Sekitar Ngawi

Sekitar Ngawi (235)

Ngawi – Hama tanaman padi satu ini cukup membuat kerugian yang tidak sedikit bagi para petani Ngawi. Kali ini bukan sembarang tikus pengerat melainkan masuk kategori hama yang meresahkan petani. Setelah memanfaatkan jebakan tikus beraliran listrik menjadi senjata makan tuan, kini petani di wilayah Ngawi, Jawa Timur intensifkan dengan cara yang lebih ramah lingkungan. Ditambah pula dari pihak petugas adanya larangan penggunaan jebakan tikus tersebut yang mengakibatkan angka kematian di Ngawi mencapai 7 orang. 

Seperti apa yang dilakukan oleh warga di Desa Dempel, Kecamatan Geneng puluhan petani dibawah komando Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar melakukan gropyokan ke sarang tikus di wilayah area persawahan wilayah setempat, Rabu, (12/12/2018). Dengan senjata pentungan petani langsung membantai satu persatu tikus.

“Kita ingin kembali ke tempo doloe yakni lakukan pembasmian hama tikus dengan cara yang lebih ramah. Tidak menggunkan jebakan listrik itu sangat berbahaya tercatat ada tujuh petani meninggal selama tahun 2018 ini,” jelas Ony Anwar.

Ia mengingatkan, kepada semua petani jangan sampai menggunakan cara yang sekiranya membahayakan nyawa. Justru sebaliknya, dengan gerakan gropyok tikus akan bisa mengurangi salah satu hama pengerat tersebut dengan maksimal. Bahkan dalam waktu dekat ini pihaknya bakal menggiatkan kembali dengan menangkarkan burung hantu agar menjadi predator alami tikus.

“Apalagi sudah jelas-jelas polisi melarang jebakan tikus beraliran listrik. Makanya petani harus aktif dan menggiatkan kembali penangkaran burung hantu,” ulas Ony.

Ditempat yang sama guna merangsang petani menggelar gropyokan tikus pihak perangkat desa setempat memberikan semacam ‘reward’. Sugeng Wiyono Kepala Desa Dempel pihaknya memberikan hadiah kepada petani berupa uang tunai bagi yang mendapatkan tikus.

“Bagi petani yang berhasil menangkap tikus akan kami berikan 1000rupiah per ekornya, ini sebagai semangat para petani saja,” Tegas Kepala Desa Dempel.(Ard)

Friday, 14 December 2018 00:00

Di Duga Depresi Ibu Rumah Tangga  Gantung Diri

Written by

Ngawi-Diduga depresi karena penyakit menahun dan tidak kunjung sembuh seorang ibu rumah tangga berumur sekitar 65 tahun nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Kenekatan akhir hidup yang memilukan tersebut dilakukan korban sebut saja Manis warga asal Dusun Klempun, Desa Sawo, Kecamatan Karangjati, Ngawi.

Seperti diungkapkan oleh Kapolsek Karangjati AKP Suparman kepada media menjelaskan, aksi nekat yang dilakukan korban diketahui Agus anaknya sekitar pukul 06.00 WIB pada Kamis, (13/12/2018). Saat kejadian Agus hendak memasak di dapur namun nahas dikejutkan dengan melihat sang ibunya gantung diri memakai seutas tali plastik.

“Peristiwa gantung diri terjadi pagi tadi yang diketahui langsung oleh anaknya. Begitu mendapat kabar petugas kita langsung ke lokasi kejadian dengan di bnatu tim medis setempat,” terang Suparman.

Ditambahkan kapolsek Karangjati dari keterangan saksi perbuatan nekat Manis setelah menderita penyakit kangker payudara dan diabetes tidak kunjung sembuh. Apalagi penyakit yang diderita pelaku sudah lima tahun terakhir dan selama itu pula mencari pengobatan tidak kunjung sembuh. Karena tidak lekas sembuh inilah membuat pelaku depresi berat hingga memilih gantung diri.

“ Dari keterangan keluarga korban menyebutkan bahwa korban menderita penyakit menahun yang tidak kunjung sembuh yang menjadi alas an nekat gantung diri” tegas Kapolsek Karangjati.(ard)

Ngawi – Tidak ingin ketinggalan dengan Instansi di jajaran peradilan. Kejari Ngawi Dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Internasional (Haki) tahun 2018, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Ngawi menggelar perlombaan cerdas cermat, pidato dan yel yel anti korupsi atar pelajar SMP  dan SMA sederajat seKabupaten Ngawi.

 

Sebanyak puluhan sekolah tingkat SMP sederajat baik negeri maupun swasta, turut ambil bagian dari kegiatan yang digelar di Pendopo Widya Graha Pemkab Ngawi.

 

Lomba cerdas cermat berlangsung seru dimana satu regu beranggotakan 3 orang dengan materi pertanyaan terkait moral perilaku, kejujuran, budi pekerti dan pengetahuan umum tindak pidana korupsi. Bahkan ditengah tengah lomba juga terdapat adu kreasi yel-yel dukungan yang membuat lomba berjalan semarak.

 

Kepala Kejari Kabupaten Ngawi, Waito Wongateleng SH. MM menjelaskan, selain untuk memperingati hari anti korupsi internasional, acara ini merupakan misi khusus kejaksaan dalam mendekatkan aparatur kejaksaan kepada masyarakat.

 

"Khususnya siswa siswi SMP, sebagai langkah nyata bentuk pencegahan korupsi dan memupuk jiwa anti korusi sejak dini," Jelas Waito.

 

Selain mendapat uang pembinaan dan trophy juara, pemenang pertama lomba cerdas cermat berhak mewakili kejari kota batu dlaam lomba yang sama di Kejaksaan Tinggi Negeri Provinsi Jawa Timur(Ard)

 Ngawi- Sepandai-pandainya menyimpan bangkai akan tercium juga. Seperti halnya apa yang dilakukan oleh salah satu warga Sidoarjo simpan miras di dalam mobil mewah harus berurusan dengan petugas. Kejadian yang berawal dari Petugas kepolisian dari Satlantas Polres Ngawi mengamankan satu kendaraan roda empat jenis Suzuki Ertiga warna silver nopol DK 1740 AY di depan pos pantau Monumen Suryo Jalan Raya Ngawi-Solo masuk Desa Pelanglor, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi.

Penangkapan tersebut terjadi sekitar pukul 04.30 WIB atau habis subuh, Rabu, (05/12/2018). Kejadian itu berawal saat petugas melakukan pemantauan arus lalu-lintas.

Dari arah barat muncul kendaraan mobil Suzuki Ertiga melanggar marka jalan setelah dihentikan petugas ternyata didalamnya ada 180 botol dari 15 kardus. Setelah di cek setiap kardusnya berisi 12 botol plastik minuman mineral berisi arak 1,5 liter dengan total 270 liter.

“barang bukti yang kita amankan akan menjadi bukti pemberatan pelaku,” terang Kanit Turjawali Satlantas Polres Ngawi Ipda Fredo Leonard Sianturi.

Kepada petugas, pelaku mengaku ratusan liter arak tersebut milik Samsul Arifin warga Kecamatan Krian, Sidoarjo yang baru dibeli dari Bekonang Sragen. Kata Fredo semua barang bukti diamankan guna proses hukum lebih lanjut atas pelanggaran pasal tindak pidana ringan.(Ard)

Page 4 of 59