NASIONAL

NASIONAL (4)

Jakarta - Kevin Lilliana, runner up Puteri Indonesia 2017 yang dikirim ke Jepang untuk mengikuti kompetisi kecantikan Miss International 2017, meraih gelar juara. Untuk pertamakalinya Indonesia meraih gelar juara Miss International.
Kevin Lilliana dinobatkan sebagai pemenang Miss International 2017 di Tokyo Dome City Hall, Jepang, Selasa (14/11/2017). Pemenang Miss International 2016 Kylie Verzosa memberikan ucapan selamat kepada Kevin di atas panggung sekaligus mengumumkan wakil Indonesia itu menjadi pemenang.
Kevin pun tampak langsung menangis terharu usai dinyatakan sebagai pemenang Miss International 2017. Tampil dibalut gaun malam light blue rancangan Ivan Gunawan, wanita kelahiran 5 Januari 1996 itu terlihat tak percaya dirinya disebut sebagai juara.

Kevin Lilliana mengalahkan tujuh kontestan lainnya yang sebelumnya sama-sama masuk babak delapan besar Miss International 2017. Dia berhasil mengalahkan finalis dari Venezuela, Australia, Jepang, Ekuador, Laos, Inggris dan Curacao.

Prestasi Kevin di Miss International 2017 ini melampaui pencapaian pendahulunya Felicia Hwang. Runner up Pertama Puteri Indonesia 2016 itu hanya mampu mencapai juara ketiga Miss International 2016. Sedangkan pada Miss International 2015, wakil Indonesia Chintya Fabiola tak berhasil masuk sebagai top 10. Namun pada Miss International 2014, wakil Indonesia Elfin Pertiwi Rappa, sukses memenangkan gelar Best National Costume.

Ajang Miss International adalah kontes kecantikan yang diorganisir oleh The International Culture Association. Ajang ini pertamakalinya dihelat tahun 1960 silam, dan menjadi salah satu kontes kecantikan terbesar dunia, bersama dengan Miss World, Miss Universe dan Miss Earth. 

Sedangkan Kevin Lilliana, wakil Indonesia yang menjadi pemenang Miss International 2017, sebelumnya dinobatkan sebagai Puteri Indonesia Lingkungan 2017 sekaligus juara dua atau runner up pertama dalam ajang Pemilihan Puteri Indonesia 2017 yang diselenggarakan di Plenary Hall Jakarta Convention Center pada 31 Maret 2017. Mahasiswi jurusan Desain Interior Universitas Kristen Maranatha ini dikenal sebagai aktivis lingkungan hidup di organisasi Earth Hour di kota asalnya, Bandung. (Sumber: detik.com)

 

Jakarta - Demi peningkatan perlindungan hak pelanggan jasa telekomunikasi, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan memberlakukan registrasi nomor pelanggan yang divalidasi dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) mulai 31 Oktober 2017. 

Penetapan ini diatur dalam Peraturan Menteri Kominfo Nomor 12 Tahun 2016 Tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi, yang telah diubah dengan Peraturan Menteri Kominfo Nomor 14 Tahun 2017 Tentang Perubahan atas Peraturan Menkominfo Nomor 12 Tahun 2016 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi.

Registrasi ini dikatakan sebagai upaya pemerintah dalam mencegah penyalahgunaan nomor pelanggan, terutama pelanggan prabayar sebagai komitmen melindungi konsumen dan untuk kepentingan national single identity.

"Proses registrasi dinyatakan berhasil apabila data yang dimasukkan calon pelanggan dan pelanggan lama prabayar tervalidasi," demikian pernyataan Kominfo melalui situs resminya, Rabu (11/10/2017). 

Namun, lanjut pernyataan tersebut, jika data yang dimasukkan calon pelanggan dan pelanggan lama tidak dapat tervalidasi meski telah memasukkan data yang sesuai dengan yang tertera pada KTP dan KK, pelanggan wajib mengisi Surat Pernyataan.

Adapun surat pernyataan tersebut, isinya menyatakan bahwa seluruh data yang disampaikan adalah benar, sehingga calon pelanggan dan pelanggan lama prabayar bertanggung jawab atas seluruh akibat hukum yang ditimbulkan dan secara berkala melakukan registrasi ulang sampai berhasil tervalidasi. 

Selanjutnya, penyelenggara jasa telekomunikasi akan mengaktifkan nomor pelanggan paling lambat 1x24 jam. Penyelenggara jasa telekomunikasi wajib menyelesaikan registrasi ulang pelanggan prabayar yang datanya belum divalidasi paling lambat 28 Februari 2018. 

Penyelenggara jasa telekomunikasi juga wajib menyampaikan laporan kemajuan proses registrasi ulang pelanggan prabayar setiap 3 (tiga) bulan kepada Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) selama jangka waktu registrasi ulang.

Menurut Kominfo, perpanjangan batas waktu penyesuaian pelaksanaan registrasi pelanggan jasa telekomunikasi ini mempertimbangkan kesiapan dan keandalan sistem untuk melakukan validasi data pelanggan dan mempertimbangkan perlindungan terhadap kepentingan pelanggan jasa telekomunikasi. (sumber: detikcom)

Tuesday, 29 August 2017 21:12

Tim Satgas Pusat Pangan ke Ngawi, Survey Beras Ngawi

Written by

Ngawi-Musim kemarau yang cukup panjang saat sekarang, secara tidak langsung mempengaruhi iklim pertanian. Tidak sedikit para petani mengeluh akan kekurangan air sebagai salah satu media tanaman padi, akibatnya dampak terburuk  yang di rasakan petani adalah tingginya biaya produksi. Mendasar hal tersebut Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan pusat terdiri Aster Kasad Mayjen TNI Widakdo H.Sukoco dan Aslog Kapolri Irjen Pol Eko Hadi S. melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi gudang penggilingan beras di Jawa Timur. Sebagai salah satu daerah sampling di wilayah Ngawi, tim satgas menyasar di kabupaten orek-orek ini di bagian barat. 

Kegiatan sidak Tim Satgas Pusat ini di dampingi para  perwira diantaranya Komandan Kodim 0805/Ngawi Letkol M.Triyandono dan Kapolres Ngawi AKBP Nyoman Budiarja langsung sasar ke UD.Brian Putra milik Yudianto di Dusun Durenan, Desa/Kecamatan Kedunggalar, Ngawi, sekitar pukul 09.00 WIB, Selasa (29/08). Dalam sidak tersebut selain melakukan pengecekan langsung ke lokasi juga sedikit mengecek kwalitas beras di kabupaten  Ngawi baik dari harga sampai kesulitan para petani. 

“Kedatangan kami ingin mengetahui secara langsung kondisi pertanian di Jawa Timur, seperti di ketahui Jawa merupakan lumbung padi nasional sehingga pihaknya mengecek kwalitas dan juga stabilitas harga,”   jelas Aster Kasad Mayjen TNI Widakdo H.Sukoco, Selasa (29/08).

Sebelum meninggalkan Kabupaten Ngawi, usai Satgas Pangan Pusat tidak  menemukan penyelewengan dan juga masalah yang dapat menghambat kegiatan ketahanan pangan yang ada di wilayah Ngawi khususnya dan umumnya Jatim. 

“ Kami ingin usai sidak ini tidak ada masalah yang berarti, pertanian dapat di tingkatkan berdasarkan mutu dan kwalitas padi dengan menjaga harga tanpa harus melebihi harga yang telah ditetapkan pemerintah.”  Tambahnya. 

Sementara secara terpisah pemilik UD.Brian Putra dimana yang menjadi sample sidak mengakui produksi beras yang belum di salurkan ke konsumen baru di tingkat agen maupun  pengecer. Gudang dengan kapasitas 32 ton di bandroll  untuk  harga beli gabah Rp 5.100/kilogram, selanjutnya usai menjadi beras setengah jadi di bandroll Rp 7.900/kilogram. 

Untuk sasaran pemasaran  di wilayah Jawa Timur Ngawi Magetan dan Karangayar , sementara untuk wilayah Jawa Tengah dari Sragen hingga perbatasan Solo. (ARD)

Ngawi- Bagi penggemar sandiwara radio, kini anda bisa mendengarkan di Radio Bahana FM setiap jam 18.00 wib. Sandiwara radio persembahan BNPB-Badan Nasional Penanggulangan bencana ini berjudul "Asmara Di Tengah Bencana episode 2" semogan akan menghapus dahaga anda sebagai penggemar sandiwara radio yang bomming tahun 80-an.