bahanafm

bahanafm

Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Tuesday, 15 January 2019 00:00

Kado Istimewa, Ngawi Raih Piala Adipura

NGAWI-Penghargaan penganugrahan Piala Adipura dan sertifikat bidang kebersihan dan pengelolaan kota periode (2017-2018) diserahkan langsung oleh Wakil Presiden Yusuf Kalla gedung Manggala Wanabakti Jakarta(14/01).  Penyerahan penghargaan Adipura kali ini disebut JK sebagai rekor dari penyerahan penghargaan sebelum-sebelumnya.  Pasalnya sedikitnya 146 kepala daerah/kota hadir untuk mendapatkannya dan Kabupaten Ngawi menjadi salah satu diantaranya. 

 

Sementara, diungkapkan oleh Setiono selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ngawi, penghargaan ini di nilai sangat istimewa pasalnya sejak 2014 kabupaten Ngawi sama sekali tidak mendapatkan penghargaan tentang Lingkungan Hidup.  Kami terus melakukan perbaikan dan evaluasi kerja dari pengalaman tahun sebelumnya, dengan menerima piala Adipura ini menjadi semangat tersendiri untuk pencaian pretasi dan kinerja dalam mempertahankan pelayanan kebersihan.  

“ Alhamdulilah,  kerja keras semua pihak terbayar  tahun ini kita meraih piala adipura yang di terima langsung oleh Bupati Ngawi Ir Budi Sulistyono “ ungkap Setiono. 

Sementara Ir. Budi Sulistyono selaku Bupati Ngawi mengakui bahwa Raihan penghargaan ini tidak serta – merta hasil secara pribadi namun kerjasama berbagai pihak yang ikut menyukseskan Kabupaten Ngawi yang bersih dan pengelolaan kota yang apik.  Pencapaian piala adipura ini sebelumnya sudah menjadi project pemkab Ngawi dengan melakukan pembenahan serta pengembangan tata kota agar terlihat spektakuler. Tambahnya penghargaan ini akan terus di pertahankan dan terus melakukan inovasi, evaluasi.

 

“Dengan diraihnya piala dibidang kebersihan dan tata kota ini akan terus kita pertahankan sepanjang masa apalagi momen diraihnya Adipura memberi warna tersendiri menuju Ngawi Spetakuler,” terang Ir Budi Sulistyono.

 

Tambah orang nomer satu di Kabupaten Ngawi ini, membawa pulang piala Adipura adalah kesuksesan yang luar biasa bagi Kabupaten Ngawi. Namun yang terpenting dari penghargaan ini adalah pola hidup bersih dan menjaga kenyamanan kota yang selalu dijaga bagi masyarakat kota Ngawi.

Ngawi- sapandai-pandainya tupai melompat pasti pernah jatuh jua. Pepatah ini nampaknya cocok dengan apa yang dialami oleh  pelaku  dengan inisial MR belum nikmati hasil jarahan kotak amal masjid di gelandang petugas. Pelaku 32 tahun yang masih tercatat warga asal Desa Mergosari, Kecamatan Singgahan, Tuban, Jawa Timur ini harus berurusan dengan polisi setelah apa yang dilakukannya kepergok warga.

Dari keterangan pelaku kepada petugas  kejadian yang terjadi kemarin, (06/01/2019), sekitar pukul 13.00 WIB masuk wilayah Dusun Grojogan, Desa Kalang, Kecamatan Pitu, Ngawi, Jawa Timur pelaku dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion warna merah nopol S 5537 E sebagai sales untuk menjual alat cuci mobil.  Sesampai di Masjid Baiturrahman yang ada di Dusun Grojogan setelah memarkirkan kendaraan dan situasi si sekitar sepi pelaku langsung masuk ke dalam masjid.

Setelah mengetahui situasi di rasa aman pelaku menggunakan anak kunci palsu berusaha membuka kotak amal dan menguras seluruh uang tunai. Namun sial, belum sempat keluar menimkmati jarahannya aksinya itu diketahui salah satu takmir masjid hingga berakhir penangkapan. Seperti diungkapkan oleh Kasubag Humas Polres Ngawi Kompol ES Martono mengatakan dari tangan MR berhasil diamankan sejumlah barang bukti seperti uang kotak amal senilai Rp 442 ribu dan 10 anak kunci. Nampaknya pelaku ini sudah mempersiapkan sebelumnya dan terbukti pelaku membawa berbagai macam kunci palsu. 

“ Pelaku ini nampaknya residivis kambuhan terbukti sudah membawa kunci palsu namun kali ini aksinya kepergok warga,” terang Kompol ES Martono, Senin, (07/01/2019).

Kepada pelaku, MR akan dijerat dengan Pasal 363 ayat 1 KUHP. Tambah Kasubag Humas Polres Ngawi pelaku saat ini masih dalam pengembangan dan penyidikan oleh petugas serta mengharapkan kepada warga Ngawi untuk lebih hati-hati.(*)

Warga Ngawi dan sekitarnya siap siap untuk begoyang di penghujung tahun 2018.  MNCTV akan hadir di Kabupaten Ngawi pada Minggu, 16 Desember 2018 pukul 19.00 WIB dengan program unggulan MNCTV Road to Kilau Raya (RTKR) yang telah sukses menggoyang mulai dari kota Surabaya, Pekalongan, Karawang, Pati, Purwokerto, Garut hingga ke  Lampung Sumatera Selatan. Kini RTKR akan menghibur masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya dan juga jutaan pemirsa di tanah air yang dapat menyaksikan  secara langsung siaran Road to KIlau Raya dari Lapanagn Merdeka Ngawi.

RTKR Ngawi akan menampilkan sederet artis papan atas dan pastinya deretan artis yang di tunggu-tunggu oleh warga Ngawi, di antaranya Wali Band, Cita Citata, Nita Thalia , Tasya Rosmala. Evie Masamba, Trio Macan, Cak Sodiq, Musbrother, Delima KDI, Ressa Lawangsewu, Duo Sabun Colek, Kriwil, serta penampilan spesial dari master Limbad yang siap membuat para pemirsa terpukau dengan aksi-aksinya yang dapat memicu adrenalin yang menyaksikannya. Acara akan semakin seru dipandu oleh host ternama yakni Andhika Pratama, Melanie Ricardo dan Anwar akan memandu acara dengan berbagai keseruan di atas panggung. Pada acara ini musik akan di iringi oleh New Arista. 

Pada acara tersebut pemirsa akan disuguhi dengan musik dari artis-artis papan atas dan juga games-games yang menghibur, seperti games battle goyang numpak rx king yang sedang viral di media social yang juga menjadi single dari Cak Sodiq, games karoke kejut juga akan disajikan pada RTKR di Ngawi nanti dan tak kalah juga Joe Kriwil akan menTATATA dengan melibatkan warga yang menyaksiakan RTKR secara langsung dan masih banyak lagi keseruan lainnya.

Jangan lewatkan MNCTV Road to Kilau Raya pada Minggu, 16 Desember 2018 pukul 19.00 WIB langsung dari Lapangan Merdeka, Ngawi Enggal, hanya di MNCTV.

 

Ngawi- Puluhan wartawan dari berbagai media baik cetak, televisi dan daring wilayah Ngawi, Jawa Timur menggelar aksi damai menuntut calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto untuk meminta maaf dan mencabut pernyataannya yang dianggap merendahkan martabat wartawan. "Sebenarnya tuntutan kita sangat sederhana kepada Prabowo, cabut pernyataannya dan minta maaf kepada kami wartawan,” tegas Purwanto, Senin (10/12).

 

Aksi tersebut para kuli tinta  mengawali dari alun-alun langsung menyasar ke Posko Tim Pemenangan Capres Prabowo Subianto di Jalan MH Thamrin dan diakhiri orasi di Perempatan Kartonyono Ngawi. Purwanto selaku coordinator aksi menyebut, aksi damai yang dilakukan selama satu jam sebagai bentuk solidaritas nasional terhadap nasib para kuli tinta. Menurutnya, pernyataan Prabowo Subianto sangat mencederai kebebasan dan intervensi terhadap Pers.

 

“ kami merasa sakit hati dengan pernyataan Prabowo, tolong jangan diulangi lagi “ tegasnya

 

Menurutnya, wartawan bukan antek orang lain sebagai penghancur NKRI sehingga salah jika martabatnya direndahkan. Posisi wartawan sangat netral dan independen terhadap kepentingan politik apapun termasuk Pilpres 2019. Sementara itu Suratno dari Tim Pemenangan Capres Prabowo Subianto mengapresiasi atas kritikan yang disampaikan wartawan. Ia berjanji akan menyampaikan sikap wartawan kepada Prabowo.

 

"Kami menerima aspirasi yang di sampaikan oleh para wartawan Ngawi dan nanti akan kami sampaikan kepada yang bersangkutan,” pungkas Suratno.(ard)

Ngawi – Hama tanaman padi satu ini cukup membuat kerugian yang tidak sedikit bagi para petani Ngawi. Kali ini bukan sembarang tikus pengerat melainkan masuk kategori hama yang meresahkan petani. Setelah memanfaatkan jebakan tikus beraliran listrik menjadi senjata makan tuan, kini petani di wilayah Ngawi, Jawa Timur intensifkan dengan cara yang lebih ramah lingkungan. Ditambah pula dari pihak petugas adanya larangan penggunaan jebakan tikus tersebut yang mengakibatkan angka kematian di Ngawi mencapai 7 orang. 

Seperti apa yang dilakukan oleh warga di Desa Dempel, Kecamatan Geneng puluhan petani dibawah komando Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar melakukan gropyokan ke sarang tikus di wilayah area persawahan wilayah setempat, Rabu, (12/12/2018). Dengan senjata pentungan petani langsung membantai satu persatu tikus.

“Kita ingin kembali ke tempo doloe yakni lakukan pembasmian hama tikus dengan cara yang lebih ramah. Tidak menggunkan jebakan listrik itu sangat berbahaya tercatat ada tujuh petani meninggal selama tahun 2018 ini,” jelas Ony Anwar.

Ia mengingatkan, kepada semua petani jangan sampai menggunakan cara yang sekiranya membahayakan nyawa. Justru sebaliknya, dengan gerakan gropyok tikus akan bisa mengurangi salah satu hama pengerat tersebut dengan maksimal. Bahkan dalam waktu dekat ini pihaknya bakal menggiatkan kembali dengan menangkarkan burung hantu agar menjadi predator alami tikus.

“Apalagi sudah jelas-jelas polisi melarang jebakan tikus beraliran listrik. Makanya petani harus aktif dan menggiatkan kembali penangkaran burung hantu,” ulas Ony.

Ditempat yang sama guna merangsang petani menggelar gropyokan tikus pihak perangkat desa setempat memberikan semacam ‘reward’. Sugeng Wiyono Kepala Desa Dempel pihaknya memberikan hadiah kepada petani berupa uang tunai bagi yang mendapatkan tikus.

“Bagi petani yang berhasil menangkap tikus akan kami berikan 1000rupiah per ekornya, ini sebagai semangat para petani saja,” Tegas Kepala Desa Dempel.(Ard)

Ngawi-Diduga depresi karena penyakit menahun dan tidak kunjung sembuh seorang ibu rumah tangga berumur sekitar 65 tahun nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Kenekatan akhir hidup yang memilukan tersebut dilakukan korban sebut saja Manis warga asal Dusun Klempun, Desa Sawo, Kecamatan Karangjati, Ngawi.

Seperti diungkapkan oleh Kapolsek Karangjati AKP Suparman kepada media menjelaskan, aksi nekat yang dilakukan korban diketahui Agus anaknya sekitar pukul 06.00 WIB pada Kamis, (13/12/2018). Saat kejadian Agus hendak memasak di dapur namun nahas dikejutkan dengan melihat sang ibunya gantung diri memakai seutas tali plastik.

“Peristiwa gantung diri terjadi pagi tadi yang diketahui langsung oleh anaknya. Begitu mendapat kabar petugas kita langsung ke lokasi kejadian dengan di bnatu tim medis setempat,” terang Suparman.

Ditambahkan kapolsek Karangjati dari keterangan saksi perbuatan nekat Manis setelah menderita penyakit kangker payudara dan diabetes tidak kunjung sembuh. Apalagi penyakit yang diderita pelaku sudah lima tahun terakhir dan selama itu pula mencari pengobatan tidak kunjung sembuh. Karena tidak lekas sembuh inilah membuat pelaku depresi berat hingga memilih gantung diri.

“ Dari keterangan keluarga korban menyebutkan bahwa korban menderita penyakit menahun yang tidak kunjung sembuh yang menjadi alas an nekat gantung diri” tegas Kapolsek Karangjati.(ard)

Ngawi – Tidak ingin ketinggalan dengan Instansi di jajaran peradilan. Kejari Ngawi Dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Internasional (Haki) tahun 2018, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Ngawi menggelar perlombaan cerdas cermat, pidato dan yel yel anti korupsi atar pelajar SMP  dan SMA sederajat seKabupaten Ngawi.

 

Sebanyak puluhan sekolah tingkat SMP sederajat baik negeri maupun swasta, turut ambil bagian dari kegiatan yang digelar di Pendopo Widya Graha Pemkab Ngawi.

 

Lomba cerdas cermat berlangsung seru dimana satu regu beranggotakan 3 orang dengan materi pertanyaan terkait moral perilaku, kejujuran, budi pekerti dan pengetahuan umum tindak pidana korupsi. Bahkan ditengah tengah lomba juga terdapat adu kreasi yel-yel dukungan yang membuat lomba berjalan semarak.

 

Kepala Kejari Kabupaten Ngawi, Waito Wongateleng SH. MM menjelaskan, selain untuk memperingati hari anti korupsi internasional, acara ini merupakan misi khusus kejaksaan dalam mendekatkan aparatur kejaksaan kepada masyarakat.

 

"Khususnya siswa siswi SMP, sebagai langkah nyata bentuk pencegahan korupsi dan memupuk jiwa anti korusi sejak dini," Jelas Waito.

 

Selain mendapat uang pembinaan dan trophy juara, pemenang pertama lomba cerdas cermat berhak mewakili kejari kota batu dlaam lomba yang sama di Kejaksaan Tinggi Negeri Provinsi Jawa Timur(Ard)

 Ngawi- Sepandai-pandainya menyimpan bangkai akan tercium juga. Seperti halnya apa yang dilakukan oleh salah satu warga Sidoarjo simpan miras di dalam mobil mewah harus berurusan dengan petugas. Kejadian yang berawal dari Petugas kepolisian dari Satlantas Polres Ngawi mengamankan satu kendaraan roda empat jenis Suzuki Ertiga warna silver nopol DK 1740 AY di depan pos pantau Monumen Suryo Jalan Raya Ngawi-Solo masuk Desa Pelanglor, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi.

Penangkapan tersebut terjadi sekitar pukul 04.30 WIB atau habis subuh, Rabu, (05/12/2018). Kejadian itu berawal saat petugas melakukan pemantauan arus lalu-lintas.

Dari arah barat muncul kendaraan mobil Suzuki Ertiga melanggar marka jalan setelah dihentikan petugas ternyata didalamnya ada 180 botol dari 15 kardus. Setelah di cek setiap kardusnya berisi 12 botol plastik minuman mineral berisi arak 1,5 liter dengan total 270 liter.

“barang bukti yang kita amankan akan menjadi bukti pemberatan pelaku,” terang Kanit Turjawali Satlantas Polres Ngawi Ipda Fredo Leonard Sianturi.

Kepada petugas, pelaku mengaku ratusan liter arak tersebut milik Samsul Arifin warga Kecamatan Krian, Sidoarjo yang baru dibeli dari Bekonang Sragen. Kata Fredo semua barang bukti diamankan guna proses hukum lebih lanjut atas pelanggaran pasal tindak pidana ringan.(Ard)

Ngawi- Hingga di penghujung tahun ini kisah hidup warga Ngawi semakin kelam, banyak warga mereka memilih meregang dengan lilitan tali di leher daripada menyongsong hidup. Untuk kesekian kalinya warga Ngawi dilaporkan meninggal dengan cara nekat dan menggegerkan warga sekitar. Kisah pemilik bengkel yang cukup memilukan ini menambah daftar warga Ngawi yang mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Sebelumnya setelah gagal memutuskan urat nadi dikedua tanganya kini malah melakukan aksi yang lebih nekat lagi yakni gantung diri dirumahnya sendiri korban.

Kenekatan korban  dengan identitas  Heri Riyanto pria berumur 50 tahun warga Dusun Nglarangan, Desa Karangasri, Kecamatan/Kabupaten Ngawi. Korban ditemukan gantung diri menggunakan seutas tali plastik dikamar mandi sekitar pukul 10.00 WIB pada Kamis, (06/12/2018).

Kepada petugas istri korban menejelaskan, sekitar pukul 07.00 WIB Suhartatik baru saja pulang mengantarkan salah satu anaknya ke sekolah. Setelah pulang saksi ini langsung membelikan sarapan untuk korban. Usai makan, korban pamit kepada istrinya mau ke rumah teman dengan menaiki sepeda motor. Istrinya pun bergegas tidur di kamar rumahnya.

Setelah bangun Suhartatik menyapu disamping rumah namun menemukan sepeda yang dikendarai korban. Merasa curiga karena korban pernah melakukan bunuh diri ia lantas mencari keberadaan korban di kamar tidur akan tetapi tidak berada ditempat. Kemudian dicari lagi ke kamar mandi ternyata menemukan korban yang kondisinya sudah meninggal dengan cara gantung diri.

“ Korban sudah di temukan dalam keadaan sudah meninggal dengan cara gantung diri memakai tali plastik dikamar mandi dan tidak ditemukan tanda-tanda penganiyaan pada tubuh korban,” kata Kapolsek Ngawi Kota AKP Khristanto WN.

Ia pun membenarkan pada pertengahan November 2018 lalu korban sempat mencoba bunuh diri dengan menyayat urat nadi dikedua pergelangan tangan namun gagal setelah diketahui oleh istrinya. Untuk menyelamatkan nyawanya, korban dilarikan ke RSUD dr Soeroto Ngawi. Setelah membaik korban kembali mengulangi aksi nekatnya dengan cara gantung diri.(Ard)

Sunday, 09 December 2018 00:00

Akhir Tahun Proyek Fisik Ngawi Amburadul

Ngawi- Ngeri proyek fisik dengan nilai milyaran rupiah harus tidak terselesaikan dengan memuaskan bahkan ada pula baru 10% sudah kabur.  Sejak beberapa hari terakhir ini jelang pergantian tahun baru anggota dewan genjar dengan fungsi kontrolnya kepada kebijakan pemerintah daerah setempat. Seperti apa yang dilakukan oleh komisi IV DPRD Ngawi melakukan inspeksi mendadak dengan proyek dengan label plat merah. Bukannya mendapatkan hasil yang memuaskan proyek berjalan dengan catatan dan mendapai kritikan nitizen hingga warga masyarakat secara langsung.  

Pembangunan awal mega proyek yang menjadi sorotan berbagai pihak.  Pertama proyek Tugu Kartonyono setelah usai masa pengerjaan langsung banjir kritikan. Bukan tanpa alasan, tugu yang seharusnya menjadi ikon Ngawi hasilnya sangat tidak memuaskan. Mendasar rekomendasi sidak dari wakil rakyat (Komisi IV DPRD Ngawi) pembangunan tugu harus dipermak ulang baik lapisan tugu maupun cat. Karena proyek yang berada tepat dijantung Kota Ngawi itu tidak kecil nilainya.

Dan kedua, lagi-lagi masalah proyek terjadi seolah lempar handuk sebelum aksi. Sebut saja proyek Taman Sukowati senilai Rp 2 miliar lebih terancam gagal rampung diakhir tahun.

Tragis, hasil ceklist pada saat sidak proyek dibawah kendali Dinas Lingkungan Hidup itu baru mencapai progres 39,04 persen terhitung 5 Desember 2018 . Pelaksana proyek dalam hal ini CV Sugihwaras yang bertanggungjawab penuh atas proyek taman tersebut terkesan lari. Terbukti, saat hearing yang digelar Komisi IV DPRD Ngawi pada Jum’at, 07 Desember 2018, keberadaan Direktur CV Sugihwaras tidak hadir dalam rapat yang di gagas oleh wakil rakyat tersebut.

Merasa panggilannya tidak di gubris oleh rekanan proyek, penanggung jawab taman Sukowati.  Dewan memberikan strasing kepada Dinas Lingkungan Hidup untuk memutus kontrak dengan rekanan nakal itu. Menyusul sesuai batas kontrak pengerjaan proyek taman harus tuntas pada 12 Desember 2018. Hal ini juga mendasar dari waktu pengerjaan yang tidaklah mungkin di kerjakan.

Seperti pada Jum’at ini, (07/11/2018), Komisi IV DPRD Ngawi memanggil semua pihak yang terkait dengan proyek Taman Sukowati bernilai Rp 2,078 miliar melalui rapat hearing. Hasilnya, dewan merekomendasikan putus kontrak terhadap CV Sugihwaras selaku rekanan yang menggarap proyek taman di Dungus, Desa Karangasri, Kecamatan/Kabupaten Ngawi tersebut.

“Tadi kita gelar hearing dalam kesepakatanya harus diputus kontraknya. Karena tidak mungkin akan terselesaikan sesuai jatuh temponya,” terang Slamet Riyanto Ketua Komisi IV DPRD Ngawi.

Dibenarkan Slamet, melalui Dinas Lingkungan Hidup (LH) Ngawi harus menghitung secara cermat berapa volume yang dihasilkan termasuk kwalitas dari proyek itu. Kalau toh volumenya tercapai jika kwalitasnya buruk tetap dilakukan pembongkaran pada proyek yang dikerjakan oleh rekanan asal Bojonegoro itu.

Di jelaskannya hal ini mendasar dari sidak pada Rabu kemarin, (05/12/2018), progresnya baru mencapai 39,04 persen. Apabila dilihat besaran nilai progresnya jelas tidak mungkin akan rampung pada 12 Deaember 2018 mendatang. Sedangkan di satu sisi pihak rekanan sendiri sudah mencairkan anggaran senilai 30 persen atau sekitar Rp 600 juta dari nilai kontrak yang diteken.

Ditempatbyang sama, Dodi Aprilasetia, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Dinas Lingkungan Hidup Ngawi mengaku akan segera menyiapkan dokumen yang diperlukan untuk melaksanakan break contract. Dodi menyatakan, koordinasi dan komunikasi dengan pelaksana yakni CV Sugihwaras sendiri tidak berlangsung dengan baik.

Dinas LH sendiri dalam menangani proyek ini, setelah melihat catatan dari konsultan pengawas, juga telah melayangkan surat peringatan sebanyak 3 kali dan juga memanggil dalam show cause meeting (SCM) atau rapat pembuktian keterlambatan.(Ard)

Page 2 of 28