Sekitar Ngawi

Sekitar Ngawi (135)

Ngawi – Jalur Wilayah Ngawi dikenal sebagai daerah rawan kecelakaan lalu-lintas (lakalantas) bahkan berlabel sebagai jalur tengkorak cukup membuat para pengguna jalan keder mendengarnya mendasar karena seringnya kejadian laka lantas.

Tentu untuk menghilangkan kesan tersebut berbagai upaya telah dilakukan oleh pihak berkompeten terutama Satlantas Polres Ngawi dengan merubah image negative menjadi satu kawasan ramah akan keselamatan berlalu-lintas. Tetapi untuk membalikan fakta sejauh itu tidaklah mudah harus ada upaya dari berbagai stakeholder.

Berikut kutipan Kasatlantas Polres Ngawi AKP Rukimin hasil evaluasi sepanjang tahun 2017 dengan dinamika kejadian lakalantas maupun upaya pencegahan. Mendasar data yang dikelola Satlantas Polres Ngawi jumlah kejadian lakalantas secara umum mengalami penurunan hampir 25 persen merujuk dari kejadian tahun sebelumnya.

Disebutkan angka lakalantas 2016 mencapai 774 kasus sedangkan sepanjang tahun 2017 menurun menjadi 755 kasus. Demikian juga kondisi korban lakalantas terutama yang meninggal dunia (MD) turun drastis mencapai 30 persen. Dimana, 2016 korban MD mencapai 136 orang dan berbalik menurun tahun 2017 menjadi 101 orang

Akan tetapi jika dihitung untuk korban luka berat (LB) memang angkanya menanjak naik dari tahun sebelumnya. Terhitung tahun 2016 hanya 46 orang sedangkan setahun kemudian 2017 mencapai 91 orang. Naiknya angka LB tidak berlaku pada korban luka ringan (LK) dalam catatan 2016 mencapai 1.008 orang dan tahun 2017 menurun menjadi 1.003 orang.

Untuk bicara kendaraan yang terlibat kecelakaan lakalantas memang masih didominasi sepeda motor. Angkanya cukup memprihatinkan namun demikian apabila ditotal ada penurunan dibanding tahun sebelumnya. Diketahui 2016 ada 1.058 kasus lakalantas melibatkan sepeda motor dan tahun 2017 menurun signifikan hanya 984 kasus sepeda motor.

“Kecelakaan lalu-lintas di Ngawi ini dengan dikenal sebagai jalur tengkorak selain dari faktor human error ada permasalahan utama. Yakni terkait dengan kondisi jalan maupun lampu penerangan jalan sepanjang Mantingan-Karangjati maupun Ngawi-Maospati,” terang AKP Rukimin Kasatlantas Polres Ngawi.

Ia menyikapi terkait langsung dengan lebar jalan nasional yang ada di wilayah Ngawi baik dari arah Ngawi-Mantingan maupun Ngawi-Karangjati. Menurutnya, luas jalan disepanjang jalur tersebut terlalu sempit masih jauh dari idealnya sebagai jalan arteri atau jalan kelas I yang sesuai klasifikasinya mempunyai lebar 8 meter.

“Jalan Mantingan sampai Caruban ini sempit sekali kalau ada kendaraan bus dari arah barat maupun sebaliknya ada truk misalkan pasti pengendara sepeda motor tidak kebagian jalan. Pasti dia akan mengalah turun dari ke bahu jalan. Dan perlu diketahui juga ada ruas jalan di wilayah barat sekitar dua kilometer tidak ada bahu jalan,” beber AKP Rukimin.

Dengan kondisi sedemikian itu ia meminta kepada semua pihak yang berkepentingan untuk turun melakukan survey lokasi agar melihat kekurangan secara nyata dan dampak yang diakibatkan. Selain itu terkait langsung dengan lampu penerangan jalan umum (PJU) memang sangat kurang sekali baik jalur Ngawi-Mantingan, Ngawi-Karangjati dan Ngawi-Maospati. Dengan kondisi seperti itu membuat menjadi salah satu faktor dari penyebab lakalantas.

Disisi lain ia menyorot selama 8 bulan berdinas sebagai Kasatlantas Polres Ngawi terkait keberadaan pohon rawan tumbang disepanjang jalur nasional tidak ada sama sekali upaya dan kepedulian dari dinas terkait. Padahal sudah seringkali pihaknya mengirimkan surat agar ada tindak lanjut namun nyatanya tidak ada respon sama sekali. Fakta sudah membuktikan ada dua kejadian kendaraan tertimpa pohon tumbang dan untungnya tidak ada korban luka berat maupun meninggal.

“Jadi kami minta tolong kepada instansi terkait yang berkaitan dengan kepentingan yang tujuanya kamseltibcarlantas untuk survey bersama-sama agar tahu dengan kondisi seperti itu,” tandasnya.

Pungkas AKP Rukimin, ia tidak segan untuk memproses hukum kepada dinas terkait apabila tidak ada realisasi(ARD).

Ngawi- Patut di acungi jempol Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Ngawi mengaku berhasil mengungkap puluhan kasus melebihi jatah yang ditargetkan. AKP Moch Mukid Kasatnarkoba Polres Ngawi saat ditemuai wartawan menjelaskan, selama tahun 2017 pihaknya sukses menggulung serta mengungkap 37 kasus yang terkait dengan narkoba. Padahal target yang dipasang Polda Jatim hanya 22 kasus narkoba. Jumlah yang ditargetkan itu sama persis pengungkapan kasus serupa di tahun 2016 lalu.

“Iya selama saya menjabat sebagai Kasatnarkoba Polres Ngawi memang ada peningkatan signifikan pengungkapan kasus narkoba. Sejak awal sudah saya tekankan memang perang terhadap narkoba,” beber AKP Moch Mukid, Jum’at (29/12).

Bebernya, dari 37 kasus narkoba berhasil mengamankan 41 orang tersangka terdiri 35 orang pria dan sisanya 6 perempuan. Dan paling mencolok tidak lain kasus peredaran sabu-sabu berhasil mengungkap 13 kasus dari tahun sebelumnya hanya 10 kasus. Demikian juga dengan ganja tercatat ada 5 kasus yang berhasil diseret ke meja hukum dengan 5 orang tersangka semuanya pria.

Dan hal lain yang patut dicermati tandasnya, tentang peredaran pil koplo baik jenis Trihexyphenidyl maupun Tramadol yang melanggar UU Nomor 36 Tahun 2009 jumlah kasus yang diungkap cukup meningkat tajam. Jika tahun 2016 hanya tercatat 7 kasus dengan barang bukti 610 butir pil dan kini berhasil diungkap 19 kasus dengan barang bukti mencapai 4.263 butir pil.

“Suksesnya penangkapan kasus pil koplo merupakan hasil kerja keras tim kita dilapangan. Mereka all out memburu para pengguna maupun pengedar sampai lubang tikus pun akan di endus. Dan perlu dicatat sejak tiga bulan terakhir saya menjabat disini setiap bulanya hampir sepuluh kasus yang kita ungkap,” jelasnya.

Tidak hanya mengungkap Narkoba saja anggotanya juga telah berhasil mengamankan pengedar dan pengecer minuman keras di Ngawi. Sedikitnya berhasil  mengungkap 228 kasus meliputi 313 tersangka. Untuk kasus miras ini merupakan tangkapan terbesar demikian juga barang buktinya yang diamankan. Tercatat hampir 2 ton atau 1.886 liter miras yang disita petugas sebagai barang bukti. Dari sekian itu didominasi miras jenis arak jowo. Dalam waktu dekat pihaknya bakal melakukan pemusnahan barang bukti yang agar kiranya tidak di manfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.(ARD)

Page 6 of 68