bahanafm

bahanafm

Ngawi-Tahun ajaran ini kabupaten Ngawi dalam nilai yang terpuruk bahkan karena turun dari prestasi kemarin mumbuat orang nomer satu di Kabupaten Ngawi berang. Dinilai prestasi akademis jeblok bermuara pada berkurangnya peserta didik atau murid dilembaga pendidikan SD dan SMP lingkup Dinas Pendidikan (Dindik) selama lima tahun terakhir membuat Bupati Ngawi Budi Sulistyono gerah.  Ia pun meminta secepatnya dilakukan evaluasi menyeluruh untuk mengembalikan percayaan masyarakat kepada dua lembaga pendidikan tersebut. Pernyataan tegas tersebut tidak main-main langusng di ucapkan oleh Kanang sapaan akrab Bupati Ngawi disampaikan langsung dihadapan ratusan kepala sekolah (kasek) yang baru dilantik di Pendopo Wedta Graha Kabupaten Ngawi, Selasa (14/11). Menurutnya, dari tahun ke tahun keberadaan jumlah murid di dua lembaga pendidikan ini menunjukan angka kemerosotan yang luar biasa bahkan secara drastis.

Tidak jarang berakhir pada proses regrouping untuk mengakusisi dua lembaga sekolah menjadi satu dengan alasan salah satunya kekurangan murid. Padahal mekanisme menyatukan dua sekolah menjadi satu atap bukan solusi terbaik, dan kecenderungan ini terjadi akibat Dindik Ngawi lambat mencarikan jalan keluar. Akibatnya secara kompetitif disalip dengan lembaga pendidikan diluar kewenangan Dindik itu sendiri.

“Sangat disayangkan dan ini menjadi bahan evaluasi Dindik mengapa beberapa tahun terakhir tidak ada inovasi yang disampaikan kepada kami untuk memaksimalkan keberadaan SD dan SMP. Seharusnya mereka berupaya maksimal mencari solusi agar tidak kalah start dengan lembaga pendidikan lainya,” tegas Kanang, Selasa (14/11).

Ulasnya, di satu sisi dalam pemikiran orang tua selaku wali murid pasti mencari lembaga pendidikan yang pas dan dinamis buat si anaknya. Terutama menyangkut pembentukan karakter serta mental yang lebih siap. Maka solusi para orang tua jelas memilih lembaga pendidikan yang notabene mempunyai metode pendidikan agama lebih maju. Hal inilah yang seharusnya Dindik lebih peka lagi dengan menambah materi agama maupun tenaga pendidik dan dimasukan kedalam kurikulum.

“Sebenarnya ini bukan masalah persaingan antar lembaga pendidikan tetapi menyangkut kepercayaan masyarakat dan itu harus dikembalikan kepada sekolah negeri. Dan kita harus berani melakukan evaluasi total apakah itu faktor dari gedungnya, guru maupun kwalitas si guru itu sendiri. Dan kita akui selama ini kekurangan sekolah negeri tidak lain adalah guru agama harus di carikan strategi,” beber Kanang.

Menimbang pada permasalahan kekurangan guru agama pada sekolah negeri sambung Kanang, jalan satu-satunya memang harus merekrut pegawai dari non PNS. Dan itu betul-betul harus dilakukan secara maksimal ditengah kondisi sekarang ini. Mengingat pendidikan agama menurut para orang tua sebagai satu kunci penting pada pembentukan karakter anaknya.

Dengan demikian pihak sekolah negeri bisa memacu dan memaksimalkan kembali pendidikan agama. Misalkan menambah jam pelajaran tentang materi pendidikan baca tulis Al Qur’an atau pendidikan Tarsana selaras dengan tuntutan si orang tua. Maka dari sesuai tuntutan Kanang, peran setiap individu kasek yang baru dilantik dalam satu bulan kedepan harus mampu mengorientasikan dan mengevaluasi semua kekurangan dilingkup sekolahnya masing-masing.

“Kalau sudah mampu mengorientasikan kekurangan maka harus mencari solusinya. Jika ternyata kasek tidak mampu untuk itu maka bukan kelasnya sebagai kasek dan hanya sebatas sebagai guru kelas tentunya harus diganti lagi,” ucap Kanang.

Terkait kritikan pedas Kanang, Kepala Dindik Ngawi Abimanyu langsung angkat bicara. Menurutnya, kepercayaan masyarakat yang berkurang terhadap sekolah negeri tidak lepas dari persoalan jumlah guru yang ada. Bahkan ia menyebut selama lima tahun terakhir kekurangan 750 an guru dengan estimasi 150 guru per tahun. Dari jumlah itu memang didominasi guru agama.

“Dan solusi kami sekarang ini satu guru agama yang berstatus PNS mengajar pada dua lembaga pendidikan khususnya SD kalau SMP memang tidak ada masalah. Dan guru olahraga sementara ini memang dirangkap oleh guru kelas dan itu terjadi selama dua tahun terakhir. Apabila ini dilakukan terus memang tidak efektif karena masing-masing guru kompetensinya beda,” kata Abimanyu.

Abimanyu mengakui, kondisi berkurangnya tenaga pendidik dalam tanda kutip guru agama maupun guru olahraga memang akibat dari tidak adanya perekrutan melalui CPNS selama lima tahun terakhir. Selain itu untuk guru agama sekarang ini hanya mempunyai sekitar 252 guru dari total 553 SD. Dan semuanya merangkap sebagai guru olahraga dan mengajar pada dua lembaga pendidikan.

Pungkasnya, pada proses pelantikan kasek lingkup SD dan SMP yang telah dilakukan kali ini tercatat ada 165 orang. Terdiri 75 orang kasek mutasi, 88 kasek hasil promosi dan sisanya 2 orang diangkat sebagai pengawas SMP. Sesuai warning Bupati Ngawi dalam satu bulan kedepan ia menginstruksikan kepada semua kasek baik SD maupun SMP harus melakukan evaluasi untuk melihat kekurangan yang terjadi.  

“ Saya tidak ingin prestasi pelajar Ngawi jeblok, karena alasan kurangnya pengawasan dari pihak pengajar dan juga kepada kepala sekolah yang sudah saya lantik ini untuk lebih konsentrasi kembali serta focus” tegas Kanang.(ARD)

 Ngawi- Tidak henti-hentinya petugas memberikan efek jera kepada para pengguna jalan namun Aparat kepolisian khususnya Satlantas Polres Ngawi terus mengintensifkan Operasi Zebra 2017 meskipun tinggal sehari besok 14 November 2017. Sayangnya, para pengguna jalan yang didominasi sepeda motor seolah mengabaikan tata tertib berlalu-lintas. Terbukti saat operasi digelar didalam kota dengan sasaran di Jalan Thamrin dan Jalan Raya Klitik masih banyaknya pelanggar yang mayoritas para peseda motor, Senin (13/11).

Tercatat dari dua lokasi tersebut petugas Satlantas Polres Ngawi yang di back up Sub Denpom TNI maupun Dinas Perhubungan berhasil menilang 301 pelanggar. Angka yang mencapai ratusan ini sangat mengindikasikan pelanggaran lalu-lintas dilingkup dalam kota masih tinggi dan kesadaran berkendara sesuai aturan yang berlaku masih rendah.

Dengan demikian Kasatlantas Polres Ngawi AKP Rukimin mengajak, semua lapisan masyarakat yang memanfaatkan kendaraan baik roda dua maupun empat untuk lebih mentaati semua peraturan lalu-lintas guna menghindari maupun menekan angka kecelakaan. Mengingat semua kecelakaan didominasi akibat human error plus berawal dari pelanggaran.

“Dengan digelarnya operasi zebra yang dilakukan selama ini menjadi titik balik kepada semua pengguna kendaraan. Mereka harus lebih ekstra waspada terhadap kecelakaan dengan melengkapi diri surat kelengkapan berkendara maupun jangan melakukan pelanggaran yang lainya,” jelas AKP Rukimin

Dijelaskan, operasi kali ini mengintensifkan penilangan terhadap para pelanggar marka jalan maupun melawan arus. Tidak sebatas itu apabila TNKB tidak sesuai dengan spektek pasti akan diberikan sangsi tilang dan tidak terkecuali pada penggunaan rotator terutama pada kendaraan roda empat. Namun  dari ratusan pelanggar itu masih didominasi pelanggar yang tidak melengkapi diri surat kelengkapan berkendara STNK dan SIM. Para pelanggar ini tetap kami usut hingga tuntas agar kiranya tidak menjadi pelanggaran tata tertib berkelanjutan tidak hanya operasi zebra ini saja pihaknya bakal melakukan operasi di titik-titik langgar di wilayah Ngawi. (ARD)

Jakarta - Kevin Lilliana, runner up Puteri Indonesia 2017 yang dikirim ke Jepang untuk mengikuti kompetisi kecantikan Miss International 2017, meraih gelar juara. Untuk pertamakalinya Indonesia meraih gelar juara Miss International.
Kevin Lilliana dinobatkan sebagai pemenang Miss International 2017 di Tokyo Dome City Hall, Jepang, Selasa (14/11/2017). Pemenang Miss International 2016 Kylie Verzosa memberikan ucapan selamat kepada Kevin di atas panggung sekaligus mengumumkan wakil Indonesia itu menjadi pemenang.
Kevin pun tampak langsung menangis terharu usai dinyatakan sebagai pemenang Miss International 2017. Tampil dibalut gaun malam light blue rancangan Ivan Gunawan, wanita kelahiran 5 Januari 1996 itu terlihat tak percaya dirinya disebut sebagai juara.

Kevin Lilliana mengalahkan tujuh kontestan lainnya yang sebelumnya sama-sama masuk babak delapan besar Miss International 2017. Dia berhasil mengalahkan finalis dari Venezuela, Australia, Jepang, Ekuador, Laos, Inggris dan Curacao.

Prestasi Kevin di Miss International 2017 ini melampaui pencapaian pendahulunya Felicia Hwang. Runner up Pertama Puteri Indonesia 2016 itu hanya mampu mencapai juara ketiga Miss International 2016. Sedangkan pada Miss International 2015, wakil Indonesia Chintya Fabiola tak berhasil masuk sebagai top 10. Namun pada Miss International 2014, wakil Indonesia Elfin Pertiwi Rappa, sukses memenangkan gelar Best National Costume.

Ajang Miss International adalah kontes kecantikan yang diorganisir oleh The International Culture Association. Ajang ini pertamakalinya dihelat tahun 1960 silam, dan menjadi salah satu kontes kecantikan terbesar dunia, bersama dengan Miss World, Miss Universe dan Miss Earth. 

Sedangkan Kevin Lilliana, wakil Indonesia yang menjadi pemenang Miss International 2017, sebelumnya dinobatkan sebagai Puteri Indonesia Lingkungan 2017 sekaligus juara dua atau runner up pertama dalam ajang Pemilihan Puteri Indonesia 2017 yang diselenggarakan di Plenary Hall Jakarta Convention Center pada 31 Maret 2017. Mahasiswi jurusan Desain Interior Universitas Kristen Maranatha ini dikenal sebagai aktivis lingkungan hidup di organisasi Earth Hour di kota asalnya, Bandung. (Sumber: detik.com)

 

Tuesday, 14 November 2017 00:00

Puting Peliung Luluhkan Rumah Warga di Paron

Ngawi-Sudah tidak menjadi bencana yang menggetkan bagi warga Ngawi, pasalnya acapkali musim penghujan tiba bencana angin putting beliung serasa sudah menjadi pembicaraan sehari-hari. Sepetihanyal bencana putting beliung yang melanda Desa Jeblogan, Kecamatan Paron, Ngawi sekitar pukul 17.30 WIB pada Kamis kemarin, (09/11), meski tidak menimbulkan korban jiwa namun merusak puluhan rumah warga. Untuk meringankan beban warga pada Jum’at pagi, (10/11), puluhan personel TNI-Polri langsung turun tangan dilokasi kejadian membantu memperbaiki rumah warga yang mengalami kerusakan.

Kegiatan awal difokuskan pada rumah dapur milik pasangan Darmo Rukayah di Dusun/Desa Jeblogan yang roboh rata dengan tanah. Terlihat puluhan anggota dari Koramil plus Polsek Paron membersihkan puing bangunan baik genteng maupun bahan bangunan lainya. Kapten Inf Sukatri Danramil Paron mengatakan, pasca kejadian pihaknya terus memantau jumlah rumah yang rusak akibat sapuan putting beliung.

“Sejak kemarin sore kami bersama anggota ada dilokasi sini memantau langsung dampak putting beliung. Tercatat ada satu rumah bagian dapurnya roboh ditambah puluhan rumah rusak rata-rata gentengnya kabur demikian juga tertimpa pohon yang tumbang,” ungkap Kapten Inf Sukatri, Jum’at (10/11).

Sementara itu Eko Heru Tjahjono Kepala BPBD Ngawi mengingatkan di awal musim penghujan memang rawan terjadinya putting beliung. Dan titik lokasi yang cukup berpotensi terjadinya putting beliung di wilayahnya memang susah diprediksi, beda dengan bencana banjir maupun tanah longsor.

“Kepada warga apabila melihat ada awan tebal disertai angin secepatnya mencari tempat yang sekiranya aman. Jangan berada disekitar pohon itu membahayakan dan setiap ada bencana semacam ini kami turun ke lokasi untuk membantu korban,” pungkasnya.

Melihat hal tersebut pihaknya mengharapkan kepada warga masyarakat Ngawi untuk lebih waspada dan tanggap bencana agar kiranya tidak menjadi korban dari kejadian bencana yang seringkali terjadi di Kabupaten Ngawi(ARD)

Tuesday, 14 November 2017 00:00

Italia Gagal Lolos ke Piala Dunia 2018

Milan - Italia hanya akan menjadi penonton di Piala Dunia 2018. Gli Azzurri gagal lolos ke putaran final setelah disingkirkan Swedia di babak play-off.

Italia dipastikan tersisih setelah bermain imbang 0-0 dengan Swedia pada pertandingan leg kedua play-off di San Siro, Selasa (14/11/2017) dinihari WIB. Hasil tersebut membuat Italia kalah agregat 0-1 dari Swedia.

Setelah kalah di leg pertama, Italia bermain menyerang total di San Siro. Tim besutan Giampiero Ventura itu memaksa Swedia bertahan di sepanjang pertandingan.
Akan tetapi, permainan Italia cenderung monoton. Alhasil, banyak serangan yang terbuang sia-sia. Meski mereka mendapatkan beberapa peluang bagus, tak satu pun yang berujung gol.

Italia, juara dunia empat kali, akhirnya harus menangisi kegagalan mereka lolos ke putaran final pada tahun depan. Dalam sejarah Piala Dunia, Italia sebelumnya cuma sekali gagal lolos, yaitu pada 1958. (sumber: Detik/sepakbola)

Ngawi- Jalur tengkorak masih menjadi momok bagi para pengguna di ruas Ngawi- Mantingan. Terbukti dari kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Ngawi-Mantingan kilometer 29-30 tepatnya masuk Desa Kedungmiri, Kecamatan Mantingan, Ngawi yang terjadi sekitar pukul 12.30 WIB, Minggu (05/11).

Kecelakaan di jalur rawan tersebut melibatkan dua kendaraan besar bus Sugeng Rahayu nopol W 7115 UZ kontra truk box Mercedes Benz Gudang Garam nopol AG 9294 AE. Menurut keterangan yang ada, bus yang dikemudikan Sa’ad Mubasir (45) warga Desa Sebet, Kecamatan Plemahan, Kediri melaju dari arah barat ke timur. Sedangkan dari arah berlawanan melintas truk box yang disopiri Moh Ali (55) asal Desa Pandean, Kecamatan Ngadiluwih, Kediri.

Diduga, bus Sugeng Rahayu ketika masuk perlintasan jalan menikung terlalu mengambil haluan ke kanan padahal dari arah berlawanan ada kendaraan lain. Kontan saja sang sopir bus berusaha banting setir ke kiri karena cuaca gerimis membuat badan jalan licin mengakibatkan badan bus tergelincir ke sisi kanan jalan. Karena jarak terlalu dekat membuat truk box Mercedes Benz Gudang Garam langsung menabrak badan bus bagian belakang samping kanan. Akibat dari kejadian ini badan bus Sugeng Rahayu bagian belakang rusak sedangkan truk box terperosok ke kiri jalan. Untungnya dari peristiwa kecelakaan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.

“Kejadian laka siang tadi itu akibat bus Sugeng Rahayu terlalu ambil haluan kekanan padahal situasinya tidak memungkinkan. Selain lokasi jalanya menikung juga licin akibat hujan gerimis. Dari kejadian ini menjadikan pelajaran para sopir jangan memaksakan kendaraanya apabila masuk ke jalan yang menikung seperti itu,” ujar Kasatlantas Polres Ngawi AKP Rukimin, Minggu (05/11).

Ia menyebut kerugian material dari peristiwa tabrakan dua kendaraan jumbo tersebut ditaksir mencapai Rp 40 juta. Untuk sementara pasca kejadian puluhan petugas Satlantas Polres Ngawi tiba dilokasi guna mengurai kemacetan dengan memberlakukan sistim buka tutup. Pungkas AKP Rukimin, untuk mengetahui pasti penyebab kecelakaan kedua sopir langsung diperiksa secara intensif baik Sa’ad Mubasir maupun Moh Ali. Kemudian sampai berita ini diturunkan kedua kendaraan masih menunggu proses evakuasi.

Akibat kecelakaan ini menyebabkan antrian kendaraan mencapai lebih dari puluhan meter baik dari arah Jawa Tengah dan Jawa Timur sehingga beberapa kendaraan harus mengambil jalur alternative dengan melalui jalan kelas C untuk sampai ketempat tujuan. (ARD)

Ngawi- Langkah positive dan menekan perdaran obat-obat terlarang di wilayah Ngawi Sesuai komitmen awal keberadaan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Ngawi terus berupaya melakukan pemberantasan penyalahgunaan narkoba, pil psikotropika maupun zat-zat adiktif diwilayah kerjanya. Kali ini bersama Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Ngawi mengadakan Jambore Pemuda Peduli selama dua hari mulai 7-8 November 2017 di Yon Armed 12 Angicipi Yudha Ngawi.

Ony Anwar Wakil Bupati Ngawi sekaligus Ketua BNK daerah setempat mengatakan, Jambore Pemuda Peduli yang digelar kali ini merupakan respon langsung atas pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwasanya Indonesia sekarang ini pada tataran darurat narkoba. Menyusul sekitar 50 anak meninggal pertahun akibat penyalahgunaan narkoba.

Dengan demikian Jambore Pemuda Peduli di Ngawi tersebut merupakan langkah real atau nyata dari tim P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba) yang dibentuk disetiap kabupaten/kota. Dan jambore pemuda 2017 ini merupakan kegiatan di tahun ke-5 yang dilaksanakan di Kabupaten Ngawi dengan peserta tidak kurang dari 800 orang dari kalangan pelajar setingkat SLTP sampai SLTA.

“Jadi kegiatan jambore sekarang ini merupakan respon kita terhadap isi pidato presiden tentang darurat narkoba. Seperti diketahui untuk di Ngawi setiap tahunya melalui BNK mengangkat duta anti narkoba sekitar 800-1000 pelajar,” terang Ony Anwar usai membuka Jambore Pemuda Peduli di Yon Armed 12 Angicipi Yudha, Selasa (07/11).

Jelasnya, para duta anti narkoba sesuai fungsi dan peranya menjadi agen dilingkup sekolahnya masing-masing yang bisa menginformasikan sekaligus mensosialisasikan tentang bahaya narkoba yang didalamnya ada pil psikotropika maupun bahan dan zat adiktif termasuk rokok. Ia pun mengharap kegiatan jambore bisa dilaksanakan secara berkesinambungan terarah yang bermuara pada kesiapan pemuda menjadi generasi penerus memiliki kesehatan mental spiritual khususnya bebas dari narkoba.

Disisi lain tandas Ony, selama beberapa tahun terakhir di Ngawi kasus penyalahgunaan narkoba memang sempat menyeret kalangan pelajar baik sebagai pelaku konsumen maupun pengedar. Guna memproteksi kalangan pelajar dari bahaya narkoba pihaknya atas nama BNK membuka kanal informasi dengan para pendidik lingkup sekolah SLTA sederajat khususnya para guru BK.

“Memang selama ini ada kebuntuan terkait informasi dari mereka yang terindikasi memakai narkoba. Tentu kita berharap untuk kedepanya para guru BK ini membuka kran informasi seluas-luasnya apabila menemukan anak didiknya terlibat narkoba silahkan hubungi BNK maupun Satreskoba Polres Ngawi untuk dilakukan langkah pencegahan termasuk rehabilitasi maupun advokasi sebelum ada proses hukum selanjutnya,” ulas Ony Anwar.

Pungkasnya, mengajak seluruh stakeholder yang ada untuk mendukung program P4GN guna menangkal penyalahgunaan narkoba sejak dini di sekolah. Pun, menampung seluruh gagasan dan ide dari para kepala sekolah terkait usaha pemberantasan dan pencegahan narkoba. Langkah ini dalam rangka mendorong penerapan Inpres No 12 Tahun 2011 tentang kewajiban seluruh lapisan masyarakat dalam hal pencegahan dan pemberantasan narkoba, salah satunya bagi kalangan pendidik. 

Pasalnya menjadi kerawana saat sekarang adalah para pemakai mereka yang masih mengenyam pendidikan dan jauh dari pengawasan orang tua. (ARD)

Ngawi- Ajang unjuk berlenggak lenggok di atas karpet merah akhirnya membawa nama baik Kecamatan Kedunggalar dan kecamatan Ngawi dalam perebutan Dimas Diajeng Ngawi. Pemilihan duta wisata usai sudah digelar ajang Grand Final Dimas Diajeng Ngawi 2017 melalui panggung berkonsep outdoor di alun-alun Ngawi pada Sabtu, (04/11). Setelah melalui persaingan ketat dari 20 besar hingga mengerucut menjadi 5 besar. Akhirnya menobatkan Mufti Mukaromi dengan nomor urut 19 asal Kecamatan Kedunggalar sebagai Dimas dan Meydina Indriyati dengan nomor urut 3 dari Kecamatan Ngawi Kota dinobatkan sebagai Diajeng.

Dengan demikian pasangan Mufti Mukaromi dan Meydina Indriyati keduanya dinobatkan sebagai pasangan Dimas Diajeng Ngawi 2017 yang ditandai dengan penyerahan tropy sekaligus piala oleh Yulianto Kusprasetyo Kepala Disparpora Ngawi. Yulianto berpesan, agar pemilihan duta wisata Dimas Diajeng Ngawi tahun ini bisa mengubah image dan peran duta wisata dari sekedar ikon menjadi pelaku utama dalam menjalankan kampanye pariwisata untuk Ngawi.

“Saya ingin duta wisata Dimas Diajeng tidak hanya menjadi pembawa nampan dan bertugas menemani pejabat pada acara besar, namun juga bisa menjadi marketer dari berbagai destinasi wisata yang ada di Kabupaten Ngawi. Apalagi di Ngawi seperti diketahui bersama pada tahun 2017 sudah diawali sebagai tahun kunjungan wisata,” terang Yulianto Kusprasetyo Kepala Disparpora Ngawi, Sabtu (04/11).

Bebernya, ajang bergengsi pemilihan duta wisata Dimas Diajeng adalah moment tahunan yang diselenggarakan Pemkab Ngawi melalui besutan Disparpora untuk mencari putra-putri terbaik di daerah bumi orek-orek Ngawi ini. Ditempat yang sama Hermiati Retnowulan Asisten I mewakili Bupati Ngawi Budi Sulistyono mengharapkan, untuk membranding dunia wisata suatu daerah perlu peran langsung dari para pemuda seperti halnya beban yang diemban Dimas Diajeng Ngawi 2017.

Pemilihan duta wisata Dimas Diajeng adalah satu catatan bagi pemuda daerah untuk konsisten dan aktif mempromosikan wisata dan khasanah budaya yang dimilik Kabupaten Ngawi secara total. Mereka harus mempunyai komitmen dan tanggungjawab sesuai gelar yang disandang untuk berinovasi mengeksplor dunia wisata Ngawi secara utuh dan komperhenship,” ujar Hermin Retnowulan.

Pada puncak malam final Dimas Diajeng Ngawi 2017, dibawah event organizer Affeto menghadirkan empat dewan juri bertaraf nasional. Seperti Hadi Wahyu WR dari Universitas Indonesia (UI), Briansyah Dewandri S asal Surabaya yang dikenal sebagai Cak dan Ning Surabaya Wakil I 2012, Lita Ayudiah CM asal Kota Sorong Papua yang akrab dikenal sebagai Putri Indones Papua Barat 2014 dan Yenni Susanti asal Kota Ngawi yang lekat dengan kapasitasnya sebagai dewan juri Dimas Diajeng Ngawi sejak 2012 silam.

Berikut selain Mufti dan Meydina ada kategori lain yang diperebutkan yakni Runner Up 1 Dimas Diajeng jatuh pada pasangan Krisna Setya W dengan nomor urut 14 dan Adinda Rochnya A nomor urut 9. Sedangkan Runner Up 2 Dimas Diajeng dikantongi pasangan Ibnu Hampalp S nomor urut 16 dan Hikma Marsya W nomor urut 2.

Setelah penobatan ini para finalis tidak berhenti begitu saja namun harus mengikuti serangkaian kegiatan guna mempromosikan beragam wisata di Ngawi agar di ketahui oleh public dan bagi dimas diajeng juga mempersiapkan diri untuk pemilihan cak dan ning Jawa Timur yang bakal di gelar akhir tahun ini.(ARD)

 Ngawi-Sedikitnya 25 grub drumband saling beradu kebolehan merebutkan tropy sekaligus Piala Bupati Cup 2017 di alun-alun Ngawi. Lomba drumband yang diikuti grup dari pelajar setingkat SD hingga SMA ini digelar bersama Disparpora Kabupaten Ngawi dibuka Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar sekitar pukul 08.30 wib pada Selasa, (31/10).

“Lomba drumband yang digelar kelima kali ini masih dalam momentum Sumpah Pemuda yang ke-89  sesuai dengan mottonya ini menjadi prinsip harmonisasi dalam berbangsa yang baik. Karena struktur drumband berangkat dari berbagai jenis alat musik namun karena dimainkan secara bersama akan menjadi baik. Filosofi dari drumband inilah modal kita bersama menjaga kedaulatan bangsa ini,” demikian kata Ony Anwar Wakil Bupati Ngawi.

Ony mengungkapkan, berbagai perlombaan yang diikuti para pelajar seperti halnya lomba drumband yang digelar oleh Disparpora merupakan salah satu cara untuk menghindarkan hal-hal negatif dari kehidupan para generasi muda seperti penyalahgunaan narkoba maupun tindakan kriminal lainnya.

Sambungnya lagi, pemerintah daerah terus berupaya mengeksplor kreatifitas seni yang dimiliki para remaja. Dengan demikian melalui perlombaan Bupati Cup 2017 ini akan memunculkan wajah-wajah baru para seniman muda yang bisa bersaing dalam ajang apapun nantinya baik ditingkat lokal maupun nasional.

Hal senada juga diungkapkan Yulianto Kusprasetyo Kepala Disparpora Kabupaten Ngawi dalam sambutanya sambutannya mengatakan tujuan diadakan kejuaraan drum band ini guna untuk mengembangkan minat dan bakat baik yang berupa kemampuan bereksperesi pada pelajar.

“Lomba drumband merupakan salah satu lomba yang sangat digemari oleh masyarakat terutama dikalangan pelajar terutama di tingkat sekolah dasar dan menengah oleh karena itu perlu adanya pengembangan dan penyaluran yang benar dan tepat seperti kegiatan kejuaraan drumband kali ini,” ulasnya.

Tegas Mas Ony demikian panggilan akrab dari Wabub Ngawi pihaknya mengharpkan kepada para pemenang terus berupaya semaksimal mungkin untuk bisa menumbus di tingkat nasional tidak hanya berhenti di daerah saja. (ARD)

Ngawi- Apes memang dengan nasib orang satu ini, terlibat kecelakaan tunggal mengantarnya masuk bui. Sebut saja pelaku dengan inisial EP (36) warga Dusun Ngireng-Ireng, Desa Sidomulyo, Kecamatan Blambanganlipuro, Bantul. Menyusul EP menjadi pesakitan pengapnya sel penjara pasca kejadian kecelakaan lalu-lintas secara tunggal di Jalan Raya Ngawi-Mantingan kilometer 21-22 masuk Desa Tambakselo, Kecamatan Widodaren, Ngawi pada Senin 30 Oktober 2017 sekitar pukul 20.30 WIB.

Dalam kecelakaan tunggal tersebut berawal, Bus Hino Karyajasa nopol AB 7265 AS yang dikemudikan EP tengah melaju dari timur ke barat. Sewaktu masuk ke tikungan mendadak bus terperosok masuk ke sawah akibat dari sang sopir dalam hal ini EP mengantuk. Meski kejadian kecelakaan saat itu tidak menimbulkan korban jiwa namun kerugian materi mencapai Rp 7 juta.

“Benar usai kejadian, EP ini diperiksa ternyata statusnya DPO Polres Tanah Bumbu maka yang bersangkutan langsung ditangkap dan diproses hukum sesuai statusnya,” ungkap Kasatlantas Polres Ngawi AKP Rukimin, Rabu (01/11).

Bebernya, EP merupakan seorang berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) dari Polres Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan setelah terlibat kasus dugaan ilegal loging yang terjadi pada Kamis 25 September 2016 sekitar pukul 15.45 WITA. Dan status DPO pada diri EP dikeluarkan setelah yang bersangkutan melarikan diri dari masalah yang menjeratnya saat itu.

Setelah sebelumnya EP disergap petugas Polres Tanah Bumbu saat melintas di Jalan Transmigrasi kilometer 25 masuk Desa Sarimulya, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalsel. Dimana sesuai dakwaanya terhadap EP sebagai terduga pelaku ilegal loging dengan barang bukti sekitar 118 kayu ulin berbagai ukuran. 

“Pihaknya sudah berkoordinasi dengan polres Tanah Bambu dalam waktu dekat ini bakal melakukan penjemputan kepada pelaku untuk di adili di Kalsel” tegas Perwira polres Ngawi .(ARD)

Page 3 of 16