Sekitar Ngawi

Sekitar Ngawi (132)

Monday, 04 December 2017 00:00

Kebo Ketan Anemo Masyarakat Ngawi

Written by

 Ngawi-Menuju puncak ritual budaya upacara Kebo Ketan mengambil tema Penawar Racun Divide Et Impera pada Minggu 03 Desember 2017. Kini sajian budaya khas besutan Bramantyo Prijosusilo diawali dengan proses memandikan atau dikenal dengan istilah ‘guyang’ sang Kebo Ketan di Sendang Margo masuk Alas Begal setelah diarak dari lapangan bola di Desa Sekarputih, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi, Sabtu (02/02).

Kemudian sesuai rundownya, upacara akan berakhir pada 04 Desember 2017 ditandai selesainya pagelaran wayang kulit yang dibawakan oleh dalang Ki Seno Nugroho dari Yogyakarta. Namun sebelumnya, pada puncak ritual Kebo Ketan didukung 873 seniman dari berbagai latar seni yang datang dari berbagai daerah.

Dari data yang ada disebutkan, untuk komunitas Prana dari Ubud Bali yang didukung belasan personel akan menampilkan musik dan tari. Selain itu, dari Yogyakarta tercatat akan menampilkan grup muda berisi musisi jenius, Brightsize Trio yang baru kembali dari tur di Eropa.  Sementara itu Denny Dumbo dan kawan-kawan, akan menyajikan musik sakralisasi mengiring puncak upacara penyembelihan Sang Kebo Ketan.

Sedang dari Jakarta akan datang kelompok Bonita & The Hus Band, dan Dima Miranda & The Jatiwangi Art Factory, serta KH. Dr. Zastrouw Ngatawi dan Ki Ageng Ganjur. Kelompok rock dari era tahun 1990 an, Elpamas, akan menjadi gong pertunjukan musik Upacara Kebo Ketan, membawa formasi istimewa dengan 2 vokalis. Satu satunya musisi yang tampil sendiri adalah baladawan Yogyakarta Sri Krishna.

Pada prosesi upacara Kebo Ketan juga melibatkan seniman lokal Ngawi dan tentunya menampilkan berbagai pentas seni seperti Reog Kebonagung Sekarputih, kelompok hadrah dan tari Sufi Madin Al Fatih dari Ngrambe, serta Penthul Melikan, dan kerawitan dari Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Ngawi ditambah warga yang terlibat di dalam persiapan dan pelaksanaan artistik dan teatral prosesi.

Beberapa seniman kebanggaan Indonesia dengan reputasi internasional juga bakal dilibatkan seperti Djoko Pekik dan Heri Dono, seniman gerak rohani (gerak Amerta) Suprapto Suryodarmo dan seniman performas Arahmaiani. Aktor senior Otig Pakis akan melaksanakan penyembelihan Sang Kebo Ketan. 

“Acara tradional yang di kemas secara apik ini berhasil menarik anemo masyarakat Ngawi dan luar daerah sehingga Ngawi dapat terkenal” jelas Dian salah satu pemerhati Seni Ngawi.(ARD)

 Ngawi- Tidak kurang dari 2 tahun terkahir ini Bupati Ngawi Budi Sulistyono/Kanang menggagas obyek wisata baru yang dapat dinikmati oleh warga Ngawi. Sebagai puncak keberhasilan tersebut Bupati bersama pejabat OPD mengawali kegiatan penanaman pohon asuh bersamaan dengan pencanangan program nasional Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) di Taman Candi berlokasi di Kali Mati, Desa Kartoharjo, Kecamatan Ngawi Kota. Kegiatan ditandai dengan penanaman beberapa pohon di area taman yang berlokasi lebih dari tiga hektar tersebut, Selasa (28/11).

“Kita bersama dinas terkait terus berupaya menciptakan hutan kota tentu peruntukanya sebagai paru-paru termasuk di kali mati ini. Dan konsep di kali mati ini memang dipadukan dengan taman rekreasi didalamnya ada fasilitas yang berkaitan dengan wisata air seperti mancing maupun lainya,” terang Kanang.

Kanang berpendapat, dengan mengeksplor keberadaan kawasan Kali Mati menjadi satu area rekreasi yang terakomodasi melalui Taman Candi bisa menjadikan sebagai salah satu destinasi wisata di Kabupaten Ngawi. Sehingga kedepanya keragaman lokasi wisata yang ada di Ngawi menjadikan pilihan representative bagi pengunjung baik lokal maupun luar daerah.

Hal senada diungkapkan Setiyono Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ngawi, ia meminta semua lapisan masyarakat terutama disekitar Taman Candi turut andil memajukan sekaligus menjaga kebersihan dilokasi wisata terbarukan itu. Dengan demikian dalam waktu singkat Taman Candi yang mulai di eksplor tiga tahun lalu bisa memberikan kontribusi positif terhadap pariwisata di Ngawi.

“Di Taman Candi ini besar harapanya bisa menjadikan satu tempat rekreasi bagi anak-anak dalam membentuk pendidikan karakter. Disini disuguhkan bagaimana mengelola penghijauan maupun menjaga lingkungan dari sampah,” ujar Setiyono.

Ditempat yang sama, Bupati Ngawi Budi Sulistyono meresmikan Taman Candi ditandai dengan pemotongan pita. Namun sebelumnya, bersama jajaran OPD Bupati Ngawi menebar ribuan benih ikan di Kali Mati. Seperti diketahui sebelumnya, Taman Candi merupakan hasil restorasi menuju taman wisata yang ada di pinggiran Kota Ngawi dengan budget miliaran rupiah bersumber dari APBD. Fasilitas yang tersedia mulai family park, taman labirin, flaying fox dan dipadukan wisata air.

“Semoga pembangunan Kali mati ini bisa di manfaatkan oleh warga Ngawi untuk berakhir pekan tanpa harus keluar dari Ngawi” Tegasnya(ARD)

Page 9 of 66