Sekitar Ngawi

Sekitar Ngawi (148)

Friday, 27 July 2018 00:00

Pasutri residivis kembali di bekuk Polres Ngawi

Written by

Ngawi – Pasangan suami istri asal Solo Jawa Tengah tertangkap tangan kembali berulah di Ngawi. Keduanya WS (27) dan M (26) lagi-lagi di bekuk aparat kepolisian akibat kedapatan memiliki narkotika golongan 1 jenis  shabu seberat 0,46 gram. 

 

Petugas Kepolisian dengan melakukan penyamaran sebagai seorang pembeli,akhirnya berhasil mengamankan kedua pasutri WS (27) dan M (26) ketika proses transaksi terjadi di aera parkir masjid Ar Rahman Mantingan masuk Desa Jatimulyo, Kecamatan Mantingan Kabupaten Ngawi sekitar pukul 19.30 WIB pada Rabu, 18 Juli 2018.

 

“kedua pasutri merupakan residivis kasus yang sama di Polres Ngawi juga. Untuk selanjutnya masih akan terus di dalami untuk kasus ini, ada dugaan keterkaitan dengan daerah lain juga seperti Sragen dan Madiun”. Ungkap Kasat Resarkoba, Djanu Fitrianto, S.H

 

Dari keduanya disita 1 buah hanphone merek Xiaomi dan merk Nexian. Selain itu diamankan pula satu unit sepeda motor  Yamaha Fino warna biru dengan Nopol AD 5036 XA. Diketahui pula, ternyata sang istri yaitu M (26) sedang hamil dengan usia kandungan 2 bulan. Menyadari hal tersebut pihak Kepolisian akan menyiapkan Lapas yang memang sesuai dengan kondisi pelaku. 

 

“untuk yang perempuan, setelah dicek urin ternyata positif hamil 2 bulan. Nanti secara kemanusian akan diperlakukan sesuai dengan kondisinya”. Ujar Djanu Fitrtianto, S.H

 

Dengan ditemukannya barang bukti tersebut kedua pelaku diterapkan pasal 112 dengan maksimal hukuman 12 tahun penjara dan juga pasal 131 dengan ancaman hukuman pidana denda paling banyak Rp. 50.000.000.- 

 

Dua hari sebelum penangkapan pasutri itu, pihak Kepolisian juga menciduk seorang pelajar yang juga kedapatam memiliki pil koplo warna putih dengan logo “Y”. Naasnya tersangka FK (18) masih berstatus sebagai pelajar kelas 3 SMA di daerah Ngrambe. Pada FK (18) ditemukan 212 butir pil koplo yang berada di tiga (3) wadah berbeda. Barang bukti lain yang ditemukan adalah satu buah hanphone asus warna hitam. 

 

FK (18) dikenakan pasal 196 Jo Pasal 98 dengan ancaman hukuman paling lama 10 (sepuluh) tahun penjara dan juga denda paling banyak Rp. 1.000.000.000,- (satu miliar rupiah). Pemuda 18 tahun ini seperti tidak kapok berurusan dengan barang haram ini. Ketika pertama kali ia tertangkap saat masih duduk di bangku sekolah menegah, ia kini harus kembali mendekam di penjara.

Ngawi – Senin (23/07) kantor KPUD Ngawi tampak lengang. Belum nampak kesibukan yang berarti terkait pengembalian berkas-berkas bacaleg yang sedang dilakukan revisi serta pelengkapan dokumen. 

 

Selama masa perbaikan berkas-berkas serta dokumen yang dimulai sejak kemarin minggu 22 Juli hingga 31 Juli mendatang, KPU membuka konsultasi terkait kekurangan dokumen dan perbaikan yang harus dilakukan oleh setiap masing-masing parpol yang telah mendaftarkan bacalegnya.

 

“kami mempersilahkan partai untuk berkonsultasi mengenai perbaikan berkas tersebut,” begitu ungkap Syamsul Wathoni selaku ketua KPUD Ngawi

 

Hingga hari ini senin (23/07) seluruh partai telah melakukan konsultasi, akan tetapi kebanyakan partai berkonsultai via telepon atau instant messenger.  Hanya saja lebih di tekankan agar partai bisa datang langsung untuk melakukan perbaikan. Hal ini dikarenakan pihak KPU menginginkan agar perbaikan itu hanya satu kali saja, tidak harus berlarut-larut. Dengan datang ke kantor, komunikasi yang ada tidak akan mengalami gangguan. Sehingga prosesnya akan lebih cepat selesai.

 

Pihak KPUD menyatakan bahwa belum ada partai yang telah selesai dalam penyelesaian berkas. Hampir di setiap partai terdapat dokumen yang belum lengkap. SKCK, Surat Kesehatan, Surat Keterangan Pengadilan menjadi dokumen terbanyak yang harus dilengkapi oleh bacaleg. 

 

“hampir semua partai dianggap BMS (belum memenuhi syarat” begitu ungkapan Syamsul Wathoti terkait belum adanya partai yang selesai dalam melakukan perbaikan berkas.

 

Dalam mas perbaikan dan verifikasi ini terdapat juga bacaleg yang mengundurkan diri. Untuk jumlahnya belum dapat dipastikan berapa orang. Pasalnya pihak KPUD belum menerima surat pernyataan resmi terkait hal tersebut.

Page 2 of 74