Sekitar Ngawi

Sekitar Ngawi (235)

Ngawi - Patut menjadi menjadi contoh yang baik dengan apa yang dilakukan oleh Kapolres Ngawi AKBP M.B. Pranatal  Hutajulu, S.H., S.I.K., M.H. dalam menciptakan harkamtibmas di wilayah hukumnya. Yakni dengan langsung menyambangi pemuka agama di kediaman K.H Abdussalam selaku pengasuh Ponpes Al- Narokah Dsn. Ngijo Ds/Kec. Kendal Kab. Ngawi . 

Kegiatan tersebut dalam rangka menjalin silaturrahim antara Polri dan Tokoh agama khususnya di Kabupaten Ngawi. 

“Kunjungan ini menjalin hubungan yang erat antara ulama maupun umaroh dengan pihak Kepolisian, serta merupakan bagian dari sarana komunikasi dan memperat tali silaturahmi untuk bersama sama menjaga kondusifitas keamanan di Kabupaten Ngawi khususnya di wilayah Kendal” ujar Kapolres Ngawi. 

Kapolres juga mengatakan silaturrahim ini juga akan membawa dampak terhadap Kamtibmas di Ngawi. 

“Saya berharap sinergitas dan silaturrahim ini mampu menciptakan suasana yang sejuk dan damai khususnya menjelang tahun politik tahun 2019” tutupnya

Sementara K.H Abdussalam  sangat berterima kasih atas apa yang dilakukan oleh petinggi di jajaran polres Ngawi. Sebagai penanggung jawab pondok Al – Narokah siap memberikan bantuan dan menjaga keamanan di wilayah Ngawi. 

“ Kami sebagai elemen dari masyarakat siap untuk sama - sama membantu aparat kepolisian dalam menjaga keamanan terutama memasuki tahun politik, agar tetap mengutamakan persatuan dan kesatuan” tegasnya. (Ard)

Friday, 18 January 2019 00:00

Ngaku Perwira Warga Kalteng Di Seret Petugas

Written by

Ngawi- Nekat memang dengan apa yang dilakukan oleh Ferry atau FS pria 28 tahun asal Desa Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Palangkaraya, Kalimantan Tengah harus berurusan dengan pihak kepolisian atas tindakan kriminal yang dilakukannya. Pelaku yang pernah mengeyam pendidikan Sarjana dari fakultas hukum ini di ancam  penjara paling lama 4 tahun sesuai Pasal 378 Subsider Pasal 372 KUHP. 

 

Diungkapkan oleh Kasatreskrim Polres Ngawi AKP Moh. Indra Najib saat jumpa pres dengan para media menjelaskan, kasus yang mengakibatkan FS menginap di hotel prodeo ini berawal pengaduan dari Suradi (66) warga Dusun Jetis, Desa/Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur pada Desember 2018 lalu. Menjanjikan anak korban yakni  Dimas Budi Prasetyo bisa menjadi anggota kepolisian. Bahkan tiap kali bertemu dengan pelaku dengan FS selalu memakai pakaian kepolisian serta acecorisnya sepertihalnya seragam PDH polisi, sepatu dan sabelt layaknya polisi yang sekarang di sita petugas sebagai barang bukti. 

Guna menyakinkan korban jelas Moh. Indra Najib FS sempat mengaku sebagai anggota Polri berpangkat Kompol. Dengan gaya perwira tinggi di kesatuan POLRI ini membuat  Suradi percaya terhadap tipu daya FS sehingga rela memberikan uang dengan  total Rp 330 juta. Namun sayang, setelah ditunggu sekian lama Dimas belum juga diterima sebagai anggota kepolisian. Merasa menjadi korban penipuan korban melapor kepada pihak kepolisian untuk melakukan penyidikan kepada pelaku. FS ini tidak hanya melakukan penipuan di wilayah Ngawi saja, terbukti pihak petugas mendapati pelaku sudah di amankan di Polsek Pasar Kliwon dengan laporan yang sama. 

“ Setelah melakukan koordinasi dengan jajaran kepolisian di wilayah Jawa Tengah FS sudah di tahan di  Polsek Pasar Kliwon masuk wilayah Polresta Surakarta “ Jelas AKP Moh. Indra Najib Kasatreskrim Polres Ngawi, Kamis, (10/01/2019).

Diakui oleh Kasatreskrim polres Ngawi, kasus ini akan terus di kembangkan oleh anggotanya pasalnya korban tidak hanya Suradi saja. Pihaknya mengharapkan kepada warga untuk melaporkan kepada petugas apabila menjadi salah satu korban dari sepak terjang FS. (Ard)

Tuesday, 15 January 2019 00:00

Kado Istimewa, Ngawi Raih Piala Adipura

Written by

NGAWI-Penghargaan penganugrahan Piala Adipura dan sertifikat bidang kebersihan dan pengelolaan kota periode (2017-2018) diserahkan langsung oleh Wakil Presiden Yusuf Kalla gedung Manggala Wanabakti Jakarta(14/01).  Penyerahan penghargaan Adipura kali ini disebut JK sebagai rekor dari penyerahan penghargaan sebelum-sebelumnya.  Pasalnya sedikitnya 146 kepala daerah/kota hadir untuk mendapatkannya dan Kabupaten Ngawi menjadi salah satu diantaranya. 

 

Sementara, diungkapkan oleh Setiono selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ngawi, penghargaan ini di nilai sangat istimewa pasalnya sejak 2014 kabupaten Ngawi sama sekali tidak mendapatkan penghargaan tentang Lingkungan Hidup.  Kami terus melakukan perbaikan dan evaluasi kerja dari pengalaman tahun sebelumnya, dengan menerima piala Adipura ini menjadi semangat tersendiri untuk pencaian pretasi dan kinerja dalam mempertahankan pelayanan kebersihan.  

“ Alhamdulilah,  kerja keras semua pihak terbayar  tahun ini kita meraih piala adipura yang di terima langsung oleh Bupati Ngawi Ir Budi Sulistyono “ ungkap Setiono. 

Sementara Ir. Budi Sulistyono selaku Bupati Ngawi mengakui bahwa Raihan penghargaan ini tidak serta – merta hasil secara pribadi namun kerjasama berbagai pihak yang ikut menyukseskan Kabupaten Ngawi yang bersih dan pengelolaan kota yang apik.  Pencapaian piala adipura ini sebelumnya sudah menjadi project pemkab Ngawi dengan melakukan pembenahan serta pengembangan tata kota agar terlihat spektakuler. Tambahnya penghargaan ini akan terus di pertahankan dan terus melakukan inovasi, evaluasi.

 

“Dengan diraihnya piala dibidang kebersihan dan tata kota ini akan terus kita pertahankan sepanjang masa apalagi momen diraihnya Adipura memberi warna tersendiri menuju Ngawi Spetakuler,” terang Ir Budi Sulistyono.

 

Tambah orang nomer satu di Kabupaten Ngawi ini, membawa pulang piala Adipura adalah kesuksesan yang luar biasa bagi Kabupaten Ngawi. Namun yang terpenting dari penghargaan ini adalah pola hidup bersih dan menjaga kenyamanan kota yang selalu dijaga bagi masyarakat kota Ngawi.

Monday, 07 January 2019 00:00

Nekat, Sales Bobol Kotak Amal Kepergok Warga

Written by

Ngawi- sapandai-pandainya tupai melompat pasti pernah jatuh jua. Pepatah ini nampaknya cocok dengan apa yang dialami oleh  pelaku  dengan inisial MR belum nikmati hasil jarahan kotak amal masjid di gelandang petugas. Pelaku 32 tahun yang masih tercatat warga asal Desa Mergosari, Kecamatan Singgahan, Tuban, Jawa Timur ini harus berurusan dengan polisi setelah apa yang dilakukannya kepergok warga.

Dari keterangan pelaku kepada petugas  kejadian yang terjadi kemarin, (06/01/2019), sekitar pukul 13.00 WIB masuk wilayah Dusun Grojogan, Desa Kalang, Kecamatan Pitu, Ngawi, Jawa Timur pelaku dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion warna merah nopol S 5537 E sebagai sales untuk menjual alat cuci mobil.  Sesampai di Masjid Baiturrahman yang ada di Dusun Grojogan setelah memarkirkan kendaraan dan situasi si sekitar sepi pelaku langsung masuk ke dalam masjid.

Setelah mengetahui situasi di rasa aman pelaku menggunakan anak kunci palsu berusaha membuka kotak amal dan menguras seluruh uang tunai. Namun sial, belum sempat keluar menimkmati jarahannya aksinya itu diketahui salah satu takmir masjid hingga berakhir penangkapan. Seperti diungkapkan oleh Kasubag Humas Polres Ngawi Kompol ES Martono mengatakan dari tangan MR berhasil diamankan sejumlah barang bukti seperti uang kotak amal senilai Rp 442 ribu dan 10 anak kunci. Nampaknya pelaku ini sudah mempersiapkan sebelumnya dan terbukti pelaku membawa berbagai macam kunci palsu. 

“ Pelaku ini nampaknya residivis kambuhan terbukti sudah membawa kunci palsu namun kali ini aksinya kepergok warga,” terang Kompol ES Martono, Senin, (07/01/2019).

Kepada pelaku, MR akan dijerat dengan Pasal 363 ayat 1 KUHP. Tambah Kasubag Humas Polres Ngawi pelaku saat ini masih dalam pengembangan dan penyidikan oleh petugas serta mengharapkan kepada warga Ngawi untuk lebih hati-hati.(*)

Page 3 of 59