Sekitar Ngawi

Sekitar Ngawi (123)

 Ngawi- Tidak kurang dari 2 tahun terkahir ini Bupati Ngawi Budi Sulistyono/Kanang menggagas obyek wisata baru yang dapat dinikmati oleh warga Ngawi. Sebagai puncak keberhasilan tersebut Bupati bersama pejabat OPD mengawali kegiatan penanaman pohon asuh bersamaan dengan pencanangan program nasional Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) di Taman Candi berlokasi di Kali Mati, Desa Kartoharjo, Kecamatan Ngawi Kota. Kegiatan ditandai dengan penanaman beberapa pohon di area taman yang berlokasi lebih dari tiga hektar tersebut, Selasa (28/11).

“Kita bersama dinas terkait terus berupaya menciptakan hutan kota tentu peruntukanya sebagai paru-paru termasuk di kali mati ini. Dan konsep di kali mati ini memang dipadukan dengan taman rekreasi didalamnya ada fasilitas yang berkaitan dengan wisata air seperti mancing maupun lainya,” terang Kanang.

Kanang berpendapat, dengan mengeksplor keberadaan kawasan Kali Mati menjadi satu area rekreasi yang terakomodasi melalui Taman Candi bisa menjadikan sebagai salah satu destinasi wisata di Kabupaten Ngawi. Sehingga kedepanya keragaman lokasi wisata yang ada di Ngawi menjadikan pilihan representative bagi pengunjung baik lokal maupun luar daerah.

Hal senada diungkapkan Setiyono Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ngawi, ia meminta semua lapisan masyarakat terutama disekitar Taman Candi turut andil memajukan sekaligus menjaga kebersihan dilokasi wisata terbarukan itu. Dengan demikian dalam waktu singkat Taman Candi yang mulai di eksplor tiga tahun lalu bisa memberikan kontribusi positif terhadap pariwisata di Ngawi.

“Di Taman Candi ini besar harapanya bisa menjadikan satu tempat rekreasi bagi anak-anak dalam membentuk pendidikan karakter. Disini disuguhkan bagaimana mengelola penghijauan maupun menjaga lingkungan dari sampah,” ujar Setiyono.

Ditempat yang sama, Bupati Ngawi Budi Sulistyono meresmikan Taman Candi ditandai dengan pemotongan pita. Namun sebelumnya, bersama jajaran OPD Bupati Ngawi menebar ribuan benih ikan di Kali Mati. Seperti diketahui sebelumnya, Taman Candi merupakan hasil restorasi menuju taman wisata yang ada di pinggiran Kota Ngawi dengan budget miliaran rupiah bersumber dari APBD. Fasilitas yang tersedia mulai family park, taman labirin, flaying fox dan dipadukan wisata air.

“Semoga pembangunan Kali mati ini bisa di manfaatkan oleh warga Ngawi untuk berakhir pekan tanpa harus keluar dari Ngawi” Tegasnya(ARD)

Ngawi- Sedikitnya Tim SAR yang terdiri dari satuan tugas (Satgas) gabungan baik dari kepolisian, Basarnas, BPBD dan Satgas MTA terus mencari keberadaan Harjowiyoto alias Jono kakek 70 tahun yang diduga terseret arus Bengawan Solo di Dusun Bareng, Desa Sriwedari, Kecamatan Karanganyar, Ngawi. Pada hari kedua pencarian diterjunkan tiga perahu karet dengan memperluas area pencarian hingga 4 kilometer kearah muara.

“Hari kedua ini tadi ada tiga perahu sasaran pencarian kearah bawah. Namun terkendala arus yang lumayan kuat dan banyaknya sampah mengingat kondisi Bengawan Solo sekarang ini banjir,” terang Kapolsek Karanganyar AKP Suyadi, Jum’at (01/12).

Seperti dikabarkan, kakek Harjowiyoto warga Desa Sriwedari dinyatakan hilang atau diduga terseret arus Bengawan Solo pada pukul 10.00 WIB pada Kamis kemarin, (30/11). Pagi sebelum kejadian korban sempat bertemu dengan adik iparnya Suwarni dan menuju ke Bengawan Solo yang hanya berjarak sekitar 25 meter dari rumahnya untuk buang hajat.

“Karena sampai siang tidak pulang ke rumah baru diketahui korban yang mempunyai penyakit sering tidak sadarkan diri ini hilang di Bengawan Solo itu. Kemarin itu warga sudah berusaha mencari keberadaan korban disekitar lokasi kejadian namun hanya ditemukan sandal jepitnya saja,” beber AKP Suyadi.

 

Setelah 3 hari kemudian jasad Harjowijoto alias Jono kakek berusia 72 tahun warga Desa Sriwedari, Kecamatan Karanganyar, Ngawi yang tenggelam di Bengawan Solo ditemukan. Penemuan jasad korban ditemukan sekitar 14.30 WIB di Desa Klagen, Kecamatan Kedungtuban masuk Blora, Jawa Tengah.

“Korban sudah ditemukan dalam keadaan meninggal kondisinya sudah mulai membusuk. Setelah di evakuasi dan di bawa ke rumah sakit jenasah korban langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan,” terang Eko Heru Tjahjono Kepala BPBD Ngawi, Sabtu (02/12).(ARD)

Page 5 of 62