bahanafm

bahanafm

Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Jakarta - Pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1439 Hijriah jatuh pada Kamis, 17 Mei 2018. Keputusan itu diambil berdasarkan sidang isbat di kantor Kementerian Agama (Kemenag) malam ini.

Sidang dimulai sekitar pukul 18.15 WIB seusai salat magrib. Sidang dihadiri Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher, imam besar Istiqlal Nasaruddin Umar, perwakilan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), PBNU, PP Muhammadiyah, ormas-ormas Islam, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), dan lain-lain. 

Sebelumnya, Menag telah menerima paparan posisi hilal dari pemantau di 32 provinsi. Metode yang digunakan pemerintah adalah rukyat.

"Dari pelaku rukyatul hilal yang tersebar di 95 titik seluruh Tanah Air, maka sampai dengan isbat tadi berlangsung kita menerima 32 pelaku rukyatul hilalkita menerima laporan kesaksian mereka. Dari 32 yang melaporkan, tidak satu pun yang berhasil melihat hilal. Maka dengan dua hal tadi, perhitungan hisab dan hasil rukyatul hilal yang tidak melihat hilal, sebagaimana ketentuan selama ini yang kita pegangi, sebagaimana fatwa MUI, maka bulan Syakban saat ini kita sempurnakan menjadi 30 hari. Malam hari ini adalah tanggal 30 Syakban, dengan demikian maka 1 Ramadan jatuh pada Kamis, 17 Mei 2018," ujar Menteri Agama Lukman Saifuddin di kantornya, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (15/5/2018).

Metode yang digunakan pemerintah untuk menentukan awal Ramadan adalah rukyat dengan melihat posisi hilal. Rukyat dapat dilakukan dengan mata telanjang atau teleskop dan dilihat setelah matahari terbenam atau waktu magrib.

Sementara itu, Muhammadiyah sudah lebih dulu menentukan awal Ramadan hingga Syawal tahun ini. Mereka akan mulai berpuasa pada 17 Mei 2018 dan merayakan Idul Fitri pada 15 Juni 2018. (Sumber: detik.com)

 

Thursday, 03 May 2018 00:00

Real Madrid Vs Liverpool, Final Ideal

Gelaran Liga Champions musim 2017-2018 telah sampai pada babak final yang mempertemukan Real Madrid dan Liverpool. Final yang akan digelar di Kiev, Ukraina, pada 26 Mei 2018, bisa dianggap final ideal. Dilihat dari statistik gol, seperti yang dilansir dari situs resmi UEFA, Liverpool sudah mencetak 40 gol pada gelaran Liga Champions musim ini. Trio penyerang andalan Liverpool, Sadio Mane, Roberto Firmino, dan Mohamed Salah, sudah memberikan kontribusi yang hebat untuk timnya, yaitu mencetak sejumlah 29 gol. Ditambah dengan ambisi dari Juergen Klopp yang ingin berusaha sekuat tenaga memenangi gelar Liga Champions ini, Liverpool dipastikan akan memberikan perlawanan hebat kepada Real Madrid

"Kami akan mencoba untuk meraihnya," kata Klopp kepada BBC Sport, seusai laga kedua semifinal kontra AS Roma, Rabu (3/5/2018). Liverpool akan memenangi gelar keenam Liga Champions yang terakhir kalinya diraih pada 2005. Sementara itu, Real Madrid yang sudah menjadi juara Liga Champions dua tahun berturut-turut akan berusaha untuk menciptakan rekor di Kiev. "Kami memiliki kesempatan sekarang untuk mempertahankan gelar juara di Kiev,” kata Zidane dilansir BolaSport.com dari laman resmi UEFA (2/5/2018).

Apalagi, penyerang Real Madrid, Karim Benzema, tengah dalam kepercayaan tinggi karena berhasil menjadi penentu lolosnya Real Madrid saat melawan Bayern Muenchen pada laga kedua babak semifinal Liga Champions. "Saya bahagia dengan dua gol ini. Kadang saya mengalami masa yang bagus dan tidak jarang mengalami masa sulit," kata Benzema dikutip dari situs resmi UEFA, Rabu (2/5/2018). "Saya sangat menikmati pertandingan ini dengan fans dan seluruh tim. Ini sangat fantastis, kami kembali ke partai final," tutur mantan pemain Lyon ini. Pertemuan antara Liverpool dan Real Madrid pada babak final Liga Champions menjadi kilas balik tahun 1980.

Saat itu, Liverpool berhasil meraih gelar Liga Champions setelah mengalahkan Madrid 1-0 melalui gol Alan Kennedy pada menit ke-81. Lantas, apakah Liverpool mampu membuat sejarah itu terulang kembali? Ataukah Real Madrid bisa memenangi gelar ketiganya berturut-turut? (Sumber:Kompas.com)

Ngawi- Patut di acungi jempol dalam pengungkapan penyakit masyarakat di wilayah Hukum polres Ngawi. Bulan April 2018 ini Polres Ngawi berhasil mengungkap peredaran minuman keras (miras) jenis arak jowo dan kemasan jumlahnya mencapai ribuan liter. Semua barang bukti berupa ribuan liter miras tersebut merupakan hasil operasi dari jajaran Polsek selama Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2018 yang digelar selama 12 hari terhitung mulai 13 – 25 April 2018.

“Ribuan liter miras dan sabu merupakan hasil operasi yang dilakukan petugas selama 6 hari total dari 12 hari. Hal ini merupakan prestasi dari jajaran polsek,” terang Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu melalui pres release, Rabu (18/04).

Jelasnya, terkait miras yang berhasil disita sebanyak 1.049 liter mulai arak jowo dan miras kemasan dari 86 kasus dengan melibatkan 90 orang tersangka. Untuk memberikan efek jera kepada semua tersangka pelaku miras baik pedagang maupun peminum dijerat dengan Pasal 4 Perda Kabupaten Ngawi Nomor 10 tahun 2012 tentang, pengawasan,  pengendalian, peredaran dan penjualan minuman beralkohol.

“Kita benar-benar awasi peredaran miras ini mengingat dari beberapa kecelakaan lalu-lintas berawal dari konsumsi miras. Apalagi korbanya mayoritas kalangan remaja,” beber Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu. 

Sedangkan untuk kasus narkoba tandasnya, petugas berhasil membekuk satu orang tersangka berinisial SR alias Sodot pria 43 tahun asal Desa Metesih, Kecamatan Jiwan, Madiun. Saat disergap pada Kamis 12 April 2018 lalu dikawasan Terminal Kertonegoro Ngawi petugas menyita 0,37 gram yang diduga sabu-sabu. Diketahui SR ini merupakan pemain lama yang diincar petugas.

“Dari keterangan SR alias Sodot jaringan dari peredaran narkoba jenis sabu-sabu melibatkan para napi di salah satu Lapas di Madiun. Sehingga menjadi atensi kita untuk melakukan pemberantasan,” jelas AKBP MB. Pranatal Hutajulu

Petugas tidak akan berhenti sampai di sini saja pihaknya bakal terus melakukan razia dan operasi hingga menjelang bulan suci Ramadhan mendatang agar wilayah hokum polres Ngawi bersih dari tindak penyakit masyarakat dan umat Islam dapat beribadah dengan baik dan nyaman.(Ard)

Ngawi - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ngawi menggelar rapat koordinasi (rakor) untuk melakukan evaluasi total terhadap penyelenggaraan pendaftaran dan verifikasi faktual terhadap parpol peserta Pemilu 2019 di Aula Hotel Sukowati Ngawi, Kamis (19/04). Samsyul Wathoni Ketua KPU Kabupaten Ngawi memaparkan, rakor dengan mengundang seluruh perwakilan parpol dan beberapa stakeholder untuk meminta masukan maupun kritik terhadap kinerja lembaga penyelenggara pemilu ditingkat kabupaten itu.

Dimana sesuai tahapanya KPU Kabupaten Ngawi telah melakukan proses pendaftaran, verifikasi dan penetapan parpol yang telah dilakukan terhitung mulai September 2017 sampai Februari 2018. Sepanjang proses inilah tetap terjadi kendala teknis maupun tata administrasi yang sampai di meja PTUN. Lepas dari semua persoalan, KPU Kabupaten Ngawi sejak awal berkomitmen meminimalisir semua kendala yang dihadapi parpol tanpa keluar dari PKPU.

“Intinya kami ingin mendapat kritik, saran dan masukan dari partai politik tentang pelayanan KPU Kabupaten Ngawi terhadap partai politik peserta Pemilu 2019. Jika ada yang kurang bagus tentunya akan kami perbaiki dan sebaliknya apabila sudah pas dan sesuai apa yang inginkan pelayanan akan kami tingkatkan,” terang Samsyul Wathoni Ketua KPU Kabupaten Ngawi, Kamis (19/04).

Ulas Toni sapaan akrabnya, diwilayah Ngawi dipastikan Pemilu 2019 mendatang bakal diikuti 16 parpol yang terdiri 12 parpol lama peserta Pemilu 2014 ditambah 4 parpol baru. Dalam perjalananya menuju penetapan parpol memang terjadi sengketa sampai diranah Bawaslu yakni PBB (Partai Bulan Bintang) dan terakhir PKPI (Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia) akhirnya menjadi peserta Pemilu 2019 dengan nomor urut 20 melalui proses penyelesaian di PTUN.

Dan pasca penetapan parpol diakui Toni secara praktis tidak ada kendala yang signifikan. Hanya saja pihaknya langsung melakukan sosialisasi ke parpol untuk tahapan pendaftaran dan penjaringan calon legislative (caleg) yang bakal diajukan masing-masing parpol terhitung mulai 1 Juli 2018 atau selang antara 3-4 hari pasca pemungutan suara Pilgub Jatim 2018. Ditekankan Toni, untuk jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilgub Jatim 2018 hasil Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) yang ditetapkan pada 18 April 2018 kemarin tercatat ada 699.567 pemilih.

“Dibanding pada Pilkada Kabupaten Ngawi 2015 memang ada penurunan sekitar 8 ribu pemilih. Faktornya karena NIK ganda, pemilih meninggal dan pindah status menjadi TNI/Polri makanya ada penyusutan meski jumlah penduduk di Ngawi ini meningkat,” ungkap Toni.

Sesuai dengan peratuaran KPU dan juga telah mendapatkan keputusan hokum kuat dapil di Kabupaten Ngawi berubah yakni dapil 1 yang sebelumnya terdiri dari 2 kecamatan yakni Ngawi, dan Pitu sekarang Ngawi, Pitu dan Kasreman untuk DPR Propinsi dari VII menjadi XII dengan daerah pemilihan yang masih sama yakni Kabupaten Ngawi, Magetan,Ponorogo, Trenggalek dan Pacitan.(Ard)

.

Pemerintah resmi memutuskan menambah cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1439 H/2018 M. Cuti bersama yang ditambahkan yaitu pada tanggal 11-12 Juni dan 20 Juni 2018. 

Keputusan ini ditetapkan lewat Surat Keterangan Bersama (SKB) Tiga Menteri yang ditandatangani Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, dan Menteri Pendayagunaan Pasratur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Asman Abnur hari ini di kantor Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).

" SKB tiga menteri berkaitan dengan libur nasional dan cuti bersama dalam rangka Idul Fitri yang Insya Allah akan jatuh pada tanggal 15 hingga 16 Juni yang akan datang," ujar Menko PMK, Puan Maharani di kantornya, Jakarta, Rabu 18 April 2018.

Dengan penambahan tersebut, total libur cuti bersama pada Lebaran tahun ini sebanyak tujuh hari. " Salah satu pertimbangan kenapa ditambah cuti bersama yaitu untuk mengurai arus lalu lintas sebelum Lebaran dan sesudah mudik Lebaran," ucap dia.

Selain itu, kata Puan, penambahan cuti bersama ini dilakuan agar masyarakat memiliki waktu lebih banyak bersama keluarga untuk merayakan Idul Fitri.

" Kami berharap apa yang dilakukan saat ini, tentu saja bermanfaat bagi masyarakat dalam rangka melakukan silaturahmi," kata Puan.

Penandatanganan itu turut disaksikan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

Berikut daftar lengkap cuti bersama dan libur nasional Lebaran 2018:

1. Senin-Kamis, 11-15 Juni 2018 (Cuti bersama)
2. Jumat – Sabtu, 15-16 Juni, Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah
3. Senin-Rabu, 18-20 Juni 2018 (Cuti bersama)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meresmikan Jalan Tol Ngawi-Kertosono, Seksi Ngawi-Wilangan sepanjang 51,9 kilometer (km) di Gerbang Tol Madiun, Kamis (29/3) siang. Jalan Tol Ngawi-Kertosono merupakan salah satu bagian penting Jalan Tol Trans Jawa karena membelah bagian utara dan selatan pulau Jawa.

Dalam sambutannya, Jokowi memaparkan bahwa pembangunan infrastruktur adalah tahapan besar pertama untuk mengejar ketertinggalan dari negara-negara tetangga.

Jokowi pun menargetkan pembangunan infrastruktur Jalan Tol dari Merak-Pasuruan sudah tersambung pada tahun 2018, begitu juga dengan Tol Merak-Banyuwangi selesai pada tahun 2019. Menurutnya, kehadiran tol yang merupakan investasi dari badan usaha akan mempercepat mobilitas barang dan jasa.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi mengatakan setelah pembangunan jalan tol selesai, dirinya mengajak para Menteri dan Gubernur untuk bersama-sama mengintegrasikan agar ada terjalin koneksi antara jalan tol dengan pelabuhan, airport, kawasan ekonomi khusus, dan kawasan industri.

"Semuanya tersambung sehingga mobilitas, biaya angkutan barang dan logistik kita betul betul tekan semurah mungkin. Dengan itulah produk produk kita bisa bersaing baik dari rakyat maupun industri bisa bersaing dengan negara lain," tambah Jokowi.

Dengan mengucap Alhamdulillah, Jokowi menyatakan bahwa jalan tol dari Ngawi sampai Wilangan telah selesai. 

dan Direktur Utama PT. Jasa Marga Desi Ariyani.

Jalan Tol Ngawi-Wilangan merupakan Seksi I, II dan III dari Tol Ngawi-Kertosono sepanjang total 87 km yang dikerjakan oleh Investor, PT. Ngawi Kertosono Jaya. Selebihnya, Seksi IV yakni Jalan Tol Wilangan - Kertosono (37 km) merupakan tanggung jawab pemerintah, dimana pemerintah memberikan dukungan viability gap fund (VGF) untuk meningkatkan kelayakan investasi.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan progress Jalan Tol Wilangan-Kertosono sudah mencapai 60,85% dan ditargetkan bisa beroperasi akhir 2018. Dirinya juga berharap jalan tol bisa fungsional untuk menghadapi arus mudik.

"April dan Mei nanti saya akan ke sini untuk ngecek progressnya. Optimis selesai. Lahan sudah tinggal 99 persen, ada pembangunan jembatan yang belum selesai karena masih ada Mesjid yang perlu dinegosiasikan," ujar Menteri Basuki ketika meninjau pembangunan Jalan Tol Wilangan - Kertosono yang menelan investasi sebesar Rp 3,1 Triliun.

Merespon permintaan Jokowi ketika peresmian Tol Ngawi-Kertosono, Basuki menegaskan, pihaknya akan fokus pembangunan Jalan Tol Trans Jawa selesai sesuai target.

"Fokus kami, Jalan Tol Trans Jawa, terutama dari Merak-Pasuruan dapat tersambung semua di tahun 2018," tegas Basuki.

Harmonisasi Tarif Tol

Dalam rangka mendukung efisiensi biaya angkutan logistik, Pemerintah melakukan harmonisasi tarif tol dengan prinsip menjaga kepercayaan investor dan menghormati kontrak. Harmonisasi tarif dilakukan melalui perpanjangan masa konsesi dan insentif perpajakan. Selain itu, dilakukan penyederhanaan golongan kendaraan dari semula lima golongan menjadi tiga golongan.

“Ada 39 ruas tol yang tarif per kmdiatas Rp 1.000. Kita evaluasi dan memang bisa diturunkan dengan kompensasi perpanjangan masa konsesinya. Tiga diantaranya yakni tol Solo-Ngawi, Ngawi-Kertosono, dan Kertosono-Mojokerto selain konsesi juga mendapat insentif pajak,” jelas Menteri Basuki.

Kementerian PUPR juga melakukan penyederhanaan golongan kendaraan di jalan tol. Golongan II dan III akan digabung menjadi golongan II dan golongan IV dan V digabung menjadi golongan III. Dampak rasionalisasi akan terjadi penurunan tarif per km pada golongan kendaraan II dan III hingga 35%.

 

Menteri Basuki mengatakan tarif tol Ngawi-Wilangan merupakan tarif yang sudah diterapkan harmonisasi. Semula tarif awal per km sebesar Rp 1.200 yang menjadi Rp 1.000 per km untuk kendaraan golongan I. Dengan panjang 48 km maka yang dibayar pengguna tol turun dari Rp 57.500 menjadi Rp 48.000. Penyederhanaan golongan kendaraan menjadi tiga, juga berakibat penurunan tarif yang harus dibayar truk.

"Ini misalnya, kalau truk golongan III tanpa harmonisasi tarif harus bayar Rp 115.000, nanti dia bayar sekitar Rp 72.000. Truk golongan V semula harus membayar Rp 172.500 menjadi Rp 96.000. Kira-kira seperti itu," kata Menteri Basuki.

Alasan pemerintah memberikan insentif pajak, dikatakan oleh Menteri Basuki karena perpanjangan konsesi dianggap belum mencukupi.

"Insentif pajak dipilih karena tidak mengganggu investor dan kepercayaan, tetap menjaga kepastian hukum dan menghormati kontrak. Selengkapnya akan di dijelaskan oleh Ibu Menkeu, Sri Mulyani," ujar Basuki.

Basuki pun berharap persoalan tarif tol yang baru bisa segera selesai paling lama dua minggu sehingga bisa diterapkan pada Jalan Tol Ngawi-Wilangan. Jalan tol ini memiliki 4 gerbang tol yakni GT Ngawi, GT Madiun, GT Caruban, dan GT Wilangan dan melayani transaksi nontunai (Cashless).

Turut mendamping Menteri Basuki meninjau Jalan Tol Wilangan-Kertosono, Dirjen Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Hery Trisaputra Zuna, Direktur Jalan Bebas Hambatan, Perkotaan, dan Fasilitasi Jalan Daerah, Ditjen Bina Marga Sugiyartanto, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) VIII Herry Marzuki, dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja. (Sumber: Liputan6.com)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) direncanakan meresmikan pengoperasian jalanTol Ngawi-Kertosono untuk Seksi Ngawi-Wilangan dengan panjang 48 kilometer (km) hari Kamis 29 Maret 2018.

Jalan tol Ngawi-Kertosono terbentang sepanjang 87,02 kilometer (km). Dari total 87,02 km tersebut, 48 km (Seksi Ngawi-Wilangan) dibangun PT Ngawi Kertosono Jaya (PT NKJ), selaku anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Sementara sisanya sepanjang 38 km (Seksi Wilangan-Kertosono), merupakan porsi Pemerintah yang masih dalam tahap pembangunan dan ditargetkan selesai pada kuartal IV tahun ini.

Dikutip dari data Jasa Marga, jalan tol ini akan menerapkan sistem pentarifan baru dimana sesuai arahan Jokowi beberapa hari lalu, tarif tol diharapkan bisa turun.

Tarif dasar Ruas Tol Ngawi-Kertosono (Ngawi-Wilangan) sepanjang 48 km, semula dipatok untuk golongan I sebesar Rp 1.200/km, akan dievaluasi menjadi Rp 1.000/km sehingga tarif untuk jarak terjauh menjadi Rp 48.000.

Tidak hanya itu, tol ini juga bakal menerapkan perubahan penggolongan kendaraan yang baru.

"Penggolongan kendaraan semula adalah lima golongan kendaraan menjadi tiga golongan kendaraan. Kendaraan golongan III, IV dan V digabung menjadi golongan III, untuk mendukung sistem logistik nasional," tulis data tersebut.

Selain itu PT NKJ juga mendapatkan penambahan masa konsesi. Awalnya Ruas Tol Ngawi-Kertosono memiliki masa konsesi awal 35 tahun, bertambah masa konsesinya menjadi 50 tahun.

Direncanakan, pasca peresmian, jalan tol ini akan digratiskan selama 2 minggu.

Sunday, 04 March 2018 00:00

Panen Tahun Ini Petani Meradang

 Ngawi- Biaya produksi tinggi, panen petani masih saja di rundung kesedihan. Harga gabah di sentra produksi seperti di Ngawi, Jawa Timur mulai terjadi penurunan secara drastis pada panen raya tahun ini. Dalam sepekan saja harga gabah anjlok rata-rata Rp 700 per kilogram dari harga sebelumnya. Padahal harga gabah kering panen (GKP) di daerah ini pada pekan lalu berkisar diatas Rp 4.900 per kilogram.

 

Seperti yang dikatakan Hariyanto seorang petani padi asal Desa Teguhan, Kecamatan Paron, Ngawi mengatakan, pada awal panen bulan ini, petani bisa menjual GKP seharga Rp 4.900 per kilogram. Akan tetapi sekarang ini gabah hanya dibandroll antara Rp 4.100 – Rp 4.200 per kilogram.

 

“Lima hari lalu harga masih bagus (gabah-red) tetapi beda jauh dengan sekarang ini hanya alasan hujan para tengkulak banting harga. Pihak yang kalah tetap kita-kita petani ini,” terang Hariyanto, Kamis (22/02).

 

Ia meminta pemerintah harus melakukan tindakan nyata intervensi harga ke petani agar stabil. Jika terjadi penurunan terus-menerus dikhawatirkan petani tidak mampu mengembalikan modal tanam dan sebagainya. Padahal semua modal tersebut didapat dari bank.Dilain sisi Hariyanto pun meminta pemerintah untuk mengkaji ulang Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp 4.200 per kilogram mengingat kwalitas gabah pada panen raya pertama tahun ini cukup baik. Paling tidak HPP harus menyesuaikan dengan kondisi gabah yang ada jangan sampai dijadikan patokan tanpa batas waktu.

 

Sementara itu Sunito Kepala Dinas Pangan dan Perikanan Kabupaten Ngawi membenarkan terjadinya penurunan gabah diwilayahnya pada musim panen kali ini. Untuk mengantisipasi anjloknya harga gabah ia berencana memberikan bantuan box dryer atau alat pengeringan gabah ke setiap Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).

Diharapkan bisa mendongkrak harga gabah milik petani Ngawi (ARD)

Ngawi- Mapolres Ngawi kembali menorehkan prestasinya Satuan reserse narkoba (Satnarkoba) Polres Ngawi menunjukan taringnya dalam pemberantasan pelaku penyalahgunaan narkoba maupun obat-obatan psikotropika selama dua bulan terhitung Januari-Februari 2018. Terbukti ada 8 orang berhasil disikat polisi terbagi atas 4 orang diduga sebagai pelaku kejahatan narkoba khususnya sabu-sabu dan 4 orang lainya terjerat peredaran obat-obatan psikotropika.

 

Kasatnarkoba Polres Ngawi AKP Moch Mukid dihadapan wartawan menegaskan, sedikitpun pihaknya tidak ada ampun sekaligus memberikan ruang bagi pelaku kejahatan narkoba diwilayah hukumnya. Para terduga pelaku yang digasak tersebut berasal dari Ngawi maupun luar daerah.

 

“Narkoba ini sudah menjadi musuh kita bersama jadi ruang peredaranya terus dipersempit dan pelakunya kita kejar sampai tertangkap. Pokoknya jangan coba-coba bermain narkoba di wilayah Polres Ngawi ini,” tegas Kasatnarkoba Polres Ngawi AKP Moch Mukid, Rabu (28/02).

 

Ia menyebut 4 terduga pelaku penyalahgunaan narkoba yang berhasil ditangkap antara lain berinisial LS alias Kancil (23) pria asal Desa Trenggul, Kecamatan Jenawi, Karanganyar, Jawa Tengah berhasil ditangkap pada 12 Januari 2018. Dari tanganya polisi mendapat barang bukti berupa sabu-sabu seberat 0,08 gram. Disusul AW alias Saleho (25) pria asal Desa Jatimulyo, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro, Jawa Timur dibekuk pada 15 Januari 2018 dengan barang bukti sabu-sabu 0,42 gram.

 

 

 

Masih perkara narkoba jenis sabu-sabu ditangkap lagi DNW (15) seorang bocah laki-laki dibawah umur asal Kecamatan Gerih, Ngawi dengan barang bukti sabu-sabu 0,12 gram dan berhasil ditangkap pada 13 Februari 2018. Kemudian MAT (23) si tukang tato asal Desa Dawu, Kecamatan Paron dibekuk polisi pada 23 Februari 2018 dengan barang bukti sabu-sabu 0,24 gram.

 

Sedangkan 4 terduga pelaku yang tersandung kasus penyalahgunaan obat-obatan psikotropika atau pil koplo antara lain AM alias Amey (21) pria asal Desa Sekaralas, Kecamatan Widodaren, Ngawi dibekuk pada 14 Januari 2018 dengan barang bukti 70 pil koplo jenis double L. Ditambah lagi MA (18) pria asal Desa Wedi, Kecamatan Kapas, Bojonegoro, Jawa Timur dengan barang bukti sekitar 10 butir pil double L.

 

Dilanjutkan, BPK (24) pria yang tercatat sebagai warga Desa Beran, Kecamatan Ngawi Kota, Ngawi disikat polisi pada 7 Februari 2018 dengan barang bukti 100 butir pil berlogo Y yang diduga sebagai pil koplo. Dan terakhir DS (21) remaja asal Desa Campurasri, Kecamatan Karangjati, Ngawi ditangkap pada 10 Februari 2018 dengan barang bukti 193 pil double L.

 

Pungkas AKP Moch Mukid, dari 4 pelaku penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu total barang buktinya mencapai 0,86 gram dan 4 pelaku penyalahgunaan pil psikotropika totalnya mencapai 422 butir pil koplo. Dari semua terduga pelaku sekarang ini terus dilakukan penyidikan guna mengungkap jaringan pelaku lainya yang belum tertangkap. Masih banyak yang menjadi PR mapolres Ngawi dalam menekan aksi kriminalitas di Ngawi mendasar hal itu pihaknya bakal terus menjadi momok bagi para pelaku kriminal.(ARD)

Ngawi- Kembali menorehkan prestasi membanggakan dari Resmob Subnit I Polres Ngawi tidak butuh waktu lama untuk mengungkap aksi pembobolan brankas milik koperasi simpan pinjam (KSP) diwilayah hukumnya dalam rentang dua bulan terakhir ini. Hanya butuh waktu kurang dari 12 jam petugas kepolisian berhasil menggulung sindikat pembobol brankas lintas daerah di wilayah Ponorogo sekitar pukul 18.00 WIB pada Kamis kemarin, (01/03).

Terduga pelaku yang berhasil diamankan dan langsung digelandang ke Mapolres Ngawi berinisial AS (47) pria asal Desa Tulang Bawang, Kecamatan Gunung Terang, Kabupaten Tulang Barat, Lampung. Kanit I Resmob Polres Ngawi Ipda Tri Boy AS mengatakan, saat dilakukan penangkapan ada dua pelaku lainya selain AS yang sama-sama digulung yakni WT dan MH.

“Penangkapan yang melibatkan Resmob Ponorogo kemarin itu totalnya ada tiga orang yang diamankan. Hanya saja WT dan MH ini langsung diproses di Polres Ponorogo karena terlibat juga suatu kejahatan disana dan yang dibawa ke Ngawi hanya AS,” beber Ipda Tri Boy AS, Jum’at (02/03).

Jelasnya, saat ini AS langsung dilakukan pemeriksaan dan penyidikan secara marathon untuk mengungkap kejadian lain selain di wilayah Ngawi. Ia pun membenarkan ketiga terduga pelaku masuk spesialis pembobol brankas tersebut sebagai jaringan antar daerah.

Penangkapan terhadap AS setelah adanya laporan dari PT Tri Mitra Tunas Sakti selaku distributor operator Indosat yang beralamatkan di Jalan Ahmad Yani masuk Desa Beran, Kecamatan Ngawi Kota, Ngawi pada Kamis kemarin, (01/03), sekitar pukul 09.00 WIB. Disebutkan, brankas milik distributor Indosat itu mendadak kondisinya rusak dan terbuka yang disinyalir habis digasak maling.

Setelah dilakukan pengembangan lebih lanjut Resmob Polres Ngawi langsung menyasar AS sebagai terduga pelaku. Setelah berhasil diinterogasi, AS mengakui seluruh aksi kejahatan yang dilakukanya itu. Modusnya, AS bersama dua rekanya baik WT maupun MH mendatangi sasaranya itu dengan mengendarai mobil Daihatsu jenis Xenia warna silver nopol F 1645 CR.

“Setelah dianggap sepi pelaku ini masuk ke lokasi dengan cara merusak pintu rolling door dan merusak brankas. Kemudian menguras seluruh isi brankas,” beber Ipda Tri Boy AS.

Namun dari indikasi yang ada mendasar pemeriksaan secara intensif terhadap AS diduga telah membobol brankas di dua lokasi berbeda di wilayah Ngawi selain brankas milik PT Tri Mitra Tunas Sakti. Yakni  brankas milik KSP Bina Sejahter yang berada di Jalan PB Sudirman Ngawi pada 13 Februari 2018 lalu. 

" Kami ucapkan terimakasih atas kerjasama yang sinergis antara warga Ngawi dengan Petugas, sehingga berhasil menangkap pelaku. Janji kami tidak akan biarkan pelaku kriminal merajalela di wilayah Hukum Mapolres Ngawi" Jelas Kapolres Ngawi(ARD)

Page 4 of 21