Sekitar Ngawi

Sekitar Ngawi (207)

Thursday, 01 November 2018 00:00

Dipendukcapil Optimis Pelayanan Prima Kepada Warga Ngawi

Written by

Ngawi- Tidak berharap menjadi Dinas yang hanya diam dan tidak memberikan pelayanan yang optimal. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Ngawi terus berbenah diri memberikan pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) yang cepat, tepat dan gratis dengan tenaga pelayan yang humanis. Baik itu pelayanan Kartu Keluarga (KK), KTP elektronik (e-KTP) maupun bermacam akte serta pengurusan pindah datang penduduk.

Pernyataan diungkapkan oleh Sugeng Kepala Dispendukcapil Ngawi menegaskan, untuk warga masyarakat tidak perlu khawatir dengan semua pelayanan adminduk. Seperti blangko e-KTP dan KK semua tercukupi termasuk akte dan lainya-lainya dengan pelayanan cepat akurat tanpa dipungut biaya sepeserpun alias gratis.

“Kami akan terus melakukan inovasi dan perbaikan dalam setiap pelayanan kepada warga masyarakat Ngawi,” tegas Sugeng Kepala Dispendukcapil Ngawi, Jum’at, (26/10).

Tidak hanya memberikan pelayanan di kantor saja pihaknya bakal jemput bola tandas Sugeng, dinasnya melakukan sosialisasi ke lembaga pendidikan dalam hal ini sekolah maupun pondok pesantren yang tersebar di wilayah Ngawi. Ia tekankan, untuk proses administrasi semua akte baik kelahiran, perceraian, pernikahan, kematian dan akte pengesahan anak dilakukan secara free. Terutama untuk memproses akte kelahiran tidak lagi melalui proses persidangan meskipun lebih dari 60 hari.

Tambahnya lagi, terbitnya Surat Edaran dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) tertanggal 10 Oktober 2018 tentang kepengurusan pindah datang penduduk prosesnya dipermudah. Dalam edaran tersebut tidak mencantumkan syarat pengurusan pindah penduduk melalui surat pengantar baik dari RT, RW, Desa, maupun Kecamatan.

”Sudah kami terima surat edaran dari Kemendagri tersebut, terkait kepengurusan pindah datang penduduk dapat langsung ke Dispendukcapil Ngawi cukup membawa kartu keluarga, ” jelasnya.

Lebih lanjut sesuai UU 24 tahun 2013 pasal 15 (2) menjelaskan jika penduduk yang telah berdomisili di alamat baru lebih dari satu tahun atau berdasarkan kebutuhan bersangkutan untuk waktu yang kurang dari satu tahun, penduduk tersebut wajib mengurus kepindahannya.

Dalam surat edaran tersebut memuat jika per 10 Oktober 2018 pelayanan untuk pindah datang penduduk, penduduk cukup datang ke Dispendukcapil daerah asal dengan membawa e-KTP asli plus KK beserta fotocopynya.

Selanjutnya Dispendukcapil daerah asal akan menerbitkan Surat Keterangan Pindah Warga Negara Indonesia (SKPWNI) yang mencantumkan alamat baru penduduk tersebut di daerah tujuan. SKPWNI nantinya sebagai rujukan untuk menerbitkan e-KTP dan KK baru di daerah tujuan.

Sebelumnya persyaratan pindah datang penduduk harus melalui surat pengantar dari tingkat RT, RW, atau Desa yang kemudian ke Kecamatan dan baru diproses di Dukcapil setempat. Adanya surat edaran yang baru dilakukan untuk memberikan pelayanan administrasi kependudukan yang mudah dan cepat.

“ Yang terbaik kami berikan kepada warga Ngawi dengan pelayanan optimal dan bermartabat” tutupnya.(Ard)

Thursday, 01 November 2018 00:00

Asal terjang Kendaraan Mr X Tewas di Lokasi

Written by

Ngawi- Ini yang bisa menjadi pelajaran bagi kita para pengendara di jalan raya untuk tidak ugal-ugalan yang mengendarai kuda besi. Seperti apa yang di alami oleh pengendara satu ini diduga asal nyalip kendaraan lain seorang pemotor tewas dilokasi kejadian tepatnya Jalan Raya Ngawi-Maospati kilometer 03-04 masuk Desa Klitik, Kecamatan Geneng, Ngawi pukul 03.00 WIB, Jum’at, (26/10/2018). Korban tewas berjenis kelamin laki-laki hingga berita ini diturunkan belum diketahui identitasnya alias Mr X.

Korban yang tewas tersebut dengan mengendarai sepeda motor Honda Vario nopol S 5855 DD berboncengan dengan dengan seorang perempuan melaju dari arah utara ke selatan. Sesampainya dilokasi kejadian, korban hendak mendahului kendaraan lain dengan mengambil haluan terlalu ke kanan.

Saat bersamaan dari arah berlawanan muncul kendaraan roda empat jenis pick up Mitsubishi L 300 nopol AE 9303 NG. Karena jarak terlalu dekat pemotor tidak bisa mengendalikan laju kendaran akibatnya terjadi tabrak depan samping kanan mobil pick up tersebut.

“Dari keterangan saksi diduga pengendara motor itu terlalu mengambil haluan ke kanan. Meski demikian kita masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” terang Kasatlantas Polrea Ngawi AKP Yanto Mulyanto.

Usai kejadian, jenasah korban Mr X langsung di evakuasi ke kamar mayat RSUD dr Soeroto Ngawi. Sedangkan perempuan yang dibonceng korban mengalami luka dan dilarikan ke RS Widodo Ngawi. Untuk sementara Sutrisno sopir pick up asal Desa Kedondong, Kecamatan Kebonsari, Madiun masih diperiksa petugas kepolisian. 

“ Selain Waspada dalam berkendara, kita juga melatih kesabaran dan kedisiplinan agar tetap selamat sampai tujuan” tegas Kasatlantas Polres Ngawi. (Ard)

Page 6 of 104