Rate this item
(0 votes)
Read 956 times

346 comments

  • Jackievoila Tuesday, 02 January 2018 22:22 posted by Jackievoila

    live blackjack real money
    casino real money
    wire transfer las vegas casino
    online casino
    microgaming casino software download

    Comment Link
  • Maxinesem Tuesday, 02 January 2018 12:12 posted by Maxinesem

    casino games
    free casino games
    casino online
    casino online

    Comment Link
  • Maxinesem Tuesday, 02 January 2018 09:55 posted by Maxinesem

    online casino
    real money casino
    free casino games
    casino online

    Comment Link
  • WilbertWet Tuesday, 02 January 2018 02:36 posted by WilbertWet

    casino online
    online casino
    real money casino
    casino games

    Comment Link
  • WilbertWet Monday, 01 January 2018 19:50 posted by WilbertWet

    casino online
    casino games
    free casino games
    free casino games

    Comment Link
  • Teresacrons Monday, 01 January 2018 04:56 posted by Teresacrons

    online casino
    online casino
    online casino
    free casino games

    Comment Link
  • Frankhom Sunday, 31 December 2017 19:05 posted by Frankhom

    free casino games
    casino online
    free casino games
    casino online

    Comment Link
  • Frankhom Sunday, 31 December 2017 10:22 posted by Frankhom

    real money casino
    online casino
    real money casino
    free casino games

    Comment Link
  • Teresacrons Sunday, 31 December 2017 09:58 posted by Teresacrons

    casino online
    real money casino
    real money casino
    casino online

    Comment Link
  • DesireeEximi Saturday, 30 December 2017 17:58 posted by DesireeEximi

    casino games
    real money casino
    online casino
    casino games

    Comment Link

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Project Description

Monday, 04 December 2017 00:00
Penilaian Adipura PKL dilarang Berjualan
Written by 

Ngawi- Disayangkan apa yang dirasakan oleh mereka para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa mangkal di beberapa jalan protokol dalam Kota Ngawi untuk sementara waktu harus bersabar untuk tidak berjualan. Larangan tersebut setelah dikeluarkanya surat pemberitahuan dari Satpol PP daerah setempat tertanggal 21 November 2017 kemarin.

Arif Setiyono Kasi Penegakan Perda Satpol PP Ngawi mengatakan, larangan berjualan bagi PKL yang sering mengais rejeki di area trotoar jalan utama dalam kota sifatnya hanya sementara. Dan itu hanya diberlakukan selama tiga hari mulai 22-24 November 2017.

“Cuma tiga hari saja tidak lama kok. Larangan sementara itu karena mau ada penilaian Piala Adipura oleh tim dari pusat ke Kota Ngawi. Tentunya kami selaku petugas trantib mengharapkan kerjasamanya bagi rekan-rekan PKL untuk mendukung kegiatan ini,” jelas Arif Setiyono, Selasa (22/11).

Ia menegaskan, konsentrasi penertiban PKL diarahkan pada jalan utama di dalam kota seperti Jalan A.Yani, Jalan Teuku Umar, Jalan Hasanudin, Jalan Sultan Agung, Jalan PB Sudirman dan beberapa jalan lainya yang terindikasi bakal didatangi tim penilai Piala Adipura.

Untuk PKL kawasan alun-alun bebernya, meski tidak ada larangan berjualan terkait langsung penilaian Piala Adipura namun diminta untuk menjaga kebersihan dan ketertiban disekitar lapaknya. Jangan sampai seenaknya sendiri tanpa mengindahkan tata tertib yang ada.

“Kalau dikawasan alun-alun tidak. Tapi mereka harus menjaga kebersihan jangan sampai terkesan kumuh dan kotor. Sebab alun-alun ini kan salah satu titik destinasi wisata Ngawi kan,” bebernya.

Tambahnya, para PKL yang berada dikawasan larangan tersebut diharap tidak meninggalkan gerobak maupun barang dagangan serta perlengkapan lainya disekitar trotoar jalan. Jika himbauan ini tidak dihiraukan Satpol PP bakal menindak tegas.

Terkait Piala Adipura, seperti tahun 2016 lalu Kabupaten Ngawi hanya menyabet sertifikat Adipura dari pemerintah pusat. Dan itu terjadi selama dua tahun berturut-turut mulai tahun 2015. Seperti yang diberitakan di tahun lalu gagalnya piala bergengsi dibidang kebersihan tentunya tidak lepas dari buruknya pengelolaan tempat pembuangan akhir (TPA) yang berada di Desa Selopuro, Kecamatan Pitu.

Terpisah melalui via selular Bupati Ngawi Budi Sulistyono/Kanang menegaskan, Pemkab Ngawi harus segera keluar mencari terobosan dan berinovasi untuk menyelesaikan pekerjaan rumah terkait pengelolaan sampah. Tandasnya, langkah itu tentunya dibarengi sistem pengelolaan sampah yang baik dan ramah lingkungan tidak hanya sebatas pada TPA di Desa Selopuro melainkan secara umum seperti dipasar.

Ujarnya lagi, dengan sertifikat Adipura setidaknya menjadi motivasi semua leanding sector untuk lebih berkreasi menuntaskan permasalahan sampah sampai pada titik ramah lingkungan. Sisi lain diakuinya, penilaian menuju Piala Adipura tahun ini memang super ketat secara nasional hanya diambil 32 kabupaten/kota. 

“Kami mengharapkan kerjasama semaua pihak dalam menyukseskan penialaian adipura ini agar kiranya dapat berjalan dengan lancar, para PKL dapat bersabar dan menanamkan warga untuk hidup sehat dengan membuang sampah pada tempatnya” tegasnya.(ARD)

What we did

Visit Project
Recent Works