Berita Jatim

Berita Jatim (9)

Monday, 04 December 2017 00:00

PDI P Ngawi Siap Bawa Gus Ipul Raih Kemenangan

Written by

Ngawi- Menarik simpati masyarakat ini yang mungkin akan dilakoni oleh para calon guna mendapatkan torehan suara pendukungnya.  Intensitas politik jelang pemilihan gubernur (Pilgub) Jatim 2018 mulai naik. Para kandidat pun mulai ambil start guna memantapkan langkah menuju kursi prestisius jabatan gubernur. Seperti Syaifullah Yusuf/Gus Ipul tidak mau peta wilayah kekuatanya keropos dirinya mulai mendatangi sejumlah wilayah. Kali ini ia menyambangi kalangan kader partai bergambar banteng moncong putih di gedung DPC PDIP Ngawi, Minggu (03/12).

Dengan gaya blak-blakan dihadapan para wartawan Gus Ipul mengaku jika kedatanganya untuk melakukan konsolidasi bersama PDIP Ngawi guna menyusun langkah-langkah strategi pemenangan menuju Pilgub Jatim 2018. Mengingat Ngawi sebagai kantongnya PDIP di wilayah Mataraman atau Jatim barat.

“Jelasnya untuk melakukan konsolidasi pemenangan Pilgun Jatim nanti. Jadi semua hasil perencanaan yang telah dibahas tadi bisa ditindaklanjuti dilapangan,” terang Gus Ipul, Minggu (03/12).

Ia pun mengaku sangat percaya terhadap pola maupun konsep penggalangan massa yang dilakukan para kader PDIP selama ini. Alasan itu bukan tanpa sebab, pada dasarnya PDIP Ngawi sudah berpengalaman membangun kepercayaan politik di level bawah atau akar rumput yang dibuktikan pada pemilu legislative (Pileg) maupun pemilihan kepala daerah (Pilkada).

Disinggung strategi pemenangan wilayah Mataraman, orang nomor dua di Jatim sekarang ini lebih cenderung membangun komunikasi politik secara sinergi dan lebih intens antara kalangan nahdliyin dengan PDIP dalam satu keterpaduan agamis nasionalis. Dengan demikian akan saling menutup kelemahan pada semua lini.

Selain itu Gus Ipul mengaku adem-adem saja menyikapi barisan Muslimat yang notabene satu organisasi dibawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) jika Khofifah Indar Parawansa jadi macung merebutkan Jatim 1. Sebab di dalam NU sendiri sudah menjadi hal biasa apabila terjadi perbedaan politik maupun cara menyikapinya.

“Biasa saja dan adem-adem saja sebab di NU sudah biasa ada perbedaan itu. Justru kita melihat itu bukan kendala maupun hambatan jalan saja seperti biasanya,” urainya.

Hal senada diucapkan Ketua DPC PDIP Ngawi Dwi Rianto Jatmiko terkait kedatangan Gu Ipul memang erat kaitanya dengan rapat kerja internal PDIP untuk menyusun strategi pemenangan Pilgub Jatim 2018. Dalam kesempatan itu sekitar 600 kader dari jajaran pengurus PDIP Ngawi yang dilibatkan untuk lebih merapatkan barisan menuju tahun politik.

“Mulai sekarang ini sudah kita persiapkan bagaimana menyusun tentang strategi pemenangan demikian juga perangkat kerjanya. Maka dari itu kita menyusun schedulenya dan tahapan menuju proses pemenangan nanti seperti apa. Tentu semua itu menjadi tugas pokok dan wajib bagi kita untuk mengamankan perintah partai,” tegas Antok panggilan akrab Ketua DPC PDIP Ngawi.

Bicara target PDIP kata Antok adalah menang namun belum berani mematok berapa persentase perolehan suara yang dicapai. Karena sejauh ini belum bisa mengukur peta kekuatan lawan karena yang muncul ke permukaan baru pasangan Gus Ipul-Anas. Namun demikian apapun lawannya Antok mengaku optimis memperoleh suara mutlak untuk Gus Ipul-Anas dari wilayah Ngawi.

“Kami optimis Gus Ipul dapat meraih simpatik masyarakat Jawa Timur” imbuhnya(ARD)

Ngawi - Kanang, panggilan akrab dari Budi Sulistyono Bupati Ngawi secara resmi mengembalikan formulir pendaftaran sebagai Bacawagub ke Panitia Pendaftaran di kantor DPD PDIP Jatim, Senin (10/07). Kanang sendiri tercatat sebagai peserta kelima yang telah mengembalikan formulir pendaftaran.

Sesuai pantauan, kedatangan Kanang ke kantor DPD PDIP Jatim Jalan Kendangsari Surabaya tersebut tidak sendiri melainkan didampingi para simpatisan dan keluarganya. Kata Kanang, pengembalian formulir pendaftaran Bacawagub yang diambil pada 13 Juni 2017 lalu sebagai bukti keseriusanya mendampingi Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam kancah Pilkada 2018 mendatang.

“Setelah berkomunikasi dengan semua lini baik tingkat bawah maupun atas akhirnya hari ini saya memutuskan untuk mengembalikan formulir sebagai bukti untuk mengabdi pada pemerintahan yang lebih luas,” terang Kanang, Senin (10/07).

Kanang pun meyakini jika nantinya sukses berduet dengan Gus Ipul dapat membawa perubahan terhadap pembangunan di Jatim yang lebih baik dari sebelumnya. Hal itu mendasar satu perpaduan antara agamis yang dibawa Gus Ipul dan nasionalis yang notabene dari PDIP.

“Insyallah komunikasi yang dilakukan jauh hari terlaksana dan sukses untuk membawa Jatim ini lebih baik sesuai komitmen yang ada,” bebernya.

Menurutnya, konsep yang dibawa antara dirinya dengan Gus Ipul memperbesar dukungan dari berbagai kalangan sehingga peluang kemenangan cukup terbuka. Mengapa demikian, satu sisi namanya tidak asing lagi dikawasan Mataraman mulai dari Madiun, Trenggalek, Pacitan, Ponorogo, Magetan dan Ngawi sendiri.

Sedangkan Gus Ipul jelas menjadi tokoh dan memiliki jumlah massa cukup besar dikawasan Tapal Kuda atau kawasan timur mulai Probolinggo, Pasuruan, Situbondo, Bondowoso dan Jember. Dia berkeyakinan situasi yang sangat kondusif dan adem di Jatim sekarang ini akan terbawa pada suasana politik Pilkada mendatang siap. 

Sementara dwi riyanto jakmiko selaku ketua DPC perjuangan Ngawi siap mendukung siapa saja yang nantinya diberikan rekomendasi oleh DPP Perjuangan Pusat secara penuh dan all out.

Tuesday, 13 June 2017 06:37

REJEKI NOMPLOK ROMA KELAPA

Written by

Mau rejeki nomplok dari Roma Kelapa? Hadiahnya total puluhan juta rupiah setiap hari lho! 50 juta rupiah di hari Sabtu, dan 10 juta rupiah setiap hari Minggu sampai Jumat
Masukkan dua kemasan Roma Kelapa 300 gram dan fotokopi KTP atau SIM, tulis nama alamat lengkap dan nomor telepon di bagian belakang amplop. Masukkan ke drop box di radio Bahana FM Jl Trunojoyo 119 Ngawi.
Periode promo 20 Mei sampai 01 Juli 2017. Saksikan pengundiannya di acara Stasiun Dangdut JTV mulai 04 Juni 2017
Rejeki Nomplok Roma Kelapa, menangkan hadiahnya setiap hari!
Hati-hati penipuan, promo tidak dipungut biaya (adv)

Wednesday, 03 May 2017 07:11

Banjir Investasi, Jangan Sampai Jadi Penonton

Written by

Lamongan - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Propinsi Jawa Timur La Nyalla Matalliti mengukuhkan Ismed Jauhar sebagai Ketua Kadin Lamongan Masa Bhakti 2016-2021 di Pendopo Lokatantra, Rabu (3/5).

            Bupati Fadeli yang hadir dalam Pengesahan dan Pengukuhan Dewan Penasehat, Dewan Pertimbangan, dan Dewan Pengurus Kadin Lamongan itu menyebutkan kesamaan visi Lamongan Kadin. Yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan daya saing perekonomian.

 “Di Kabupaten Lamongan ini terdapat hampir 252 ribu usaha mikro kecil dan menengah. Itu berarti lebih dari setengah jumlah rumah tangga di Kabupaten Lamongan. Kadin merupakan mitra pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melalui peningkatan perekonomian rakyat, “ ungkap Fadeli.

Karena itu Fadeli berharap agar keberadaan Kadin dapat menggerakkan UMKM di Kabupaten Lamongan. Apalagi saat ini menurutnya Kabupaten Lamongan sedang menggerakkan pertanian jagung dan hasil panennya dikelola oleh UMKM untuk dijadikan produk olahan.

“Untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja, kami sudah menyiapkan Balai Latihan Kerja, “ katanya menambahkan.

Hal tersebut juga disetujui oleh La Nyalla Matalliti. Dia menyebutkan Kadin bersama dengan pemerintah dan pihak swasta bisa duduk bersama menyusun strategi terbaik, untuk meningkatkan daya saing perekonomian, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara Ketua Kadin Lamongan Ismed Jauhar mengungkapkan, bahwa Pengurus Kadin Kabupaten Lamongan periode 2016-2021 akan mengoptimalisasi dan mensinergikan kebijakannya dengan program pemerintah.

“Investasi yang masuk ke Kabupaten Lamongan akan menjadi tantangan dan juga peluang bagi Kadin Kabupaten Lamongan. Kita harus dapat memaksimalkan investasi yang ada serta mendayagunakannya. Sehingga kita tidak hanya akan menjadi penonton, tetapi juga pemain di dalamnya, “ kata Ismed Jauhari.

Wednesday, 26 April 2017 02:35

Longsor di Magetan, satu korban meninggal

Written by

Magetan - Sedikitnya 20 rumah milik warga Kecamatan Poncol dan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, rusak akibat diterjang tanah longsor yang terjadi pada Ahad hingga Senin, 23 - 24 April 2017. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan, bencana selama dua hari itu mengakibatkan kerugian material sekitar Rp 120 juta. 

Selain itu, Siti Khoriyah, 50 tahun, warga Desa Gonggang, Kecamatan Poncol tewas tertimpa material longsor yang amblas di kawasan lereng Gunung Lawu tersebut. "Bencana lain seperti banjir juga terjadi. Ratusan warga di wilayah Kecamatan Ngariboyo terkena dampaknya," kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan, Fery Yoga Saputra. (rsi)

Madiun - Enam siswa MTs Bani Ali Mursyad asal Dusun Banaran Desa Kerik Kec Takeran Kab Magetan, yang menggelar outbond di Wana Wisata Grape Kecamatan Wungu, tenggelam. Mereka tenggelam akibat curah hujan tinggi kemudian banjir dan menyeret 6 siswa.

Saat itu 128 siswa-siswi diajak makan siang sekitar pukul 14.00 WIB. Para guru sudah mengingatkan agar tidak turun ke sungai untuk mandi. Namun sebagian tetap nekat turun ke sungai dan mandi.

"Iya, enam anak hanyut tenggelam. Mereka hanyut akibat curah hujan tinggi kemudian banjir dan menyeret siswa," kata Kapolres Madiun AKBP I Made Agus Prasatya di lokasi sembari membantu evakuasi korban yang ditemukan, Senin (10/4/2017).

Sementara salah satu guru pendamping, Ayip Rosyidi (34) warga Madiun mengaku MTs Bani Ali Mursyad menggelar outbond di Taman Kresek, Madiun, yang diikuti 128 siswa-siswi. Terdiri laki-laki 43 siswa dan perempuan 85 siswa.

"Anak-anak sudah diingatkan agar tidak turun ke sungai. Tapi masih ada siswa tetap nekat," kata Ayip Rosyidi di lokasi. 

Informasi yang dihimpun, 15 anak nekat turun dan mandi di sungai yang nota bene air sungainya sudah meluap. Tiba-tiba saat anak-anak mandi, air bah datang. 9 Siswa bisa menyelamatkan karena posisi di pinggir sungai. Sementara 6 siswa yang berada di tengah sungai tidak menyelamatkan dan akhirnya hanyut.

Insiden ini membuat para siswa melaporkan ke guru-gurunya. Guru dan warga berusaha melakukan pencarian. Sedangkan para siswa yang selamat dipulangkan. Hingga pukul 17.30 WIB masih dilakukan pencarian melibatkan BPBD, tim SAR, polisi dan warga. (sumber: detik.com)

Wednesday, 05 April 2017 03:50

Penyebab Longsor di Ponorogo Hasil Penelitian Tim UGM

Written by

Ponorogo - Tim kaji cepat Univesitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), melakukan penelitian langsung di Ponorogo untuk mengetahui penyebab bencana tanah longsor yang terjadi 1 April lalu.
"Dari hasil kajian yang kami lakukan bersama, ada sejumlah faktor yang menyebabkan terjadinya longsor, secara kondisi alam memang sudah menunjukkan risiko tinggi tanah longsor," kata salah satu tim ahli UGM, Bagus Bestari Kamarullah, Senin (3/4/2017).
Menurutnya penyebab longsor besar di Dusun Tangkil, Desa Banaran tersebut cukup komplek, diantaranya adalah tingkat kemiringan tebing cukup curam, selain itu struktur batuannya berupa lapukan dari gunung berapi.
"Jenis batuan itu memiliki sifat lepas-lepas, sehingga sangat rawan sekali terjadi longsor," ujarnya kepada sejumlah wartawan.
Bagus menambahkan, dari pengamatan yang ia lakukan bersama tim ahli lain, pihaknya juga menemukan adanya zona lemah sepanjang 1,5 kilometer dari titik nol longsor hingga ke sisi selatan.
Sementara itu, kondisi tata guna lahan yang ada di lereng perbukitan juga cukup memprihatinkan, karena banyak dijumpai tanaman lain yang dinilai tidak layak berada di kawasan lereng.
"Salah satunya adalah tanaman jahe yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat, kemudian ada juga bambu, tanaman bambu itu tidak cocok di tebing, tapi cocoknya di bawah tebing," imbuhnya.
Lebin lanjut Bagus menjelaskan, untuk pemicu terjadinya tanah longsor besar tersebut adalah tingginya curah hujan yang ada di sekitar lokasi bencana. Bahkan selama tiga hari sebelum kejadian terus menerus diguyur hujan dengan intensitas tinggi.
"Sehari sebelumn kejadian itu hujan terjadi mulai dari sore hingga tengah malah, kondisi tersebut memicu terjadinya serapan air dalam tanah cukup tinggi, sehingga tanah itu dalam kondisi jenuh air," imbuhnya.

Dalam penelitian lapangan tersebut pihaknya juga melakukan kajian terhadap potensi longsor susulan dari tebing yang ada di kanan dan kiri lokasi bencana saat ini. 

Sebelumnya, terjadi tanah longsor di Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, akibatnya puluhan rumah dan 28 warga dinyatakan hilang. (sumber: detikcom)

Ponorogo - Sabtu tgl 01 April 2017 sekira Pkl. 07.40 wib elah terjadi bencana alam tanah longsor menimpa rumah penduduk. Pusaat longsor di RT 01 RW 01 Dkh. Tangkil Ds. Banaran Kec. Pulung Kab. Ponorogo.

Kejadian itu diketahui pertama kali oleh - Misman, Kasun Tangkil, 45 Th, Almt Dsn. Tangkil Ds. Banaran Kec. Pulung Kab. Ponorogo  dan - Kateni, 54 Th, Tani, Almt sda TKP 

Kronologis kejadian : Sekira 3 minggu yg lalu, diketahui bhw TKP (atas) sdh mengalami retakan kurang lebih 30 cm. Retakan tsb berangsur angsur mengalami penambahan turunan menjadi 9 meter (1 minggu kemudian) dan 15 meter (3 minggu kemudian), hingga kemarin tanggal 31 Maret 2017 menjadi 20 meter. Selanjutnya beberapa hari terakhir TKP diguyur hujan lebat, terakhir hujan hari Jumat tgl 31 Maret 2017 sore. Kemudian tgl 1 April 2017 sekira Pkl. 07.40 Wib tanah tersebut longsor dan menimpa rumah dan warga. 

 

Saturday, 18 March 2017 02:34

Kirim 3 Perahu Atasi Banjir

Written by

Lamongan - Sungai yang dipenuhi tumbuhan enceng gondok ditengarai sebagai penyebab genangan air di kawasan Bengawan Jero Lamongan tidak bisa cepat terbuang. Untuk mengatasi itu, Bupati Fadeli mengirimkan bantuan tiga unit perahu ke warga setempat.

 

Menurut Fadeli, bantuan perahu itu akan digunakan untuk membantu mempercepat pembersihan sungai dari enceng gondok. Sementara setelah sungai bersih, tiga perahu itu akan tetap di Desa Blajo Kecamatan Kalitengah, untuk dimanfaatkan siswa yang akan berangkat sekolah.

 

“Selama empat hari ini kami bersama-sama masyarakat dan berbagia unsur terus menyisir sungai-sungai, untuk membersihkan enceng gondok. Mulai dari Desa Bojoasri di Kalitengah hingga saluran pembuangan Sungai Corong dan Wangen di perbatasan Gresik,” ujarnya saat di Jembatan Desa Blajo, Jum’at (3/2).

 

Keberadaan tumbuhan air tersebut menurut dia menjadi penghambat pembuangan air. Akibatnya, genangan air tidak bisa cepat terbuang.

 

Selain melakukan pembersihan enceng gondok, Fadeli menyebutkan pihaknya juga sudah memerintahkan agar pompa banjir di Kuro dinyalakan semua. Sementara di Kalitengah juga sudah dikirimkan satu unit pompa mobile.

 

“Insya Allah jika curah hujan tidak terlalu tinggi, dalam 3 hari kedepan genangan sudah bisa surut. Sementara untuk membantu masyarakat kami sudah siapkan posko kesehatan dan bantuan paket sembako,” imbuh dia.

Saat di Blaju, selain menyerahkan bantuan 3 unit perahu, Fadeli bersama Wabup Kartika Hidayati dan Sekkab Yuhronur Efendi juga menyerahkan secara simbolis bantuan puluhan paket sembako.