Sekitar Ngawi

Sekitar Ngawi (123)

Sunday, 19 November 2017 00:00

Bermain Di Sungai Bocah Sidolaju Terseret Sungai

Written by

Ngawi-Tragis dengan apa yang dialami oleh Ahmad Muhadi remaja berumur 14 tahun asal Dusun Dlaju, Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Ngawi terseret derasnya arus Bengawan Solo sekitar pukul 15.30 WIB pada Kamis kemarin, (16/11). Namun hingga kini upaya untuk mencari keberadaan korban belum menemukan hasil meskipun puluhan petugas yang dipimpin Basarnas berusaha memperluas pencarian.

Menurut keterangan yang ada, korban pada awalnya mencari ikan di aliran Bengawan Solo bersama kedua orang tuanya Samuji dan Sami. Setelah mendapatkan ikan kedua orang tua korban sekitar pukul 13.00 WIB pulang ke rumah. Namun Ahmad Muhadi saat itu menolak pulang dengan alasan masih kepengen mencari ikan dilokasi kejadian.

“Setelah agak sore si Muhadi ini tidak pulang-pulang membuat orang tuanya bingung dan mencari korban. Tetapi sampai di Bengawan Solo dengan dibantu warga menggunakan perahu tradisional berusaha mencari namun tidak menemukan hingga kini,” terang Kapolsek Widodaren AKP Juwahir, Jum’at (17/11). 

Sementara itu kedua orang tua korban saat ini kondisinya shock berat mengingat peristiwa yang dialami si buah hatinya. Dan mengharap Ahmad Muhadi ditemukan dalam kondisi hidup. Kemudian dari lokasi pencarian terlihat arus Bengawan Solo cukup deras dan banjir bahkan ketinggian airnya mencapai 20 meter. 

Jelasnya, pihaknya terus memantau pencarian korban yang merupakan anak kedua dari empat bersaudara dari pasangan Samuji-Sami. Saat dinyatakan hilang korban memakai kaos berwarna hitam dan celana pendek. Kemudian pada hari ini pencarian terus dilakukan dengan menambah personel baik dari Basarnas, BPBD dan Satgas MTA. Bahkan pencarian diperluas sampai radius 4 kilometer. 

“Radius pencaharian telah kami tambah namun belum juga memberikan hasil yang memuaskan “ Ungkap Petugas Basarnas.(ARD)

Friday, 17 November 2017 00:00

Barang Sitaan Petugas Selama 2 Bulan di Bakar

Written by

 Ngawi –12 jenis barang tindak pidana telah dimusnahkan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Ngawi. Barang bukti dari tindak pidana yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap dan keputusan inkrah dari Pengadilan Negeri (PN) Ngawi, Kamis (16/11). Pada kesempatan itu langsung dihadiri Kapolres Ngawi AKBP Nyoman Budiarja, Plt Kepala Dinkes Ngawi Agus Sri Gunawan dan beberapa pejabat lainya termasuk dari BNK Ngawi.

Adapun barang bukti yang dimusnahkan antara lain, berupa narkotika jenis sabu-sabu hampir 1 gram termasuk alat penghisap, Ganja sebanyak 21 gram lebih, ratusan pil koplo jenis Trihexyphenidyl dan satu unit mesin diesel dari lokasi tambang illegal. Selain itu Kejari Nagwi juga memusnahkan 65 lembar uang palsu pecahan Rp 100 ribu senilai Rp 6,5 juta. Tidak hanya itu saja kasus criminal penyalanggunaan mesin diesel untuk penghisap pasir juga di amankan oleh petugas .

“Kegiatan ini adalah kegiatan rutin untuk menghindari penumpukan berkas barang bukti di Kejari, baik itu perkara narkoba maupun perkara lain. Dan semua yang dimusnahkan hari ini merupakan barang bukti dari tindak pidana selama dua bulan terakhir,” terang Waito Wongateleng Kepala Kejari Ngawi, Kamis (16/11).

Sementara itu Kapolres Ngawi AKBP Nyoman Budiarja mengatakan permasalahan sosial di Ngawi terbilang cukup tinggi, bahkan untuk mencapai keinginannya banyak orang memilih jalur pintas seperti menjual narkoba. Tentunya hal tersebut sangat memprihatikan baginya

“Memang dalam  melakukan pemberantasan terhadap kejahatan sosial sekarang ini dibutuhkan kepedulian dari semua elemen masyarakat terutama para tokoh. Tentunya kita harus melibatkan semua itu untuk bisa mengantisipasi permasalah sosial dari awal,” pungkas Kapolres Ngawi. 

Sementara selama 2 bulan terakhir ini petugas unit reskoba polres Ngawi sedikitnya telah mengamankan lebih dari 5 tersangka pelaku dan sekaligus pengguna Sabu-sabu.(ARD)

Page 9 of 62