Rate this item
(0 votes)
Read 60 times

Project Description

Tuesday, 27 November 2018 00:00
Diduga Gendam PNS Tertipu Puluhan Juta
Written by 

Ngawi- Kendati berulang kali sudah terjadi dan menjadi berita yang umum namun tetap saja kejadian ini dialami oleh warga Ngawi. Seperti apa yang dialami oleh salah satu warga Ngawi ini, akibat bertemu dengan orang tidak di kenal puluhan juta melayang. Sebut saja korban dengan identitas Puji Astuti perempuan 55 tahun seorang PNS asal Dusun Jatirejo, Desa Patalan, Kecamatan Kendal, Ngawi. Diduga akibat gendam yang dialaminya oleh orang tidak dikenal Puji Astuti mengalami kerugian totalnya mencapai Rp 65 juta.

Kisah memilukan ini terjadi sekitar pukul 11.00 WIB pada Senin kemarin, (26/11/2018), dengan lokasi kejadian didepan kantor Dinas Pendidikan (Diknas) Ngawi. Kejadian berawal saat korban berada dipinggir jalan depan kantor Diknas Ngawi mendadak didatangi orang dengan mengendarai mobil yang mengaku Ibrahim berasal dari Negara Brunai Darussalam. 

Dengan logat kearab-arab-an Ibrahim  meminta korban untuk mengantarkan ke salah satu pondok pesantren (ponpes) diwilayah Kecamatan Mantingan, Ngawi dengan tujuan mau menginfakan sejumlah uang ke ponpes itu. Lantas Puji Astuti masuk mobil berwarna putih dan menuruti permintaan terduga pelaku tersebut. Setelah masuk mobil  pelaku melancarkan aksinya, dengan mengaku hanya mempunyai uang dolar Singapura dan meminta ditukarkan dengan uang rupiah milik korban.

Tipu muslihat pelaku terus di lontarkan kendati korban mengatakan tidak mempunyai uang tunai sesuai yang diminta Ibrahim dan karena uang berada di dua buku tabungan. Terbukti korban menginyakan dimintai Ibrahim untuk mengambil uang tunai yang ada di kantor kas Bank Jatim unit Kendal. Dalam pencairan tunai itu uang yang diambil korban dari Bank jatim pertama senilai Rp 15 juta dan dari buku tabungan kedua sebesar Rp 50 juta.

“Setelah membawa uang tunai dari 2 pengambilan buku rekening korban masuk dan menyerahkan uang tersebut didalam mobil,” jelas Kasubag Humas Polres Ngawi AKP ES Martono, Selasa, (27/11/2018).

Jelasnya, setelah memberikan uang senilai Rp 65 juta korban oleh terduga pelaku diberi amplop yang katanya berisi sejumlah uang dolar Singapura. Amplop itu langsung dimasukan kedalam tas korban dan keduanya naik mobil lagi meluncur ke Ngawi. Tepatnya dipertigaan depan markas Yon Armed 12 Ngawi korban diturunkan oleh terduga pelaku dari dalam mobil.

Inginnya mendapatkan hasil diluar yang korban bayangkan malah sebaliknya. Selang beberapa menit korban naik becak untuk diantarkan ke Bank BRI Cabang Ngawi dengan tujuan menukarkan uang dolar yang ada di amplop pemberian terduga pelaku. Nahas, ketika amplop dibuka didepan teller bank ternyata berisi uang Rp 2 ribu dan sobekan kertas. Dengan kejadian itu kontan saja korban kaget bukan kepalang dan langsung melaporkan ke Polres Ngawi.

“ Semoga ini menjadi pengalaman yang berharga bagi warga Ngawi, agar lebih waspada dan berhati-hati dengan orang yang tidak di kenal” Tegas Kasubag Humas Polres AKP ES Martono.(Ard)

What we did

Visit Project
Recent Works