Rate this item
(0 votes)
Read 75 times

Project Description

Tuesday, 23 October 2018 00:00
Galang Solidaritas Warga Ngawi Kirim Bantuan ke Palu
Written by 

Ngawi- Setelah di rasa terkumpul bantuan untuk para korban tertimpa bencana dari  warga Kabupaten Ngawi, siang tadi di berangkatkan oleh orang nomer satu di bumi orek-orek ini. Sebagai bentuk  kepedulian dan menunjukan solidaritas sosial terhadap korban bencana gempa Palu, Sulawesi Tengah selama sepekan terakhir ini pemkab terus melakukan penggalangan dana dan bantuan. Sedikitnya 31 komponen kebutuhan pokok yang dikirim ke lokasi bencana dibawah koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial Kabupaten Ngawi.

Selain makanan siap saji pemkab Ngawi juga memberikan ciri khas bagi penerima bantuan yang diantaranya makanan olahan lokal Ngawi berupa kripik tempe, geti dan sambel pecel. Demikian juga produk lokal asal Ngawi berupa madu dan teh radja selain kebutuhan pokok berupa beras. Diungkapkan oleh Eko Heru Tjahjono selaku Kepala BPBD Ngawi memastikan dari puluhan item kebutuhan yang dikirim ke daerah bencana Palu tidak ada satupun pakaian bekas layak pakai.

“ Kami rasa makanan dan obat-obatan yang menjadi kebutuhan yang di cari oleh para korban bencana,”  jelas Eko Heru Tjahjono Kepala BPBD Ngawi, Selasa, (23/10).

Keberangkatan bantuan untuk Palu di sentrakan di pendopo widya graham pemkab Ngawi, yang diangkut dua truk dan satu mobil tersebut dilepas langsung Bupati Ngawi Budi Sulistyono. Dalam jadwal bantuan paket kemanusian ini akan diberangkatkan ke BPBD Jawa Timur sebelum diterbangkan ke Palu.

“Solidaritas warga Ngawi cukup tinggi baik secara personal maupun kelembagaan telah dikumpulkan oleh BPBD. Termasuk ada makanan khas supaya bisa dinikmati saudara kita yang ada di Palu,” jelas Bupati Ngawi Budi Sulistyono.

Sementara ikut menjadi saksi keberangkatan bantuan untuk warga Palu, Tri Pujo Handono Kepala Dinas Sosial Ngawi menegaskan, dari data yang di himpun sedikitnya 36 warga asal Ngawi dari 12 KK yang terkena dampak bencana Palu. Semuanya dari korban bencana itu kembali ke daerah asalnya masing-masing di wilayah Ngawi. Hanya saja ada dua warga yang dinyatakan hilang dan meninggal saat terjadinya bencana yang sudah kita lakukan pendataan. Dari jumlah tersebut warga Ngawi ada pula yang kembali ke Palu karena merasa harta dan mendapatkan kehidupan layak kendati pasca bencana. 

“ Kami sudah melakukan semaksimal mungkin selain pendataan dan juga diberikan bantuan kemanusiaan kepada mereka para korban.”  Tegas Tri Pujo.(Ard)

What we did

Visit Project
Recent Works