Sekitar Ngawi

Sekitar Ngawi (160)

Thursday, 20 September 2018 00:00

Jalur Kereta Tidak Berpalang Tewaskan Warga

Written by

Ngawi- Sungguh disayangkan tingkat keselamatan di Ngawi masih minim. Terbukti perlintasan kereta api yang terdapat di Kabupaten Ngawi kembali membawa korban. Seperti apa yang di alami oleh pengguna jalan kendaraan roda dua dengan kondisi  jasad korban mengenaskan yang tewas setelah tertabrak kereta api (KA) Argo Wilis diperlintasan tanpa palang pintu masuk Dusun Salak, Desa Gemarang, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi sekitar pukul 09.35 WIB, Senin, (17/09).

Diketahui bahwa korban dengan jenis kelamin laki-laki atas nama Suyitno berusia sekitar 35 tahun, warga Dusun Kenongorejo, Desa Sekarputih, Kecamatan Widodaren, Ngawi. 

Sesuai dengan keterangan warga dilokasi kejadian menerangkan, korban dengan mengendarai sepeda motor jenis Yamaha Jupiter protolan atau tanpa nomor polisi hendak menyeberang rel kereta api tanpa palang pintu dari arah utara ke selatan. Diduga korban yang mempunyai kelaian tuna rungu ini tidak mengetahui jalur perlintasan ini tengah melaju dengan kencang KA Argo Wilis dari arah timur. Karena jarak yang sudah dekat benturanpun tidak dapat terelakkan. 

“ Belum sempat saya memperingatkan kalau ada kereta melintas korban sudah terseret kereta api dan sudah meninggal,” jelas Suhadi salah satu warga sekitar lokasi kejadian.

 

Secara  terpisah Kapolsek Kedunggalar AKP Sukisman saat dikonfirmasi menjelaskan pihaknya masih melakukan olah TKP termasuk mencari identitas korban. Ia hanya membenarkan korban berjenis kelamin laki-laki dan belum diketahui pasti usianya. Usai kejadian jasad korban langsung di evakusi kr kamar mayat RSUD dr Soeroto Ngawi untuk di lakukan visum menunggu keluarga korban. (Ard)

Sunday, 02 September 2018 00:00

17 Agustus 5 Napo Mendapatkan Remisi Bebas

Written by

Ngawi-Di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-B Ngawi pada perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-73 tahun 2018 ini ada 5 orang narapidana (napi) mendapatkan remisi bebas. Sedangkan  184 napi lainya mendapatkan remisi umum (RU) maupun dasawarsa. Gatot SSP Kasubsi Registrasi Binkemas Lapas Kelas II-B Ngawi mengatakan,  5 orang napi yang dinyatakan bebas berasal dari kasus penyalahgunaan pil koplo, pencurian, illegal loging dan korupsi.

Remisi bebas bersyarat maupun remisi umum diberikan kepada napi setelah menjalani masa tahanan lebih dari 6 bulan. Bebasnya napi tersebut tidak lepas dari remisi yang diberikan Bupati Ngawi Budi Sulistyono yang diserahkan langsung secara simbolis sebelum mengikuti upacara bendera di alun-alun Ngawi.

Remisi ini sesuai dengan yang diamantkan oleh kementrian hokum dan bagi yang mendapatkan remisi bebas hari ini pula keluar lapas,” terang Gatot SSP, Jum’at, (17/08).

Keputusan remisi maupun grasi ini secara kriteria peruntukanya bagi napi berkelakukan baik selama menjalani masa tahanan yang artinya taat segala aturan didalam lapas itu sendiri. Dan yang terpenting tegas Gatot SSP, pemberian remisi kepada napi dan anak pidana yang memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan yang mengacu pada PP No 99 Tahun 2012 tentang syarat dan tata cara pelaksanaan hak warga binaan pemasyarakatan.

“Bagi yang mendapatkan remisi bebas secepatnya menyesuaikan dan adaptasi dengan lingkungan dimana ia akan tinggal. Jangan sampai mengulangi perilaku yang sama yang berakibat masuk di lapas ini,” terang Bupati Ngawi Budi Sulistyono usai memberikan remisisecara simbolis kepada para napi, Bupati Ngawi melakukan upacara bendera menandai puncak peringatan HUT Kemerdekaan ke-73 di Alun-Alun Merdeka Ngawi.(ARD)

Page 5 of 80