Rate this item
(0 votes)
Read 564 times

Project Description

Friday, 27 July 2018 00:00
Pasutri residivis kembali di bekuk Polres Ngawi
Written by 

Ngawi – Pasangan suami istri asal Solo Jawa Tengah tertangkap tangan kembali berulah di Ngawi. Keduanya WS (27) dan M (26) lagi-lagi di bekuk aparat kepolisian akibat kedapatan memiliki narkotika golongan 1 jenis  shabu seberat 0,46 gram. 

 

Petugas Kepolisian dengan melakukan penyamaran sebagai seorang pembeli,akhirnya berhasil mengamankan kedua pasutri WS (27) dan M (26) ketika proses transaksi terjadi di aera parkir masjid Ar Rahman Mantingan masuk Desa Jatimulyo, Kecamatan Mantingan Kabupaten Ngawi sekitar pukul 19.30 WIB pada Rabu, 18 Juli 2018.

 

“kedua pasutri merupakan residivis kasus yang sama di Polres Ngawi juga. Untuk selanjutnya masih akan terus di dalami untuk kasus ini, ada dugaan keterkaitan dengan daerah lain juga seperti Sragen dan Madiun”. Ungkap Kasat Resarkoba, Djanu Fitrianto, S.H

 

Dari keduanya disita 1 buah hanphone merek Xiaomi dan merk Nexian. Selain itu diamankan pula satu unit sepeda motor  Yamaha Fino warna biru dengan Nopol AD 5036 XA. Diketahui pula, ternyata sang istri yaitu M (26) sedang hamil dengan usia kandungan 2 bulan. Menyadari hal tersebut pihak Kepolisian akan menyiapkan Lapas yang memang sesuai dengan kondisi pelaku. 

 

“untuk yang perempuan, setelah dicek urin ternyata positif hamil 2 bulan. Nanti secara kemanusian akan diperlakukan sesuai dengan kondisinya”. Ujar Djanu Fitrtianto, S.H

 

Dengan ditemukannya barang bukti tersebut kedua pelaku diterapkan pasal 112 dengan maksimal hukuman 12 tahun penjara dan juga pasal 131 dengan ancaman hukuman pidana denda paling banyak Rp. 50.000.000.- 

 

Dua hari sebelum penangkapan pasutri itu, pihak Kepolisian juga menciduk seorang pelajar yang juga kedapatam memiliki pil koplo warna putih dengan logo “Y”. Naasnya tersangka FK (18) masih berstatus sebagai pelajar kelas 3 SMA di daerah Ngrambe. Pada FK (18) ditemukan 212 butir pil koplo yang berada di tiga (3) wadah berbeda. Barang bukti lain yang ditemukan adalah satu buah hanphone asus warna hitam. 

 

FK (18) dikenakan pasal 196 Jo Pasal 98 dengan ancaman hukuman paling lama 10 (sepuluh) tahun penjara dan juga denda paling banyak Rp. 1.000.000.000,- (satu miliar rupiah). Pemuda 18 tahun ini seperti tidak kapok berurusan dengan barang haram ini. Ketika pertama kali ia tertangkap saat masih duduk di bangku sekolah menegah, ia kini harus kembali mendekam di penjara.

What we did

Visit Project
Recent Works