Sekitar Ngawi

Sekitar Ngawi (235)

Ngawi - Progam Milenial Road to Savety Festival terus di dengungkan oleh Direktorat Lalu Lintas (Dit Lantas) Polda Jawa Timur.  Progam ini nampaknya di respons langsung oleh Polres Ngawi, mulai action dengan memasang baliho berisi informasi seputar kegiatan tersebut.  Tidak hanya itu saja, Jajaran Satlantas Polres Ngawi menggelar sosialisasi ke masyarakat khususnya generasi milenial di Ngawi.

Jumat (18/1), sejumlah anggota Satlantas menggelar sosialisasi tersebut di Jalan A.Yani, tepatnya di simpang empat Kartoyono Ngawi. 

Stiker penanda taat lalu lintas ditempelkan di sejumlah kendaraan yang pada kegiatan itu dihentikan untuk diberikan edukasi.

Kasatlantas Polres Ngawi, AKP  Yanto Mulyanto mengatakan kegiatan Millenial Road Safety Festival masih dalam tahap sosialisasi. Mengajak para pelajar untuk ikut serta dalam kegiatan positif tersebut, langkah awal pihaknya menggandeng pelajar SMKN 1 Sine Ngawi. 

"Melaksanakan sosialisasi di sejumlah tempat keramaian warga di Ngawi, misalkan saat car free day, dan jalanan. Kami melakukan sosialisasi dengan cara tatap muka langsung dengan masyarakat hingga mengajak para pelajar sebagai role model," kata AKP Mulyanto.

Sementara Revalino salah satu pelajar SMKN 1 Sine Ngawi mengaku senang dengan kegiatan yang diadakan oleh polres Ngawi, hal ini secara tidak langsung kami sudah diingatkan agar lebih berhati-hati di jalan raya.

“ Kami senang dengan sosialisasi petugas yang sering kami takuti di jalan raya, kami siap sukseskan Progam Milenial Road to Savety Festival dengan menularkan melalui medsos “ ungkapnya 

Ia menyebutkan bahwa festival keamanan berkendara yang diprogam oleh Korlantas Polri itu akan berlangsung di seluruh daerah di Indonesia.

Festival tersebut digelar secara serentak di 34 provinsi, dimulai 2 Februari hingga 31 Maret 2019.

"Dalam acara ini menggalang kaum milenial, anak muda di usia yang masih produktif, yang sering kali menjadi korban lalu lintas," tambah Kasatlantas.

Jadi, AKP Ricky Adi Pratama menambahkan hal itu merupakan edukasi berupa kegiatan agar mematuhi aturan berlalu lintas dan menjaga keselamatan saat berlalu lintas.

Pihaknya berencana akan melakukan sosialisasi kaum milenial,  mengenai lalu lintas pun akan digelar ke sekolah-sekolah di seluruh Ngawi 

"Tujuannya agar mengurangi jumlah kecelakaan di jalanan ," Tegas kasatlantas. (Ard)

Friday, 18 January 2019 00:00

Debat Perdana, Kandang Banteng Ngawi Gelar Nobar

Written by

Ngawi - Pendidikan politik bisa dilakukan dengan berbagai cara, membaca atau belajar bareng dengan para ahli. Namun beda dengan apa yang dilakukan oleh kader dan pengurus Partai bersimbol banteng moncong putih. Mereka bersama –sama nonton bareng atau istilahnya nobar debat perdana presiden dan wakil presiden. Diungkapkan oleh  Dwi Rianto Jatmiko/Antok Ketua Tim Sukses Jokowi – Ma’ruf Amin Kabupaten Ngawi dengan nobar dengan kader, simpatisan dan calon legeslatif Ngawi ini secara tidak langsung menjadi pembelajaran politik. Temabahnya usai debat calon presiden perdana Jokowi – Ma’ruf Amin nomor urut 01 dan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno nomor urut 02, Kamis, (17/01/2019), pihaknya menilai bakal optimis menang. 

Antok demikian panggilan akrabnya menambahkan mendasar dari pengalaman tahun pemilihan lalu suara jokowi hanya 61 persen, pihaknya optimis untuk Ngawi suara Jokowi pada Pemilu serentak/Pilpres 17 April 2019 bakal naik dibanding Pilpres 2014. Kali ini, ditargetkan 70 persen suara untuk Jokowi sama seperti yang ditargetkan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi – Ma’ruf Amin untuk wilayah Jawa Timur. Besar harapan tim pusat untuk mengangkat suara pasangan no 1 dari wilayah Jawa Timur khususnya Kabupaten Ngawi. 

“ Kami akan mengulang kesuksesan pemilhan presiden lalu, dan kekuatan kita jauh lebih baik dari sebelumnya target kita yakni 70 persen. Dengan angka itu kita yakin akan melampuinya,” terang Antok, Kamis, (17/01/2019).

Dwi Riyanto Jakmiko yang juga Ketua DPC PDIP Ngawi saat nonton bareng debat capres tersebut cukup beralasan. Pasalnya, untuk menunjang suara Jokowi berangkat dari berbagai faktor. Pertama adalah Ngawi merupakan satu daerah yang dikenal sebagai kandang banteng atau lumbungnya suara PDIP di Jawa Timur sesuai hasil Pemilu 2014 lalu.

Faktor kedua bebernya, terkait kebijakan atas realisasinya dana desa yang makin mantap di era kepemimpinan Jokowi. Terlebih nilai anggaran dana desa yang dikucurkan tahun 2019 ini totalnya mencapai Rp 70 triliun. Alasan inilah memberikan konstribusi positif kepercayaan masyarakat.

Ditambahkannya alasan untuk memilih pasangan nomer urut 1 tidak hanya itu saja, kebijakan Jokowi yang menjanjikan kesejahteraan perangkat desa setara PNS golongan IIA. Dan faktor ketiga, tidak lain salah satu materi debat capres yang diusung terkait penegakan supremasi hukum dan HAM. Urai Antok, dengan konsep yang terstruktur sesuai materi debat tersebut memberikan keyakinan terhadap pemilih pemula. 

“ Selain kosentrasi kader dan simpatisan, sasaran kita ada kaum pemuda milineal sehingga target yang sudah kita pasang akan berhasil kita raih. Terlebih lagi rencana jangka pendek dan panjang Pak Jokowi sudah terbukti,” tambahnya. (Ard)

Friday, 18 January 2019 00:00

Relawan Difabel Ngawi, Optimis Sukses Pemliu 2019

Written by

Ngawi - Banyak jalan menuju Roma nampaknya peribahasa ini cocok dengan apa yang di lakukan oleh penyelenggara Pemilu Kabupaten Ngawi. Tidak ingin partisipasi pemilih dalam pemilu 2019 mendatang, terkendala karena tidak menyasar kepada mereka yang berkebutuhan khusus KPUD Ngawi rekrut relawan yang berbasic dari para penyandang Disabilitas.  Setelah lulus uji seleksi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ngawi memberikan space khusus bagi penyandang disabilitas diwilayahnya untuk berpartisipasi pada pesta demokrasi Pemilu 2019 mendatang. Kali ini tercatat ada 5 orang penyandang disabilitas yang di tetapkan menjadi relawan demokrasi Pemilu 2019.

Kelimanya orang yang menyandang tuna daksa, tuna rungu maupun cacat bawaan berangkat dari berbagai wilayah desa di Ngawi. Pada dasarnya mereka sangat optimis bisa menjadi bagian dari relawan demokrasi.

Salah satunya yang dituturkan Eko Sugiarto (39) asal Desa Jeblogan, Kecamatan Paron, Ngawi dengan memakai bahasa isyarat ia mengaku mendapat apresiasi tersendiri dari KPU dengan menjadi bagian relawan demokrasi. Eko pun yakin mampu berkomunikasi dengan caranya agar partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 lebih maksimal.

Melalui penterjemahnya Eko Sugiarto akan aktif melakukan sosialisasi Pemilu dengan sasaran sesama penyandang difabel. Dengan waktu tiga bulan ini tandas Eko, yakin semua materi sosialisasi tentang kepemiluan akan diterangkan secara gamblang ke hak pilih khususnya bagi mereka yang mempunyai kebutuhan khusus di Kabupaten Ngawi. (Ard)

Friday, 18 January 2019 00:00

10 Menit di Terjang Angin, Rumah Warga Ngawi Roboh

Written by

Ngawi -Bancana alam nampaknya tidak lepas dan masih menjadi momok menakutkan bagi sebagian warga Kabupaten Ngawi. Kekhawatiran warga akan bencana alam banjir di wilayah Kwadungan, belum lagi longsor untuk wilayah Ngawi barat dekat dengan lereng gunung lawu. Ditambah terjangan angin puting beliung disertai hujan yang kemarin (15/01) menerjang di beberapa wilayah Kabupaten Ngawi menyisakan duka bagi warganya. 

Sekitar pukul 17.00 WIB angin puting beliung menerjang berbagai wilayah Ngawi, Jawa Timur. Akibatnya satu rumah roboh tertimpa pohon dan beberapa rumah lainya mengalami kerusakan tepatnya di Desa Kenongorejo, Kecamatan Bringin, Ngawi.

Sementara data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi menyebutkan selain di Kecamatan Bringin sapuan angin kencang juga terjadi beberapa desa di Kecamatan Kedunggalar. Diinformasikan  terdapat puluhan rumah warga rusak diterjang angin disertai hujan.

“ Guna meringankan para warga yang tertimpa musibah petugas gabungan terdiri dari  kepolisian, TNI dan relawan memperbaiki rumah yang rusak. sekaligus tim kita melakukan pendataan jumlah kerusakan rumah,” terang Eko Heru Tjahjono Kepala BPBD Ngawi, Rabu, (16/01/2019).

Karena saat sekarang cuaca kembali ekstrem pihaknya menghimbau, kepada semua warga untuk ekstra waspada ketika rumahnya berdekatan dengan pohon. Jika ada pohon yang berpotensi roboh Heru meminta untuk ditebang apalagi posisinya ada disamping rumah. Tidak hanya itu saja pihaknya juga memfokuskan untuk warga Ngawi di sekitar lereng Gunung Lawu untuk meningkatkan kewaspadaan pasalnya curah hujan yang tinggi rentan dengan tanah longsor.

“ Cuaca ekstrem saya harap para warga Ngawi khususnya untuk daerah rawan bencana untuk lebih hati-hati dan waspada” tegasnya (Ard)

Page 1 of 59