Rate this item
(0 votes)
Read 65130 times

Project Description

Tuesday, 13 February 2018 00:00
Sejarah Hari Radio Sedunia!
Written by 

Diawali oleh sebuah rekomendasi dari Dewan Eksekutif UNESCO (Organisasi Pendidikan, Keilmuan & Kebudayaan PBB) kepada Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, Hari Radio Sedunia (World Radio Day) mulai ditelaah. Dari rekomendasi itu, banyak pihak mulai melihat betapa strategis/vital peranan dan fungsi radio di tengah khalayak. Ini penting, pasalnya walaupun UN Radio sudah terbentuk sejak 1946, namun belum ada satu hari pun diperingati sebagai Hari Radio Sedunia saat itu. Mengapa penting? 

Radio adalah media massa yang mampu menjangkau audiens terluas di dunia. Radio juga dikenal sebagai alat/instrumen komunikasi yang kuat/powerful dan medium yang berbiaya rendah. Radio secara spesifik cocok untuk menjangkau komunitas-komunitas yang berada di tempat terpencil atau audiens yang terus bergerak alias mobile, juga  orang-orang yang berkebutuhan khusus, seperti jauh dari akses literasi, disabled, perempuan, pemuda dan kaum miskin. Radio juga menawarkan diri sebagai ajang bertukar informasi/pengetahuan melalui diskusi ringan dan alat mengembangkan wawasan ataupun tingkat pendidikan seseorang. 

Secara khusus, radio memiliki peran yang spesifik dan strategis saat masa kedaruratan ataupun bencana terjadi di suatu tempat. Itu yang menjadi penekanan dalam peringatan World Radio Day 2016! 

Saat ini, layanan radio tengah memasuki masa konvergensi, masa radio wajib beradaptasi dengan perkembangan teknologi jaman. Sejumlah perkembangan teknologi yang kekinian tersebut antara lain teknologi pita lebar alias broadband, mobile gadget dan tablet.  Namun hingga kini, walaupun peran dan fungsi radio masih sedemikian vital, UNESCO masih menyayangkan tak sedikit orang (bahkan ditengarai milyaran orang di dunia ini) masih belum mendapatkan akses siaran radio.  

Kembali ke soal sejarah World Radio Day, usai direkomendasikan, sejumlah proses konsultasi yang luas pun digelontorkan mulai Juni 2011, difasilitasi oleh UNESCO. Proses konsultasi atas rekomendasi UNESCO itu diikuti oleh semua pemangku kepentingan radio, diantaranya asosiasi penyiaran, publik, negara/pemerintah, unsur swasta, komunitas, para penyiar internasional, agensi PBB, penyandang dana, Lembaga Swadaya Masyarakat/LSM terkait,  akademisi, yayasan, agensi pembangunan bilateral, dan tentunya UNESCO Permanent Delegations and National Commissions.

Tanggal 13 Februari, tanggal terbentuknya UN Radio di tahun 1946, diusulkan menjadi tanggal peringatan World Radio Day pertama kali oleh Direktur Jendral UNESCO. Objektif dari peringatan Hari Radio Sedunia adalah meningkatkan kepedulian masyarakat dan media mengenai betapa pentingnya radio, untuk mendorong para pengambil keputusan untuk membangun dan menyediakan akses informasi melalui radio, dan sekaligus mengembangkan jejaring dan kerjasama internasional antar para praktisi penyiaran radio/broadcaster.

Pada akhirnya, proses konsultasi menghasilkan peringatan Hari Radio Sedunia melalui penggunaan secara masif media sosial, tema tahunan, website yang didedikasikan khusus untuk radio (http://www.worldradioday.org) yang salah satunya menampung partisipasi publik dunia melalui media daring, program-program radio spesial, pertukaran program radio, dan masih banyak event spesial lainnya. 

Di tanggal 14 Januari 2013, Sidang Umum PBB secara formal mendorong UNESCO memproklamasikan Hari Radio Sedunia. Saat itu pula ditetapkan, 13 Februari sebagai World Radio Day!

What we did

Visit Project
Recent Works