bahanafm

bahanafm

Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Ngawi- Tidak berharap menjadi Dinas yang hanya diam dan tidak memberikan pelayanan yang optimal. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Ngawi terus berbenah diri memberikan pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) yang cepat, tepat dan gratis dengan tenaga pelayan yang humanis. Baik itu pelayanan Kartu Keluarga (KK), KTP elektronik (e-KTP) maupun bermacam akte serta pengurusan pindah datang penduduk.

Pernyataan diungkapkan oleh Sugeng Kepala Dispendukcapil Ngawi menegaskan, untuk warga masyarakat tidak perlu khawatir dengan semua pelayanan adminduk. Seperti blangko e-KTP dan KK semua tercukupi termasuk akte dan lainya-lainya dengan pelayanan cepat akurat tanpa dipungut biaya sepeserpun alias gratis.

“Kami akan terus melakukan inovasi dan perbaikan dalam setiap pelayanan kepada warga masyarakat Ngawi,” tegas Sugeng Kepala Dispendukcapil Ngawi, Jum’at, (26/10).

Tidak hanya memberikan pelayanan di kantor saja pihaknya bakal jemput bola tandas Sugeng, dinasnya melakukan sosialisasi ke lembaga pendidikan dalam hal ini sekolah maupun pondok pesantren yang tersebar di wilayah Ngawi. Ia tekankan, untuk proses administrasi semua akte baik kelahiran, perceraian, pernikahan, kematian dan akte pengesahan anak dilakukan secara free. Terutama untuk memproses akte kelahiran tidak lagi melalui proses persidangan meskipun lebih dari 60 hari.

Tambahnya lagi, terbitnya Surat Edaran dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) tertanggal 10 Oktober 2018 tentang kepengurusan pindah datang penduduk prosesnya dipermudah. Dalam edaran tersebut tidak mencantumkan syarat pengurusan pindah penduduk melalui surat pengantar baik dari RT, RW, Desa, maupun Kecamatan.

”Sudah kami terima surat edaran dari Kemendagri tersebut, terkait kepengurusan pindah datang penduduk dapat langsung ke Dispendukcapil Ngawi cukup membawa kartu keluarga, ” jelasnya.

Lebih lanjut sesuai UU 24 tahun 2013 pasal 15 (2) menjelaskan jika penduduk yang telah berdomisili di alamat baru lebih dari satu tahun atau berdasarkan kebutuhan bersangkutan untuk waktu yang kurang dari satu tahun, penduduk tersebut wajib mengurus kepindahannya.

Dalam surat edaran tersebut memuat jika per 10 Oktober 2018 pelayanan untuk pindah datang penduduk, penduduk cukup datang ke Dispendukcapil daerah asal dengan membawa e-KTP asli plus KK beserta fotocopynya.

Selanjutnya Dispendukcapil daerah asal akan menerbitkan Surat Keterangan Pindah Warga Negara Indonesia (SKPWNI) yang mencantumkan alamat baru penduduk tersebut di daerah tujuan. SKPWNI nantinya sebagai rujukan untuk menerbitkan e-KTP dan KK baru di daerah tujuan.

Sebelumnya persyaratan pindah datang penduduk harus melalui surat pengantar dari tingkat RT, RW, atau Desa yang kemudian ke Kecamatan dan baru diproses di Dukcapil setempat. Adanya surat edaran yang baru dilakukan untuk memberikan pelayanan administrasi kependudukan yang mudah dan cepat.

“ Yang terbaik kami berikan kepada warga Ngawi dengan pelayanan optimal dan bermartabat” tutupnya.(Ard)

Thursday, 01 November 2018 00:00

Asal terjang Kendaraan Mr X Tewas di Lokasi

Ngawi- Ini yang bisa menjadi pelajaran bagi kita para pengendara di jalan raya untuk tidak ugal-ugalan yang mengendarai kuda besi. Seperti apa yang di alami oleh pengendara satu ini diduga asal nyalip kendaraan lain seorang pemotor tewas dilokasi kejadian tepatnya Jalan Raya Ngawi-Maospati kilometer 03-04 masuk Desa Klitik, Kecamatan Geneng, Ngawi pukul 03.00 WIB, Jum’at, (26/10/2018). Korban tewas berjenis kelamin laki-laki hingga berita ini diturunkan belum diketahui identitasnya alias Mr X.

Korban yang tewas tersebut dengan mengendarai sepeda motor Honda Vario nopol S 5855 DD berboncengan dengan dengan seorang perempuan melaju dari arah utara ke selatan. Sesampainya dilokasi kejadian, korban hendak mendahului kendaraan lain dengan mengambil haluan terlalu ke kanan.

Saat bersamaan dari arah berlawanan muncul kendaraan roda empat jenis pick up Mitsubishi L 300 nopol AE 9303 NG. Karena jarak terlalu dekat pemotor tidak bisa mengendalikan laju kendaran akibatnya terjadi tabrak depan samping kanan mobil pick up tersebut.

“Dari keterangan saksi diduga pengendara motor itu terlalu mengambil haluan ke kanan. Meski demikian kita masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” terang Kasatlantas Polrea Ngawi AKP Yanto Mulyanto.

Usai kejadian, jenasah korban Mr X langsung di evakuasi ke kamar mayat RSUD dr Soeroto Ngawi. Sedangkan perempuan yang dibonceng korban mengalami luka dan dilarikan ke RS Widodo Ngawi. Untuk sementara Sutrisno sopir pick up asal Desa Kedondong, Kecamatan Kebonsari, Madiun masih diperiksa petugas kepolisian. 

“ Selain Waspada dalam berkendara, kita juga melatih kesabaran dan kedisiplinan agar tetap selamat sampai tujuan” tegas Kasatlantas Polres Ngawi. (Ard)

Ngawi – Sebelum pelaksanan pemilhan perangkat desa yang kosong di Kabupaten Ngawi, dengan memberikan warning kepada penitia untuk tidak melakukan pungutan. Pernyataan tegas ini di sampaikan oleh  Dinas Pemberdayaan dan Masyarakat Desa (DPMD) Ngawi melarang keras panitia desa memungut biaya administrasi terhadap peserta ujian perangkat desa. Himbauan keras itu menyusul di akhir tahun 2018 ini ada beberapa desa dari 19 kecamatan di Ngawi bakal melaksanakan ujian perangkat desa.

Diungkapkan oleh Achmad Roy Rozano Kabid Pemdes DPMD Ngawi, tidak ada satupun aturan yang membenarkan pihak panitia melakukan pungutan atau beban biaya kepada peserta ujian. Tidak hanya gertak sambal saja jika terbukti, panitia melakukan pungutan liar bisa di pidanakan.

“Kita sudah memberitahukan kepada pansel apabila masih nekat, pihaknya tidak memback up atas yang telah mereka lakukan,”  jelas Kabid Pemdes DPMD Ngawi, Kamis, (25/10/2018).

Tambahnya, biaya pengisian perangkat desa melalui sistim ujian diambilkan dari pos APBDes. Anggaran desa yang dimaksudkan itu bisa dari pendapatan asli desa (PADes) ataupun dari tanah kas desa. Dan dilarang keras mengambil dari anggaran baik Dana Desa (DD) maupun Anggaran Dana Desa (ADD).

Roy menambahkan, di wilayah Ngawi dari 19 kecamatan memang ada kekosongan kursi sekdes di 59 desa. Dan 42 desa memang benar-benar kosong sedangkan 17 desa lainya posisi sekdes di Plt kan. Untuk itu Roy mengharap, bagi desa yang terdapat kursi sekdes kosong segera mempersiapkan diri untuk melakukan pengisian mengingat posisi sekdes memang vital dalam birokrasi desa.

“Untuk waktu, kita menyerahkan semuanya kepada setiap Desa dikarenakan mereka yang tahu dan tentang pengajuannya,” Tegas Roy.(Ard)

Thursday, 01 November 2018 00:00

K2 Ngawi Tidak Mendapatkan Respon dari BKN

Ngawi- Bagaikan menunggu rembulan datang di hadapan, seperti ini nasib para tenaga honorer Kategori 2 Ngawi. Sedikitnya 10 orang dari 271 tenaga honorer setelah sekian tahun mengabdikan diri menjadi tenaga pendidik (guru) harus pupus ditengah jalan untuk menjadi abdi negara yakni Pegawai Negeri Sipil (PNS) melalui proses CPNS tahun 2018 ini.

Kabar buruk ini di terima mereka setelah Komisi I DPRD Ngawi bersama Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) daerah setempat melurug ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Usaha wakil rakyat itu untuk memperjuangkan nasib semua tenaga K-2 agar mendapatkan kepastian nasib juga mengalami jalan buntu.

Diungkapkan oleh Siswanto Sekretaris Komisi I DPRD Ngawi kepada Bahana mengatakan, kandasnya 10 orang tenaga K-2 dari hasil penjelasan BKN lantaran terganjal syarat administrasi khususnya pendataan yang harus dilakukan dan terhitung pada Februari 2012. Asumsi sebelumnya BKPP Ngawi menganggap 10 orang itu telah memenuhi syarat sebagaimana yang tertuang dalam Permenpan RB Nomor 36 Tahun 2018 tentang Kriteria CPNS.

“Setelah dari BKN ternyata hasilnya kesepuluh orang itu terkendala masalah pendataan yang diambil. Dan BKPP sebelumnya menyakini bisa tercover sebab dalam Permenpan (Permenpan RB) terhitung Agustus 2013 akhirnya kita tidak bisa berbuat banyak,” kata Siswanto via telepon, Kamis, (25/10/2018).

Di jelaskan Siswanto, pihaknya meminta kepada BKN maupun Kemenpan RB untuk memikirkan terhadap nasib K-2 lainya. Mengingat status K-2 diberikan oleh pusat bukan daerah. Maka dari itu pemerintah pusat jangan sampai lepas tangan dan bisa dicarikan solusinya.  Misalkan, disalurkan menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K).

Sayangnya, pemerintah pusat sendiri hingga sekarang ini belum menerbitkan peraturan pemerintah (PP) untuk memberikan payung hukum mekanisme pengangkatan K-2 menjadi P3K. 

“ Seharusnya Pemeritah memberikan paying hokum kepada nasib K2 yang benar-benar sudah mengabdi “ tegas Siswanto. (Ard)

Ngawi – Ingin memberikan bantuan kepada sesama jajaran kepolisian, Polres Ngawi terjunkan  sedikitnya 86 personel dikirim ke Kabupaten Sampang, Madura, Rabu, (24/10). Bukan tidak ada alasan melainkan BKO guna membantu pengamanan pemungutan suara ulang di daerah tersebut yang dilaksanakan pada 27 Oktober 2018 mendatang. Anggota polres Ngawi ini terdiri dari 3 setingkat perwira bertugas memberikan kepada puluhan brigadier.  

Diungkapkan oleh Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu seusai melepas pasukan menegaskan, penempatan pasukan ke Sampang adanya masalah perbedaan jumlah suara saat penyelenggaraan Pilkada serentak yang telah digelar pada 27 Juni 2018 lalu. Kerawanan sendiri terjadi pada waktu pascapelaksanaan pemungutan suara dan terlebih sesudah penghitungan suara.

“Penempatan personel yang kita kirim ke Sampang berharap banyak untuk bisa memberikan keamanan dan fungsi POLRI sebagai pengayoman. Agar pelaksanaan pemungutan suara ulang di Sampang bisa berjalan, aman dan lancar,” tegas Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu.

Dari informasi yang berhasil kami lansir berbagai sumber menyebutkan, bahwa duet pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Sampang, Hermanto-Suparto mengajukan gugatan terkait perselisihan hasil Pilkada Sampang ke Mahkamah Konstitusi (MK). Pasangan ini meraih 252.676 suara, kalah dari pasangan Slamet Junaidi-Abdullah Hidayat merebut 257.121 suara yang berarti ada selisih 4.445 suara. 

Bukan karena pengajuan ke peradilan semata, pasangan Hermanto-Suparto menduga adanya pelanggaran dalam proses Pilkada Sampang dan membawanya ke meja hijau MK. Dalam putusannya, majelis hakim MK yang diketuai Anwar Usman mengabulkan gugatan paslon Hermanto-Suparto dan memerintahkan KPU untuk menggelar pemilihan suara ulang Pilkada Sampang dengan mendasarkan pada DPT yang telah disempurnakan.

Sementara itu DPT sebelumnya, dinilai majelis hakim MK sebagai tidak valid dan tidak logis. Sebab, jumlah penduduk Kabupaten Sampang berdasarkan DAK2 Semester I Tahun 2017 per 30 Juni 2017 hanya berjumlah 844.872 jiwa, sedangkan DPT sebanyak 803.499 orang.

” Dengan keputusan yang kami ambil dalam peradilan tersebut semoga membawa Sampang menjadi lebih baik. “ ungkap panitera peradilan perselisihan Bacakada Sampang.(Ard)

Ngawi- Petualangan si dukun palsu akhirnya terhenti sudah di tangan petugas . Setelah mengaku sebagai dukun sakti yang bisa mengobati segala macam penyakit, BS (56), warga Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah ini mengelabui para korban dan menggondol uangnya.

 

Petualangan Basuki sebagai dukun palsu berakhir di tangan polisi usai mengelabuhi korbannya Wiji Lestari (60) warga Desa Tulakan, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi.

 

Kasat Reskrim polres Ngawi Kasatreskrim Polres Ngawi AKP M.Najib Indra mengatakan, awalnya pelaku datang ke rumah korban hanya sebagai kenalan, pada Senin (8/10/2018) lalu. Entah bagaimana, korban menceritakan bahwa suaminya sakit.

 

"Dari situ pelaku merasa ada kesempatan. Apalagi pelaku memerlukan uang," tambah AkP Slamet.

 

Merasa ada kesempatan, lanjut Slamet, pelaku menjanjikan akan melakukan pengobatan dengan cara ritual. Namun ada syaratnya, yakni membeli alat untuk pengobatan.

 

"Korban percaya saja dan memberikan uang Rp 4,1 juta kepada tersangka," ujarnya.

 

Tidak sampai disitu, pelaku kembali datang pada Jumat (12/10/2018) lalu. Dalam kunjungan yang kedua, pelaku kembali meminta uang sebesar Rp 500 ribu.

 

"Totalnya jadi Rp 4.6 juta. Korban percaya-percaya saja. Apalagi pelaku berpenampilan menyakinkan. Layaknya dukun dengan membawa keris," ujarnya.

 

Ritual yang dilakukan oleh pelaku nampaknya tidak membawa hasil. Penyakit suami korban tidak kunjung membaik.

 

"Korban merasa ditipu," imbuhnya.

 

Mendapati laporan korban, petugas kepolisian bergerak mengamankan tersangka di rumahnya. Kepada petugas, pelaku mengakui semua perbuatannya. 

 

“Kami mengamankan yang bersangkutan (BS-red) dengan sejumlah barang bukti. Memang dalihnya terduga pelaku ini melakukan pengobatan dengan meminta uang kepada korban,” terang Kasatreskrim Polres Ngawi AKP M.Najib Indra, Selasa, (23/10).

Barang bukti dari tangan BS ujarnya, satu unit sepeda motor Suzuki Shogun warna silver, tas ransel, tiga bilah keris dan dua ekor ayam bangkok. Dari perbuatanya itu BS dijerat dengan Pasal 372 dan Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun.(Ard)

Ngawi- Setelah di rasa terkumpul bantuan untuk para korban tertimpa bencana dari  warga Kabupaten Ngawi, siang tadi di berangkatkan oleh orang nomer satu di bumi orek-orek ini. Sebagai bentuk  kepedulian dan menunjukan solidaritas sosial terhadap korban bencana gempa Palu, Sulawesi Tengah selama sepekan terakhir ini pemkab terus melakukan penggalangan dana dan bantuan. Sedikitnya 31 komponen kebutuhan pokok yang dikirim ke lokasi bencana dibawah koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial Kabupaten Ngawi.

Selain makanan siap saji pemkab Ngawi juga memberikan ciri khas bagi penerima bantuan yang diantaranya makanan olahan lokal Ngawi berupa kripik tempe, geti dan sambel pecel. Demikian juga produk lokal asal Ngawi berupa madu dan teh radja selain kebutuhan pokok berupa beras. Diungkapkan oleh Eko Heru Tjahjono selaku Kepala BPBD Ngawi memastikan dari puluhan item kebutuhan yang dikirim ke daerah bencana Palu tidak ada satupun pakaian bekas layak pakai.

“ Kami rasa makanan dan obat-obatan yang menjadi kebutuhan yang di cari oleh para korban bencana,”  jelas Eko Heru Tjahjono Kepala BPBD Ngawi, Selasa, (23/10).

Keberangkatan bantuan untuk Palu di sentrakan di pendopo widya graham pemkab Ngawi, yang diangkut dua truk dan satu mobil tersebut dilepas langsung Bupati Ngawi Budi Sulistyono. Dalam jadwal bantuan paket kemanusian ini akan diberangkatkan ke BPBD Jawa Timur sebelum diterbangkan ke Palu.

“Solidaritas warga Ngawi cukup tinggi baik secara personal maupun kelembagaan telah dikumpulkan oleh BPBD. Termasuk ada makanan khas supaya bisa dinikmati saudara kita yang ada di Palu,” jelas Bupati Ngawi Budi Sulistyono.

Sementara ikut menjadi saksi keberangkatan bantuan untuk warga Palu, Tri Pujo Handono Kepala Dinas Sosial Ngawi menegaskan, dari data yang di himpun sedikitnya 36 warga asal Ngawi dari 12 KK yang terkena dampak bencana Palu. Semuanya dari korban bencana itu kembali ke daerah asalnya masing-masing di wilayah Ngawi. Hanya saja ada dua warga yang dinyatakan hilang dan meninggal saat terjadinya bencana yang sudah kita lakukan pendataan. Dari jumlah tersebut warga Ngawi ada pula yang kembali ke Palu karena merasa harta dan mendapatkan kehidupan layak kendati pasca bencana. 

“ Kami sudah melakukan semaksimal mungkin selain pendataan dan juga diberikan bantuan kemanusiaan kepada mereka para korban.”  Tegas Tri Pujo.(Ard)

Ngawi – Pernyataan tegas itu disampaikan Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu dihadapan para wartawan dalam momen perayaan Hari Santri Nasional (HSN) 2018. Ia mengatakan kehadiran santri yang santun dibutuhkan di tengah ancaman radikalisme yang berpotensi memecah belah bangsa saat ini. Hadirnya Islam harusnya menjadi pelepas dahaga di tengah masyarakat.

Santri sebagai salah satu generasi muda penerus bangsa mempunyai andil besar dalam memerangi paham radikalisme dan terorisme yang akhir-akhir ini semakin marak keberadaannya. Santri dibesarkan dalam lingkungan pesantren yang baik bagi perkembangan sebagai generasi muda penerus bangsa.

 “Gerakan radikalisme ini sangat rapi, rapi sekali. Mereka tidak hanya menyusup di lembaga formal pendidikan, lembaga non-formal pun menjadi sasaran empuk mereka.  Maka kehadiran santri sebagai salah satu penangkalnya,” terang Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu, Senin, (22/10).

Sementara itu pada perayaan HSN 2018 di Ngawi aparat kepolisian yang telah disiapkan sekitar 200 personel. Ratusan anggota kepolisian tersebut akan ditempatkan dalam pengamanan konser dengan menghadirkan Wali Band di alun-alun Ngawi nanti malam pada puncak HSN di wilayah Ngawi.

Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu mengajak pegiat pesantren dan santri untuk bekerja bersama-sama mewujudkan cita-cita bangsa. Pesantren dan santri harus mampu menjadi lokomotif kemajuan negara, sekaligus menjadi elemen pemersatu bangsa. Hal ini disampaikan orang nomor satu di jajaran Polres Ngawi saat memimpin apel pagi dalam menyambut Hari Santri Nasional (HSN) 2018 dihalaman Mapolres Ngawi, Senin, (22/10/2018).

 “Seperti diketahui kebradaan santri ini sebagai asset bangsa sekaligus penentu masa depan bangsa sehingga keberadaanya terus kita jaga. Dan hubungan dengan aparat kepolisian terus kita tingkatkan untuk bersama-sama menjaga kedaulatan negeri ini,” terang Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu.

Lanjutnya, antara santri, ulama dan pesantren tidak bisa dipisahkan sebagai pihak yang telah turut berjuang ikut memerdekakan bangsa, tentunya tidak rela jika NKRI diganggu melalui cara apa pun. Ia mengajak pesantren dan para santri di dalamnya terlibat aktif menjadi penggerak perdamaian di Indonesia dan turut mencegah tumbuhnya radikalisme di tengah masyarakat.

Dalam peringatan HSN 2018 kali ini tegas Kapolres Ngawi siap mengamankan berbagai agenda perayaan hari santri yang sudah berjalan selama ini baik di daerah maupun skala nasional. Dikabarkan, pada puncak acara perayaan HSN 2018 secara nasional akan dilakukan di Stadion Delta Sidoarjo, Jawa Timur pada 28 Oktober 2018 mendatang yang akan dihadiri langsung Presiden Joko Widodo.(Ard)

Ngawi- Tidak Ngawi Namanya bila kecelakaan di jalur tengkorak tidak meninggal. Sperti halnya kejadian kecelakaan lalu lintas dengan melibatkan dua kendaraan terjadi di Jalan Raya Ngawi-Mantingan kilometer 23-24 masuk Desa Karangbanyu, Kecamatan Widodaren, Ngawi mengakibatkan 1 korban tewas dilokasi kejadian. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 11.30 WIB bermula dari korban dengan identitas Kasiman pria 42 tahun melaju dari timur ke barat mengendarai sepeda motor jenis Yamaha Vixion nopol AE 5496 L.

Sementara dari arah berlawanan melintas truk trailer nopol S 9461 UH yang dikemudikan Sarif warga asal Desa Caruk Wetan, Kecamatan Jabon, Jombang. Saat kejadian  Kasiman mengendarai sepeda motor tanpa helm tidak bisa menguasai laju kendaraan alias oling. Bersaman dari arah berlawanan muncul truk trailer karena jarak sudah dekat benturan antara kedua kendaraan tidak dapat terelakkan, korban terpental setelah tabrak samping kanan dengan truk trailer.

Mengalami luka yang cukup parah, korban  Kasiman warga  asal Desa Karangbanyu, Kecamatan Widodaren, Ngawi dinyatakan tewas ditempat. Setelah mendapatkan laporan Petugas kepolisian langsung mendatangi TKP untuk meminta keterangan para saksi mata. Sedangkan jenasah korban di evakuasi ke kamar mayat RSUD dr Soeroto Ngawi.

“kami mengharapkan kepada pengguna jalan untuk berhati-hati saat berkendara dan selalu menaati peraturan lalu lintas agar tidak terjadi seperti dialami oleh korban,” tegas Kasatlantas Polres Ngawi AKP Yanto Mulyanto.(Ard)

Ngawi – Tidak Memerlukan waktu lama, petugas berseragam coklat ini berhasil ungkap pencuri pengaman jalan Tol Ngawi. Nekat jalur Tol belum  di resmikan pengaman jalan sudah raib di gondola maling. Sepertihalnya hasil penyidikan Unit reskrim Polsek Paron berhasil mengungkap kasus pencurian bloking piece atau pengaman jalan tol di kilometer 581+582 masuk Desa Dawu, Kecamatan Paron, Ngawi yang dilaporkan pada Kamis kemarin, (18/10). Kecurigaan petugas control jalau Tol Ngawi menengarai beberapa bagian pengaman jalur tol tidak ada pada tempatnya. Mengetahui hal tersebut pihak pelaksana proyek Tol langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib. Mendasar hal tersebut tidak kurang dari 12 jam polisi  berhasil melacak sekaligus menangkap terduga pelaku pencurian pengaman tol tersebut.

Diungkapkan oleh Kapolsek Paron AKP Widodo kepada media menegaskan, keberhasilan anggotanya ini unit reskrim mengamankan WR pria asal Desa Prandon, Kecamatan Ngawi Kota, Ngawi sebagai terduga pelaku pencurian barang milik PT SNJ itu. Disebutkan pengungkapan kasus pencurian bloking piece berawal dari pengepul barang bekas yang berada di wilayahnya melaporkan adanya oknum yang tidak bertanggung jawab menjual besi Tol. 

“Setelah mendapatkan laporan dari korban anggotanya langsung menyisir penadah besi tua,  dan berhasil mengungkap kasus ini beserta tersangkanya maupun barang bukti,” jelas Kapolsek Paron.

Kepada petugas WR mengaku tidak menggunakan waktu lama pula dalam mencuri bloking piece tersebut, cukup 5 menit dapat mengambil setiap unitnya. Hanya modal gergaji  bloking piece dapat di embat, sebelum di jual ke penadah pelaku kumpulkan di suatu tempat. Walaupun belum sempat menikmati hasil jarahannya, rencananya akan di pergunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dari tangan pelaku  serta sitaan pengepul barang bekas diamankan 36 unit bloking piece. 

“Segera kami lengkapi berkas pemeriksaan pelaku agar segera pula kami limpahkan ke pengadilan,” tegasnya.(Ard)

Page 2 of 25