bahanafm

bahanafm

Ngawi- Nekat memang sudah bekerja dengan brand terkenal di wilayah Ngawi namun masih saja kurang dalam segi vinasial hingga salah satu pegawainya berbisnis Sabu-sabu.  Pelaku dengan inisial RM (22) karyawan minimarket yang berlokasi dipinggir Jalan Raya Walikukun-Ngrambe tepatnya masuk Dusun/Desa Walikukun, Kecamatan Widodaren, Ngawi disergap petugas Satreskoba Polres Ngawi sekitar pukul 00.15 WIB pada Kamis, (02/11). Saat digeledah dari tangan RM ditemukan 17 strip pil koplo jenis Trihexyphenidhyl masing-masing strip berisi 10 butir dan 3 strip jenis Tramadol dengan total 170 butir pil.

Dengan alat bukti ratusan butir pil koplo tersebut RM yang merupakan warga Desa Tulakan, Kecamatan Sine, Ngawi langsung digelandang petugas ke Mapolres Ngawi. Dari informasi yang ada penyergapan terhadap RM mendasar informasi warga masyarakat dan dikembangkan selama hampir satu bulan lebih dan mengarah kepada yang bersangkutan.

“Untuk tersangka RM ini sudah menjadi target operasi sejak sebulan lalu mendasar info dari masyarakat. Menurut pengakuan sementara tersangka ini ratusan pil koplo diambil atau didapat dari wilayah Sragen Jawa Tengah,” terang Kasatreskoba Polres Ngawi AKP Moch Mukid, Kamis (02/11).

Katanya, selain dikonsumsi sendiri ratusan pil koplo tersebut oleh RM diedarkan ke sejumlah orang baik dikawasan tempat tinggalnya maupun sekitar lokasi kerja. Hanya saja sasaran edarnya sendiri bukan pelajar melainkan para orang dewasa yang sudah bekerja. Hal itu dilakukan untuk mendongkrak stamina dalam beraktifitas. Dan setiap strip pil baik jenis Trihexyphenidyl maupun Tramadol didapat dengan harga Rp 16 ribu kemudian dijual lagi ke konsumen Rp 30 ribu.

“Untuk pengembangan lebih lanjut kami terus memburu jaringan RM yang ada di Sragen dengan melakukan koordinasi dengan Polres Sragen. Dan RM ini sesuai pengakuanya baru mengedarkan pil koplo itu baru setahun terakhir namun sebelumnya dia sebagai konsumen,” ulas AKP Moch Mukid.

Pungkasnya, saat ditangkap RM tidak melakukan perlawanan dan mengakui seluruh perbuatanya baik sebagai konsumen maupun pengedar pil koplo. Dengan demikian untuk memberikan efek jera RM bakal dijerat dengan UURI No 36 Tahun  2009 tentang Kesehatan yang ancamanya paling lama 12 tahun penjara. Dijelaskan oleh Kasat Narkoba polres Ngawi pihaknya tidak akan berhenti di sini saja, dengan koordinasi pihak polda memanfaatkan cybernet  petugas berjanji dengan optimis akan menutup akses peredaran Narkoba di wilayah hukumnya. (ARD)

Thursday, 02 November 2017 00:00

Petugas Masih Mencari Satu Pelaku Panadah Gabah

Ngawi-Tuntaskan kasus criminal diwilayah hokum mapolres Ngawi nampaknya tidak isapan jempol belaka. Hal ini dibuktikan dengan apa yang dilakukan oleh Satreskrim Polres Ngawi akhirnya membeberkan aksi kejahatan penggelapan gabah seberat 9 ton lebih milik Eko Wahyudi (35) warga Desa Sumberwaras, Kecamatan Muncar, Banyuwangi melalui press release, Kamis (02/11). Dari keteranganya, saat ini berhasil disergap dua orang pelaku yakni DH (31) selaku sopir truk warga Desa Sambiroto, Kecamatan Baron, Nganjuk dan YCW (50) warga Desa Banjarsari, Kecamatan Ngronggot, Nganjuk.

“Iya Satreskrim Polres Ngawi berhasil menangkap dua pelaku penggelapan gabah dengan modus awalnya sudah mengubah bentuk tulisan yang ada pada kabin dan bak truk. Kemudian yang bersangkutan mencari sasaranya berupa gabah yang akan diangkut,” terang Kasatreskrim Polres Ngawi AKP Maryoko, Kamis (02/11).

Urainya, pada 17 Oktober 2017 dengan membawa truk Mitsubishi warna kuning stabillo nopol P 9611 VH dua tersangka DH maupun YCW berangkat ke kawasan Desa Munggut, Kecamatan Padas, Ngawi. Ditempat inilah dua orang terduga pelaku berhasil menemukan muatan gabah milik Eko Wahyudi yang meminta untuk diangkut ke gudang milik UD.Gading Mas masuk Kecamatan Jajak, Banyuwangi dengan ongkos muat Rp 1,2 juta.

Sekitar pukul 21.00 WIB pada truk yang sudah bermuatan gabah milik Eko Wahyudi langsung berangkat dari Desa Munggut. Namun kenyataanya sampai di Nganjuk gabah tersebut dijual ke SUP senilai Rp 32 juta dan dibongkar di Desa Tanjung Krempyang, Kecamatan Tanjung Anom, Nganjuk. Dan aksi kejahatan duo pelaku baik DH maupun YCW ternyata melibatkan jaringan lainya yang berjumlah empat orang. Yakni SUP sendiri, RI, BK dan CK yang sekarang ini keempat orang tersebut dijadikan Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Ngawi

ntuk mempertanggungjawabkan secara hukum DH dan YCW bakal dijerat dengan Pasal 378 Subsider Pasal 372 Junto 55 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara. Pungkas AKP Maryoko, dari pengakuan kedua terduga pelaku memang baru sekali melakukan aksi penggelapan gabah. Meski demikian pihaknya terus memeriksa secara intensif guna mengembangkan kasus yang ada sampai tuntas. Terlebih lagi masih ada PR yang menjadi atensi anggotanya yakni penadah penjualan bulir beras di wilayah Nganjuk.(ARD)

Ngawi- Dengan Jalan Sehat KPUD Ngawi  ajak pemilih pemula untuk lebih semangat memberikan hyak pilihnya. Salah satu tahapan dalam pemilihan kepala daerah dan juga legelatif penyelenggara pemilihan umum tengah mempersiapkan diri dalam kesusksesannya. Diungkapkan oleh Samsol Fatoni selaku ketua KPUD Ngawi pelaksanaan program nasional Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan sosialisasi meningkatkan partisipasi pemilih atau konstituen dalam perhelatan pesta demokrasi dilakukan dengan cara jalan sehat serentak. Seperti halnya dengan KPU Kabupaten Ngawi menggelar jalan sehat melibatkan ratusan warga masyarakat maupun stakeholder yang ada, Minggu (29/10).

Turut hadir dalam kegiatan jalan sehat serentak yang dihadiri Ketua DPRD Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, Dandim 0805/Ngawi Letkol Inf M.Triyandono dan Wakapolres Ngawi Kompol Soehono dilepas langsung Samsyul Wathoni Ketua KPU Kabupaten Ngawi. Ratusan peserta jalan sehat berhadiah ini menyusuri rute Jalan Untung Suropati-Jalan Dr Wahidin-Jalan Ronggowarsito-Jalan Soetomo dan terakhir Jalan Diponegoro.

“Jalan sehat yang dilakukan secara serentak disemua KPU ini tidak lain untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada Pilkada 2018 mendatang. Apalagi di Jawa Timur sendiri akan digelar pemilihan langsung gubernur dan wakil gubernur tahun 2018. Dan makanya event ini sudah tepat guna mensosialisasikan ke masyarakat untuk meningkatkan partisipasinya mereka datang ke TPS,” terang Samsyul Wathoni Ketua KPU Kabupaten Ngawi, Minggu (29/10).

Urai Toni sapaan akrabnya, jalan sehat serentak ini merupakan salah satu upaya KPU dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat dan menyongsong Pilkada Serentak tahun 2018. Hal ini sesuai surat yang telah dikeluarkan oleh KPU RI Nomor 561 tertanggal 3 Oktober 2017, perihal kegiatan Penggalangan Gerakan Sadar Pilkada Serentak tahun 2018 melalui Jalan Sehat Serentak.

Ditempat yang sama Dwi Rianto Jatmiko Ketua DPRD Ngawi usai membubuhkan tanda tangan sebagai upaya mendukung deklarasi gerakan sadar Pilkada Serentak 2018 mengatakan, apa yang dilakukan KPU sudah tepat ditengah situasi politik sekarang ini. Mengingat, Pilkada yang didalamnya ada Pemilihan Gubernur (Pilgub) maupun Pemilihan Bupati (Pilbup) secara langsung merupakan perwujudan demokrasi ditingkat lokal atau daerah.

“Tentunya harapan kami kepada semua penyelenggara Pilkada maupun Pemilu disemua tingkatan harus mampu mengelola setiap tahapan secara professional dan berintegritas,” jelas Antok panggilan akrabnya.

Pemilihan sudah di depan mata sedikitnya ratusan ribu menjadi yang memiliki hak pilih kiranya memberikan suaranya demi peningkatan dan perubahan(ARD)

Ngawi- Kendati cuaca tidak mendukung namun hal itu tidak menyurutkan  antusias para kontestan tampil diatas catwalk dalam peragaan busana pemilihan Dimas Diajeng yang di gelar oleh Kabupaten Ngawi 2017. Petang sebelum pagelaran Dimas Diajeng langit Ngawi tengah tidak bersahabat  kendati demikian kontes yang digelar di depan Balai Paseban Pemkab Ngawi pada Sabtu malam, (28/10), tersebut  diikuti kontestan 30 Dimas dan 30 Diajeng merebutkan tiket 20 besar menuju grand final pada 4 November 2017 mendatang. Perhelatan kebolehan menarik perhatian dewan juri diatas karpet merah ini menjadi salah satu ajang yang sangat dinanti oleh para pemuda dan pemudi Ngawi, yang ingin menoreh bakatnya dalam dunia acting busana. 

Acara peragaan busana pemilihan Dimas Diajeng kali ini dibuka oleh Kabid Pariwisata Disparpora Kabupaten Ngawi Warsito sekitar pukul 19.30 WIB. Pada kesempatan tersebut Warsito terus memotivasi semua kontestan dalam merebutkan gelar sebagai Dimas Diajeng Kabupaten Ngawi 2017 sekaligus sebagai duta wisata.

“Pemilihan Dimas Diajeng memang setiap tahun kita gelar begitu juga kwantitas atau mutu dari para kontestan terus kita tingkatkan. Dimana kedepanya sangat kita harapkan mereka bisa menjadi duta wisata untuk mempromosikan kekayaan budaya yang ada di Ngawi dilevel propinsi maupun nasional,” kata Warsito, Sabtu (28/10).

Tandasnya, setiap individu kontestan Dimas Diajeng akan dinilai oleh dewan juri secara fair play dan professional menuju malam final. Dan kriteria penilaian dari dewan juri tidak sekedar dari penampilan melainkan dari totalitas inner beauty para kontestan itu sendiri. Setelah sebelumnya lolos seleksi baik wawancara, tes tulis, psikotes dan talenta.

Dan dewan juri pada peragaan busana pemilihan Dimas Diajeng Kabupaten Ngawi 2017 sebanyak tiga orang. Dan mereka pun mempunyai latar belakang prestasi yang berbeda seperti Vinta Berliana asal Kota Gresik yang merupakan juara favorit Putri Indonesia Persahabatan Jawa Timur 2016. Ditambah Ari Biana dari Kecamatan Ngrambe, Ngawi yang merupakan seorang professional dibidang photograpy dan videography plus Putra Anta yang telah mencatatkan diri sebagai owner glmaourlook modeling school and management.

“Momen tahunan ini kita bekerjasama dengan event organizer Affeto yang didukung Polres Ngawi. Dan setiap kontestan dalam memperagakan busana harus bercorak khas batik Ngawi dengan latar bambu maupun fosil manusia purba dan lainya-lainya,” beber Warsito.

Berikut 10 besar kontestan Dimas yang berhak memperoleh tiket ke malam grand final sesuai nomor urutnya mereka antara lain, Mufti Mukaromi (76), Ibnu Hambal (2), Krisna Setya (88), Jonni Saputro (10), Fajar Tri Asmoko (92), Fuady Putra (62), Hernando AF (240, Eric Bergas (102), Sholakal Abdul (22) dan Dwi Lukmantoro (44).

Sedangkan 10 besar Diajeng masing-masing Lau Bekti Prajanira (41), Ardhinia RB (119), Hikma Marsya (45), Lisa Shofia (135), Meydina Indriyati (75), Bela Eka (111), Novia Dwi Utari (13), Cesar Putriningtyas (79), Adinda Rochnya (19) dan Ersa Rahmadika.

Sementara Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar bulan-bulan ini kami tengah terus mengadakan ajang kebolehan bagi warga Ngawi agar kiranya bakat dan potensi generasi penerus dapat muncul serta sekaligus membawa nama baik Ngawi bila nantinya terjun di kancah yang lebih Nasional. (ARD)

Ngawi-Puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2017 di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur yang dipusatkan di alun-alun memang spetakuler bukan isapan jempol belaka. Bukti kongkrit tidak lain adalah jumlah santri yang menghadiri puncak agenda nasional yang ketiga kalinya tersebut. Tercatat ada 50 ribu lebih santri dari 128 kontingen yang tercatat di buku agenda panitia kegiatan HSN Di Ngawi.

“Luar biasanya puncak HSN di Ngawi ini tidak lepas dari peran ulama dan kyai. Mereka bersatu dan terbukti mampu menjadi sumber inspirasi bagi santrinya maka kedepan dikemas lebih meriah lagi dari sekarang ini,” ujar Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar, Minggu (22/10).

Dia sependapat dengan konsep yang dibawa para ulama dan kyai dalam mendidik santrinya dilingkup ponpes. Tidak sekedar ilmu agama dalam memperkuat spiritualnya melainkan intelektual menjadi pendorong membangun suatu peradaban dalam mengisi kemerdekaan dewasa ini.

“Intinya begini mereka sekarang ini di ponpes telah menerapkan sistim pendidikan modern (khalaf-red) tidak hanya sebatas sebagai ponpes yang mengajarkan sistim pendidikan salaf. Tentu sangat di apresiasi, sentuhan antara perpaduan khalaf dan salaf inilah menjadi santri yang menjadi ukuran terhadap pembangunan nasional,” ujar Ony Anwar.

Ulasnya, Islam akan mudah dipahami dan diaktualkan adalah Islam yang inklusif, ramah, tidak kaku, moderat, yakni Islam yang bernuansa perbedaan dan sarat dengan nilai-nilai multikultural dan sangat cocok dengan keragaman budaya yang dimiliki Indonesia. Muaranya akan menjadi santri yang toleran satu bentuk keteladanan kehidupan bernegara. 

“pihaknya berharap para santri ini bisa menjadi individu yang berguna bagi Nusa dan Bangsa terlebih lagi memberikan sumbangsihnya bagi Kabupaten Ngawi” tegas Mas Ony.(ARD)

Tuesday, 24 October 2017 00:00

Ngawi Siap Pilkades Serentak

 Ngawi-Rencana Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Ngawi untuk tahun 2017 ini dipastikan memakai sistem terbaru sesuai amanat UU Nomor 06 Tahun 2014 dan PP Nomor 43 Tahun 2014 tentang Desa. Achmad Roy Rozano Kepala Bidang (Kabid) Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Ngawi menyebut, pelaksanaan Pilkades serentak melibatkan 14 dari 10 kecamatan bakal digelar pada Minggu tanggal 03 Desember 2017.

“Pilkades serentak segera dilaksanakan dan teknisnya sudah clear sesuai aturan terbaru dengan mengadopsi model TPS yang dilakukan disetiap dusunya,” terang Roy demikian panggilan akrab Kabid Pemdes DPMD Ngawi, Senin (23/10).

Berikut 14 desa dari 10 wilayah kecamatan yang bakal melaksanakan Pilkades pada 03 Desember 2017. Antara lain Kecamatan Karangjati – Campurasri, Gempol, Kecamatan Bringin – Kenongorejo, Kecamatan Pangkur – Paras, Kecamatan Padas – Tambakromo, Banjaransari, Kecamatan Geneng – Baderan, Kecamatan Kwadungan – Simo, Kecamatan Paron – Sirigan, Kebon, Kecamatan Kedunggalar – Kedunggalar dan terakhir Kecamatan Gerih – Gerih.

“Perlu diketahui bersama proses pemungutan suara Pilkades tahun ini berbeda dari pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. Tetapi untuk tahun ini pemungutan suaranya menjiplak teknis KPU yakni menyediakan TPS yang ditempatkan di wilayah dusun sesuai jumlahnya yang ada di desa tersebut,” beber Roy.

Model TPS harus dilakukan mengingat pada Pilkades nantinya tidak ada istilah proses pemungutan suara ulang apabila hasil penghitungan suara calon kepala desa (Cakades) itu terjadi draw atau angkanya sama. Untuk menentukan siapa pemenangnya apabila hasil suaranya draw pihak panitia akan melihat persentase penyebaran perolehan suara di TPS yang ada di dusun.

Kata Roy, persentase penyebaran perolehan suara terbanyak mendasar patokan dari pemilih terbanyak dari masing-masing dusun. Artinya, jika Cakades A mendapat 50 suara demikian pula Cakades B maka solusi untuk menentukan siapa pemenangnya akan dilihat dari penyebaran perolehan suara di TPS dusun dengan dasar jumlah pemilih terbanyak.

Contoh realnya begini, TPS I di dusun A jumlah pemilih ada 1.100 orang dan Cakades A mendapat 650 suara dan Cakades B mengantongi 250 suara sedangkan suara tidak sah ada 200 surat suara. Untuk TPS II dusun B jumlah pemilih ada 950 orang dan Cakades A berhasil mendapat  250 suara dan Cakades B mendapat 650 suara sedangkan suara tidak sah ada 50 surat suara.

Dari TPS I dusun A dan TPS II dusun B perolehan suara masing-masing Cakades baik A dan B apabila diakumulasikan sama-sama mengantongi 900 suara. Maka pemenang Pilkades ada di tangan Cakades A mengingat jumlah pemilih di TPS I dari dusun A ada 1.100 orang sedangkan di TPS II dusun B hanya 950 orang.

Mengenai tata cara pendaftaran peserta sampai penetapan Cakades lanjut Roy, mekanismenya tetap menyesuaikan aturan yang terbaru tersebut. Yakni penjaringan pendaftar Cakades  pada tahap pertama akan dibuka selama 9 hari dan tahap kedua 20 hari.

Pihaknya mengharapkan dengan pelaksaan ini pilkades secara serentak ini bisa menjadi kesuksesan di wilayah Ngawi (ARD)

Tuesday, 24 October 2017 00:00

Bacok Tetangga Warga Gerih di Polisikan

 Ngawi-Terhenti dari pelariannya WD pria paruh baya berumur (43) asal Dusun Bulu II, Desa Randusongo, Kecamatan Gerih, Ngawi menjadi pesakitan di sel Mapolres Ngawi akibat ulahnya. Pria berkulit sawo matang ini diringkus petugas kepolisian usai membacok tetangganya yang tidak lain Andi Julianto (20) memakai golok pada Senin malam, (23/10), sekitar pukul 20.00 WIB.

Akibat perbuatan sok jago WD membuat korban mengalami luka bacok di kepala bagian kanan tepanya di pelipis. Korban usai kejadian oleh warga sekitarnya langsung dilarikan ke unit pelayanan medis untuk mendapatkan perawatan mengingat dari lukanya yang terbuka.

“Pelaku berinisial WD memang membacok Andi yang masih tetangganya. Dan penyebabnya untuk sementara waktu hasil pemeriksaan akibat salah paham,” terang Kasatreskrim Polres Ngawi AKP Maryoko, Selasa (24/10).

Sesuai kronologinya kata Maryoko, sebelumnya korban bersama dua orang tetangganya asyik duduk didepan rumah sambil menenggak minuman keras (miras). Tidak berselang lama WD datang dan ikut bergabung dengan korban. Entah apa masalahnya mendadak keduanya terjadi cekcok mulut lalu korban dipegang lehernya. Saat bersamaan WD langsung mencabut golok yang diselipkan dipinggangnya dan membacok korban.

“Jelas pelaku tetap kami kenakan pasal darurat karena membawa senjata tajam jenis golok itu. Kemungkinan golok yang dibawa WD sejak dari rumahnya dan sekarang keberadaan golok itu sendiri kami amankan sebagai barang bukti,” ungkap AKP Maryoko.

Akibat perbuatan WD ini bakal dijelar dengan Pasal 2 ayat 1 UU Darurat No 12 Tahun 1951 subsider Pasal 351 ayat 1 dan ayat 4 dengan ancaman penjara maksimal 12 tahun. Meski demikian, pihak petugas masih melakukan penyelidikan terkait beringasnya pelaku terhadap korban dengan meminta keterangan dari para saksi guna kelengkapan BAP.(ARD)

 Ngawi-Polres Ngawi akhirnya turun tangan menyelidiki dan mengusut tuntas kasus keracunan yang menimpa puluhan warga Dusun Sidorejo, Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Ngawi. Disebutkan hingga kini jumlah warga setempat yang mengalami keracunan dan harus dirawat secara medis mencapai 44 orang.

Kasubbag Humas Polres Ngawi AKP ES Martono menuturkan, kasus keracunan tersebut berawal dari warga menghadiri bancaan atau kenduri 7 harinya almarhum Martoyo dirumah Kamini Dusun Sidorejo, Desa Sidolaju, sekitar pukul 19.15 WIB pada Minggu lalu, (15/10). Saat bancaan seperti biasa puluhan warga menyantap hidangan yang disajikan tuan rumah berupa snack.

“Usai makan ada warga yang langsung merasakan mual disertai pusing namun ada juga warga baru merasakan gejala yang sama ketika sampai dirumah. Ketika diberi pertolongan ternyata tidak kunjung sembuh akhirnya puluhan warga ini ada yang dilarikan ke puskesmas hingga rumah sakit,” terang AKP ES Martono, Kamis (19/10).

Ungkapnya lagi, diduga sementara penyebab keracunan puluhan warga dari roti basah atau cake pouding berwarna hijau dari salam snack. Sebab, ada warga yang tidak mengalami keracunan ketika tidak memakan roti basah meskipun makan kue  lainya yang ada didalam snack seperti roti kering, onde-onde dan sosis.

Dan snack yang disajikan dari pihak tuan rumah saat kejadian jumlahnya mencapai 100 kotak snack yang dipesan dari seorang pengusaha catering di Kota Ngawi. Dihari yang sama ratusan kotak snack itu sendiri memang baru diambil oleh salah satu anggota keluarga Kamini sekitar pkul 13.00 WIB. Jadi bisa dikatakan makanan yang disajikan ke semua undangan bancaan itu tadi masih layak dimakan.

“Petugas bersama tim medis dari Dinas Kesehatan mengabil sample makanan yang diduga menyebabkan warga keracunan tadi untuk diuji laboratorium. Meski demikian hasilnya sampai sekarang ini belum diketahui dan informasinya akan menyusul,” bebernya.

Sementara itu sampai berita ini diturunkan, jumlah warga yang mengalami keracunan korbanya terus bertambah bahkan lebih dari 44 orang. Para korban dirawat dibeberapa pusat pelayanan kesehatan seperti Puskesmas Walikukun, Puskesmas Mantingan dan RSUD dr Soeroto Ngawi dan Rumah Sakit At Tin Ngawi.

Secara terpisah pasca kejadian kepala dinas Kesehatan Ngawi Drs Agus Sri Gunawan menjelaskan peristiwa keracunan di wilayah Widodaren Ngawi adalah Kejadian Luar Biasa yang pernah terjadi di Kabupaten Ngawi dengan jumlah total korban capai ratusan. Terdiri dari Puskesmas Widodaren 8 orang, Puskesmas Sambirejo sudah pulang 2 orang, Puskesmas Kauman 4 orang, RS Atin 2 orang, RS Widodo 2 orang membaik, jumlah seluruhnya baik di rawat maupun bertahan di rumah mencapai 108  (ARD)

Sunday, 22 October 2017 00:00

Penyegaran, Pejabat Ngawi di Mutasi

Ngawi-Memasuki pertengahan semester dua tahun 2017 Bupati Ngawi Budi Sulistyono melakukan penyegaran dilingkup internal birokrasinya mulai pimpinan tinggi pratama, administrator dan pengawas. Mutasi pejabat setingkat eselon II, III dan IV dilakukan secara secara seremonial di Pendapa Wedya Graha Kabupaten Ngawi, Kamis (19/10).

“Pergeseran jabatan melalui mutasi ini sebagai hal biasa dilingkup pemerintah daerah. Semua dilakukan untuk memaksimalkan pelayanan publik,” terang Bupati Ngawi Budi Sulistyono, Kamis (19/10).

Menindaklanjuti mutasi ujarnya, perlu dilakukan sebelum akhir tahun 2017. Apalagi dilingkup Pemkab Ngawi ada beberapa kursi kosong di satuan kerjanya seperti kepala Inspektorat dan Dinas Perhubungan (Dishub).  Mengingat posisi keduanya sebagai dinas strategis dalam pengawasan birokrasi maupun penataan pelayanan perhubungan darat.

Seperti diketahui, Didik Darmawan didaulat menduduki kursi kepala Inspektorat demikian Setyono digeser ke Dishub setelah kursi kepala ditinggal Bambang Lestari memasuki masa pensiun. Dan dinas lainya seperti Dinas Pendidikan (Dindik) untuk kursi sekretaris dinas sekarang ini dijabat Hadi Suharto meninggalkan jabatan sebelumnya sebagai kepala bidang pendidikan menengah dari dinas yang sama.

Yulianto Kusprasetyo kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BK2P) mengatakan, mutasi ratusan pejabat struktural tersebut didasari penyegaran sekaligus regenerasi di setiap satuan kerja. Tetapi yang terpenting  adalah proses mutasi sejatinya mempromosikan jabatan dari kursi yang diduduki sebelumnya.

“Saat ini ada kepala dinas, sekretaris dinas, kepala bidang maupun kepala seksi yang harus legowo duduk di jabatan baru. Itu sebagai bentuk tanggung jawab penuh secara individu sebagai abdi negara jangan sampai ada yang ragu,” pungkasnya. 

Kanang pihaknya mengharapkan dengan penggantian ini menjadi semangat para pekerja abdi Negara agar lebih baik dari sebelumnya. 

“ Pengawasan secara internal dan eksternal tetap kami laksanakan bagi mereka yang tidak bekerja secara baik akan tetap pihaknya evaluasi” Tegas Bupati Ngawi(ARD)

Ngawi- Kembali anggota dewan dibuat uring-uringan perihal proyek fisik di kabupaten Ngawi,setelah pengerjaan fasum lapangan Merdeka. Pihak wakil rakyat dari Komisi IV DPRD Ngawi memberikan warning keras terhadap CV.Karya Sejati selaku kontraktor pekerjaan proyek pembangunan jalan akses wisata Srambang. Dimana proyek yang masuk wilayah Desa Girimulyo, Kecamatan Jogorogo yang dibandrol Rp 474 juta lebih bersumber APBD 2017 kondisinya awut-awutan khususnya pada pekerjaan pavingisasi jalan.

Slamet Riyanto Ketua Komisi IV DPRD Ngawi menyebutkan, proyek dilokasi wisata Srambang sejatinya ada tiga item pekerjaan yakni pembangunan pos jaga, lokasi area parkir dan pavingisasi. Tetapi yang bermasalah atau tidak sesuai dengan masterplannya hanya pavingisasi jalan dengan volume sekitar 330 meter persegi dari panjang jalan sekitar 130 meter dan lebar 2,5 meter.

“Melihat hasil sidak pada Senin tanggal 2 Oktober 2017 dan dilanjutkan hearing pada Jum’at tanggal 06 Oktober 2017 lalu kami dari dewan memberikan tiga rekomendasi sesuai kesepakatan bersama antara Komisi IV, dinas terkait yakni Dispermukim (Dinas Perumahan Rakyat dan Pemukiman-red), kosultan pengawas maupun dengan CV. Karya Sejati sendiri,” terang Slamet Suyanto, Senin (16/10).

Tiga rekomendasi kata Slamet antara lain, untuk pertama CV.Karya Sejati harus membongkar pavingisasi secara total. Setelah itu datangkan alat berat untuk melakukan pemadatan urugan. Dan rekomendasi kedua, denda keterlambatan tetap diberlakukan kepada CV. Karya Sejati dengan nilai seperseribu nilai kontrak per hari.

“Proyek itu sudah mengalami keterlambatan sejak 03 September 2017 kemarin. Maka sejak 04 September sudah mulai dihitung dendanya. Dan poinya tidak lain proyek pavingisasi tersebut tidak melalui tahapan sebelumnya yakni pemadatan LPA pada urugan,” ujar Slamet.

Tambahnya,  rekomendasi ketiga tidak lain adalah sisa pembayaran atau termin terakhir ditunda sampai selesainya pekerjaan perbaikan. Dimana sistem realisasinya DP atau pembayaran pertama sebesar 30 persen disusul termin kedua pelaksanaan pekerjaan 50 persen sedangkan sisa pekerjaan ditermin terakhir atau finishing 20 persen. 

“ Bila tidak segera di selesaikan pihaknya tidak sungkan-sungkan untuk memberikan track record kepada pelaksana” tegasnya(ARD)

Page 4 of 16