Rate this item
(0 votes)
Read 91 times

Project Description

Friday, 18 January 2019 00:00
Debat Perdana, Kandang Banteng Ngawi Gelar Nobar
Written by 

Ngawi - Pendidikan politik bisa dilakukan dengan berbagai cara, membaca atau belajar bareng dengan para ahli. Namun beda dengan apa yang dilakukan oleh kader dan pengurus Partai bersimbol banteng moncong putih. Mereka bersama –sama nonton bareng atau istilahnya nobar debat perdana presiden dan wakil presiden. Diungkapkan oleh  Dwi Rianto Jatmiko/Antok Ketua Tim Sukses Jokowi – Ma’ruf Amin Kabupaten Ngawi dengan nobar dengan kader, simpatisan dan calon legeslatif Ngawi ini secara tidak langsung menjadi pembelajaran politik. Temabahnya usai debat calon presiden perdana Jokowi – Ma’ruf Amin nomor urut 01 dan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno nomor urut 02, Kamis, (17/01/2019), pihaknya menilai bakal optimis menang. 

Antok demikian panggilan akrabnya menambahkan mendasar dari pengalaman tahun pemilihan lalu suara jokowi hanya 61 persen, pihaknya optimis untuk Ngawi suara Jokowi pada Pemilu serentak/Pilpres 17 April 2019 bakal naik dibanding Pilpres 2014. Kali ini, ditargetkan 70 persen suara untuk Jokowi sama seperti yang ditargetkan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi – Ma’ruf Amin untuk wilayah Jawa Timur. Besar harapan tim pusat untuk mengangkat suara pasangan no 1 dari wilayah Jawa Timur khususnya Kabupaten Ngawi. 

“ Kami akan mengulang kesuksesan pemilhan presiden lalu, dan kekuatan kita jauh lebih baik dari sebelumnya target kita yakni 70 persen. Dengan angka itu kita yakin akan melampuinya,” terang Antok, Kamis, (17/01/2019).

Dwi Riyanto Jakmiko yang juga Ketua DPC PDIP Ngawi saat nonton bareng debat capres tersebut cukup beralasan. Pasalnya, untuk menunjang suara Jokowi berangkat dari berbagai faktor. Pertama adalah Ngawi merupakan satu daerah yang dikenal sebagai kandang banteng atau lumbungnya suara PDIP di Jawa Timur sesuai hasil Pemilu 2014 lalu.

Faktor kedua bebernya, terkait kebijakan atas realisasinya dana desa yang makin mantap di era kepemimpinan Jokowi. Terlebih nilai anggaran dana desa yang dikucurkan tahun 2019 ini totalnya mencapai Rp 70 triliun. Alasan inilah memberikan konstribusi positif kepercayaan masyarakat.

Ditambahkannya alasan untuk memilih pasangan nomer urut 1 tidak hanya itu saja, kebijakan Jokowi yang menjanjikan kesejahteraan perangkat desa setara PNS golongan IIA. Dan faktor ketiga, tidak lain salah satu materi debat capres yang diusung terkait penegakan supremasi hukum dan HAM. Urai Antok, dengan konsep yang terstruktur sesuai materi debat tersebut memberikan keyakinan terhadap pemilih pemula. 

“ Selain kosentrasi kader dan simpatisan, sasaran kita ada kaum pemuda milineal sehingga target yang sudah kita pasang akan berhasil kita raih. Terlebih lagi rencana jangka pendek dan panjang Pak Jokowi sudah terbukti,” tambahnya. (Ard)

What we did

Visit Project
Recent Works