Rate this item
(0 votes)
Read 6520 times

2533 comments

  • Emmett Monday, 23 April 2018 20:59 posted by Emmett

    Oak and maple are the most common hardwoods used.

    Comment Link
  • Roberttog Monday, 23 April 2018 13:04 posted by Roberttog

    vente de cialis discount

    buy cialis online

    generic cialis onlineviagra 100mg price in rs

    buy viagra

    buy generic viagraactu viagra posologie patients

    cheap viagra online

    buy viagra online

    Comment Link
  • Daniele Monday, 23 April 2018 10:03 posted by Daniele

    Restore moldy, moisture-damaged walls.

    Comment Link
  • Skye Monday, 23 April 2018 08:41 posted by Skye

    Metallic roofs are sometimes lighter than asphalt shingles.

    Comment Link
  • Phillip Monday, 23 April 2018 08:37 posted by Phillip

    Oak and maple are the commonest hardwoods used.

    Comment Link
  • Vern Monday, 23 April 2018 05:54 posted by Vern

    It involves repairs, sanding, finishing and coating.

    Comment Link
  • Ramona Monday, 23 April 2018 02:41 posted by Ramona

    Your floor undoubtedly needs refinishing, and soon.

    Comment Link
  • Doyle Monday, 23 April 2018 02:10 posted by Doyle

    These are all signs of foundation points needing repair.

    Comment Link
  • Romeo Sunday, 22 April 2018 23:46 posted by Romeo

    This firm offers garden mowing services.

    Comment Link
  • Roberttog Sunday, 22 April 2018 22:09 posted by Roberttog

    politique de canada cialis

    generic cialis

    cialis genericviagra online niedrige preise

    viagra cheap

    generic viagra onlineviagratabletsinbangalore

    generic viagra

    viagra online

    Comment Link

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Project Description

Monday, 04 December 2017 00:00
Penilaian Adipura PKL dilarang Berjualan
Written by 

Ngawi- Disayangkan apa yang dirasakan oleh mereka para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa mangkal di beberapa jalan protokol dalam Kota Ngawi untuk sementara waktu harus bersabar untuk tidak berjualan. Larangan tersebut setelah dikeluarkanya surat pemberitahuan dari Satpol PP daerah setempat tertanggal 21 November 2017 kemarin.

Arif Setiyono Kasi Penegakan Perda Satpol PP Ngawi mengatakan, larangan berjualan bagi PKL yang sering mengais rejeki di area trotoar jalan utama dalam kota sifatnya hanya sementara. Dan itu hanya diberlakukan selama tiga hari mulai 22-24 November 2017.

“Cuma tiga hari saja tidak lama kok. Larangan sementara itu karena mau ada penilaian Piala Adipura oleh tim dari pusat ke Kota Ngawi. Tentunya kami selaku petugas trantib mengharapkan kerjasamanya bagi rekan-rekan PKL untuk mendukung kegiatan ini,” jelas Arif Setiyono, Selasa (22/11).

Ia menegaskan, konsentrasi penertiban PKL diarahkan pada jalan utama di dalam kota seperti Jalan A.Yani, Jalan Teuku Umar, Jalan Hasanudin, Jalan Sultan Agung, Jalan PB Sudirman dan beberapa jalan lainya yang terindikasi bakal didatangi tim penilai Piala Adipura.

Untuk PKL kawasan alun-alun bebernya, meski tidak ada larangan berjualan terkait langsung penilaian Piala Adipura namun diminta untuk menjaga kebersihan dan ketertiban disekitar lapaknya. Jangan sampai seenaknya sendiri tanpa mengindahkan tata tertib yang ada.

“Kalau dikawasan alun-alun tidak. Tapi mereka harus menjaga kebersihan jangan sampai terkesan kumuh dan kotor. Sebab alun-alun ini kan salah satu titik destinasi wisata Ngawi kan,” bebernya.

Tambahnya, para PKL yang berada dikawasan larangan tersebut diharap tidak meninggalkan gerobak maupun barang dagangan serta perlengkapan lainya disekitar trotoar jalan. Jika himbauan ini tidak dihiraukan Satpol PP bakal menindak tegas.

Terkait Piala Adipura, seperti tahun 2016 lalu Kabupaten Ngawi hanya menyabet sertifikat Adipura dari pemerintah pusat. Dan itu terjadi selama dua tahun berturut-turut mulai tahun 2015. Seperti yang diberitakan di tahun lalu gagalnya piala bergengsi dibidang kebersihan tentunya tidak lepas dari buruknya pengelolaan tempat pembuangan akhir (TPA) yang berada di Desa Selopuro, Kecamatan Pitu.

Terpisah melalui via selular Bupati Ngawi Budi Sulistyono/Kanang menegaskan, Pemkab Ngawi harus segera keluar mencari terobosan dan berinovasi untuk menyelesaikan pekerjaan rumah terkait pengelolaan sampah. Tandasnya, langkah itu tentunya dibarengi sistem pengelolaan sampah yang baik dan ramah lingkungan tidak hanya sebatas pada TPA di Desa Selopuro melainkan secara umum seperti dipasar.

Ujarnya lagi, dengan sertifikat Adipura setidaknya menjadi motivasi semua leanding sector untuk lebih berkreasi menuntaskan permasalahan sampah sampai pada titik ramah lingkungan. Sisi lain diakuinya, penilaian menuju Piala Adipura tahun ini memang super ketat secara nasional hanya diambil 32 kabupaten/kota. 

“Kami mengharapkan kerjasama semaua pihak dalam menyukseskan penialaian adipura ini agar kiranya dapat berjalan dengan lancar, para PKL dapat bersabar dan menanamkan warga untuk hidup sehat dengan membuang sampah pada tempatnya” tegasnya.(ARD)

What we did

Visit Project
Recent Works