bahanafm

bahanafm

Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Ngawi - Miris dingawi setiap jam pengguna jalan meninggal  akibat kecelakaan lalu lintas. Sebagian besar kecelakaan lalu lintas melibatkan sepeda motor, serta didominasi usia pelajar. Dari data Kementerian Perhubungan selama 2016 terjadi 106.573 kecelakaan lalu lintas di seluruh Indonesia. Sebanyak 73,9 persennya melibatkan sepeda motor.

 

Jumlah kecelakaan yang tinggi tersebut juga dialami pelajar SMP. Sebanyak 31.106 siswa SMP menjadi korban pada 2016. Jumlah itu turun menjadi 29.783 pada 2017. Mirisnya angka kecelakaan yang notabene melibatkan anak dibawah umur terutama pelajar membuat berbagai pihak turut prihatin.

 

 

Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu menpunyai cara yang tersendiri sepetihalnya dalam akun jejaring sosialnya terlihat seringkali  melakukan sosialisasi tentang tata cara berlalu-lintas yang baik di jalan raya agar terhindar dari kecelakaan. Sebab, angka kecelakaan lalu-lintas tidak jarang melibatkan anak-anak pelajar yang tidak jarang menyebabkan korbanya meninggal.

 

Dalam akunnya di medsos orang nomor satu di jajaran Polres Ngawi tersebut menuliskan untuk turut mendukung upaya sinergitas antara Polri, pihak sekolah dan orang tua. Ajakan itu dimaksudkan sebagai kepedulian mempunyai tanggungjawab yang sama agar anak (pelajar-red) yang masih dibawah umur atau dibawah 17 tahun dilarang membawa sepeda motor sendiri ketika pergi ke sekolah.

 

Dalam pemikirannya, jika pengendara kendaraan bermotor menaati semua peraturan, jumlah kecelakaan secara otomatis akan ikut turun. Dengan demikian, peran semua pihak harus komperhenship dan berkelanjutan jangan sampai bertepuk sebelah tangan. Mengingat upaya kepolisian khususnya melalui Satlantas Polres Ngawi sudah sering melakukan sosialisasi jemput bola ke sekolah-sekolah untuk mensosialisasikan tentang keselamatan berlalu-lintas untuk mencapai zero accident/jangan ada lagi kecelakaan lalu-lintas.

 

Seperti diketahui bersama, dilihat dari usia pelajar dibawah umur mereka masih labil dari sisi emosi dan justru ada kecenderungan membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Mendasar hal itu bisa disimpulkan, kepolisian harus tegas menegakkan peraturan lalu lintas termasuk menilang pengendara di bawah umur yang rata rata belum memiliki SIM dan tidak menggunakan helm bagi pengendara motor.

 

Demikian pihak sekolah maupun peran orang tua harus bisa memberikan pengertian yang jelas dan gamblang tentang resiko apabila nekat mengendarai sepeda motor tanpa dilengkapi aturan sebagaimana mestinya dan kecelakaan jalan raya dapat di tekan.

Monday, 12 November 2018 00:00

Kadi, tewas tersengat jebakan tikus

Ngawi– Tragis apa yang dialami oleh korban sebut saja Kadi seorang petani asal Dusun Kuncen, Desa Tambakromo, Kecamatan Padas, Ngawi terbujur kaku usai tersengat aliran listrik jebakan tikus. Kejadian  nahas yang menimpa korban ini terjadi sekitar pukul 06.00 WIB, pagi tadi, (12/11/2018), di area sawah miliknya masuk Dusun Ngembak, Desa Munggut, Kecamatan Padas.

 

Korban yang berusia 58 tahun tersebut awalnya hendak mematikan aliran listrik yang terhubung ke kawat jebakan tikus. Karena kondisi pematang sawah lembek dan becek mendadak Kadi terpeleset jatuh hingga posisinya tengkurap menimpa kawat beraliran listrik itu.

 

“Kejadian yang menimpa korban diketahui oleh beberapa orang saksi dan seketika itu melakukan pertolongan. Namun ternyata korban sudah meninggal,” terang Kapolsek Padas AKP Pujianto.

 

Setelah kejadian korban yang sudah tidak bernyawa itu oleh warga dibawa langsung kerumahnya. Selang beberapa saat kemudian petugas kepolisian melakukan olah TKP dilokasi kejadian. Dan tim medis dari Puskesmas Padas melakukan pemeriksaan pada tubuh korban.

 

Dari hasil pengamatan tim medis, pada tubuh korban terdapat luka bakar melintang dibagian perut sebelah kanan hingga kemaluan. Dipastikan akibat luka itu menyebabkan korban meninggal seketika. Kata Pujianto, atas peristiwa yang menimpa korban pihak keluarga menerima kenyataan itu sebagai musibah tanpa menuntut kepasa pihak manapun.

 

" Keluarga menerima kejadian yang dialami oleh korban sebagai musibah, pihaknya mengharapkan kepada warga Ngawi untuk lebih waspada dan hati-hati" Tegas Kapolsek Padas. (Ard)

Ngawi- Mengejutkan angka penderita sintem kekebalan tubuh dan belum ada obatnya ini terdapat di Kabupaten Ngawi. Sedikitnya 161 warga Ngawi, Jawa Timur,  meninggal akibat ganasnya serangan penyakit HIV AIDS dan 401 lainya dinyatakan sebagai penderita. Total terhitung per Agustus 2018 lalu baik yang hidup maupun meninggal sebanyak 562 penderita. Dari jumlah itu penderita didominasi 293 kaum laki-laki dan sisanya perempuan.

Seperti data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi penyebaran HIV AIDS dari 24 wilayah UPT Puskesmas berada di Teguhan masuk Kecamatan Paron. Diwilayah yang masuk UPT Puskesmas Teguhan tercatat ada 41 orang penderita dan 14 penderita diantaranya dinyatakan meninggal. Dari jumlah itu terdata ada 20 penderita profesinya swasta dan 14 orang penderita berasal dari ibu rumah tangga (IRT).

Berdasarkan data marbidasi kasus HIV AIDS di Ngawi sejak 2009-2018 jumlah penderita terus mengalami peningkatan. Meskipun penyakit akibat serangan kekebalan tubuh terdeteksi diwilayah tersebut diketahui secara medis sejak tahun 2002.

Diungkapkan oleh Jaswadi Kasi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinkes Ngawi menyebutkan, penderita HIV/AIDS pada umumnya usia produktif antara 18-35 tahun yang jumlahnya terus mengalami peningkatan dan terus ditemukan penderita baru.

Untuk penularan HIV/AIDS ungkap Jaswadi, memang berbagai faktor salah satunya melakukan sex bebas. Sehingga ia mengingatkan untuk menjalani hidup sehat tanpa melakukan sex bebas tanpa alat pengaman. Soal keberadaan warung remang-remang yang mungkin ada di wilayah Ngawi bisa menjadi salah satu penyebab penularan HIV/AIDS namun pada dasarnya berbagai macam penyebab.

“ Kita masih melakukan upaya prevetif serta sosialisasi di kalangan pemuda dan juga warga Ngawi, agar kiranya pencegahan dapat dilakukan” tegasnya.(Ard)

Sunday, 11 November 2018 00:00

Kapolres Tegas Tidak Ada Penculikan di Ngawi

Ngawi-Masyarakat tengah dihebohkan dengan isu kabar hoaks terkait penculikan anak di media sosial. Kapolres Ngawi  AKBP MB Pranatal Hutajulu  mengajak masyarakat untuk tidak resah dan paranoid akan pemberitaan tersebut.

 

Pasalnya, ia menduga isu-isu tersebut sengaja dihembuskan melalui media sosial untuk mengacaukan situasi keamanan di negeri ini.

 

"Untuk di wilayah hukum Polres Ngawi hingga saat ini belum ada indikasi maupun laporan tentang adanya penculikan anak. Untuk itu kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak resah atau paranoid terhadap pemberitaan itu. Pemberitaan di media sosial hendaknya dicermati. Mari saring sebelum sharing, bersama kita lawan hoaks dengan tidak menyebarkan berita yang belum pasti kebenarannya itu," ucapnya di Mapolres Ngawi, (7/11)

 

 

Hal ini santer muncul di media terkait dugaan penculikan terjadi di Desa Girimulyo, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi minggu lalu. Diungkapkan oleh Kapolsek Jogorogo AKP Budi menjelaskan pihaknya telah menerima laporan bahwasanya bunga. Red bukan nama sebenarnya dibawa kabur oleh pelaku yang tidak dikenal. Untung saja kejadian ini diketahui warga dan berhasil menangkap pelaku, sebelum di amuk warga petugas langsung menggelandang ke mapolsek. 

 

" Bersama warga petugas berhasil mengamankan pelaku, yang saat ini dalam penyidikan petugas" Tegas Kapolsek jogorogo. 

 

Saat ditangkap pelaku dengan inisial ASF warga mutorobi yang mengalami gangguan kejiwaan, ini menjadi pertanyaan bagi petugas hingga harus mengantarkan pelaku ke bagian medis. Kecurigaan petugaspun beralasan saat ditangkap di dalam tas ransel milik pelaku berisi laptop, buku rekening atas nama pelaku, kartu mahasiswa di wilayah Yogyakarta, KTP pelaku yang terdaftar warga Bukit harum Menthobi Raya, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah dan sejumlah uang. 

 

 

Kepada pelaku saat ini dalam pengamanan petugas dan guna tidak menimbulkan keresahan warga pelaku mendekam di hotel prodeo Polres Ngawi. Selain itu, Polres Ngawi  telah memberikan imbauan kepada masyarakat melalui Bhabinkamtibmas. Peran Bhabinkamtibmas yang bersentuhan langsung dengan mayarakat akan lebih cepat dalam pemberian intmivasi.

 

"Selain Bhabinkamtibmas, kami juga meningkatkan patroli wilayah ke obyek-obyek wisata, tempat ibadah dan sekolah sekolah, Hal ini untuk menciptakan kamtibmas di wilayah hukum Polres Ngawi  yang kondusif," ujarnya.(Ard)

Sunday, 11 November 2018 00:00

Pamit Ngecek Sawah, Pulang Tinggal Nama

Ngawi- Awal musim penghujan di Kabupaten Ngawi, menjadi awal yang tragis untuk warga Ngawi. Bagaimana tidak  selain hujan yang cukup deras, sambutan kilat acapkali membawa petaka di wilayah Ngawi.  Fenomena alam inilah yang patut diwaspadai ketika berada diarea lapang seperti sawah. Nasib tragis ini dialami Ndani perempuan 45 tahun yang merupakan seorang petani asal Dusun/Desa Puhti, Kecamatan Karangjati, Ngawi meninggal tersambar petir dilokasi sawah wilayah setempat, Rabu, (07/11/2018).

Peristiwa  yang dialami korban terjadi sekitar pukul 15.00 WIB saat melihat tanaman padi miliknya disawah. Sebelum peristiwa nahas, cuaca gerimis disertai petir terus terjadi diwilayah tersebut. Sesaat kemudian sewaktu korban berjalan dipematang sawah mendadak tersambar petir hingga terjatuh. Kontan saja beberapa saksi yang melihat kejadian itu pun mendekati korban.

“Kejadian menjelang sore tadi memang cuacanya tengah gerimis. Ketika dicek oleh beberapa orang saksi ternyata korban ini sudah meninggal dan kemudian dibawa kerumah duka,” terang Kapolsek Karangjati AKP Suparman.

Dari pemeriksaan tim medis Puskesmas Karangjati menyebutkan, korban mengalami luka bakar disekitar lehernya. Dari luka tersebut membuat korban meninggal langsung dilokasi kejadian. Dijelaskan juga, pihak keluarga menolak outopsi pada tubuh korban ke RSUD dr Soeroto Ngawi. Dan menerima kejadian yang dialami korban sebagai musibah.

“ Kami berharap untuk warga Ngawi lebih waspada dan berhati-hati dengan perubahan cuaca seperti halnya sekarang ini “ tegas Kapolsek Karangjati.(Ard)

Ngawi- Memasuki sepekan pelaksanaan Operasi Zebra 2018 di wilayah Ngawi masih didominasi pelanggaran pengendara sepeda motor dibawah umur. Data yang berhasil dihimpun hasil dari operasi lalu lintas yang dilakukan dibeberapa titik  rawan langgar jumlah pelanggar dibawah umur pada Senin 05 Nopember 2018 mencapai 110 orang.

Dari angka itu pelaku pelanggaran pun didominasi para pelajar yang hendak maupun pulang sekolah. Kasatlantas Polres Ngawi AKP Yanto Mulyanto mengharapkan, bagi orang tua siswa baik yang duduk dibangku SMP maupun SMA sederajat untuk mengantarkan putra putrinya ke sekolah. Selain keamanan berkendara, keselamatan buah hati anda juga terjaga, berbeda apabila mereka dibiarkan mengendara seorang diri. 

 

“Bagi orang tua saya harapkan dengan sangat untuk mengantarkan putra putrinya ke sekolah. Jangan sampai memberikan peluang si anak itu membawa sepeda motor sendiri,” terang AKP Yanto Mulyanto, Senin, (05/11/2018).

Diakuinya, sudah seringkali pihaknya melakukan sosialisasi tentang tata cara keselamatan berkendara ke sekolah-sekolah secara terjadwal. Hal ini untuk meminimalisir kasus pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara dibawah umur.

Pungkasnya, selain pengendara dibawah umur jumlah pelanggaran lalu-lintas juga disumbang kasus pengendara melawan arus. Tentu saja mengindikasikan si pengendara menginginkan jalur lintas tanpa memperhatikan keselamatan. 

“Kami akan terus melakukan penertiban dan kami harap kepada warga Ngawi untuk kooperatif dan menyiapkan surat-surat kendaraan anda” tegas kasat Lantas Polres Ngawi. (Ard)

Sunday, 11 November 2018 00:00

Tugu Kartoyono di Kecam Banyak Pihak

Ngawi-Setelah diperlihatkan kepada public, tugu kartonyono Ngawi menjadi sorotan berbagai pihak. Pengerjaan  Tugu Kartonyono versi baru yang digarap oleh PT. Asimuru Mitra Mulya dibawah leanding sektor Dinas Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Ngawi. Menuai banyak kecaman dari warga masyarakat kota orek-orek, mereka menanggapi dari nilai proyek yang dibilang terlalu besar hingga finishing cukup tidak memuaskan jauh dari angan-angan warga Ngawi.

Pernyataan ini seperti diungkapkan oleh pemerhati  Ngawi, Agus Fathoni yang akrab disapa Atong dari komunitas Langgar Sawo Ijo (LSI) Ngawi. Menurutnya pekerjaan tugu monumental yang tepat dijantung Kota Ngawi itu perlu di evaluasi. Selain menghabiskan anggaran Rp 3,1 miliar bersumber APBD Kabupaten Ngawi 2018 juga disorot tentang pekerjaan akhir yang terbilang ‘kasar’ sama sekali tidak memuaskan jauh dari bayangan kita.

 “ Bila penganggaran yang cukup besar untuk pengerjaan tugu,sekarang berdiri tegak cukup di sayangkan.  Terlebih lagi finishing yang tidak memuaskan mata,” jelas  Atong, Selasa, (06/11/2018).

Sementara menjawab  keluhan publik Teguh Suprayitna selaku PPK atas pembangunan Tugu Kartonyono dari DPUPR Ngawi langsung ambil suara. Menurutnya, meskipun pekerjaan tugu sudah rampung dan progresnya mencapai 100 persen namun secara administrasi belum diserahkan dari rekanan ke pemerintah daerah sehingga masih dalam kajian.

Pengerjaan proyek tugu monumental itu masih di evaluasi oleh tim PHO sebelum diserahkan. Jadi, apabila ditemukan sesuatu yang kurang pas terutama pada hasilnya maka pihak PT. Asimuru Mitra Mulya tetap bertanggungjawab untuk melakukan perbaikan sesuai yang tertera dalam detail engineering design (DED).

“ Saat ini masih dalam pengkajian pihak tim PHO. Apabia nanti ditemukan yang kurang sesuai dengan desain di DED nya itu jelas pihak kontraktor akan memperbaiki lagi sesuai dengan keinginan,” Jelas Teguh.

Masih menurut Teguh,  dengan alasan pembangunan Tugu Kartonyono memang ada dua item besar. Terkait pembangunan tugu itu sendiri secara teknis dan ditambah pengaturan landscape jalan, laveling jalan, pengunduran marka dan lampu merah. Disebutkan juga oleh Teguh, kalau Tugu Kartonyono tersebut sesuai DED nya berubah arah atau berputar 90 derajat setiap 3 jam sekali. Hal ini secara tidak langsung mempengaruhi penggunaan anggaran yang seharusnya dikeluarkan. 

Menyoal mengapa keberadaan Tugu Kartonyono tidak sesuai dengan desain prototipnya. Teguh membeberkan, kalau sesuai desain memang tinggi tugu berkisar 8 meter dengan lebar sekitar 13, 6 meter. Namun mengingat dari kondisi yang ada yakni posisi tugu berada di jalur nasional secara otomatis dikonsultasikan ke Pemerintah Propinsi Jawa Timur.

Akhirnya hasil dari asistensi, tinggi tugu menjadi 6 meter dengan diameter bawah sekitar 8 meter. Dengan demikian, menyusul dari posisi titik tugu berada di jalur nasional mau tidak mau harus menyesuaikan dengan faktor kecepatan kendaraan. Dimana, dalam jalur nasional kecepatan rata-rata kendaraan memang 60 kilometer per jam kalau keberadaan Tugu Kartonyono tetap pada diameter awal akan mengganggu lalu-lintas. Perubahan dari pembangunan Tugu Kartonyono ini, tidak lepas dari pengawasan dan pengawalan dari berbagai pihak yang memiliki kebijakan hokum.  

“Kami tidak sendiri perencanaan pembangunan Tugu Kartonyono dari awal hingga akhir ini selalu kita konsultasikan ke tim TP4D (Tim Pengamanan dan Pengawalan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri (Kejari) Ngawi. Tujuanya agar tidak terjadi penyimpangan dan memiliki kekuatan hukum,”  Tegas Teguh Suprayitna.(Ard)

 Ngawi-Tragis memang dengan apa yang dialami oleh Dwi Nur Hariadi 53th warga asal Desa Beran 1 gang Rajawali  ditemukan tewas membusuk. Kapolsek Ngawi Kota AKP Kristanto menerangkan, saat ditemukan kondisi jenazah sesosok pria yang berada di ruang tengah sudah membengkak dan membusuk.

 

Dari hasil pemeriksaan awal petugas memperkirakan meninggal karena sakit, pria tersebut sudah tewas  sejak dua hari yang lalu. Korban tercatat sebagai karyawan BPR Caruban Indah.

 

"Berdasarkan pengamatan kami, saat ditemukan kondisi mayat sudah membengkak dan busuk, diperkirakan sudah lebih dari dua hari," ujarnya saat ditemui bahana , Kamis (1/11/2018).

 

 

Sementara menurut saksi warga Sukarminto menjelaskan kecurigaan warga mendasar setiap kali melintas. Di depan rumah korban mencium bau busuk dan banyak lalat yang keluar masuk rumah korban. Karena di rasa ada sesuatu yang janggal sekira pukul 18. 00 wib, warga berusaha membuka rumah korban secara paksa dan dikejutkan menemukan korban meninggal dengan tubuh yang sudah membengkak. 

 

" korban dengan posisi terlentang dengan  kipas angin dan tv masih menyala" ungkap Sukarminto. 

 

 

Korban memakai kaos dan celana pendek pada jenazah korban, polisi juga tidak menemukan luka ataupun tanda bekas pukulan atau penganiayaan lainnya. Korban tinggal seorang diri karenakan istri bekerja sebagai TKW di hongkong. 

 

"Secara kasat mata tidak ada luka di pukul atau tanda penganiayaan lainnya," jelas Kapolsek Ngawi.

 

Hingga kini, pihak kepolisian pun masih menunggu hasil visum untuk mengetahui penyebab kematian pria tersebut.

 

"Penyebab kematian masih dalam penyelidikan, masih akan dilakukan visum untuk mengetahui penyebab kematian," ujarnya. (Ard)

Thursday, 01 November 2018 00:00

Lima Ribu Calon PNS Ngawi Bakal Ujian Bulan Ini

Ngawi- Jumlah lulusan produktif di  Kabupaten Ngawi ternyata capai ribuan hal ini di ketahui pelaksanaan Tes penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Jatim digelar serentak mulai Jumat ini (26/10/2018). Seperti halnya di wilayah eks Karesidenan Madiun dilaksanakan di satu tempat yakni di Wisma Haji Jalan Raya Ring Road Barat, Ngegong, Mangunharjo, Kota Madiun. Untuk Ngawi tes CPNS dilaksanakan pada 6-9 Nopember 2018 mendatang dengan jumlah 3.782 peserta terdiri 1.283 pria dan 2.499 perempuan.

Informasi yang diterima dari Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Ngawi pelaksanaan tes yang digelar empat hari tersebut nantinya menggunakan sistem komputerisasi atau computer assisted test (CAT). Pelaksanaan berlangsung dua kali, pertama tes kompetensi dasar (TKD) dan tes kompetensi bidang (TKB). Materinya, tentang Wawasan Kebangsaan, Intelegensi, dan tes karakteristik.

“peserta CPNS 2018 Ngawi akan mengikuti tes bulan ini (Nopember-red) di Wisma Haji Madiun,” terang Yulianto Kusprasetyo Kepala BKPP Ngawi, Jum’at, (26/10/2018).

Jelasnya, materi soal tes sebanyak 100 soal dengan model pilihan ganda, dengan alokasi waktu untuk setiap soal 1,5 jam. Untuk Ngawi dari ribuan peserta tes CPNS itu akan merebutkan 420 formasi meliputi 395 tenaga kesehatan sisanya tenaga pendidik.

Dari informasi yang kami dapat  pelaksanaan ujian di Wisma Haji, pada sesi pertama ujian, sedikitnya 25 orang dari 190 peserta yang tidak hadir mengikuti tes. Karena itu mereka langsung didiskualifikasi atau langsung gugur dan tidak dapat mengikuti ujian susulan di sesi berikutnya maupun di hari berikutnya. Pelaksanaan SKD di Wisma Haji Kota Madiun diikuti lebih 22 ribu peserta di enam daerah di eks Karesidenan Madiun, meliputi kota/kabupaten Madiun, Magetan, Ngawi, Ponorogo dan Pacitan.

Disayangkan dengan alasan gangguan pada server PIN pusat atau dari panitia seleksi nasional (panselnas) BKN. Tes CPNS dihari pertama yang digelar di Wisma Haji Madiun sempat molor pada pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD). (Ard)

Ngawi- Tidak ingin hanya sebagai Lembaga Penyelengggara tyg yang tidak memperhatikan pemilih pemula. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ngawi, Jawa Timur, menggelar kegiatan kursus kepemiluan.  Dalam kursus ini para peserta berasal dari organisasi kepemudaan dan sejumlah elemen masyarakat pemerhati pemilu.

Diungkapkan oleh Eni Nurjanah Komisioner Bidang SDM dan Parmas KPU Ngawi mengatakan, kegiatan kursus kepemiluan ini digelar sebagai upaya meningkatkan partisipasi serta peran masyarakat dalam pemilihan umum serentak 2019 mendatang.

“Kursus ini diperuntukkan bagi mereka elemen masyarakat khususnya mereka yang pemula belum mengerti tentang pemilu secara keseluruhan,” kata Eni Nurjanah, Kamis, (01/11/2018).

Ditambahkannya pelaksanaan kursus ini tidak hanya sekali ini saja.  Bakal di selenggarakan dalam tiga gelombang. Masing-masing gelombang dibatasi 30 orang peserta. Kursus ini  sekaligus sosialisasi dan penyebarluasan informasi terkait pemilu 2019, KPU Ngawi juga fokus untuk menyisir pemilih yang terkendala masuk daftar pemilih tetap (DPT).

“Tujuannya supaya masyarakat pemilih yang  hak pilih, tidak kehilangan haknya pada pemilu 2019 nanti termasuk menjaring pemilih milenial yang memiliki kecenderungan bersosialisasi di media sosial, KPU Ngawi juga menyebarluaskan informasi melalui jejaring sosial,” ungkapnya.(Ard)

Page 1 of 25