bahanafm

bahanafm

Monday, 11 December 2017 00:00

Gigitan Aedes Tahun Ini Tak Lagi Mengganas

 Ngawi -Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi selama tahun 2017 ini mengklaim angka penderita penyakit demam berdarah akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypty maupun Dengue Shock Sindrom (DHS) mengalami penurunan drastis dibanding tahun sebelumnya. Bahkan data yang berhasil dihimpun dari 24 puskesmas di wilayah Ngawi tidak ada laporan korban meninggal lantaran penyakit yang satu ini.

“Kalau menurut angkanya penyakit demam berdarah untuk tahun ini memang ada penurunan.Meski demikian kita tetap mewaspadai akan serangan penyakit tersebut,” terang Jaswadi Kasi P3M Dinkes Ngawi, Jum’at (08/12).

Ia pun membenarkan selama setahun ini tercatat ada sekitar 203 pasien demam berdarah akan tetapi untuk akhir tahun ini atau Desember belum ada laporan tentang penderita demam berdarah. Hanya saja wilayah terparah adanya epidermi demam berdarah berada di kawasan Kota Ngawi. Pasalnya, di Puskesmas Ngawi Kota tercatat ada 25 pasien demam berdarah yang menjalani rawat inap.

“Di Ngawi ini serangan demam berdarah paling parah terjadi dua tahun silam dan saat itu kita terapkan kejadian luar biasa (KLB-red) mengingat dari jumlahnya pasienya,” tuturnya.

Jelas Jaswadi, dikeluarkan status KLB pada 2015 tercatat ada 778 pasien demam beradarah dan 6 pasien diantaranya meninggal dunia. Dan setahun kemudian 2016 malah lebih parah dari datanya ada 782 pasien dan 10 orang diantaranya meninggal dunia. Meski demikian ulasnya, angka yang dikumpulkan oleh Dinkes Ngawi telah dikoordinasikan dengan tiga rumah sakit yang ada untuk mengantisipasi kasus demam berdarah yang tidak dilaporkan.

“ Selama warga Ngawi bisa menjaga kebersihan dan  bisa mencegah berkembangnya jentik nyamuk, penekanan penyakit yang pernah KLB ini bisa di cegah sedini mungkin “ tegasnya(ARD)

Ngawi- Apes memang nasib 2 warga satu ini, inginnya mendapatkan hasil melimpah dari hasil judi malah berurusan dengan petugas. Bisa jadi namanya pemilihan kepala desa (pilkades) dimana tempat sudah ditunggu-tunggu oleh para botoh alias penjudi yang ingin taruhan dengan nilai tertentu bahkan mencapai jutaan rupiah. Tetapi jika kurang waspada dan terkesan sembrono melakukan transaksi bisa berujung nasib apes.

Nasib apes seperti yang dialami PR (57) seorang perangkat desa atau pamong Desa Tulakan, Kecamatan Sine, Ngawi dan SG (40) warga Desa Sidomukti, Kecamatan Jenawi, Karanganyar. Keduanya ditangkap petugas dari Tim Resmob Polres Ngawi setelah diduga melakukan tindak perjudian atau botohan pada pilkades di Desa Wonosari, Kecamatan Sine, sekitar pukul 14.45 WIB, Minggu kemarin, (03/12).

“Mereka kita tangkap setelah diyakini melakukan perjudian di dekat pasar desa setempat (Desa Wonosari-red). Motifnya salah satu pelaku menjagokan calon kades dengan memberi potongan tertentu kepada lawan taruhanya,” terang KaPolres Ngawi AKPB Pranatal H, Senin (05/12).

Ulasnya, dari tangan kedua orang tersebut baik PR maupun SG berhasil diamankan sejumlah barang bukti diantaranya uang tunai Rp 1 juta dan dua handphone. Kedua botoh ini bakal dijerat dengan Pasal 303 ayat 1 ke 1e, 2e KUHP junto UURI Nomor 07 Tahun 1974 tentang penertiban perjudian. Sekarang ini kedua botoh yang bernasib apes tersebut langsung dilakukan penahanan di Mapolres Ngawi.

“ Tidak, tidak ada yang berstatus perangkat dalam kasus ini “ tegasnnya .(ARD)

Ngawi – Nahas nasib salah satu warga Geneng Ngawi ini bermaksud untuk membantu rekannya dari tenggelam malah menjadi korban ganasnya sungai. Sebut saja korban dengan identitas  Pristi Yudi Dwi Handoko pria berumur 21 tahun asal Desa Klitik, Kecamatan Geneng, Ngawi ditemukan tidak bernyawa di sungai Ketonggo masuk Dusun Munggur, Desa Tempuran, Kecamatan Paron. Peristiwa yang mengenaskan dialami korban tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB pada Minggu, (03/12).

Menurut keterangannya, sebelum kejadian korban bersama tiga rekanya yakni Niko, Alfian dan Mustofa hendak berburu biawak dengan menyeberangi sungai Ketonggo. Namun mendadak saat menyeberang sungai itu Alfian terlihat tenggelam kontan saja Handoko sapaan akrab dari korban berusaha melakukan pertolongan.

Sayangnya, ketika dilakukan proses penyelamatan justru antara korban dengan Alfian sama-sama tenggelam. Melihat ada yang tidak beres dengan keselamatan jiwa kedua rekanya membuat Niko yang sudah berada dipinggiran sungai langsung menceburkan diri. Tetapi yang berhasil ditarik tanganya oleh Niko hanya Alfian sedangkan Handoko tidak lekas nongol ke permukaan air sungai.

“Si korban ini pada awalnya menolong satu rekanya yang tenggelam tetapi kedunya malah masuk kedalam air. Kemudian satu rekanya atas nama Niko berusaha menolong kedua temanya akan tetapi yang bisa ditarik ke atas permukaan air sungai hanya Alfian sedangkan korban tidak berhasil ditarik,” jelas Kapolsek Paron AKP I Wayan Murtika, Minggu (03/12).

Hal ini semoga menjadi pelajaran berharga bagi orang tua untuk terus melakukan pengawasan dan perhatian kepada buah hati kita agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.(ARD)

Ngawi- Patut di acungi jempol untuk para panitia penyelenggara pemilihan kepala desa di kabupaten Ngawi di buktikan dapat menyelesaikan tahapannya hingga tuntas tanpa ada permasalahan. Pilkades serentak yang dilaksanakan di 13 desa dari 9 kecamatan di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur sukses digelar pada Minggu, (03/12). Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Ngawi selaku penanggungjawab kolektif meyakini pelaksanaan pilkades secara umum tidak menemui hambatan maupun kendala dilapangan.

Meski tata cara pelaksanaan pilkades pertama kalinya memakai sistim TPS mendasar Perda Nomor 01 Tahun 2015 namun masing-masing panitia di tingkat desa langsung beradaptasi dengan menerapkan sistim terbarukan secara baik. Kabul Tunggul Winarno Kepala DPMD Ngawi menuturkan, pihaknya mengapresiasi posistif terhadap panitia desa yang sukses melaksanakan pilkades.

“Semua panitia yang ada desa kami support terus untuk melaksanakan pilkades secara baik transparan dan sesuai aturannya. Dan terbukti tidak ada kendala yang cukup berati meski demikian ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan terkait pilkades yang ada di Desa Baderan,” terang Kabul demikian sering disapa, Minggu (03/12).

Bebernya, jumlah keseluruhan proses pilkades serentak dari 13 desa terdapat 54 TPS dengan jumlah pemilih tetap (DPT) tercatat 46.248 orang. Kabul mengharapkan bagi desa yang melaksanakan pilkades segera mengajukan ke BPD agar calon kepala desa yang telah ditetapkan segera dilantik.

Berikut data pilkades serentak di Ngawi tahun 2017, untuk Desa/Kecamatan Gerih tercatat dalam DPT mencapai 10.774 orang dan hadir di TPS hanya 8.625 orang dan hasilnya dengan nomor urut 1 Agus Choiri mendapatkan 4.789 suara sedangkan nomor 2 Sholikin memperoleh 3.750 suara. Desa Kenongorejo, Kecamatan Bringin dengan DPT 4.368 jiwa hadir tercatat 3.566 orang dan 1. Munaji-1.151 suara, 2. Budiyono-290 suara, 3.  Suwarno-736 suara, 4. Pujianto-1.008 suara, 5. Danwit-337 suara.

Disusul Desa Sirigan, Kecamatan Paron dengan DPT 2.524 jiwa dan hadir mencapai 2.116 orang dan untuk 1. Suyanto-1.117 orang, 2. Markaban-975 suara. Desa Kebon, Kecamatan Paron tercatat dalam DPT 1.788 jiwa 1. Pan Gunadi-1.132 suara, 2. Slamet-119 suara, 3. Endah Sri Wulandari-272 suara. Sedangkan Desa Tambakromo, Kecamatan Padas dalam DPT 2.420 jiwa nomor urut 1. Tutik Purwati-1.200 suara, 2. Sungkono-950 suara.

Hal yang sama untuk Desa Banjaransari, Kecamatan Padas di DPT ada 2.317 jiwa untuk calon kepala desa 1. Puniyati-65 suara, Agus Widodo-1.932 suara. Desa Paras, Kecamatan Pangkur terdapat sesuai DPT 2.007 jiwa nomor urut 1. Siti Zhulaikan-876 suara, 2. Suyatno-881 suara. Tidak kalah ramainya bagi Desa Wonosari, Kecamatan Sine dengan DPT 1.669 jiwa nomor urut 1. Hartanto-762 suara, 2. Suyanto-636 suara.

Hal serupa untuk Desa Gendol, Kecamatan Sine ada DPT 1.142 jiwa nomor urut 1. Moch Syahid-680 suara, 2. Suyekti-87 suara. Terus berlanjut di Desa Campurasri, Kecamatan Karangjati dengan DPT 2.031 jiwa nomor 1. Darno-106 suara, 2. Sutrisno-1.515 suara. Desa Gempol, Kecamatan Karangjati dalam DPT tercatat 2.031 jiwa nomor 1. Susilo-1.515 suara, 2. Sriyatun-106 suara. Desa Simo, Kecamatan Kwadungan DPT 1.280 jiwa nomor 1. Sudarjo-1.047 suara, 2. Hartatik-33 suara dan terakhir untuk Desa/Kecamatan Kedunggalar DPT 8.040 jiwa nomor 1. Joko-5.238 suara, 2. Wendhy-253 suara. 

“ Setelah ini masih menjadi PR untuk segera di selesaikan adalah kasus Baderan dan pelantikan kepala desa yang sudah menjadi pemilihan rakyat masing-masing” tegasnya. (ARD)

Monday, 11 December 2017 00:00

Jelang Pilgub Gus Ipul Dekati Pemilih

 Ngawi- Genderang pesta demokrasi pemilihan kepala daerah dalam hal ini Gubernur sudah memasuki tahapannya. Intensitas politik jelang pemilihan gubernur (Pilgub) Jatim 2018 mulai naik. Para kandidat pun mulai ambil start guna memantapkan langkah menuju kursi prestisius jabatan gubernur. Tidak ingin kecolongan seperti Syaifullah Yusuf/Gus Ipul tidak mau peta wilayah kekuatanya melemah dirinya mulai mendatangi sejumlah wilayah. Kali ini ia menyambangi kalangan kader partai bergambar banteng moncong putih di gedung DPC PDIP Ngawi, Minggu (03/12).

Dengan gaya blak-blakan dihadapan para wartawan Gus Ipul mengaku jika kedatanganya untuk melakukan konsolidasi bersama PDIP Ngawi guna menyusun langkah-langkah strategi pemenangan menuju Pilgub Jatim 2018. Mengingat Ngawi sebagai kantongnya PDIP di wilayah Mataraman atau Jatim barat.

“Jelasnya untuk melakukan konsolidasi pemenangan Pilgun Jatim nanti. Jadi semua hasil perencanaan yang telah dibahas tadi bisa ditindaklanjuti dilapangan,” terang Gus Ipul, Minggu (03/12).

Ia pun mengaku sangat percaya terhadap pola maupun konsep penggalangan massa yang dilakukan para kader PDIP selama ini. Alasan itu bukan tanpa sebab, pada dasarnya PDIP Ngawi sudah berpengalaman membangun kepercayaan politik di level bawah atau akar rumput yang dibuktikan pada pemilu legislative (Pileg) maupun pemilihan kepala daerah (Pilkada)

Disinggung strategi pemenangan wilayah Mataraman, orang nomor dua di Jatim sekarang ini lebih cenderung membangun komunikasi politik secara sinergi dan lebih intens antara kalangan nahdliyin dengan PDIP dalam satu keterpaduan agamis nasionalis. Dengan demikian akan saling menutup kelemahan pada semua lini.

Selain itu Gus Ipul mengaku adem-adem saja menyikapi barisan Muslimat yang notabene satu organisasi dibawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) jika Khofifah Indar Parawansa jadi macung merebutkan Jatim 1. Sebab di dalam NU sendiri sudah menjadi hal biasa apabila terjadi perbedaan politik maupun cara menyikapinya.

“Biasa saja dan adem-adem saja sebab di NU sudah biasa ada perbedaan itu. Justru kita melihat itu bukan kendala maupun hambatan jalan saja seperti biasanya,” urainya.

Hal senada diucapkan Ketua DPC PDIP Ngawi Dwi Rianto Jatmiko terkait kedatangan Gus Ipul memang erat kaitanya dengan rapat kerja internal PDIP untuk menyusun strategi pemenangan Pilgub Jatim 2018. Dalam kesempatan itu sekitar 600 kader dari jajaran pengurus PDIP Ngawi yang dilibatkan untuk lebih merapatkan barisan menuju tahun politik.

“Mulai sekarang ini sudah kita persiapkan bagaimana menyusun tentang strategi pemenangan demikian juga perangkat kerjanya. Maka dari itu kita menyusun schedulenya dan tahapan menuju proses pemenangan nanti seperti apa. Tentu semua itu menjadi tugas pokok dan wajib bagi kita untuk mengamankan perintah partai,” tegas Antok panggilan akrab Ketua DPC PDIP Ngawi.

Bicara target PDIP kata Antok adalah menang namun belum berani mematok berapa persentase perolehan suara yang dicapai. Karena sejauh ini belum bisa mengukur peta kekuatan lawan karena yang muncul ke permukaan baru pasangan Gus Ipul-Anas. Namun demikian apapun lawanya Antok mengaku optimis memperoleh suara mutlak untuk Gus Ipul-Anas dari wilayah Ngawi.

“ Dengan mengandalkan basis Merah untuk PDI P dan basis hijau untuk pendukung gus Ipul kami optimis Ngawi bakal mendapatkan suara yang signifikan” tegasnya. (ARD)

 Ngawi- Maish menjadi pekerjaan rumah bagi petugas Ngawi dengan aksi kriminal terkadang tidak mengenal lokasi sasaran. Meski lokasinya jauh dari tempat keramaian masih juga kena incaran penjahat. Kejadian itu menimpa Sujarwo alias Wowok (48) salah satu warga Dusun Ngreco, Desa Semen, Kecamatan Paron, Ngawi ini menjadi korban pencurian mobil jenis Daihatsu Xenia warna silver nopol AE 1320 ME.

Kata korban dihadapan polisi, aksi pencurian baru diketahui sekitar pukul 06.00 WIB, Rabu (22/11), saat dirinya berada di Alas Ketonggo membuka warung. Disebutkan, saat itu istrinya Suprapti mendapat pesan singkat dari Bima Ghofara anaknya di rumah yang mengatakan apakah mobilnya itu dibawa ke warung.

Merasa mobilnya masih dirumah korban bersama istrinya langsung pulang untuk mengecek kebenaran kabar yang diterima. Bahkan tetangga dekatnya pun ketika ditanya tidak ada yang tahu. Merasa jadi korban pencurian korban lapor ke petugas Polsek Paron.

“Dari hasil olah TKP dan keterangan saksi-saksi memang mobil yang raib itu diparkirkan di garansi yang tidak ada pintunya atau terbuka. Kemungkinan pelaku masuk dari garansi menuju ruang keluarga untuk mengambil kunci mobil dan membawa kabur kendaraanya itu,” terang Kapolsek Paron AKP I Wayan Murtika, Rabu (22/11).

Namun demikian, pihaknya terus menyelidiki secara detail terkait laporan korban guna mengungkap sebenarnya dari kasus dengan motif pencurian itu. Barang bukti yang diamankan untuk sementara dari tangan korban hanya satu lembar slip angsuran mobil Daihatsu Xenia dari BFI Madiun. Untuk sementara kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp 70 juta.

“Kita mengharapkan sekecil informasi dari warga masyarakat Ngawi terlebih lagi yang mengetahui gerak-gerik mencurigkan dari oknum yang tidak bertanggung jawab agar kiranya dapat mengungkap identitas pelaku”Tegasnya.(ARD)

Ngawi- Tidak ingin kecolongan dan mengantisipasi kerawanan politik jelang pilkades Anggota Komisi I DPRD Ngawi melakukan inspeksi mendadak (sidak) disejumlah desa untuk memastikan pelaksanaan pilkades serentak yang digelar pada 03 Desember 2017 mendatang bisa berjalan sesuai mekanismenya. Empat orang wakil rakyat yang mewakili Komisi I pertama kalinya sasar di Desa Kenongorejo, Kecamatan Bringin, Senin (27/11).

Didesa ini, para wakil rakyat melihat dari dekat proses tahapan yang dilakukan panitia pilkades desa setempat. Dijelaskan, di Desa Kenongorejo mulai hari ini hingga tiga hari kedepan masuk pada tahapan kampanye yang diikuti lima orang calon kades. Dari hasil pantauan, pelaksanaan kampanye berjalan kondusif tidak ditemukan indikasi gesekan maupun kontra antar pendukung calon kades.

“Hasil sidak kali ini terpantau aman dari berbagai sisi. Baik itu dari tahapan pilkades maupun koordinasi dengan aparat,” terang Siswanto Sekretaris Komisi I DPRD Ngawi, Senin (27/11).

Jelasnya, sidak tidak sebatas ke Desa Kenongorejo melainkan ke tiga desa dari tiga kecamatan  lainya seperti Campurasri-Karangjati, Paras-Pangkur dan Tambakromo-Padas. Semua desa yang di sidak beber Siswanto, masuk pada tahapan kampanye calon kades dalam situasi kondusif. Sambungnya, dari 14 desa yang bakal melaksanakan pilkades serentak ada 2 desa yang terindikasi kerawanan.

“Sesuai pemetaan kita mendasar informasi yang dikumpulkan dari berbagai sumber memang ada dua desa yang diprediksi rawan gesekan antar pendukung. Tetapi kita berharap kepada semua pihak yang berkompeten terus mematau situasinya biar pilkades ini sebagai pesta demokrasi tingkat bawah bisa berjalan baik,” urai Siswanto.

Terpisah, Kabul Tunggul Winarno Kepala DPMD Ngawi menerangkan, untuk mengantisipasi kerawanan pilkades dilapangan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan jajaran polsek maupun koramil. Kabul demikian sapaan akrabnya, meyakini pelaksanaan pilkades serentak yang tinggal menghitung hari tersebut bakal terlaksana sesuai yang dijadwalkan. Dan pelaksanaan pilkades nanti tetap memakai sistim terbaru melalui pungutan suara per dusun dengan pola TPS. 

“ Kita mengharapkan situasi pemilihan kepala desa yang kondusif tidak ada masalah administrasi hingga pergesekan antar pendukung sehingga pesta demokrasi di tingkat desa ini bisa berlangsung lancar” Tegasnya(ARD)

Monday, 04 December 2017 00:00

Kebo Ketan Anemo Masyarakat Ngawi

 Ngawi-Menuju puncak ritual budaya upacara Kebo Ketan mengambil tema Penawar Racun Divide Et Impera pada Minggu 03 Desember 2017. Kini sajian budaya khas besutan Bramantyo Prijosusilo diawali dengan proses memandikan atau dikenal dengan istilah ‘guyang’ sang Kebo Ketan di Sendang Margo masuk Alas Begal setelah diarak dari lapangan bola di Desa Sekarputih, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi, Sabtu (02/02).

Kemudian sesuai rundownya, upacara akan berakhir pada 04 Desember 2017 ditandai selesainya pagelaran wayang kulit yang dibawakan oleh dalang Ki Seno Nugroho dari Yogyakarta. Namun sebelumnya, pada puncak ritual Kebo Ketan didukung 873 seniman dari berbagai latar seni yang datang dari berbagai daerah.

Dari data yang ada disebutkan, untuk komunitas Prana dari Ubud Bali yang didukung belasan personel akan menampilkan musik dan tari. Selain itu, dari Yogyakarta tercatat akan menampilkan grup muda berisi musisi jenius, Brightsize Trio yang baru kembali dari tur di Eropa.  Sementara itu Denny Dumbo dan kawan-kawan, akan menyajikan musik sakralisasi mengiring puncak upacara penyembelihan Sang Kebo Ketan.

Sedang dari Jakarta akan datang kelompok Bonita & The Hus Band, dan Dima Miranda & The Jatiwangi Art Factory, serta KH. Dr. Zastrouw Ngatawi dan Ki Ageng Ganjur. Kelompok rock dari era tahun 1990 an, Elpamas, akan menjadi gong pertunjukan musik Upacara Kebo Ketan, membawa formasi istimewa dengan 2 vokalis. Satu satunya musisi yang tampil sendiri adalah baladawan Yogyakarta Sri Krishna.

Pada prosesi upacara Kebo Ketan juga melibatkan seniman lokal Ngawi dan tentunya menampilkan berbagai pentas seni seperti Reog Kebonagung Sekarputih, kelompok hadrah dan tari Sufi Madin Al Fatih dari Ngrambe, serta Penthul Melikan, dan kerawitan dari Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Ngawi ditambah warga yang terlibat di dalam persiapan dan pelaksanaan artistik dan teatral prosesi.

Beberapa seniman kebanggaan Indonesia dengan reputasi internasional juga bakal dilibatkan seperti Djoko Pekik dan Heri Dono, seniman gerak rohani (gerak Amerta) Suprapto Suryodarmo dan seniman performas Arahmaiani. Aktor senior Otig Pakis akan melaksanakan penyembelihan Sang Kebo Ketan. 

“Acara tradional yang di kemas secara apik ini berhasil menarik anemo masyarakat Ngawi dan luar daerah sehingga Ngawi dapat terkenal” jelas Dian salah satu pemerhati Seni Ngawi.(ARD)

Ngawi- Menarik simpati masyarakat ini yang mungkin akan dilakoni oleh para calon guna mendapatkan torehan suara pendukungnya.  Intensitas politik jelang pemilihan gubernur (Pilgub) Jatim 2018 mulai naik. Para kandidat pun mulai ambil start guna memantapkan langkah menuju kursi prestisius jabatan gubernur. Seperti Syaifullah Yusuf/Gus Ipul tidak mau peta wilayah kekuatanya keropos dirinya mulai mendatangi sejumlah wilayah. Kali ini ia menyambangi kalangan kader partai bergambar banteng moncong putih di gedung DPC PDIP Ngawi, Minggu (03/12).

Dengan gaya blak-blakan dihadapan para wartawan Gus Ipul mengaku jika kedatanganya untuk melakukan konsolidasi bersama PDIP Ngawi guna menyusun langkah-langkah strategi pemenangan menuju Pilgub Jatim 2018. Mengingat Ngawi sebagai kantongnya PDIP di wilayah Mataraman atau Jatim barat.

“Jelasnya untuk melakukan konsolidasi pemenangan Pilgun Jatim nanti. Jadi semua hasil perencanaan yang telah dibahas tadi bisa ditindaklanjuti dilapangan,” terang Gus Ipul, Minggu (03/12).

Ia pun mengaku sangat percaya terhadap pola maupun konsep penggalangan massa yang dilakukan para kader PDIP selama ini. Alasan itu bukan tanpa sebab, pada dasarnya PDIP Ngawi sudah berpengalaman membangun kepercayaan politik di level bawah atau akar rumput yang dibuktikan pada pemilu legislative (Pileg) maupun pemilihan kepala daerah (Pilkada).

Disinggung strategi pemenangan wilayah Mataraman, orang nomor dua di Jatim sekarang ini lebih cenderung membangun komunikasi politik secara sinergi dan lebih intens antara kalangan nahdliyin dengan PDIP dalam satu keterpaduan agamis nasionalis. Dengan demikian akan saling menutup kelemahan pada semua lini.

Selain itu Gus Ipul mengaku adem-adem saja menyikapi barisan Muslimat yang notabene satu organisasi dibawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) jika Khofifah Indar Parawansa jadi macung merebutkan Jatim 1. Sebab di dalam NU sendiri sudah menjadi hal biasa apabila terjadi perbedaan politik maupun cara menyikapinya.

“Biasa saja dan adem-adem saja sebab di NU sudah biasa ada perbedaan itu. Justru kita melihat itu bukan kendala maupun hambatan jalan saja seperti biasanya,” urainya.

Hal senada diucapkan Ketua DPC PDIP Ngawi Dwi Rianto Jatmiko terkait kedatangan Gu Ipul memang erat kaitanya dengan rapat kerja internal PDIP untuk menyusun strategi pemenangan Pilgub Jatim 2018. Dalam kesempatan itu sekitar 600 kader dari jajaran pengurus PDIP Ngawi yang dilibatkan untuk lebih merapatkan barisan menuju tahun politik.

“Mulai sekarang ini sudah kita persiapkan bagaimana menyusun tentang strategi pemenangan demikian juga perangkat kerjanya. Maka dari itu kita menyusun schedulenya dan tahapan menuju proses pemenangan nanti seperti apa. Tentu semua itu menjadi tugas pokok dan wajib bagi kita untuk mengamankan perintah partai,” tegas Antok panggilan akrab Ketua DPC PDIP Ngawi.

Bicara target PDIP kata Antok adalah menang namun belum berani mematok berapa persentase perolehan suara yang dicapai. Karena sejauh ini belum bisa mengukur peta kekuatan lawan karena yang muncul ke permukaan baru pasangan Gus Ipul-Anas. Namun demikian apapun lawannya Antok mengaku optimis memperoleh suara mutlak untuk Gus Ipul-Anas dari wilayah Ngawi.

“Kami optimis Gus Ipul dapat meraih simpatik masyarakat Jawa Timur” imbuhnya(ARD)

 Ngawi- Tidak kurang dari 2 tahun terkahir ini Bupati Ngawi Budi Sulistyono/Kanang menggagas obyek wisata baru yang dapat dinikmati oleh warga Ngawi. Sebagai puncak keberhasilan tersebut Bupati bersama pejabat OPD mengawali kegiatan penanaman pohon asuh bersamaan dengan pencanangan program nasional Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) di Taman Candi berlokasi di Kali Mati, Desa Kartoharjo, Kecamatan Ngawi Kota. Kegiatan ditandai dengan penanaman beberapa pohon di area taman yang berlokasi lebih dari tiga hektar tersebut, Selasa (28/11).

“Kita bersama dinas terkait terus berupaya menciptakan hutan kota tentu peruntukanya sebagai paru-paru termasuk di kali mati ini. Dan konsep di kali mati ini memang dipadukan dengan taman rekreasi didalamnya ada fasilitas yang berkaitan dengan wisata air seperti mancing maupun lainya,” terang Kanang.

Kanang berpendapat, dengan mengeksplor keberadaan kawasan Kali Mati menjadi satu area rekreasi yang terakomodasi melalui Taman Candi bisa menjadikan sebagai salah satu destinasi wisata di Kabupaten Ngawi. Sehingga kedepanya keragaman lokasi wisata yang ada di Ngawi menjadikan pilihan representative bagi pengunjung baik lokal maupun luar daerah.

Hal senada diungkapkan Setiyono Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ngawi, ia meminta semua lapisan masyarakat terutama disekitar Taman Candi turut andil memajukan sekaligus menjaga kebersihan dilokasi wisata terbarukan itu. Dengan demikian dalam waktu singkat Taman Candi yang mulai di eksplor tiga tahun lalu bisa memberikan kontribusi positif terhadap pariwisata di Ngawi.

“Di Taman Candi ini besar harapanya bisa menjadikan satu tempat rekreasi bagi anak-anak dalam membentuk pendidikan karakter. Disini disuguhkan bagaimana mengelola penghijauan maupun menjaga lingkungan dari sampah,” ujar Setiyono.

Ditempat yang sama, Bupati Ngawi Budi Sulistyono meresmikan Taman Candi ditandai dengan pemotongan pita. Namun sebelumnya, bersama jajaran OPD Bupati Ngawi menebar ribuan benih ikan di Kali Mati. Seperti diketahui sebelumnya, Taman Candi merupakan hasil restorasi menuju taman wisata yang ada di pinggiran Kota Ngawi dengan budget miliaran rupiah bersumber dari APBD. Fasilitas yang tersedia mulai family park, taman labirin, flaying fox dan dipadukan wisata air.

“Semoga pembangunan Kali mati ini bisa di manfaatkan oleh warga Ngawi untuk berakhir pekan tanpa harus keluar dari Ngawi” Tegasnya(ARD)

Page 1 of 16