Sekitar Ngawi

Sekitar Ngawi (132)

Ngawi- Patut di acungi jempol dalam pengungkapan penyakit masyarakat di wilayah Hukum polres Ngawi. Bulan April 2018 ini Polres Ngawi berhasil mengungkap peredaran minuman keras (miras) jenis arak jowo dan kemasan jumlahnya mencapai ribuan liter. Semua barang bukti berupa ribuan liter miras tersebut merupakan hasil operasi dari jajaran Polsek selama Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2018 yang digelar selama 12 hari terhitung mulai 13 – 25 April 2018.

“Ribuan liter miras dan sabu merupakan hasil operasi yang dilakukan petugas selama 6 hari total dari 12 hari. Hal ini merupakan prestasi dari jajaran polsek,” terang Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu melalui pres release, Rabu (18/04).

Jelasnya, terkait miras yang berhasil disita sebanyak 1.049 liter mulai arak jowo dan miras kemasan dari 86 kasus dengan melibatkan 90 orang tersangka. Untuk memberikan efek jera kepada semua tersangka pelaku miras baik pedagang maupun peminum dijerat dengan Pasal 4 Perda Kabupaten Ngawi Nomor 10 tahun 2012 tentang, pengawasan,  pengendalian, peredaran dan penjualan minuman beralkohol.

“Kita benar-benar awasi peredaran miras ini mengingat dari beberapa kecelakaan lalu-lintas berawal dari konsumsi miras. Apalagi korbanya mayoritas kalangan remaja,” beber Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu. 

Sedangkan untuk kasus narkoba tandasnya, petugas berhasil membekuk satu orang tersangka berinisial SR alias Sodot pria 43 tahun asal Desa Metesih, Kecamatan Jiwan, Madiun. Saat disergap pada Kamis 12 April 2018 lalu dikawasan Terminal Kertonegoro Ngawi petugas menyita 0,37 gram yang diduga sabu-sabu. Diketahui SR ini merupakan pemain lama yang diincar petugas.

“Dari keterangan SR alias Sodot jaringan dari peredaran narkoba jenis sabu-sabu melibatkan para napi di salah satu Lapas di Madiun. Sehingga menjadi atensi kita untuk melakukan pemberantasan,” jelas AKBP MB. Pranatal Hutajulu

Petugas tidak akan berhenti sampai di sini saja pihaknya bakal terus melakukan razia dan operasi hingga menjelang bulan suci Ramadhan mendatang agar wilayah hokum polres Ngawi bersih dari tindak penyakit masyarakat dan umat Islam dapat beribadah dengan baik dan nyaman.(Ard)

Ngawi - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ngawi menggelar rapat koordinasi (rakor) untuk melakukan evaluasi total terhadap penyelenggaraan pendaftaran dan verifikasi faktual terhadap parpol peserta Pemilu 2019 di Aula Hotel Sukowati Ngawi, Kamis (19/04). Samsyul Wathoni Ketua KPU Kabupaten Ngawi memaparkan, rakor dengan mengundang seluruh perwakilan parpol dan beberapa stakeholder untuk meminta masukan maupun kritik terhadap kinerja lembaga penyelenggara pemilu ditingkat kabupaten itu.

Dimana sesuai tahapanya KPU Kabupaten Ngawi telah melakukan proses pendaftaran, verifikasi dan penetapan parpol yang telah dilakukan terhitung mulai September 2017 sampai Februari 2018. Sepanjang proses inilah tetap terjadi kendala teknis maupun tata administrasi yang sampai di meja PTUN. Lepas dari semua persoalan, KPU Kabupaten Ngawi sejak awal berkomitmen meminimalisir semua kendala yang dihadapi parpol tanpa keluar dari PKPU.

“Intinya kami ingin mendapat kritik, saran dan masukan dari partai politik tentang pelayanan KPU Kabupaten Ngawi terhadap partai politik peserta Pemilu 2019. Jika ada yang kurang bagus tentunya akan kami perbaiki dan sebaliknya apabila sudah pas dan sesuai apa yang inginkan pelayanan akan kami tingkatkan,” terang Samsyul Wathoni Ketua KPU Kabupaten Ngawi, Kamis (19/04).

Ulas Toni sapaan akrabnya, diwilayah Ngawi dipastikan Pemilu 2019 mendatang bakal diikuti 16 parpol yang terdiri 12 parpol lama peserta Pemilu 2014 ditambah 4 parpol baru. Dalam perjalananya menuju penetapan parpol memang terjadi sengketa sampai diranah Bawaslu yakni PBB (Partai Bulan Bintang) dan terakhir PKPI (Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia) akhirnya menjadi peserta Pemilu 2019 dengan nomor urut 20 melalui proses penyelesaian di PTUN.

Dan pasca penetapan parpol diakui Toni secara praktis tidak ada kendala yang signifikan. Hanya saja pihaknya langsung melakukan sosialisasi ke parpol untuk tahapan pendaftaran dan penjaringan calon legislative (caleg) yang bakal diajukan masing-masing parpol terhitung mulai 1 Juli 2018 atau selang antara 3-4 hari pasca pemungutan suara Pilgub Jatim 2018. Ditekankan Toni, untuk jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilgub Jatim 2018 hasil Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) yang ditetapkan pada 18 April 2018 kemarin tercatat ada 699.567 pemilih.

“Dibanding pada Pilkada Kabupaten Ngawi 2015 memang ada penurunan sekitar 8 ribu pemilih. Faktornya karena NIK ganda, pemilih meninggal dan pindah status menjadi TNI/Polri makanya ada penyusutan meski jumlah penduduk di Ngawi ini meningkat,” ungkap Toni.

Sesuai dengan peratuaran KPU dan juga telah mendapatkan keputusan hokum kuat dapil di Kabupaten Ngawi berubah yakni dapil 1 yang sebelumnya terdiri dari 2 kecamatan yakni Ngawi, dan Pitu sekarang Ngawi, Pitu dan Kasreman untuk DPR Propinsi dari VII menjadi XII dengan daerah pemilihan yang masih sama yakni Kabupaten Ngawi, Magetan,Ponorogo, Trenggalek dan Pacitan.(Ard)

.

Page 1 of 66