Sekitar Ngawi

Sekitar Ngawi (132)

Ngawi- Patut di acungi jempol Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Ngawi mengaku berhasil mengungkap puluhan kasus melebihi jatah yang ditargetkan. AKP Moch Mukid Kasatnarkoba Polres Ngawi saat ditemuai wartawan menjelaskan, selama tahun 2017 pihaknya sukses menggulung serta mengungkap 37 kasus yang terkait dengan narkoba. Padahal target yang dipasang Polda Jatim hanya 22 kasus narkoba. Jumlah yang ditargetkan itu sama persis pengungkapan kasus serupa di tahun 2016 lalu.

“Iya selama saya menjabat sebagai Kasatnarkoba Polres Ngawi memang ada peningkatan signifikan pengungkapan kasus narkoba. Sejak awal sudah saya tekankan memang perang terhadap narkoba,” beber AKP Moch Mukid, Jum’at (29/12).

Bebernya, dari 37 kasus narkoba berhasil mengamankan 41 orang tersangka terdiri 35 orang pria dan sisanya 6 perempuan. Dan paling mencolok tidak lain kasus peredaran sabu-sabu berhasil mengungkap 13 kasus dari tahun sebelumnya hanya 10 kasus. Demikian juga dengan ganja tercatat ada 5 kasus yang berhasil diseret ke meja hukum dengan 5 orang tersangka semuanya pria.

Dan hal lain yang patut dicermati tandasnya, tentang peredaran pil koplo baik jenis Trihexyphenidyl maupun Tramadol yang melanggar UU Nomor 36 Tahun 2009 jumlah kasus yang diungkap cukup meningkat tajam. Jika tahun 2016 hanya tercatat 7 kasus dengan barang bukti 610 butir pil dan kini berhasil diungkap 19 kasus dengan barang bukti mencapai 4.263 butir pil.

“Suksesnya penangkapan kasus pil koplo merupakan hasil kerja keras tim kita dilapangan. Mereka all out memburu para pengguna maupun pengedar sampai lubang tikus pun akan di endus. Dan perlu dicatat sejak tiga bulan terakhir saya menjabat disini setiap bulanya hampir sepuluh kasus yang kita ungkap,” jelasnya.

Tidak hanya mengungkap Narkoba saja anggotanya juga telah berhasil mengamankan pengedar dan pengecer minuman keras di Ngawi. Sedikitnya berhasil  mengungkap 228 kasus meliputi 313 tersangka. Untuk kasus miras ini merupakan tangkapan terbesar demikian juga barang buktinya yang diamankan. Tercatat hampir 2 ton atau 1.886 liter miras yang disita petugas sebagai barang bukti. Dari sekian itu didominasi miras jenis arak jowo. Dalam waktu dekat pihaknya bakal melakukan pemusnahan barang bukti yang agar kiranya tidak di manfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.(ARD)

Monday, 11 December 2017 00:00

Gigitan Aedes Tahun Ini Tak Lagi Mengganas

Written by

 Ngawi -Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi selama tahun 2017 ini mengklaim angka penderita penyakit demam berdarah akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypty maupun Dengue Shock Sindrom (DHS) mengalami penurunan drastis dibanding tahun sebelumnya. Bahkan data yang berhasil dihimpun dari 24 puskesmas di wilayah Ngawi tidak ada laporan korban meninggal lantaran penyakit yang satu ini.

“Kalau menurut angkanya penyakit demam berdarah untuk tahun ini memang ada penurunan.Meski demikian kita tetap mewaspadai akan serangan penyakit tersebut,” terang Jaswadi Kasi P3M Dinkes Ngawi, Jum’at (08/12).

Ia pun membenarkan selama setahun ini tercatat ada sekitar 203 pasien demam berdarah akan tetapi untuk akhir tahun ini atau Desember belum ada laporan tentang penderita demam berdarah. Hanya saja wilayah terparah adanya epidermi demam berdarah berada di kawasan Kota Ngawi. Pasalnya, di Puskesmas Ngawi Kota tercatat ada 25 pasien demam berdarah yang menjalani rawat inap.

“Di Ngawi ini serangan demam berdarah paling parah terjadi dua tahun silam dan saat itu kita terapkan kejadian luar biasa (KLB-red) mengingat dari jumlahnya pasienya,” tuturnya.

Jelas Jaswadi, dikeluarkan status KLB pada 2015 tercatat ada 778 pasien demam beradarah dan 6 pasien diantaranya meninggal dunia. Dan setahun kemudian 2016 malah lebih parah dari datanya ada 782 pasien dan 10 orang diantaranya meninggal dunia. Meski demikian ulasnya, angka yang dikumpulkan oleh Dinkes Ngawi telah dikoordinasikan dengan tiga rumah sakit yang ada untuk mengantisipasi kasus demam berdarah yang tidak dilaporkan.

“ Selama warga Ngawi bisa menjaga kebersihan dan  bisa mencegah berkembangnya jentik nyamuk, penekanan penyakit yang pernah KLB ini bisa di cegah sedini mungkin “ tegasnya(ARD)

Page 5 of 66