AKP Khristanto WN dan petugas berhasil membekuk pelaku tanpa perlawanan dan mengakui perbuatannya.(Ard)
    Written on Tuesday, 16 October 2018 00:00
  • Kembali Petani Tewas Karena Jebakan Tikus Yang Dibuwatnya
    Kembali Petani Tewas Karena Jebakan Tikus Yang Dibuwatnya Ngawi - kembali terjadi petani tewas karena jebakan tikus di sawah miliknya sendiri dan kali ini dialami oleh salah satu petani asal Geneng Ngawi. Kali ini menimpa Suparno yang atau disapa mbah Parno petani 65 tahun asal Dusun Klumpit, Desa Kersikan, Kecamatan Geneng, Ngawi ditemukan meninggal tersengat aliran listrik jebakan tikus pada pukul 18.00 WIB Minggu kemarin, (14/10). Korban pertama kali ditemukan oleh anaknya Wawan ketika berusaha mencari bapaknya tersebut setelah azan magrib tidak lekas pulang kerumah. Setelah dicari, keberadaan korban ditemukan dengan posisi tengkurap dipinggiran sawah. Nahasnya, dibawah tubuh korban melintang kawat jebakan tikus yang masih beraliran listrik. “Setelah dievakuasi ke rumah ternyata kondisi korban sudah meninggal murni terkena sengatan listrik,” terang Kapolsek Geneng AKP Munaji, Senin, (15/10). Hasil pemeriksaan medis terlihat pada dada korban ada beberapa luka memar dan gosong akibat sengatan listrik. Mendasar kejadian itu pihak keluarga menerima peristiwa yang dialami korban sebagai musibah. Munaji berharap masyarakat petani harus waspada ketika memasang jebakan tikus disawah. “Korban jebakan tikus ini sudah beberapa kali terjadi. Jangan sampai masyarakat ceroboh dan harus ekstra hati-hati jangan sampai ada jatuh korban lagi,” pungkasnya. Semoga kejadian ini menjadi pengalaman berharga bagi para petani Ngawi, yang menggunakan sistem teknologi listrik bertegangan tinggi dalam menghalau hama tikus. (Ard)
    Written on Tuesday, 16 October 2018 00:00