Sekitar Ngawi

Sekitar Ngawi (148)

Wednesday, 27 June 2018 00:00

Antusias Warga Datang Ke TPS pada PILGUB Minim

Written by

Tepat pada hari Rabu ini 27 Juni 2018 hari H atau gendering pesta demokrasi yang diikuti seluruh rakyat Jawa Timur menyampaikan aspirasinya langsung memilih pemimpinnya untuk lima tahun kedepan melalui Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur. Seperti di wilayah Ngawi sesuai informasinya ada 699.576 pemegang hak suara yang bakal mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Melihat dari angka tersebut, seperti diungkapkan oleh Syamsul Wathoni Ketua KPU Kabupaten Ngawi sangat berharap maksimal jumlah pemegang hak suara menyampaikan pilihanya sesuai TPS nya masing-masing. Ia pun mematok sekitar 7,05 persen kedatangan pemilih dan jangan sampai tidak mempergunakan hak pilihnya atau golongan putih (golput).

“Tentukan pilihanya sesuai hati nurani masing-masing jangan sampai golput. Ayo datang ke TPS dengan membawa surat panggilan atau model C6 KWK,” terang Toni panggilan akrab Ketua KPU Kabupaten Ngawi, Rabu, (27/06).

Beber Toni, waktu coblosan disetiap TPS dilakukan mulai pukul 07.00 hingga pukul 13.00 WIB dan jika belum mendapat C6 setiap pemilih wajib membawa e-KTP  atau surat keterangan atas kependudukan untuk disampaikan ke petugas TPS. Dengan demikian diharapkan setiap pemegang hak suara wajib tahu dan memahami aturan dalam pemungutan suara di TPS. 

Sementara dari pantuan kami dilapangan antusias pemilih warga Ngawi mayoritas enggan datang ke TPS. Terbukti dari jumlah undangan yang ada dalam satu TPS, berjumlah lebih dari 300 warga,belum semuanya datang hingga pukul 12.00 WIB. Mereka memilih tetap berada di rumah atau melakukan pekerjaan yang menghasilkan uang. Pernyataan senada diungkapkan oleh anggota panwaskab Budi Sunaryanto menjelaskan karena kurangnya sosialisasi dari kedua pasangan calon dan hari ini banyak warga petani Ngawi melaksanakan panen menjadi salah satu alasan warga enggan datang ke TPS.

“ Karena kurangnya sosialisasi kedua paslon dan hari ini panen di beberapa tempat pihaknya memprediksi 60 hingga 70 % warga yang datang memberikan hak suaranya ke TPS” tegas Budi (Ard)

Ngawi  - Ribuan lembar surat suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim, dimusnahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ngawi.

 

Pemusnahan dilakukan terhadap kertas suara yang sobek, berlubang, hingga degradasi warna. Hal itu ditegaskan Ketua KPU Kabupaten Ngawi  Syamsul Wathoni, S.H.i, M.Si saat dikonfirmasi menjelaskan  surat suara rusak di depan kantor KPUD Ngawi, senin (24/6)pagi.

 

 

Terdapat 3.732 lembar yang dimusnakan dengan cara dibakar. ’’Pemusnahan ini sesuai dengan aturan yang ada,’’ ungkapnya. Toni demikian panggilan akrab merinci,  surat suara mengalami kerusakan yang disebabkan oleh kurang sempurnanya percetakan sobek dan apapula yang sudah berlubang karena kertas terlipat.

 

Di antaranya, surat suara yang kusut karena packing yang tak sempurna, terdapat bercak tinta, hingga warna yang memudar. 

 

’’Sedangkan, sisanya ratusan lembar adalah kertas yang tak terpakai,’’ tegasnya. 

 

Kendati mencapai ribuan surat suara yang rusak jumlah tersebut sudah di mintakan kembali oleh pihak KPU Kabupaten Ngawi kepada propinsi sesuai dengan jumlah Penduduk dan 2,5 persen 

 

D Prosesi pemusnahan surat suara ini disaksikan sejumlah pejabat. Di antaranya, Wakil dari pengadilan negeri  , TNI Kodim 0805 , Petugas dari Polres Ngawi ,  Ketua Panwaslu, dan tim sukses kedua paslon.

 

Tegas ketua KPUD Ngawi  semua surat suara yang tak disistribusikan harus dimusnahkan. Karena, KPU dilarang menyimpan surat suara meskipun utuh dan bisa dipakai. ’’Pemusnahan karena mengikuti aturan. Dan KPU sebagai penyelenggara, harus menjalankan,’’ ungkapnya.

 

Usia melakukan pemusnahan pihaknya langsung melakukan pengecekan logistik hari ini harus tuntas sampai ke lokasi TPS bila harus ada yang dilalui dengan cara menggunakan kendaraan roda 2 atau perahu akan pihaknya tempuh untuk suksesnya pelaksanaan pilkada besok. (ard)

Page 8 of 74