Rate this item
(0 votes)
Read 62312 times

Project Description

Friday, 17 November 2017 00:00
Ramai, Desa Terpencil diperebutkan Banyak Calon
Written by 

Ngawi- Desa Kenongorejo, Kecamatan Bringin, Ngawi desa terpencil di wilayah Ngawi bagian timur tenggara ini di perebutkan oleh 6 warga untuk kursi calon kepala desa. Pemilihan kepala desa (pilkades) desa setempat yang digelar pada 03 Desember 2017 mendatang melalaui tes seleksi di ruang Ngawi Commond Center Pemkab Ngawi, Kamis (16/11). Keenam warga ini antara lain Budiyono, Munadji, Suwarno, Lisminah, Danwit dan Pujianto.

“Seleksi yang kami lakukan hari ini mengingat jumlah bakal calon kepala desa yang telah mendaftarkan ada enam orang. Mendasar aturan yang ada mereka harus diseleksi melalui tes tulis agar calon yang ditetapkan hanya lima orang,” terang Arifin Ketua Pilkades Kenongorejo, Kamis (16/11).

Ujarnya, seleksi tes tulis dengan waktu yang diberikan panitia sekitar 120 menit untuk menjawab 100 soal pertanyaan. Dan sistimnya, soal yang diberikan dibuat oleh Dinas Pendidikan (Dindik) Ngawi  bukan panitia. Namun sebelum dibagi kepada peserta tes seleksi soal yang berjumlah empat bendel harus dipilih secara acak oleh peserta sendiri. Setelah dipilih salah satunya kemudian dibagikan langsung kepada peserta untuk dijawab pada lembar kertas yang sudah disediakan.

“Semua soal yang diacak tadi sebelumnya diamankan dulu di Polres Ngawi dan semuanya disegel. Pengambilanya juga harus dilakukan pada waktu pelaksanaanya teknis seperti ini kami selaku panitia betul-betul netral dan menjalankan tahapan pilkades ini sesuai peraturan yang ada. Dan perlu diketahui tes tulis ini hasil penilaianya hanya 60 persen yang sisanya bentuk penilaian dari akumulasi baik itu usia, pendidikan dan pengalaman kerja,” beber Arifin.

Kemudian hasil tes seleksi setelah dilakukan koreksi terbuka oleh panitia Pilkades Kenongorejo diketahui Lisminah satu-satunya pendaftar perempuan terpaksa gugur dari pencalonan mengingat jumlah poin atau nilai yang didapatkan terendah dari semua peserta. Berikut nilai yang dihasilkan para peserta tes tulis, Budiyono (59.8), Munadji (70), Suwarno (68.5), Lisminah (43.5), Danwit (62.6) dan Pujianto (53.3).

Setelah mengetahui siapa bakal calon yang terdepak pihak panitia saat itu juga langsung menetapkan bakal calon menjadi calon kepala desa sekaligus melakukan undian nomor urut. Untuk nomor urut 1 Munadji, 2 Budiyono, 3 Suwarno, 4 Pujianto dan terakhir nomor urut 5 Danwit. Tandas Arifin, setelah penetapan calon kepala desa pihaknya kini secepatnya memproses Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk segera divalidasi dan ditetapkan menjadi DPT.

Sementara itu Achmad Roy Rozano Kabid Pemerintahan Desa DPMD Ngawi mengatakan, mengadopsi dari Perbup No 23 Tahun 2017 memang hasil ujian bobotnya hanya 60 persen sedangkan sisanya dilihat dari bobot maupun pertimbangan lain seperti pengalaman bekerja dilingkup pemerintahan dengan bobot 15 persen, tingkat pendidikan bobot nilai 15 persen dan usia bobot nilai 10 persen.

“ Sedikitya ada tiga item menjadi pertimbangan penilaian dalam tahapan seleksi calon kepala desa bisa dilihat dari  pengalaman kerja, pendidikan dan usia “ tegasnya.(ARD)

What we did

Visit Project
Recent Works