bahanafm

bahanafm

Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Monday, 24 September 2018 00:00

Ribuan Pendekar Disahkan Bulan Ini

Ngawi – Menjadi salah satu perguruan pencak silat tertua dan di terima di hati warga masyarakat di tanah Jawa. Sekarang tidak hanya menjadi perguruan pencak silat terbesar di Tanah Jawa terus tumbuh berkembang diberbagai belahan nusantara  hingga di terima oleh negara luar.  Seperti yang terjadi di Ngawi, Jawa Timur,  perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) merupakan perguruan pencak silat terbesar di Indonesia. Tahun 2018 ini atau 1440 Hijriyah PSHT  dan dibulan ini Perguruan mengesahkan 3.662 pendekar baru berasal dari 19 ranting PSHT yang  tersebar di beberapa kecamatan Kabupaten Ngawi,(20/09).

Kegiatan prosesi pengesahan pendekar baru PSHT tersebut dilaksanakan dibagi dengan 10 gelombang  Para pendekar baru nantinya tercatat sebagai warga PSHT tingkat I yang berhak memakai sabuk putih besar dan diberi kartu tanda anggota (KTA) dengan nomor induk yang dikeluarkan oleh PSHT Pusat Madiun.

Sugeng Hariyono Ketua PSHT Cabang Ngawi mengatakan, pengesahan ribuan pendekar itu melibatkan 22 orang dewan pengesah yang diambil dari pendekar sebagai warga PSHT tingkat II. Seperti pengesahan pada malam pertama kali ini tercatat ada 385 pendekar baru berasal dari dua ranting PSHT yakni Kasreman dan Kwadungan.

“Malam ini memang dimulai prosesi pengesahan pendekar baru PSHT. Jumlahnya dibandingkan tahun lalu bertambah besar lebih dari seribu pendekar,” terang Sugeng Hariyono, Sabtu (23/09).

Dia menjelaskan, untuk mengantisipasi keamanan dan ketertiban baik berangkat maupun kepulanganya dari pengesahan di Aula PSHT Cabang Ngawi Jalan Bernadib harus menumpang kendaraan tertutup jangan sampai bak terbuka. Jika terpaksa mengendarai sepeda motor harus mentaati semua ketentuan peraturan lalu-lintas.

“Jauh hari sebelum pengesahan kami bersama Polres Ngawi telah membicarakan soal pengamanan. Termasuk para calon pendekar berangkat maupun pulangnya diharapkan menggunakan kendaraan roda empat secara tertutup. Kalau terpaksa motoran ya harus disiplin terhadap ketentuan lalu-lintas jangan ugal-ugalan di jalan raya yang mengganggu pengguna jalan lainya,” jelasnya.

Selain itu Sugeng berpesan kepada warga baru PSHT untuk menjauhi narkoba yang menjadi tren kejahatan yang seringkali melibatkan usia remaja. Mengingat kejahatan narkoba sama sekali tidak bisa ditolelir baik hukum negara maupun agama. Tidak sebatas itu, sebagai warga baru harus menjaga kerukunan ditengah masyarakat dan menciptakan situasi yang adem.

Sedangkan malam pertama pengesahan pendekar baru PSHT saat ini Polres Ngawi menerjunkan ratusan personel kepolisian. Mereka ditempatkan dibeberapa titik perlintasan yang dilalui para calon pendekar. Kapolres Ngawi menerangkan, pengamanan pengesahan PSHT dilakukan secara terbuka dan tertutup.

“Kita tetap stand by melakukan pengamanan full sesuai hasil kesepakatan sebelumnya.  Kami berpesan Pada dasarnya para calon pendekar maupun warga PSHT sendiri secara bersama menjaga situasi keamanan jangan sampai berbuat sesuatu hal yang merugikan masyarakat,” terang Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu.(Ard)

Ngawi - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melalui Widya Sapta Pesona melaksakan sosialisasi Gerakan Sadar Wisata dan Sapta Pesona di Bukit Perkemahan Seloondo Desa Ngrayudan, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur (17/9/18).

Kegiatan Kemenpar tersebut dengan menggandeng komisi X DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono serta Dinas Pariwisata Pemuda dan OLahraga (Disparpora) Kabupaten Ngawi berlangsung dengan antusias. Sosialisasi Sadar Wisata dan Sapta Pesona ini diikuti oleh Asosiasi Desa Wisata (ASIDEWI) Se-kab Ngawi, Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS), Perwakilan Mahasiswa, karang taruna dan  komunitas pecinta wisata.   

 

Kepala Widya Sapta Pesona Kemenpar A. Kohar menjelaskan bahwa Wisata adalah asset seperti tambang emas yang tidak akan pernah habis dan terus berkembang dengan menghasilkan sesuatu yang berguna bagi wisata itu sendiri karena terus di kunjungi, masyarakat dan pemerintah akan merasakan peningkatan PAD maupun kesehteraan. 

“ Guna mewujudkan wisata yang berkembang adalah bagaimana adanya hubungan korelasi antara pemerintah, DPR RI dan masyarakat agar memajukan wisata itu sendiri “ tegas A. Kohar Staf kepala Kemenpar. 

 

Sementara Kordinator Tenaga Ahli (TA) Edhie Baskoro Yudhoyono, David Christian saat membuka agenda Sosialisasi Sadar Wisata dan Sapta Pesona di Desa Ngrayudan  2018, menyampaikan kegiatan sosialisasi tersebut merupakan kerja sama Komisi X DPR RI  dalam hal ini Mas Ibas dengan Kemenpar yang sinergis meningkatkan wisata lokal menjadi sector wisata unggulan sesuai dengan progamnya.

“ Alhamdulilah sosialisasi ini merupakan kegiatan Griya Aspirasi mas Ibas  yang ada di dapilnya sebagai hasil kerja bareng dengan Kemenpora, besar harapan kami untuk mewujudkan wisata lokal menjadi hits, maju serta unggul” ungkap David.

Lebih lanjut David menyampaikan Ibas sebagai anggota DPR RI yang ditugaskan untuk mengawal progam-program dari Komisi X memiliki kewajiban dalam mengawal obyek wisata lokal yang ada di daerah pemilihannya agar kiranya lebih meningkat range.

“ Tidak hanya wisatawan local saja yang datang ke seloondo ini, kita harapkan wisatawan luar negeri menjadi salah satu bagian dalam keikutsertaan dalam kunjungan di wisata local ini”  Tambah David.   

Kami griya aspirasi menjadi satu dalam mitra kerja ingin mendukung penuh peningkatan obyek wisata lokal, tidak hanya dalam kontek ini saja akan tetapi berkelanjutan agar kiranya menjadi potensi wisata local yang maju dan unggul semakin baik dan lebih baik.

Bumi Perkemahan Selo Ondo terletak di Desa Ngrayudan, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, berjarak 30 Km dari pusat kota Ngawi. Letaknya yang berada di kaki Gunung Lawu membuat Selo Ondo memberikan hawa yang sangat sejuk dan nyaman.

Selo Ondo berasal dari kata selo(jawa) yang mempunyai arti batu dan ondo(jawa) yang mempunyai arti tangga, Selo Ondo berarti tangga batu, namun banyak juga yang menyebutnya Selondo. Kawasan ini biasa digunakan sebagai Bumi Perkemahan (buper) oleh berbagai komunitas. Pemandangan yang indah berlatar belakang hutan pinus serta kesejukan udara pegunungan mendukung kegiatan adventure dan penjelajahan serta out bond.

Dalam satu area Wisata Bumi Perkemahan Selo Ondo Desa Wisata Ngrayudan ini terdapat beberapa hal menarik yang juga bisa kamu kunjungi, seperti :

1.Situs Mosinan Kijang

2.Sanggar Tari Budaya Ngrayudan

3.Sendang Keputren

4.Watu Bungkus

5. Taman Wisata Hutan Segawen serta River Tubing Kali Cunthang yang tidak jauh dari Selo Ondo. 

Medannya yang naik turun cocok untuk menguji kekuatan fisik para pengikut organisasi kemanusiaan maupun kemasyarakatan. Terdapat pula sebuah sungai yang indah dengan jembatan layang yang membelah sungai tersebut, terdapat pula area rock climbing bagi yang punya nyali dan bernuansa meningkatkan adrenalin.(Ard)

Ngawi – Keragaman budaya dan adat istiadat Kabupaten Ngawi memang tidak dapat di pandang sebelah mata. Terbukti Ritual Keduk Beji masih di lestarikan oleh warga Desa Tawun, Kecamtan Kasreman, Adat Lempar Nasi masih di kuatkan oleh warga Desa Tambakselo Kecamatan Kedunggalar . Ritual budaya Ganti Langse Palenggahan Agung Srigati di Alas Ketonggo, Desa Babadan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, selama dua tahun terakhir berubah warna dan sentuhan berbeda tanpa meninggalkan budaya aslinya. Dengan sentuhan tangan dan perhatian dari Pemkab Ngawi melalui Disparpora,  Ganti Langse sebelum Pemkab Ngawi melalui Disparpora dikemas dengan sesuatu yang berbeda dengan sebelumnya.

Sekarang Adat istiadat Ganti Langse disajikan cukup fenomenal dan spetakuler yang dimulai sejak tahun 2017 lalu dengan penataan apik memunculkan budaya yang merakyat mulai kirab gunungan atau sedekah bumi disusul ruwatan massal berlanjut pada pagelaran wayang kulit semalam suntuk. Ganti Langse sebenarnya adalah tradisi menggantikan kain mori penutup Palenggahan Agung Srigati dengan yang baru diyakini oleh masyarakat setempat akan membawa keberkahan dan kelimpahan rejeki dari yang Maha Kuasa. Tujuanya tidak lain untuk menarik pengunjung atau wisatawan lokal maupun asing. Sekaligus memperkenalkan budaya Ganti Langse di Palenggahan Agung Srigati menjadi salah satu destinasi wisata sekaligus mengeksplorasi budaya di Kabupaten Ngawi.

“Perhatian kita terhadap pariwisata Ngawi mulai kami kemas sedemikian rupa agar dapat menarik wisatawan local maupun luar.  Sejak dua tahun lalu Ganti Langse ini tidak sekedar proses pergantian kain mori dari yang lama dengan yang baru. Tetapi kita kemas yang lebih menarik lagi dengan perhatian pemkab Ngawi,”  Jelas Rahmad Didik Purwanto Kepala Disparpora Ngawi, Senin, (24/09).

Adat Istiadat Ganti Langse ini juga di hadiri oleh Bupati Ngawi Budi Sulistyono yang kerap disapa Mbah Kung dan mengharapkan tradisi budaya Ganti Langse akan menjadi barometer budaya Ngawi disamping obyek wisata lainnya . Sama halnya dengan tradisi budaya yang digelar di daerah lain seperti tradisi Maulud di Solo maupun Grebek Suro di Ponorogo. Pihaknya mengharapkan setiap moment budaya di Kabupaten Ngawi menjadi daya tarik tersendiri, sehingga Ngawi bisa lebih terkenal dari daerah-daerah lainnya.

Untuk kedua kalinya ini tandas Kanang, digelar ruwatan masal gratis yang diikuti puluhan orang dan sedekah bumi berupa gunungan yang diarak oleh ratusan warga masyarakat dari pinggiran desa setempat. Dan tradisi Ganti Langse akan dijadikan agenda tahunan sekaligus salah satu budaya yang paten dari Ngawi.

“ Besar harapan kami(pemkab Ngawi.red)  bahwa Ganti Langse bakal menjadi  salah satu budaya yang terus di lestarikan. Dan akan menjadi tradisi tahunan diKabupaten Ngawi selain Kedukbeji,” tegasnya.(Ard)

Ngawi- Pertemuan supoter kesebelasan Ngawi dan Madiun ibarat air dan minyak dua golongan zat cair yang tidak dapat menyatu satu sama lain. Kejadian di stadion ketonggo menjadi saksi pertemuan keduanya yang membawa residen buruk. Sangat disayangkan apa yang menjadi perlakuan aksi supporter kedua kesebelasan di Liga 3 Zona Nasional PSSI ini. Kejadian berawal disaat pertadingan tersebut belum di mulai laga di Stadion Ketonggo Ngawi sempat terjadi bentrokan yang diwarnai lempar batu antara supporter tuan rumah Persinga Ngawi dengan supporter Madiun Putra FC (MPFC). Aksi brutal ini membuat  ratusan aparat kepolisian langsung melakukan pengamanan di depan stadion tersebut lokasi bentrokan yang terjadi hampir beberapa menit itu.

Terpantau, beberapa petugas langsung memisahkan kedua supporter untuk mencegah aksi susulan yang berdampak merugikan. Guna mencegah bentrokan terjadi lagi polisi pun langsung mengusir ratusan supporter MPFC yang mengendarai sepeda motor dan menggunakan roda emapat dari lokasi stadion hingga keluar Kota Ngawi. Diungkapkan oleh Kabagops Polres Ngawi Kompol Rudy Sesunan menegaskan, pengusiran supporter dari tim tamu bukan tanpa alasan melainkan guna mengantisipasi bentrokan dan aksi anarkis dari kedua belah pihak.

“Sudah menjadi hasil kesepakatan sehari sebelumnya pertandingan Persinga Ngawi dengan MPFC digelar tanpa dukungan supporter dari tim tamu. Sehingga pengusiran ini atas dasar kesepakatan tersebut terlebih lagi sempat terjadi insiden bentrok sebelum laga dimulai secara langsung mencederai hasil kesepakatan,” terang Kompol Rudy Sesunan, Sabtu, (22/09).

Di jelaskan oleh Kabagops Polres Ngawi, dalam kesepakatan yang telah di setujui bersama antara supporter fanatik Persinga Ngawi Pastimania maupun GRW dengan The Mad maupun GBB  supporter MPFC menegaskan dalam laga pihak tim tamu tidak akan menerjunkan suporternya didalam maupun luar stadion. Karena ada yang menyalahi kesepakatan tersebut sudah sewajarnya petugas melakukan tindakan tegas apa yang terjadi di stadion Ketonggo. Kendati dalam bentrokan kedua supporter tidak mengakibatkan korban jiwa namun kejadian yang sempat menjadi tontonan warga masyarakat sangat di keluhkan oleh penyuka sepak bola.

Dalam liga 3 Zona Nasional PSSI di Stadion Ketonggo Ngawi laga home bagi Persinga Ngawi berhasil menang telaka atas MPFC dengan skor 3-0. Penjaga gawang  MPFC Syamsi tidak dapat menjaga koyakan dari pemain Persinga Ngawi yang di awali  pada menit 41 dijebol Muhamad Rifaldi melalui sundulan. Disusul babak kedua menit 71 sang kapten Persinga Ngawi Slamet Hariyadi setelah mendapat umpan silang dan terakhir menit 78 lagi-lagi gawang MPFC bobol melalui kaki Muhamad Irman yang membawa nama baik Kesebelasan Ngawi untuk melanjutkan ke laga  berikutnya dengan poin penuh atas MPFC. (Ard)

Monday, 24 September 2018 00:00

Erwiana Kejar Impian

Ngawi -Sempat Heboh Disiksa Majikan hingga Cacat Seumur Hidup, Mantan TKW Asal Ngawi Akhirnya Raih Mimpi menjadi sarjana kabar bahagia datang dari seorang mantan Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang dulu menjadi korban penyiksaan berat majikannya. TKW yang dulu bekerja di Hong Kong tersebut adalah Erwiana Sulistyangsih (27).

Kenangan buruk itu tak ayal membuat Erwiana mengalami trauma. 'Bayaran' untuk setiap kesalahannya membuat Erwiana sulit melupakan masa kelam itu. Disiksa karena kesalahan yang dibuat oleh Majikan hingga harus menanggung di siram air panas setiapkali melakukan kesalahan yang dianggap fatal. Namun, setelah empat tahun berlalu, belum lama ini luka dalam Erwiana tampaknya sudah mulai terobati. Erwiana sedikit demi sedikit memperbaiki lukanya dengan mengemyam pendidikan sarjana meneruskan impian yang selama ini sempat terhenti. Sabtu (8/9/2018) lalu, Erwiana berhasil mencapai mimpinya.

 

Tak hanya itu, ia bahkan berhasil menyelesaikan studinya dengan predikat Cum Laude di unervesitas pilhannya. Rupanya Erwiana dulu terdorong untuk merantau ke Hong Kong oleh keinginannya untuk kuliah jurusan Akuntansi. Ia juga ingin membantu perekonomian orangtuanya yang bekerja serabutan.

 

Mendasar alasan itu salah satu warga Dusun Kawis, Desa Pucangan, Kecamatan Ngrambe, Ngawi, Jawa Timur itu berangkat ke Hong Kong pada 27 Mei 2013 melalui PT Graha Ayu Karsa. Di sana Erwiana tinggal di apartemen Law Wan-tung, majikannya, di Tong Ming Street, Kowloon, Hong Kong. Sejak saat itu, Erwiana mulai menghadapi mimpi buruk dalam kehidupannya. Ia disiksa hingga dijatah minum satu botol air dalam sehari dan tak diobati saat mengalami alergi dingin ataupun luka akibat penganiayaan majikan. Public media seakan tidak pernah henti dalam menyoroti kehidupan Erwiana dari kepulangan, perawatan tim medis hingga perjalanan permintaan keadilan hokum atas dirinya.  Pada Senin (20/1/2014) majikan Erwiana ditangkap di Bandara Hong Kong. Kemudian pada Jumat (22/12/2017), Pengadilan Hong Kong mengabulkan tuntutan Erwiana sebesar Rp1,4 miliar ke mantan majikan. Law Wan-tung, pun dijatuhi hukuman enam tahun penjara dan denda Rp24 juta pada Februari 2015. Diungkapkan oleh saudara Erwiana sekarang sudah menjalani kehidupan normal dengan menyongsong masa depan. 

“ Alhamdulilah sekarang adik saya sudah sedikit demi sedikit melupakan masa lalunya dan sekarang berhasil mengenyam pendidikan hingga lulus “ ungkap Putut sodara laki-laki Erwiana.(Ard)

Thursday, 20 September 2018 00:00

Bencana Longsor Menghantui Warga Ngawi Selatan

Ngawi- Selain bencana putting beliung dan banjir yang menghantui warga Ngawi, bencana longsor juga masih menjadi momok yang menakutkan. Seperti yang terjadi di area persawahan block gunting masuk Dusun Manyul, Desa Girimulyo, Kecamatan Jogorogo, Ngawi sekitar pukul 15.00 WIB pada Rabu kemarin, (19/09). Diperkirakan akibat longsoran ratusan kubik tanah tersebut persawahan dengan luas 50 are tertimbun material longsor berupa tanah.

 

longsoran terjadi di area persawahan milik tiga orang warga setempat antara lain Parmin(61), Suwandi(57) dan Sujak(72) dipastikan area persawahan mereka bakal gagal panen. Namun demikian untung saja  kejadian ini jauh dari pemukiman warga dan hanya mengakibatkan kerugian sekitar Rp 5 juta dari area persawahan milik warga.

 

“Untung saja saat kejadian tidak ada korban jiwa,sebelumnya terdengar  suara gemuruh  dari dalam tanah hingga puluhan meter setelah di cek area persawahan milik ketiga warga tersebut sudah tertutup tanah longsor,” Jelas Suparlan(54)  salah satu saksi warga.

 

Mendasar adanya kejadian longsor tersebut  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi menghimbau kepada warga untuk mewaspadai bencana longsor yang sering terjadi diwilayah Ngawi sebelah selatan yang tidak bisa pihaknya prediksi. Eko Heru Tjahjono Kepala BPBD Ngawi menambahkan, penyebab longsor di area persawahan masuk Dusun Manyul akibat ada pergerakan tanah terlebih lagi daerah tersebut adalah lereng pegunungan.

 

“Kejadian longsor kemarin menjadi kewaspadaan bagi warga Ngawi agar lebih berhati-hati terlebih lagi dengan kondisi tanah yang curam,” tegas Heru.(Ard)

 Ngawi- Patut diacungi jempol almamater  seragam coklat ini berhasil membengkuk komplotan bajing loncat antar propinsi. Tiga orang terduga tersangka kasus pencurian dengan pemberatan (curat) antar daerah berhasil dibekuk aparat berwajib. Ketiga tersangka masing-masing berinisial SM (26), SK (31) dan AF (34) dan dibekuk diwilayah Polres Sukoharjo pada Jum’at kemarin, (13/09). Penangkapan atas pelaku di saat petugas melakukan razia atas mobil yang di kemudikan pelaku tidak dapat menunjukkan surat expedisi sejumlah botol parfum yang di bawa pelaku. Kecugiaan petugas bertambah sewaktu pelaku ciut nyali saat ditanyakan alur pembelian botol parfum, karena menduga kasus penggelapan petugas langsung menggelandang pelaku ke markas polres Sukoharjo.  

Dalam keterangan pelaku kepada petugas, SM dan SK tercatat warga Kelurahan Kaligondang, Demak, Jateng sedangkan AF warga Desa Banaran, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Jateng. Sepak terjang ketiga pelaku ini, awal perburuannya di wilayah hokum Jateng  sebagai target operasi sebelumnya. Kemudian menyisir ke timur dengan target mobil box yang di tinggal sopir saat parkir.  Setelah memasuki Jawa Timur ketiga orang tersebut diduga kuat sebagai pelaku curat terhadap mobil box expedisi berisi puluhan kardus kosmetik yang sedang diparkir di SPBU Watualang masuk Kecamatan Ngawi Kota pada 14 Agustus 2018 lalu.

Dalam melancarkan aksinya, ketiga tersangka pelaku melakukan pengrusakan dengan cara memotong segel dan tali tambang pintu box dan memindahkan 66 kardus berisi kosmetik ke mobil Toyota Alya yang nopolnya belum diketahui. Setelah berhasil menguras isi box kendaraan expedisi ketiganya langsung kabur.

“Ketiga pelaku saat ini masih dalam pemeriksaan petugas guna pengembangan kasus komplotan spesialis kendaraan box antar daerah,” terang Kapolsek Ngawi Kota AKP Kristanto WN

Dengan pengembangan kasus tersebut di harapkan petugas juga mengamankan penadah dari penjualan barang kriminalitas milik pelaku karena di sinyalir tindakan mereka tidak hanya sekali ini ditambahkan oleh Kapolsek Ngawi Kota.(Ard)

Thursday, 20 September 2018 00:00

Kekeringan Melanda Ngawi Satlantas Droping Air

 Ngawi – lebih dari 4 bulan terakhir ini Kabupaten mengalami kekeringan akibat kemarau yang cukup panjang tak urung hal ini mengakibatkan mengeringnya sumber air bersih milik warga yang terjadi dibeberapa titik wilayah Ngawi.  Mengetahui hal tersebut,Satuan Polisi Lalu-Lintas Polres Ngawi dengan jemput bola melakukan droping air bersih ke kawasan kekeringan dam yang menjadi sasaran pertama yakni ke Desa Kiyonten, Kecamatan Kasreman,  Ngawi.

“Tidak ingin terlambat memberikan apa yang menjadi kebutuhan warga mendesak kami untuk segera melakukan kegiatan kemanusian dengan menurunkan dua unit armada truk tangki untuk melakukan droping air bersih ke Ngawi timur tepatnya di Desa Kiyonten,, ‘ Jelas Kasatlantas Polres Ngawi AKP Yanto Mulyanto,  Kamis,  (13/09).

Kegiatan social tersebut bersamaan dengan menyambut hari ulang tahun Satlantas yang jatuh pada 22 September 2018 mendatang.

“ kami berharap kepedulian sebagai petugas terus di kenang oleh masyarakat dan tidak menjadi momok yang menakutkan di jalan raya”  Tambah Kasatlantas Polres Ngawi. 

 Sementara Eko Heru Tjahyono selaku Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi hampir dua bulan  terakhir ada sebagian wilayahnya mengalami krisis air bersih. BPBD Ngawi sudah melakukan droping air bersih ke titik rawan kekeringan tepatnya di 30 desa dari 8 kecamatan yang dengan tingkat kerawanan kebutuhan air antara desa satu dan yang lain dan droping berdasarkan permintaan warga (Ard)

Thursday, 20 September 2018 00:00

Jalur Kereta Tidak Berpalang Tewaskan Warga

Ngawi- Sungguh disayangkan tingkat keselamatan di Ngawi masih minim. Terbukti perlintasan kereta api yang terdapat di Kabupaten Ngawi kembali membawa korban. Seperti apa yang di alami oleh pengguna jalan kendaraan roda dua dengan kondisi  jasad korban mengenaskan yang tewas setelah tertabrak kereta api (KA) Argo Wilis diperlintasan tanpa palang pintu masuk Dusun Salak, Desa Gemarang, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi sekitar pukul 09.35 WIB, Senin, (17/09).

Diketahui bahwa korban dengan jenis kelamin laki-laki atas nama Suyitno berusia sekitar 35 tahun, warga Dusun Kenongorejo, Desa Sekarputih, Kecamatan Widodaren, Ngawi. 

Sesuai dengan keterangan warga dilokasi kejadian menerangkan, korban dengan mengendarai sepeda motor jenis Yamaha Jupiter protolan atau tanpa nomor polisi hendak menyeberang rel kereta api tanpa palang pintu dari arah utara ke selatan. Diduga korban yang mempunyai kelaian tuna rungu ini tidak mengetahui jalur perlintasan ini tengah melaju dengan kencang KA Argo Wilis dari arah timur. Karena jarak yang sudah dekat benturanpun tidak dapat terelakkan. 

“ Belum sempat saya memperingatkan kalau ada kereta melintas korban sudah terseret kereta api dan sudah meninggal,” jelas Suhadi salah satu warga sekitar lokasi kejadian.

 

Secara  terpisah Kapolsek Kedunggalar AKP Sukisman saat dikonfirmasi menjelaskan pihaknya masih melakukan olah TKP termasuk mencari identitas korban. Ia hanya membenarkan korban berjenis kelamin laki-laki dan belum diketahui pasti usianya. Usai kejadian jasad korban langsung di evakusi kr kamar mayat RSUD dr Soeroto Ngawi untuk di lakukan visum menunggu keluarga korban. (Ard)

Sunday, 02 September 2018 00:00

17 Agustus 5 Napo Mendapatkan Remisi Bebas

Ngawi-Di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-B Ngawi pada perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-73 tahun 2018 ini ada 5 orang narapidana (napi) mendapatkan remisi bebas. Sedangkan  184 napi lainya mendapatkan remisi umum (RU) maupun dasawarsa. Gatot SSP Kasubsi Registrasi Binkemas Lapas Kelas II-B Ngawi mengatakan,  5 orang napi yang dinyatakan bebas berasal dari kasus penyalahgunaan pil koplo, pencurian, illegal loging dan korupsi.

Remisi bebas bersyarat maupun remisi umum diberikan kepada napi setelah menjalani masa tahanan lebih dari 6 bulan. Bebasnya napi tersebut tidak lepas dari remisi yang diberikan Bupati Ngawi Budi Sulistyono yang diserahkan langsung secara simbolis sebelum mengikuti upacara bendera di alun-alun Ngawi.

Remisi ini sesuai dengan yang diamantkan oleh kementrian hokum dan bagi yang mendapatkan remisi bebas hari ini pula keluar lapas,” terang Gatot SSP, Jum’at, (17/08).

Keputusan remisi maupun grasi ini secara kriteria peruntukanya bagi napi berkelakukan baik selama menjalani masa tahanan yang artinya taat segala aturan didalam lapas itu sendiri. Dan yang terpenting tegas Gatot SSP, pemberian remisi kepada napi dan anak pidana yang memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan yang mengacu pada PP No 99 Tahun 2012 tentang syarat dan tata cara pelaksanaan hak warga binaan pemasyarakatan.

“Bagi yang mendapatkan remisi bebas secepatnya menyesuaikan dan adaptasi dengan lingkungan dimana ia akan tinggal. Jangan sampai mengulangi perilaku yang sama yang berakibat masuk di lapas ini,” terang Bupati Ngawi Budi Sulistyono usai memberikan remisisecara simbolis kepada para napi, Bupati Ngawi melakukan upacara bendera menandai puncak peringatan HUT Kemerdekaan ke-73 di Alun-Alun Merdeka Ngawi.(ARD)

Page 1 of 21