Sekitar Ngawi

Sekitar Ngawi (207)

Tuesday, 23 October 2018 00:00

Galang Solidaritas Warga Ngawi Kirim Bantuan ke Palu

Written by

Ngawi- Setelah di rasa terkumpul bantuan untuk para korban tertimpa bencana dari  warga Kabupaten Ngawi, siang tadi di berangkatkan oleh orang nomer satu di bumi orek-orek ini. Sebagai bentuk  kepedulian dan menunjukan solidaritas sosial terhadap korban bencana gempa Palu, Sulawesi Tengah selama sepekan terakhir ini pemkab terus melakukan penggalangan dana dan bantuan. Sedikitnya 31 komponen kebutuhan pokok yang dikirim ke lokasi bencana dibawah koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial Kabupaten Ngawi.

Selain makanan siap saji pemkab Ngawi juga memberikan ciri khas bagi penerima bantuan yang diantaranya makanan olahan lokal Ngawi berupa kripik tempe, geti dan sambel pecel. Demikian juga produk lokal asal Ngawi berupa madu dan teh radja selain kebutuhan pokok berupa beras. Diungkapkan oleh Eko Heru Tjahjono selaku Kepala BPBD Ngawi memastikan dari puluhan item kebutuhan yang dikirim ke daerah bencana Palu tidak ada satupun pakaian bekas layak pakai.

“ Kami rasa makanan dan obat-obatan yang menjadi kebutuhan yang di cari oleh para korban bencana,”  jelas Eko Heru Tjahjono Kepala BPBD Ngawi, Selasa, (23/10).

Keberangkatan bantuan untuk Palu di sentrakan di pendopo widya graham pemkab Ngawi, yang diangkut dua truk dan satu mobil tersebut dilepas langsung Bupati Ngawi Budi Sulistyono. Dalam jadwal bantuan paket kemanusian ini akan diberangkatkan ke BPBD Jawa Timur sebelum diterbangkan ke Palu.

“Solidaritas warga Ngawi cukup tinggi baik secara personal maupun kelembagaan telah dikumpulkan oleh BPBD. Termasuk ada makanan khas supaya bisa dinikmati saudara kita yang ada di Palu,” jelas Bupati Ngawi Budi Sulistyono.

Sementara ikut menjadi saksi keberangkatan bantuan untuk warga Palu, Tri Pujo Handono Kepala Dinas Sosial Ngawi menegaskan, dari data yang di himpun sedikitnya 36 warga asal Ngawi dari 12 KK yang terkena dampak bencana Palu. Semuanya dari korban bencana itu kembali ke daerah asalnya masing-masing di wilayah Ngawi. Hanya saja ada dua warga yang dinyatakan hilang dan meninggal saat terjadinya bencana yang sudah kita lakukan pendataan. Dari jumlah tersebut warga Ngawi ada pula yang kembali ke Palu karena merasa harta dan mendapatkan kehidupan layak kendati pasca bencana. 

“ Kami sudah melakukan semaksimal mungkin selain pendataan dan juga diberikan bantuan kemanusiaan kepada mereka para korban.”  Tegas Tri Pujo.(Ard)

Ngawi – Pernyataan tegas itu disampaikan Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu dihadapan para wartawan dalam momen perayaan Hari Santri Nasional (HSN) 2018. Ia mengatakan kehadiran santri yang santun dibutuhkan di tengah ancaman radikalisme yang berpotensi memecah belah bangsa saat ini. Hadirnya Islam harusnya menjadi pelepas dahaga di tengah masyarakat.

Santri sebagai salah satu generasi muda penerus bangsa mempunyai andil besar dalam memerangi paham radikalisme dan terorisme yang akhir-akhir ini semakin marak keberadaannya. Santri dibesarkan dalam lingkungan pesantren yang baik bagi perkembangan sebagai generasi muda penerus bangsa.

 “Gerakan radikalisme ini sangat rapi, rapi sekali. Mereka tidak hanya menyusup di lembaga formal pendidikan, lembaga non-formal pun menjadi sasaran empuk mereka.  Maka kehadiran santri sebagai salah satu penangkalnya,” terang Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu, Senin, (22/10).

Sementara itu pada perayaan HSN 2018 di Ngawi aparat kepolisian yang telah disiapkan sekitar 200 personel. Ratusan anggota kepolisian tersebut akan ditempatkan dalam pengamanan konser dengan menghadirkan Wali Band di alun-alun Ngawi nanti malam pada puncak HSN di wilayah Ngawi.

Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu mengajak pegiat pesantren dan santri untuk bekerja bersama-sama mewujudkan cita-cita bangsa. Pesantren dan santri harus mampu menjadi lokomotif kemajuan negara, sekaligus menjadi elemen pemersatu bangsa. Hal ini disampaikan orang nomor satu di jajaran Polres Ngawi saat memimpin apel pagi dalam menyambut Hari Santri Nasional (HSN) 2018 dihalaman Mapolres Ngawi, Senin, (22/10/2018).

 “Seperti diketahui kebradaan santri ini sebagai asset bangsa sekaligus penentu masa depan bangsa sehingga keberadaanya terus kita jaga. Dan hubungan dengan aparat kepolisian terus kita tingkatkan untuk bersama-sama menjaga kedaulatan negeri ini,” terang Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu.

Lanjutnya, antara santri, ulama dan pesantren tidak bisa dipisahkan sebagai pihak yang telah turut berjuang ikut memerdekakan bangsa, tentunya tidak rela jika NKRI diganggu melalui cara apa pun. Ia mengajak pesantren dan para santri di dalamnya terlibat aktif menjadi penggerak perdamaian di Indonesia dan turut mencegah tumbuhnya radikalisme di tengah masyarakat.

Dalam peringatan HSN 2018 kali ini tegas Kapolres Ngawi siap mengamankan berbagai agenda perayaan hari santri yang sudah berjalan selama ini baik di daerah maupun skala nasional. Dikabarkan, pada puncak acara perayaan HSN 2018 secara nasional akan dilakukan di Stadion Delta Sidoarjo, Jawa Timur pada 28 Oktober 2018 mendatang yang akan dihadiri langsung Presiden Joko Widodo.(Ard)

Page 9 of 104