Rate this item
(0 votes)
Read 82 times

Project Description

Tuesday, 23 October 2018 00:00
Peringati HSN, Kapolres Menilai Santri Menjadi Pemersatu NKRI
Written by 

Ngawi – Pernyataan tegas itu disampaikan Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu dihadapan para wartawan dalam momen perayaan Hari Santri Nasional (HSN) 2018. Ia mengatakan kehadiran santri yang santun dibutuhkan di tengah ancaman radikalisme yang berpotensi memecah belah bangsa saat ini. Hadirnya Islam harusnya menjadi pelepas dahaga di tengah masyarakat.

Santri sebagai salah satu generasi muda penerus bangsa mempunyai andil besar dalam memerangi paham radikalisme dan terorisme yang akhir-akhir ini semakin marak keberadaannya. Santri dibesarkan dalam lingkungan pesantren yang baik bagi perkembangan sebagai generasi muda penerus bangsa.

 “Gerakan radikalisme ini sangat rapi, rapi sekali. Mereka tidak hanya menyusup di lembaga formal pendidikan, lembaga non-formal pun menjadi sasaran empuk mereka.  Maka kehadiran santri sebagai salah satu penangkalnya,” terang Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu, Senin, (22/10).

Sementara itu pada perayaan HSN 2018 di Ngawi aparat kepolisian yang telah disiapkan sekitar 200 personel. Ratusan anggota kepolisian tersebut akan ditempatkan dalam pengamanan konser dengan menghadirkan Wali Band di alun-alun Ngawi nanti malam pada puncak HSN di wilayah Ngawi.

Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu mengajak pegiat pesantren dan santri untuk bekerja bersama-sama mewujudkan cita-cita bangsa. Pesantren dan santri harus mampu menjadi lokomotif kemajuan negara, sekaligus menjadi elemen pemersatu bangsa. Hal ini disampaikan orang nomor satu di jajaran Polres Ngawi saat memimpin apel pagi dalam menyambut Hari Santri Nasional (HSN) 2018 dihalaman Mapolres Ngawi, Senin, (22/10/2018).

 “Seperti diketahui kebradaan santri ini sebagai asset bangsa sekaligus penentu masa depan bangsa sehingga keberadaanya terus kita jaga. Dan hubungan dengan aparat kepolisian terus kita tingkatkan untuk bersama-sama menjaga kedaulatan negeri ini,” terang Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu.

Lanjutnya, antara santri, ulama dan pesantren tidak bisa dipisahkan sebagai pihak yang telah turut berjuang ikut memerdekakan bangsa, tentunya tidak rela jika NKRI diganggu melalui cara apa pun. Ia mengajak pesantren dan para santri di dalamnya terlibat aktif menjadi penggerak perdamaian di Indonesia dan turut mencegah tumbuhnya radikalisme di tengah masyarakat.

Dalam peringatan HSN 2018 kali ini tegas Kapolres Ngawi siap mengamankan berbagai agenda perayaan hari santri yang sudah berjalan selama ini baik di daerah maupun skala nasional. Dikabarkan, pada puncak acara perayaan HSN 2018 secara nasional akan dilakukan di Stadion Delta Sidoarjo, Jawa Timur pada 28 Oktober 2018 mendatang yang akan dihadiri langsung Presiden Joko Widodo.(Ard)

What we did

Visit Project
Recent Works