Sekitar Ngawi

Sekitar Ngawi (235)

Sunday, 16 December 2018 00:00

ROAD TO KILAU RAYA 2018 MNCTV AKAN HIBUR WARGA NGAWI

Written by

Warga Ngawi dan sekitarnya siap siap untuk begoyang di penghujung tahun 2018.  MNCTV akan hadir di Kabupaten Ngawi pada Minggu, 16 Desember 2018 pukul 19.00 WIB dengan program unggulan MNCTV Road to Kilau Raya (RTKR) yang telah sukses menggoyang mulai dari kota Surabaya, Pekalongan, Karawang, Pati, Purwokerto, Garut hingga ke  Lampung Sumatera Selatan. Kini RTKR akan menghibur masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya dan juga jutaan pemirsa di tanah air yang dapat menyaksikan  secara langsung siaran Road to KIlau Raya dari Lapanagn Merdeka Ngawi.

RTKR Ngawi akan menampilkan sederet artis papan atas dan pastinya deretan artis yang di tunggu-tunggu oleh warga Ngawi, di antaranya Wali Band, Cita Citata, Nita Thalia , Tasya Rosmala. Evie Masamba, Trio Macan, Cak Sodiq, Musbrother, Delima KDI, Ressa Lawangsewu, Duo Sabun Colek, Kriwil, serta penampilan spesial dari master Limbad yang siap membuat para pemirsa terpukau dengan aksi-aksinya yang dapat memicu adrenalin yang menyaksikannya. Acara akan semakin seru dipandu oleh host ternama yakni Andhika Pratama, Melanie Ricardo dan Anwar akan memandu acara dengan berbagai keseruan di atas panggung. Pada acara ini musik akan di iringi oleh New Arista. 

Pada acara tersebut pemirsa akan disuguhi dengan musik dari artis-artis papan atas dan juga games-games yang menghibur, seperti games battle goyang numpak rx king yang sedang viral di media social yang juga menjadi single dari Cak Sodiq, games karoke kejut juga akan disajikan pada RTKR di Ngawi nanti dan tak kalah juga Joe Kriwil akan menTATATA dengan melibatkan warga yang menyaksiakan RTKR secara langsung dan masih banyak lagi keseruan lainnya.

Jangan lewatkan MNCTV Road to Kilau Raya pada Minggu, 16 Desember 2018 pukul 19.00 WIB langsung dari Lapangan Merdeka, Ngawi Enggal, hanya di MNCTV.

 

Friday, 14 December 2018 00:00

Tuntut Cabut Pernyataan dan Minta Maaf  Kepada Media

Written by

Ngawi- Puluhan wartawan dari berbagai media baik cetak, televisi dan daring wilayah Ngawi, Jawa Timur menggelar aksi damai menuntut calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto untuk meminta maaf dan mencabut pernyataannya yang dianggap merendahkan martabat wartawan. "Sebenarnya tuntutan kita sangat sederhana kepada Prabowo, cabut pernyataannya dan minta maaf kepada kami wartawan,” tegas Purwanto, Senin (10/12).

 

Aksi tersebut para kuli tinta  mengawali dari alun-alun langsung menyasar ke Posko Tim Pemenangan Capres Prabowo Subianto di Jalan MH Thamrin dan diakhiri orasi di Perempatan Kartonyono Ngawi. Purwanto selaku coordinator aksi menyebut, aksi damai yang dilakukan selama satu jam sebagai bentuk solidaritas nasional terhadap nasib para kuli tinta. Menurutnya, pernyataan Prabowo Subianto sangat mencederai kebebasan dan intervensi terhadap Pers.

 

“ kami merasa sakit hati dengan pernyataan Prabowo, tolong jangan diulangi lagi “ tegasnya

 

Menurutnya, wartawan bukan antek orang lain sebagai penghancur NKRI sehingga salah jika martabatnya direndahkan. Posisi wartawan sangat netral dan independen terhadap kepentingan politik apapun termasuk Pilpres 2019. Sementara itu Suratno dari Tim Pemenangan Capres Prabowo Subianto mengapresiasi atas kritikan yang disampaikan wartawan. Ia berjanji akan menyampaikan sikap wartawan kepada Prabowo.

 

"Kami menerima aspirasi yang di sampaikan oleh para wartawan Ngawi dan nanti akan kami sampaikan kepada yang bersangkutan,” pungkas Suratno.(ard)

Ngawi – Hama tanaman padi satu ini cukup membuat kerugian yang tidak sedikit bagi para petani Ngawi. Kali ini bukan sembarang tikus pengerat melainkan masuk kategori hama yang meresahkan petani. Setelah memanfaatkan jebakan tikus beraliran listrik menjadi senjata makan tuan, kini petani di wilayah Ngawi, Jawa Timur intensifkan dengan cara yang lebih ramah lingkungan. Ditambah pula dari pihak petugas adanya larangan penggunaan jebakan tikus tersebut yang mengakibatkan angka kematian di Ngawi mencapai 7 orang. 

Seperti apa yang dilakukan oleh warga di Desa Dempel, Kecamatan Geneng puluhan petani dibawah komando Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar melakukan gropyokan ke sarang tikus di wilayah area persawahan wilayah setempat, Rabu, (12/12/2018). Dengan senjata pentungan petani langsung membantai satu persatu tikus.

“Kita ingin kembali ke tempo doloe yakni lakukan pembasmian hama tikus dengan cara yang lebih ramah. Tidak menggunkan jebakan listrik itu sangat berbahaya tercatat ada tujuh petani meninggal selama tahun 2018 ini,” jelas Ony Anwar.

Ia mengingatkan, kepada semua petani jangan sampai menggunakan cara yang sekiranya membahayakan nyawa. Justru sebaliknya, dengan gerakan gropyok tikus akan bisa mengurangi salah satu hama pengerat tersebut dengan maksimal. Bahkan dalam waktu dekat ini pihaknya bakal menggiatkan kembali dengan menangkarkan burung hantu agar menjadi predator alami tikus.

“Apalagi sudah jelas-jelas polisi melarang jebakan tikus beraliran listrik. Makanya petani harus aktif dan menggiatkan kembali penangkaran burung hantu,” ulas Ony.

Ditempat yang sama guna merangsang petani menggelar gropyokan tikus pihak perangkat desa setempat memberikan semacam ‘reward’. Sugeng Wiyono Kepala Desa Dempel pihaknya memberikan hadiah kepada petani berupa uang tunai bagi yang mendapatkan tikus.

“Bagi petani yang berhasil menangkap tikus akan kami berikan 1000rupiah per ekornya, ini sebagai semangat para petani saja,” Tegas Kepala Desa Dempel.(Ard)

Friday, 14 December 2018 00:00

Di Duga Depresi Ibu Rumah Tangga  Gantung Diri

Written by

Ngawi-Diduga depresi karena penyakit menahun dan tidak kunjung sembuh seorang ibu rumah tangga berumur sekitar 65 tahun nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Kenekatan akhir hidup yang memilukan tersebut dilakukan korban sebut saja Manis warga asal Dusun Klempun, Desa Sawo, Kecamatan Karangjati, Ngawi.

Seperti diungkapkan oleh Kapolsek Karangjati AKP Suparman kepada media menjelaskan, aksi nekat yang dilakukan korban diketahui Agus anaknya sekitar pukul 06.00 WIB pada Kamis, (13/12/2018). Saat kejadian Agus hendak memasak di dapur namun nahas dikejutkan dengan melihat sang ibunya gantung diri memakai seutas tali plastik.

“Peristiwa gantung diri terjadi pagi tadi yang diketahui langsung oleh anaknya. Begitu mendapat kabar petugas kita langsung ke lokasi kejadian dengan di bnatu tim medis setempat,” terang Suparman.

Ditambahkan kapolsek Karangjati dari keterangan saksi perbuatan nekat Manis setelah menderita penyakit kangker payudara dan diabetes tidak kunjung sembuh. Apalagi penyakit yang diderita pelaku sudah lima tahun terakhir dan selama itu pula mencari pengobatan tidak kunjung sembuh. Karena tidak lekas sembuh inilah membuat pelaku depresi berat hingga memilih gantung diri.

“ Dari keterangan keluarga korban menyebutkan bahwa korban menderita penyakit menahun yang tidak kunjung sembuh yang menjadi alas an nekat gantung diri” tegas Kapolsek Karangjati.(ard)

Page 4 of 59