Rate this item
(0 votes)
Read 95 times

Project Description

Tuesday, 09 October 2018 00:00
14 Jiwa Pengungsi  Palu Bersyukur Tiba di Ngawi
Written by 

Ngawi-Puluhan pengungsi korban bencana Palu, Sulawesi Tengah, memilih pulang ke Pulau Jawa daripada menetap dengan perasaan trauma. Berbagai cara untuk menempuh perjalanan  panjang dan penuh kisah sedih,bahkan harus meninggalkan harta benda mereka yang masih tersisa.  Mereka menumpang Hercules milik Skadron 32 Lanud Abdulrachman Saleh,PELNI dan juga nekat untuk pulang dengan cara mandiri. Banyak dari mereka trauma dan tidak betah tinggal di posko pengungsian. Seperti apa yang di alami oleh Sunarto 53th dan keluarga yang rumahnya di jalan Dayo Dara no 87 Desa Tando, Kecamatan Mantikulore, Palu hancur di terjang Tsunami. Bersama Keduanya Moh Bayuaji Pamungkas  dan Moh. Kevin Purnama Putra nekat bertolak ke Ngawi. 

 

"Saya pilih pulang saja dan bersyukur tiba di Ngawi. Sebelumnya tinggal di posko pengungsian warga Ngawi. Ada jadwal penerbangan Lion Air menuju Jawa dengan mengumpulkan uang yang ada langsung ikut saja," ungkap Purwanto (53), salah satu pengungsi saat baru tiba kemarin,(9/10).

 

Setelah tiba di Surabaya, Purwanto langsung menuju sarana kesehatan untuk memulihkan kondisi kaki putra pertamanya yang mengalami cidera akibat korban Tsunami.  

 

"Rumah sudah  hampir rata dengan tanah dan tidak layak karena gempa, harta benda di jarah,. Bertahan di sana untuk apa, makanya kami pilih pulang ke Ngawi," ujar Purwanto kepada Bahanafm.

 

Ketika gempa terjadi, dirinya dan putra pertama keluar menuju tanah lapang. Dirinya beruntung, karena lokasi rumahnya dekat dengan pantai. Sementara anak kedua hanya terdampak gempa saat itu ikut di rumah istrinya yang sudah cerai, jauh dari lokasi tsunami.

 

"Berusaha lari ke tanah lapang, Bersama putra pertama  saat berusaha menyelamatkan diri kaki putranya terperosok dan mengalami cidera," ujar Purwanto.

Sementara pihak dinsosnakertrans pemkab Ngawi langsung jemput bola dalam penganangan pengungsi asal Ngawi, yang diantaranya melakukan pendataan identitas, dimana lokasi sementara pengungsi tinggal yang nantinya di teruskan kepada pimpinan guna kebijakan dan regulasi progam yang di berikan dijelaskan oleh Maryanto Kasi Perlindungan dan Bencana Alam.  

“ Sebagai langkah awal kami melakukan pendataan dan identifikasi korban terdampak bencana Palu asal Ngawi, nantinya apabila ada progam bisa langsung di berikan sepertihalnya peningkatan kesejahteran“ tegas Maryanto. 

Dari data yang telah di kumpulkan pihak dinas, warga Ngawi terdampak bencana Palu sudah tiba 4 KK diantaranya terbanyak warga Desa Jagir, Kecamatan Sine  dan Desa Bangunrejo Lor,  Kecamatan Kedunggalar  dengan total 14 jiwa. Gelombang kedatangan para pengungsi terus pihaknya pantau dan dari infomasi di terima 2 jiwa baru di Desa Ketanggi Ngawi Kota ini  dan Ngompro 2 jiwa. 

“ Kami terus lakukan pendataan dan melakukan assessment kepada korban terdampak bencana Palu agar kiranya lebih terorganisir dalam penangannya” tegasnya. (Ard)

What we did

Visit Project
Recent Works