Sekitar Ngawi

Sekitar Ngawi (123)

Ngawi – Nahas nasib salah satu warga Geneng Ngawi ini bermaksud untuk membantu rekannya dari tenggelam malah menjadi korban ganasnya sungai. Sebut saja korban dengan identitas  Pristi Yudi Dwi Handoko pria berumur 21 tahun asal Desa Klitik, Kecamatan Geneng, Ngawi ditemukan tidak bernyawa di sungai Ketonggo masuk Dusun Munggur, Desa Tempuran, Kecamatan Paron. Peristiwa yang mengenaskan dialami korban tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB pada Minggu, (03/12).

Menurut keterangannya, sebelum kejadian korban bersama tiga rekanya yakni Niko, Alfian dan Mustofa hendak berburu biawak dengan menyeberangi sungai Ketonggo. Namun mendadak saat menyeberang sungai itu Alfian terlihat tenggelam kontan saja Handoko sapaan akrab dari korban berusaha melakukan pertolongan.

Sayangnya, ketika dilakukan proses penyelamatan justru antara korban dengan Alfian sama-sama tenggelam. Melihat ada yang tidak beres dengan keselamatan jiwa kedua rekanya membuat Niko yang sudah berada dipinggiran sungai langsung menceburkan diri. Tetapi yang berhasil ditarik tanganya oleh Niko hanya Alfian sedangkan Handoko tidak lekas nongol ke permukaan air sungai.

“Si korban ini pada awalnya menolong satu rekanya yang tenggelam tetapi kedunya malah masuk kedalam air. Kemudian satu rekanya atas nama Niko berusaha menolong kedua temanya akan tetapi yang bisa ditarik ke atas permukaan air sungai hanya Alfian sedangkan korban tidak berhasil ditarik,” jelas Kapolsek Paron AKP I Wayan Murtika, Minggu (03/12).

Hal ini semoga menjadi pelajaran berharga bagi orang tua untuk terus melakukan pengawasan dan perhatian kepada buah hati kita agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.(ARD)

Monday, 11 December 2017 00:00

Pemilihan Kepala Desa Ngawi Berjalan Lancar dan Sukses

Written by

Ngawi- Patut di acungi jempol untuk para panitia penyelenggara pemilihan kepala desa di kabupaten Ngawi di buktikan dapat menyelesaikan tahapannya hingga tuntas tanpa ada permasalahan. Pilkades serentak yang dilaksanakan di 13 desa dari 9 kecamatan di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur sukses digelar pada Minggu, (03/12). Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Ngawi selaku penanggungjawab kolektif meyakini pelaksanaan pilkades secara umum tidak menemui hambatan maupun kendala dilapangan.

Meski tata cara pelaksanaan pilkades pertama kalinya memakai sistim TPS mendasar Perda Nomor 01 Tahun 2015 namun masing-masing panitia di tingkat desa langsung beradaptasi dengan menerapkan sistim terbarukan secara baik. Kabul Tunggul Winarno Kepala DPMD Ngawi menuturkan, pihaknya mengapresiasi posistif terhadap panitia desa yang sukses melaksanakan pilkades.

“Semua panitia yang ada desa kami support terus untuk melaksanakan pilkades secara baik transparan dan sesuai aturannya. Dan terbukti tidak ada kendala yang cukup berati meski demikian ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan terkait pilkades yang ada di Desa Baderan,” terang Kabul demikian sering disapa, Minggu (03/12).

Bebernya, jumlah keseluruhan proses pilkades serentak dari 13 desa terdapat 54 TPS dengan jumlah pemilih tetap (DPT) tercatat 46.248 orang. Kabul mengharapkan bagi desa yang melaksanakan pilkades segera mengajukan ke BPD agar calon kepala desa yang telah ditetapkan segera dilantik.

Berikut data pilkades serentak di Ngawi tahun 2017, untuk Desa/Kecamatan Gerih tercatat dalam DPT mencapai 10.774 orang dan hadir di TPS hanya 8.625 orang dan hasilnya dengan nomor urut 1 Agus Choiri mendapatkan 4.789 suara sedangkan nomor 2 Sholikin memperoleh 3.750 suara. Desa Kenongorejo, Kecamatan Bringin dengan DPT 4.368 jiwa hadir tercatat 3.566 orang dan 1. Munaji-1.151 suara, 2. Budiyono-290 suara, 3.  Suwarno-736 suara, 4. Pujianto-1.008 suara, 5. Danwit-337 suara.

Disusul Desa Sirigan, Kecamatan Paron dengan DPT 2.524 jiwa dan hadir mencapai 2.116 orang dan untuk 1. Suyanto-1.117 orang, 2. Markaban-975 suara. Desa Kebon, Kecamatan Paron tercatat dalam DPT 1.788 jiwa 1. Pan Gunadi-1.132 suara, 2. Slamet-119 suara, 3. Endah Sri Wulandari-272 suara. Sedangkan Desa Tambakromo, Kecamatan Padas dalam DPT 2.420 jiwa nomor urut 1. Tutik Purwati-1.200 suara, 2. Sungkono-950 suara.

Hal yang sama untuk Desa Banjaransari, Kecamatan Padas di DPT ada 2.317 jiwa untuk calon kepala desa 1. Puniyati-65 suara, Agus Widodo-1.932 suara. Desa Paras, Kecamatan Pangkur terdapat sesuai DPT 2.007 jiwa nomor urut 1. Siti Zhulaikan-876 suara, 2. Suyatno-881 suara. Tidak kalah ramainya bagi Desa Wonosari, Kecamatan Sine dengan DPT 1.669 jiwa nomor urut 1. Hartanto-762 suara, 2. Suyanto-636 suara.

Hal serupa untuk Desa Gendol, Kecamatan Sine ada DPT 1.142 jiwa nomor urut 1. Moch Syahid-680 suara, 2. Suyekti-87 suara. Terus berlanjut di Desa Campurasri, Kecamatan Karangjati dengan DPT 2.031 jiwa nomor 1. Darno-106 suara, 2. Sutrisno-1.515 suara. Desa Gempol, Kecamatan Karangjati dalam DPT tercatat 2.031 jiwa nomor 1. Susilo-1.515 suara, 2. Sriyatun-106 suara. Desa Simo, Kecamatan Kwadungan DPT 1.280 jiwa nomor 1. Sudarjo-1.047 suara, 2. Hartatik-33 suara dan terakhir untuk Desa/Kecamatan Kedunggalar DPT 8.040 jiwa nomor 1. Joko-5.238 suara, 2. Wendhy-253 suara. 

“ Setelah ini masih menjadi PR untuk segera di selesaikan adalah kasus Baderan dan pelantikan kepala desa yang sudah menjadi pemilihan rakyat masing-masing” tegasnya. (ARD)

Page 2 of 62