Berita

  • Kecelakaan Ngawi Didominasi Pelajar, Kapolres Gencar Sosialisasi Keselamatan Jalan Raya
    Kecelakaan Ngawi Didominasi Pelajar, Kapolres Gencar Sosialisasi Keselamatan Jalan Raya Ngawi - Miris dingawi setiap jam pengguna jalan meninggal akibat kecelakaan lalu lintas. Sebagian besar kecelakaan lalu lintas melibatkan sepeda motor, serta didominasi usia pelajar. Dari data Kementerian Perhubungan selama 2016 terjadi 106.573 kecelakaan lalu lintas di seluruh Indonesia. Sebanyak 73,9 persennya melibatkan sepeda motor. Jumlah kecelakaan yang tinggi tersebut juga dialami pelajar SMP. Sebanyak 31.106 siswa SMP menjadi korban pada 2016. Jumlah itu turun menjadi 29.783 pada 2017. Mirisnya angka kecelakaan yang notabene melibatkan anak dibawah umur terutama pelajar membuat berbagai pihak turut prihatin. Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu menpunyai cara yang tersendiri sepetihalnya dalam akun jejaring sosialnya terlihat seringkali melakukan sosialisasi tentang tata cara berlalu-lintas yang baik di jalan raya agar terhindar dari kecelakaan. Sebab, angka kecelakaan lalu-lintas tidak jarang melibatkan anak-anak pelajar yang tidak jarang menyebabkan korbanya meninggal. Dalam akunnya di medsos orang nomor satu di jajaran Polres Ngawi tersebut menuliskan untuk turut mendukung upaya sinergitas antara Polri, pihak sekolah dan orang tua. Ajakan itu dimaksudkan sebagai kepedulian mempunyai tanggungjawab yang sama agar anak (pelajar-red) yang masih dibawah umur atau dibawah 17 tahun dilarang membawa sepeda motor sendiri ketika pergi ke sekolah. Dalam pemikirannya, jika pengendara kendaraan bermotor menaati semua peraturan, jumlah kecelakaan secara otomatis akan ikut turun. Dengan demikian, peran semua pihak harus komperhenship dan berkelanjutan jangan sampai bertepuk sebelah tangan. Mengingat upaya kepolisian khususnya melalui Satlantas Polres Ngawi sudah sering melakukan sosialisasi jemput bola ke sekolah-sekolah untuk mensosialisasikan tentang keselamatan berlalu-lintas untuk mencapai zero accident/jangan ada lagi kecelakaan lalu-lintas. Seperti diketahui bersama, dilihat dari usia pelajar dibawah umur mereka masih labil dari sisi emosi dan justru ada kecenderungan membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Mendasar hal itu bisa disimpulkan, kepolisian harus tegas menegakkan peraturan lalu lintas termasuk menilang pengendara di bawah umur yang rata rata belum memiliki SIM dan tidak menggunakan helm bagi pengendara…
    Written on Wednesday, 14 November 2018 00:00
  • Kadi, tewas tersengat jebakan tikus
    Kadi, tewas tersengat jebakan tikus Ngawi– Tragis apa yang dialami oleh korban sebut saja Kadi seorang petani asal Dusun Kuncen, Desa Tambakromo, Kecamatan Padas, Ngawi terbujur kaku usai tersengat aliran listrik jebakan tikus. Kejadian nahas yang menimpa korban ini terjadi sekitar pukul 06.00 WIB, pagi tadi, (12/11/2018), di area sawah miliknya masuk Dusun Ngembak, Desa Munggut, Kecamatan Padas. Korban yang berusia 58 tahun tersebut awalnya hendak mematikan aliran listrik yang terhubung ke kawat jebakan tikus. Karena kondisi pematang sawah lembek dan becek mendadak Kadi terpeleset jatuh hingga posisinya tengkurap menimpa kawat beraliran listrik itu. “Kejadian yang menimpa korban diketahui oleh beberapa orang saksi dan seketika itu melakukan pertolongan. Namun ternyata korban sudah meninggal,” terang Kapolsek Padas AKP Pujianto. Setelah kejadian korban yang sudah tidak bernyawa itu oleh warga dibawa langsung kerumahnya. Selang beberapa saat kemudian petugas kepolisian melakukan olah TKP dilokasi kejadian. Dan tim medis dari Puskesmas Padas melakukan pemeriksaan pada tubuh korban. Dari hasil pengamatan tim medis, pada tubuh korban terdapat luka bakar melintang dibagian perut sebelah kanan hingga kemaluan. Dipastikan akibat luka itu menyebabkan korban meninggal seketika. Kata Pujianto, atas peristiwa yang menimpa korban pihak keluarga menerima kenyataan itu sebagai musibah tanpa menuntut kepasa pihak manapun. " Keluarga menerima kejadian yang dialami oleh korban sebagai musibah, pihaknya mengharapkan kepada warga Ngawi untuk lebih waspada dan hati-hati" Tegas Kapolsek Padas. (Ard)
    Written on Monday, 12 November 2018 00:00
  • Penderita HIV/Aids  Paron Menjadi Penyumbang Terbanyak
    Penderita HIV/Aids  Paron Menjadi Penyumbang Terbanyak Ngawi- Mengejutkan angka penderita sintem kekebalan tubuh dan belum ada obatnya ini terdapat di Kabupaten Ngawi. Sedikitnya 161 warga Ngawi, Jawa Timur, meninggal akibat ganasnya serangan penyakit HIV AIDS dan 401 lainya dinyatakan sebagai penderita. Total terhitung per Agustus 2018 lalu baik yang hidup maupun meninggal sebanyak 562 penderita. Dari jumlah itu penderita didominasi 293 kaum laki-laki dan sisanya perempuan. Seperti data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi penyebaran HIV AIDS dari 24 wilayah UPT Puskesmas berada di Teguhan masuk Kecamatan Paron. Diwilayah yang masuk UPT Puskesmas Teguhan tercatat ada 41 orang penderita dan 14 penderita diantaranya dinyatakan meninggal. Dari jumlah itu terdata ada 20 penderita profesinya swasta dan 14 orang penderita berasal dari ibu rumah tangga (IRT). Berdasarkan data marbidasi kasus HIV AIDS di Ngawi sejak 2009-2018 jumlah penderita terus mengalami peningkatan. Meskipun penyakit akibat serangan kekebalan tubuh terdeteksi diwilayah tersebut diketahui secara medis sejak tahun 2002. Diungkapkan oleh Jaswadi Kasi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinkes Ngawi menyebutkan, penderita HIV/AIDS pada umumnya usia produktif antara 18-35 tahun yang jumlahnya terus mengalami peningkatan dan terus ditemukan penderita baru. Untuk penularan HIV/AIDS ungkap Jaswadi, memang berbagai faktor salah satunya melakukan sex bebas. Sehingga ia mengingatkan untuk menjalani hidup sehat tanpa melakukan sex bebas tanpa alat pengaman. Soal keberadaan warung remang-remang yang mungkin ada di wilayah Ngawi bisa menjadi salah satu penyebab penularan HIV/AIDS namun pada dasarnya berbagai macam penyebab. “ Kita masih melakukan upaya prevetif serta sosialisasi di kalangan pemuda dan juga warga Ngawi, agar kiranya pencegahan dapat dilakukan” tegasnya.(Ard)
    Written on Sunday, 11 November 2018 00:00
  • Kapolres Tegas Tidak Ada Penculikan di Ngawi
    Kapolres Tegas Tidak Ada Penculikan di Ngawi Ngawi-Masyarakat tengah dihebohkan dengan isu kabar hoaks terkait penculikan anak di media sosial. Kapolres Ngawi AKBP MB Pranatal Hutajulu mengajak masyarakat untuk tidak resah dan paranoid akan pemberitaan tersebut. Pasalnya, ia menduga isu-isu tersebut sengaja dihembuskan melalui media sosial untuk mengacaukan situasi keamanan di negeri ini. "Untuk di wilayah hukum Polres Ngawi hingga saat ini belum ada indikasi maupun laporan tentang adanya penculikan anak. Untuk itu kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak resah atau paranoid terhadap pemberitaan itu. Pemberitaan di media sosial hendaknya dicermati. Mari saring sebelum sharing, bersama kita lawan hoaks dengan tidak menyebarkan berita yang belum pasti kebenarannya itu," ucapnya di Mapolres Ngawi, (7/11) Hal ini santer muncul di media terkait dugaan penculikan terjadi di Desa Girimulyo, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi minggu lalu. Diungkapkan oleh Kapolsek Jogorogo AKP Budi menjelaskan pihaknya telah menerima laporan bahwasanya bunga. Red bukan nama sebenarnya dibawa kabur oleh pelaku yang tidak dikenal. Untung saja kejadian ini diketahui warga dan berhasil menangkap pelaku, sebelum di amuk warga petugas langsung menggelandang ke mapolsek. " Bersama warga petugas berhasil mengamankan pelaku, yang saat ini dalam penyidikan petugas" Tegas Kapolsek jogorogo. Saat ditangkap pelaku dengan inisial ASF warga mutorobi yang mengalami gangguan kejiwaan, ini menjadi pertanyaan bagi petugas hingga harus mengantarkan pelaku ke bagian medis. Kecurigaan petugaspun beralasan saat ditangkap di dalam tas ransel milik pelaku berisi laptop, buku rekening atas nama pelaku, kartu mahasiswa di wilayah Yogyakarta, KTP pelaku yang terdaftar warga Bukit harum Menthobi Raya, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah dan sejumlah uang. Kepada pelaku saat ini dalam pengamanan petugas dan guna tidak menimbulkan keresahan warga pelaku mendekam di hotel prodeo Polres Ngawi. Selain itu, Polres Ngawi telah memberikan imbauan kepada masyarakat melalui Bhabinkamtibmas. Peran Bhabinkamtibmas yang bersentuhan langsung dengan mayarakat akan lebih cepat dalam pemberian intmivasi. "Selain Bhabinkamtibmas, kami juga meningkatkan patroli wilayah ke…
    Written on Sunday, 11 November 2018 00:00
  • Pamit Ngecek Sawah, Pulang Tinggal Nama
    Pamit Ngecek Sawah, Pulang Tinggal Nama Ngawi- Awal musim penghujan di Kabupaten Ngawi, menjadi awal yang tragis untuk warga Ngawi. Bagaimana tidak selain hujan yang cukup deras, sambutan kilat acapkali membawa petaka di wilayah Ngawi. Fenomena alam inilah yang patut diwaspadai ketika berada diarea lapang seperti sawah. Nasib tragis ini dialami Ndani perempuan 45 tahun yang merupakan seorang petani asal Dusun/Desa Puhti, Kecamatan Karangjati, Ngawi meninggal tersambar petir dilokasi sawah wilayah setempat, Rabu, (07/11/2018). Peristiwa yang dialami korban terjadi sekitar pukul 15.00 WIB saat melihat tanaman padi miliknya disawah. Sebelum peristiwa nahas, cuaca gerimis disertai petir terus terjadi diwilayah tersebut. Sesaat kemudian sewaktu korban berjalan dipematang sawah mendadak tersambar petir hingga terjatuh. Kontan saja beberapa saksi yang melihat kejadian itu pun mendekati korban. “Kejadian menjelang sore tadi memang cuacanya tengah gerimis. Ketika dicek oleh beberapa orang saksi ternyata korban ini sudah meninggal dan kemudian dibawa kerumah duka,” terang Kapolsek Karangjati AKP Suparman. Dari pemeriksaan tim medis Puskesmas Karangjati menyebutkan, korban mengalami luka bakar disekitar lehernya. Dari luka tersebut membuat korban meninggal langsung dilokasi kejadian. Dijelaskan juga, pihak keluarga menolak outopsi pada tubuh korban ke RSUD dr Soeroto Ngawi. Dan menerima kejadian yang dialami korban sebagai musibah. “ Kami berharap untuk warga Ngawi lebih waspada dan berhati-hati dengan perubahan cuaca seperti halnya sekarang ini “ tegas Kapolsek Karangjati.(Ard)
    Written on Sunday, 11 November 2018 00:00