Berita

  • Ribuan Pendekar Disahkan Bulan Ini
    Ribuan Pendekar Disahkan Bulan Ini Ngawi – Menjadi salah satu perguruan pencak silat tertua dan di terima di hati warga masyarakat di tanah Jawa. Sekarang tidak hanya menjadi perguruan pencak silat terbesar di Tanah Jawa terus tumbuh berkembang diberbagai belahan nusantara hingga di terima oleh negara luar. Seperti yang terjadi di Ngawi, Jawa Timur, perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) merupakan perguruan pencak silat terbesar di Indonesia. Tahun 2018 ini atau 1440 Hijriyah PSHT dan dibulan ini Perguruan mengesahkan 3.662 pendekar baru berasal dari 19 ranting PSHT yang tersebar di beberapa kecamatan Kabupaten Ngawi,(20/09). Kegiatan prosesi pengesahan pendekar baru PSHT tersebut dilaksanakan dibagi dengan 10 gelombang Para pendekar baru nantinya tercatat sebagai warga PSHT tingkat I yang berhak memakai sabuk putih besar dan diberi kartu tanda anggota (KTA) dengan nomor induk yang dikeluarkan oleh PSHT Pusat Madiun. Sugeng Hariyono Ketua PSHT Cabang Ngawi mengatakan, pengesahan ribuan pendekar itu melibatkan 22 orang dewan pengesah yang diambil dari pendekar sebagai warga PSHT tingkat II. Seperti pengesahan pada malam pertama kali ini tercatat ada 385 pendekar baru berasal dari dua ranting PSHT yakni Kasreman dan Kwadungan. “Malam ini memang dimulai prosesi pengesahan pendekar baru PSHT. Jumlahnya dibandingkan tahun lalu bertambah besar lebih dari seribu pendekar,” terang Sugeng Hariyono, Sabtu (23/09). Dia menjelaskan, untuk mengantisipasi keamanan dan ketertiban baik berangkat maupun kepulanganya dari pengesahan di Aula PSHT Cabang Ngawi Jalan Bernadib harus menumpang kendaraan tertutup jangan sampai bak terbuka. Jika terpaksa mengendarai sepeda motor harus mentaati semua ketentuan peraturan lalu-lintas. “Jauh hari sebelum pengesahan kami bersama Polres Ngawi telah membicarakan soal pengamanan. Termasuk para calon pendekar berangkat maupun pulangnya diharapkan menggunakan kendaraan roda empat secara tertutup. Kalau terpaksa motoran ya harus disiplin terhadap ketentuan lalu-lintas jangan ugal-ugalan di jalan raya yang mengganggu pengguna jalan lainya,” jelasnya. Selain itu Sugeng berpesan kepada warga baru PSHT untuk menjauhi narkoba yang…
    Written on Monday, 24 September 2018 00:00
  • Seloondo Menjadi Destinasi Wisata Perlu Perhatian Khusus
    Seloondo Menjadi Destinasi Wisata Perlu Perhatian Khusus Ngawi - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melalui Widya Sapta Pesona melaksakan sosialisasi Gerakan Sadar Wisata dan Sapta Pesona di Bukit Perkemahan Seloondo Desa Ngrayudan, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur (17/9/18). Kegiatan Kemenpar tersebut dengan menggandeng komisi X DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono serta Dinas Pariwisata Pemuda dan OLahraga (Disparpora) Kabupaten Ngawi berlangsung dengan antusias. Sosialisasi Sadar Wisata dan Sapta Pesona ini diikuti oleh Asosiasi Desa Wisata (ASIDEWI) Se-kab Ngawi, Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS), Perwakilan Mahasiswa, karang taruna dan komunitas pecinta wisata. Kepala Widya Sapta Pesona Kemenpar A. Kohar menjelaskan bahwa Wisata adalah asset seperti tambang emas yang tidak akan pernah habis dan terus berkembang dengan menghasilkan sesuatu yang berguna bagi wisata itu sendiri karena terus di kunjungi, masyarakat dan pemerintah akan merasakan peningkatan PAD maupun kesehteraan. “ Guna mewujudkan wisata yang berkembang adalah bagaimana adanya hubungan korelasi antara pemerintah, DPR RI dan masyarakat agar memajukan wisata itu sendiri “ tegas A. Kohar Staf kepala Kemenpar. Sementara Kordinator Tenaga Ahli (TA) Edhie Baskoro Yudhoyono, David Christian saat membuka agenda Sosialisasi Sadar Wisata dan Sapta Pesona di Desa Ngrayudan 2018, menyampaikan kegiatan sosialisasi tersebut merupakan kerja sama Komisi X DPR RI dalam hal ini Mas Ibas dengan Kemenpar yang sinergis meningkatkan wisata lokal menjadi sector wisata unggulan sesuai dengan progamnya. “ Alhamdulilah sosialisasi ini merupakan kegiatan Griya Aspirasi mas Ibas yang ada di dapilnya sebagai hasil kerja bareng dengan Kemenpora, besar harapan kami untuk mewujudkan wisata lokal menjadi hits, maju serta unggul” ungkap David. Lebih lanjut David menyampaikan Ibas sebagai anggota DPR RI yang ditugaskan untuk mengawal progam-program dari Komisi X memiliki kewajiban dalam mengawal obyek wisata lokal yang ada di daerah pemilihannya agar kiranya lebih meningkat range. “ Tidak hanya wisatawan local saja yang datang ke seloondo ini, kita harapkan wisatawan luar negeri menjadi salah satu bagian dalam keikutsertaan dalam kunjungan…
    Written on Monday, 24 September 2018 00:00
  • Adat Ganti Langse Masih di Pegang Teguh Warga Paron
    Adat Ganti Langse Masih di Pegang Teguh Warga Paron Ngawi – Keragaman budaya dan adat istiadat Kabupaten Ngawi memang tidak dapat di pandang sebelah mata. Terbukti Ritual Keduk Beji masih di lestarikan oleh warga Desa Tawun, Kecamtan Kasreman, Adat Lempar Nasi masih di kuatkan oleh warga Desa Tambakselo Kecamatan Kedunggalar . Ritual budaya Ganti Langse Palenggahan Agung Srigati di Alas Ketonggo, Desa Babadan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, selama dua tahun terakhir berubah warna dan sentuhan berbeda tanpa meninggalkan budaya aslinya. Dengan sentuhan tangan dan perhatian dari Pemkab Ngawi melalui Disparpora, Ganti Langse sebelum Pemkab Ngawi melalui Disparpora dikemas dengan sesuatu yang berbeda dengan sebelumnya. Sekarang Adat istiadat Ganti Langse disajikan cukup fenomenal dan spetakuler yang dimulai sejak tahun 2017 lalu dengan penataan apik memunculkan budaya yang merakyat mulai kirab gunungan atau sedekah bumi disusul ruwatan massal berlanjut pada pagelaran wayang kulit semalam suntuk. Ganti Langse sebenarnya adalah tradisi menggantikan kain mori penutup Palenggahan Agung Srigati dengan yang baru diyakini oleh masyarakat setempat akan membawa keberkahan dan kelimpahan rejeki dari yang Maha Kuasa. Tujuanya tidak lain untuk menarik pengunjung atau wisatawan lokal maupun asing. Sekaligus memperkenalkan budaya Ganti Langse di Palenggahan Agung Srigati menjadi salah satu destinasi wisata sekaligus mengeksplorasi budaya di Kabupaten Ngawi. “Perhatian kita terhadap pariwisata Ngawi mulai kami kemas sedemikian rupa agar dapat menarik wisatawan local maupun luar. Sejak dua tahun lalu Ganti Langse ini tidak sekedar proses pergantian kain mori dari yang lama dengan yang baru. Tetapi kita kemas yang lebih menarik lagi dengan perhatian pemkab Ngawi,” Jelas Rahmad Didik Purwanto Kepala Disparpora Ngawi, Senin, (24/09). Adat Istiadat Ganti Langse ini juga di hadiri oleh Bupati Ngawi Budi Sulistyono yang kerap disapa Mbah Kung dan mengharapkan tradisi budaya Ganti Langse akan menjadi barometer budaya Ngawi disamping obyek wisata lainnya . Sama halnya dengan tradisi budaya yang digelar di daerah lain seperti tradisi Maulud di…
    Written on Monday, 24 September 2018 00:00
  • Bikin Ribut, Suporter MPFC di Usir Dari Ketonggo
     Bikin Ribut, Suporter MPFC di Usir Dari Ketonggo Ngawi- Pertemuan supoter kesebelasan Ngawi dan Madiun ibarat air dan minyak dua golongan zat cair yang tidak dapat menyatu satu sama lain. Kejadian di stadion ketonggo menjadi saksi pertemuan keduanya yang membawa residen buruk. Sangat disayangkan apa yang menjadi perlakuan aksi supporter kedua kesebelasan di Liga 3 Zona Nasional PSSI ini. Kejadian berawal disaat pertadingan tersebut belum di mulai laga di Stadion Ketonggo Ngawi sempat terjadi bentrokan yang diwarnai lempar batu antara supporter tuan rumah Persinga Ngawi dengan supporter Madiun Putra FC (MPFC). Aksi brutal ini membuat ratusan aparat kepolisian langsung melakukan pengamanan di depan stadion tersebut lokasi bentrokan yang terjadi hampir beberapa menit itu. Terpantau, beberapa petugas langsung memisahkan kedua supporter untuk mencegah aksi susulan yang berdampak merugikan. Guna mencegah bentrokan terjadi lagi polisi pun langsung mengusir ratusan supporter MPFC yang mengendarai sepeda motor dan menggunakan roda emapat dari lokasi stadion hingga keluar Kota Ngawi. Diungkapkan oleh Kabagops Polres Ngawi Kompol Rudy Sesunan menegaskan, pengusiran supporter dari tim tamu bukan tanpa alasan melainkan guna mengantisipasi bentrokan dan aksi anarkis dari kedua belah pihak. “Sudah menjadi hasil kesepakatan sehari sebelumnya pertandingan Persinga Ngawi dengan MPFC digelar tanpa dukungan supporter dari tim tamu. Sehingga pengusiran ini atas dasar kesepakatan tersebut terlebih lagi sempat terjadi insiden bentrok sebelum laga dimulai secara langsung mencederai hasil kesepakatan,” terang Kompol Rudy Sesunan, Sabtu, (22/09). Di jelaskan oleh Kabagops Polres Ngawi, dalam kesepakatan yang telah di setujui bersama antara supporter fanatik Persinga Ngawi Pastimania maupun GRW dengan The Mad maupun GBB supporter MPFC menegaskan dalam laga pihak tim tamu tidak akan menerjunkan suporternya didalam maupun luar stadion. Karena ada yang menyalahi kesepakatan tersebut sudah sewajarnya petugas melakukan tindakan tegas apa yang terjadi di stadion Ketonggo. Kendati dalam bentrokan kedua supporter tidak mengakibatkan korban jiwa namun kejadian yang sempat menjadi tontonan warga masyarakat sangat di keluhkan oleh…
    Written on Monday, 24 September 2018 00:00
  • Erwiana Kejar Impian
    Erwiana Kejar Impian Ngawi -Sempat Heboh Disiksa Majikan hingga Cacat Seumur Hidup, Mantan TKW Asal Ngawi Akhirnya Raih Mimpi menjadi sarjana kabar bahagia datang dari seorang mantan Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang dulu menjadi korban penyiksaan berat majikannya. TKW yang dulu bekerja di Hong Kong tersebut adalah Erwiana Sulistyangsih (27). Kenangan buruk itu tak ayal membuat Erwiana mengalami trauma. 'Bayaran' untuk setiap kesalahannya membuat Erwiana sulit melupakan masa kelam itu. Disiksa karena kesalahan yang dibuat oleh Majikan hingga harus menanggung di siram air panas setiapkali melakukan kesalahan yang dianggap fatal. Namun, setelah empat tahun berlalu, belum lama ini luka dalam Erwiana tampaknya sudah mulai terobati. Erwiana sedikit demi sedikit memperbaiki lukanya dengan mengemyam pendidikan sarjana meneruskan impian yang selama ini sempat terhenti. Sabtu (8/9/2018) lalu, Erwiana berhasil mencapai mimpinya. Tak hanya itu, ia bahkan berhasil menyelesaikan studinya dengan predikat Cum Laude di unervesitas pilhannya. Rupanya Erwiana dulu terdorong untuk merantau ke Hong Kong oleh keinginannya untuk kuliah jurusan Akuntansi. Ia juga ingin membantu perekonomian orangtuanya yang bekerja serabutan. Mendasar alasan itu salah satu warga Dusun Kawis, Desa Pucangan, Kecamatan Ngrambe, Ngawi, Jawa Timur itu berangkat ke Hong Kong pada 27 Mei 2013 melalui PT Graha Ayu Karsa. Di sana Erwiana tinggal di apartemen Law Wan-tung, majikannya, di Tong Ming Street, Kowloon, Hong Kong. Sejak saat itu, Erwiana mulai menghadapi mimpi buruk dalam kehidupannya. Ia disiksa hingga dijatah minum satu botol air dalam sehari dan tak diobati saat mengalami alergi dingin ataupun luka akibat penganiayaan majikan. Public media seakan tidak pernah henti dalam menyoroti kehidupan Erwiana dari kepulangan, perawatan tim medis hingga perjalanan permintaan keadilan hokum atas dirinya. Pada Senin (20/1/2014) majikan Erwiana ditangkap di Bandara Hong Kong. Kemudian pada Jumat (22/12/2017), Pengadilan Hong Kong mengabulkan tuntutan Erwiana sebesar Rp1,4 miliar ke mantan majikan. Law Wan-tung, pun dijatuhi hukuman enam tahun penjara dan denda…
    Written on Monday, 24 September 2018 00:00