Sekitar Ngawi

Sekitar Ngawi (235)

Friday, 18 January 2019 00:00

Hari Ultah, Perangkat Desa Ngawi Peluk Jokowi

Written by

Ngawi - 14 Januari 2019 hari yang cukup spesial bagi Nuryanto Perangkat Desa Wonokerto, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi. Bagaimana tidak di hari ulang tahunnya perangkat desa berstatus kaur keuangan ini berhasil menembus penjagaan ketat paspampres dan memeluk penuh suka sekaligus haru presiden ke 7 Joko Widodo dihadapan ribuan perangkat desa se-Indonesia.

Di ceritakan oleh Nur demikian panggilan akrab perangkat Desa Wonokerto, karena terlalu bahagia bisa dekat dengan seseorang yang dikagumi dan sudah menjadi impiannya di hari ultah ke 48 ini bisa dekat dengan presiden. 

" Saya sangat senang sekali, karena terlalu senang tidak terasa niat yang sudah di rencanakan sebelum berangkat ke Jakarta ini bisa terpenuhi sampai menangis " ucapnya dengan terbata. 

Berhasil dekat dan memeluk presiden ini berawal dari presiden RI menemui ribuan aksi demo perangkat desa se-Indonesia. Aksi demo yang awalnya akan di gelar di depan istana kepresidenan, dialihkan oleh Jokowi ke gedung Istora Senayan, Jakarta agar ribuan perangkat desa tidak kehujanan. 

“ Setelah selesai memberikan sambutan Pak Jokowi yang turun dari podium langsung saya hampiri dan saya peluk “ tambahnya. 

Tuntutan ribuan perangkat desa yang tergabung dalam Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) yakni penyerataan kesejahteraan pengahasilan mereka dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) Golongan IIA. Yakni Di revisinya Peraturan Pemerintah no. 43 dan 47 Ditambah pemberian pelayanan kesehatan berupa BPJS dalam waktu dekat. Membuat sosok dari perangkat desa yang hendak mancung menjadi Calon Kepala Desa Wonokerto Kecamatan Kedunggalar Ngawi menjadi penyemangat tersendiri. 

“ Setelah berhasil memeluk pak Jokowi, semoga lancar pula saya membawa amanah  warga Desa Wonokerto” imbuhnya.

Friday, 18 January 2019 00:00

Gandeng Relawan Backup Pemilu

Written by

Ngawi - Genderang pesta demokrasi sudah mulai dekat, penyelenggara PEMILU berbenah diri untuk mempersiapkan personil hingga mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Sepertihalnya apa yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ngawi membuka pendaftaran sedikitnya  55 orang relawan demokrasi untuk Pemilu 2019.  Diungkapkan oleh Ketua KPU Kabupaten Ngawi Samsyul Wathoni, unsur dari 55 orang relawan demokrasi meliputi berbagai macam basis masyarakat tidak ada persyaratan khusus agar kiranya dapat menyasar ke semua sektor.

Tugas dari relawan ini adalah mereka menyasar pemilih yang sudah berkeluarga, pemilih pemula, pemilih perempuan, penyandang disabilitas, kaum marginal, komunitas, keagamaan, warga internet dan basis warga adat dan budaya. Perekrutan relawan demokrasi ini guna meningkatkan partisipasi pemilih dan membangkitkan kesukarelaan masyarakat sipil dalam pelaksanaan Pemilu 2019. 

“ Adanya relawan ini pada intinya untuk menekan angka golput pada proses pemilihan suara mendatang,”  Jelas Toni demikian panggilan akrab Ketua KPU Kabupaten Ngawi, Senin, (14/01/2019).

Guna  menyasar mereka dengan kebutuhan khusus, KPUD Ngawi telah mempersiapkan 5 personil guna memberi ruang untuk mengakses hak pilihnya. Jumlah tersebut kata Toni sekarang ini sudah terpenuhi menjelang penutupan pendaftaran relawan demokrasi Selasa besok, (15/01/2019).

Tambah Ketua KPUD Ngawi kendati tugas mereka hanya sebagai penyuntik semangat agar menggunakan hak pilihnya. Namun ada persyaratan yang harus di penuhi yang diantaranya berusia minimal 17 Tahun dan berijazah minimal SLTA/sederajat, memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik dan bukan bagian dari penyelenggara pemilu.

Tidak hanya itu saja bagi pemohon relawan demokrasi  mereka harus memiliki pengalaman dalam kegiatan penyuluhan atau aktif dalam organisasi kemasyarakatan atau kemahasiswaan. Agar terinci dan terlaksana dengan baik pemohon wajib membuat program kerja yang nantinya dapat di implentasikan.

“Tugas mereka hingga pelaksaan pesta demokrasi 2019 berakhir yakni bulan april dari perekrutan di bulan Januari,” tutupnya.(Ard)

Friday, 18 January 2019 00:00

Bedah Rumah Ala ICN, Bersama Wakil Bupati Ngawi

Written by

Ngawi - Banyak cara membantu sesama dan terlebih lagi hal itu di lakukan bersama-sama akan terasa ringan dan menyenangkan. Patut di acungi jempol dan menjadi contoh yang baik bagi komunitas lainya, yang tidak hanya  berkibar di udara(media:red) tapi kosong dilapangan. Info Cegatan Ngawi atau ICN ini sudah malang melintang di dunia maya Ngawi, dengan memberikan informasi sekitar bumi orek-orek dengan media Facebook. Berdampak nama komunitas ini  tidak asing di indra pendengar, bahkan pihak pemkab dan stakeholder mengakui serta ikut membantu kegiatan mereka. Sepertihalnya kemarin minggu (13/01) ICN  Peduli mengadakan bedah rumah salah satu warga tidak mampu di kecamatan Pitu Ngawi. Selain memberikan informasi kepada publik Ngawi, ICN Peduli juga bergerak dalam bidang bakti sosial penggalangan dana untuk korban bencana serta bedah rumah warga kurang mampu. 

“ Komunitas kami awalnya memberikan info kejadian – kejadian seputaran Ngawi dan saat ini berkembang kearah bakti sosial yang di amini oleh pejabat Ngawi “  ungkap Bobby Duta selaku Koordinator ICN. 

Hari minggu (13/01) hari yang cukup bahagia bagi Samirah warga Dsn. SRUGUWAK Ds SELOPURO Kec PITU Kab Ngawi. Pasalnya rumah beratap bambu dan tidak layak huni di sulap oleh komunitas ICN sedemikian rupa sehingga penghuninya betah di rumah. Awalnya Samirah acapkali hujan turun tidak lepas dari air yang masuk di kediamannya belum udara dingin yang menusuk tulang tuanya karena dinding anyaman bambu. 

“ Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada mas dan mbak yang sudah memperbaiki rumahnya”  ucap Sumirah dengan isak bahagia. 

Sementara orang nomer 2 di Kabupaten Ngawi, Ony Anwar Harsono menyempatkan waktu bersama komunitas ICN Peduli untuk membantu pembangunan rumah Sumirah. Tidak ada kata dan sungkan dari diri Wakil Bupati Ngawi dari mengangkat kayu hingga memasang daun pintu. 

“ Saya salut dengan dengan apa yang di lakukan komunitas ICN yang peduli dengan sesama dan akunya ICN sudah belasan rumah warga Ngawi sudah di bangun “ Tegas Mas Ony demikian panggilan akrab Wakil Bupati Ngawi. 

 

Dalam kegiatan sosial berbentuk bedah rumah kali ini pihak pemerintah daerah tidak hanya memuji kegiatan positif dari ICN Peduli Sedikit membenarkan bahwa selama ini pemerintah terkadang masih belum bisa mennyentuh warga secara langsung. Bukannya mengesampingkan namun karena terbentur masalah terkendala administrasi birokrasi. Namun dengan adanya komunitas ICN ini, cukup membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat Ngawi. 

“ Keberadaan dari komunitas semacam ICN Peduli sangat dibutuhkan peranannya. Kita dukung seperti ini kedepan dan seterusnya," tegas Wakil Bupati Ngawi. (Ard)

Friday, 18 January 2019 00:00

DBD Meningkat di Ngawi Dinkes Siaran Keliling

Written by

Ngawi - Akhir tahun ini kabupaten Ngawi di kejutkan dengan peningkatan angka penderita dengan diagnosa akibat terinfeksi nyamuk Aedes Aegypti. Sementara informasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi selama dua bulan terakhir  yakni 2018 lalu hingga awal tahun 2019 ini terjadi peningkatan angka penderita demam berdarah diwilayahnya.

Diungkapkan oleh Jaswadi Kasi P2PM Dinkes Ngawi menyebutkan selama rentang waktu Nopember – Desember 2018 lalu jumlah penderita akibat gigitan nyamuk aedes aegypti mencapai lebih dari 200 pasien baik anak maupun dewasa. Data ini terkafer oleh dinas dikarenakan penderita tengah dalam penanganan petugas kesehatan, belum yang menjalani rawat jalan hal itu belum bisa pihaknya laporkan.  

Dilain sisi jelasnya, jumlah penderita demam berdarah yang berada di tiga rumah sakit baik milik pemerintah daerah maupun swasta yang ada di Ngawi hingga kini belum terdeteksi jumlah pasien. Mengingat yang tahu persis jumlah penderita demam berdarah hanya manajemen rumah sakit sendiri.

 “ Meningkatnya kerjasama data ini setelah adanya kesepakatan secara dasar hukum pihak rumah sakit yang sebelumnya agak sulit melaporkan data  sekarang sudah mau melaporkan data-datanya” tambah Jaswadi.

Terdata di tahun 2016 jumlah pendeita tidak lebih dari dari angka 600, 2017 alami peningkatan jumlah yang signifikan namun belum menembus angka 700, di tahun 2018 alami penurunan di karenakan siklus cuaca dengan rentang bulan Januari – Oktober. Namun memasuki di bulan November jumlah penderita Dengue Shock Syndrome mulai alami peningkatan mencapai 700 pasien lebih.

“ Dari tahun ke tahun jumlah penderita alami peningkatan dan penyumbang penderita terbanyak kasus demam berdarah itu paling banyak dua bulan terakhir,” tegas Jaswadi Kasi P2PM Dinkes Ngawi, Jum’at, (12/01/2019).

Penyakit yang menjadi perhatian dan kewaspadaan ini dikarenakan penyebaran melalui nyamuk sehingga sulit diidentifikasi. Tindakan pencegahan dengan foogingpun tidak serta merta memberantas, pasalnya jentik tidak ikut mati saat dilakukan pengasapan. Langkah persuasif yang dilakukan oleh Dinkes Ngawi, dalam mengatasi penyebaran penyakit DBD  yakni menggiatkan sosialisasi keliling.  Tidak hanya menyasar daerah –daerah endemik rentan dengan penyakit demam berdarah sepertihalnya Kecamatan Ngawi kota, Kecamatan Kedunggalar  dan Kecamatan Widodaren. Namun secara serentak di wilayah Dinkes Ngawi, dengan harapan bisa menyasar ke khalayak publik. 

“ Kegiatan siaran keliling ini kami laksanakan secara serentak di semua jajaran puskesmas di  Kabupaten Ngawi “ Tutup Jaswadi. (Ard)

Page 2 of 59