Sekitar Ngawi

Sekitar Ngawi (235)

Friday, 18 January 2019 00:00

Bedah Rumah Ala ICN, Bersama Wakil Bupati Ngawi

Written by

Ngawi - Banyak cara membantu sesama dan terlebih lagi hal itu di lakukan bersama-sama akan terasa ringan dan menyenangkan. Patut di acungi jempol dan menjadi contoh yang baik bagi komunitas lainya, yang tidak hanya  berkibar di udara(media:red) tapi kosong dilapangan. Info Cegatan Ngawi atau ICN ini sudah malang melintang di dunia maya Ngawi, dengan memberikan informasi sekitar bumi orek-orek dengan media Facebook. Berdampak nama komunitas ini  tidak asing di indra pendengar, bahkan pihak pemkab dan stakeholder mengakui serta ikut membantu kegiatan mereka. Sepertihalnya kemarin minggu (13/01) ICN  Peduli mengadakan bedah rumah salah satu warga tidak mampu di kecamatan Pitu Ngawi. Selain memberikan informasi kepada publik Ngawi, ICN Peduli juga bergerak dalam bidang bakti sosial penggalangan dana untuk korban bencana serta bedah rumah warga kurang mampu. 

“ Komunitas kami awalnya memberikan info kejadian – kejadian seputaran Ngawi dan saat ini berkembang kearah bakti sosial yang di amini oleh pejabat Ngawi “  ungkap Bobby Duta selaku Koordinator ICN. 

Hari minggu (13/01) hari yang cukup bahagia bagi Samirah warga Dsn. SRUGUWAK Ds SELOPURO Kec PITU Kab Ngawi. Pasalnya rumah beratap bambu dan tidak layak huni di sulap oleh komunitas ICN sedemikian rupa sehingga penghuninya betah di rumah. Awalnya Samirah acapkali hujan turun tidak lepas dari air yang masuk di kediamannya belum udara dingin yang menusuk tulang tuanya karena dinding anyaman bambu. 

“ Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada mas dan mbak yang sudah memperbaiki rumahnya”  ucap Sumirah dengan isak bahagia. 

Sementara orang nomer 2 di Kabupaten Ngawi, Ony Anwar Harsono menyempatkan waktu bersama komunitas ICN Peduli untuk membantu pembangunan rumah Sumirah. Tidak ada kata dan sungkan dari diri Wakil Bupati Ngawi dari mengangkat kayu hingga memasang daun pintu. 

“ Saya salut dengan dengan apa yang di lakukan komunitas ICN yang peduli dengan sesama dan akunya ICN sudah belasan rumah warga Ngawi sudah di bangun “ Tegas Mas Ony demikian panggilan akrab Wakil Bupati Ngawi. 

 

Dalam kegiatan sosial berbentuk bedah rumah kali ini pihak pemerintah daerah tidak hanya memuji kegiatan positif dari ICN Peduli Sedikit membenarkan bahwa selama ini pemerintah terkadang masih belum bisa mennyentuh warga secara langsung. Bukannya mengesampingkan namun karena terbentur masalah terkendala administrasi birokrasi. Namun dengan adanya komunitas ICN ini, cukup membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat Ngawi. 

“ Keberadaan dari komunitas semacam ICN Peduli sangat dibutuhkan peranannya. Kita dukung seperti ini kedepan dan seterusnya," tegas Wakil Bupati Ngawi. (Ard)

Friday, 18 January 2019 00:00

DBD Meningkat di Ngawi Dinkes Siaran Keliling

Written by

Ngawi - Akhir tahun ini kabupaten Ngawi di kejutkan dengan peningkatan angka penderita dengan diagnosa akibat terinfeksi nyamuk Aedes Aegypti. Sementara informasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi selama dua bulan terakhir  yakni 2018 lalu hingga awal tahun 2019 ini terjadi peningkatan angka penderita demam berdarah diwilayahnya.

Diungkapkan oleh Jaswadi Kasi P2PM Dinkes Ngawi menyebutkan selama rentang waktu Nopember – Desember 2018 lalu jumlah penderita akibat gigitan nyamuk aedes aegypti mencapai lebih dari 200 pasien baik anak maupun dewasa. Data ini terkafer oleh dinas dikarenakan penderita tengah dalam penanganan petugas kesehatan, belum yang menjalani rawat jalan hal itu belum bisa pihaknya laporkan.  

Dilain sisi jelasnya, jumlah penderita demam berdarah yang berada di tiga rumah sakit baik milik pemerintah daerah maupun swasta yang ada di Ngawi hingga kini belum terdeteksi jumlah pasien. Mengingat yang tahu persis jumlah penderita demam berdarah hanya manajemen rumah sakit sendiri.

 “ Meningkatnya kerjasama data ini setelah adanya kesepakatan secara dasar hukum pihak rumah sakit yang sebelumnya agak sulit melaporkan data  sekarang sudah mau melaporkan data-datanya” tambah Jaswadi.

Terdata di tahun 2016 jumlah pendeita tidak lebih dari dari angka 600, 2017 alami peningkatan jumlah yang signifikan namun belum menembus angka 700, di tahun 2018 alami penurunan di karenakan siklus cuaca dengan rentang bulan Januari – Oktober. Namun memasuki di bulan November jumlah penderita Dengue Shock Syndrome mulai alami peningkatan mencapai 700 pasien lebih.

“ Dari tahun ke tahun jumlah penderita alami peningkatan dan penyumbang penderita terbanyak kasus demam berdarah itu paling banyak dua bulan terakhir,” tegas Jaswadi Kasi P2PM Dinkes Ngawi, Jum’at, (12/01/2019).

Penyakit yang menjadi perhatian dan kewaspadaan ini dikarenakan penyebaran melalui nyamuk sehingga sulit diidentifikasi. Tindakan pencegahan dengan foogingpun tidak serta merta memberantas, pasalnya jentik tidak ikut mati saat dilakukan pengasapan. Langkah persuasif yang dilakukan oleh Dinkes Ngawi, dalam mengatasi penyebaran penyakit DBD  yakni menggiatkan sosialisasi keliling.  Tidak hanya menyasar daerah –daerah endemik rentan dengan penyakit demam berdarah sepertihalnya Kecamatan Ngawi kota, Kecamatan Kedunggalar  dan Kecamatan Widodaren. Namun secara serentak di wilayah Dinkes Ngawi, dengan harapan bisa menyasar ke khalayak publik. 

“ Kegiatan siaran keliling ini kami laksanakan secara serentak di semua jajaran puskesmas di  Kabupaten Ngawi “ Tutup Jaswadi. (Ard)

Ngawi - Patut menjadi menjadi contoh yang baik dengan apa yang dilakukan oleh Kapolres Ngawi AKBP M.B. Pranatal  Hutajulu, S.H., S.I.K., M.H. dalam menciptakan harkamtibmas di wilayah hukumnya. Yakni dengan langsung menyambangi pemuka agama di kediaman K.H Abdussalam selaku pengasuh Ponpes Al- Narokah Dsn. Ngijo Ds/Kec. Kendal Kab. Ngawi . 

Kegiatan tersebut dalam rangka menjalin silaturrahim antara Polri dan Tokoh agama khususnya di Kabupaten Ngawi. 

“Kunjungan ini menjalin hubungan yang erat antara ulama maupun umaroh dengan pihak Kepolisian, serta merupakan bagian dari sarana komunikasi dan memperat tali silaturahmi untuk bersama sama menjaga kondusifitas keamanan di Kabupaten Ngawi khususnya di wilayah Kendal” ujar Kapolres Ngawi. 

Kapolres juga mengatakan silaturrahim ini juga akan membawa dampak terhadap Kamtibmas di Ngawi. 

“Saya berharap sinergitas dan silaturrahim ini mampu menciptakan suasana yang sejuk dan damai khususnya menjelang tahun politik tahun 2019” tutupnya

Sementara K.H Abdussalam  sangat berterima kasih atas apa yang dilakukan oleh petinggi di jajaran polres Ngawi. Sebagai penanggung jawab pondok Al – Narokah siap memberikan bantuan dan menjaga keamanan di wilayah Ngawi. 

“ Kami sebagai elemen dari masyarakat siap untuk sama - sama membantu aparat kepolisian dalam menjaga keamanan terutama memasuki tahun politik, agar tetap mengutamakan persatuan dan kesatuan” tegasnya. (Ard)

Friday, 18 January 2019 00:00

Ngaku Perwira Warga Kalteng Di Seret Petugas

Written by

Ngawi- Nekat memang dengan apa yang dilakukan oleh Ferry atau FS pria 28 tahun asal Desa Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Palangkaraya, Kalimantan Tengah harus berurusan dengan pihak kepolisian atas tindakan kriminal yang dilakukannya. Pelaku yang pernah mengeyam pendidikan Sarjana dari fakultas hukum ini di ancam  penjara paling lama 4 tahun sesuai Pasal 378 Subsider Pasal 372 KUHP. 

 

Diungkapkan oleh Kasatreskrim Polres Ngawi AKP Moh. Indra Najib saat jumpa pres dengan para media menjelaskan, kasus yang mengakibatkan FS menginap di hotel prodeo ini berawal pengaduan dari Suradi (66) warga Dusun Jetis, Desa/Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur pada Desember 2018 lalu. Menjanjikan anak korban yakni  Dimas Budi Prasetyo bisa menjadi anggota kepolisian. Bahkan tiap kali bertemu dengan pelaku dengan FS selalu memakai pakaian kepolisian serta acecorisnya sepertihalnya seragam PDH polisi, sepatu dan sabelt layaknya polisi yang sekarang di sita petugas sebagai barang bukti. 

Guna menyakinkan korban jelas Moh. Indra Najib FS sempat mengaku sebagai anggota Polri berpangkat Kompol. Dengan gaya perwira tinggi di kesatuan POLRI ini membuat  Suradi percaya terhadap tipu daya FS sehingga rela memberikan uang dengan  total Rp 330 juta. Namun sayang, setelah ditunggu sekian lama Dimas belum juga diterima sebagai anggota kepolisian. Merasa menjadi korban penipuan korban melapor kepada pihak kepolisian untuk melakukan penyidikan kepada pelaku. FS ini tidak hanya melakukan penipuan di wilayah Ngawi saja, terbukti pihak petugas mendapati pelaku sudah di amankan di Polsek Pasar Kliwon dengan laporan yang sama. 

“ Setelah melakukan koordinasi dengan jajaran kepolisian di wilayah Jawa Tengah FS sudah di tahan di  Polsek Pasar Kliwon masuk wilayah Polresta Surakarta “ Jelas AKP Moh. Indra Najib Kasatreskrim Polres Ngawi, Kamis, (10/01/2019).

Diakui oleh Kasatreskrim polres Ngawi, kasus ini akan terus di kembangkan oleh anggotanya pasalnya korban tidak hanya Suradi saja. Pihaknya mengharapkan kepada warga untuk melaporkan kepada petugas apabila menjadi salah satu korban dari sepak terjang FS. (Ard)

Page 2 of 59