Budaya

Budaya (3)

Tuesday, 11 April 2017 02:03

Grup Musik Era 80an Getarkan Benteng Pendem Ngawi

Written by

Ngawi - Mungkin anda tidak asing dengan yang satu ini, namanya yang melegenda di tahun 80an masih saja gaungnya terasa hingga sekarang. Kendati para musisinya sudah lanjut namun hal itu tidak menyurutkan para pecintanya.  Grup musik, Krakatau Band menggelar konser nostalgia di lokasi wisata heritage Benteng Pendem Ngawi malam ini, Sabtu (08/04). Band beraliran jazz etnik ini tampil di sebuah pagelaran budaya Ngawi Perform Festival Benteng Pendem Night Artnival. Sejumlah musisi ternama tampil mempesona dalam kemasan Special Performing Krakatau Reunion dengan formasi lengkap yakni Trie Utami, Pra Budi Dharma, Donny Suhendra, Gilang Ramadhan, Indra Lesmana, dan Dwiki Dharmawan .

Meski situasi lokasi disekitar Benteng Pendem atau biasa disebut Benteng Van Den Bosch di Kelurahan Pelem, Kecamatan Ngawi Kota, baru saja diguyur hujan namun tidak menyurutkan aksi panggung grup musik yang dibesut Dwiki Dharmawan ini. Tak kalahnya lagi, ribuan masyarakat Ngawi pun terhipnotis sejak tembang pertama mulai dilantunkan grup musik asal Kota Bandung tersebut.

“Tidak masalah dengan lokasi yang serba becek maklum baru diguyur hujan sore tadi yang penting bisa nonton konser musik jazz secara gratis. Lagi pula salah satu grup asal kota kembang ini kan dalam rangka tour reuninya,” terang Indri salah satu warga Jalan PB Sudirman Ngawi, Sabtu (08/04).

Sementara sehari sebelumnya saat cek sound sang vokalis Trie Utami kepada media mengatakan, bila konsernya di Kota Ngawi ini menjadi bagian dari tour reuninya setelah di Kota Surabaya pada Januari 2017 lalu. Ia membenarkan, tembang yang dibawa dalam konser di Benteng Pendem Ngawi sekaligus sebagai ajang promo lokasi wisata heritage tersebut merupakan bagian dari album baru kompilasi dari kerinduan setelah belasan tahun tidak bermain bersama dan ngamen bersama.

Jelasnya, dalam album yang dimaksudkan ini ada beberapa di antaranya memilliki nuansa dan karakteristik fusion band Krakatau lama seperti pada lagu “Aku Kamu Kita” yang sangat kental fusion pop-nya. Selain itu, “Aku Kamu Kita” merupakan lagu yang sangat mudah untuk mengingatkan pada Krakatau lama dari Krakatau First Album era 1985. 

Lagu-lagu yang di bawakan oleh Kratatau cukup menghipnotis pengunjung di Banteng Pendem. Bahkan para pejabat teras yang ikut hadir larut dalam nostalgia lagu kenangan mereka di tahun 80an.ARD

Monday, 10 April 2017 03:54

Gamma1, group Band ibukota singgah di Bahana FM

Written by

Ngawi - Gamma1, satu group band papan atas tanah air berkunjung ke kota Ngawi khususnya ke Radio Bahana FM. Band yang diawaki Heri (vokal), Panji (kibor), Nilam (vokal), Alung (gitar), Anan (drum) dan Pandi (bass) merupakan warga asal Dusun Mancung, Bangka Belitung. Maka dari itu, mereka menamakan bandnya Gamma1 yang kependekan dari Gabungan Pemuda Mancung yang ingin menjadi nomor satu. Grup band yang terbentuk pada 13 April 2006 ini pada awalnya tidak memiliki modal untuk menyalurkan bakat bermusiknya. Hingga suatu hari dengan berbekal kegigihan dan tekad mereka, kumpulan anak muda berbakat musik ini akhirnya menarik perhatian pemerintah desa setempat yang memberikan mereka peralatan bermusik agar mereka bisa menghibur masyarakat desa setempat.  Lewat acara pernikahan dan acara – acara desa Mancung mereka mulai banyak disukai.  Sekitar tahun 2010, mereka baru merasakan manggung yang sebenarnya dengan banyak penonton.  Tak hanya sampai disitu, kualitas bermusik GAMMA1 pun menjadikan band ini jadi band favorit dari berbagai penyelenggara acara – acara besar di Bangka Belitung.

Setelah mencoba merekam lagu mereka di salah satu studio musik di Bandung, Ternyata tanpa sepengetahuan mereka, salah seorang crew studio tempat mereka rekaman ternyata merekam mereka saat rekaman lalu menguploadnya ke youtube, dimana video tersebut mencapai lebih dari 200.000 penonton dalam waktu beberapa bulan. Hasil tersebut tergolong fantastis untuk ukuran sebuah band lokal yang belum dipromosikan.

Setahun kemudian, Gamma1 bergabung dengan Trinity dan mengeluarkan hits perdana mereka yang berjudul “1 atau 2”. Hits tersebut diterima dengan antusias oleh masyarakat penggemar musik melayu-dangdut, dan begitu pula dengan single-single mereka berikutnya yang terangkum dalam album perdana mereka “1 atau 2”. Puncaknya adalah tahun 2014, Gamma1 berhasil melakukan tur di pulau Sumatera dan Bangka dengan melintasi 8 propinsi, 26 kota, selama 26 hari. Dengan respon yang selalu antusias dari masyarakat, bukan tidak mungkin suatu saat genre “Melayu-Dangdut” akan selalu dilekatkan kepada band ini.

Kunjungan ke kota Ngawi (BahanaFM) merupakan rangkaian program Tour Promo "GAMMA1" Jawa 2017. Dalam interview live di radio Bahana FM sabtu (8/4/17) jam 14.00-15.00 wib, Gamma1 bercerita panjang lebar tentang kegiatannya dan dalam promo ini mereka memperkenalkan Single "Jomblo Happy" dalam album terbarunya "Dari Hati ke Hati". (sdo)

Saturday, 08 April 2017 02:19

Air Terjun Suwono

Written by

Ngawi - Air Terjun itu tepatnya berada di Dusun Ngetrep, Desa Hargomulyo, Kecamatan Ngrambe, Ngawi, Jawa Timur. Suasana pedesaan yang sangat sejuk dan juga kondisi alam yang alami, menambah daya tarik tersendiri bagi para pecinta alam untuk menikmati keindahan alam pegunungan. Air terjun ini memang terpencil letak nya namun keindahan dan kesegaran suasanya membuat kita berlama – lama disana.

Jaraknya hanya sekitar 7 Km dari Pasar Ngrambe. Untuk menuju ke lokasi ini, bisa ditempuh dengan kendaraan roda 2 maupun roda 4. Yang jelas, siapkan kesehatan kendaraan sampean untuk menanjak. Tiket masuk hanya Rp.3000. Sayangnya untuk fasilitas pendukung belum cukup tersedia, masih murni dikelola oleh warga setempat.

Untuk sampai kesana, dari arah Ngawi yang melewati Jogorogo, sebelum perempatan pasar Ngrambe ada belokan ke kiri (sudah ada petunjuk arah), hingga sampai ke SDN Hargomulyo, dari situ sudah tidak jauh menuju lokasi air terjun. Untuk menuju desa Hargomulyo kita bisa membawa kendaraan bermotor dari Ngrambe melalui jalan ke arah selatan menuju desa Hargomulyo.

Sepanjang perjalanan menuju ke sana kita akan di suguhi pemandangan persawahan, jalan yang berkelok-kelok dan juga hutan pinus yang sangat indah. Setelah kita sudah mendekati desa Hargomulyo, akan ada petunjuk jalan untuk menuju Air Terjun Suwono. Sebelum sampai di lokasi air terjun, kita akan melewati jalan setapak dan menikmati sejuk nya udara dan rindangnya hutan pinus. Itulah Pesona Air Terjun Suwono (sumber:kampoengngawi.com)