Sekitar Ngawi

Sekitar Ngawi (123)

Sunday, 19 November 2017 00:00

Warga Pitu  di Gegerkan Penemuan Mayat Bayi Perempuan

Written by

Ngawi-Sekali lagi usai dengan penemuan martir gegerkan warga Selopuro beganti warga Desa Dumplengan, Kecamatan Pitu, Ngawi digegerkan dengan penemuan mayat bayi berjenis kelamin perempuan yang hanyut di aliran Bengawan Solo sekitar pukul 14.15 WIB pada Sabtu, (18/11). Penemuan mayat bayi yang sudah membusuk tersebut bermula dari kesaksian Nyoto (47) warga Desa Dumplengan saat memancing dipinggiran Bengawan Solo.

“Pas sore tadi  saya mancing kebetulan kondisi Bengawan Solo banjir tiba-tiba melihat ada tubuh bayi mengambang. Terus saya teriak memberitahukan kepada petugas yang naik perahu karet untuk mengangkat tubuh bayi tadi,” terang Nyoto warga Desa Dumplengan, Sabtu (18/11).

Terpisah, Kapolsek Pitu Iptu Subandi mengatakan, pada saat saksi pertama (Nyoto-red) melihat mayat bayi mengapung langsung menginformasikan kepada petugas Basarnas. Kebetulan saat sedang menyisir aliran Bengawan Solo untuk mencari remaja asal Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren yang hilang dua hari sebelumnya.

“Usai di evakuasi tim Basarnas kemudian petugas kami datang ke TKP untuk melakukan pemeriksaan sementara. Setelah didata ciri-ciri mayat saat itu juga langsung dibawa ke kamar mayat RSUD dr Soeroto Ngawi untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan,” kata Iptu Subandi.

Dari hasil observasi dan pemeriksaan secara detail oleh tim medis RSUD dr Soeroto Ngawi bisa diketahui mayat bayi diprediksi meninggal atau hanyut di Bengawan Solo sudah tiga hari lamanya. Sedangkan umur bayi berjenis kelamin perempuan itu kemungkinan baru berumur dua hari. Dari terakhir dari tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang menyebabkan kematian.

Dari hasil penyelidikan hingga sejauh ini bisa diduga kuat jika mayat bayi berasal dari hulu Bengawan Solo bukan dari wilayah Ngawi. Meski demikian, pihaknya mempersilahkan apabila ada keluarga yang merasa kehilangan bayinya segera mendatangi RSUD dr Soeroto Ngawi atau aparat kepolisian terdekat.(ARD)

Sunday, 19 November 2017 00:00

3 Hari Mengilang Muhadi Sudah Tidak Bernyawa

Written by

Ngawi-Kejadian ini bisa menjadi pelajaran yang cukup penting, bagi kita para orang tua. Dalam memberikan pengawasan dan perhatian terhadap segala kegiatan buah hati kita, jangan sampai lengah dan tidak menginginkan hal serupa dengan apa yang dialami korban.  Setelah dinyatakan hilang terbawa derasnya arus Bengawan Solo pada Kamis lalu, (16/11), sekitar pukul 15.30 WIB kini mayat Ahmad Muhadi (14) warga Dusun Dlaju, Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Ngawi berhasil ditemukan oleh tim Basarnas. Dari keterangan yang ada disebutkan sekitar pukul 12.25 WIB pada Minggu, (19/11), mayat korban berhasil di evakuasi setelah sebelumnya ditemukan mengapung disekitar jembatan Sonde masuk Desa Bangunrejo Lor, Kecamatan Pitu, Ngawi.

“Benar, siang tadi mayat korban atas nama Ahmad Muhadi berhasil ditemukan setelah tiga hari diupayakan terus pencarianya di Bengawan Solo oleh tim Basarnas maupun petugas lainya. Kondisi mayat korban terlihat mulai rusak tetapi masih bisa dikenali,” terang Kapolsek Widodaren AKP Juwahir, Minggu (19/11).

Dijelaskan oleh orang nomer satu di jajaran polsek Widodaren, posisi ditemukan jasad korban berada dalam radius sekitar 2 kilometer dari titik awal hilangnya korban di bantaran Bengawan Solo tepatnya masuk Desa Sidolaju. Setelah berhasil diangkat dari aliran Bengawan Solo jasad korban langsung di evakuasi ke kamar mayat RSUD dr Soeroto Ngawi guna tindakan medis.

Sewaktu pertama kali ditemukan, pihak keluarga sudah menyatakan kalau toh yang ditemukan tim Basarnas tersebut merupakan mayat Ahmad Muhadi sesuai dengan ciri-ciri fisik maupun pakaian yang dikenakan pada waktu dinyatakan hilang. Hanya saja guna dilakukan penyidikan lebih lanjut pihaknya bersama tim medis RSUD dr Soeroto Ngawi melakukan visum terhadap mayat korban.

“visum mayat korban bila sudah selesai dari pihak rumah sakit, segera dibawa pulang kerumah duka untuk dimakamkan. Intinya pihak keluarga sudah membenarkan itu mayat Ahmad Muhadi,” urai AKP Juwahir.(ARD)

Page 8 of 62