bahanafm

bahanafm

Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 Ngawi – Nasib naas harus dialami oleh Ulil Afidah (36) warga dsn Pencol  1 Rt 02 rw 03 Desa Randusongo Kecamatan Gerih Kabupaten Ngawi yang  harus kehilangan satu buah sepeda motor.

 

Peristiwa ini bermula ketika Ulil Afidah selesai pergi dari berbelanja di pasar Randusongo jum’at (6/7). Sepeda motor ditinggalkan dalam keadaan terkunci di halaman rumah. Setelah merasa aman ia masuk ke dalam rumah untuk melakukan pekerjaan rumah yang lain.

 

“mungkin waktu tadi keadaanya sepi, jadi ga ada yang tau kalo ada yang ngambil motor di rumah saya”, terang Afidah.

 

Karena kondisi saat itu sedang berangin membuatnya menutup pintu rumah. Baru sekitar pukul 13.00 WIB ia memutuskan untuk melihat sepeda motor yang terparkir di halaman yang ternyata sudah raib digondol maling. 

 

“saya kaget pas lihat sepeda motor sudah tidak ada, terus saya coba tanya ke saudara sebelah rumah ternyata juga ga tau”. Jelas Afidah

 

Sepeda motor Beat dengan NOPOL : AE 4710 JB keluaran tahun 2017 yang ditaksir mencapai angka 14 juta rupiah tersebut berhasil dibawa lari oleh pelaku yang diduga mengguakan kunci T untuk dapat meloloskan barang curiannya tersebut.

 

Kejadian ini segera dilaporkan kepada pihak kepolisan Polsek Gerih untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Friday, 27 July 2018 00:00

Keberagaman Jamaah Haji 2018

Ngawi – Ibadah haji telah menjadi agenda tahunan di Indonesia. Apalagi pada sejak tahun 2016 kuota jamaah haji sudah kembali normal setelah adanya pemugaran dan pembangunan Masjidil Haram oleh pemerintah Arab Saudi.  

 

Kuota jamaah untuk daerah Ngawi  pada tahun 2018 ini meningkat menjadi 307 dengan jumlah laki-laki 149 orang dan perempuan 155 orang apabila dibandingkan dengan  tahun 2017 yang hanya berada di angka 265. 

 

Tentu saja yang menarik dari calon jamaah haji adalah latar belakang ekonomi dan juga usia para jamaah yang bervariatif. Dari seorang pekerja swasta, petani, bedagang, hingga ibu rumah tangga biasa yang menjadi calon jamaah asal Ngawi yang akan berangkat ke Tanah Suci. 

 

Dari data yang diperoleh dari Kasi Penyalur Umroh & Haji kabupaten Ngawi, pekerja swasta menjadi penyumbang terbanyak jamaah pada tahun 2018 ini, kemudian diikuti oleh petani. 

 

Pada jenjang umur, jamaah termuda berusia 27 th, yaitu Rosyda Noor Hidayati. Jamaah ini merupakan warga desa Pucang Anam, Kendal. Sedangkan untuk jamaah tertua berusia 88 th, Sominem binti Diyo Karso yang berasal dari Desa Karanggeneng Kecamatan Pitu. 

 

“Rencananya jamaah asal Ngawi ini akan diberangkatkan pada tanggal 28 Juli mendatang, kemudian akan bergabung dengan embarkasi Surabaya. Jamaah akan berada di Tanah Suci selama 40 hari, setelah itu akan kembali ke Indonesia pada tanggal 8 september 2018”, jelas Kasi Penyalur Umroh & Haji, Drs. Mukibun.

Ngawi – Seorang warga pencari kroto dikejutkan dengan penemuan sosok mayat laki-laki yang mengambang di sungai Ketonggo Desa Klitik Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi (12/8). 

 

Sekitar pukul 15.00 WIB, Sutikno sedang mencari kroto di bantaran kali ketonggo. Kemudian setelah beberapa saat tercium bau yang tidak sedap, hingga ia memutuskan untuk mencari asal bau tersebut. Tanpa diduga ia melihat mayat tersebut.

 

“saya kaget melihat ada mayat mengambang, tapi buru-buru melapor ”, ungkap Sutikno

 

Segera Sutikno melapor kepada kasun desa setempat atas temuan jasad yang ia lihat. Kemudian diteruskan kepada `pihak Polsek Geneng untuk segera dilakukan tindak lanjut. 

 

Mayat yang belum diketahui identitasnya tersebut diperkirakan berusia 60 tahun. Saat ditemukan dalam  posisi tengkurap dan serta sekujur tubuh sudah kaku. 

 

Pada tubuh korban tidak diketemukan identitas apapun serta alat komunikasi, hanya mengenakan kaos berwarna merah serta celana pendek.

 

 

Untuk saat ini belum dapat diketahui dan dipastikan apa penyebab kematian korban. Petugas Kepolisian sektor Geneng telah melakukan evakuasi pada jasad tanpa identitas tersebut guna melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Ngawi – Seorang warga pencari kroto dikejutkan dengan penemuan sosok mayat laki-laki yang mengambang di sungai Ketonggo Desa Klitik Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi (12/8). 

 

Sekitar pukul 15.00 WIB, Sutikno sedang mencari kroto di bantaran kali ketonggo. Kemudian setelah beberapa saat tercium bau yang tidak sedap, hingga ia memutuskan untuk mencari asal bau tersebut. Tanpa diduga ia melihat mayat tersebut.

 

“saya kaget melihat ada mayat mengambang, tapi buru-buru melapor ”, ungkap Sutikno

 

Segera Sutikno melapor kepada kasun desa setempat atas temuan jasad yang ia lihat. Kemudian diteruskan kepada `pihak Polsek Geneng untuk segera dilakukan tindak lanjut. 

 

Mayat yang belum diketahui identitasnya tersebut diperkirakan berusia 60 tahun. Saat ditemukan dalam  posisi tengkurap dan serta sekujur tubuh sudah kaku. 

 

Pada tubuh korban tidak diketemukan identitas apapun serta alat komunikasi, hanya mengenakan kaos berwarna merah serta celana pendek.

 

 

Untuk saat ini belum dapat diketahui dan dipastikan apa penyebab kematian korban. Petugas Kepolisian sektor Geneng telah melakukan evakuasi pada jasad tanpa identitas tersebut guna melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Ngawi – Pengajuan bakal calon legislatif DPRD kabupaten Ngawi akan ditutup pada pukul 12 tengah malam kemarin (17/08). Hingga pukul 00.00 WIB KPU telah menerima pengajuan caleg dari 16 partai politik.

 

“Seharian ini panitia sudah menerima berkas-berkas pengajuan caleg dari 13 parpol, tinggal tunggu 3 lagi, PSI, PBB sama Berkarya”, ungkap ketua KPU Ngawi Syamsul Wathoni

 

Pengumpulan berkas-berkas caleg bertempat di kantor KPU Jln. Untung Suropati No.48 Sumberejo, Karangtengah, Ngawi yang bersebelahan dengan pintu masuk Benteng Van den Bosch. Pengumpulan sudah dimulai sejak pagi dengan diawali oleh  partai Golkar, Demokrat, dan juga PDIP.

 

Pada saat sore hari ada Gerindra yang datang pukul 14.30 WIB, diikuti oleh PKS yang datang kemudian. Baru setelah itu PPP menyusul dibelakang untuk mengumpulkan berkas-berkas caleg. Selain berkas-berkas, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk setiap parpol yang mengajukan bakal caleg. Salah satunya caleg perempuan minimum 30 %. 

 

 

“Untuk PKS sendiri, mengajukan 43 calon legislatif. Dengan jumlah laki-laki 24 dan perempuan sebanyak 19 orang. Jadi prosentase perempuanya sebesar 44% sudah melebihi persyaratan”, tegas Bambang Irawan selaku ketua DPD PKS Ngawi.

 

Hari selasa (17/08) menjadi hari yang paling sibuk selama masa pengajuan berkas calon legislatif. Pasalnya hari itu merupakan hari terakhir pengajuan berkas-berkas. Meskipun begitu acara tetap berjalan dengan lancar dan tanpa kendala yang berarti.

 

 Hal ini selaras dengan  apa yang  diutarakan oleh Ketua KPU Ngawi, Syamsul Wathoni. “Alhamdulillah hari ini semua berjalan lancar dan tanpa kendala, hanya menunggu yang kurang. Setelah itu berkas-berkas akan langsung diverifikasi terlebih dahulu, baru nanti pada tanggal 21 Juli akan diberikan kepada partai agar bisa melakukan perbaikan”.

Monday, 16 July 2018 00:00

Prancis Juara Piala Dunia 2018

Moskow - Prancis menjadi juara Piala Dunia 2018. Les Bleus mengalahkan Kroasia dengan skor 4-2 dalam laga final yang dilangsungkan di Luzhniki Stadium, Minggu (15/7/2018) malam WIB.

Prancis unggul cepat di laga ini setelah Mario Mandzukic bikin gol bunuh diri di menit 18. Namun Kroasia bisa menyamakan kedudukan melalui tendangan voli Ivan Parisic. Penalti Antoine Griezmann membuat Prancis kembali unggul 2-1 saat turun minum.

Di babak kedua, skuat besutan Didier Deschamps membuat dua gol tambahan melalui Paul Pogba dan Kylian Mbappe. Sementara Kroasia hanya menambah satu melalui Manduzkic, memanfaatkan kesalahan yang dibuat kiper Hugo Lloris.

Prancis pun menjadi juara Piala Dunia 2018.

Ini menjadi titel kedua Prancis, setelah yang pertama didapat pada tahun 1998. Di 2006 Prancis juga masuk final, tapi mereka kalah melalui adu penalti dari Italia.

Bagi Kroasia, kekalahan ini memupus harapan mereka untuk merebut trofi Piala Dunia untuk kali pertama. Ini jadi capaian terbaik negara tersebut di Piala Dunia, setelah pada 1998 merebut posisi tiga.

Ngawi – Selamat datang pemimpin baru, pernyataan ini terus berdatangan dalam akun medsos pasangan nomor 1 Khofifah indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak. Pasalnya dari hasil Situng  pasangan ini berhasil mendulang suara di Kabupaten Ngawi dari Pasangan Saefulloh Yusuf dan Puti Guntur Soekarnoputri.  Hasil Situng  KPU berdasarkan entri formulir C1 di TPS yang mencapai 100 % persen di Kabupaten Ngawi  terdiri 1551 TPS mencatat pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak meraih 52.30 persen atau 242.639 pemilih . Sementara itu, pasangan Gus Ipul-Puti Guntur meraih 47.70  persen atau 221.294 pemilih hasil suara Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018.

"Biasanya hasil hitung cepat entri formulir C1 melalui situng (sistem informasi perhitungan) suara dengan hitungan rekapitulasi manual KPU tidak jauh berbeda," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ngawi Syamsol Wathoni, Jumat  (29/6).

Menurut dia, sesuai dengan kebiasaan yang terjadi sejak pilkada serentak pertama 2015 maupun pilkada serentak kedua 2017, situng yang dikerjakan KPU untuk perolehan suara hampir tidak meleset. 

"Kalaupun ada beberapa perubahan tidak lebih dari satu persen," ujarnya.

Anggota KPU Kabupaten Ngawi Aman Ridho Hidayat, menambahkan bahwa hitung cepat dengan metode situng tidak jauh berbeda dengan pilkada pada periode sebelumnya. Formulir C1 di setiap TPS akan dikirimkan ke KPU kabupaten/kota melalui panitia pemungutan kecamatan (PPK) sudah selesai kemarin.

Hitung cepat dibuat untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk mengetahui hasil pilkada serentak pada 27 Juni 2018 secara cepat dan transparan di seluruh wilayah yang menyelenggarakan pilkada. Data hasil pada hitung cepat berdasarkan entri model formulir C1 sesuai dengan apa adanya dan merupakan hasil sementara yang tidak bersifat final.

Dari situng web resmi KPU Kabupaten Ngawi tersebut terdata pemilih laki-laki pengguna hak pilih mencapai 221.258 orang sedangkan pemilih perempuan 255.625 dengan total 477.286 pemilih dari 700.028 pengguna hak pilih di kabupaten orek-orek ini.(Ard)

Tepat pada hari Rabu ini 27 Juni 2018 hari H atau gendering pesta demokrasi yang diikuti seluruh rakyat Jawa Timur menyampaikan aspirasinya langsung memilih pemimpinnya untuk lima tahun kedepan melalui Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur. Seperti di wilayah Ngawi sesuai informasinya ada 699.576 pemegang hak suara yang bakal mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Melihat dari angka tersebut, seperti diungkapkan oleh Syamsul Wathoni Ketua KPU Kabupaten Ngawi sangat berharap maksimal jumlah pemegang hak suara menyampaikan pilihanya sesuai TPS nya masing-masing. Ia pun mematok sekitar 7,05 persen kedatangan pemilih dan jangan sampai tidak mempergunakan hak pilihnya atau golongan putih (golput).

“Tentukan pilihanya sesuai hati nurani masing-masing jangan sampai golput. Ayo datang ke TPS dengan membawa surat panggilan atau model C6 KWK,” terang Toni panggilan akrab Ketua KPU Kabupaten Ngawi, Rabu, (27/06).

Beber Toni, waktu coblosan disetiap TPS dilakukan mulai pukul 07.00 hingga pukul 13.00 WIB dan jika belum mendapat C6 setiap pemilih wajib membawa e-KTP  atau surat keterangan atas kependudukan untuk disampaikan ke petugas TPS. Dengan demikian diharapkan setiap pemegang hak suara wajib tahu dan memahami aturan dalam pemungutan suara di TPS. 

Sementara dari pantuan kami dilapangan antusias pemilih warga Ngawi mayoritas enggan datang ke TPS. Terbukti dari jumlah undangan yang ada dalam satu TPS, berjumlah lebih dari 300 warga,belum semuanya datang hingga pukul 12.00 WIB. Mereka memilih tetap berada di rumah atau melakukan pekerjaan yang menghasilkan uang. Pernyataan senada diungkapkan oleh anggota panwaskab Budi Sunaryanto menjelaskan karena kurangnya sosialisasi dari kedua pasangan calon dan hari ini banyak warga petani Ngawi melaksanakan panen menjadi salah satu alasan warga enggan datang ke TPS.

“ Karena kurangnya sosialisasi kedua paslon dan hari ini panen di beberapa tempat pihaknya memprediksi 60 hingga 70 % warga yang datang memberikan hak suaranya ke TPS” tegas Budi (Ard)

Ngawi  - Ribuan lembar surat suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim, dimusnahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ngawi.

 

Pemusnahan dilakukan terhadap kertas suara yang sobek, berlubang, hingga degradasi warna. Hal itu ditegaskan Ketua KPU Kabupaten Ngawi  Syamsul Wathoni, S.H.i, M.Si saat dikonfirmasi menjelaskan  surat suara rusak di depan kantor KPUD Ngawi, senin (24/6)pagi.

 

 

Terdapat 3.732 lembar yang dimusnakan dengan cara dibakar. ’’Pemusnahan ini sesuai dengan aturan yang ada,’’ ungkapnya. Toni demikian panggilan akrab merinci,  surat suara mengalami kerusakan yang disebabkan oleh kurang sempurnanya percetakan sobek dan apapula yang sudah berlubang karena kertas terlipat.

 

Di antaranya, surat suara yang kusut karena packing yang tak sempurna, terdapat bercak tinta, hingga warna yang memudar. 

 

’’Sedangkan, sisanya ratusan lembar adalah kertas yang tak terpakai,’’ tegasnya. 

 

Kendati mencapai ribuan surat suara yang rusak jumlah tersebut sudah di mintakan kembali oleh pihak KPU Kabupaten Ngawi kepada propinsi sesuai dengan jumlah Penduduk dan 2,5 persen 

 

D Prosesi pemusnahan surat suara ini disaksikan sejumlah pejabat. Di antaranya, Wakil dari pengadilan negeri  , TNI Kodim 0805 , Petugas dari Polres Ngawi ,  Ketua Panwaslu, dan tim sukses kedua paslon.

 

Tegas ketua KPUD Ngawi  semua surat suara yang tak disistribusikan harus dimusnahkan. Karena, KPU dilarang menyimpan surat suara meskipun utuh dan bisa dipakai. ’’Pemusnahan karena mengikuti aturan. Dan KPU sebagai penyelenggara, harus menjalankan,’’ ungkapnya.

 

Usia melakukan pemusnahan pihaknya langsung melakukan pengecekan logistik hari ini harus tuntas sampai ke lokasi TPS bila harus ada yang dilalui dengan cara menggunakan kendaraan roda 2 atau perahu akan pihaknya tempuh untuk suksesnya pelaksanaan pilkada besok. (ard)

Ngawi - sedikitnya ratusan pasukan gabungan sebanyak 673 personel baik dari anggota kepolisian jajaran Polres Ngawi, Kodim dan Yon Armed 12 Ngawi akan mengamankan jalanya Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur pada 27 Juni 2018 mendatang. Nantinya, ratusan petugas ini akan menyebar di 1.551 Tempat Pemungutan Suara ( TPS).

 

“Anggota pengamanan yang kami siapkan untuk memastikan jalanya pemungutan suara di TPS berjalan lancar tidak ada gangguan,” terang Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu usai menggelar apel pasukan di alun-alun Ngawi, Senin, (25/06).

 

Jumlah pasukan gabungan tersebut juga ditambah petugas Lingkungan Masyarakat (Linmas) sebanyak 3.102 orang dari 213 desa plus 4 kelurahan. Mereka akan memantau langsung proses pelaksanaan pemungutan suara yang langsung bebas dan rahasia. Sehingga setiap pemegang hak suara merasa nyaman ketika di TPS.

 

Ditegaskan oleh Kapolres Ngawi, di wilayah Ngawi hasil pantauan selama ini disinyalir ada 6 titik rawan. Meski demikian, dipastikan ekskalasenya tidak akan memanas hanya saja setiap personel wajib mewaspadai adanya ancaman teror yang mengarah ke TPS.

 

 

 

Sementara itu Bupati Ngawi Budi Sulistyono menegaskan, pada Pilgub Jawa Timur kali ini harus berjalan demokratis tanpa ada satupun provokasi  dari pihak lain. Dan diharapkan bisa melahirkan pimpinan yang amanah, bisa memimpin Jawa Timur lima tahun kedepan makin lebih baik.

Sementara Dandim 0805 ngawi menegaskan apabila ada dan ditemukan serta terbukti secara hukum anggota TNI POLRI membantu paslon dalam pemilihan akan kami berikan sanksi berat.

" Karena sudah ada dalam peraturan, apabila terdapat anggota serta sudah di vonis oleh pihak peradilan sanksi terberat yang kami berikan adalah pencopotan jabatan" tegas Dandim 0805 Ngawi (Ard)

Page 3 of 21