bahanafm

bahanafm

Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

Ngawi -Kunjungan kerja Kapolda Jatimdi Polres Ngawi, Irjen Pol Machmud Arifin secepatnya akan memberangkatkan dua setingkat kompi (SSK) Brimob berkekuatan 200 personel untuk membantu korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Penjelasan tersebut menyusul dampak gempa Lombok berskala 7 SR menimbulkan 82 orang meninggal.

“Nanti pukul 13.30 (Senin-red) kami akan memberangkatkan dua kompi Brimob dari Surabaya ke Mataram Nusa Tenggara Barat,” jelas Kapolda Jatim Irjen Pol Machmud Arifin, Senin, (06/08).

Jelasnya, personel yang diterjunkan ke lokasi bencana gempa tersebut secepatnya akan membantu evakuasi korban maupun memberikan pelayanan sosial terhadap ribuan pengungsi. Selain itu Kapolda Jatim memerintahkan ke semua jajaran Kapolres untuk ikut andil memberikan bantuan terhadap korban gempa yang jumlahnya terus bertambah itu.

Seperti diketahui, Polri menambah kekuatan personel untuk membantu korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat dan sekitarnya. Hari ini, sebanyak empat satuan setingkat kompi (SSK) Brimob dari Polda Jawa Timur dan Mabes Polri dikirim ke lokasi gempa.

Secara keseluruhan, Polri juga mengirimkan lima tim tenaga medis dan dua unit helikopter. Sehingga total personel yang diberangkatkan yakni 400 personel Brimob dan 60 petugas kesehatan. Selain mengirimkan pasukan Polri juga mengirimkan bantuan makanan, obat-obatan, peralatan kesehatan, dan bahan bantuan kemanusiaan lainnya. 

“ Kami mengharapkan bantuan POLRI Jawa Timur ini bisa sedikit meringankan beban dari saudara kita yang ada di Lombok NTB” Tegas Kapolda. (Ard)

Ngawi – Hari ini Jum’at (20/08) merupakan hari pertama di gelarnya pameran produk UMKM 2018 yang berlokasi di lapangan Alun-Alun Merdeka Kab. Ngawi. Acara akan dibuka nanti selepas pelaksanaan sholat Jumat yaitu pukul 13.00 WIB oleh Bupati Budi Sulistyono Gelaran ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan untuk memperingati hari jadi Ngawi yang ke 660 th. Berbarengan dengan di adakannya tinju amatir Se-Jatim yang juga berada di Alun-Alun Merdeka Kab. Ngawi. Puluhan stand sudah mulai dipersiapkan sejak rabu 18 Juli lusa kemarin. Pameran ini akan berlangsung selama 3 hari, 20 Juli -22 Juli 2018. Berbagai jenis produk UMKM akan disuguhkan dalam gelaran ini, yang terdiri dari berbagai macam produk. Mulai dari fashion, kuliner, dan juga kerajian unik akan memenuhi stand-stand yang telah disediakan. “saya bersyukur sekali ada acara seperti ini, bisa sangat membantu untuk memasarkan produk yang miliki”, begitu tanggapan Anggi (38) salah satu peserta pameran produk UMKM 2018 ini yang ikut serta memamerkan berbagai hasil rajutan hasil kreasi ‘Rumah Rajut Arini’. Dengan adanya acara seperti ini mampu menarik animo para pemilik UMKM agar terus mengembangkan usahanya sehingga mampu bersaing di pasaran dan juga mampu meningkatkan kualitas perekonomian rakyat kecil. “berharapnya sih akan terus diadakan kegiatan seperti ini, meskipun saya baru ikut untuk tahun ini. Semoga saja dengan ikut acara ini mampu meningkatkan minat masyarakat pada produk rajutan” Kata Anggi. Masyarakat sendiri merasa senang dengan adanya pameran produk UMKM ini. Sehingga mengetahui banyak jenis produk UMKM yang ada berasal dari derahnya sendiri. Yuliana (35) salah seorang pengunjung mengaku senang diadakan acara seperti ini lagi. “senang tentu saja, kan ada banyak barang makanan, baju jadi bisa sambil maen bisa belanja juga”. Ujar Yuliana.

Ngawi – Pasangan suami istri asal Solo Jawa Tengah tertangkap tangan kembali berulah di Ngawi. Keduanya WS (27) dan M (26) lagi-lagi di bekuk aparat kepolisian akibat kedapatan memiliki narkotika golongan 1 jenis  shabu seberat 0,46 gram. 

 

Petugas Kepolisian dengan melakukan penyamaran sebagai seorang pembeli,akhirnya berhasil mengamankan kedua pasutri WS (27) dan M (26) ketika proses transaksi terjadi di aera parkir masjid Ar Rahman Mantingan masuk Desa Jatimulyo, Kecamatan Mantingan Kabupaten Ngawi sekitar pukul 19.30 WIB pada Rabu, 18 Juli 2018.

 

“kedua pasutri merupakan residivis kasus yang sama di Polres Ngawi juga. Untuk selanjutnya masih akan terus di dalami untuk kasus ini, ada dugaan keterkaitan dengan daerah lain juga seperti Sragen dan Madiun”. Ungkap Kasat Resarkoba, Djanu Fitrianto, S.H

 

Dari keduanya disita 1 buah hanphone merek Xiaomi dan merk Nexian. Selain itu diamankan pula satu unit sepeda motor  Yamaha Fino warna biru dengan Nopol AD 5036 XA. Diketahui pula, ternyata sang istri yaitu M (26) sedang hamil dengan usia kandungan 2 bulan. Menyadari hal tersebut pihak Kepolisian akan menyiapkan Lapas yang memang sesuai dengan kondisi pelaku. 

 

“untuk yang perempuan, setelah dicek urin ternyata positif hamil 2 bulan. Nanti secara kemanusian akan diperlakukan sesuai dengan kondisinya”. Ujar Djanu Fitrtianto, S.H

 

Dengan ditemukannya barang bukti tersebut kedua pelaku diterapkan pasal 112 dengan maksimal hukuman 12 tahun penjara dan juga pasal 131 dengan ancaman hukuman pidana denda paling banyak Rp. 50.000.000.- 

 

Dua hari sebelum penangkapan pasutri itu, pihak Kepolisian juga menciduk seorang pelajar yang juga kedapatam memiliki pil koplo warna putih dengan logo “Y”. Naasnya tersangka FK (18) masih berstatus sebagai pelajar kelas 3 SMA di daerah Ngrambe. Pada FK (18) ditemukan 212 butir pil koplo yang berada di tiga (3) wadah berbeda. Barang bukti lain yang ditemukan adalah satu buah hanphone asus warna hitam. 

 

FK (18) dikenakan pasal 196 Jo Pasal 98 dengan ancaman hukuman paling lama 10 (sepuluh) tahun penjara dan juga denda paling banyak Rp. 1.000.000.000,- (satu miliar rupiah). Pemuda 18 tahun ini seperti tidak kapok berurusan dengan barang haram ini. Ketika pertama kali ia tertangkap saat masih duduk di bangku sekolah menegah, ia kini harus kembali mendekam di penjara.

Ngawi – Senin (23/07) kantor KPUD Ngawi tampak lengang. Belum nampak kesibukan yang berarti terkait pengembalian berkas-berkas bacaleg yang sedang dilakukan revisi serta pelengkapan dokumen. 

 

Selama masa perbaikan berkas-berkas serta dokumen yang dimulai sejak kemarin minggu 22 Juli hingga 31 Juli mendatang, KPU membuka konsultasi terkait kekurangan dokumen dan perbaikan yang harus dilakukan oleh setiap masing-masing parpol yang telah mendaftarkan bacalegnya.

 

“kami mempersilahkan partai untuk berkonsultasi mengenai perbaikan berkas tersebut,” begitu ungkap Syamsul Wathoni selaku ketua KPUD Ngawi

 

Hingga hari ini senin (23/07) seluruh partai telah melakukan konsultasi, akan tetapi kebanyakan partai berkonsultai via telepon atau instant messenger.  Hanya saja lebih di tekankan agar partai bisa datang langsung untuk melakukan perbaikan. Hal ini dikarenakan pihak KPU menginginkan agar perbaikan itu hanya satu kali saja, tidak harus berlarut-larut. Dengan datang ke kantor, komunikasi yang ada tidak akan mengalami gangguan. Sehingga prosesnya akan lebih cepat selesai.

 

Pihak KPUD menyatakan bahwa belum ada partai yang telah selesai dalam penyelesaian berkas. Hampir di setiap partai terdapat dokumen yang belum lengkap. SKCK, Surat Kesehatan, Surat Keterangan Pengadilan menjadi dokumen terbanyak yang harus dilengkapi oleh bacaleg. 

 

“hampir semua partai dianggap BMS (belum memenuhi syarat” begitu ungkapan Syamsul Wathoti terkait belum adanya partai yang selesai dalam melakukan perbaikan berkas.

 

Dalam mas perbaikan dan verifikasi ini terdapat juga bacaleg yang mengundurkan diri. Untuk jumlahnya belum dapat dipastikan berapa orang. Pasalnya pihak KPUD belum menerima surat pernyataan resmi terkait hal tersebut.

Ngawi – Pawai gunungan kali ini yang diselenggarakan oleh pemerintah kabupaten Ngawi mencatat 2 rekor di Museum Rekor Indonesia atau MURI yaitu dengan gunungan terbanyak sejumlah 1219 gunungan hasil bumi dan produk umkm serta gunungan keripik tertinggi dengan ketinggian 9,55 meter.

 

Hal ini dinyatakan oleh Sri Widyawati, selaku eksekutif manager MURI secara langsung dihadapan ribuan masyarakat Ngawi yang memadati Alun-alun Merdeka sejak siang tadi (25/07). Rekor kali ini tidak hanya menjadi rekor nasional, gunungan keripik tertinggi ini juga mencatatkan diri menjadi rekor dunia.

 

“ Tidak hanya kali ini saja kabupaten Ngawi menjadi salah satu daerah yang telah mencatat rekor di MURI. Sejak beberapa tahun yang lalu sudah ada berbagai rekor yang tercatat. Dan untuk kali ini 2 rekor kembali diperoleh kabupaten Ngawi. Tidak hanya nasional, tetapi menjadi rekor dunia”, ungkap Sri Widyawati pada saat pembukaan pawai di pendopo Widya Graha.

 

Pawai gunungan ini merupakan rangkain acara 96 Jam Bersama Dinas Perdagangan Perindustrian dan Ketenagakerjaan. Bersamaan dengan ini, dibuka pula Gelar Kuliner dan juga Ngawi Furniture Festival  (NFF) 2018. Ketiga acara ini masih menjadi rangkaian dalam memperingati Hari jadi Kota Ngawi  yang ke 660 tahun. Gelaran ini dibuka mulai Rabu 25 Juli 2018 hingga Jumat 28 Juli 2018 mendatang.

 

Kanang, sapaan akrab dari Bupati Ngawi pada sambutannya menjelaskan bahwa acara ini merupakan suatu upaya untuk menggiatkan, mencintai kembali produk-produk lokal. Hal ini digambarkan dengan terciptanya gunungan hasil bumi dan umkm yang dikembangkan oleh rakyat dan untuk rakyat sendiri.    

 

Tembakan kembang api menjadi tanda dimulainya rebutan gunungan. Gunungan sejumlah 1219 ludes dalam waktu kurang dari 10 menit dan hanya menyisakan kerangka saja. Hal ini membuktikan antusiasme masyarakat yang sangat tinggi dalam menyambut acara seperti ini. 

 

“masyarakat menyambut dengan sangat antusias sekali dan kami juga menyampaikan aparat keamanan dan masyarakat yang sudah tertib jika dibandingkan dengan tahun lalu”, begitu ungkapan ketua DPRD Ngawi, Dwi Riyanto jatmiko yang diwawancarai setelah pawai gunungan selesai digelar.

Ngawi – Pawai gunungan kali ini yang diselenggarakan oleh pemerintah kabupaten Ngawi mencatat 2 rekor di Museum Rekor Indonesia atau MURI yaitu dengan gunungan terbanyak sejumlah 1219 gunungan hasil bumi dan produk umkm serta gunungan keripik tertinggi dengan ketinggian 9,55 meter.

 

Hal ini dinyatakan oleh Sri Widyawati, selaku eksekutif manager MURI secara langsung dihadapan ribuan masyarakat Ngawi yang memadati Alun-alun Merdeka sejak siang tadi (25/07). Rekor kali ini tidak hanya menjadi rekor nasional, gunungan keripik tertinggi ini juga mencatatkan diri menjadi rekor dunia.

 

“ Tidak hanya kali ini saja kabupaten Ngawi menjadi salah satu daerah yang telah mencatat rekor di MURI. Sejak beberapa tahun yang lalu sudah ada berbagai rekor yang tercatat. Dan untuk kali ini 2 rekor kembali diperoleh kabupaten Ngawi. Tidak hanya nasional, tetapi menjadi rekor dunia”, ungkap Sri Widyawati pada saat pembukaan pawai di pendopo Widya Graha.

 

Pawai gunungan ini merupakan rangkain acara 96 Jam Bersama Dinas Perdagangan Perindustrian dan Ketenagakerjaan. Bersamaan dengan ini, dibuka pula Gelar Kuliner dan juga Ngawi Furniture Festival  (NFF) 2018. Ketiga acara ini masih menjadi rangkaian dalam memperingati Hari jadi Kota Ngawi  yang ke 660 tahun. Gelaran ini dibuka mulai Rabu 25 Juli 2018 hingga Jumat 28 Juli 2018 mendatang.

 

Kanang, sapaan akrab dari Bupati Ngawi pada sambutannya menjelaskan bahwa acara ini merupakan suatu upaya untuk menggiatkan, mencintai kembali produk-produk lokal. Hal ini digambarkan dengan terciptanya gunungan hasil bumi dan umkm yang dikembangkan oleh rakyat dan untuk rakyat sendiri.    

 

Tembakan kembang api menjadi tanda dimulainya rebutan gunungan. Gunungan sejumlah 1219 ludes dalam waktu kurang dari 10 menit dan hanya menyisakan kerangka saja. Hal ini membuktikan antusiasme masyarakat yang sangat tinggi dalam menyambut acara seperti ini. 

 

“masyarakat menyambut dengan sangat antusias sekali dan kami juga menyampaikan aparat keamanan dan masyarakat yang sudah tertib jika dibandingkan dengan tahun lalu”, begitu ungkapan ketua DPRD Ngawi, Dwi Riyanto jatmiko yang diwawancarai setelah pawai gunungan selesai digelar.

Ngawi – Pawai gunungan kali ini yang diselenggarakan oleh pemerintah kabupaten Ngawi mencatat 2 rekor di Museum Rekor Indonesia atau MURI yaitu dengan gunungan terbanyak sejumlah 1219 gunungan hasil bumi dan produk umkm serta gunungan keripik tertinggi dengan ketinggian 9,55 meter.

 

Hal ini dinyatakan oleh Sri Widyawati, selaku eksekutif manager MURI secara langsung dihadapan ribuan masyarakat Ngawi yang memadati Alun-alun Merdeka sejak siang tadi (25/07). Rekor kali ini tidak hanya menjadi rekor nasional, gunungan keripik tertinggi ini juga mencatatkan diri menjadi rekor dunia.

 

“ Tidak hanya kali ini saja kabupaten Ngawi menjadi salah satu daerah yang telah mencatat rekor di MURI. Sejak beberapa tahun yang lalu sudah ada berbagai rekor yang tercatat. Dan untuk kali ini 2 rekor kembali diperoleh kabupaten Ngawi. Tidak hanya nasional, tetapi menjadi rekor dunia”, ungkap Sri Widyawati pada saat pembukaan pawai di pendopo Widya Graha.

 

Pawai gunungan ini merupakan rangkain acara 96 Jam Bersama Dinas Perdagangan Perindustrian dan Ketenagakerjaan. Bersamaan dengan ini, dibuka pula Gelar Kuliner dan juga Ngawi Furniture Festival  (NFF) 2018. Ketiga acara ini masih menjadi rangkaian dalam memperingati Hari jadi Kota Ngawi  yang ke 660 tahun. Gelaran ini dibuka mulai Rabu 25 Juli 2018 hingga Jumat 28 Juli 2018 mendatang.

 

Kanang, sapaan akrab dari Bupati Ngawi pada sambutannya menjelaskan bahwa acara ini merupakan suatu upaya untuk menggiatkan, mencintai kembali produk-produk lokal. Hal ini digambarkan dengan terciptanya gunungan hasil bumi dan umkm yang dikembangkan oleh rakyat dan untuk rakyat sendiri.    

 

Tembakan kembang api menjadi tanda dimulainya rebutan gunungan. Gunungan sejumlah 1219 ludes dalam waktu kurang dari 10 menit dan hanya menyisakan kerangka saja. Hal ini membuktikan antusiasme masyarakat yang sangat tinggi dalam menyambut acara seperti ini. 

 

“masyarakat menyambut dengan sangat antusias sekali dan kami juga menyampaikan aparat keamanan dan masyarakat yang sudah tertib jika dibandingkan dengan tahun lalu”, begitu ungkapan ketua DPRD Ngawi, Dwi Riyanto jatmiko yang diwawancarai setelah pawai gunungan selesai digelar.

Ngawi – Peristiwa kebakaran terjadi pagi tadi Rabu (04/07).  Satu buah rumah habis dilalap api. Tidak ada koban jiwa  pada saat kejadian berlangsung. Peristiwa ini terjadi ketika pemilik rumah sedang berada diluar rumah untuk mengantarkan anaknya ke sekolah.

 

Rumah milik Sukamto (58) warga Dusun Melikan  RT 003 RW 008 Desa Tempuran Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi terbakar pada pagi hari sekitar pukul 08.30 WIB.  Kebakaran bermula dari area pojok belakang sebelah timur rumah korban. 

 

Melihat asap yang sudah mengepul dari dalam rumah, korban segera berteriak meminta tolong kepada warga sekitar untuk membantu memadamkan api yang sudah mulai membesar. Sugiyanto (57) salah seorang saksi yang berada di lokasi kejadian segera menghubungi pihak kepolisian. 

 

“warga yang mendengar teriakan langsung ke tempat kejadian. pertamanya cuma memadamkan dengan alat seadanya sebelum petugas pemadam kebakaran datang ke tempat kejadian,” ujar Syahrudin, salah seorang saksi mata.

 

Dari peristiwa ini satu buah rumah terbakar dan juga bangunan lumbung yang berada di dekat lokasi kejadian ikut terbakar sebagian. Dugaan sementara menurut Kapolsek Paron, AKP Widodo untuk kerugian materiil yang dialami mencapai 50 juta rupiah.

 

Diduga penyebab kebaran dipicu oleh hubungan arus pendek listrik. Diakui korban, bahwa di tempat munculnya api terdapat colokan listrik yang tersambung ke berbagai peralatan elektronik seperi TV, laptop, lampu belajar dan juga kipas angin. Selain itu, juga ada meja belajar yang berisi tumpukan buku dimana barang tersebut mudah terbakar.

 

Pada saat proses pemadaman api, cuaca cukup panas dan juga angin bertiup kencang , sehingga petugas yang sudah mengirimkan 2 mobil pemadam kebakaran yang dibantu warga dan petugas kepolisian sedikit terhambat dalam melakukan penyelamatan.

 Ngawi – Nasib naas harus dialami oleh Ulil Afidah (36) warga dsn Pencol  1 Rt 02 rw 03 Desa Randusongo Kecamatan Gerih Kabupaten Ngawi yang  harus kehilangan satu buah sepeda motor.

 

Peristiwa ini bermula ketika Ulil Afidah selesai pergi dari berbelanja di pasar Randusongo jum’at (6/7). Sepeda motor ditinggalkan dalam keadaan terkunci di halaman rumah. Setelah merasa aman ia masuk ke dalam rumah untuk melakukan pekerjaan rumah yang lain.

 

“mungkin waktu tadi keadaanya sepi, jadi ga ada yang tau kalo ada yang ngambil motor di rumah saya”, terang Afidah.

 

Karena kondisi saat itu sedang berangin membuatnya menutup pintu rumah. Baru sekitar pukul 13.00 WIB ia memutuskan untuk melihat sepeda motor yang terparkir di halaman yang ternyata sudah raib digondol maling. 

 

“saya kaget pas lihat sepeda motor sudah tidak ada, terus saya coba tanya ke saudara sebelah rumah ternyata juga ga tau”. Jelas Afidah

 

Sepeda motor Beat dengan NOPOL : AE 4710 JB keluaran tahun 2017 yang ditaksir mencapai angka 14 juta rupiah tersebut berhasil dibawa lari oleh pelaku yang diduga mengguakan kunci T untuk dapat meloloskan barang curiannya tersebut.

 

Kejadian ini segera dilaporkan kepada pihak kepolisan Polsek Gerih untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Friday, 27 July 2018 00:00

Keberagaman Jamaah Haji 2018

Ngawi – Ibadah haji telah menjadi agenda tahunan di Indonesia. Apalagi pada sejak tahun 2016 kuota jamaah haji sudah kembali normal setelah adanya pemugaran dan pembangunan Masjidil Haram oleh pemerintah Arab Saudi.  

 

Kuota jamaah untuk daerah Ngawi  pada tahun 2018 ini meningkat menjadi 307 dengan jumlah laki-laki 149 orang dan perempuan 155 orang apabila dibandingkan dengan  tahun 2017 yang hanya berada di angka 265. 

 

Tentu saja yang menarik dari calon jamaah haji adalah latar belakang ekonomi dan juga usia para jamaah yang bervariatif. Dari seorang pekerja swasta, petani, bedagang, hingga ibu rumah tangga biasa yang menjadi calon jamaah asal Ngawi yang akan berangkat ke Tanah Suci. 

 

Dari data yang diperoleh dari Kasi Penyalur Umroh & Haji kabupaten Ngawi, pekerja swasta menjadi penyumbang terbanyak jamaah pada tahun 2018 ini, kemudian diikuti oleh petani. 

 

Pada jenjang umur, jamaah termuda berusia 27 th, yaitu Rosyda Noor Hidayati. Jamaah ini merupakan warga desa Pucang Anam, Kendal. Sedangkan untuk jamaah tertua berusia 88 th, Sominem binti Diyo Karso yang berasal dari Desa Karanggeneng Kecamatan Pitu. 

 

“Rencananya jamaah asal Ngawi ini akan diberangkatkan pada tanggal 28 Juli mendatang, kemudian akan bergabung dengan embarkasi Surabaya. Jamaah akan berada di Tanah Suci selama 40 hari, setelah itu akan kembali ke Indonesia pada tanggal 8 september 2018”, jelas Kasi Penyalur Umroh & Haji, Drs. Mukibun.

Page 1 of 19