bahanafm

bahanafm

Ngawi- Sedikitnya Tim SAR yang terdiri dari satuan tugas (Satgas) gabungan baik dari kepolisian, Basarnas, BPBD dan Satgas MTA terus mencari keberadaan Harjowiyoto alias Jono kakek 70 tahun yang diduga terseret arus Bengawan Solo di Dusun Bareng, Desa Sriwedari, Kecamatan Karanganyar, Ngawi. Pada hari kedua pencarian diterjunkan tiga perahu karet dengan memperluas area pencarian hingga 4 kilometer kearah muara.

“Hari kedua ini tadi ada tiga perahu sasaran pencarian kearah bawah. Namun terkendala arus yang lumayan kuat dan banyaknya sampah mengingat kondisi Bengawan Solo sekarang ini banjir,” terang Kapolsek Karanganyar AKP Suyadi, Jum’at (01/12).

Seperti dikabarkan, kakek Harjowiyoto warga Desa Sriwedari dinyatakan hilang atau diduga terseret arus Bengawan Solo pada pukul 10.00 WIB pada Kamis kemarin, (30/11). Pagi sebelum kejadian korban sempat bertemu dengan adik iparnya Suwarni dan menuju ke Bengawan Solo yang hanya berjarak sekitar 25 meter dari rumahnya untuk buang hajat.

“Karena sampai siang tidak pulang ke rumah baru diketahui korban yang mempunyai penyakit sering tidak sadarkan diri ini hilang di Bengawan Solo itu. Kemarin itu warga sudah berusaha mencari keberadaan korban disekitar lokasi kejadian namun hanya ditemukan sandal jepitnya saja,” beber AKP Suyadi.

 

Setelah 3 hari kemudian jasad Harjowijoto alias Jono kakek berusia 72 tahun warga Desa Sriwedari, Kecamatan Karanganyar, Ngawi yang tenggelam di Bengawan Solo ditemukan. Penemuan jasad korban ditemukan sekitar 14.30 WIB di Desa Klagen, Kecamatan Kedungtuban masuk Blora, Jawa Tengah.

“Korban sudah ditemukan dalam keadaan meninggal kondisinya sudah mulai membusuk. Setelah di evakuasi dan di bawa ke rumah sakit jenasah korban langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan,” terang Eko Heru Tjahjono Kepala BPBD Ngawi, Sabtu (02/12).(ARD)

Monday, 04 December 2017 00:00

Penilaian Adipura PKL dilarang Berjualan

Ngawi- Disayangkan apa yang dirasakan oleh mereka para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa mangkal di beberapa jalan protokol dalam Kota Ngawi untuk sementara waktu harus bersabar untuk tidak berjualan. Larangan tersebut setelah dikeluarkanya surat pemberitahuan dari Satpol PP daerah setempat tertanggal 21 November 2017 kemarin.

Arif Setiyono Kasi Penegakan Perda Satpol PP Ngawi mengatakan, larangan berjualan bagi PKL yang sering mengais rejeki di area trotoar jalan utama dalam kota sifatnya hanya sementara. Dan itu hanya diberlakukan selama tiga hari mulai 22-24 November 2017.

“Cuma tiga hari saja tidak lama kok. Larangan sementara itu karena mau ada penilaian Piala Adipura oleh tim dari pusat ke Kota Ngawi. Tentunya kami selaku petugas trantib mengharapkan kerjasamanya bagi rekan-rekan PKL untuk mendukung kegiatan ini,” jelas Arif Setiyono, Selasa (22/11).

Ia menegaskan, konsentrasi penertiban PKL diarahkan pada jalan utama di dalam kota seperti Jalan A.Yani, Jalan Teuku Umar, Jalan Hasanudin, Jalan Sultan Agung, Jalan PB Sudirman dan beberapa jalan lainya yang terindikasi bakal didatangi tim penilai Piala Adipura.

Untuk PKL kawasan alun-alun bebernya, meski tidak ada larangan berjualan terkait langsung penilaian Piala Adipura namun diminta untuk menjaga kebersihan dan ketertiban disekitar lapaknya. Jangan sampai seenaknya sendiri tanpa mengindahkan tata tertib yang ada.

“Kalau dikawasan alun-alun tidak. Tapi mereka harus menjaga kebersihan jangan sampai terkesan kumuh dan kotor. Sebab alun-alun ini kan salah satu titik destinasi wisata Ngawi kan,” bebernya.

Tambahnya, para PKL yang berada dikawasan larangan tersebut diharap tidak meninggalkan gerobak maupun barang dagangan serta perlengkapan lainya disekitar trotoar jalan. Jika himbauan ini tidak dihiraukan Satpol PP bakal menindak tegas.

Terkait Piala Adipura, seperti tahun 2016 lalu Kabupaten Ngawi hanya menyabet sertifikat Adipura dari pemerintah pusat. Dan itu terjadi selama dua tahun berturut-turut mulai tahun 2015. Seperti yang diberitakan di tahun lalu gagalnya piala bergengsi dibidang kebersihan tentunya tidak lepas dari buruknya pengelolaan tempat pembuangan akhir (TPA) yang berada di Desa Selopuro, Kecamatan Pitu.

Terpisah melalui via selular Bupati Ngawi Budi Sulistyono/Kanang menegaskan, Pemkab Ngawi harus segera keluar mencari terobosan dan berinovasi untuk menyelesaikan pekerjaan rumah terkait pengelolaan sampah. Tandasnya, langkah itu tentunya dibarengi sistem pengelolaan sampah yang baik dan ramah lingkungan tidak hanya sebatas pada TPA di Desa Selopuro melainkan secara umum seperti dipasar.

Ujarnya lagi, dengan sertifikat Adipura setidaknya menjadi motivasi semua leanding sector untuk lebih berkreasi menuntaskan permasalahan sampah sampai pada titik ramah lingkungan. Sisi lain diakuinya, penilaian menuju Piala Adipura tahun ini memang super ketat secara nasional hanya diambil 32 kabupaten/kota. 

“Kami mengharapkan kerjasama semaua pihak dalam menyukseskan penialaian adipura ini agar kiranya dapat berjalan dengan lancar, para PKL dapat bersabar dan menanamkan warga untuk hidup sehat dengan membuang sampah pada tempatnya” tegasnya.(ARD)

Ngawi –Proyek yang  belum masa penyerahan kepada pihak penanggung jawab namun sudah di temukan kerusakan dan parahnya di bagian pondasi jembatan. Pasca ambrolnya plengsengan jembatan Watualang di Desa Watualang, Kecamatan Ngawi Kota beberapa waktu lalu langsung disikapi oleh wakil rakyat daerah setempat. Komisi IV DPRD Ngawi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek senilai Rp 45,5 miliar lebih, Selasa (21/11).

Hasil sidak kata dewan, ambrolnya plengsengan di dua sisi sekitar pondasi jembatan yang membentang diatas Bengawan Solo selebar lebih dari 2 meter akibat faktor alam. Sebab akhir-akhir ini kondisi Bengawan Solo banjir. Dengan alasan tersebut tanah yang menopang plengsengan tergerus.

“Betul plengsengan disekitar pondasi jembatan di dua sisi baik di selatan maupun utara itu ambrol. Tapi tidak berpengaruh ataupun mengancam konstruksi utama jembatan. Ambrolnya plengsengan memang akibat banjir,” terang Slamet Riyanto Ketua Komisi IV DPRD Ngawi.

Jelasnya, pihak rekanan dalam hal ini PT Satwiga Mustika Naga mengaku bertanggung jawab penuh karena masih dimasa pemeliharaan selama 6 bulan kedepan. Sesuai janji rekanan, secepatnya akan diperbaiki bahkan tidak lagi konstruksi batu pasangan melainkan beton bertulang.

“Jika ada kerusakan itu sudah menjadi tanggungjawab rekanan karena masih berada di tahap pemeliharaan. Jangan sampai rekanan sendiri seenaknya dan sejak awal kami meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) tetap memberi penegasan dan memonitoring  kepada rekanan,” kupasnya.

Terpisah, Kepala DPUPR Kabupaten Ngawi Hadi Suroso mengatakan, untuk jembatan Watualang sudah selesai dikerjakan. Terkait anggaran, jembatan Watualang dikerjakan selama tiga tahun sesuai tahapanya. Untuk tahap pertama 2015 lalu, pemasangan pondasi yang membentang ditengah aliran Bengawan Solo telah menyerap anggaran tidak kurang dari Rp 5 miliar.

Disusul tahap berikutnya, difokuskan pada pekerjaan fisik jembatan dengan budget anggaran sekitar Rp 26 miliar bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2016 dan terakhir dikonsentrasikan pada pekerjaan pengerasan jalan baik di sisi selatan maupun utara jembatan dengan budget Rp 14,5 miliar bersumber DAK 2017. 

Sementara Warsito salah satu warga Watualang Ngawi berharap kepada pemerintah daerah benar-benar melakukan pengawasan terhadap pembangunan akses jalur penghubung antar kecamatan. Hal ini tidak hanya berdapak pada kerugian Negara bisa saja mengancam jiwa apabila pengerjaan hanya asal-asalan saja.(ARD)

Monday, 27 November 2017 00:00

Gedung Dewan Rampung, Bupati Sowan  

Ngawi- Setelah 3 kali penganggaran selama 3 tahun terakhir ini gedung dewan telah rampung dalam pengerjaannya dan dalam proses penyerahan kepada pemkab Ngawi. Pekerjaan proyek kakap gedung DPRD Ngawi senilai Rp 26 miliar lebih awal November 2017 ini rampung dikerjakan seratus persen lebih awal dari masa kontrak dibawah rekanan PT Andys Kencana. Tidak mau dikibuli dengan kwalitas bangunan, Bupati Ngawi Budi Sulistyono/Kanang langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap gedung wakil rakyat berlantai empat tersebut, Senin (20/11).

“Memang sudah saya rencanakan renovasi terhadap gedung dewan ini. Dulunya kantor dinas perdagangan yang kita rubah sedemikian rupa menjadi gedung wakil rakyat. Harapan saya terhadap semua wakil rakyat ini bisa menempati gedung yang sebenarnya dan alhamdulilah selesai,” terang Kanang, Senin (20/11).

Kanang yang didampingi Ketua DPRD Ngawi Dwi Rianto Jatmiko menghendaki setelah penyerahan melalui proses P1 dibawah leanding sektor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Ngawi harus disusul dengan pengadaan mebeler yang ditempatkan sesuai ruangnya. Tetapi teknis pengadaan mebeler tetap menunggu dari hasil penganggaran melalui pos APBD 2018 mendatang.

“Saya kira semua kwalitas maupun fasilitas yang ada di gedung dewan terbaru ini sudah sesuai dengan speknya meskipun masih minimalis. Disini sudah ada ruang komisi, fraksi maupun ketua meskipun ruang per anggota dewan ditiadakan. Hasil pemantauan kali ini tidak ada yang perlu dikoreksi lagi,” jelasnya.

Seperti diketahui pekerjaan gedung dewan berlantai empat direalisasikan dalam dua tahap sekaligus penganggaranya. Untuk tahap awal 2016 lalu memakan budget lebih dari Rp 12 miliar bersumber APBD 2016 dikonsentrasikan pada pekerjaan struktur bangunan mulai slup, cor beton tiang demikian juga atap.

Sedang tahap berikutnya melalui pos APBD 2017 disediakan dana Rp 14 miliar lebih diperuntukan pada tiga item pekerjaan seperti arsitektur, mechanical elektrik (ME) dan pekerjaan plumbing.Dan sesuai informasinya, standart kwalitas bangunan gedung dewan setara dengan pembangunan hotel tetapi dilihat satuan harganya tetap dibawah satuan harga yang ditetapkan bupati

“Semoga dengan adanya gedung baru ini dapat memberikan semangat baru kepada wakil rakyat mengemban amanah warg Ngawi” Tegasnya(ARD)Gedung Dewan Rampung, Bupati Sowan  

Ngawi- Setelah 3 kali penganggaran selama 3 tahun terakhir ini gedung dewan telah rampung dalam pengerjaannya dan dalam proses penyerahan kepada pemkab Ngawi. Pekerjaan proyek kakap gedung DPRD Ngawi senilai Rp 26 miliar lebih awal November 2017 ini rampung dikerjakan seratus persen lebih awal dari masa kontrak dibawah rekanan PT Andys Kencana. Tidak mau dikibuli dengan kwalitas bangunan, Bupati Ngawi Budi Sulistyono/Kanang langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap gedung wakil rakyat berlantai empat tersebut, Senin (20/11).

“Memang sudah saya rencanakan renovasi terhadap gedung dewan ini. Dulunya kantor dinas perdagangan yang kita rubah sedemikian rupa menjadi gedung wakil rakyat. Harapan saya terhadap semua wakil rakyat ini bisa menempati gedung yang sebenarnya dan alhamdulilah selesai,” terang Kanang, Senin (20/11).

Kanang yang didampingi Ketua DPRD Ngawi Dwi Rianto Jatmiko menghendaki setelah penyerahan melalui proses P1 dibawah leanding sektor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Ngawi harus disusul dengan pengadaan mebeler yang ditempatkan sesuai ruangnya. Tetapi teknis pengadaan mebeler tetap menunggu dari hasil penganggaran melalui pos APBD 2018 mendatang.

“Saya kira semua kwalitas maupun fasilitas yang ada di gedung dewan terbaru ini sudah sesuai dengan speknya meskipun masih minimalis. Disini sudah ada ruang komisi, fraksi maupun ketua meskipun ruang per anggota dewan ditiadakan. Hasil pemantauan kali ini tidak ada yang perlu dikoreksi lagi,” jelasnya.

Seperti diketahui pekerjaan gedung dewan berlantai empat direalisasikan dalam dua tahap sekaligus penganggaranya. Untuk tahap awal 2016 lalu memakan budget lebih dari Rp 12 miliar bersumber APBD 2016 dikonsentrasikan pada pekerjaan struktur bangunan mulai slup, cor beton tiang demikian juga atap.

Sedang tahap berikutnya melalui pos APBD 2017 disediakan dana Rp 14 miliar lebih diperuntukan pada tiga item pekerjaan seperti arsitektur, mechanical elektrik (ME) dan pekerjaan plumbing.Dan sesuai informasinya, standart kwalitas bangunan gedung dewan setara dengan pembangunan hotel tetapi dilihat satuan harganya tetap dibawah satuan harga yang ditetapkan bupati

“Semoga dengan adanya gedung baru ini dapat memberikan semangat baru kepada wakil rakyat mengemban amanah warg Ngawi” Tegasnya (ARD)

 Ngawi- Setelah  menjadi kabar burung kematian TKI asal Ngawi akhirnya terjawab sudah bahwa Muji meninggal jatuh dari tangga dimana korban. Usai beberapa waktu lalu dikabarkan ada salah satu Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Desa/Kecamatan Gerih, Ngawi meninggal terjatuh dari apartemen di Taiwan. Kini kabar duka terjadi lagi dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI ) atas nama Muji Suyitno (38) warga Dusun Krajan, RT 05/RW 01, Desa Kedungputri, Kecamatan Paron, Ngawi dinyatakan meninggal akibat kecelakaan kerja di Malaysia.

Jumadi kakak ipar korban mengatakan, Muji Suyitno meninggal setelah terjatuh saat bekerja dibagian konstruksi bangunan di Johor, Malaysia pada Sabtu akhir pekan kemarin, (18/11), sekitar pukul 12.00 waktu Malaysia. Kabar duka diterima oleh pihak kedua orang tuanya Marto Tukiran (70) dan Kasmini (60) pada hari itu juga pukul 17.30 WIB.

“Tahu kalau ada kabar seperti itu setelah Yanti istri korban yang bermukim di Batam telepon pada kita mengabarkan tentang meninggalnya adik ipar saya ini. Dalam telepon itu tidak diterangkan secara jelas hanya jatuh saat bekerja itu saja,” terang Jumadi, Senin (20/11).

Kata dia, setelah dipastikan korban yang merupakan anak kedua dari lima bersaudara itu meninggal pihak keluarga dirumah langsung mempersiapkan proses pemakaman di TPU terdekat di Desa Kedungputri. Dipastikan pada Senin ini, (20/11), jenasah Muji Suyitno diterbangkan dari Johor, Malaysia dan mendarat di Bandara Adi Sumarmo Solo pada pukul 18.00 WIB dan baru sampai di rumah duka dua jam kemudian.

 

Terkait kejadian nahas dialami korban kata adiknya Riza Juliantoro merupakan pukulan berat bagi keluarganya di rumah. Mengingat hampir 16 tahun lebih Muji Suyitno tidak pulang kampung di Dusun Krajan untuk sekedar menjenguk kedua orang tuanya. Bahkan korban menikah pun keluarganya di rumah hanya tahu melalui kontak telepon sekitar  2 tahun lalu.

“Dari pertama merantau kakak saya (Muji Suyitno-red) tidak pernah memberikan kabar bahkan sempat hilang kontak sekitar 15 tahun. Tahu-tahu dia mau menikah dengan Mbak Yanti dari Batam itu iya dari telepon jadi tidak pernah pulang ke rumah sini,” jelas Riza Juliantoro.

Dengan adanya kabar buruk tersebut terutama pihak ibunya Kasmini langsung shock berat . Beber Riza, selama ini dari keluarga besarnya yang paling dekat dengan korban memang ibunya. Karena lama ditinggalkan, korban sering melakukan kontak telepon via video call dengan sang ibu meskipun  wajahnya sudah banyak mengalami perubahan.

“Sampai sekarang pun seperti apa Mbak Yanti keluarga di sini belum tahu juga. Korban dari pernikahanya itu dikaruniai seorang anak. Sayang, sebelum meninggal korban sempat kirim uang untuk biaya selamatan neneknya dirumah baru sekitar empat atau lima hari lalu,” pungkasnya

Pihak keluarga sampai saat ini masih menunggu kepastian kepulangan jenasah korban yang hingga kini belum mendapatkan informasi.(ARD)

Ngawi-Sekali lagi usai dengan penemuan martir gegerkan warga Selopuro beganti warga Desa Dumplengan, Kecamatan Pitu, Ngawi digegerkan dengan penemuan mayat bayi berjenis kelamin perempuan yang hanyut di aliran Bengawan Solo sekitar pukul 14.15 WIB pada Sabtu, (18/11). Penemuan mayat bayi yang sudah membusuk tersebut bermula dari kesaksian Nyoto (47) warga Desa Dumplengan saat memancing dipinggiran Bengawan Solo.

“Pas sore tadi  saya mancing kebetulan kondisi Bengawan Solo banjir tiba-tiba melihat ada tubuh bayi mengambang. Terus saya teriak memberitahukan kepada petugas yang naik perahu karet untuk mengangkat tubuh bayi tadi,” terang Nyoto warga Desa Dumplengan, Sabtu (18/11).

Terpisah, Kapolsek Pitu Iptu Subandi mengatakan, pada saat saksi pertama (Nyoto-red) melihat mayat bayi mengapung langsung menginformasikan kepada petugas Basarnas. Kebetulan saat sedang menyisir aliran Bengawan Solo untuk mencari remaja asal Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren yang hilang dua hari sebelumnya.

“Usai di evakuasi tim Basarnas kemudian petugas kami datang ke TKP untuk melakukan pemeriksaan sementara. Setelah didata ciri-ciri mayat saat itu juga langsung dibawa ke kamar mayat RSUD dr Soeroto Ngawi untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan,” kata Iptu Subandi.

Dari hasil observasi dan pemeriksaan secara detail oleh tim medis RSUD dr Soeroto Ngawi bisa diketahui mayat bayi diprediksi meninggal atau hanyut di Bengawan Solo sudah tiga hari lamanya. Sedangkan umur bayi berjenis kelamin perempuan itu kemungkinan baru berumur dua hari. Dari terakhir dari tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang menyebabkan kematian.

Dari hasil penyelidikan hingga sejauh ini bisa diduga kuat jika mayat bayi berasal dari hulu Bengawan Solo bukan dari wilayah Ngawi. Meski demikian, pihaknya mempersilahkan apabila ada keluarga yang merasa kehilangan bayinya segera mendatangi RSUD dr Soeroto Ngawi atau aparat kepolisian terdekat.(ARD)

Sunday, 19 November 2017 00:00

3 Hari Mengilang Muhadi Sudah Tidak Bernyawa

Ngawi-Kejadian ini bisa menjadi pelajaran yang cukup penting, bagi kita para orang tua. Dalam memberikan pengawasan dan perhatian terhadap segala kegiatan buah hati kita, jangan sampai lengah dan tidak menginginkan hal serupa dengan apa yang dialami korban.  Setelah dinyatakan hilang terbawa derasnya arus Bengawan Solo pada Kamis lalu, (16/11), sekitar pukul 15.30 WIB kini mayat Ahmad Muhadi (14) warga Dusun Dlaju, Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Ngawi berhasil ditemukan oleh tim Basarnas. Dari keterangan yang ada disebutkan sekitar pukul 12.25 WIB pada Minggu, (19/11), mayat korban berhasil di evakuasi setelah sebelumnya ditemukan mengapung disekitar jembatan Sonde masuk Desa Bangunrejo Lor, Kecamatan Pitu, Ngawi.

“Benar, siang tadi mayat korban atas nama Ahmad Muhadi berhasil ditemukan setelah tiga hari diupayakan terus pencarianya di Bengawan Solo oleh tim Basarnas maupun petugas lainya. Kondisi mayat korban terlihat mulai rusak tetapi masih bisa dikenali,” terang Kapolsek Widodaren AKP Juwahir, Minggu (19/11).

Dijelaskan oleh orang nomer satu di jajaran polsek Widodaren, posisi ditemukan jasad korban berada dalam radius sekitar 2 kilometer dari titik awal hilangnya korban di bantaran Bengawan Solo tepatnya masuk Desa Sidolaju. Setelah berhasil diangkat dari aliran Bengawan Solo jasad korban langsung di evakuasi ke kamar mayat RSUD dr Soeroto Ngawi guna tindakan medis.

Sewaktu pertama kali ditemukan, pihak keluarga sudah menyatakan kalau toh yang ditemukan tim Basarnas tersebut merupakan mayat Ahmad Muhadi sesuai dengan ciri-ciri fisik maupun pakaian yang dikenakan pada waktu dinyatakan hilang. Hanya saja guna dilakukan penyidikan lebih lanjut pihaknya bersama tim medis RSUD dr Soeroto Ngawi melakukan visum terhadap mayat korban.

“visum mayat korban bila sudah selesai dari pihak rumah sakit, segera dibawa pulang kerumah duka untuk dimakamkan. Intinya pihak keluarga sudah membenarkan itu mayat Ahmad Muhadi,” urai AKP Juwahir.(ARD)

Ngawi-Tragis dengan apa yang dialami oleh Ahmad Muhadi remaja berumur 14 tahun asal Dusun Dlaju, Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Ngawi terseret derasnya arus Bengawan Solo sekitar pukul 15.30 WIB pada Kamis kemarin, (16/11). Namun hingga kini upaya untuk mencari keberadaan korban belum menemukan hasil meskipun puluhan petugas yang dipimpin Basarnas berusaha memperluas pencarian.

Menurut keterangan yang ada, korban pada awalnya mencari ikan di aliran Bengawan Solo bersama kedua orang tuanya Samuji dan Sami. Setelah mendapatkan ikan kedua orang tua korban sekitar pukul 13.00 WIB pulang ke rumah. Namun Ahmad Muhadi saat itu menolak pulang dengan alasan masih kepengen mencari ikan dilokasi kejadian.

“Setelah agak sore si Muhadi ini tidak pulang-pulang membuat orang tuanya bingung dan mencari korban. Tetapi sampai di Bengawan Solo dengan dibantu warga menggunakan perahu tradisional berusaha mencari namun tidak menemukan hingga kini,” terang Kapolsek Widodaren AKP Juwahir, Jum’at (17/11). 

Sementara itu kedua orang tua korban saat ini kondisinya shock berat mengingat peristiwa yang dialami si buah hatinya. Dan mengharap Ahmad Muhadi ditemukan dalam kondisi hidup. Kemudian dari lokasi pencarian terlihat arus Bengawan Solo cukup deras dan banjir bahkan ketinggian airnya mencapai 20 meter. 

Jelasnya, pihaknya terus memantau pencarian korban yang merupakan anak kedua dari empat bersaudara dari pasangan Samuji-Sami. Saat dinyatakan hilang korban memakai kaos berwarna hitam dan celana pendek. Kemudian pada hari ini pencarian terus dilakukan dengan menambah personel baik dari Basarnas, BPBD dan Satgas MTA. Bahkan pencarian diperluas sampai radius 4 kilometer. 

“Radius pencaharian telah kami tambah namun belum juga memberikan hasil yang memuaskan “ Ungkap Petugas Basarnas.(ARD)

 Ngawi –12 jenis barang tindak pidana telah dimusnahkan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Ngawi. Barang bukti dari tindak pidana yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap dan keputusan inkrah dari Pengadilan Negeri (PN) Ngawi, Kamis (16/11). Pada kesempatan itu langsung dihadiri Kapolres Ngawi AKBP Nyoman Budiarja, Plt Kepala Dinkes Ngawi Agus Sri Gunawan dan beberapa pejabat lainya termasuk dari BNK Ngawi.

Adapun barang bukti yang dimusnahkan antara lain, berupa narkotika jenis sabu-sabu hampir 1 gram termasuk alat penghisap, Ganja sebanyak 21 gram lebih, ratusan pil koplo jenis Trihexyphenidyl dan satu unit mesin diesel dari lokasi tambang illegal. Selain itu Kejari Nagwi juga memusnahkan 65 lembar uang palsu pecahan Rp 100 ribu senilai Rp 6,5 juta. Tidak hanya itu saja kasus criminal penyalanggunaan mesin diesel untuk penghisap pasir juga di amankan oleh petugas .

“Kegiatan ini adalah kegiatan rutin untuk menghindari penumpukan berkas barang bukti di Kejari, baik itu perkara narkoba maupun perkara lain. Dan semua yang dimusnahkan hari ini merupakan barang bukti dari tindak pidana selama dua bulan terakhir,” terang Waito Wongateleng Kepala Kejari Ngawi, Kamis (16/11).

Sementara itu Kapolres Ngawi AKBP Nyoman Budiarja mengatakan permasalahan sosial di Ngawi terbilang cukup tinggi, bahkan untuk mencapai keinginannya banyak orang memilih jalur pintas seperti menjual narkoba. Tentunya hal tersebut sangat memprihatikan baginya

“Memang dalam  melakukan pemberantasan terhadap kejahatan sosial sekarang ini dibutuhkan kepedulian dari semua elemen masyarakat terutama para tokoh. Tentunya kita harus melibatkan semua itu untuk bisa mengantisipasi permasalah sosial dari awal,” pungkas Kapolres Ngawi. 

Sementara selama 2 bulan terakhir ini petugas unit reskoba polres Ngawi sedikitnya telah mengamankan lebih dari 5 tersangka pelaku dan sekaligus pengguna Sabu-sabu.(ARD)

Ngawi- Desa Kenongorejo, Kecamatan Bringin, Ngawi desa terpencil di wilayah Ngawi bagian timur tenggara ini di perebutkan oleh 6 warga untuk kursi calon kepala desa. Pemilihan kepala desa (pilkades) desa setempat yang digelar pada 03 Desember 2017 mendatang melalaui tes seleksi di ruang Ngawi Commond Center Pemkab Ngawi, Kamis (16/11). Keenam warga ini antara lain Budiyono, Munadji, Suwarno, Lisminah, Danwit dan Pujianto.

“Seleksi yang kami lakukan hari ini mengingat jumlah bakal calon kepala desa yang telah mendaftarkan ada enam orang. Mendasar aturan yang ada mereka harus diseleksi melalui tes tulis agar calon yang ditetapkan hanya lima orang,” terang Arifin Ketua Pilkades Kenongorejo, Kamis (16/11).

Ujarnya, seleksi tes tulis dengan waktu yang diberikan panitia sekitar 120 menit untuk menjawab 100 soal pertanyaan. Dan sistimnya, soal yang diberikan dibuat oleh Dinas Pendidikan (Dindik) Ngawi  bukan panitia. Namun sebelum dibagi kepada peserta tes seleksi soal yang berjumlah empat bendel harus dipilih secara acak oleh peserta sendiri. Setelah dipilih salah satunya kemudian dibagikan langsung kepada peserta untuk dijawab pada lembar kertas yang sudah disediakan.

“Semua soal yang diacak tadi sebelumnya diamankan dulu di Polres Ngawi dan semuanya disegel. Pengambilanya juga harus dilakukan pada waktu pelaksanaanya teknis seperti ini kami selaku panitia betul-betul netral dan menjalankan tahapan pilkades ini sesuai peraturan yang ada. Dan perlu diketahui tes tulis ini hasil penilaianya hanya 60 persen yang sisanya bentuk penilaian dari akumulasi baik itu usia, pendidikan dan pengalaman kerja,” beber Arifin.

Kemudian hasil tes seleksi setelah dilakukan koreksi terbuka oleh panitia Pilkades Kenongorejo diketahui Lisminah satu-satunya pendaftar perempuan terpaksa gugur dari pencalonan mengingat jumlah poin atau nilai yang didapatkan terendah dari semua peserta. Berikut nilai yang dihasilkan para peserta tes tulis, Budiyono (59.8), Munadji (70), Suwarno (68.5), Lisminah (43.5), Danwit (62.6) dan Pujianto (53.3).

Setelah mengetahui siapa bakal calon yang terdepak pihak panitia saat itu juga langsung menetapkan bakal calon menjadi calon kepala desa sekaligus melakukan undian nomor urut. Untuk nomor urut 1 Munadji, 2 Budiyono, 3 Suwarno, 4 Pujianto dan terakhir nomor urut 5 Danwit. Tandas Arifin, setelah penetapan calon kepala desa pihaknya kini secepatnya memproses Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk segera divalidasi dan ditetapkan menjadi DPT.

Sementara itu Achmad Roy Rozano Kabid Pemerintahan Desa DPMD Ngawi mengatakan, mengadopsi dari Perbup No 23 Tahun 2017 memang hasil ujian bobotnya hanya 60 persen sedangkan sisanya dilihat dari bobot maupun pertimbangan lain seperti pengalaman bekerja dilingkup pemerintahan dengan bobot 15 persen, tingkat pendidikan bobot nilai 15 persen dan usia bobot nilai 10 persen.

“ Sedikitya ada tiga item menjadi pertimbangan penilaian dalam tahapan seleksi calon kepala desa bisa dilihat dari  pengalaman kerja, pendidikan dan usia “ tegasnya.(ARD)

Page 2 of 16