bahanafm

bahanafm

Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Ngawi - Progam Milenial Road to Savety Festival terus di dengungkan oleh Direktorat Lalu Lintas (Dit Lantas) Polda Jawa Timur.  Progam ini nampaknya di respons langsung oleh Polres Ngawi, mulai action dengan memasang baliho berisi informasi seputar kegiatan tersebut.  Tidak hanya itu saja, Jajaran Satlantas Polres Ngawi menggelar sosialisasi ke masyarakat khususnya generasi milenial di Ngawi.

Jumat (18/1), sejumlah anggota Satlantas menggelar sosialisasi tersebut di Jalan A.Yani, tepatnya di simpang empat Kartoyono Ngawi. 

Stiker penanda taat lalu lintas ditempelkan di sejumlah kendaraan yang pada kegiatan itu dihentikan untuk diberikan edukasi.

Kasatlantas Polres Ngawi, AKP  Yanto Mulyanto mengatakan kegiatan Millenial Road Safety Festival masih dalam tahap sosialisasi. Mengajak para pelajar untuk ikut serta dalam kegiatan positif tersebut, langkah awal pihaknya menggandeng pelajar SMKN 1 Sine Ngawi. 

"Melaksanakan sosialisasi di sejumlah tempat keramaian warga di Ngawi, misalkan saat car free day, dan jalanan. Kami melakukan sosialisasi dengan cara tatap muka langsung dengan masyarakat hingga mengajak para pelajar sebagai role model," kata AKP Mulyanto.

Sementara Revalino salah satu pelajar SMKN 1 Sine Ngawi mengaku senang dengan kegiatan yang diadakan oleh polres Ngawi, hal ini secara tidak langsung kami sudah diingatkan agar lebih berhati-hati di jalan raya.

“ Kami senang dengan sosialisasi petugas yang sering kami takuti di jalan raya, kami siap sukseskan Progam Milenial Road to Savety Festival dengan menularkan melalui medsos “ ungkapnya 

Ia menyebutkan bahwa festival keamanan berkendara yang diprogam oleh Korlantas Polri itu akan berlangsung di seluruh daerah di Indonesia.

Festival tersebut digelar secara serentak di 34 provinsi, dimulai 2 Februari hingga 31 Maret 2019.

"Dalam acara ini menggalang kaum milenial, anak muda di usia yang masih produktif, yang sering kali menjadi korban lalu lintas," tambah Kasatlantas.

Jadi, AKP Ricky Adi Pratama menambahkan hal itu merupakan edukasi berupa kegiatan agar mematuhi aturan berlalu lintas dan menjaga keselamatan saat berlalu lintas.

Pihaknya berencana akan melakukan sosialisasi kaum milenial,  mengenai lalu lintas pun akan digelar ke sekolah-sekolah di seluruh Ngawi 

"Tujuannya agar mengurangi jumlah kecelakaan di jalanan ," Tegas kasatlantas. (Ard)

Ngawi - Pendidikan politik bisa dilakukan dengan berbagai cara, membaca atau belajar bareng dengan para ahli. Namun beda dengan apa yang dilakukan oleh kader dan pengurus Partai bersimbol banteng moncong putih. Mereka bersama –sama nonton bareng atau istilahnya nobar debat perdana presiden dan wakil presiden. Diungkapkan oleh  Dwi Rianto Jatmiko/Antok Ketua Tim Sukses Jokowi – Ma’ruf Amin Kabupaten Ngawi dengan nobar dengan kader, simpatisan dan calon legeslatif Ngawi ini secara tidak langsung menjadi pembelajaran politik. Temabahnya usai debat calon presiden perdana Jokowi – Ma’ruf Amin nomor urut 01 dan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno nomor urut 02, Kamis, (17/01/2019), pihaknya menilai bakal optimis menang. 

Antok demikian panggilan akrabnya menambahkan mendasar dari pengalaman tahun pemilihan lalu suara jokowi hanya 61 persen, pihaknya optimis untuk Ngawi suara Jokowi pada Pemilu serentak/Pilpres 17 April 2019 bakal naik dibanding Pilpres 2014. Kali ini, ditargetkan 70 persen suara untuk Jokowi sama seperti yang ditargetkan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi – Ma’ruf Amin untuk wilayah Jawa Timur. Besar harapan tim pusat untuk mengangkat suara pasangan no 1 dari wilayah Jawa Timur khususnya Kabupaten Ngawi. 

“ Kami akan mengulang kesuksesan pemilhan presiden lalu, dan kekuatan kita jauh lebih baik dari sebelumnya target kita yakni 70 persen. Dengan angka itu kita yakin akan melampuinya,” terang Antok, Kamis, (17/01/2019).

Dwi Riyanto Jakmiko yang juga Ketua DPC PDIP Ngawi saat nonton bareng debat capres tersebut cukup beralasan. Pasalnya, untuk menunjang suara Jokowi berangkat dari berbagai faktor. Pertama adalah Ngawi merupakan satu daerah yang dikenal sebagai kandang banteng atau lumbungnya suara PDIP di Jawa Timur sesuai hasil Pemilu 2014 lalu.

Faktor kedua bebernya, terkait kebijakan atas realisasinya dana desa yang makin mantap di era kepemimpinan Jokowi. Terlebih nilai anggaran dana desa yang dikucurkan tahun 2019 ini totalnya mencapai Rp 70 triliun. Alasan inilah memberikan konstribusi positif kepercayaan masyarakat.

Ditambahkannya alasan untuk memilih pasangan nomer urut 1 tidak hanya itu saja, kebijakan Jokowi yang menjanjikan kesejahteraan perangkat desa setara PNS golongan IIA. Dan faktor ketiga, tidak lain salah satu materi debat capres yang diusung terkait penegakan supremasi hukum dan HAM. Urai Antok, dengan konsep yang terstruktur sesuai materi debat tersebut memberikan keyakinan terhadap pemilih pemula. 

“ Selain kosentrasi kader dan simpatisan, sasaran kita ada kaum pemuda milineal sehingga target yang sudah kita pasang akan berhasil kita raih. Terlebih lagi rencana jangka pendek dan panjang Pak Jokowi sudah terbukti,” tambahnya. (Ard)

Ngawi - Banyak jalan menuju Roma nampaknya peribahasa ini cocok dengan apa yang di lakukan oleh penyelenggara Pemilu Kabupaten Ngawi. Tidak ingin partisipasi pemilih dalam pemilu 2019 mendatang, terkendala karena tidak menyasar kepada mereka yang berkebutuhan khusus KPUD Ngawi rekrut relawan yang berbasic dari para penyandang Disabilitas.  Setelah lulus uji seleksi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ngawi memberikan space khusus bagi penyandang disabilitas diwilayahnya untuk berpartisipasi pada pesta demokrasi Pemilu 2019 mendatang. Kali ini tercatat ada 5 orang penyandang disabilitas yang di tetapkan menjadi relawan demokrasi Pemilu 2019.

Kelimanya orang yang menyandang tuna daksa, tuna rungu maupun cacat bawaan berangkat dari berbagai wilayah desa di Ngawi. Pada dasarnya mereka sangat optimis bisa menjadi bagian dari relawan demokrasi.

Salah satunya yang dituturkan Eko Sugiarto (39) asal Desa Jeblogan, Kecamatan Paron, Ngawi dengan memakai bahasa isyarat ia mengaku mendapat apresiasi tersendiri dari KPU dengan menjadi bagian relawan demokrasi. Eko pun yakin mampu berkomunikasi dengan caranya agar partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 lebih maksimal.

Melalui penterjemahnya Eko Sugiarto akan aktif melakukan sosialisasi Pemilu dengan sasaran sesama penyandang difabel. Dengan waktu tiga bulan ini tandas Eko, yakin semua materi sosialisasi tentang kepemiluan akan diterangkan secara gamblang ke hak pilih khususnya bagi mereka yang mempunyai kebutuhan khusus di Kabupaten Ngawi. (Ard)

Ngawi -Bancana alam nampaknya tidak lepas dan masih menjadi momok menakutkan bagi sebagian warga Kabupaten Ngawi. Kekhawatiran warga akan bencana alam banjir di wilayah Kwadungan, belum lagi longsor untuk wilayah Ngawi barat dekat dengan lereng gunung lawu. Ditambah terjangan angin puting beliung disertai hujan yang kemarin (15/01) menerjang di beberapa wilayah Kabupaten Ngawi menyisakan duka bagi warganya. 

Sekitar pukul 17.00 WIB angin puting beliung menerjang berbagai wilayah Ngawi, Jawa Timur. Akibatnya satu rumah roboh tertimpa pohon dan beberapa rumah lainya mengalami kerusakan tepatnya di Desa Kenongorejo, Kecamatan Bringin, Ngawi.

Sementara data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi menyebutkan selain di Kecamatan Bringin sapuan angin kencang juga terjadi beberapa desa di Kecamatan Kedunggalar. Diinformasikan  terdapat puluhan rumah warga rusak diterjang angin disertai hujan.

“ Guna meringankan para warga yang tertimpa musibah petugas gabungan terdiri dari  kepolisian, TNI dan relawan memperbaiki rumah yang rusak. sekaligus tim kita melakukan pendataan jumlah kerusakan rumah,” terang Eko Heru Tjahjono Kepala BPBD Ngawi, Rabu, (16/01/2019).

Karena saat sekarang cuaca kembali ekstrem pihaknya menghimbau, kepada semua warga untuk ekstra waspada ketika rumahnya berdekatan dengan pohon. Jika ada pohon yang berpotensi roboh Heru meminta untuk ditebang apalagi posisinya ada disamping rumah. Tidak hanya itu saja pihaknya juga memfokuskan untuk warga Ngawi di sekitar lereng Gunung Lawu untuk meningkatkan kewaspadaan pasalnya curah hujan yang tinggi rentan dengan tanah longsor.

“ Cuaca ekstrem saya harap para warga Ngawi khususnya untuk daerah rawan bencana untuk lebih hati-hati dan waspada” tegasnya (Ard)

Ngawi - 14 Januari 2019 hari yang cukup spesial bagi Nuryanto Perangkat Desa Wonokerto, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi. Bagaimana tidak di hari ulang tahunnya perangkat desa berstatus kaur keuangan ini berhasil menembus penjagaan ketat paspampres dan memeluk penuh suka sekaligus haru presiden ke 7 Joko Widodo dihadapan ribuan perangkat desa se-Indonesia.

Di ceritakan oleh Nur demikian panggilan akrab perangkat Desa Wonokerto, karena terlalu bahagia bisa dekat dengan seseorang yang dikagumi dan sudah menjadi impiannya di hari ultah ke 48 ini bisa dekat dengan presiden. 

" Saya sangat senang sekali, karena terlalu senang tidak terasa niat yang sudah di rencanakan sebelum berangkat ke Jakarta ini bisa terpenuhi sampai menangis " ucapnya dengan terbata. 

Berhasil dekat dan memeluk presiden ini berawal dari presiden RI menemui ribuan aksi demo perangkat desa se-Indonesia. Aksi demo yang awalnya akan di gelar di depan istana kepresidenan, dialihkan oleh Jokowi ke gedung Istora Senayan, Jakarta agar ribuan perangkat desa tidak kehujanan. 

“ Setelah selesai memberikan sambutan Pak Jokowi yang turun dari podium langsung saya hampiri dan saya peluk “ tambahnya. 

Tuntutan ribuan perangkat desa yang tergabung dalam Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) yakni penyerataan kesejahteraan pengahasilan mereka dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) Golongan IIA. Yakni Di revisinya Peraturan Pemerintah no. 43 dan 47 Ditambah pemberian pelayanan kesehatan berupa BPJS dalam waktu dekat. Membuat sosok dari perangkat desa yang hendak mancung menjadi Calon Kepala Desa Wonokerto Kecamatan Kedunggalar Ngawi menjadi penyemangat tersendiri. 

“ Setelah berhasil memeluk pak Jokowi, semoga lancar pula saya membawa amanah  warga Desa Wonokerto” imbuhnya.

Friday, 18 January 2019 00:00

Gandeng Relawan Backup Pemilu

Ngawi - Genderang pesta demokrasi sudah mulai dekat, penyelenggara PEMILU berbenah diri untuk mempersiapkan personil hingga mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Sepertihalnya apa yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ngawi membuka pendaftaran sedikitnya  55 orang relawan demokrasi untuk Pemilu 2019.  Diungkapkan oleh Ketua KPU Kabupaten Ngawi Samsyul Wathoni, unsur dari 55 orang relawan demokrasi meliputi berbagai macam basis masyarakat tidak ada persyaratan khusus agar kiranya dapat menyasar ke semua sektor.

Tugas dari relawan ini adalah mereka menyasar pemilih yang sudah berkeluarga, pemilih pemula, pemilih perempuan, penyandang disabilitas, kaum marginal, komunitas, keagamaan, warga internet dan basis warga adat dan budaya. Perekrutan relawan demokrasi ini guna meningkatkan partisipasi pemilih dan membangkitkan kesukarelaan masyarakat sipil dalam pelaksanaan Pemilu 2019. 

“ Adanya relawan ini pada intinya untuk menekan angka golput pada proses pemilihan suara mendatang,”  Jelas Toni demikian panggilan akrab Ketua KPU Kabupaten Ngawi, Senin, (14/01/2019).

Guna  menyasar mereka dengan kebutuhan khusus, KPUD Ngawi telah mempersiapkan 5 personil guna memberi ruang untuk mengakses hak pilihnya. Jumlah tersebut kata Toni sekarang ini sudah terpenuhi menjelang penutupan pendaftaran relawan demokrasi Selasa besok, (15/01/2019).

Tambah Ketua KPUD Ngawi kendati tugas mereka hanya sebagai penyuntik semangat agar menggunakan hak pilihnya. Namun ada persyaratan yang harus di penuhi yang diantaranya berusia minimal 17 Tahun dan berijazah minimal SLTA/sederajat, memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik dan bukan bagian dari penyelenggara pemilu.

Tidak hanya itu saja bagi pemohon relawan demokrasi  mereka harus memiliki pengalaman dalam kegiatan penyuluhan atau aktif dalam organisasi kemasyarakatan atau kemahasiswaan. Agar terinci dan terlaksana dengan baik pemohon wajib membuat program kerja yang nantinya dapat di implentasikan.

“Tugas mereka hingga pelaksaan pesta demokrasi 2019 berakhir yakni bulan april dari perekrutan di bulan Januari,” tutupnya.(Ard)

Ngawi - Banyak cara membantu sesama dan terlebih lagi hal itu di lakukan bersama-sama akan terasa ringan dan menyenangkan. Patut di acungi jempol dan menjadi contoh yang baik bagi komunitas lainya, yang tidak hanya  berkibar di udara(media:red) tapi kosong dilapangan. Info Cegatan Ngawi atau ICN ini sudah malang melintang di dunia maya Ngawi, dengan memberikan informasi sekitar bumi orek-orek dengan media Facebook. Berdampak nama komunitas ini  tidak asing di indra pendengar, bahkan pihak pemkab dan stakeholder mengakui serta ikut membantu kegiatan mereka. Sepertihalnya kemarin minggu (13/01) ICN  Peduli mengadakan bedah rumah salah satu warga tidak mampu di kecamatan Pitu Ngawi. Selain memberikan informasi kepada publik Ngawi, ICN Peduli juga bergerak dalam bidang bakti sosial penggalangan dana untuk korban bencana serta bedah rumah warga kurang mampu. 

“ Komunitas kami awalnya memberikan info kejadian – kejadian seputaran Ngawi dan saat ini berkembang kearah bakti sosial yang di amini oleh pejabat Ngawi “  ungkap Bobby Duta selaku Koordinator ICN. 

Hari minggu (13/01) hari yang cukup bahagia bagi Samirah warga Dsn. SRUGUWAK Ds SELOPURO Kec PITU Kab Ngawi. Pasalnya rumah beratap bambu dan tidak layak huni di sulap oleh komunitas ICN sedemikian rupa sehingga penghuninya betah di rumah. Awalnya Samirah acapkali hujan turun tidak lepas dari air yang masuk di kediamannya belum udara dingin yang menusuk tulang tuanya karena dinding anyaman bambu. 

“ Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada mas dan mbak yang sudah memperbaiki rumahnya”  ucap Sumirah dengan isak bahagia. 

Sementara orang nomer 2 di Kabupaten Ngawi, Ony Anwar Harsono menyempatkan waktu bersama komunitas ICN Peduli untuk membantu pembangunan rumah Sumirah. Tidak ada kata dan sungkan dari diri Wakil Bupati Ngawi dari mengangkat kayu hingga memasang daun pintu. 

“ Saya salut dengan dengan apa yang di lakukan komunitas ICN yang peduli dengan sesama dan akunya ICN sudah belasan rumah warga Ngawi sudah di bangun “ Tegas Mas Ony demikian panggilan akrab Wakil Bupati Ngawi. 

 

Dalam kegiatan sosial berbentuk bedah rumah kali ini pihak pemerintah daerah tidak hanya memuji kegiatan positif dari ICN Peduli Sedikit membenarkan bahwa selama ini pemerintah terkadang masih belum bisa mennyentuh warga secara langsung. Bukannya mengesampingkan namun karena terbentur masalah terkendala administrasi birokrasi. Namun dengan adanya komunitas ICN ini, cukup membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat Ngawi. 

“ Keberadaan dari komunitas semacam ICN Peduli sangat dibutuhkan peranannya. Kita dukung seperti ini kedepan dan seterusnya," tegas Wakil Bupati Ngawi. (Ard)

Ngawi - Akhir tahun ini kabupaten Ngawi di kejutkan dengan peningkatan angka penderita dengan diagnosa akibat terinfeksi nyamuk Aedes Aegypti. Sementara informasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi selama dua bulan terakhir  yakni 2018 lalu hingga awal tahun 2019 ini terjadi peningkatan angka penderita demam berdarah diwilayahnya.

Diungkapkan oleh Jaswadi Kasi P2PM Dinkes Ngawi menyebutkan selama rentang waktu Nopember – Desember 2018 lalu jumlah penderita akibat gigitan nyamuk aedes aegypti mencapai lebih dari 200 pasien baik anak maupun dewasa. Data ini terkafer oleh dinas dikarenakan penderita tengah dalam penanganan petugas kesehatan, belum yang menjalani rawat jalan hal itu belum bisa pihaknya laporkan.  

Dilain sisi jelasnya, jumlah penderita demam berdarah yang berada di tiga rumah sakit baik milik pemerintah daerah maupun swasta yang ada di Ngawi hingga kini belum terdeteksi jumlah pasien. Mengingat yang tahu persis jumlah penderita demam berdarah hanya manajemen rumah sakit sendiri.

 “ Meningkatnya kerjasama data ini setelah adanya kesepakatan secara dasar hukum pihak rumah sakit yang sebelumnya agak sulit melaporkan data  sekarang sudah mau melaporkan data-datanya” tambah Jaswadi.

Terdata di tahun 2016 jumlah pendeita tidak lebih dari dari angka 600, 2017 alami peningkatan jumlah yang signifikan namun belum menembus angka 700, di tahun 2018 alami penurunan di karenakan siklus cuaca dengan rentang bulan Januari – Oktober. Namun memasuki di bulan November jumlah penderita Dengue Shock Syndrome mulai alami peningkatan mencapai 700 pasien lebih.

“ Dari tahun ke tahun jumlah penderita alami peningkatan dan penyumbang penderita terbanyak kasus demam berdarah itu paling banyak dua bulan terakhir,” tegas Jaswadi Kasi P2PM Dinkes Ngawi, Jum’at, (12/01/2019).

Penyakit yang menjadi perhatian dan kewaspadaan ini dikarenakan penyebaran melalui nyamuk sehingga sulit diidentifikasi. Tindakan pencegahan dengan foogingpun tidak serta merta memberantas, pasalnya jentik tidak ikut mati saat dilakukan pengasapan. Langkah persuasif yang dilakukan oleh Dinkes Ngawi, dalam mengatasi penyebaran penyakit DBD  yakni menggiatkan sosialisasi keliling.  Tidak hanya menyasar daerah –daerah endemik rentan dengan penyakit demam berdarah sepertihalnya Kecamatan Ngawi kota, Kecamatan Kedunggalar  dan Kecamatan Widodaren. Namun secara serentak di wilayah Dinkes Ngawi, dengan harapan bisa menyasar ke khalayak publik. 

“ Kegiatan siaran keliling ini kami laksanakan secara serentak di semua jajaran puskesmas di  Kabupaten Ngawi “ Tutup Jaswadi. (Ard)

Ngawi - Patut menjadi menjadi contoh yang baik dengan apa yang dilakukan oleh Kapolres Ngawi AKBP M.B. Pranatal  Hutajulu, S.H., S.I.K., M.H. dalam menciptakan harkamtibmas di wilayah hukumnya. Yakni dengan langsung menyambangi pemuka agama di kediaman K.H Abdussalam selaku pengasuh Ponpes Al- Narokah Dsn. Ngijo Ds/Kec. Kendal Kab. Ngawi . 

Kegiatan tersebut dalam rangka menjalin silaturrahim antara Polri dan Tokoh agama khususnya di Kabupaten Ngawi. 

“Kunjungan ini menjalin hubungan yang erat antara ulama maupun umaroh dengan pihak Kepolisian, serta merupakan bagian dari sarana komunikasi dan memperat tali silaturahmi untuk bersama sama menjaga kondusifitas keamanan di Kabupaten Ngawi khususnya di wilayah Kendal” ujar Kapolres Ngawi. 

Kapolres juga mengatakan silaturrahim ini juga akan membawa dampak terhadap Kamtibmas di Ngawi. 

“Saya berharap sinergitas dan silaturrahim ini mampu menciptakan suasana yang sejuk dan damai khususnya menjelang tahun politik tahun 2019” tutupnya

Sementara K.H Abdussalam  sangat berterima kasih atas apa yang dilakukan oleh petinggi di jajaran polres Ngawi. Sebagai penanggung jawab pondok Al – Narokah siap memberikan bantuan dan menjaga keamanan di wilayah Ngawi. 

“ Kami sebagai elemen dari masyarakat siap untuk sama - sama membantu aparat kepolisian dalam menjaga keamanan terutama memasuki tahun politik, agar tetap mengutamakan persatuan dan kesatuan” tegasnya. (Ard)

Ngawi- Nekat memang dengan apa yang dilakukan oleh Ferry atau FS pria 28 tahun asal Desa Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Palangkaraya, Kalimantan Tengah harus berurusan dengan pihak kepolisian atas tindakan kriminal yang dilakukannya. Pelaku yang pernah mengeyam pendidikan Sarjana dari fakultas hukum ini di ancam  penjara paling lama 4 tahun sesuai Pasal 378 Subsider Pasal 372 KUHP. 

 

Diungkapkan oleh Kasatreskrim Polres Ngawi AKP Moh. Indra Najib saat jumpa pres dengan para media menjelaskan, kasus yang mengakibatkan FS menginap di hotel prodeo ini berawal pengaduan dari Suradi (66) warga Dusun Jetis, Desa/Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur pada Desember 2018 lalu. Menjanjikan anak korban yakni  Dimas Budi Prasetyo bisa menjadi anggota kepolisian. Bahkan tiap kali bertemu dengan pelaku dengan FS selalu memakai pakaian kepolisian serta acecorisnya sepertihalnya seragam PDH polisi, sepatu dan sabelt layaknya polisi yang sekarang di sita petugas sebagai barang bukti. 

Guna menyakinkan korban jelas Moh. Indra Najib FS sempat mengaku sebagai anggota Polri berpangkat Kompol. Dengan gaya perwira tinggi di kesatuan POLRI ini membuat  Suradi percaya terhadap tipu daya FS sehingga rela memberikan uang dengan  total Rp 330 juta. Namun sayang, setelah ditunggu sekian lama Dimas belum juga diterima sebagai anggota kepolisian. Merasa menjadi korban penipuan korban melapor kepada pihak kepolisian untuk melakukan penyidikan kepada pelaku. FS ini tidak hanya melakukan penipuan di wilayah Ngawi saja, terbukti pihak petugas mendapati pelaku sudah di amankan di Polsek Pasar Kliwon dengan laporan yang sama. 

“ Setelah melakukan koordinasi dengan jajaran kepolisian di wilayah Jawa Tengah FS sudah di tahan di  Polsek Pasar Kliwon masuk wilayah Polresta Surakarta “ Jelas AKP Moh. Indra Najib Kasatreskrim Polres Ngawi, Kamis, (10/01/2019).

Diakui oleh Kasatreskrim polres Ngawi, kasus ini akan terus di kembangkan oleh anggotanya pasalnya korban tidak hanya Suradi saja. Pihaknya mengharapkan kepada warga untuk melaporkan kepada petugas apabila menjadi salah satu korban dari sepak terjang FS. (Ard)

Page 1 of 28