Rate this item
(0 votes)
Read 39 times

Project Description

Friday, 12 October 2018 00:00
4 Proyek Fisik 2 Diantaranya di Warning Dewan Minggu ini
Written by 

Ngawi.  Komisi IV DPR Ngawi melaksanakan kunjungan mendadak di sejumlah proyek yang digarap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), sepekan ini, menyisakan sejumlah catatan atas proyek-proyek fisik miliaran rupiah tersebut. “Kami sangat khawatir, ada beberpa yang harus dilembut bila tak ingin terlambat penyelesaiannya,” ungkap Slamet Riyanto, Ketua Komisi IV DPRD Ngawi, Kamis (11/10).

 

Salah satu yang ditinjau dewan kemarin adalah pembangunan tahap 2 gedung DPRD senilai Rp 6,8 M. Gedung ini memasuki masa akhir pengerjaan pada 30 Nopember 2018 namun abru tergarap sekitar 38 persen. target ini dipandang masih jauh dibandingkan waktu penyelesaian yang hanya tersisa sebulan lebih. “Memang dikatakan semua barang yang belum terpasang adalah barang pabrikasi, namun kami tetap ingatkan,” ucap Slamet.

 

Proyek yang mendapat evaluasi dewan juga tugu Kartonyono yang kini sedang dibangun dan akan diisi patung gading gajah purba. Berdiri di atas bundaran bergerak, proyek ini sempat diragukan mendasar anggarannya yang menelan Rp 3,1 M. “Namun untuk target karena sudah mencapai 79,01 persen, kami masih percaya akan optimis selesai sampai jatuh tempo.”

 

Sementara untuk proyek di lingkup Kalimati-Taman Candi, Desa Kartoharjo-Beran, berupa pemadatan lahan untuk drag race, bak kontrol air dan pavingisasi,  Slamet menilai perlu ditingkatkan kinerjanya. “Target sampai Bulan Nopember sebaiknya dikebut. memanfaatkan musim kemarau yang tersisa, caranya ya harus dilembur,” ujarnya.

 

wajah-wajah anggota Komisi IV baru berkerut ketika menengok proyek pembangunan talud penahan tanah di utara Stadion Ketonggo, Jl, Wareng, Desa Beran. Ini lantaran bangunan terlihat tidak rata dan pernah ada laporan masuk ke dewan menyoal konstruksi pemasangannya. “KIta akan evaluasi lagi proyek-proyek DPUPR, termasuk proyek saluran air ini sepanjang 700 meter di Ketonggo ini,” ujar Slamet.

 

Proyek saluram ar tersebut dinlai tidak rapi dan finishingnya asal-asalan.Target pelaksanaan proyek juga makin mepet karena selesai pada 15 Oktober mendatang. “Kami minta ini dilakukan dengan lebih rapi, secara umum proyek saluran air di Jl Wareng ini tidak terlihat indah,” kata Slamet.

 

Slamet juga minta bila proyek selesai, akan ada penanganan pada jalan terdampak karena termasuk baru saja dipaving, “Keindahan jalan selama ini tertutupi material akibat pembangunana saluran air ini, kami minta dikembalikan,” ungkapnya.

 

Sementara itu Muh Dhori dari DPUPR mengaku senang ada kependulian dewan pada proyek yang dikerjakan CV Tirta Buana tersebut. “Kami juga senang ada masukan dari dewan,” katanya

Pihaknya optimis sebelum masa penyerahan kepada pihak penanggung jawab proyek sudah selesai dan tidak ada masalah. (Ard)

What we did

Visit Project
Recent Works