Sekitar Ngawi

Sekitar Ngawi (132)

Ngawi- Apes memang nasib 2 warga satu ini, inginnya mendapatkan hasil melimpah dari hasil judi malah berurusan dengan petugas. Bisa jadi namanya pemilihan kepala desa (pilkades) dimana tempat sudah ditunggu-tunggu oleh para botoh alias penjudi yang ingin taruhan dengan nilai tertentu bahkan mencapai jutaan rupiah. Tetapi jika kurang waspada dan terkesan sembrono melakukan transaksi bisa berujung nasib apes.

Nasib apes seperti yang dialami PR (57) seorang perangkat desa atau pamong Desa Tulakan, Kecamatan Sine, Ngawi dan SG (40) warga Desa Sidomukti, Kecamatan Jenawi, Karanganyar. Keduanya ditangkap petugas dari Tim Resmob Polres Ngawi setelah diduga melakukan tindak perjudian atau botohan pada pilkades di Desa Wonosari, Kecamatan Sine, sekitar pukul 14.45 WIB, Minggu kemarin, (03/12).

“Mereka kita tangkap setelah diyakini melakukan perjudian di dekat pasar desa setempat (Desa Wonosari-red). Motifnya salah satu pelaku menjagokan calon kades dengan memberi potongan tertentu kepada lawan taruhanya,” terang KaPolres Ngawi AKPB Pranatal H, Senin (05/12).

Ulasnya, dari tangan kedua orang tersebut baik PR maupun SG berhasil diamankan sejumlah barang bukti diantaranya uang tunai Rp 1 juta dan dua handphone. Kedua botoh ini bakal dijerat dengan Pasal 303 ayat 1 ke 1e, 2e KUHP junto UURI Nomor 07 Tahun 1974 tentang penertiban perjudian. Sekarang ini kedua botoh yang bernasib apes tersebut langsung dilakukan penahanan di Mapolres Ngawi.

“ Tidak, tidak ada yang berstatus perangkat dalam kasus ini “ tegasnnya .(ARD)

Ngawi – Nahas nasib salah satu warga Geneng Ngawi ini bermaksud untuk membantu rekannya dari tenggelam malah menjadi korban ganasnya sungai. Sebut saja korban dengan identitas  Pristi Yudi Dwi Handoko pria berumur 21 tahun asal Desa Klitik, Kecamatan Geneng, Ngawi ditemukan tidak bernyawa di sungai Ketonggo masuk Dusun Munggur, Desa Tempuran, Kecamatan Paron. Peristiwa yang mengenaskan dialami korban tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB pada Minggu, (03/12).

Menurut keterangannya, sebelum kejadian korban bersama tiga rekanya yakni Niko, Alfian dan Mustofa hendak berburu biawak dengan menyeberangi sungai Ketonggo. Namun mendadak saat menyeberang sungai itu Alfian terlihat tenggelam kontan saja Handoko sapaan akrab dari korban berusaha melakukan pertolongan.

Sayangnya, ketika dilakukan proses penyelamatan justru antara korban dengan Alfian sama-sama tenggelam. Melihat ada yang tidak beres dengan keselamatan jiwa kedua rekanya membuat Niko yang sudah berada dipinggiran sungai langsung menceburkan diri. Tetapi yang berhasil ditarik tanganya oleh Niko hanya Alfian sedangkan Handoko tidak lekas nongol ke permukaan air sungai.

“Si korban ini pada awalnya menolong satu rekanya yang tenggelam tetapi kedunya malah masuk kedalam air. Kemudian satu rekanya atas nama Niko berusaha menolong kedua temanya akan tetapi yang bisa ditarik ke atas permukaan air sungai hanya Alfian sedangkan korban tidak berhasil ditarik,” jelas Kapolsek Paron AKP I Wayan Murtika, Minggu (03/12).

Hal ini semoga menjadi pelajaran berharga bagi orang tua untuk terus melakukan pengawasan dan perhatian kepada buah hati kita agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.(ARD)

Page 6 of 66