Sekitar Ngawi

Sekitar Ngawi (219)

Sunday, 09 December 2018 00:00

Depresi Pemilik Bengkel Karangasri Nekat Gantung Diri

Written by

Ngawi- Hingga di penghujung tahun ini kisah hidup warga Ngawi semakin kelam, banyak warga mereka memilih meregang dengan lilitan tali di leher daripada menyongsong hidup. Untuk kesekian kalinya warga Ngawi dilaporkan meninggal dengan cara nekat dan menggegerkan warga sekitar. Kisah pemilik bengkel yang cukup memilukan ini menambah daftar warga Ngawi yang mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Sebelumnya setelah gagal memutuskan urat nadi dikedua tanganya kini malah melakukan aksi yang lebih nekat lagi yakni gantung diri dirumahnya sendiri korban.

Kenekatan korban  dengan identitas  Heri Riyanto pria berumur 50 tahun warga Dusun Nglarangan, Desa Karangasri, Kecamatan/Kabupaten Ngawi. Korban ditemukan gantung diri menggunakan seutas tali plastik dikamar mandi sekitar pukul 10.00 WIB pada Kamis, (06/12/2018).

Kepada petugas istri korban menejelaskan, sekitar pukul 07.00 WIB Suhartatik baru saja pulang mengantarkan salah satu anaknya ke sekolah. Setelah pulang saksi ini langsung membelikan sarapan untuk korban. Usai makan, korban pamit kepada istrinya mau ke rumah teman dengan menaiki sepeda motor. Istrinya pun bergegas tidur di kamar rumahnya.

Setelah bangun Suhartatik menyapu disamping rumah namun menemukan sepeda yang dikendarai korban. Merasa curiga karena korban pernah melakukan bunuh diri ia lantas mencari keberadaan korban di kamar tidur akan tetapi tidak berada ditempat. Kemudian dicari lagi ke kamar mandi ternyata menemukan korban yang kondisinya sudah meninggal dengan cara gantung diri.

“ Korban sudah di temukan dalam keadaan sudah meninggal dengan cara gantung diri memakai tali plastik dikamar mandi dan tidak ditemukan tanda-tanda penganiyaan pada tubuh korban,” kata Kapolsek Ngawi Kota AKP Khristanto WN.

Ia pun membenarkan pada pertengahan November 2018 lalu korban sempat mencoba bunuh diri dengan menyayat urat nadi dikedua pergelangan tangan namun gagal setelah diketahui oleh istrinya. Untuk menyelamatkan nyawanya, korban dilarikan ke RSUD dr Soeroto Ngawi. Setelah membaik korban kembali mengulangi aksi nekatnya dengan cara gantung diri.(Ard)

Sunday, 09 December 2018 00:00

Akhir Tahun Proyek Fisik Ngawi Amburadul

Written by

Ngawi- Ngeri proyek fisik dengan nilai milyaran rupiah harus tidak terselesaikan dengan memuaskan bahkan ada pula baru 10% sudah kabur.  Sejak beberapa hari terakhir ini jelang pergantian tahun baru anggota dewan genjar dengan fungsi kontrolnya kepada kebijakan pemerintah daerah setempat. Seperti apa yang dilakukan oleh komisi IV DPRD Ngawi melakukan inspeksi mendadak dengan proyek dengan label plat merah. Bukannya mendapatkan hasil yang memuaskan proyek berjalan dengan catatan dan mendapai kritikan nitizen hingga warga masyarakat secara langsung.  

Pembangunan awal mega proyek yang menjadi sorotan berbagai pihak.  Pertama proyek Tugu Kartonyono setelah usai masa pengerjaan langsung banjir kritikan. Bukan tanpa alasan, tugu yang seharusnya menjadi ikon Ngawi hasilnya sangat tidak memuaskan. Mendasar rekomendasi sidak dari wakil rakyat (Komisi IV DPRD Ngawi) pembangunan tugu harus dipermak ulang baik lapisan tugu maupun cat. Karena proyek yang berada tepat dijantung Kota Ngawi itu tidak kecil nilainya.

Dan kedua, lagi-lagi masalah proyek terjadi seolah lempar handuk sebelum aksi. Sebut saja proyek Taman Sukowati senilai Rp 2 miliar lebih terancam gagal rampung diakhir tahun.

Tragis, hasil ceklist pada saat sidak proyek dibawah kendali Dinas Lingkungan Hidup itu baru mencapai progres 39,04 persen terhitung 5 Desember 2018 . Pelaksana proyek dalam hal ini CV Sugihwaras yang bertanggungjawab penuh atas proyek taman tersebut terkesan lari. Terbukti, saat hearing yang digelar Komisi IV DPRD Ngawi pada Jum’at, 07 Desember 2018, keberadaan Direktur CV Sugihwaras tidak hadir dalam rapat yang di gagas oleh wakil rakyat tersebut.

Merasa panggilannya tidak di gubris oleh rekanan proyek, penanggung jawab taman Sukowati.  Dewan memberikan strasing kepada Dinas Lingkungan Hidup untuk memutus kontrak dengan rekanan nakal itu. Menyusul sesuai batas kontrak pengerjaan proyek taman harus tuntas pada 12 Desember 2018. Hal ini juga mendasar dari waktu pengerjaan yang tidaklah mungkin di kerjakan.

Seperti pada Jum’at ini, (07/11/2018), Komisi IV DPRD Ngawi memanggil semua pihak yang terkait dengan proyek Taman Sukowati bernilai Rp 2,078 miliar melalui rapat hearing. Hasilnya, dewan merekomendasikan putus kontrak terhadap CV Sugihwaras selaku rekanan yang menggarap proyek taman di Dungus, Desa Karangasri, Kecamatan/Kabupaten Ngawi tersebut.

“Tadi kita gelar hearing dalam kesepakatanya harus diputus kontraknya. Karena tidak mungkin akan terselesaikan sesuai jatuh temponya,” terang Slamet Riyanto Ketua Komisi IV DPRD Ngawi.

Dibenarkan Slamet, melalui Dinas Lingkungan Hidup (LH) Ngawi harus menghitung secara cermat berapa volume yang dihasilkan termasuk kwalitas dari proyek itu. Kalau toh volumenya tercapai jika kwalitasnya buruk tetap dilakukan pembongkaran pada proyek yang dikerjakan oleh rekanan asal Bojonegoro itu.

Di jelaskannya hal ini mendasar dari sidak pada Rabu kemarin, (05/12/2018), progresnya baru mencapai 39,04 persen. Apabila dilihat besaran nilai progresnya jelas tidak mungkin akan rampung pada 12 Deaember 2018 mendatang. Sedangkan di satu sisi pihak rekanan sendiri sudah mencairkan anggaran senilai 30 persen atau sekitar Rp 600 juta dari nilai kontrak yang diteken.

Ditempatbyang sama, Dodi Aprilasetia, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Dinas Lingkungan Hidup Ngawi mengaku akan segera menyiapkan dokumen yang diperlukan untuk melaksanakan break contract. Dodi menyatakan, koordinasi dan komunikasi dengan pelaksana yakni CV Sugihwaras sendiri tidak berlangsung dengan baik.

Dinas LH sendiri dalam menangani proyek ini, setelah melihat catatan dari konsultan pengawas, juga telah melayangkan surat peringatan sebanyak 3 kali dan juga memanggil dalam show cause meeting (SCM) atau rapat pembuktian keterlambatan.(Ard)

Page 2 of 110