bahanafm

bahanafm

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meresmikan Jalan Tol Ngawi-Kertosono, Seksi Ngawi-Wilangan sepanjang 51,9 kilometer (km) di Gerbang Tol Madiun, Kamis (29/3) siang. Jalan Tol Ngawi-Kertosono merupakan salah satu bagian penting Jalan Tol Trans Jawa karena membelah bagian utara dan selatan pulau Jawa.

Dalam sambutannya, Jokowi memaparkan bahwa pembangunan infrastruktur adalah tahapan besar pertama untuk mengejar ketertinggalan dari negara-negara tetangga.

Jokowi pun menargetkan pembangunan infrastruktur Jalan Tol dari Merak-Pasuruan sudah tersambung pada tahun 2018, begitu juga dengan Tol Merak-Banyuwangi selesai pada tahun 2019. Menurutnya, kehadiran tol yang merupakan investasi dari badan usaha akan mempercepat mobilitas barang dan jasa.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi mengatakan setelah pembangunan jalan tol selesai, dirinya mengajak para Menteri dan Gubernur untuk bersama-sama mengintegrasikan agar ada terjalin koneksi antara jalan tol dengan pelabuhan, airport, kawasan ekonomi khusus, dan kawasan industri.

"Semuanya tersambung sehingga mobilitas, biaya angkutan barang dan logistik kita betul betul tekan semurah mungkin. Dengan itulah produk produk kita bisa bersaing baik dari rakyat maupun industri bisa bersaing dengan negara lain," tambah Jokowi.

Dengan mengucap Alhamdulillah, Jokowi menyatakan bahwa jalan tol dari Ngawi sampai Wilangan telah selesai. 

dan Direktur Utama PT. Jasa Marga Desi Ariyani.

Jalan Tol Ngawi-Wilangan merupakan Seksi I, II dan III dari Tol Ngawi-Kertosono sepanjang total 87 km yang dikerjakan oleh Investor, PT. Ngawi Kertosono Jaya. Selebihnya, Seksi IV yakni Jalan Tol Wilangan - Kertosono (37 km) merupakan tanggung jawab pemerintah, dimana pemerintah memberikan dukungan viability gap fund (VGF) untuk meningkatkan kelayakan investasi.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan progress Jalan Tol Wilangan-Kertosono sudah mencapai 60,85% dan ditargetkan bisa beroperasi akhir 2018. Dirinya juga berharap jalan tol bisa fungsional untuk menghadapi arus mudik.

"April dan Mei nanti saya akan ke sini untuk ngecek progressnya. Optimis selesai. Lahan sudah tinggal 99 persen, ada pembangunan jembatan yang belum selesai karena masih ada Mesjid yang perlu dinegosiasikan," ujar Menteri Basuki ketika meninjau pembangunan Jalan Tol Wilangan - Kertosono yang menelan investasi sebesar Rp 3,1 Triliun.

Merespon permintaan Jokowi ketika peresmian Tol Ngawi-Kertosono, Basuki menegaskan, pihaknya akan fokus pembangunan Jalan Tol Trans Jawa selesai sesuai target.

"Fokus kami, Jalan Tol Trans Jawa, terutama dari Merak-Pasuruan dapat tersambung semua di tahun 2018," tegas Basuki.

Harmonisasi Tarif Tol

Dalam rangka mendukung efisiensi biaya angkutan logistik, Pemerintah melakukan harmonisasi tarif tol dengan prinsip menjaga kepercayaan investor dan menghormati kontrak. Harmonisasi tarif dilakukan melalui perpanjangan masa konsesi dan insentif perpajakan. Selain itu, dilakukan penyederhanaan golongan kendaraan dari semula lima golongan menjadi tiga golongan.

“Ada 39 ruas tol yang tarif per kmdiatas Rp 1.000. Kita evaluasi dan memang bisa diturunkan dengan kompensasi perpanjangan masa konsesinya. Tiga diantaranya yakni tol Solo-Ngawi, Ngawi-Kertosono, dan Kertosono-Mojokerto selain konsesi juga mendapat insentif pajak,” jelas Menteri Basuki.

Kementerian PUPR juga melakukan penyederhanaan golongan kendaraan di jalan tol. Golongan II dan III akan digabung menjadi golongan II dan golongan IV dan V digabung menjadi golongan III. Dampak rasionalisasi akan terjadi penurunan tarif per km pada golongan kendaraan II dan III hingga 35%.

 

Menteri Basuki mengatakan tarif tol Ngawi-Wilangan merupakan tarif yang sudah diterapkan harmonisasi. Semula tarif awal per km sebesar Rp 1.200 yang menjadi Rp 1.000 per km untuk kendaraan golongan I. Dengan panjang 48 km maka yang dibayar pengguna tol turun dari Rp 57.500 menjadi Rp 48.000. Penyederhanaan golongan kendaraan menjadi tiga, juga berakibat penurunan tarif yang harus dibayar truk.

"Ini misalnya, kalau truk golongan III tanpa harmonisasi tarif harus bayar Rp 115.000, nanti dia bayar sekitar Rp 72.000. Truk golongan V semula harus membayar Rp 172.500 menjadi Rp 96.000. Kira-kira seperti itu," kata Menteri Basuki.

Alasan pemerintah memberikan insentif pajak, dikatakan oleh Menteri Basuki karena perpanjangan konsesi dianggap belum mencukupi.

"Insentif pajak dipilih karena tidak mengganggu investor dan kepercayaan, tetap menjaga kepastian hukum dan menghormati kontrak. Selengkapnya akan di dijelaskan oleh Ibu Menkeu, Sri Mulyani," ujar Basuki.

Basuki pun berharap persoalan tarif tol yang baru bisa segera selesai paling lama dua minggu sehingga bisa diterapkan pada Jalan Tol Ngawi-Wilangan. Jalan tol ini memiliki 4 gerbang tol yakni GT Ngawi, GT Madiun, GT Caruban, dan GT Wilangan dan melayani transaksi nontunai (Cashless).

Turut mendamping Menteri Basuki meninjau Jalan Tol Wilangan-Kertosono, Dirjen Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Hery Trisaputra Zuna, Direktur Jalan Bebas Hambatan, Perkotaan, dan Fasilitasi Jalan Daerah, Ditjen Bina Marga Sugiyartanto, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) VIII Herry Marzuki, dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja. (Sumber: Liputan6.com)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) direncanakan meresmikan pengoperasian jalanTol Ngawi-Kertosono untuk Seksi Ngawi-Wilangan dengan panjang 48 kilometer (km) hari Kamis 29 Maret 2018.

Jalan tol Ngawi-Kertosono terbentang sepanjang 87,02 kilometer (km). Dari total 87,02 km tersebut, 48 km (Seksi Ngawi-Wilangan) dibangun PT Ngawi Kertosono Jaya (PT NKJ), selaku anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Sementara sisanya sepanjang 38 km (Seksi Wilangan-Kertosono), merupakan porsi Pemerintah yang masih dalam tahap pembangunan dan ditargetkan selesai pada kuartal IV tahun ini.

Dikutip dari data Jasa Marga, jalan tol ini akan menerapkan sistem pentarifan baru dimana sesuai arahan Jokowi beberapa hari lalu, tarif tol diharapkan bisa turun.

Tarif dasar Ruas Tol Ngawi-Kertosono (Ngawi-Wilangan) sepanjang 48 km, semula dipatok untuk golongan I sebesar Rp 1.200/km, akan dievaluasi menjadi Rp 1.000/km sehingga tarif untuk jarak terjauh menjadi Rp 48.000.

Tidak hanya itu, tol ini juga bakal menerapkan perubahan penggolongan kendaraan yang baru.

"Penggolongan kendaraan semula adalah lima golongan kendaraan menjadi tiga golongan kendaraan. Kendaraan golongan III, IV dan V digabung menjadi golongan III, untuk mendukung sistem logistik nasional," tulis data tersebut.

Selain itu PT NKJ juga mendapatkan penambahan masa konsesi. Awalnya Ruas Tol Ngawi-Kertosono memiliki masa konsesi awal 35 tahun, bertambah masa konsesinya menjadi 50 tahun.

Direncanakan, pasca peresmian, jalan tol ini akan digratiskan selama 2 minggu.

Sunday, 04 March 2018 00:00

Panen Tahun Ini Petani Meradang

 Ngawi- Biaya produksi tinggi, panen petani masih saja di rundung kesedihan. Harga gabah di sentra produksi seperti di Ngawi, Jawa Timur mulai terjadi penurunan secara drastis pada panen raya tahun ini. Dalam sepekan saja harga gabah anjlok rata-rata Rp 700 per kilogram dari harga sebelumnya. Padahal harga gabah kering panen (GKP) di daerah ini pada pekan lalu berkisar diatas Rp 4.900 per kilogram.

 

Seperti yang dikatakan Hariyanto seorang petani padi asal Desa Teguhan, Kecamatan Paron, Ngawi mengatakan, pada awal panen bulan ini, petani bisa menjual GKP seharga Rp 4.900 per kilogram. Akan tetapi sekarang ini gabah hanya dibandroll antara Rp 4.100 – Rp 4.200 per kilogram.

 

“Lima hari lalu harga masih bagus (gabah-red) tetapi beda jauh dengan sekarang ini hanya alasan hujan para tengkulak banting harga. Pihak yang kalah tetap kita-kita petani ini,” terang Hariyanto, Kamis (22/02).

 

Ia meminta pemerintah harus melakukan tindakan nyata intervensi harga ke petani agar stabil. Jika terjadi penurunan terus-menerus dikhawatirkan petani tidak mampu mengembalikan modal tanam dan sebagainya. Padahal semua modal tersebut didapat dari bank.Dilain sisi Hariyanto pun meminta pemerintah untuk mengkaji ulang Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp 4.200 per kilogram mengingat kwalitas gabah pada panen raya pertama tahun ini cukup baik. Paling tidak HPP harus menyesuaikan dengan kondisi gabah yang ada jangan sampai dijadikan patokan tanpa batas waktu.

 

Sementara itu Sunito Kepala Dinas Pangan dan Perikanan Kabupaten Ngawi membenarkan terjadinya penurunan gabah diwilayahnya pada musim panen kali ini. Untuk mengantisipasi anjloknya harga gabah ia berencana memberikan bantuan box dryer atau alat pengeringan gabah ke setiap Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).

Diharapkan bisa mendongkrak harga gabah milik petani Ngawi (ARD)

Ngawi- Mapolres Ngawi kembali menorehkan prestasinya Satuan reserse narkoba (Satnarkoba) Polres Ngawi menunjukan taringnya dalam pemberantasan pelaku penyalahgunaan narkoba maupun obat-obatan psikotropika selama dua bulan terhitung Januari-Februari 2018. Terbukti ada 8 orang berhasil disikat polisi terbagi atas 4 orang diduga sebagai pelaku kejahatan narkoba khususnya sabu-sabu dan 4 orang lainya terjerat peredaran obat-obatan psikotropika.

 

Kasatnarkoba Polres Ngawi AKP Moch Mukid dihadapan wartawan menegaskan, sedikitpun pihaknya tidak ada ampun sekaligus memberikan ruang bagi pelaku kejahatan narkoba diwilayah hukumnya. Para terduga pelaku yang digasak tersebut berasal dari Ngawi maupun luar daerah.

 

“Narkoba ini sudah menjadi musuh kita bersama jadi ruang peredaranya terus dipersempit dan pelakunya kita kejar sampai tertangkap. Pokoknya jangan coba-coba bermain narkoba di wilayah Polres Ngawi ini,” tegas Kasatnarkoba Polres Ngawi AKP Moch Mukid, Rabu (28/02).

 

Ia menyebut 4 terduga pelaku penyalahgunaan narkoba yang berhasil ditangkap antara lain berinisial LS alias Kancil (23) pria asal Desa Trenggul, Kecamatan Jenawi, Karanganyar, Jawa Tengah berhasil ditangkap pada 12 Januari 2018. Dari tanganya polisi mendapat barang bukti berupa sabu-sabu seberat 0,08 gram. Disusul AW alias Saleho (25) pria asal Desa Jatimulyo, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro, Jawa Timur dibekuk pada 15 Januari 2018 dengan barang bukti sabu-sabu 0,42 gram.

 

 

 

Masih perkara narkoba jenis sabu-sabu ditangkap lagi DNW (15) seorang bocah laki-laki dibawah umur asal Kecamatan Gerih, Ngawi dengan barang bukti sabu-sabu 0,12 gram dan berhasil ditangkap pada 13 Februari 2018. Kemudian MAT (23) si tukang tato asal Desa Dawu, Kecamatan Paron dibekuk polisi pada 23 Februari 2018 dengan barang bukti sabu-sabu 0,24 gram.

 

Sedangkan 4 terduga pelaku yang tersandung kasus penyalahgunaan obat-obatan psikotropika atau pil koplo antara lain AM alias Amey (21) pria asal Desa Sekaralas, Kecamatan Widodaren, Ngawi dibekuk pada 14 Januari 2018 dengan barang bukti 70 pil koplo jenis double L. Ditambah lagi MA (18) pria asal Desa Wedi, Kecamatan Kapas, Bojonegoro, Jawa Timur dengan barang bukti sekitar 10 butir pil double L.

 

Dilanjutkan, BPK (24) pria yang tercatat sebagai warga Desa Beran, Kecamatan Ngawi Kota, Ngawi disikat polisi pada 7 Februari 2018 dengan barang bukti 100 butir pil berlogo Y yang diduga sebagai pil koplo. Dan terakhir DS (21) remaja asal Desa Campurasri, Kecamatan Karangjati, Ngawi ditangkap pada 10 Februari 2018 dengan barang bukti 193 pil double L.

 

Pungkas AKP Moch Mukid, dari 4 pelaku penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu total barang buktinya mencapai 0,86 gram dan 4 pelaku penyalahgunaan pil psikotropika totalnya mencapai 422 butir pil koplo. Dari semua terduga pelaku sekarang ini terus dilakukan penyidikan guna mengungkap jaringan pelaku lainya yang belum tertangkap. Masih banyak yang menjadi PR mapolres Ngawi dalam menekan aksi kriminalitas di Ngawi mendasar hal itu pihaknya bakal terus menjadi momok bagi para pelaku kriminal.(ARD)

Ngawi- Kembali menorehkan prestasi membanggakan dari Resmob Subnit I Polres Ngawi tidak butuh waktu lama untuk mengungkap aksi pembobolan brankas milik koperasi simpan pinjam (KSP) diwilayah hukumnya dalam rentang dua bulan terakhir ini. Hanya butuh waktu kurang dari 12 jam petugas kepolisian berhasil menggulung sindikat pembobol brankas lintas daerah di wilayah Ponorogo sekitar pukul 18.00 WIB pada Kamis kemarin, (01/03).

Terduga pelaku yang berhasil diamankan dan langsung digelandang ke Mapolres Ngawi berinisial AS (47) pria asal Desa Tulang Bawang, Kecamatan Gunung Terang, Kabupaten Tulang Barat, Lampung. Kanit I Resmob Polres Ngawi Ipda Tri Boy AS mengatakan, saat dilakukan penangkapan ada dua pelaku lainya selain AS yang sama-sama digulung yakni WT dan MH.

“Penangkapan yang melibatkan Resmob Ponorogo kemarin itu totalnya ada tiga orang yang diamankan. Hanya saja WT dan MH ini langsung diproses di Polres Ponorogo karena terlibat juga suatu kejahatan disana dan yang dibawa ke Ngawi hanya AS,” beber Ipda Tri Boy AS, Jum’at (02/03).

Jelasnya, saat ini AS langsung dilakukan pemeriksaan dan penyidikan secara marathon untuk mengungkap kejadian lain selain di wilayah Ngawi. Ia pun membenarkan ketiga terduga pelaku masuk spesialis pembobol brankas tersebut sebagai jaringan antar daerah.

Penangkapan terhadap AS setelah adanya laporan dari PT Tri Mitra Tunas Sakti selaku distributor operator Indosat yang beralamatkan di Jalan Ahmad Yani masuk Desa Beran, Kecamatan Ngawi Kota, Ngawi pada Kamis kemarin, (01/03), sekitar pukul 09.00 WIB. Disebutkan, brankas milik distributor Indosat itu mendadak kondisinya rusak dan terbuka yang disinyalir habis digasak maling.

Setelah dilakukan pengembangan lebih lanjut Resmob Polres Ngawi langsung menyasar AS sebagai terduga pelaku. Setelah berhasil diinterogasi, AS mengakui seluruh aksi kejahatan yang dilakukanya itu. Modusnya, AS bersama dua rekanya baik WT maupun MH mendatangi sasaranya itu dengan mengendarai mobil Daihatsu jenis Xenia warna silver nopol F 1645 CR.

“Setelah dianggap sepi pelaku ini masuk ke lokasi dengan cara merusak pintu rolling door dan merusak brankas. Kemudian menguras seluruh isi brankas,” beber Ipda Tri Boy AS.

Namun dari indikasi yang ada mendasar pemeriksaan secara intensif terhadap AS diduga telah membobol brankas di dua lokasi berbeda di wilayah Ngawi selain brankas milik PT Tri Mitra Tunas Sakti. Yakni  brankas milik KSP Bina Sejahter yang berada di Jalan PB Sudirman Ngawi pada 13 Februari 2018 lalu. 

" Kami ucapkan terimakasih atas kerjasama yang sinergis antara warga Ngawi dengan Petugas, sehingga berhasil menangkap pelaku. Janji kami tidak akan biarkan pelaku kriminal merajalela di wilayah Hukum Mapolres Ngawi" Jelas Kapolres Ngawi(ARD)

 NGAWI - Tragis dengan apa yang dialami oleh korban, sebut saja Sani seorang nenek 80 tahun warga Dusun Gnetong Kidul, RT 02/RW 03, Desa Gentong, Kecamatan Paron, Ngawi menjadi korban ganasnya arus sungai di wilayah Desa Soco, Kecamatan Jogorogo, Ngawi pada 14.30 pada Jum’at kemarin, (02/03). Menurut keterangan salah satu saksi, saat kejadian melihat baju maupun peralatan untuk mencari pasir milik korban berada dipinggiran sungai.

 

“Saya lihat ada baju dan peralatan itu saja apalagi kondisi sungan banjir mebuat curiga. Lantas saya informasikan kepada keluarganya dirumah sore itu juga dengan dibantu warga sekitarnya langsung mencari keberadaan korban dengan melakukan penyisiran disekitar sungai,” terang Suyanto salah satu saksi mata, Sabtu (03/03).

 

Atas kejadian tersebut aparat kepolisian dari Polsek Jogorogo bersama tim Sikatan Rescue langsung berusaha melakukan upaya pencarian terhadap korban. Proses pencarian akhirnya membawa hasil sekitar pukul 23.30 WIB pada Jum’at malam, (02/03), jasad korban ditemukan dialiran sungai masuk wilayah Desa Gentong atau berjarak sekitar 1 kilometer dari lokasi kejadian.

 

“Saat itu juga jenasah korban Mbah Sani itu langsung di evakuasi dari sungai. Hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan tanda tanda kekerasan dan meninggalnya korban murni karena terseret arus sungai sewaktu banjir. Malam itu juga jenasahnya langsung kami serahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,” pungkas Kapolsek Jogorogo AKP Budi Cahyono.

Pihaknya mengharapkan kepada warga Ngawi untuk lebih berhati-hati dan waspada terhadap aliran sungai yang saat sekarang mulai sering deras dengan cuaca musim penghujan saat sekarang. (ARD)

Ngawi – Tidak ingin kecolongan dengan kedatangan 2 suporter besar masuk Ngawi guna mengantisipasi kerusuhan yang dilakukan Bonek suporter militan Persebaya Surabaya membuat polisi harus berjaga full waktu terutama di daerah Ngawi yang merupakan wilayah perbatasan Jawa Timur-Jawa Tengah. Kabagops Polres Ngawi Kompol Wahono saat dihubungi wartawan via selular menyatakan, pengerahan ribuan suporter Bonek memang harus dikawal ketat untuk mengantisipasi kerusuhan.

“Pokoknya kami selaku polisi utamanya di Ngawi ini melayani saudara kita Bonek dengan baik. Jangan ada kerusuhan yang ditimbulkan oleh oknum Bonek maupun dari pihak luar yang tidak bertanggung jawab. Lihat sendiri bisa dikatakan tiga hari kami tidak tidur mengawal mereka menuju dan kepulanganya nanti dari Solo,” terang Kompol Wahono, Sabtu (03/02).

Disepanjang perlintasan Ngawi ujarnya, telah dipersiapkan 37 truk untuk mengangkut Bonek yang tercecer ditengah perjalanan. Mengingat masih banyaknya Bonek diluar koordinator menuju Stadion Manahan Solo untuk melihat tim kebanggaanya Persebaya Surabaya berlaga di Piala Presiden 2018.

“Alhamdulilah semua kendala dilapangan hingga sekarang ini terselesaikan dengan baik. Dari awal telah disiapkan puluhan truk dari jajaran Polsek untuk mereka. Dan terpantau tidak ada insiden apapun sampai saat ini semoga saja berlaku sampai proses kepulanganya nanti dari Solo,” tandasnya.

Imbuhnya, diprediksi ribuan Bonek yang terkoordinir akan pulang langsung dari Stadion Manahan usai Persebaya berlaga. Tetapi bagi Bonek yang tidak terkoordinir belum dipastikan jadwalnya balik lagi ke Surabaya. Meski demikian pihaknya mempersiapkan diri melakukan pengamanan dengan mengerahkan 400 personel kepolisian hingga Minggu besok, (04/02).

Seperti diberitakan sebelumnya, guna mencegah terjadinya persinggungan antara suporter Persebaya dan Arema dalam perjalanan menuju Stadion Manahan Solo, Kepolisian Daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur saling berkoordinasi untuk memisahkan jalur keberangkatan rombongan kedua suporter.

Untuk jalur Bonek menempuh jalur Surabaya-Sidoarjo-Mojokerto-Madiun-Sragen-Solo. Sebaliknya Aremania melintasi jalur selatan yakni Malang-Ponorogo-Wonogiri-Sukoharjo-Solo. Pemisahan jalur untuk dua suporter yang selama ini dikenal sebagai musuh bebuyutan itu juga berlaku saat proses pemulangan mereka dari Solo ke Jawa Timur. Mereka sengaja kami atur keberangkatan dan kepulangan mereka agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diiinginkan.(ARD)

Ngawi – Jalur Wilayah Ngawi dikenal sebagai daerah rawan kecelakaan lalu-lintas (lakalantas) bahkan berlabel sebagai jalur tengkorak cukup membuat para pengguna jalan keder mendengarnya mendasar karena seringnya kejadian laka lantas.

Tentu untuk menghilangkan kesan tersebut berbagai upaya telah dilakukan oleh pihak berkompeten terutama Satlantas Polres Ngawi dengan merubah image negative menjadi satu kawasan ramah akan keselamatan berlalu-lintas. Tetapi untuk membalikan fakta sejauh itu tidaklah mudah harus ada upaya dari berbagai stakeholder.

Berikut kutipan Kasatlantas Polres Ngawi AKP Rukimin hasil evaluasi sepanjang tahun 2017 dengan dinamika kejadian lakalantas maupun upaya pencegahan. Mendasar data yang dikelola Satlantas Polres Ngawi jumlah kejadian lakalantas secara umum mengalami penurunan hampir 25 persen merujuk dari kejadian tahun sebelumnya.

Disebutkan angka lakalantas 2016 mencapai 774 kasus sedangkan sepanjang tahun 2017 menurun menjadi 755 kasus. Demikian juga kondisi korban lakalantas terutama yang meninggal dunia (MD) turun drastis mencapai 30 persen. Dimana, 2016 korban MD mencapai 136 orang dan berbalik menurun tahun 2017 menjadi 101 orang

Akan tetapi jika dihitung untuk korban luka berat (LB) memang angkanya menanjak naik dari tahun sebelumnya. Terhitung tahun 2016 hanya 46 orang sedangkan setahun kemudian 2017 mencapai 91 orang. Naiknya angka LB tidak berlaku pada korban luka ringan (LK) dalam catatan 2016 mencapai 1.008 orang dan tahun 2017 menurun menjadi 1.003 orang.

Untuk bicara kendaraan yang terlibat kecelakaan lakalantas memang masih didominasi sepeda motor. Angkanya cukup memprihatinkan namun demikian apabila ditotal ada penurunan dibanding tahun sebelumnya. Diketahui 2016 ada 1.058 kasus lakalantas melibatkan sepeda motor dan tahun 2017 menurun signifikan hanya 984 kasus sepeda motor.

“Kecelakaan lalu-lintas di Ngawi ini dengan dikenal sebagai jalur tengkorak selain dari faktor human error ada permasalahan utama. Yakni terkait dengan kondisi jalan maupun lampu penerangan jalan sepanjang Mantingan-Karangjati maupun Ngawi-Maospati,” terang AKP Rukimin Kasatlantas Polres Ngawi.

Ia menyikapi terkait langsung dengan lebar jalan nasional yang ada di wilayah Ngawi baik dari arah Ngawi-Mantingan maupun Ngawi-Karangjati. Menurutnya, luas jalan disepanjang jalur tersebut terlalu sempit masih jauh dari idealnya sebagai jalan arteri atau jalan kelas I yang sesuai klasifikasinya mempunyai lebar 8 meter.

“Jalan Mantingan sampai Caruban ini sempit sekali kalau ada kendaraan bus dari arah barat maupun sebaliknya ada truk misalkan pasti pengendara sepeda motor tidak kebagian jalan. Pasti dia akan mengalah turun dari ke bahu jalan. Dan perlu diketahui juga ada ruas jalan di wilayah barat sekitar dua kilometer tidak ada bahu jalan,” beber AKP Rukimin.

Dengan kondisi sedemikian itu ia meminta kepada semua pihak yang berkepentingan untuk turun melakukan survey lokasi agar melihat kekurangan secara nyata dan dampak yang diakibatkan. Selain itu terkait langsung dengan lampu penerangan jalan umum (PJU) memang sangat kurang sekali baik jalur Ngawi-Mantingan, Ngawi-Karangjati dan Ngawi-Maospati. Dengan kondisi seperti itu membuat menjadi salah satu faktor dari penyebab lakalantas.

Disisi lain ia menyorot selama 8 bulan berdinas sebagai Kasatlantas Polres Ngawi terkait keberadaan pohon rawan tumbang disepanjang jalur nasional tidak ada sama sekali upaya dan kepedulian dari dinas terkait. Padahal sudah seringkali pihaknya mengirimkan surat agar ada tindak lanjut namun nyatanya tidak ada respon sama sekali. Fakta sudah membuktikan ada dua kejadian kendaraan tertimpa pohon tumbang dan untungnya tidak ada korban luka berat maupun meninggal.

“Jadi kami minta tolong kepada instansi terkait yang berkaitan dengan kepentingan yang tujuanya kamseltibcarlantas untuk survey bersama-sama agar tahu dengan kondisi seperti itu,” tandasnya.

Pungkas AKP Rukimin, ia tidak segan untuk memproses hukum kepada dinas terkait apabila tidak ada realisasi(ARD).

Ngawi- Patut di acungi jempol Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Ngawi mengaku berhasil mengungkap puluhan kasus melebihi jatah yang ditargetkan. AKP Moch Mukid Kasatnarkoba Polres Ngawi saat ditemuai wartawan menjelaskan, selama tahun 2017 pihaknya sukses menggulung serta mengungkap 37 kasus yang terkait dengan narkoba. Padahal target yang dipasang Polda Jatim hanya 22 kasus narkoba. Jumlah yang ditargetkan itu sama persis pengungkapan kasus serupa di tahun 2016 lalu.

“Iya selama saya menjabat sebagai Kasatnarkoba Polres Ngawi memang ada peningkatan signifikan pengungkapan kasus narkoba. Sejak awal sudah saya tekankan memang perang terhadap narkoba,” beber AKP Moch Mukid, Jum’at (29/12).

Bebernya, dari 37 kasus narkoba berhasil mengamankan 41 orang tersangka terdiri 35 orang pria dan sisanya 6 perempuan. Dan paling mencolok tidak lain kasus peredaran sabu-sabu berhasil mengungkap 13 kasus dari tahun sebelumnya hanya 10 kasus. Demikian juga dengan ganja tercatat ada 5 kasus yang berhasil diseret ke meja hukum dengan 5 orang tersangka semuanya pria.

Dan hal lain yang patut dicermati tandasnya, tentang peredaran pil koplo baik jenis Trihexyphenidyl maupun Tramadol yang melanggar UU Nomor 36 Tahun 2009 jumlah kasus yang diungkap cukup meningkat tajam. Jika tahun 2016 hanya tercatat 7 kasus dengan barang bukti 610 butir pil dan kini berhasil diungkap 19 kasus dengan barang bukti mencapai 4.263 butir pil.

“Suksesnya penangkapan kasus pil koplo merupakan hasil kerja keras tim kita dilapangan. Mereka all out memburu para pengguna maupun pengedar sampai lubang tikus pun akan di endus. Dan perlu dicatat sejak tiga bulan terakhir saya menjabat disini setiap bulanya hampir sepuluh kasus yang kita ungkap,” jelasnya.

Tidak hanya mengungkap Narkoba saja anggotanya juga telah berhasil mengamankan pengedar dan pengecer minuman keras di Ngawi. Sedikitnya berhasil  mengungkap 228 kasus meliputi 313 tersangka. Untuk kasus miras ini merupakan tangkapan terbesar demikian juga barang buktinya yang diamankan. Tercatat hampir 2 ton atau 1.886 liter miras yang disita petugas sebagai barang bukti. Dari sekian itu didominasi miras jenis arak jowo. Dalam waktu dekat pihaknya bakal melakukan pemusnahan barang bukti yang agar kiranya tidak di manfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.(ARD)

Monday, 19 February 2018 00:00

Nomer Urut Partai Peserta Pemilu 2019

Berikut adalah hasil pengundian nomor urut parpol:

Nomor urut 1: Partai Kebangkitan Bangsa

Nomor urut 2: Partai Gerindra

Nomor urut 3: Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan

Nomor urut 4: Partai Golkar

Nomor urut 5: Partai Nasdem

Nomor urut 6: Partai Garuda

Nomor urut 7: Partai Berkarya

Nomor urut 8: Partai Keadilan Sejahtera

Nomor urut 9: Partai Perindo

Nomor urut 10: Partai Persatuan Pembangunan

Nomor urut 11: Partai Solidaritas Indonesia

Nomor urut 12: Partai Amanat Nasional

Nomor urut 13: Partai Hanura

Nomor urut 14: Partai Demokrat

Page 2 of 18