Sekitar Ngawi

Sekitar Ngawi (187)

Tuesday, 16 October 2018 00:00

Diduga Hasil Hubungan Gelap Bayi Baru Lahir Dibuang

Written by

Ngawi-Salah satu warga Ngawi harus berurusan dengan petugas setelah membuang bayinya. Sebut saja pelaku dengan identitas Ana, perempuan 29 tahun asal Ngawi yang selama ini tinggal di Perumahan Mutiara Blok BP. Saat ini pelaku harus mendekam di mapolres Sidoarjo Kota setelah ketahuan membuang bayi yang baru dilahirkannya sendiri, Rabu (12/9/2018).

Tidak kurang dari 24 jam petugas berhasil mengungkap identitas ibu pembuang bayi. Hingga kini petugas masih melakukan lidik atas apa yang di lakukan oleh perempuan ini mengaku tega membuang bayinya lantaran tidak disetujui suaminya. Kepada petugas pelaku mengakui bahwa bayi itu memang hasil hubungan gelap dengan pria lain.

"Suami tidak menyetujui saya merawat bayi dari hasil hubungan gelap," jawab Ana saat ditanya penyidik Polsek Sidoarjo.

Disebutkan juga bahwa selama ini kerap berhubungan intim dengan selingkuhannya itu di beberapa hotel di Sidoarjo. Semua tanpa sepengetahuan sang suami.

Ana mengaku melahirkan bayinya di bidan dekat tempat tinggalnya. Kemudian bayi sempat dibawa pulang, dan kemudian dibuang di blok lain di perumahan itu, Rabu sekira pukul 05.30 WIB.

"Dari penemuan itu, petugas melakukan penyelidikan. Akhirnya berdasar keterangan bidan setempat diketahui ada warga yang baru saja melahirkan. Dari situ akhirnya petugas menemukan pelaku pembuangan bayi ini," Jelas Kapolresta Sidoarjo Kombespol Himawan Bayu Aji

Dari pemeriksaan terhadap Ana, diketahui bahwa dia stress karena setelah melahirkan, suaminya tidak mau mengakui bayi tersebut. Dari situ kemudian dia memutuskan untuk membuangnya.

"Diakui juga dia punya selingkuhan. Seorang pria berinisial TR yang usianya sekitar 30 tahun, tinggal di Gedangan, Sidoarjo," jelas Kapolres.

Selain Ana, polisi juga memintai keterangan beberapa pihak. Termasuk suaminya. Hasilnya, sang suami juga mengiyakan bahwa istrinya itu kerap ketahuan berhubungan dengan pria lain.

"Bahkan dari keterangan beberapa saksi yang kami kumpulkan, tersangka ini juga pernah dua kali dibawa ke balai desa karena ketahuan berhubungan dengan pria lain," sebut seorang penyidik di Polsek Sidoarjo Kota.

Sekarang, Ana terancam mendekam di dalam penjara selama lima tahun. Dia dijerat dengan pasal 77 huruf b Undang-undang nomor 36 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Terkait nasib sang bayi yang dibuang, polisi masih berkordinasi dan menyerahkan kepada pelayanan sosial anak balita (PSAB) di bawah Dinsos Kabupaten Sidoarjo . Apakah dikembalikan ke orangtuanya atau bagaimana, masih dikordinasikan. Kita juga sudah mengkoordinasikan kepada pihak Mapolres Ngawi bahwasanya ada salah satu warganya yang menjadi pelaku di Sidoarjo.(Ard)

Tuesday, 16 October 2018 00:00

Warga Semarang Nekat Mencuri Motirdi Gelandang Petugas

Written by

Ngawi- Sepandai—pandainya menyimpan bangkai pasti tercium jua, peribahasa ini nampaknya cocok dengan apa yang di alami oleh pelaku ranmor asal Semarang. Pelarian GS pria 51 tahun warga Semarang Jateng yang tinggal di Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Ngawi Kota, Ngawi berhasil dihentikan petugas kepolisian wilayah setempat. GS terpaksa digelandang ke Mapolsek Ngawi Kota setelah diduga kuat sebagai pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang dilakukan pelaku pada 24 Septeber 2018 lalu.

Kepada petugas saat melakukan penyidikan, GS mengakui perbuatanya yakni telah melakukan tindak pencurian sepeda motor jenis Yamaha Vega warna hitam nopol AE 4969 JK milik Sukaeni (30) warga Dusun Pelemsili, Desa/Kecamatan Pitu, Ngawi. Akibat perbuatanya itu GS bakal dijerat dengan Pasal 363 KUHP  tetang pencurian guna mempertanggung jawabkan tindakannya pelaku saat ini harus mendekam di balik jeruji mapolres Ngawi.

“ Kami ucapkan terima kasih atas apa yang menjadi kerjasama warga dan petugas sehingga berhasil mengungkap pelaku. Untuk pengusutan lebih lanjut GS kami tahan guna kelengkapan BAP,” jelas Kapolsek Ngawi Kota AKP Khristanto WN, Senin, (15/10).

Terendusnya pelaku ini setelah GS nekat melakukan pencurian dari laporan korban Sukaeni pada 24 September 2018 lalu yang merasa kehilangan sepeda motor miliknya setelah ditinggal mencari ikan di Bengawan Solo. Sewaktu kejadian terang Kapolsek Ngawi, sepeda motor milik korban diparkir dibelakang RSUD dr Soeroto Ngawi dengan posisi terkunci.

Begitu selesai beraktifitas mencari ikan korban sudah mendapati sepeda motornya raib entah kemana. Mendasar laporan itulah polisi terus melakukan penyelidikan dan berhasil mengungkap aksi yang dilakukan GS pada Minggu kemarin, (14/10). Tidak mau kehilangan pelaku petugas langsung menyisir kediamannya yang dipimpin langsung oleh  Kapolsek Ngawi Kota AKP Khristanto WN dan petugas berhasil membekuk pelaku tanpa perlawanan dan mengakui perbuatannya.(Ard)

Page 2 of 94