bahanafm

bahanafm

Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Ngawi-Tidak ingin hanya mendapat laporan saja,  Komisi IV DPRD Ngawi mengadakan inspeksi mendadak (sidak) atas proyek dua buah jembatan pada Selasa (9/10). Sidak pertama dilakukan atas pembangunan bagian bawah Jembatan Gempol-Sidorejo di Kecamatan Karangjati.

 

Proyek bangunan bawah jembatan Gempol-Sidorejo ini, didanai APBD 2018 senilai Rp 1,889 miliar. Slamet mengungkapkan, secara umum, kecuali atas kemiringan talud, pihaknya mengaku puas dengan capaian yang dilakukan pelaksana. “Sebenarnya masa akhir proyek masih 15 Oktober 2018, namun capaian target pekerjaan sudah mencapai 91 persen. Ini menunjukkan kinerja yang baik dan pekerjaannya lancar,” ucapnya.

 

Faktor kemarau yang panjang turut menjadi pendukung positif sebab memperlancar pekerjaan. Dewan juga menganggap sebelum batas waktu berakhir, proyek jembatan Gempol-Sidorejo optimis bisa selesai dan memiliki banyak kesempatan untuk pembenahan bilamana ada yang kurang sesuai.

 

Kunjungan mendadak DPRD Ngawi juga menyasar proyek pembangunan jembatan penghubung Desa Karangsono-Mojomanis senilai Rp 9,2 miliar. Proyek ini pun menunjukkan progress yang memuaskan kendati masa akhir pengerjaan masih pada 12 Desember 2018. “Sekarang saja sudah berjalan sampai 96 persen, pada 15 Oktober sudah menjalani pengecoran terakhir dan sudah selesai,” ungkap Slamet.

 

Pembangunan proyek yang cepat, menurut Slamet juga menguntungkan pelaksananya sendiri karena ada masa pembenahan yang leluasa selain itu secara kekuatan juga lebih terukur. “Sekarang sudah selesai paling lambat awal Nopember, ketika ada hujan, karena strukturnya rangka beton, akan menjadi semakin kuat,” jelas Slamet Riyanto.

 

Sementara itu Kasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR). Wignyo, menyatakan, pihaknya optimis pekerjaan dua jembatan itu akan selesai sebelum waktu yang ditentukan. Agar kiranya segera dimanfaatkan oleh warga yang menejadi penghubung antar Desa  

"Kami sudah yakin untuk kedua jembatan ini, optimis melampaui target waktu pengerjaan,” ujarnya. 

Pengerjakaan jembatan atau penghubung antar desa di Kabupaten Ngawi tidak hanya di Karangjati saja namun ada 3 tempat yang akhir tahun ini dikebut untuk selesai Pengerjakaan (ard)

Ngawi-Puluhan pengungsi korban bencana Palu, Sulawesi Tengah, memilih pulang ke Pulau Jawa daripada menetap dengan perasaan trauma. Berbagai cara untuk menempuh perjalanan  panjang dan penuh kisah sedih,bahkan harus meninggalkan harta benda mereka yang masih tersisa.  Mereka menumpang Hercules milik Skadron 32 Lanud Abdulrachman Saleh,PELNI dan juga nekat untuk pulang dengan cara mandiri. Banyak dari mereka trauma dan tidak betah tinggal di posko pengungsian. Seperti apa yang di alami oleh Sunarto 53th dan keluarga yang rumahnya di jalan Dayo Dara no 87 Desa Tando, Kecamatan Mantikulore, Palu hancur di terjang Tsunami. Bersama Keduanya Moh Bayuaji Pamungkas  dan Moh. Kevin Purnama Putra nekat bertolak ke Ngawi. 

 

"Saya pilih pulang saja dan bersyukur tiba di Ngawi. Sebelumnya tinggal di posko pengungsian warga Ngawi. Ada jadwal penerbangan Lion Air menuju Jawa dengan mengumpulkan uang yang ada langsung ikut saja," ungkap Purwanto (53), salah satu pengungsi saat baru tiba kemarin,(9/10).

 

Setelah tiba di Surabaya, Purwanto langsung menuju sarana kesehatan untuk memulihkan kondisi kaki putra pertamanya yang mengalami cidera akibat korban Tsunami.  

 

"Rumah sudah  hampir rata dengan tanah dan tidak layak karena gempa, harta benda di jarah,. Bertahan di sana untuk apa, makanya kami pilih pulang ke Ngawi," ujar Purwanto kepada Bahanafm.

 

Ketika gempa terjadi, dirinya dan putra pertama keluar menuju tanah lapang. Dirinya beruntung, karena lokasi rumahnya dekat dengan pantai. Sementara anak kedua hanya terdampak gempa saat itu ikut di rumah istrinya yang sudah cerai, jauh dari lokasi tsunami.

 

"Berusaha lari ke tanah lapang, Bersama putra pertama  saat berusaha menyelamatkan diri kaki putranya terperosok dan mengalami cidera," ujar Purwanto.

Sementara pihak dinsosnakertrans pemkab Ngawi langsung jemput bola dalam penganangan pengungsi asal Ngawi, yang diantaranya melakukan pendataan identitas, dimana lokasi sementara pengungsi tinggal yang nantinya di teruskan kepada pimpinan guna kebijakan dan regulasi progam yang di berikan dijelaskan oleh Maryanto Kasi Perlindungan dan Bencana Alam.  

“ Sebagai langkah awal kami melakukan pendataan dan identifikasi korban terdampak bencana Palu asal Ngawi, nantinya apabila ada progam bisa langsung di berikan sepertihalnya peningkatan kesejahteran“ tegas Maryanto. 

Dari data yang telah di kumpulkan pihak dinas, warga Ngawi terdampak bencana Palu sudah tiba 4 KK diantaranya terbanyak warga Desa Jagir, Kecamatan Sine  dan Desa Bangunrejo Lor,  Kecamatan Kedunggalar  dengan total 14 jiwa. Gelombang kedatangan para pengungsi terus pihaknya pantau dan dari infomasi di terima 2 jiwa baru di Desa Ketanggi Ngawi Kota ini  dan Ngompro 2 jiwa. 

“ Kami terus lakukan pendataan dan melakukan assessment kepada korban terdampak bencana Palu agar kiranya lebih terorganisir dalam penangannya” tegasnya. (Ard)

Ngawi-Setelah melalui proses pencarian lebih dari 12 jam tubuh Aris Budiarto berhasil ditemukan oleh Tim SAR dari dasar embung di Desa Manisharjo, Kecamatan Ngrambe, Ngawi sekitar pukul 09.00 WIB, Senin, (08/10). Saat diangkat kondisi korban dalam kondisi meninggal tubuhnya kaku dengan mulut dan hidung mengeluarkan darah.

Dari hasil pemeriksaan medis korban meninggal setelah beberapa saat tenggelam. Seperti diketahui sebelumnya, korban yang berusia 24 tahun asal Dusun Baan, Desa Manisharjo, Kecamatan Ngrambe, dinyatakan tenggelam pada pukul 16.00 WIB pada Minggu kemarin, (07/10).

“Usai ditemukan jenasah korban kita lakukan pemeriksaan melibatkan medis. Korban ini meninggalnya murni akibat tenggelam,” terang Kapolsek Ngrambe AKP Sukadi, Senin, (08/10).

Pihak keluarga mendasar pemeriksaan medis menerima penyebab meninggalnya korban dan tidak menuntut kepada siapapun juga. Jenasah Aris akhirnya diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan di TPU terdekat.

 

Kedatangan jenasah korban disambut dengan isak tangis dan menyayangkan kejadian musibah yang dialami oleh Aris.

"  Kami menerima kejadian sebagai musibah dan jenasah korban langsung kami semayamkan di TPU" jelas sodara korban. (Ard)

Ngawi - kecelakaan jalan raya memang tidak bisa diprediksi namun sebagai pengguna jalan yang baik seyogyanya menaati peraturan dan ketertiban agar selamat dalam mengendarai kendaraan. Ironis dalam catatan pihak kepolisian jumlah korban kecelakaan lalu lintas didominasi mereka yang masih usia dini atau belum mengantongi Surat Ijin Mengemudi (Sim). Mendasar hal tersebut Balai Pengelola Transportasi Darat Jawa Timur melakukan pembelajaran keselamatan jalan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Ngawi. Seperti diungkapkan oleh Hanura Klana Iriano selalu kepala BPTD kepada media menjelaskan kecelakaan dan segala hal yang berhubungan dengan jalan raya memang menjadi tanggung jawab bersama sesama pengguna jalan, guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan kita melakukan sosialisasi sejak dini.

" Kita sengaja menyasar pada mereka yang masih usia dini agar tertanam pada diri mereka masing-masing tentang regulasi keselamatan di jalan raya dan sayang keluarga " Tegas kepala BPTD Jawa Timur.

 

Tidak hanya pembelakalan keselamatan berlalu lintas para pelajar diminta menandatangani MOU di banner ukuran 2 x 3 sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama pengguna jalan dan yang paling utama penanaman ketertiban berlalu lintas. (Ard)

Ngawi-Nekat memang dengan apa yang di lakukan salah satu warga kedunggalar Ngawi, tidak tahan dengan sakit yang diderita akhiri hidup dengan selendang. Kejadian tragis dan menggegerkan warga Dusun Durenan, Desa/Kec. Kedunggalar ini diketahui kali pertama oleh suami korban sendiri Suyanto 51th(7/10).

Kejadian yang berawal pagi tadi sekira pukul 05.30 suami korban hendak membangunkan Sukamsi 47 th, dalam benak sang suami sedikit janggal tidak biasa istrinya mengurung diri dikamar dan bangun kesiangan. Ternyata benar dugaan suami korban setelah membuka kamar, ia mendapati istrinya sudah meninggal dalam keadaan menggantung di salah satu blandar kayu kamar. Kontan saja kejadian tersebut membuat geger, dan menjadi pusat perhatian warga setempat. Atas kejadian tersebut  Kasun Durenan melaporkan Ke Polsek Kedunggalar untuk proses lebih lanjut. Pihak petugas Polsek Kedunggalar setelah mendapatkan informasi langsung meluncur ke lokasi dan melakukan pemeriksaan jasad korban. 

" Benar setelah mendapatkan informasi warga, anggotanya langsung meluncur ke lokasi kejadian guna penyidikan dan mengumpulkan keterangan saksi" jelas Kapolsek kedunggalar AKP Sukisman 

Dari hasil keterangan medis Tri Hadi Kristanto Puskesmas Kedunggalar korban murni gantung diri selain tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.. Diantaranya keluar kotoran pada organ pencernaan dan leher korban  terdapat jeratan selendang yang di pake korban bunuh diri dan tulang leher patah. 

Sementara dari keterangan keluarga korban dijelaskan oleh Suyanto Kasun Durenan Korban diduga mengalami depresi karena menderita sakit pengapuran tulang yang sudah bertahun-tahun dan sudah sering keluar masuk rumah sakit dan akhirnya gantung diri. 

“ Pihak keluarga menerima kematian korban sebagai musibah dan jenasah di serahkan kepada pihak keluarga untuk di semanyamkan “ Tambah Kapolsek Kedunggalar Ngawi. (Ard)

Ngawi – Penindakan tegas Penyakit masyarakat akhir-akhir ini mulai di gencarkan oleh petugas rantib, namun ada saja saat operasi, petugas seringkali tidak membuahkan hasil tangkapan karena sering bocor. Namun tidak untuk kali ini seperti yang dilakukan oleh Petugas gabungan dari Polsek Jogorogo, Koramil Jogorogo dan Trantib Kecamatan Jogorogo menggelar razia penyakit masyarakat di lokasi pasar Jogorogo ,Jumat (5/10/2018) mulai jam 23.00 wib pulang tidak dengan tangan hampa.

Sesuai dengan informasj masyarakat transaksi PSK seringkali terjadi malam hari diantara bedak-bedak pasar yang kosong. Ternyata benar petugas gabungan yang dipimpin langsung Kapolsek Jogorogo AKP Budi Cahyono,S.Sos berhasil amankan 3 orang yang diduga menjajakan diri di dalam lokasi pasar Jogorogo  tersebut.

Ke-3 PSK yang diamankan tersebut berinisial SUL, 60 th,alamat dusun Bulak desa Gayam Kec Kendal, SUK,70 th,alamat dusun wonorejo  desa Kendal kec Kendal,MAM,50 th,dusun karangmojo desa Karangmojo Kec Japoh Kab Sragen.

 

Setelah dilakukan pendataan mereka mengakui bahwa berada di Pasar Jogorogo sedang menunggui pria hidung belang selanjutnya dilakukan pemeriksaan dan akan ditindak sesuai hukum dan peraturan perundangan yang berlaku.

 

"Kami tindak tegas  penyakit masyarakat diwilayah Jogorogo, seperti keberadaan para PSK di dalam pasar Jogorogo, selain mengganggu  pengunjung pasar juga keberadaan mereka meresahkan masyarakat "tegas Kapolsek Jogorogo AKP Budi Cahyono, S.Sos 

 

Tambahnya pihaknya akan terus melakukan oparasi guna penyakit masyarakat tidak berkembang di wilayah hukumnya. (Ard)

Ngawi -  Seorang pemuda keterbelangan mental dilaporkan hilang saat berenang di embung Ds. Manisharjo, Kec.  Ngrambe. Korban sendirian saat berenang sejak pukul 16.00 WIB(7/10). 

Diungkapkan oleh Saksi mata Rohmad Warga Dsn. Ba’an Ds. Manisharjo mengatakan saat itu ia bersama rekannya Yudi tengah melintas di jembatan embung mendapati korban dengan indentitas Aris Budiarto 24th  tengah asik berenang. Pihaknya sudah memperingati korban  untuk  tidak terlalu ke tengah karena di kawasan embung tersebut mempunyai kedalaman sekitar 8 meter, namun tidak diindahkan. Beberapa saat kemudian tubuh korban timbul tenggelam melihat kejadian tersebut ia langsung berteriak minta tolong kepada warga setempat. 

 

“ Kami sudah berusaha memperingatkan, namun korban terus asik berenang   tiba-tiba korban timbul tenggelam dan hilang” Jelasng Rohmad. 

 

Dijelaskan oleh Kapolsek Ngrambe AKP Sukadi Pemuda warga Ds. Manisharjo hingga malam ini belum ditemukan. Dalam pencaian tersebut, tim SAR gabungan bersinergi dengan tim SAR dari MTA plus warga masyarakat dengan total tim mencapai belasan orang.  

 

“ Selama pencarian, aparat gabugan harus berjibaku karena luasnya embung, karena gelap pencarian dilanjutkan senin esok, tetapi seandainya korban sudah kami ditemukan posisinya maka akan lakukan evakuasi meskipun malam hari” Tegas Kapolsek Ngrambe. 

 

Sementara dari keterangan pihak keluarga,  korban menderita gangguan jiwa sejak 1 tahun yang lalul dan sudah dilakukan pengobatan beberapa kali di RSJ Mangunjayan Solo. (Ard)

 Ngawi- TNI pada awalnya merupakan organisasi yang bernama Badan Keamanan Rakyat (BKR). Kemudian pada tanggal 5 Oktober 1945 menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), dan selanjutnya diubah kembali menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI).

Pada masa mempertahankan kemerdekaan ini, banyak rakyat Indonesia membentuk laskar-laskar perjuangan sendiri atau badan perjuangan rakyat. Usaha pemerintah Indonesia untuk menyempurnakan tentara kebangsaan terus berjalan, sambil bertempur dan berjuang untuk menegakkan kedaulatan dan kemerdekaan bangsa. Untuk mempersatukan dua kekuatan bersenjata yaitu TRI sebagai tentara regular dan badan-badan perjuangan rakyat, maka pada tanggal 3 Juni 1947 Presiden Soekarno mengesahkan berdirinya Tentara Nasional Indonesia (TNI) secara resmi.  Demikian cuplikan sejarah dari berdirinya Tentara Nasional Indonesia yang hingga kini melakukan pembaharuan dalam persenjataan guna menjaga keutuhan NKRI. 

Hari ini tidak hanya di lapangan merdeka Kabupaten Ngawi saja, namun seantero bangsa Indonesia melaksanakan upacara peringatan HUT TNI.  Beragam kegiatan digelar dalam rangka perayaan HUT TNI ke-73, mulai dari pemecahan rekor MURI, atraksi alutsista, sampai pelayanan kesehatan.

Berbeda  halnya di Kabupaten Ngawi, usai melaksanakan kegiatan peringatan HUT TNI upacara bendera di lapangan merdeka. Forpinda, anggota polres dan sejumlah prajurit TNI AD  berbaur di panggung prajurit. 

Diungkapkan oleh Dandim 0805 Ngawi Letnan Kolonel Arhanud Hany Mahmudhi, panggung prajurit ini merupakan kegiatan memberikan hadiah kepada prajuritnya agar tetap semangat, memegang janji teguh keamanan Nasional sekaligus dalam rangka menyambut HUT ke-73(5/10). 

Tidak hanya itu saja panggung prajurit ini mempunyai makna positif namun juga memiliki makan penting sebagai media sangat bermanfaat untuk bersilahturahmi antara TNI AD, anggota Polres dan Forpinda. 

“ Tidak mempunyai maksud berseneng-senang semata kami ingin mewujudkan kerukunan antara TNI AD, Polres dan juga para pegawai di lingkup Kabupaten Ngawi” tegas Dandim 0805 Ngawi. 

Sebelumnya memberi kesan berbeda dalam peringatan HUT TNI ke -73 di hari yang sangat momentum. Kapolres Ngawi AKBP MB Pranatal Hutajulu memberikan ucapan selamat sehari sebelumnya dengan memberikan kue tart lengkap di bubuhi lilin berangka 73 yang di kirim langsung oleh orang nomer 1 di jajaran kepolsian resort Ngawi.  Dandim 0805 yang tidak mengetahui rencana kapolres Ngawi cukup terkejut dan dengan bangga mengucapkan terima kasih kepada rekan sejawatnya tersebut.

 "Ini (Surprise) merupakan bentuk ucapan HUT TNI yang ke-73 dari Polres Ngawi. Karena sinergitas antara TNI-Polri sudah terjalin dengan sangat baik, makanya kita coba buatkan sesuatu dengan yang luar biasa dengan mengucapkannya lebih awal “ Ungkap Kapolres Ngawi. (Ard)

Ngawi- Kembali korps baju coklat menorehkan prestasi dalam mengungkap pelaku tindak criminal. Belum lama ini hasil koordinasi dengan polres Blitar, satreskrim polres Ngawi berhasil  mengamankan 2 pelaku jambret beserta barang buktinya.  Kejadian ini berawal Pada hari Rabu tgl 4 Oktober 2018 sekira pkl 08.00 wib, unit reskrim  mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa seseorang yg diduga melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan berada di daerah Blitar pada 18 juli lalu,  kemudian anggota Subnit 1 berangkat ke Blitar untuk mencari informasi keberadaan pelaku. Dari hasil keterangan DS 21 th, swasta, warga asal Perumnas ciracas blok B,  nomor 86 Serang Banten sebagai pelaku pertama yang diamanakan pihak petugas Blitas. Bahwa ia mengaku  tidak berperan sendiri, melainkan di bantu rekannya  dan teridentifikasi satu pelaku ini adalah warga Ngawi. 

 

Tidak lebih dari kurun waktu 24 jam sekira pkl 22.30 Wib anggota subnit 1 mendapatkan alamat AS kemudian mengamankan  pelaku tanpa berkutik beserta alat bukti dikediamannya.  AS diketehui masih berumur 18 th,  salah satu warga asal  Jl. Dr wahidin Gg sikatan Kec. Ngawi Kab. Ngawi. Diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Muh. Indra Najib S.I.K., M.Si. keterlibatan salah satu pelaku asal Ngawi ini bertugas membagi hasil kejahatan yang di lakukan keduanya. 

 

“ Selain ikut menjambret pelaku menerima dan membagi hasil curian “ Tegas Kasat Reskrim Polres Ngawi.  

 

Akunya kepada petugas uang hasil curian ini di pergunakan untuk senang-senang dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kepada pelaku akan dikenakan pasal 365 KHUP tentang pencurian dengan pemberatan. Barang bukti berupa 1 buah Hp samsung ace 4,1 buah Hp samsung j7 prime yg dibeli dari hasil uang pencurian,  1 unit sepeda motor Beat biru  nopol AE 3857 LZ yg digunakan sarana kejahatan. (Ard)

Ngawi - Satuan reserse kriminal (Satreskrim) Polres  Ngawi berhasil menggagaljan jaringan jual beli pupuk bersubsidi antarkabupaten. Kejadian yang terjadi kemarin ini bermula dari petugas unit reskrim polsek Karangjati mendapati laporan dari warga yang tidak ingin di sebutkan identitasnya bahwasanya ada penjualan pupuk bersubsidi  yang dilakukan oleh warga Karangjati . Setelah petugas melakukan penyanggongan  di Jln. Umum turut Dsn. Pakolan Ds. Rejuno Kec karangjati Kab. Ngawi

ternyata benar adanya, operasi petugas tidak pulang dengan tangan hampa.  Petugas memberhentikan truk truck warna hitam nopol S 9472 UB,yang di duga bakal melakukan pengiriman pupuk. Mengetahui ada razia yang dilakukan petugas, truk yang dikemudikan oleh fatkur rohman, 44 th, swasta, almt Dsn. Sumbergaleh ds. Mbareng kec. Sekar kab. Bojonegoro tidak dapat berkutik (04/10). Dari hasil pemeriksaan petugas berhasil mengamankan barang bukti 1 unit truk pupuk phonska sebanyak 42 sak.@50K  pupuk Urea Sebanyak 80 sak.@50Kg. 

“ Kami sudah mencium lama peredaran pupuk bersubsidi yang di jual keluar kota dan ternyata benar kami temukan di wilayah Karangjati “ Jelas Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Moh. Indra Nadjib

 Dari hasil lidik pupuk bersubsidi ini bakal di kirim di  wilayah Desa Mbareng Kecamatan  Sekar Kabupaten  Bojonegoro di perjualbelikan diatas harga standart. Pupuk yang dijualnya akan dijual ke petani di  Kabupaten Bojonegoro,   dengan setiap karung, dia jual Rp90-100 ribu yang semestinya setiap 50 kilogram dijual Rp70 ribu. Diakui oleh Kasat Reskirm Polres Ngawi pemilik masih dalam lidik dan siap-spa dengan pelanggaran Psl 21 (2) PERMEMDAG RI No.  15/M-DAG/PER/4/2013 tentang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian Jo pasal 2(1)dan(2) PERPES nomor 15/2011 tentang penetapan pupuk bersubsidi sebagai barang dalam pengawasan Jo pasal 110 Jo pasal 35(2), pasal 36 UURI no. 7 tahun 2014 tentang perdagangan

“ Saat ini kami masih lidik pemilik pupuk tersebut dan berjanji bakal mengusut tuntas kasus penggelapan ini “ Tegas Kasat Reskrim Polres Ngawi. (Ard)

Page 4 of 25