Sekitar Ngawi

Sekitar Ngawi (132)

Ngawi – Tidak ingin kecolongan dengan kedatangan 2 suporter besar masuk Ngawi guna mengantisipasi kerusuhan yang dilakukan Bonek suporter militan Persebaya Surabaya membuat polisi harus berjaga full waktu terutama di daerah Ngawi yang merupakan wilayah perbatasan Jawa Timur-Jawa Tengah. Kabagops Polres Ngawi Kompol Wahono saat dihubungi wartawan via selular menyatakan, pengerahan ribuan suporter Bonek memang harus dikawal ketat untuk mengantisipasi kerusuhan.

“Pokoknya kami selaku polisi utamanya di Ngawi ini melayani saudara kita Bonek dengan baik. Jangan ada kerusuhan yang ditimbulkan oleh oknum Bonek maupun dari pihak luar yang tidak bertanggung jawab. Lihat sendiri bisa dikatakan tiga hari kami tidak tidur mengawal mereka menuju dan kepulanganya nanti dari Solo,” terang Kompol Wahono, Sabtu (03/02).

Disepanjang perlintasan Ngawi ujarnya, telah dipersiapkan 37 truk untuk mengangkut Bonek yang tercecer ditengah perjalanan. Mengingat masih banyaknya Bonek diluar koordinator menuju Stadion Manahan Solo untuk melihat tim kebanggaanya Persebaya Surabaya berlaga di Piala Presiden 2018.

“Alhamdulilah semua kendala dilapangan hingga sekarang ini terselesaikan dengan baik. Dari awal telah disiapkan puluhan truk dari jajaran Polsek untuk mereka. Dan terpantau tidak ada insiden apapun sampai saat ini semoga saja berlaku sampai proses kepulanganya nanti dari Solo,” tandasnya.

Imbuhnya, diprediksi ribuan Bonek yang terkoordinir akan pulang langsung dari Stadion Manahan usai Persebaya berlaga. Tetapi bagi Bonek yang tidak terkoordinir belum dipastikan jadwalnya balik lagi ke Surabaya. Meski demikian pihaknya mempersiapkan diri melakukan pengamanan dengan mengerahkan 400 personel kepolisian hingga Minggu besok, (04/02).

Seperti diberitakan sebelumnya, guna mencegah terjadinya persinggungan antara suporter Persebaya dan Arema dalam perjalanan menuju Stadion Manahan Solo, Kepolisian Daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur saling berkoordinasi untuk memisahkan jalur keberangkatan rombongan kedua suporter.

Untuk jalur Bonek menempuh jalur Surabaya-Sidoarjo-Mojokerto-Madiun-Sragen-Solo. Sebaliknya Aremania melintasi jalur selatan yakni Malang-Ponorogo-Wonogiri-Sukoharjo-Solo. Pemisahan jalur untuk dua suporter yang selama ini dikenal sebagai musuh bebuyutan itu juga berlaku saat proses pemulangan mereka dari Solo ke Jawa Timur. Mereka sengaja kami atur keberangkatan dan kepulangan mereka agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diiinginkan.(ARD)

Ngawi – Jalur Wilayah Ngawi dikenal sebagai daerah rawan kecelakaan lalu-lintas (lakalantas) bahkan berlabel sebagai jalur tengkorak cukup membuat para pengguna jalan keder mendengarnya mendasar karena seringnya kejadian laka lantas.

Tentu untuk menghilangkan kesan tersebut berbagai upaya telah dilakukan oleh pihak berkompeten terutama Satlantas Polres Ngawi dengan merubah image negative menjadi satu kawasan ramah akan keselamatan berlalu-lintas. Tetapi untuk membalikan fakta sejauh itu tidaklah mudah harus ada upaya dari berbagai stakeholder.

Berikut kutipan Kasatlantas Polres Ngawi AKP Rukimin hasil evaluasi sepanjang tahun 2017 dengan dinamika kejadian lakalantas maupun upaya pencegahan. Mendasar data yang dikelola Satlantas Polres Ngawi jumlah kejadian lakalantas secara umum mengalami penurunan hampir 25 persen merujuk dari kejadian tahun sebelumnya.

Disebutkan angka lakalantas 2016 mencapai 774 kasus sedangkan sepanjang tahun 2017 menurun menjadi 755 kasus. Demikian juga kondisi korban lakalantas terutama yang meninggal dunia (MD) turun drastis mencapai 30 persen. Dimana, 2016 korban MD mencapai 136 orang dan berbalik menurun tahun 2017 menjadi 101 orang

Akan tetapi jika dihitung untuk korban luka berat (LB) memang angkanya menanjak naik dari tahun sebelumnya. Terhitung tahun 2016 hanya 46 orang sedangkan setahun kemudian 2017 mencapai 91 orang. Naiknya angka LB tidak berlaku pada korban luka ringan (LK) dalam catatan 2016 mencapai 1.008 orang dan tahun 2017 menurun menjadi 1.003 orang.

Untuk bicara kendaraan yang terlibat kecelakaan lakalantas memang masih didominasi sepeda motor. Angkanya cukup memprihatinkan namun demikian apabila ditotal ada penurunan dibanding tahun sebelumnya. Diketahui 2016 ada 1.058 kasus lakalantas melibatkan sepeda motor dan tahun 2017 menurun signifikan hanya 984 kasus sepeda motor.

“Kecelakaan lalu-lintas di Ngawi ini dengan dikenal sebagai jalur tengkorak selain dari faktor human error ada permasalahan utama. Yakni terkait dengan kondisi jalan maupun lampu penerangan jalan sepanjang Mantingan-Karangjati maupun Ngawi-Maospati,” terang AKP Rukimin Kasatlantas Polres Ngawi.

Ia menyikapi terkait langsung dengan lebar jalan nasional yang ada di wilayah Ngawi baik dari arah Ngawi-Mantingan maupun Ngawi-Karangjati. Menurutnya, luas jalan disepanjang jalur tersebut terlalu sempit masih jauh dari idealnya sebagai jalan arteri atau jalan kelas I yang sesuai klasifikasinya mempunyai lebar 8 meter.

“Jalan Mantingan sampai Caruban ini sempit sekali kalau ada kendaraan bus dari arah barat maupun sebaliknya ada truk misalkan pasti pengendara sepeda motor tidak kebagian jalan. Pasti dia akan mengalah turun dari ke bahu jalan. Dan perlu diketahui juga ada ruas jalan di wilayah barat sekitar dua kilometer tidak ada bahu jalan,” beber AKP Rukimin.

Dengan kondisi sedemikian itu ia meminta kepada semua pihak yang berkepentingan untuk turun melakukan survey lokasi agar melihat kekurangan secara nyata dan dampak yang diakibatkan. Selain itu terkait langsung dengan lampu penerangan jalan umum (PJU) memang sangat kurang sekali baik jalur Ngawi-Mantingan, Ngawi-Karangjati dan Ngawi-Maospati. Dengan kondisi seperti itu membuat menjadi salah satu faktor dari penyebab lakalantas.

Disisi lain ia menyorot selama 8 bulan berdinas sebagai Kasatlantas Polres Ngawi terkait keberadaan pohon rawan tumbang disepanjang jalur nasional tidak ada sama sekali upaya dan kepedulian dari dinas terkait. Padahal sudah seringkali pihaknya mengirimkan surat agar ada tindak lanjut namun nyatanya tidak ada respon sama sekali. Fakta sudah membuktikan ada dua kejadian kendaraan tertimpa pohon tumbang dan untungnya tidak ada korban luka berat maupun meninggal.

“Jadi kami minta tolong kepada instansi terkait yang berkaitan dengan kepentingan yang tujuanya kamseltibcarlantas untuk survey bersama-sama agar tahu dengan kondisi seperti itu,” tandasnya.

Pungkas AKP Rukimin, ia tidak segan untuk memproses hukum kepada dinas terkait apabila tidak ada realisasi(ARD).

Page 4 of 66