Sekitar Ngawi

Sekitar Ngawi (132)

Ngawi- Kembali menorehkan prestasi membanggakan dari Resmob Subnit I Polres Ngawi tidak butuh waktu lama untuk mengungkap aksi pembobolan brankas milik koperasi simpan pinjam (KSP) diwilayah hukumnya dalam rentang dua bulan terakhir ini. Hanya butuh waktu kurang dari 12 jam petugas kepolisian berhasil menggulung sindikat pembobol brankas lintas daerah di wilayah Ponorogo sekitar pukul 18.00 WIB pada Kamis kemarin, (01/03).

Terduga pelaku yang berhasil diamankan dan langsung digelandang ke Mapolres Ngawi berinisial AS (47) pria asal Desa Tulang Bawang, Kecamatan Gunung Terang, Kabupaten Tulang Barat, Lampung. Kanit I Resmob Polres Ngawi Ipda Tri Boy AS mengatakan, saat dilakukan penangkapan ada dua pelaku lainya selain AS yang sama-sama digulung yakni WT dan MH.

“Penangkapan yang melibatkan Resmob Ponorogo kemarin itu totalnya ada tiga orang yang diamankan. Hanya saja WT dan MH ini langsung diproses di Polres Ponorogo karena terlibat juga suatu kejahatan disana dan yang dibawa ke Ngawi hanya AS,” beber Ipda Tri Boy AS, Jum’at (02/03).

Jelasnya, saat ini AS langsung dilakukan pemeriksaan dan penyidikan secara marathon untuk mengungkap kejadian lain selain di wilayah Ngawi. Ia pun membenarkan ketiga terduga pelaku masuk spesialis pembobol brankas tersebut sebagai jaringan antar daerah.

Penangkapan terhadap AS setelah adanya laporan dari PT Tri Mitra Tunas Sakti selaku distributor operator Indosat yang beralamatkan di Jalan Ahmad Yani masuk Desa Beran, Kecamatan Ngawi Kota, Ngawi pada Kamis kemarin, (01/03), sekitar pukul 09.00 WIB. Disebutkan, brankas milik distributor Indosat itu mendadak kondisinya rusak dan terbuka yang disinyalir habis digasak maling.

Setelah dilakukan pengembangan lebih lanjut Resmob Polres Ngawi langsung menyasar AS sebagai terduga pelaku. Setelah berhasil diinterogasi, AS mengakui seluruh aksi kejahatan yang dilakukanya itu. Modusnya, AS bersama dua rekanya baik WT maupun MH mendatangi sasaranya itu dengan mengendarai mobil Daihatsu jenis Xenia warna silver nopol F 1645 CR.

“Setelah dianggap sepi pelaku ini masuk ke lokasi dengan cara merusak pintu rolling door dan merusak brankas. Kemudian menguras seluruh isi brankas,” beber Ipda Tri Boy AS.

Namun dari indikasi yang ada mendasar pemeriksaan secara intensif terhadap AS diduga telah membobol brankas di dua lokasi berbeda di wilayah Ngawi selain brankas milik PT Tri Mitra Tunas Sakti. Yakni  brankas milik KSP Bina Sejahter yang berada di Jalan PB Sudirman Ngawi pada 13 Februari 2018 lalu. 

" Kami ucapkan terimakasih atas kerjasama yang sinergis antara warga Ngawi dengan Petugas, sehingga berhasil menangkap pelaku. Janji kami tidak akan biarkan pelaku kriminal merajalela di wilayah Hukum Mapolres Ngawi" Jelas Kapolres Ngawi(ARD)

Sunday, 04 March 2018 00:00

Diduga Terpeleset Nenek Paron Ngawi Terseret Arus

Written by

 NGAWI - Tragis dengan apa yang dialami oleh korban, sebut saja Sani seorang nenek 80 tahun warga Dusun Gnetong Kidul, RT 02/RW 03, Desa Gentong, Kecamatan Paron, Ngawi menjadi korban ganasnya arus sungai di wilayah Desa Soco, Kecamatan Jogorogo, Ngawi pada 14.30 pada Jum’at kemarin, (02/03). Menurut keterangan salah satu saksi, saat kejadian melihat baju maupun peralatan untuk mencari pasir milik korban berada dipinggiran sungai.

 

“Saya lihat ada baju dan peralatan itu saja apalagi kondisi sungan banjir mebuat curiga. Lantas saya informasikan kepada keluarganya dirumah sore itu juga dengan dibantu warga sekitarnya langsung mencari keberadaan korban dengan melakukan penyisiran disekitar sungai,” terang Suyanto salah satu saksi mata, Sabtu (03/03).

 

Atas kejadian tersebut aparat kepolisian dari Polsek Jogorogo bersama tim Sikatan Rescue langsung berusaha melakukan upaya pencarian terhadap korban. Proses pencarian akhirnya membawa hasil sekitar pukul 23.30 WIB pada Jum’at malam, (02/03), jasad korban ditemukan dialiran sungai masuk wilayah Desa Gentong atau berjarak sekitar 1 kilometer dari lokasi kejadian.

 

“Saat itu juga jenasah korban Mbah Sani itu langsung di evakuasi dari sungai. Hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan tanda tanda kekerasan dan meninggalnya korban murni karena terseret arus sungai sewaktu banjir. Malam itu juga jenasahnya langsung kami serahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,” pungkas Kapolsek Jogorogo AKP Budi Cahyono.

Pihaknya mengharapkan kepada warga Ngawi untuk lebih berhati-hati dan waspada terhadap aliran sungai yang saat sekarang mulai sering deras dengan cuaca musim penghujan saat sekarang. (ARD)

Page 3 of 66