Sekitar Ngawi

Sekitar Ngawi (132)

 Ngawi- Maish menjadi pekerjaan rumah bagi petugas Ngawi dengan aksi kriminal terkadang tidak mengenal lokasi sasaran. Meski lokasinya jauh dari tempat keramaian masih juga kena incaran penjahat. Kejadian itu menimpa Sujarwo alias Wowok (48) salah satu warga Dusun Ngreco, Desa Semen, Kecamatan Paron, Ngawi ini menjadi korban pencurian mobil jenis Daihatsu Xenia warna silver nopol AE 1320 ME.

Kata korban dihadapan polisi, aksi pencurian baru diketahui sekitar pukul 06.00 WIB, Rabu (22/11), saat dirinya berada di Alas Ketonggo membuka warung. Disebutkan, saat itu istrinya Suprapti mendapat pesan singkat dari Bima Ghofara anaknya di rumah yang mengatakan apakah mobilnya itu dibawa ke warung.

Merasa mobilnya masih dirumah korban bersama istrinya langsung pulang untuk mengecek kebenaran kabar yang diterima. Bahkan tetangga dekatnya pun ketika ditanya tidak ada yang tahu. Merasa jadi korban pencurian korban lapor ke petugas Polsek Paron.

“Dari hasil olah TKP dan keterangan saksi-saksi memang mobil yang raib itu diparkirkan di garansi yang tidak ada pintunya atau terbuka. Kemungkinan pelaku masuk dari garansi menuju ruang keluarga untuk mengambil kunci mobil dan membawa kabur kendaraanya itu,” terang Kapolsek Paron AKP I Wayan Murtika, Rabu (22/11).

Namun demikian, pihaknya terus menyelidiki secara detail terkait laporan korban guna mengungkap sebenarnya dari kasus dengan motif pencurian itu. Barang bukti yang diamankan untuk sementara dari tangan korban hanya satu lembar slip angsuran mobil Daihatsu Xenia dari BFI Madiun. Untuk sementara kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp 70 juta.

“Kita mengharapkan sekecil informasi dari warga masyarakat Ngawi terlebih lagi yang mengetahui gerak-gerik mencurigkan dari oknum yang tidak bertanggung jawab agar kiranya dapat mengungkap identitas pelaku”Tegasnya.(ARD)

Monday, 04 December 2017 00:00

Antisipasi Kerawanan Pilkades Dewan Turun Sidak

Written by

Ngawi- Tidak ingin kecolongan dan mengantisipasi kerawanan politik jelang pilkades Anggota Komisi I DPRD Ngawi melakukan inspeksi mendadak (sidak) disejumlah desa untuk memastikan pelaksanaan pilkades serentak yang digelar pada 03 Desember 2017 mendatang bisa berjalan sesuai mekanismenya. Empat orang wakil rakyat yang mewakili Komisi I pertama kalinya sasar di Desa Kenongorejo, Kecamatan Bringin, Senin (27/11).

Didesa ini, para wakil rakyat melihat dari dekat proses tahapan yang dilakukan panitia pilkades desa setempat. Dijelaskan, di Desa Kenongorejo mulai hari ini hingga tiga hari kedepan masuk pada tahapan kampanye yang diikuti lima orang calon kades. Dari hasil pantauan, pelaksanaan kampanye berjalan kondusif tidak ditemukan indikasi gesekan maupun kontra antar pendukung calon kades.

“Hasil sidak kali ini terpantau aman dari berbagai sisi. Baik itu dari tahapan pilkades maupun koordinasi dengan aparat,” terang Siswanto Sekretaris Komisi I DPRD Ngawi, Senin (27/11).

Jelasnya, sidak tidak sebatas ke Desa Kenongorejo melainkan ke tiga desa dari tiga kecamatan  lainya seperti Campurasri-Karangjati, Paras-Pangkur dan Tambakromo-Padas. Semua desa yang di sidak beber Siswanto, masuk pada tahapan kampanye calon kades dalam situasi kondusif. Sambungnya, dari 14 desa yang bakal melaksanakan pilkades serentak ada 2 desa yang terindikasi kerawanan.

“Sesuai pemetaan kita mendasar informasi yang dikumpulkan dari berbagai sumber memang ada dua desa yang diprediksi rawan gesekan antar pendukung. Tetapi kita berharap kepada semua pihak yang berkompeten terus mematau situasinya biar pilkades ini sebagai pesta demokrasi tingkat bawah bisa berjalan baik,” urai Siswanto.

Terpisah, Kabul Tunggul Winarno Kepala DPMD Ngawi menerangkan, untuk mengantisipasi kerawanan pilkades dilapangan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan jajaran polsek maupun koramil. Kabul demikian sapaan akrabnya, meyakini pelaksanaan pilkades serentak yang tinggal menghitung hari tersebut bakal terlaksana sesuai yang dijadwalkan. Dan pelaksanaan pilkades nanti tetap memakai sistim terbaru melalui pungutan suara per dusun dengan pola TPS. 

“ Kita mengharapkan situasi pemilihan kepala desa yang kondusif tidak ada masalah administrasi hingga pergesekan antar pendukung sehingga pesta demokrasi di tingkat desa ini bisa berlangsung lancar” Tegasnya(ARD)

Page 8 of 66