Sekitar Ngawi

Sekitar Ngawi (187)

Ngawi-Nekat memang dengan apa yang di lakukan salah satu warga kedunggalar Ngawi, tidak tahan dengan sakit yang diderita akhiri hidup dengan selendang. Kejadian tragis dan menggegerkan warga Dusun Durenan, Desa/Kec. Kedunggalar ini diketahui kali pertama oleh suami korban sendiri Suyanto 51th(7/10).

Kejadian yang berawal pagi tadi sekira pukul 05.30 suami korban hendak membangunkan Sukamsi 47 th, dalam benak sang suami sedikit janggal tidak biasa istrinya mengurung diri dikamar dan bangun kesiangan. Ternyata benar dugaan suami korban setelah membuka kamar, ia mendapati istrinya sudah meninggal dalam keadaan menggantung di salah satu blandar kayu kamar. Kontan saja kejadian tersebut membuat geger, dan menjadi pusat perhatian warga setempat. Atas kejadian tersebut  Kasun Durenan melaporkan Ke Polsek Kedunggalar untuk proses lebih lanjut. Pihak petugas Polsek Kedunggalar setelah mendapatkan informasi langsung meluncur ke lokasi dan melakukan pemeriksaan jasad korban. 

" Benar setelah mendapatkan informasi warga, anggotanya langsung meluncur ke lokasi kejadian guna penyidikan dan mengumpulkan keterangan saksi" jelas Kapolsek kedunggalar AKP Sukisman 

Dari hasil keterangan medis Tri Hadi Kristanto Puskesmas Kedunggalar korban murni gantung diri selain tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.. Diantaranya keluar kotoran pada organ pencernaan dan leher korban  terdapat jeratan selendang yang di pake korban bunuh diri dan tulang leher patah. 

Sementara dari keterangan keluarga korban dijelaskan oleh Suyanto Kasun Durenan Korban diduga mengalami depresi karena menderita sakit pengapuran tulang yang sudah bertahun-tahun dan sudah sering keluar masuk rumah sakit dan akhirnya gantung diri. 

“ Pihak keluarga menerima kematian korban sebagai musibah dan jenasah di serahkan kepada pihak keluarga untuk di semanyamkan “ Tambah Kapolsek Kedunggalar Ngawi. (Ard)

Ngawi – Penindakan tegas Penyakit masyarakat akhir-akhir ini mulai di gencarkan oleh petugas rantib, namun ada saja saat operasi, petugas seringkali tidak membuahkan hasil tangkapan karena sering bocor. Namun tidak untuk kali ini seperti yang dilakukan oleh Petugas gabungan dari Polsek Jogorogo, Koramil Jogorogo dan Trantib Kecamatan Jogorogo menggelar razia penyakit masyarakat di lokasi pasar Jogorogo ,Jumat (5/10/2018) mulai jam 23.00 wib pulang tidak dengan tangan hampa.

Sesuai dengan informasj masyarakat transaksi PSK seringkali terjadi malam hari diantara bedak-bedak pasar yang kosong. Ternyata benar petugas gabungan yang dipimpin langsung Kapolsek Jogorogo AKP Budi Cahyono,S.Sos berhasil amankan 3 orang yang diduga menjajakan diri di dalam lokasi pasar Jogorogo  tersebut.

Ke-3 PSK yang diamankan tersebut berinisial SUL, 60 th,alamat dusun Bulak desa Gayam Kec Kendal, SUK,70 th,alamat dusun wonorejo  desa Kendal kec Kendal,MAM,50 th,dusun karangmojo desa Karangmojo Kec Japoh Kab Sragen.

 

Setelah dilakukan pendataan mereka mengakui bahwa berada di Pasar Jogorogo sedang menunggui pria hidung belang selanjutnya dilakukan pemeriksaan dan akan ditindak sesuai hukum dan peraturan perundangan yang berlaku.

 

"Kami tindak tegas  penyakit masyarakat diwilayah Jogorogo, seperti keberadaan para PSK di dalam pasar Jogorogo, selain mengganggu  pengunjung pasar juga keberadaan mereka meresahkan masyarakat "tegas Kapolsek Jogorogo AKP Budi Cahyono, S.Sos 

 

Tambahnya pihaknya akan terus melakukan oparasi guna penyakit masyarakat tidak berkembang di wilayah hukumnya. (Ard)

Page 8 of 94