SPORT

SPORT (13)

Tuesday, 14 November 2017 00:00

Italia Gagal Lolos ke Piala Dunia 2018

Written by

Milan - Italia hanya akan menjadi penonton di Piala Dunia 2018. Gli Azzurri gagal lolos ke putaran final setelah disingkirkan Swedia di babak play-off.

Italia dipastikan tersisih setelah bermain imbang 0-0 dengan Swedia pada pertandingan leg kedua play-off di San Siro, Selasa (14/11/2017) dinihari WIB. Hasil tersebut membuat Italia kalah agregat 0-1 dari Swedia.

Setelah kalah di leg pertama, Italia bermain menyerang total di San Siro. Tim besutan Giampiero Ventura itu memaksa Swedia bertahan di sepanjang pertandingan.
Akan tetapi, permainan Italia cenderung monoton. Alhasil, banyak serangan yang terbuang sia-sia. Meski mereka mendapatkan beberapa peluang bagus, tak satu pun yang berujung gol.

Italia, juara dunia empat kali, akhirnya harus menangisi kegagalan mereka lolos ke putaran final pada tahun depan. Dalam sejarah Piala Dunia, Italia sebelumnya cuma sekali gagal lolos, yaitu pada 1958. (sumber: Detik/sepakbola)

Ngawi-Seperti diungkapkan oleh Dwi Rianto Jatmiko Ketua DPRD Ngawi mendasar dari penerimaan tembusan somasi LBH Bhirawa yang ditujukan kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Cabang Ngawi pada 30 Agustus 2017 lalu.  Dinilai kurang memperhatikan cabang olahraga dan kurang transparn dalam kelola anggaran Ketua Soni Suprasono KONI Ngawi tidak cakap dalam pembinaan ke cabang olahraga (cabor) beberapa tahun terakhir ini.(05/09)

“Setelah menyimak dan menyimpulkan tuntutan dalam somasi LBH Bhirawa,  cukup masuk akal untuk ditindaklanjuti, pihaknya meminta kepada esekutif untuk lebih tegas dalam menyingkap hal itu agar tidak berkepanjangan,” Ketua DPRD Ngawi.

Antok demikian panggilan akrab Ketua DPRD Ngawi menjelaskan beberapa hal yang harus diperhatikan Soni Suprasono sebagai Ketua KONI Ngawi. Pertama, apakah KONI Cabang Ngawi sudah melaksanakan fungsi sesuai kapasitasnya dalam beberapa tahun terakhir ini, sudahkan berprestasi jika disandingkan dengan anggaran yang diterima lebih-lebih di tahun 2017 ini dengan menerima dana hibah Rp 2,7 miliar melalui pos APBD.

Kedua, disorot tentang keberpihakan dari aspek pelaksanaan fungsi KONI dalam hal pembinaan sudahkah menyentuh ke semua cabor yang ada mengingat keberadaan pengurus KONI Cabang Ngawi dipilih oleh cabor itu sendiri. Dan ketiga, tentunya permasalahan paling krusial yakni tentang masalah pemerataan anggaran KONI terhadap cabor atas anggaran yang dikelola sudahkan dipertanggungjawabkan secara benar dan transparan.

Pihaknya menyanyangkan dari kepemimpinan ketua KONI sekarang tidak memperhatikan club sepak bola yang sekarang mengharumkan nama Kabupaten Ngawi. Sebaliknya pengelolaan anggaran di serahkan ke club yang notabene belum memberikan prestasi membanggakan. 

“Sangat ironis ketika ada club sepakbola yang jelas dan real statusnya demikian juga kegiatanya dan menduduki Liga PSSI malah diumbar tanpa sepeserpun mendapat plotting anggaran. Anehnya, malah mengelola anggaran sendiri terhadap club sepakbola yang tidak jelas statusnya bahkan pola manajemen anggaranya pun sangat detail sampai laundry  kostum pemain dianggarkan” tegasnya.

Koordinator LBH Bhirawa Ngawi Gembong Pranowo melakukan somasi langsung ke Soni Suprasono Ketua KONI Cabang Ngawi. Dimana dalam satu tuntutanya meminta KONI Cabang Ngawi untuk menyampaikan program kerja dan penggunaan dana hibah dari Pemkab Ngawi senilai Rp 2,7 miliar bersumber APBD 2017 kepada semua cabor paling akhir 15 September 2017. Jika tidak, Gembong pun mengancam akan membawa permasalahan itu ke ranah hukum sesuai ketentuanya. Pihaknya menduga adanya hal yang tidak wajar dalam pengelolaan anggaran tersebut dan tidak sampai ke sasaran.(ARD)

Ngawi- Stadion Ketonggo menjadi saksi panasnya pertandingan  akhir musim laga Grup 5 Liga 2 PT LIB 2017 antara tuan rumah Persinga Ngawi kontra Madiun Putra FC (MPFC), Minggu (27/08), diwarnai insiden kekisruhan kedua tim ditengah lapangan setelah babak kedua berakhir. Dimana seperti yang terlihat beberapa pemain terlibat adu gontok meski tuan rumah Persinga Ngawi memetik kemenangan telak 2-0 atas MPFC.

Tidak sebatas itu saja, ditengah laga babak kedua pertandingan sempat dihentikan oleh wasit Totok Fitrianto asal Manado setelah dipicu lemparan batu masuk ketengah lapangan dari arah tribun selatan. Kabagops Polres Ngawi Kompol Wahono menyebut suporter MPFC yakni kubu The Mad Mania dan Great Bull Boys (GBB) diwarnai aksi saling lempar batu. Kondisi itu terjadi diduga karena dua kelompok suporter itu saling ejek dan salah paham.

“Ada insiden kecil lempar batu akibat kesalahpahaman antara GBB dengan The Mad Mania yang keduanya sama-sama suporter asal Madiun. Memang kedua suporter ini tidak mau digabung dalam satu tribun yang satunya ada di sisi selatan dan satunya lagi ada disisi barat bagian selatan. Tetapi secara umum kondisi keamanan terpantau semuanya dan kondusif,” terang Kompol Wahono.

Pengamanan sendiri tandasnya, juga diberlakukan secara ketat kepada tim MPFC baik kedatanganya maupun kepulanganya ke Madiun dengan mengerahkan puluhan petugas dari satuan Dalmas Polres Ngawi. Kompol Wahono memprediksi total suporter MPFC yang masuk ke Stadion Ketonggo hanya berkisar antara 500-600 orang.

Sementara dalam laju pertandingan itu sendiri, dibabak pertama Persinga Ngawi berhasil menjebol gawang tim tamu yang dijaga ketat penjaga gawang Ricky Fajar. Gol terjadi pada menit ke-21 lewat sentuhan kaki Harris Yudha disusul menit ke-34 melalui striker Persinga Ngawi Slamet Larso. Hingga babak pertama berakhir MPFC tidak mampu berbuat banyak dan tertinggal 2-0 dan itupun berlangsung sampai akhir laga babak kedua.

“Babak pertama maupun babak kedua permainan berlangsung bagus hanya saja sempat diwarnai insiden baik dari suporter maupun pemain. Hal ini dipicu oleh keputusan wasit tentunya kami mohon maaf,” asisten pelatih MPFC Catur Riyanto.

Dengan kemenangan telak Fachrudin coach Persinga Ngawi menandaskan, tercipta atas kerjasama disemua lini dengan kepercayaan penuh masing-masing pemain yang diturunkan. Secara laju pertandingan ia akui kedua tim memainkan teknik bagus hanya saja bagian tuan rumah dengan hasil 3 poin sebagai modal laga tandang berikutnya sekaligus yang terakhir kali kontra Persebaya Surabaya. 

Setelah pertandingan kesebelasan Persinga dan Madiun Putra kembali terjadi insiden buruk yakni antar pendukung Persinga yang tidak di sangka oleh para petugas yang berkonsentrasi mengawal kepulangan supoter Madiun. Insiden aksi lempar dan intimidasi  sesama pendukung kesebelasan Persinga ini di picu dari oknum salah satu pendukung Persinga. Seperti di ketahui bahwa selama ini Persinga mempunyai dua kubu pendukung yang tak dapat di satukan, berawal dari saling ejek terjadi aksi tawuran dan lempar batu sesama pendukung. Untung saja kejadian ini di ketahui oleh pihak petugas dan melerai kedua belah pihak, hingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. (ARD

Ngawi- Mimpi indah untuk masuk 16 besar setelah gagal membendung Persatu Tuban, dewi Fortuna kembali tidak berpihak ke Laskar Ketonggo. Mimpi buruk masih menimpa Persinga Ngawi saat melawan Martapura FC di Stadion Demang Lehman Kota Martapura, Kalsel, dalam lanjutan Liga 2 PT LIB, Minggu (20/08). Pihak tuan rumah membuat malu dengan  memetik kemenangan  atas tamunya Persinga Ngawi dengan skor akhir 4-1.

Tidak ingin malu di depan sporter Martapura FC unggul lebih terdahulu pada menit-10 babak pertama melalui tendangan kapten Qischil Gandrum Minny. Dan keunggulan tersebut tidak berlangsung lama tepatnya menit ke-14 Persinga Ngawi berhasil menyamakan kedudukan 1-1 lewat Bagus Yulianto.

Alih strategi di babak kedua mulai terlihat di tubuh Martapura penekanan bola kearah gawang Persinga,mulai dirasakan tim tuan rumah seolah tidak memberikan kesempatan pada Laskar ketonggo Ngawi. Arah bola terus menerus dari berbagai lini gencar dilakukan Martapura FC dan berhasil mencetak gol kedua kalinya oleh Reza Saputra menit ke-5.

Bagai di serang dari berbagai sector permainan anak asuh Frans Sinatra Huwae membuat kwalahan Zamnur dkk terbukti pemain dengan nomor punggung 7 Aidil Bogel mengkonversi dua gol sekaligus pada menit ke-56 dan 77. Sampai menit akhir tim tamu Persinga Ngawi dibawah besutan Fachrudin tidak mampu berbuat banyak dengan kedudukan 4-1.

Dengan hasil ini Martapura FC mengkoleksi 25 poin menyusul Persebaya Surabaya meraih tiket 16 besar. Sedangkan Persinga Ngawi harus berpuas diri dengan tambahan satu poin tanpa merubah posisi di klasemen sementara Grup 5.

Kemenangan Martapura FC memang sudah diprediksi sebelumnya, cukup mencuri satu poin saja atau setidaknya bermain seri bakal lolos ke babak selanjutnya. Pasalnya tim Persatu Tuban takluk dalam laga tandangnya di markas Madiun Putra FC (MPFC) kemarin Sabtu (19/8) sore dengan skor 2-1.

Atas kekalahannya tipis tersebut, Persatu Tuban masih harus legowo dengan kemasan 17 poin dan menyisakan dua laga lagi. Dan sebaliknya apabila berhasil menang di dua laga berikutnya, maka Persatu Tuban maksimal hanya menorehkan poin sebanyak 23.

Disisi yang sama Persinga Ngawi harus menghela nafas pada kompetisi Liga 2 ini, untuk mengejar lolos babak berikutnya jelas pintu tertutup rapat-rapat. Demikian juga ke babak play off sesuatu berat untuk dilakukan. Tetapi CEO Persinga Ngawi Dwi Rianto Jatmiko beberapa waktu sebelumnya tetap optimis dengan skuadnya dan terpenting lagi masih bertahan di Divisi Utama PSSI.

“ Kami masih optimis dengan memberikan semangat kepada anak-anak Persinga untuk  menang “ tegas Antok Demikian panggilan akrab CEO Persinga Ngawi.(ARD)

Sunday, 13 August 2017 22:14

Harapan Persinga Pupus

Written by

Ngawi- Laga penentuan poin diperebutkan oleh 2 kesebelasan di group 5, Ngawi harus mengalah setelah Persatu Tuban menang telak atas Persinga.  Pertandingan antara Persatu Tuban menjamu Persinga di Stadion Lokajaya Tuban pada Sabtu (12/8) kemarin menjadi saksi bisu kekecewaan tim kebanggaan orek-orek Ngawi. Bagi kedua tim pertandingan dengan mempertemukan kedua kesebelasan yang sama memiliki poin 13, menjadi ajang duel yang saling menjatuhkan satu  sama lain. Namun dewi fortuna tidak memihak lascar ketonggo dan harus siap menghadapi kenyataan kalah telak dengan Persatu Tuban.  Diakui oleh Zamnur dkk serangan Tuban sudah di genjarkan sejak menit pertama di bunyikan oleh wasit asal Tangerang Muyana. Pada menit pertama Persinga dibuat kwalahan dengan serangan Tuban, hingga menyulut emosi tim arahan Fachrudin dengan dihadiahi kartu kuning Haris Yudha pada menit 10. 

Setelah mendapatkan  kartu kuning dikandang lawan cukup membuat dwon para pemain, hingga menit 29 dari kaki Bima berhasil menjebol gawang lascar ketonggo. Tidak berhenti di babak pertama saja,  di babak  tim besutan Fachrudin ini kembali di buat kelimpungan dengan serangan Tuban hingga menit ke 50 kembali lesakan bola Wirahadi Kusuma masuk ke gawang Persinga. Nampaknya Laskar Ketonggo sulit menahan serangan Laskar Ronggolawe  di menit 73 lewat tendangan Dhanu Rosade Persinga kembali kebobolan, dan skor bertahan hingga turun minum. Dengan kemenangan atas Persinga, Persatu Tuban langsung mendapatkan 3 poin mendudukkan posisinya di peringkat ke 3 dalam klasmen Group 5 Liga 2 2017 disusul PSIM Yogyakarta di peringkat 4 dan 5 untuk Persinga.

Secara terpisah CEO Persinga Dwi Riyanto Jatmiko saat dikonfirmasi belum bisa memberikan komentar panjang atas kekalahan Persinga hanya mengungkapkan akan terus semangat hingga akhir laga

“ Masih tetap semangat hingga akhir”  Tegasnya (ARD)

Ngawi- Patut diacungi jempol torehan apa yang di raih kesebelasan kebanggaan Kabupaten Ngawi. Bagaimana tidak usai dipayungi kemelut dalam tubuh Persinga sendiri pasca hengkangnya pelatih M. Hasan dan kekalahan Skuad Persinga Ngawi. Namun hal itu tidak belangsung lama Official tim mengangkat pelatih baru asal Suarabaya sedikit memberikan nafas baru di tubuh Persinga. Setelah pertandingan di kandang sendiri menjamu PSIM Yogyakarta di Stadion Ketonggo Ngawi, Sabtu (05/08), dengan skor telak 2-0 untuk tuan rumah. Dengan kemenangan ini tim besutan Fachrudin mendulang 3 poin yang baru ia pegang 3 minggu dibutktikan setelah Wage Dwi Aryo di menit ke-54 berhasil menjebol gawang lawan disusul menit ke-66  melalui tandukan Slamet Larso.

Perolehan angka ini diakui oleh Zamnur dkk sebagai salah satu bukti di permalukannya saat Persinga dalam pertangingan dikandang sebelumnya di Stadion Sultan Agung Bantul pada 4 Mei 2017 lalu PSIM Yogyakarta berhasil mengalahkan Persinga dengan skor 2-0 dalam laga lanjutan Grup 5 Liga 2 PT LIB 2017. Erwan Hendarwanto coach PSIM Yogyakarta mengakui kekalahan anak didiknya karena banyak factor dan keletihan salah satunya.

“Lini belakang diakuinya sering kosong namun selain itu karena jarak antar pertandingan begitu dekat hal itu cukup membuat anak asuhnya mengalami keletihan,” terang Erwan Hendarwanto coach PSIM Yogyakarta.

Dibabak pertama Persinga sering mengalami terjepit dan kurang berkembang, namun hal itu di manfaatkan oleh Fachrudin coach Persinga Ngawi untuk melakukan penyerangan di babak kedua yang nampaknya di dimanfaatkan semaksimal mungkin. Setelah turun minum,  terbukti duo striker Slamet Larso-Wage Dwi Aryo mulai seringkali menjadi ancaman gawang lawan yang dijaga Oni Kurniawan.

“Saya cukup senang dan bangga atas  perolehan poin saat melawan Yogyakarta ini, belum banyak apa yang saya  berikan kepada tim Persinga hanya saja memberikan motivasi serta kepercayaan diri itu yang saya tanamkan,” jelas Fachrudin.(ARD)

Monday, 22 May 2017 03:16

Real Madrid Juara Liga Spanyol 2016/2017

Written by

Malaga - Real Madrid mewujudkan ambisinya untuk menjuarai Liga Spanyol musim ini. Los Merengues dipastikan menjadi kampiun setelah mengalahkan Malaga 2-0 di pekan terakhir.
Madrid mencetak satu gol di masing-masing babak pada laga di Estadio La Rosaleda, Senin (22/5/2017) dinihari WIB. Cristiano Ronaldo membawa tim tamu unggul 1-0 lewat golnya pada menit kedua sebelum Karim Benzema memperbesar keunggulan Madrid pada menit ke-55.

Berkat kemenangan ini, Madrid menutup musim dengan perolehan 93 poin dari 38 pertandingan. Mereka menjadi juara dengan keunggulan tiga poin atas Barcelona yang harus puas finis sebagai runner-up. Sementara itu, Malaga menghuni posisi ke-11 dengan 46 poin.
Ini adalah gelar Liga Spanyol ke-33 yang diraih Madrid sekaligus yang pertama sejak musim 2011/2012. Madrid masih menjadi pemegang gelar terbanyak, unggul jauh atas Barca yang baru mengumpulkan 24 gelar. (sumber: detikcom)

Turin - Juventus meneruskan langkahnya ke final Liga Champions dengan mantap. Bianconeri melaju ke partai puncak setelah mengalahkan AS Monaco 2-1 di leg kedua semifinal.

Dengan demikian, Juventus lolos berkat keunggulan agregat 4-1 atas Monaco setelah sebelumnya menang 2-0 di leg pertama pada pekan lalu.

Juventus tampil dengan kekuatan penuh pada laga leg kedua semifinal di Juventus Stadium, Rabu (10/5/2017) dinihari WIB. Sami Khedira yang absen di leg pertama karena akumulasi kartu kembali tampil sebagai starter di lini tengah. Sementara itu, Monaco tetap mengandalkan duet Kylian Mbappe-Radamel Falcao di lini depan.

Meski Monaco lebih banyak menguasai bola di babak pertama, Juventus punya lebih banyak peluang. Tim tuan rumah unggul 2-0 hingga turun minum berkat gol Mario Mandzukic pada menit ke-33 dan Dani Alves pada menit ke-44. Juve sebenarnya bisa saja unggul lebih banyak, tapi kiper Monaco Danijel Subasic tampil sangat baik di bawah mistar.

Pada paruh kedua, Monaco belum menyerah dan berusaha mengejar defisit gol. Akan tetapi, mereka cuma bisa menjebol gawang Juve sekali melalui Mbappe pada menit ke-69.

Dengan hasil ini, Juve akan tampil pada laga final yang dilangsungkan di Millennium Stadium, Cardiff, Wales, pada 3 Juni mendatang. Lawan mereka selanjutnya adalah Real Madrid atau Atletico Madrid. (sumber: detik/sepakbola)

Madrid - Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, tak peduli dengan kontroversi yang mengiringi kelolosan timnya. Baginya Madrid pantas lolos karena bikin gol lebih banyak ketimbang Bayern Munich.

Pada leg kedua perempatfinal di Santiago Bernabeu, Rabu (19/4/2017) dinihari WIB, Madrid berhasil mengalahkan Bayern dengan skor 4-2 lewat babak perpanjangan waktu.

Sempat tertinggal 1-2 di waktu normal 90 menit, Madrid bikin gol selama 2x15 menit. Menang 2-1 di leg pertama, El Real lolos dengan agregat total 6-3.

Kelolosan Madrid yang ketujuh kalinya secara beruntun ke semifinal lantas digugat kubu Bayern yang ramai-ramai memprotes keputusan wasit Viktor Kassai yang dianggap merugikan mereka.

Dua gol Madrid yang dibuat Ronaldo terhitung offside sementara kartu merah Arturo Vidal tidak seharusnya diberikan karena dia tidak melanggar Marco Asensio.

Terkait protes kubu Bayern tersebut, Zidane tak ambil pusing karena timnya memang bermain lebih baik. Buktinya ada enam gol dibuat Madrid ke gawang Manuel Neuer.

"Saya tidak tahu (apakah penggunaan video replay memang perlu). Kerja wasit sangat, sangat sulit, saya tidak mau mencampurinya. Mereka juga bilang gol kedua Bayern itu offside. Seperti itulah sepakbola, menguntungkan kedua pihak," ujar Zidane di Soccernet.

"Lebih dari kartu kuning kedua, atau gol offside, enam gol yang kami cetak selama dua leg membuat kami pantas lolos. Tidak ada keberuntungan dalam sepakbola, Anda harus menang, dan kami memenangi dua laga itu," sambungnya. (sumber : detiksport/sepakbola)

Thursday, 13 April 2017 04:54

100 Gol Ronaldo di Kompetisi Klub Eropa

Written by

Cristiano Ronaldo menjadi pesepakbola pertama yang melesakkan 100 gol di kompetisi antarklub Eropa. Bagaimana di meraih jumlah luar biasa tersebut?
Di tengah banyak keraguan bahwa produktivitasnya mulai menurun, Ronaldo menjawab dengan meyakinkan. Dia mencetak dua gol yang mengantar Real Madrid meraih kemenangan penting di kandang Bayern Munich pada leg pertama babak delapan besar Liga Champions. Los Merengues menang 2-1.
Atas dua gol tersebut, Ronaldo kini sudah 100 kali menjebol gawang klub-klub lawannya di kompetisi Eropa. Dia menjadi orang pertama yang punya capaian sehebat itu.
Pemain terdekat dengan Ronaldo untuk meraih 100 gol adalah Lionel Messi. Bintang asal Argentina yang bermain untuk Barcelona itu punya 94 gol, sementara di posisi tiga ada Raul Gonzalez yang punya 71 gol.
Dari 100 gol yang sudah dilesakkan Ronaldo 16 di antaranya dia buat saat masih berseragam Manchester United, sementara 84 lainnya ketika sudah menjadi penggawa Real Madrid.
Sementara jika dibagi berdasarkan jenis kompetisinya, Ronaldo membuat 97 gol di babak utama Liga Champions. Dua lainnya dia lesakkan di pentas Piala Super Eropa dan satu sisanya di babak Kualifikasi Liga Champions.

Untuk klub yang paling sering dia jebol gawangnya, di posisi teratas ada Schalke dan Ajax Amsterdam dengan masing-masing dijebol gawangnya sebanyak tujuh kali. Selanjutnya ada Malmo, Bayern Munich, dan Galatasaray dengan setiap klub tersebut telah dijebol gawangnya sebanyak 6 kali.
Klub-klub Bundesliga jadi kantong gol terbanyak Ronaldo, di mana dia telah melesakkan 20 gol. Sementara ke klub-klub Italia dia membuat 13 gol, 9 gol ke gawang klub-klub Inggris dan 9 gol lainnya ke gawang tim-tim Prancis.
Ronaldo mencetak gol ke-100-nya pada pertandingan ke-143 yang dia lakoni di kompetisi antarklub Eropa. Itu dia lakukan dalam waktu 11 tahun, setelah melakukan debut menghadapi Debrecen pada 9 Agustus 2005. Demikian dikutip dari ESPNFC.