Berita

  • Gigitan Aedes Tahun Ini Tak Lagi Mengganas
    Gigitan Aedes Tahun Ini Tak Lagi Mengganas  Ngawi -Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi selama tahun 2017 ini mengklaim angka penderita penyakit demam berdarah akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypty maupun Dengue Shock Sindrom (DHS) mengalami penurunan drastis dibanding tahun sebelumnya. Bahkan data yang berhasil dihimpun dari 24 puskesmas di wilayah Ngawi tidak ada laporan korban meninggal lantaran penyakit yang satu ini. “Kalau menurut angkanya penyakit demam berdarah untuk tahun ini memang ada penurunan.Meski demikian kita tetap mewaspadai akan serangan penyakit tersebut,” terang Jaswadi Kasi P3M Dinkes Ngawi, Jum’at (08/12). Ia pun membenarkan selama setahun ini tercatat ada sekitar 203 pasien demam berdarah akan tetapi untuk akhir tahun ini atau Desember belum ada laporan tentang penderita demam berdarah. Hanya saja wilayah terparah adanya epidermi demam berdarah berada di kawasan Kota Ngawi. Pasalnya, di Puskesmas Ngawi Kota tercatat ada 25 pasien demam berdarah yang menjalani rawat inap. “Di Ngawi ini serangan demam berdarah paling parah terjadi dua tahun silam dan saat itu kita terapkan kejadian luar biasa (KLB-red) mengingat dari jumlahnya pasienya,” tuturnya. Jelas Jaswadi, dikeluarkan status KLB pada 2015 tercatat ada 778 pasien demam beradarah dan 6 pasien diantaranya meninggal dunia. Dan setahun kemudian 2016 malah lebih parah dari datanya ada 782 pasien dan 10 orang diantaranya meninggal dunia. Meski demikian ulasnya, angka yang dikumpulkan oleh Dinkes Ngawi telah dikoordinasikan dengan tiga rumah sakit yang ada untuk mengantisipasi kasus demam berdarah yang tidak dilaporkan. “ Selama warga Ngawi bisa menjaga kebersihan dan bisa mencegah berkembangnya jentik nyamuk, penekanan penyakit yang pernah KLB ini bisa di cegah sedini mungkin “ tegasnya(ARD)
    Written on Monday, 11 December 2017 00:00 6 comments
  • Pengen Mendapat Hasil Melimpah Keburu Tertangkap Petugas
    Pengen Mendapat Hasil Melimpah Keburu Tertangkap Petugas Ngawi- Apes memang nasib 2 warga satu ini, inginnya mendapatkan hasil melimpah dari hasil judi malah berurusan dengan petugas. Bisa jadi namanya pemilihan kepala desa (pilkades) dimana tempat sudah ditunggu-tunggu oleh para botoh alias penjudi yang ingin taruhan dengan nilai tertentu bahkan mencapai jutaan rupiah. Tetapi jika kurang waspada dan terkesan sembrono melakukan transaksi bisa berujung nasib apes. Nasib apes seperti yang dialami PR (57) seorang perangkat desa atau pamong Desa Tulakan, Kecamatan Sine, Ngawi dan SG (40) warga Desa Sidomukti, Kecamatan Jenawi, Karanganyar. Keduanya ditangkap petugas dari Tim Resmob Polres Ngawi setelah diduga melakukan tindak perjudian atau botohan pada pilkades di Desa Wonosari, Kecamatan Sine, sekitar pukul 14.45 WIB, Minggu kemarin, (03/12). “Mereka kita tangkap setelah diyakini melakukan perjudian di dekat pasar desa setempat (Desa Wonosari-red). Motifnya salah satu pelaku menjagokan calon kades dengan memberi potongan tertentu kepada lawan taruhanya,” terang KaPolres Ngawi AKPB Pranatal H, Senin (05/12). Ulasnya, dari tangan kedua orang tersebut baik PR maupun SG berhasil diamankan sejumlah barang bukti diantaranya uang tunai Rp 1 juta dan dua handphone. Kedua botoh ini bakal dijerat dengan Pasal 303 ayat 1 ke 1e, 2e KUHP junto UURI Nomor 07 Tahun 1974 tentang penertiban perjudian. Sekarang ini kedua botoh yang bernasib apes tersebut langsung dilakukan penahanan di Mapolres Ngawi. “ Tidak, tidak ada yang berstatus perangkat dalam kasus ini “ tegasnnya .(ARD)
    Written on Monday, 11 December 2017 00:00 6 comments
  • Nahas, Inginnya Menolong Korban Tenggelam Malah Sebaliknya
    Nahas, Inginnya Menolong Korban Tenggelam Malah Sebaliknya Ngawi – Nahas nasib salah satu warga Geneng Ngawi ini bermaksud untuk membantu rekannya dari tenggelam malah menjadi korban ganasnya sungai. Sebut saja korban dengan identitas Pristi Yudi Dwi Handoko pria berumur 21 tahun asal Desa Klitik, Kecamatan Geneng, Ngawi ditemukan tidak bernyawa di sungai Ketonggo masuk Dusun Munggur, Desa Tempuran, Kecamatan Paron. Peristiwa yang mengenaskan dialami korban tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB pada Minggu, (03/12). Menurut keterangannya, sebelum kejadian korban bersama tiga rekanya yakni Niko, Alfian dan Mustofa hendak berburu biawak dengan menyeberangi sungai Ketonggo. Namun mendadak saat menyeberang sungai itu Alfian terlihat tenggelam kontan saja Handoko sapaan akrab dari korban berusaha melakukan pertolongan. Sayangnya, ketika dilakukan proses penyelamatan justru antara korban dengan Alfian sama-sama tenggelam. Melihat ada yang tidak beres dengan keselamatan jiwa kedua rekanya membuat Niko yang sudah berada dipinggiran sungai langsung menceburkan diri. Tetapi yang berhasil ditarik tanganya oleh Niko hanya Alfian sedangkan Handoko tidak lekas nongol ke permukaan air sungai. “Si korban ini pada awalnya menolong satu rekanya yang tenggelam tetapi kedunya malah masuk kedalam air. Kemudian satu rekanya atas nama Niko berusaha menolong kedua temanya akan tetapi yang bisa ditarik ke atas permukaan air sungai hanya Alfian sedangkan korban tidak berhasil ditarik,” jelas Kapolsek Paron AKP I Wayan Murtika, Minggu (03/12). Hal ini semoga menjadi pelajaran berharga bagi orang tua untuk terus melakukan pengawasan dan perhatian kepada buah hati kita agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.(ARD)
    Written on Monday, 11 December 2017 00:00 9 comments
  • Pemilihan Kepala Desa Ngawi Berjalan Lancar dan Sukses
    Pemilihan Kepala Desa Ngawi Berjalan Lancar dan Sukses Ngawi- Patut di acungi jempol untuk para panitia penyelenggara pemilihan kepala desa di kabupaten Ngawi di buktikan dapat menyelesaikan tahapannya hingga tuntas tanpa ada permasalahan. Pilkades serentak yang dilaksanakan di 13 desa dari 9 kecamatan di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur sukses digelar pada Minggu, (03/12). Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Ngawi selaku penanggungjawab kolektif meyakini pelaksanaan pilkades secara umum tidak menemui hambatan maupun kendala dilapangan. Meski tata cara pelaksanaan pilkades pertama kalinya memakai sistim TPS mendasar Perda Nomor 01 Tahun 2015 namun masing-masing panitia di tingkat desa langsung beradaptasi dengan menerapkan sistim terbarukan secara baik. Kabul Tunggul Winarno Kepala DPMD Ngawi menuturkan, pihaknya mengapresiasi posistif terhadap panitia desa yang sukses melaksanakan pilkades. “Semua panitia yang ada desa kami support terus untuk melaksanakan pilkades secara baik transparan dan sesuai aturannya. Dan terbukti tidak ada kendala yang cukup berati meski demikian ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan terkait pilkades yang ada di Desa Baderan,” terang Kabul demikian sering disapa, Minggu (03/12). Bebernya, jumlah keseluruhan proses pilkades serentak dari 13 desa terdapat 54 TPS dengan jumlah pemilih tetap (DPT) tercatat 46.248 orang. Kabul mengharapkan bagi desa yang melaksanakan pilkades segera mengajukan ke BPD agar calon kepala desa yang telah ditetapkan segera dilantik. Berikut data pilkades serentak di Ngawi tahun 2017, untuk Desa/Kecamatan Gerih tercatat dalam DPT mencapai 10.774 orang dan hadir di TPS hanya 8.625 orang dan hasilnya dengan nomor urut 1 Agus Choiri mendapatkan 4.789 suara sedangkan nomor 2 Sholikin memperoleh 3.750 suara. Desa Kenongorejo, Kecamatan Bringin dengan DPT 4.368 jiwa hadir tercatat 3.566 orang dan 1. Munaji-1.151 suara, 2. Budiyono-290 suara, 3. Suwarno-736 suara, 4. Pujianto-1.008 suara, 5. Danwit-337 suara. Disusul Desa Sirigan, Kecamatan Paron dengan DPT 2.524 jiwa dan hadir mencapai 2.116 orang dan untuk 1. Suyanto-1.117 orang, 2. Markaban-975 suara. Desa Kebon, Kecamatan Paron tercatat dalam DPT 1.788…
    Written on Monday, 11 December 2017 00:00 6 comments
  • Jelang Pilgub Gus Ipul Dekati Pemilih
    Jelang Pilgub Gus Ipul Dekati Pemilih  Ngawi- Genderang pesta demokrasi pemilihan kepala daerah dalam hal ini Gubernur sudah memasuki tahapannya. Intensitas politik jelang pemilihan gubernur (Pilgub) Jatim 2018 mulai naik. Para kandidat pun mulai ambil start guna memantapkan langkah menuju kursi prestisius jabatan gubernur. Tidak ingin kecolongan seperti Syaifullah Yusuf/Gus Ipul tidak mau peta wilayah kekuatanya melemah dirinya mulai mendatangi sejumlah wilayah. Kali ini ia menyambangi kalangan kader partai bergambar banteng moncong putih di gedung DPC PDIP Ngawi, Minggu (03/12). Dengan gaya blak-blakan dihadapan para wartawan Gus Ipul mengaku jika kedatanganya untuk melakukan konsolidasi bersama PDIP Ngawi guna menyusun langkah-langkah strategi pemenangan menuju Pilgub Jatim 2018. Mengingat Ngawi sebagai kantongnya PDIP di wilayah Mataraman atau Jatim barat. “Jelasnya untuk melakukan konsolidasi pemenangan Pilgun Jatim nanti. Jadi semua hasil perencanaan yang telah dibahas tadi bisa ditindaklanjuti dilapangan,” terang Gus Ipul, Minggu (03/12). Ia pun mengaku sangat percaya terhadap pola maupun konsep penggalangan massa yang dilakukan para kader PDIP selama ini. Alasan itu bukan tanpa sebab, pada dasarnya PDIP Ngawi sudah berpengalaman membangun kepercayaan politik di level bawah atau akar rumput yang dibuktikan pada pemilu legislative (Pileg) maupun pemilihan kepala daerah (Pilkada) Disinggung strategi pemenangan wilayah Mataraman, orang nomor dua di Jatim sekarang ini lebih cenderung membangun komunikasi politik secara sinergi dan lebih intens antara kalangan nahdliyin dengan PDIP dalam satu keterpaduan agamis nasionalis. Dengan demikian akan saling menutup kelemahan pada semua lini. Selain itu Gus Ipul mengaku adem-adem saja menyikapi barisan Muslimat yang notabene satu organisasi dibawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) jika Khofifah Indar Parawansa jadi macung merebutkan Jatim 1. Sebab di dalam NU sendiri sudah menjadi hal biasa apabila terjadi perbedaan politik maupun cara menyikapinya. “Biasa saja dan adem-adem saja sebab di NU sudah biasa ada perbedaan itu. Justru kita melihat itu bukan kendala maupun hambatan jalan saja seperti biasanya,” urainya. Hal senada diucapkan Ketua DPC…
    Written on Monday, 11 December 2017 00:00 6 comments