Sekitar Ngawi

Sekitar Ngawi (123)

Monday, 27 November 2017 00:00

Gedung Dewan Rampung, Bupati Sowan  

Written by

Ngawi- Setelah 3 kali penganggaran selama 3 tahun terakhir ini gedung dewan telah rampung dalam pengerjaannya dan dalam proses penyerahan kepada pemkab Ngawi. Pekerjaan proyek kakap gedung DPRD Ngawi senilai Rp 26 miliar lebih awal November 2017 ini rampung dikerjakan seratus persen lebih awal dari masa kontrak dibawah rekanan PT Andys Kencana. Tidak mau dikibuli dengan kwalitas bangunan, Bupati Ngawi Budi Sulistyono/Kanang langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap gedung wakil rakyat berlantai empat tersebut, Senin (20/11).

“Memang sudah saya rencanakan renovasi terhadap gedung dewan ini. Dulunya kantor dinas perdagangan yang kita rubah sedemikian rupa menjadi gedung wakil rakyat. Harapan saya terhadap semua wakil rakyat ini bisa menempati gedung yang sebenarnya dan alhamdulilah selesai,” terang Kanang, Senin (20/11).

Kanang yang didampingi Ketua DPRD Ngawi Dwi Rianto Jatmiko menghendaki setelah penyerahan melalui proses P1 dibawah leanding sektor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Ngawi harus disusul dengan pengadaan mebeler yang ditempatkan sesuai ruangnya. Tetapi teknis pengadaan mebeler tetap menunggu dari hasil penganggaran melalui pos APBD 2018 mendatang.

“Saya kira semua kwalitas maupun fasilitas yang ada di gedung dewan terbaru ini sudah sesuai dengan speknya meskipun masih minimalis. Disini sudah ada ruang komisi, fraksi maupun ketua meskipun ruang per anggota dewan ditiadakan. Hasil pemantauan kali ini tidak ada yang perlu dikoreksi lagi,” jelasnya.

Seperti diketahui pekerjaan gedung dewan berlantai empat direalisasikan dalam dua tahap sekaligus penganggaranya. Untuk tahap awal 2016 lalu memakan budget lebih dari Rp 12 miliar bersumber APBD 2016 dikonsentrasikan pada pekerjaan struktur bangunan mulai slup, cor beton tiang demikian juga atap.

Sedang tahap berikutnya melalui pos APBD 2017 disediakan dana Rp 14 miliar lebih diperuntukan pada tiga item pekerjaan seperti arsitektur, mechanical elektrik (ME) dan pekerjaan plumbing.Dan sesuai informasinya, standart kwalitas bangunan gedung dewan setara dengan pembangunan hotel tetapi dilihat satuan harganya tetap dibawah satuan harga yang ditetapkan bupati

“Semoga dengan adanya gedung baru ini dapat memberikan semangat baru kepada wakil rakyat mengemban amanah warg Ngawi” Tegasnya(ARD)Gedung Dewan Rampung, Bupati Sowan  

Ngawi- Setelah 3 kali penganggaran selama 3 tahun terakhir ini gedung dewan telah rampung dalam pengerjaannya dan dalam proses penyerahan kepada pemkab Ngawi. Pekerjaan proyek kakap gedung DPRD Ngawi senilai Rp 26 miliar lebih awal November 2017 ini rampung dikerjakan seratus persen lebih awal dari masa kontrak dibawah rekanan PT Andys Kencana. Tidak mau dikibuli dengan kwalitas bangunan, Bupati Ngawi Budi Sulistyono/Kanang langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap gedung wakil rakyat berlantai empat tersebut, Senin (20/11).

“Memang sudah saya rencanakan renovasi terhadap gedung dewan ini. Dulunya kantor dinas perdagangan yang kita rubah sedemikian rupa menjadi gedung wakil rakyat. Harapan saya terhadap semua wakil rakyat ini bisa menempati gedung yang sebenarnya dan alhamdulilah selesai,” terang Kanang, Senin (20/11).

Kanang yang didampingi Ketua DPRD Ngawi Dwi Rianto Jatmiko menghendaki setelah penyerahan melalui proses P1 dibawah leanding sektor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Ngawi harus disusul dengan pengadaan mebeler yang ditempatkan sesuai ruangnya. Tetapi teknis pengadaan mebeler tetap menunggu dari hasil penganggaran melalui pos APBD 2018 mendatang.

“Saya kira semua kwalitas maupun fasilitas yang ada di gedung dewan terbaru ini sudah sesuai dengan speknya meskipun masih minimalis. Disini sudah ada ruang komisi, fraksi maupun ketua meskipun ruang per anggota dewan ditiadakan. Hasil pemantauan kali ini tidak ada yang perlu dikoreksi lagi,” jelasnya.

Seperti diketahui pekerjaan gedung dewan berlantai empat direalisasikan dalam dua tahap sekaligus penganggaranya. Untuk tahap awal 2016 lalu memakan budget lebih dari Rp 12 miliar bersumber APBD 2016 dikonsentrasikan pada pekerjaan struktur bangunan mulai slup, cor beton tiang demikian juga atap.

Sedang tahap berikutnya melalui pos APBD 2017 disediakan dana Rp 14 miliar lebih diperuntukan pada tiga item pekerjaan seperti arsitektur, mechanical elektrik (ME) dan pekerjaan plumbing.Dan sesuai informasinya, standart kwalitas bangunan gedung dewan setara dengan pembangunan hotel tetapi dilihat satuan harganya tetap dibawah satuan harga yang ditetapkan bupati

“Semoga dengan adanya gedung baru ini dapat memberikan semangat baru kepada wakil rakyat mengemban amanah warg Ngawi” Tegasnya (ARD)

Monday, 20 November 2017 00:00

TKI Asal Ngawi meninggal Karena Kecelakan Kerja

Written by

 Ngawi- Setelah  menjadi kabar burung kematian TKI asal Ngawi akhirnya terjawab sudah bahwa Muji meninggal jatuh dari tangga dimana korban. Usai beberapa waktu lalu dikabarkan ada salah satu Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Desa/Kecamatan Gerih, Ngawi meninggal terjatuh dari apartemen di Taiwan. Kini kabar duka terjadi lagi dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI ) atas nama Muji Suyitno (38) warga Dusun Krajan, RT 05/RW 01, Desa Kedungputri, Kecamatan Paron, Ngawi dinyatakan meninggal akibat kecelakaan kerja di Malaysia.

Jumadi kakak ipar korban mengatakan, Muji Suyitno meninggal setelah terjatuh saat bekerja dibagian konstruksi bangunan di Johor, Malaysia pada Sabtu akhir pekan kemarin, (18/11), sekitar pukul 12.00 waktu Malaysia. Kabar duka diterima oleh pihak kedua orang tuanya Marto Tukiran (70) dan Kasmini (60) pada hari itu juga pukul 17.30 WIB.

“Tahu kalau ada kabar seperti itu setelah Yanti istri korban yang bermukim di Batam telepon pada kita mengabarkan tentang meninggalnya adik ipar saya ini. Dalam telepon itu tidak diterangkan secara jelas hanya jatuh saat bekerja itu saja,” terang Jumadi, Senin (20/11).

Kata dia, setelah dipastikan korban yang merupakan anak kedua dari lima bersaudara itu meninggal pihak keluarga dirumah langsung mempersiapkan proses pemakaman di TPU terdekat di Desa Kedungputri. Dipastikan pada Senin ini, (20/11), jenasah Muji Suyitno diterbangkan dari Johor, Malaysia dan mendarat di Bandara Adi Sumarmo Solo pada pukul 18.00 WIB dan baru sampai di rumah duka dua jam kemudian.

 

Terkait kejadian nahas dialami korban kata adiknya Riza Juliantoro merupakan pukulan berat bagi keluarganya di rumah. Mengingat hampir 16 tahun lebih Muji Suyitno tidak pulang kampung di Dusun Krajan untuk sekedar menjenguk kedua orang tuanya. Bahkan korban menikah pun keluarganya di rumah hanya tahu melalui kontak telepon sekitar  2 tahun lalu.

“Dari pertama merantau kakak saya (Muji Suyitno-red) tidak pernah memberikan kabar bahkan sempat hilang kontak sekitar 15 tahun. Tahu-tahu dia mau menikah dengan Mbak Yanti dari Batam itu iya dari telepon jadi tidak pernah pulang ke rumah sini,” jelas Riza Juliantoro.

Dengan adanya kabar buruk tersebut terutama pihak ibunya Kasmini langsung shock berat . Beber Riza, selama ini dari keluarga besarnya yang paling dekat dengan korban memang ibunya. Karena lama ditinggalkan, korban sering melakukan kontak telepon via video call dengan sang ibu meskipun  wajahnya sudah banyak mengalami perubahan.

“Sampai sekarang pun seperti apa Mbak Yanti keluarga di sini belum tahu juga. Korban dari pernikahanya itu dikaruniai seorang anak. Sayang, sebelum meninggal korban sempat kirim uang untuk biaya selamatan neneknya dirumah baru sekitar empat atau lima hari lalu,” pungkasnya

Pihak keluarga sampai saat ini masih menunggu kepastian kepulangan jenasah korban yang hingga kini belum mendapatkan informasi.(ARD)

Page 7 of 62