bahanafm

bahanafm

Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Ngawi- Terkesan tidak percaya dengan kebijakan pemerintah setempat, membuat warga Ngawi nekat untuk menyalurkan aspirasinya dengan menanam pisang di tengah jalan yang tengah di bangun. Sepertihalnya yang di lakukan oleh Puluhan warga Dusun Sidowayah, Desa Jenggrik, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi menggelar aksi protes. Mereka menanami jalan utama menuju overpass Tol Ngawi – Solo dengan pohon pisang. Pemicu masalah ini adalah PT Waskita Karya tak kunjung menyelesaikan pembangunan jalan overpass. Sementara, jalan Tol Ngawi – Solo sudah resmi dioperasikan pada akhir Nopember 2018 kemarin.

Warga geram, jalan yang menjadi permintaan tersebut merupakan jalan penghubung antar kecamatan. Aksi massa berharap dengan penanaman pohon pisang itu, rekanan segera menyelesaikan proyek normalisasi overpass. Mendasar pengerjaan overpass yang belum terselesaikan hal ini seringkali mengakibatkan kecelakaan.

“Kami berharap dengan menanam pohon pisang ini, selain sebagai peringatan bagi para pengguna jalan untuk berhati-hati sekaligus sebagai bentuk protes terhadap pelaksana proyek,” terang Andi, Jumat (07/12/2018).

Ditambahkan, jika macetnya proyek normalisasi jalan ini, sudah berjalan kurang lebih dua bulan terakhir. Yakni pasca proyek pembangunan Tol Ngawi – Solo selesai. Akibatnya, kerap terjadi kecelakaan di jalan yang belum rampung itu. 

Setali tiga uang Hal yang sama disampaikan Sulamto. Menurutnya warga berharap normalisasi jalan utama menuju overpass tol Ngawi – Solo ini segera diselesaikan. Apalagi, warga sudah berkali-kali mengadu ke kepala desa setempat. Akan tetapi tak kunjung ada tanggapan.

“Karena para pengguna jalan banyak yang tergelincir, baik kendaraan motor maupun mobil karena tinggi aspalnya tidak sama kami berharap pemerintah daerah tanggap akan kejadian ini,” tambah Sulamto.(Ard)

Ngawi- Musim penghujan adalah musim yang yang menjadi momok tersendiri bagi warga Ngawi, selain banjir tahuan angin putting beliung seringkali menghantui warga. Seperti halnya terjangan angin puting beliung yang terjadi di wilayah Kecamatan Ngrambe, Ngawi menyebabkan lima sepeda motor rusak akibat tertimpa pohon tumbang.  Diungkapkan oleh Suryana salah satu saksi mata menjelaskan,  kejadian angin puting beliung disertai hujan deras terjadi sekitar pukul 13.45 WIB pada Sabtu, (08/12/2018). Kejadian yang begitu cepat tersebut sempat membuat panik para warga, bagaimana tidak pohon tua yang terdapat di tengah terminal Ngrambe roboh hingga akar pohon keluar ke permukaan tanah.

“ Tiba-tiba angin berhembus dari arah barat ke timur dengan cukup kencang disertai hujan deras, setelah itu pohon beringin roboh menimpa kendaraan roda dua yang parkir,” jelas Suryana.

Usai hujan reda para warga baru berani untuk melakukan pengecekan,  sedikitnya lima sepeda motor  milik tukang ojek dan warga tertimpa pohon beringin.Sementara  Supriyanto petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi secara terpisah saat di konfirmasi  akibat  bencana puting beliung menyebabkan puluhan pohon tumbang. Titik terjangan yang parah terjadi di terminal Ngrambe  hingga mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit.

“ Putting beliung terjadi di Desa Ngrambe Kecamatan Ngrambe selain menumbangkan pohon besar di Terminal juga mengakibatkan puluhan peredu ambruk,” jelasnya.

Hingga berita ini kami laporkan warga dan petugas bahu-membahu membersihkan batang pohon yang menutup akses lalu lintas. Untung saja dalam bencana ini tidak ada satupun korban jiwa hanya saja beberapa kios kecil dihalaman terminal mengalami kerusakan berat.

“ Kami mengharapkan kepada warga Ngawi untuk selalu waspada pasalnya musim penghujan selain rentan dengan bencana angin , banjir dan tanah longsor “ tegasnya (Ard

Ngawi-Warga Ngawi di hebohkan dengan penemuan barang peninggalan perang, seperti halnya penemuan granat nanas dari rumah tua di Dusun Dungus, Desa Karangasri, Kecamatan Ngawi Kota, Ngawi membuat aparat kepolisian langsung turun tangan. Seperti diungkapkan oleh Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu membenarkan temuan benda berhulu ledak tersebut sekitar pukul 07.00 WIB, Jum’at, (23/11/2018). Setelah pihak kepolisian mendapatkan laporan atas temuan tersebut langsung turun tangan dengan di dampingi tim ahli. 

“Kami tidak gegabah dalam menangani barang yang mudah meledak, Kita kerjasama dengan Gegana Brimob Sub Den C Madiun untuk mengamankan granat itu,” terang Kapolres Ngawi.

Perihal temuan granat tersebut pihaknya terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap asal muasalnya. Termasuk meminta keterangan saksi-saksi yang ada. Ia menegaskan granat dari rumah tua itu bukan stadart yang dipergunakan TNI maupun Polri demikian juga bukan buatan PT Pindad.

Kapolres Ngawi menjelaskan penemuan granat itu setelah Sunardi warga setempat tengah membersihkan rumah tua milik almarhum Hari Saleh Tantono. Mendadak menemukan kotak besi yang mencurigakan yang kondisinya terkunci gembok. Ketika gemboknya dibongkar ternyata didalamnya tersimpan granat nanas. 

“ Kami mengharapkan kepada semua warga Ngawi khususnya diharapkan kerjasamanya, apabila ada temuan yang mencurigakan segera menghubungi pihak petugas  dan kami siap membantu “ tegas Kapolres Ngawi. (Ard)

 Ngawi- Menjadi pekerjaan rumah yang harus segera di selesaikan dan menjadi hal yang wajib dipikirkan. Beban berat harus ditanggung Pemkab Ngawi untuk menggerakan roda pemerintahan ditahun mendatang. Kepastian pembengkakan anggaran baik belanja langsung maupun tidak langsung itu tertuang dalam rapat paripurna P-APBD 2019 yang digelar DPRD Ngawi, Kamis, (22/11/2018).

Dalam laporan pertanggung jawaban dihadapan wakil rakyat menegaskan, Bupati Ngawi Budi Sulistyono anggaran untuk tahun 2019 dibanding tahun sebelumnya memang ada kenaikan. Mengingat eksekutif harus menyisihkan anggaran untuk dua agenda penting yang sudah dijadwalkan. Yakni, pemilihan kepala desa (Pilkades) maupun pemilihan kepala daerah (Pilkada).

“Tahun depan pemkab Ngawi akan mengeluarkan anggaran yang tidak sedikit,” terang Kanang sapaan akrab Bupati Ngawi.

Pengeluaran untuk proses Pilkades serentak harus disediakan anggaran Rp 9 miliar plus Rp 20 miliar sebagai biaya Pilkada 2021 mendatang. Kata Kanang, seperti Pilkades memang biaya sepenuhnya dibebankan ke anggaran daerah melalui APBD murni 2019 tanpa pungutan sepeserpun dari desa maupun pihak ketiga (calon).

Menyangkut angka Rp 20 miliar harus disaving dan dianggarkan menyusul tahapan Pilkada jelas akan dimulai 2020 bukan dianggarkan secara mendadak. Meski demikian, anggaran lain pun juga ia perhatikan khususnya program penguatan infrastruktur terutama akses jalan antar kecamatan.

“ Anggaran pemkab juga masih di konsentrasikan guna pembangunan infras desa yang di harapkan segera di manfaatkan oleh warga Ngawi” Tegas Kanang.(Ard)

Thursday, 29 November 2018 00:00

Ojol Ngawi Gelar Aksi Tuntut Minta Maaf Prabowo

Ngawi- Tidak hanya di kota-kota besar saja yang menggelar aksi penolakan atas pernyataan capres Prabowo.Ngawi tidak ingin ketinggalan Aksi ojek online (ojol) terus meluas, puluhan anggota ojol di Kota Ngawi sengaja melakukan unjuk rasa. Mereka menuntut calon presiden (Capres) Prabowo Subianto untuk segera minta maaf terkait pernyataanya beberapa waktu lalu.

Aksi dimulai dengan berkumpul ojol di alun-alun Kota Ngawi langsung membuat poster yang bertuliskan aspirasi tentang dugaan kekecewaan atas ucapan capres Prabowo Subianto yang menghina lulusan SMA hanya menjadi berprofesi sebagai ojol.

Massa yang mengenakan jaket ojol terus berorasi mengecam pernyataan Prabowo yang dinilai merendahkan profesinya sebagai ojol. Aksi tersebut langsung mendapatkan pengawalan ekstra ketat aparat Polres Ngawi sampai selesai.

“Kami merasa terhina dengan pernyatan Bapak Prabowo dan menuntut meminta maaf kepada kami para Ojol,” terang Hasdi Rizal Korlap Ojol Ngawi, Senin, (26/11/2018).

Mereka pun memperingatkan Capres Prabowo agar berhati-hati dalam bertutur kata, sebab dari perkataan yang kurang baik akan memecah belah dan mengadu domba masyarakat. Selain itu Hasdi meminta terkait aksi unjuk rasa jangan dikaitkan dengan politik jelang Pilpres 2019.

Tegasnya, belajar dari masalah itu meminta Prabowo untuk menghargai profesi dan kerja keras masyarakat untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarga. Sebab profesi ojol sebagai pekerjaan yang baik dari pada korupsi dan melakukan kejahatan.(Ard)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini meresmikan jalan tol Solo-Mantingan-Ngawi, segmen Sragen-Ngawi, di Rest Area KM 538, Ngrampal, Sragen, Rabu (28/11). Setelah diresmikan, jalur sepanjang sepanjang 50,9 kilometer tersebut akan digratiskan selama seminggu.

"Setelah diresmikan nanti, tidak perlu menunggu lama, masyarakat bisa menikmati jalan tol segmen Sragen-Ngawi dengan tarif Rp 0 alias gratis," ujar Direktur Utama PT Jasamarga Solo Ngawi, David Wijayatno, saat ditemui di lokasi peresmian.

Menurut David, pemberlakuan tarif Rp 0 tersebut akan dimulai pada hari ini pukul 21.00. Pemberlakuan akan dilaksanakan selama 1 (satu) minggu sebagai bentuk sosialisasi tarif dan golongan kendaraan sebagaimana diamanatkan dalam Diktum Kelima Kepmen PUPR Nomor: 897/KPTS/M/2018.

David menjelaskan, dibukanya jalan tol Sragen-Ngawi merupakan tahap ke-3 dari pengoperasian Jalan Tol Solo-Mantingan-Ngawi secara keseluruhan. Pembukaan jalur tersebut akan memangkas waktu tempuh sekitar 50 persen. Jika sebelum ada tol, dari Solo ke Madiun ditempuh sekitar 2,5 sampai 3 jam, sekarang bisa kurang dari 1,5 jam.

Dengan dioperasikannya jalan tol Solo-Mantingan-Ngawi secara penuh, diharapkan bisa meningkatkan konektivitas beberapa daerah terutama Kabupaten Boyolali, Kota Solo, Karanganyar, Sragen di Jawa Tengah dan Kabupaten Ngawi di Jawa Timur.

"Untuk mempermudah pengguna jalan mengakses kita telah mengoperasikan lima Gerbang Tol (GT), yakni GT Colomadu, GT Ngemplak, GT Karanganyar, GT Sragen, dan GT Ngawi. Nanti akan segera dibuka 3 (tiga) Gerbang Tol tambahan pada awal tahun 2019 untuk lebih mempermudah masyarakat mengakses jalan tol ini. Yaitu GT Bandara Adi Soemarmo, GT Gondangrejo (akses arah Purwodadi) serta GT Sragen Timur. Itu nanti ada di kecamatan Sambungmacan Sragen sebagai akses arah Mantingan," jelasnya.

Sebelum pengoperasian Sragen-Ngawi, pada tahap pertama telah dioperasikan segmen Simpang Susun Ngawi-Klitik (Ngawi) sepanjang 4 km sejak 30 Maret 2018 berbarengan dengan dioperasikannya Jalan Tol Ngawi Wilangan. Sedangkan pengoperasian tahap ke-2 adalah segmen Kartasura-Sragen yang telah diresmikan oleh Presiden Jokowi pada 15 Juli 2018.

Pengoperasian segmen Sragen-Ngawi dilakukan setelah melalui berbagai tahapan Uji Laik Fungsi dan Operasi. Jalan sepanjang 50,9 kilometer ini telah dinyatakan layak dan siap dioperasikan sebagai Jalan Tol melalui Keputusan Menteri PUPR Nomor: 896/KPTS/M/2018 Tentang Penetapan Pengoperasian Jalan Tol Solo-Mantingan-Ngawi segmen Sragen-Ngawi, pada tanggal 12 November 2018.

Tuesday, 27 November 2018 00:00

Diduga Gendam PNS Tertipu Puluhan Juta

Ngawi- Kendati berulang kali sudah terjadi dan menjadi berita yang umum namun tetap saja kejadian ini dialami oleh warga Ngawi. Seperti apa yang dialami oleh salah satu warga Ngawi ini, akibat bertemu dengan orang tidak di kenal puluhan juta melayang. Sebut saja korban dengan identitas Puji Astuti perempuan 55 tahun seorang PNS asal Dusun Jatirejo, Desa Patalan, Kecamatan Kendal, Ngawi. Diduga akibat gendam yang dialaminya oleh orang tidak dikenal Puji Astuti mengalami kerugian totalnya mencapai Rp 65 juta.

Kisah memilukan ini terjadi sekitar pukul 11.00 WIB pada Senin kemarin, (26/11/2018), dengan lokasi kejadian didepan kantor Dinas Pendidikan (Diknas) Ngawi. Kejadian berawal saat korban berada dipinggir jalan depan kantor Diknas Ngawi mendadak didatangi orang dengan mengendarai mobil yang mengaku Ibrahim berasal dari Negara Brunai Darussalam. 

Dengan logat kearab-arab-an Ibrahim  meminta korban untuk mengantarkan ke salah satu pondok pesantren (ponpes) diwilayah Kecamatan Mantingan, Ngawi dengan tujuan mau menginfakan sejumlah uang ke ponpes itu. Lantas Puji Astuti masuk mobil berwarna putih dan menuruti permintaan terduga pelaku tersebut. Setelah masuk mobil  pelaku melancarkan aksinya, dengan mengaku hanya mempunyai uang dolar Singapura dan meminta ditukarkan dengan uang rupiah milik korban.

Tipu muslihat pelaku terus di lontarkan kendati korban mengatakan tidak mempunyai uang tunai sesuai yang diminta Ibrahim dan karena uang berada di dua buku tabungan. Terbukti korban menginyakan dimintai Ibrahim untuk mengambil uang tunai yang ada di kantor kas Bank Jatim unit Kendal. Dalam pencairan tunai itu uang yang diambil korban dari Bank jatim pertama senilai Rp 15 juta dan dari buku tabungan kedua sebesar Rp 50 juta.

“Setelah membawa uang tunai dari 2 pengambilan buku rekening korban masuk dan menyerahkan uang tersebut didalam mobil,” jelas Kasubag Humas Polres Ngawi AKP ES Martono, Selasa, (27/11/2018).

Jelasnya, setelah memberikan uang senilai Rp 65 juta korban oleh terduga pelaku diberi amplop yang katanya berisi sejumlah uang dolar Singapura. Amplop itu langsung dimasukan kedalam tas korban dan keduanya naik mobil lagi meluncur ke Ngawi. Tepatnya dipertigaan depan markas Yon Armed 12 Ngawi korban diturunkan oleh terduga pelaku dari dalam mobil.

Inginnya mendapatkan hasil diluar yang korban bayangkan malah sebaliknya. Selang beberapa menit korban naik becak untuk diantarkan ke Bank BRI Cabang Ngawi dengan tujuan menukarkan uang dolar yang ada di amplop pemberian terduga pelaku. Nahas, ketika amplop dibuka didepan teller bank ternyata berisi uang Rp 2 ribu dan sobekan kertas. Dengan kejadian itu kontan saja korban kaget bukan kepalang dan langsung melaporkan ke Polres Ngawi.

“ Semoga ini menjadi pengalaman yang berharga bagi warga Ngawi, agar lebih waspada dan berhati-hati dengan orang yang tidak di kenal” Tegas Kasubag Humas Polres AKP ES Martono.(Ard)

Ngawi-Apes memang dengan apa yang di alami oleh pelaku AMP alias Kebo pria 27 tahun ini terpaksa telan pil pahit setelah aksi jarahannya  gagal dinikmati. Kebo demikian nama samaranya terpaksa digelandang petugas kepolisian setelah diduga melakukan pencurian handphone di café karaoke masuk Dusun Masekan, Desa Wakah, Kecamatan Ngrambe, Ngawi. Peristiwa dugaan pencurian itu sendiri terjadi sekitar pukul 03.00 WIB pada Rabu pekan kemarin, (21/11/2018).

Dihadapan petugas terduga pelaku dengan tubuh bongsor yang tercatat sebagai warga Dusun Bogo, Desa Wakah atau sekitar lokasi kejadian hanya terlihat pasrah di hadapan petugas. Penangkapan pelaku sendiri berawal laporan dua orang korban pencurian handphone saat di café karaoke milik Catur Prakoso. Setelah mendapatkan cirri-ciri pelaku petugas langsung menyisir di kediaman pelaku dan di tangkap tanpa perlawanan. Kepada pelaku dapat diancam pasal pelanggaran 363 KHUP tentang pencurian dengan pidana penjara lebih dari 5 tahun. 

“Pelaku sudah di amankan petugas dan saat ini dalam pemeriksaan petugas,” terang salah satu penyidik Polsek Ngrambe, Selasa, (27/11/2018).

Dari tangan Kebo petugas berhasil mengamankan beberapa barang bukti dua unit handphone plus doosbook demikian juga satu unit sepeda motor Honda jenis Beat nopol B 4287 BPZ. Diperkirakan akibat ulah Kebo korban mengalami kerugian mencapai Rp 4 juta.

“ Semoga ini menjadi pengalaman untuk korban dan pelaku agar tidak gegabah, korban jangan gegabah meninggalkan HP sementara pelaku jangan gegabah berususan dengan petugas” tegasnya (Ard)

Ngawi_Jumlah warga Ngawi mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, semakin meningkat saja. Hingga akhir bulan ini sejak awal tahun 2018 jumlah warga Ngawi mencapai belasan orang akibat gantung diri. Alasan merekapun beragam dari terhimpit masalah ekonomi hingga ketakutan ditinggal sodara atau orang terdekat mereka. Seperti halnya apa yang dialami oleh salah satu warga Dusun Geger, Desa Legokulon Kecamatan Kasreman Ngawi. Sebut saja korban dengan identitas Ngalimun 70th, nekat akhiri hidupnya di salah satu bladar kayu rumahnya dengan menggunakan tali kabel listrik warna hitam. 

 

Kisah tragis ini kali pertama diketahui oleh Ngadi 54th dan Dayat 70th yang tak lain tetangga korban, mencurigai rumah korban yang pagi itu sekitar pukul 07.30wib masih dalam keadaan menyala. Takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan kedua tetangga dekat korban ini nekat masuk ke rumah korban. Usaha mencari korban terhanti setelah salah satu saksi mata mengetahui Ngalimun sudah meninggal dengan cara menggantung. 

“ Saya bersama Dayat curiga lampu biasanya rumah tidak pernah menyala hingga pagi hari, namun setelah saya mencari korban sudah meninggal di ruangan dapur milik korban “ ungkap Ngadi. 

 

Petugas polsek Padas setelah mendapatkan laporan langsung menuju ke lokasi kejadian, bersama tim medis langsung melakukan pemeriksaan pada tubuh korban.  Diungkapkan oleh Kapolsek Padas AKP H Pujianto Spd menjelaskan kematian korban murni gantung diri selain tidak ada tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban dan pihak keluarga menerima sebagai musibah. 

 

Ditegaskan oleh kelaurga korban yakni putra kandung beberapa hari ini korban memang di tinggal seorang diri di rumah pasalnya saat sekarang keluarganya sudah memiliki rumah sendiri di wilayah karangasri.(ard) Ditinggal Seorang diri Warga Padas Nekat Gantung Diri

 

Ngawi_Jumlah warga Ngawi mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, semakin meningkat saja. Hingga akhir bulan ini sejak awal tahun 2018 jumlah warga Ngawi mencapai belasan orang akibat gantung diri. Alasan merekapun beragam dari terhimpit masalah ekonomi hingga ketakutan ditinggal sodara atau orang terdekat mereka. Seperti halnya apa yang dialami oleh salah satu warga Dusun Geger, Desa Legokulon Kecamatan Kasreman Ngawi. Sebut saja korban dengan identitas Ngalimun 70th, nekat akhiri hidupnya di salah satu bladar kayu rumahnya dengan menggunakan tali kabel listrik warna hitam. 

 

Kisah tragis ini kali pertama diketahui oleh Ngadi 54th dan Dayat 70th yang tak lain tetangga korban, mencurigai rumah korban yang pagi itu sekitar pukul 07.30wib masih dalam keadaan menyala. Takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan kedua tetangga dekat korban ini nekat masuk ke rumah korban. Usaha mencari korban terhanti setelah salah satu saksi mata mengetahui Ngalimun sudah meninggal dengan cara menggantung. 

“ Saya bersama Dayat curiga lampu biasanya rumah tidak pernah menyala hingga pagi hari, namun setelah saya mencari korban sudah meninggal di ruangan dapur milik korban “ ungkap Ngadi. 

 

Petugas polsek Padas setelah mendapatkan laporan langsung menuju ke lokasi kejadian, bersama tim medis langsung melakukan pemeriksaan pada tubuh korban.  Diungkapkan oleh Kapolsek Padas AKP H Pujianto Spd menjelaskan kematian korban murni gantung diri selain tidak ada tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban dan pihak keluarga menerima sebagai musibah. 

 

Ditegaskan oleh kelaurga korban yakni putra kandung beberapa hari ini korban memang di tinggal seorang diri di rumah pasalnya saat sekarang keluarganya sudah memiliki rumah sendiri di wilayah karangasri.(ard) 

Ditinggal Seorang diri Warga Padas Nekat Gantung Diri

 

Ngawi_Jumlah warga Ngawi mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, semakin meningkat saja. Hingga akhir bulan ini sejak awal tahun 2018 jumlah warga Ngawi mencapai belasan orang akibat gantung diri. Alasan merekapun beragam dari terhimpit masalah ekonomi hingga ketakutan ditinggal sodara atau orang terdekat mereka. Seperti halnya apa yang dialami oleh salah satu warga Dusun Geger, Desa Legokulon Kecamatan Kasreman Ngawi. Sebut saja korban dengan identitas Ngalimun 70th, nekat akhiri hidupnya di salah satu bladar kayu rumahnya dengan menggunakan tali kabel listrik warna hitam. 

 

Kisah tragis ini kali pertama diketahui oleh Ngadi 54th dan Dayat 70th yang tak lain tetangga korban, mencurigai rumah korban yang pagi itu sekitar pukul 07.30wib masih dalam keadaan menyala. Takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan kedua tetangga dekat korban ini nekat masuk ke rumah korban. Usaha mencari korban terhanti setelah salah satu saksi mata mengetahui Ngalimun sudah meninggal dengan cara menggantung. 

“ Saya bersama Dayat curiga lampu biasanya rumah tidak pernah menyala hingga pagi hari, namun setelah saya mencari korban sudah meninggal di ruangan dapur milik korban “ ungkap Ngadi. 

 

Petugas polsek Padas setelah mendapatkan laporan langsung menuju ke lokasi kejadian, bersama tim medis langsung melakukan pemeriksaan pada tubuh korban.  Diungkapkan oleh Kapolsek Padas AKP H Pujianto Spd menjelaskan kematian korban murni gantung diri selain tidak ada tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban dan pihak keluarga menerima sebagai musibah. 

 

Ditegaskan oleh kelaurga korban yakni putra kandung beberapa hari ini korban memang di tinggal seorang diri di rumah pasalnya saat sekarang keluarganya sudah memiliki rumah sendiri di wilayah karangasri.(ard)

Ngawi - Miris dingawi setiap jam pengguna jalan meninggal  akibat kecelakaan lalu lintas. Sebagian besar kecelakaan lalu lintas melibatkan sepeda motor, serta didominasi usia pelajar. Dari data Kementerian Perhubungan selama 2016 terjadi 106.573 kecelakaan lalu lintas di seluruh Indonesia. Sebanyak 73,9 persennya melibatkan sepeda motor.

 

Jumlah kecelakaan yang tinggi tersebut juga dialami pelajar SMP. Sebanyak 31.106 siswa SMP menjadi korban pada 2016. Jumlah itu turun menjadi 29.783 pada 2017. Mirisnya angka kecelakaan yang notabene melibatkan anak dibawah umur terutama pelajar membuat berbagai pihak turut prihatin.

 

 

Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu menpunyai cara yang tersendiri sepetihalnya dalam akun jejaring sosialnya terlihat seringkali  melakukan sosialisasi tentang tata cara berlalu-lintas yang baik di jalan raya agar terhindar dari kecelakaan. Sebab, angka kecelakaan lalu-lintas tidak jarang melibatkan anak-anak pelajar yang tidak jarang menyebabkan korbanya meninggal.

 

Dalam akunnya di medsos orang nomor satu di jajaran Polres Ngawi tersebut menuliskan untuk turut mendukung upaya sinergitas antara Polri, pihak sekolah dan orang tua. Ajakan itu dimaksudkan sebagai kepedulian mempunyai tanggungjawab yang sama agar anak (pelajar-red) yang masih dibawah umur atau dibawah 17 tahun dilarang membawa sepeda motor sendiri ketika pergi ke sekolah.

 

Dalam pemikirannya, jika pengendara kendaraan bermotor menaati semua peraturan, jumlah kecelakaan secara otomatis akan ikut turun. Dengan demikian, peran semua pihak harus komperhenship dan berkelanjutan jangan sampai bertepuk sebelah tangan. Mengingat upaya kepolisian khususnya melalui Satlantas Polres Ngawi sudah sering melakukan sosialisasi jemput bola ke sekolah-sekolah untuk mensosialisasikan tentang keselamatan berlalu-lintas untuk mencapai zero accident/jangan ada lagi kecelakaan lalu-lintas.

 

Seperti diketahui bersama, dilihat dari usia pelajar dibawah umur mereka masih labil dari sisi emosi dan justru ada kecenderungan membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Mendasar hal itu bisa disimpulkan, kepolisian harus tegas menegakkan peraturan lalu lintas termasuk menilang pengendara di bawah umur yang rata rata belum memiliki SIM dan tidak menggunakan helm bagi pengendara motor.

 

Demikian pihak sekolah maupun peran orang tua harus bisa memberikan pengertian yang jelas dan gamblang tentang resiko apabila nekat mengendarai sepeda motor tanpa dilengkapi aturan sebagaimana mestinya dan kecelakaan jalan raya dapat di tekan.

Page 3 of 28