Sekitar Ngawi

Sekitar Ngawi (187)

Ngawi- Kembali korps baju coklat menorehkan prestasi dalam mengungkap pelaku tindak criminal. Belum lama ini hasil koordinasi dengan polres Blitar, satreskrim polres Ngawi berhasil  mengamankan 2 pelaku jambret beserta barang buktinya.  Kejadian ini berawal Pada hari Rabu tgl 4 Oktober 2018 sekira pkl 08.00 wib, unit reskrim  mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa seseorang yg diduga melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan berada di daerah Blitar pada 18 juli lalu,  kemudian anggota Subnit 1 berangkat ke Blitar untuk mencari informasi keberadaan pelaku. Dari hasil keterangan DS 21 th, swasta, warga asal Perumnas ciracas blok B,  nomor 86 Serang Banten sebagai pelaku pertama yang diamanakan pihak petugas Blitas. Bahwa ia mengaku  tidak berperan sendiri, melainkan di bantu rekannya  dan teridentifikasi satu pelaku ini adalah warga Ngawi. 

 

Tidak lebih dari kurun waktu 24 jam sekira pkl 22.30 Wib anggota subnit 1 mendapatkan alamat AS kemudian mengamankan  pelaku tanpa berkutik beserta alat bukti dikediamannya.  AS diketehui masih berumur 18 th,  salah satu warga asal  Jl. Dr wahidin Gg sikatan Kec. Ngawi Kab. Ngawi. Diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Muh. Indra Najib S.I.K., M.Si. keterlibatan salah satu pelaku asal Ngawi ini bertugas membagi hasil kejahatan yang di lakukan keduanya. 

 

“ Selain ikut menjambret pelaku menerima dan membagi hasil curian “ Tegas Kasat Reskrim Polres Ngawi.  

 

Akunya kepada petugas uang hasil curian ini di pergunakan untuk senang-senang dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kepada pelaku akan dikenakan pasal 365 KHUP tentang pencurian dengan pemberatan. Barang bukti berupa 1 buah Hp samsung ace 4,1 buah Hp samsung j7 prime yg dibeli dari hasil uang pencurian,  1 unit sepeda motor Beat biru  nopol AE 3857 LZ yg digunakan sarana kejahatan. (Ard)

Ngawi - Satuan reserse kriminal (Satreskrim) Polres  Ngawi berhasil menggagaljan jaringan jual beli pupuk bersubsidi antarkabupaten. Kejadian yang terjadi kemarin ini bermula dari petugas unit reskrim polsek Karangjati mendapati laporan dari warga yang tidak ingin di sebutkan identitasnya bahwasanya ada penjualan pupuk bersubsidi  yang dilakukan oleh warga Karangjati . Setelah petugas melakukan penyanggongan  di Jln. Umum turut Dsn. Pakolan Ds. Rejuno Kec karangjati Kab. Ngawi

ternyata benar adanya, operasi petugas tidak pulang dengan tangan hampa.  Petugas memberhentikan truk truck warna hitam nopol S 9472 UB,yang di duga bakal melakukan pengiriman pupuk. Mengetahui ada razia yang dilakukan petugas, truk yang dikemudikan oleh fatkur rohman, 44 th, swasta, almt Dsn. Sumbergaleh ds. Mbareng kec. Sekar kab. Bojonegoro tidak dapat berkutik (04/10). Dari hasil pemeriksaan petugas berhasil mengamankan barang bukti 1 unit truk pupuk phonska sebanyak 42 sak.@50K  pupuk Urea Sebanyak 80 sak.@50Kg. 

“ Kami sudah mencium lama peredaran pupuk bersubsidi yang di jual keluar kota dan ternyata benar kami temukan di wilayah Karangjati “ Jelas Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Moh. Indra Nadjib

 Dari hasil lidik pupuk bersubsidi ini bakal di kirim di  wilayah Desa Mbareng Kecamatan  Sekar Kabupaten  Bojonegoro di perjualbelikan diatas harga standart. Pupuk yang dijualnya akan dijual ke petani di  Kabupaten Bojonegoro,   dengan setiap karung, dia jual Rp90-100 ribu yang semestinya setiap 50 kilogram dijual Rp70 ribu. Diakui oleh Kasat Reskirm Polres Ngawi pemilik masih dalam lidik dan siap-spa dengan pelanggaran Psl 21 (2) PERMEMDAG RI No.  15/M-DAG/PER/4/2013 tentang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian Jo pasal 2(1)dan(2) PERPES nomor 15/2011 tentang penetapan pupuk bersubsidi sebagai barang dalam pengawasan Jo pasal 110 Jo pasal 35(2), pasal 36 UURI no. 7 tahun 2014 tentang perdagangan

“ Saat ini kami masih lidik pemilik pupuk tersebut dan berjanji bakal mengusut tuntas kasus penggelapan ini “ Tegas Kasat Reskrim Polres Ngawi. (Ard)

Page 10 of 94