Sekitar Ngawi

Sekitar Ngawi (135)

Ngawi- Mapolres Ngawi kembali menorehkan prestasinya Satuan reserse narkoba (Satnarkoba) Polres Ngawi menunjukan taringnya dalam pemberantasan pelaku penyalahgunaan narkoba maupun obat-obatan psikotropika selama dua bulan terhitung Januari-Februari 2018. Terbukti ada 8 orang berhasil disikat polisi terbagi atas 4 orang diduga sebagai pelaku kejahatan narkoba khususnya sabu-sabu dan 4 orang lainya terjerat peredaran obat-obatan psikotropika.

 

Kasatnarkoba Polres Ngawi AKP Moch Mukid dihadapan wartawan menegaskan, sedikitpun pihaknya tidak ada ampun sekaligus memberikan ruang bagi pelaku kejahatan narkoba diwilayah hukumnya. Para terduga pelaku yang digasak tersebut berasal dari Ngawi maupun luar daerah.

 

“Narkoba ini sudah menjadi musuh kita bersama jadi ruang peredaranya terus dipersempit dan pelakunya kita kejar sampai tertangkap. Pokoknya jangan coba-coba bermain narkoba di wilayah Polres Ngawi ini,” tegas Kasatnarkoba Polres Ngawi AKP Moch Mukid, Rabu (28/02).

 

Ia menyebut 4 terduga pelaku penyalahgunaan narkoba yang berhasil ditangkap antara lain berinisial LS alias Kancil (23) pria asal Desa Trenggul, Kecamatan Jenawi, Karanganyar, Jawa Tengah berhasil ditangkap pada 12 Januari 2018. Dari tanganya polisi mendapat barang bukti berupa sabu-sabu seberat 0,08 gram. Disusul AW alias Saleho (25) pria asal Desa Jatimulyo, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro, Jawa Timur dibekuk pada 15 Januari 2018 dengan barang bukti sabu-sabu 0,42 gram.

 

 

 

Masih perkara narkoba jenis sabu-sabu ditangkap lagi DNW (15) seorang bocah laki-laki dibawah umur asal Kecamatan Gerih, Ngawi dengan barang bukti sabu-sabu 0,12 gram dan berhasil ditangkap pada 13 Februari 2018. Kemudian MAT (23) si tukang tato asal Desa Dawu, Kecamatan Paron dibekuk polisi pada 23 Februari 2018 dengan barang bukti sabu-sabu 0,24 gram.

 

Sedangkan 4 terduga pelaku yang tersandung kasus penyalahgunaan obat-obatan psikotropika atau pil koplo antara lain AM alias Amey (21) pria asal Desa Sekaralas, Kecamatan Widodaren, Ngawi dibekuk pada 14 Januari 2018 dengan barang bukti 70 pil koplo jenis double L. Ditambah lagi MA (18) pria asal Desa Wedi, Kecamatan Kapas, Bojonegoro, Jawa Timur dengan barang bukti sekitar 10 butir pil double L.

 

Dilanjutkan, BPK (24) pria yang tercatat sebagai warga Desa Beran, Kecamatan Ngawi Kota, Ngawi disikat polisi pada 7 Februari 2018 dengan barang bukti 100 butir pil berlogo Y yang diduga sebagai pil koplo. Dan terakhir DS (21) remaja asal Desa Campurasri, Kecamatan Karangjati, Ngawi ditangkap pada 10 Februari 2018 dengan barang bukti 193 pil double L.

 

Pungkas AKP Moch Mukid, dari 4 pelaku penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu total barang buktinya mencapai 0,86 gram dan 4 pelaku penyalahgunaan pil psikotropika totalnya mencapai 422 butir pil koplo. Dari semua terduga pelaku sekarang ini terus dilakukan penyidikan guna mengungkap jaringan pelaku lainya yang belum tertangkap. Masih banyak yang menjadi PR mapolres Ngawi dalam menekan aksi kriminalitas di Ngawi mendasar hal itu pihaknya bakal terus menjadi momok bagi para pelaku kriminal.(ARD)

Ngawi- Kembali menorehkan prestasi membanggakan dari Resmob Subnit I Polres Ngawi tidak butuh waktu lama untuk mengungkap aksi pembobolan brankas milik koperasi simpan pinjam (KSP) diwilayah hukumnya dalam rentang dua bulan terakhir ini. Hanya butuh waktu kurang dari 12 jam petugas kepolisian berhasil menggulung sindikat pembobol brankas lintas daerah di wilayah Ponorogo sekitar pukul 18.00 WIB pada Kamis kemarin, (01/03).

Terduga pelaku yang berhasil diamankan dan langsung digelandang ke Mapolres Ngawi berinisial AS (47) pria asal Desa Tulang Bawang, Kecamatan Gunung Terang, Kabupaten Tulang Barat, Lampung. Kanit I Resmob Polres Ngawi Ipda Tri Boy AS mengatakan, saat dilakukan penangkapan ada dua pelaku lainya selain AS yang sama-sama digulung yakni WT dan MH.

“Penangkapan yang melibatkan Resmob Ponorogo kemarin itu totalnya ada tiga orang yang diamankan. Hanya saja WT dan MH ini langsung diproses di Polres Ponorogo karena terlibat juga suatu kejahatan disana dan yang dibawa ke Ngawi hanya AS,” beber Ipda Tri Boy AS, Jum’at (02/03).

Jelasnya, saat ini AS langsung dilakukan pemeriksaan dan penyidikan secara marathon untuk mengungkap kejadian lain selain di wilayah Ngawi. Ia pun membenarkan ketiga terduga pelaku masuk spesialis pembobol brankas tersebut sebagai jaringan antar daerah.

Penangkapan terhadap AS setelah adanya laporan dari PT Tri Mitra Tunas Sakti selaku distributor operator Indosat yang beralamatkan di Jalan Ahmad Yani masuk Desa Beran, Kecamatan Ngawi Kota, Ngawi pada Kamis kemarin, (01/03), sekitar pukul 09.00 WIB. Disebutkan, brankas milik distributor Indosat itu mendadak kondisinya rusak dan terbuka yang disinyalir habis digasak maling.

Setelah dilakukan pengembangan lebih lanjut Resmob Polres Ngawi langsung menyasar AS sebagai terduga pelaku. Setelah berhasil diinterogasi, AS mengakui seluruh aksi kejahatan yang dilakukanya itu. Modusnya, AS bersama dua rekanya baik WT maupun MH mendatangi sasaranya itu dengan mengendarai mobil Daihatsu jenis Xenia warna silver nopol F 1645 CR.

“Setelah dianggap sepi pelaku ini masuk ke lokasi dengan cara merusak pintu rolling door dan merusak brankas. Kemudian menguras seluruh isi brankas,” beber Ipda Tri Boy AS.

Namun dari indikasi yang ada mendasar pemeriksaan secara intensif terhadap AS diduga telah membobol brankas di dua lokasi berbeda di wilayah Ngawi selain brankas milik PT Tri Mitra Tunas Sakti. Yakni  brankas milik KSP Bina Sejahter yang berada di Jalan PB Sudirman Ngawi pada 13 Februari 2018 lalu. 

" Kami ucapkan terimakasih atas kerjasama yang sinergis antara warga Ngawi dengan Petugas, sehingga berhasil menangkap pelaku. Janji kami tidak akan biarkan pelaku kriminal merajalela di wilayah Hukum Mapolres Ngawi" Jelas Kapolres Ngawi(ARD)

Page 4 of 68