Sekitar Ngawi

Sekitar Ngawi (132)

Monday, 11 December 2017 00:00

Pemilihan Kepala Desa Ngawi Berjalan Lancar dan Sukses

Written by

Ngawi- Patut di acungi jempol untuk para panitia penyelenggara pemilihan kepala desa di kabupaten Ngawi di buktikan dapat menyelesaikan tahapannya hingga tuntas tanpa ada permasalahan. Pilkades serentak yang dilaksanakan di 13 desa dari 9 kecamatan di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur sukses digelar pada Minggu, (03/12). Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Ngawi selaku penanggungjawab kolektif meyakini pelaksanaan pilkades secara umum tidak menemui hambatan maupun kendala dilapangan.

Meski tata cara pelaksanaan pilkades pertama kalinya memakai sistim TPS mendasar Perda Nomor 01 Tahun 2015 namun masing-masing panitia di tingkat desa langsung beradaptasi dengan menerapkan sistim terbarukan secara baik. Kabul Tunggul Winarno Kepala DPMD Ngawi menuturkan, pihaknya mengapresiasi posistif terhadap panitia desa yang sukses melaksanakan pilkades.

“Semua panitia yang ada desa kami support terus untuk melaksanakan pilkades secara baik transparan dan sesuai aturannya. Dan terbukti tidak ada kendala yang cukup berati meski demikian ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan terkait pilkades yang ada di Desa Baderan,” terang Kabul demikian sering disapa, Minggu (03/12).

Bebernya, jumlah keseluruhan proses pilkades serentak dari 13 desa terdapat 54 TPS dengan jumlah pemilih tetap (DPT) tercatat 46.248 orang. Kabul mengharapkan bagi desa yang melaksanakan pilkades segera mengajukan ke BPD agar calon kepala desa yang telah ditetapkan segera dilantik.

Berikut data pilkades serentak di Ngawi tahun 2017, untuk Desa/Kecamatan Gerih tercatat dalam DPT mencapai 10.774 orang dan hadir di TPS hanya 8.625 orang dan hasilnya dengan nomor urut 1 Agus Choiri mendapatkan 4.789 suara sedangkan nomor 2 Sholikin memperoleh 3.750 suara. Desa Kenongorejo, Kecamatan Bringin dengan DPT 4.368 jiwa hadir tercatat 3.566 orang dan 1. Munaji-1.151 suara, 2. Budiyono-290 suara, 3.  Suwarno-736 suara, 4. Pujianto-1.008 suara, 5. Danwit-337 suara.

Disusul Desa Sirigan, Kecamatan Paron dengan DPT 2.524 jiwa dan hadir mencapai 2.116 orang dan untuk 1. Suyanto-1.117 orang, 2. Markaban-975 suara. Desa Kebon, Kecamatan Paron tercatat dalam DPT 1.788 jiwa 1. Pan Gunadi-1.132 suara, 2. Slamet-119 suara, 3. Endah Sri Wulandari-272 suara. Sedangkan Desa Tambakromo, Kecamatan Padas dalam DPT 2.420 jiwa nomor urut 1. Tutik Purwati-1.200 suara, 2. Sungkono-950 suara.

Hal yang sama untuk Desa Banjaransari, Kecamatan Padas di DPT ada 2.317 jiwa untuk calon kepala desa 1. Puniyati-65 suara, Agus Widodo-1.932 suara. Desa Paras, Kecamatan Pangkur terdapat sesuai DPT 2.007 jiwa nomor urut 1. Siti Zhulaikan-876 suara, 2. Suyatno-881 suara. Tidak kalah ramainya bagi Desa Wonosari, Kecamatan Sine dengan DPT 1.669 jiwa nomor urut 1. Hartanto-762 suara, 2. Suyanto-636 suara.

Hal serupa untuk Desa Gendol, Kecamatan Sine ada DPT 1.142 jiwa nomor urut 1. Moch Syahid-680 suara, 2. Suyekti-87 suara. Terus berlanjut di Desa Campurasri, Kecamatan Karangjati dengan DPT 2.031 jiwa nomor 1. Darno-106 suara, 2. Sutrisno-1.515 suara. Desa Gempol, Kecamatan Karangjati dalam DPT tercatat 2.031 jiwa nomor 1. Susilo-1.515 suara, 2. Sriyatun-106 suara. Desa Simo, Kecamatan Kwadungan DPT 1.280 jiwa nomor 1. Sudarjo-1.047 suara, 2. Hartatik-33 suara dan terakhir untuk Desa/Kecamatan Kedunggalar DPT 8.040 jiwa nomor 1. Joko-5.238 suara, 2. Wendhy-253 suara. 

“ Setelah ini masih menjadi PR untuk segera di selesaikan adalah kasus Baderan dan pelantikan kepala desa yang sudah menjadi pemilihan rakyat masing-masing” tegasnya. (ARD)

Monday, 11 December 2017 00:00

Jelang Pilgub Gus Ipul Dekati Pemilih

Written by

 Ngawi- Genderang pesta demokrasi pemilihan kepala daerah dalam hal ini Gubernur sudah memasuki tahapannya. Intensitas politik jelang pemilihan gubernur (Pilgub) Jatim 2018 mulai naik. Para kandidat pun mulai ambil start guna memantapkan langkah menuju kursi prestisius jabatan gubernur. Tidak ingin kecolongan seperti Syaifullah Yusuf/Gus Ipul tidak mau peta wilayah kekuatanya melemah dirinya mulai mendatangi sejumlah wilayah. Kali ini ia menyambangi kalangan kader partai bergambar banteng moncong putih di gedung DPC PDIP Ngawi, Minggu (03/12).

Dengan gaya blak-blakan dihadapan para wartawan Gus Ipul mengaku jika kedatanganya untuk melakukan konsolidasi bersama PDIP Ngawi guna menyusun langkah-langkah strategi pemenangan menuju Pilgub Jatim 2018. Mengingat Ngawi sebagai kantongnya PDIP di wilayah Mataraman atau Jatim barat.

“Jelasnya untuk melakukan konsolidasi pemenangan Pilgun Jatim nanti. Jadi semua hasil perencanaan yang telah dibahas tadi bisa ditindaklanjuti dilapangan,” terang Gus Ipul, Minggu (03/12).

Ia pun mengaku sangat percaya terhadap pola maupun konsep penggalangan massa yang dilakukan para kader PDIP selama ini. Alasan itu bukan tanpa sebab, pada dasarnya PDIP Ngawi sudah berpengalaman membangun kepercayaan politik di level bawah atau akar rumput yang dibuktikan pada pemilu legislative (Pileg) maupun pemilihan kepala daerah (Pilkada)

Disinggung strategi pemenangan wilayah Mataraman, orang nomor dua di Jatim sekarang ini lebih cenderung membangun komunikasi politik secara sinergi dan lebih intens antara kalangan nahdliyin dengan PDIP dalam satu keterpaduan agamis nasionalis. Dengan demikian akan saling menutup kelemahan pada semua lini.

Selain itu Gus Ipul mengaku adem-adem saja menyikapi barisan Muslimat yang notabene satu organisasi dibawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) jika Khofifah Indar Parawansa jadi macung merebutkan Jatim 1. Sebab di dalam NU sendiri sudah menjadi hal biasa apabila terjadi perbedaan politik maupun cara menyikapinya.

“Biasa saja dan adem-adem saja sebab di NU sudah biasa ada perbedaan itu. Justru kita melihat itu bukan kendala maupun hambatan jalan saja seperti biasanya,” urainya.

Hal senada diucapkan Ketua DPC PDIP Ngawi Dwi Rianto Jatmiko terkait kedatangan Gus Ipul memang erat kaitanya dengan rapat kerja internal PDIP untuk menyusun strategi pemenangan Pilgub Jatim 2018. Dalam kesempatan itu sekitar 600 kader dari jajaran pengurus PDIP Ngawi yang dilibatkan untuk lebih merapatkan barisan menuju tahun politik.

“Mulai sekarang ini sudah kita persiapkan bagaimana menyusun tentang strategi pemenangan demikian juga perangkat kerjanya. Maka dari itu kita menyusun schedulenya dan tahapan menuju proses pemenangan nanti seperti apa. Tentu semua itu menjadi tugas pokok dan wajib bagi kita untuk mengamankan perintah partai,” tegas Antok panggilan akrab Ketua DPC PDIP Ngawi.

Bicara target PDIP kata Antok adalah menang namun belum berani mematok berapa persentase perolehan suara yang dicapai. Karena sejauh ini belum bisa mengukur peta kekuatan lawan karena yang muncul ke permukaan baru pasangan Gus Ipul-Anas. Namun demikian apapun lawanya Antok mengaku optimis memperoleh suara mutlak untuk Gus Ipul-Anas dari wilayah Ngawi.

“ Dengan mengandalkan basis Merah untuk PDI P dan basis hijau untuk pendukung gus Ipul kami optimis Ngawi bakal mendapatkan suara yang signifikan” tegasnya. (ARD)

Page 7 of 66