bahanafm

bahanafm

 Ngawi- Maish menjadi pekerjaan rumah bagi petugas Ngawi dengan aksi kriminal terkadang tidak mengenal lokasi sasaran. Meski lokasinya jauh dari tempat keramaian masih juga kena incaran penjahat. Kejadian itu menimpa Sujarwo alias Wowok (48) salah satu warga Dusun Ngreco, Desa Semen, Kecamatan Paron, Ngawi ini menjadi korban pencurian mobil jenis Daihatsu Xenia warna silver nopol AE 1320 ME.

Kata korban dihadapan polisi, aksi pencurian baru diketahui sekitar pukul 06.00 WIB, Rabu (22/11), saat dirinya berada di Alas Ketonggo membuka warung. Disebutkan, saat itu istrinya Suprapti mendapat pesan singkat dari Bima Ghofara anaknya di rumah yang mengatakan apakah mobilnya itu dibawa ke warung.

Merasa mobilnya masih dirumah korban bersama istrinya langsung pulang untuk mengecek kebenaran kabar yang diterima. Bahkan tetangga dekatnya pun ketika ditanya tidak ada yang tahu. Merasa jadi korban pencurian korban lapor ke petugas Polsek Paron.

“Dari hasil olah TKP dan keterangan saksi-saksi memang mobil yang raib itu diparkirkan di garansi yang tidak ada pintunya atau terbuka. Kemungkinan pelaku masuk dari garansi menuju ruang keluarga untuk mengambil kunci mobil dan membawa kabur kendaraanya itu,” terang Kapolsek Paron AKP I Wayan Murtika, Rabu (22/11).

Namun demikian, pihaknya terus menyelidiki secara detail terkait laporan korban guna mengungkap sebenarnya dari kasus dengan motif pencurian itu. Barang bukti yang diamankan untuk sementara dari tangan korban hanya satu lembar slip angsuran mobil Daihatsu Xenia dari BFI Madiun. Untuk sementara kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp 70 juta.

“Kita mengharapkan sekecil informasi dari warga masyarakat Ngawi terlebih lagi yang mengetahui gerak-gerik mencurigkan dari oknum yang tidak bertanggung jawab agar kiranya dapat mengungkap identitas pelaku”Tegasnya.(ARD)

Ngawi- Tidak ingin kecolongan dan mengantisipasi kerawanan politik jelang pilkades Anggota Komisi I DPRD Ngawi melakukan inspeksi mendadak (sidak) disejumlah desa untuk memastikan pelaksanaan pilkades serentak yang digelar pada 03 Desember 2017 mendatang bisa berjalan sesuai mekanismenya. Empat orang wakil rakyat yang mewakili Komisi I pertama kalinya sasar di Desa Kenongorejo, Kecamatan Bringin, Senin (27/11).

Didesa ini, para wakil rakyat melihat dari dekat proses tahapan yang dilakukan panitia pilkades desa setempat. Dijelaskan, di Desa Kenongorejo mulai hari ini hingga tiga hari kedepan masuk pada tahapan kampanye yang diikuti lima orang calon kades. Dari hasil pantauan, pelaksanaan kampanye berjalan kondusif tidak ditemukan indikasi gesekan maupun kontra antar pendukung calon kades.

“Hasil sidak kali ini terpantau aman dari berbagai sisi. Baik itu dari tahapan pilkades maupun koordinasi dengan aparat,” terang Siswanto Sekretaris Komisi I DPRD Ngawi, Senin (27/11).

Jelasnya, sidak tidak sebatas ke Desa Kenongorejo melainkan ke tiga desa dari tiga kecamatan  lainya seperti Campurasri-Karangjati, Paras-Pangkur dan Tambakromo-Padas. Semua desa yang di sidak beber Siswanto, masuk pada tahapan kampanye calon kades dalam situasi kondusif. Sambungnya, dari 14 desa yang bakal melaksanakan pilkades serentak ada 2 desa yang terindikasi kerawanan.

“Sesuai pemetaan kita mendasar informasi yang dikumpulkan dari berbagai sumber memang ada dua desa yang diprediksi rawan gesekan antar pendukung. Tetapi kita berharap kepada semua pihak yang berkompeten terus mematau situasinya biar pilkades ini sebagai pesta demokrasi tingkat bawah bisa berjalan baik,” urai Siswanto.

Terpisah, Kabul Tunggul Winarno Kepala DPMD Ngawi menerangkan, untuk mengantisipasi kerawanan pilkades dilapangan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan jajaran polsek maupun koramil. Kabul demikian sapaan akrabnya, meyakini pelaksanaan pilkades serentak yang tinggal menghitung hari tersebut bakal terlaksana sesuai yang dijadwalkan. Dan pelaksanaan pilkades nanti tetap memakai sistim terbaru melalui pungutan suara per dusun dengan pola TPS. 

“ Kita mengharapkan situasi pemilihan kepala desa yang kondusif tidak ada masalah administrasi hingga pergesekan antar pendukung sehingga pesta demokrasi di tingkat desa ini bisa berlangsung lancar” Tegasnya(ARD)

Monday, 04 December 2017 00:00

Kebo Ketan Anemo Masyarakat Ngawi

 Ngawi-Menuju puncak ritual budaya upacara Kebo Ketan mengambil tema Penawar Racun Divide Et Impera pada Minggu 03 Desember 2017. Kini sajian budaya khas besutan Bramantyo Prijosusilo diawali dengan proses memandikan atau dikenal dengan istilah ‘guyang’ sang Kebo Ketan di Sendang Margo masuk Alas Begal setelah diarak dari lapangan bola di Desa Sekarputih, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi, Sabtu (02/02).

Kemudian sesuai rundownya, upacara akan berakhir pada 04 Desember 2017 ditandai selesainya pagelaran wayang kulit yang dibawakan oleh dalang Ki Seno Nugroho dari Yogyakarta. Namun sebelumnya, pada puncak ritual Kebo Ketan didukung 873 seniman dari berbagai latar seni yang datang dari berbagai daerah.

Dari data yang ada disebutkan, untuk komunitas Prana dari Ubud Bali yang didukung belasan personel akan menampilkan musik dan tari. Selain itu, dari Yogyakarta tercatat akan menampilkan grup muda berisi musisi jenius, Brightsize Trio yang baru kembali dari tur di Eropa.  Sementara itu Denny Dumbo dan kawan-kawan, akan menyajikan musik sakralisasi mengiring puncak upacara penyembelihan Sang Kebo Ketan.

Sedang dari Jakarta akan datang kelompok Bonita & The Hus Band, dan Dima Miranda & The Jatiwangi Art Factory, serta KH. Dr. Zastrouw Ngatawi dan Ki Ageng Ganjur. Kelompok rock dari era tahun 1990 an, Elpamas, akan menjadi gong pertunjukan musik Upacara Kebo Ketan, membawa formasi istimewa dengan 2 vokalis. Satu satunya musisi yang tampil sendiri adalah baladawan Yogyakarta Sri Krishna.

Pada prosesi upacara Kebo Ketan juga melibatkan seniman lokal Ngawi dan tentunya menampilkan berbagai pentas seni seperti Reog Kebonagung Sekarputih, kelompok hadrah dan tari Sufi Madin Al Fatih dari Ngrambe, serta Penthul Melikan, dan kerawitan dari Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Ngawi ditambah warga yang terlibat di dalam persiapan dan pelaksanaan artistik dan teatral prosesi.

Beberapa seniman kebanggaan Indonesia dengan reputasi internasional juga bakal dilibatkan seperti Djoko Pekik dan Heri Dono, seniman gerak rohani (gerak Amerta) Suprapto Suryodarmo dan seniman performas Arahmaiani. Aktor senior Otig Pakis akan melaksanakan penyembelihan Sang Kebo Ketan. 

“Acara tradional yang di kemas secara apik ini berhasil menarik anemo masyarakat Ngawi dan luar daerah sehingga Ngawi dapat terkenal” jelas Dian salah satu pemerhati Seni Ngawi.(ARD)

Ngawi- Menarik simpati masyarakat ini yang mungkin akan dilakoni oleh para calon guna mendapatkan torehan suara pendukungnya.  Intensitas politik jelang pemilihan gubernur (Pilgub) Jatim 2018 mulai naik. Para kandidat pun mulai ambil start guna memantapkan langkah menuju kursi prestisius jabatan gubernur. Seperti Syaifullah Yusuf/Gus Ipul tidak mau peta wilayah kekuatanya keropos dirinya mulai mendatangi sejumlah wilayah. Kali ini ia menyambangi kalangan kader partai bergambar banteng moncong putih di gedung DPC PDIP Ngawi, Minggu (03/12).

Dengan gaya blak-blakan dihadapan para wartawan Gus Ipul mengaku jika kedatanganya untuk melakukan konsolidasi bersama PDIP Ngawi guna menyusun langkah-langkah strategi pemenangan menuju Pilgub Jatim 2018. Mengingat Ngawi sebagai kantongnya PDIP di wilayah Mataraman atau Jatim barat.

“Jelasnya untuk melakukan konsolidasi pemenangan Pilgun Jatim nanti. Jadi semua hasil perencanaan yang telah dibahas tadi bisa ditindaklanjuti dilapangan,” terang Gus Ipul, Minggu (03/12).

Ia pun mengaku sangat percaya terhadap pola maupun konsep penggalangan massa yang dilakukan para kader PDIP selama ini. Alasan itu bukan tanpa sebab, pada dasarnya PDIP Ngawi sudah berpengalaman membangun kepercayaan politik di level bawah atau akar rumput yang dibuktikan pada pemilu legislative (Pileg) maupun pemilihan kepala daerah (Pilkada).

Disinggung strategi pemenangan wilayah Mataraman, orang nomor dua di Jatim sekarang ini lebih cenderung membangun komunikasi politik secara sinergi dan lebih intens antara kalangan nahdliyin dengan PDIP dalam satu keterpaduan agamis nasionalis. Dengan demikian akan saling menutup kelemahan pada semua lini.

Selain itu Gus Ipul mengaku adem-adem saja menyikapi barisan Muslimat yang notabene satu organisasi dibawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) jika Khofifah Indar Parawansa jadi macung merebutkan Jatim 1. Sebab di dalam NU sendiri sudah menjadi hal biasa apabila terjadi perbedaan politik maupun cara menyikapinya.

“Biasa saja dan adem-adem saja sebab di NU sudah biasa ada perbedaan itu. Justru kita melihat itu bukan kendala maupun hambatan jalan saja seperti biasanya,” urainya.

Hal senada diucapkan Ketua DPC PDIP Ngawi Dwi Rianto Jatmiko terkait kedatangan Gu Ipul memang erat kaitanya dengan rapat kerja internal PDIP untuk menyusun strategi pemenangan Pilgub Jatim 2018. Dalam kesempatan itu sekitar 600 kader dari jajaran pengurus PDIP Ngawi yang dilibatkan untuk lebih merapatkan barisan menuju tahun politik.

“Mulai sekarang ini sudah kita persiapkan bagaimana menyusun tentang strategi pemenangan demikian juga perangkat kerjanya. Maka dari itu kita menyusun schedulenya dan tahapan menuju proses pemenangan nanti seperti apa. Tentu semua itu menjadi tugas pokok dan wajib bagi kita untuk mengamankan perintah partai,” tegas Antok panggilan akrab Ketua DPC PDIP Ngawi.

Bicara target PDIP kata Antok adalah menang namun belum berani mematok berapa persentase perolehan suara yang dicapai. Karena sejauh ini belum bisa mengukur peta kekuatan lawan karena yang muncul ke permukaan baru pasangan Gus Ipul-Anas. Namun demikian apapun lawannya Antok mengaku optimis memperoleh suara mutlak untuk Gus Ipul-Anas dari wilayah Ngawi.

“Kami optimis Gus Ipul dapat meraih simpatik masyarakat Jawa Timur” imbuhnya(ARD)

 Ngawi- Tidak kurang dari 2 tahun terkahir ini Bupati Ngawi Budi Sulistyono/Kanang menggagas obyek wisata baru yang dapat dinikmati oleh warga Ngawi. Sebagai puncak keberhasilan tersebut Bupati bersama pejabat OPD mengawali kegiatan penanaman pohon asuh bersamaan dengan pencanangan program nasional Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) di Taman Candi berlokasi di Kali Mati, Desa Kartoharjo, Kecamatan Ngawi Kota. Kegiatan ditandai dengan penanaman beberapa pohon di area taman yang berlokasi lebih dari tiga hektar tersebut, Selasa (28/11).

“Kita bersama dinas terkait terus berupaya menciptakan hutan kota tentu peruntukanya sebagai paru-paru termasuk di kali mati ini. Dan konsep di kali mati ini memang dipadukan dengan taman rekreasi didalamnya ada fasilitas yang berkaitan dengan wisata air seperti mancing maupun lainya,” terang Kanang.

Kanang berpendapat, dengan mengeksplor keberadaan kawasan Kali Mati menjadi satu area rekreasi yang terakomodasi melalui Taman Candi bisa menjadikan sebagai salah satu destinasi wisata di Kabupaten Ngawi. Sehingga kedepanya keragaman lokasi wisata yang ada di Ngawi menjadikan pilihan representative bagi pengunjung baik lokal maupun luar daerah.

Hal senada diungkapkan Setiyono Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ngawi, ia meminta semua lapisan masyarakat terutama disekitar Taman Candi turut andil memajukan sekaligus menjaga kebersihan dilokasi wisata terbarukan itu. Dengan demikian dalam waktu singkat Taman Candi yang mulai di eksplor tiga tahun lalu bisa memberikan kontribusi positif terhadap pariwisata di Ngawi.

“Di Taman Candi ini besar harapanya bisa menjadikan satu tempat rekreasi bagi anak-anak dalam membentuk pendidikan karakter. Disini disuguhkan bagaimana mengelola penghijauan maupun menjaga lingkungan dari sampah,” ujar Setiyono.

Ditempat yang sama, Bupati Ngawi Budi Sulistyono meresmikan Taman Candi ditandai dengan pemotongan pita. Namun sebelumnya, bersama jajaran OPD Bupati Ngawi menebar ribuan benih ikan di Kali Mati. Seperti diketahui sebelumnya, Taman Candi merupakan hasil restorasi menuju taman wisata yang ada di pinggiran Kota Ngawi dengan budget miliaran rupiah bersumber dari APBD. Fasilitas yang tersedia mulai family park, taman labirin, flaying fox dan dipadukan wisata air.

“Semoga pembangunan Kali mati ini bisa di manfaatkan oleh warga Ngawi untuk berakhir pekan tanpa harus keluar dari Ngawi” Tegasnya(ARD)

Ngawi- Sedikitnya Tim SAR yang terdiri dari satuan tugas (Satgas) gabungan baik dari kepolisian, Basarnas, BPBD dan Satgas MTA terus mencari keberadaan Harjowiyoto alias Jono kakek 70 tahun yang diduga terseret arus Bengawan Solo di Dusun Bareng, Desa Sriwedari, Kecamatan Karanganyar, Ngawi. Pada hari kedua pencarian diterjunkan tiga perahu karet dengan memperluas area pencarian hingga 4 kilometer kearah muara.

“Hari kedua ini tadi ada tiga perahu sasaran pencarian kearah bawah. Namun terkendala arus yang lumayan kuat dan banyaknya sampah mengingat kondisi Bengawan Solo sekarang ini banjir,” terang Kapolsek Karanganyar AKP Suyadi, Jum’at (01/12).

Seperti dikabarkan, kakek Harjowiyoto warga Desa Sriwedari dinyatakan hilang atau diduga terseret arus Bengawan Solo pada pukul 10.00 WIB pada Kamis kemarin, (30/11). Pagi sebelum kejadian korban sempat bertemu dengan adik iparnya Suwarni dan menuju ke Bengawan Solo yang hanya berjarak sekitar 25 meter dari rumahnya untuk buang hajat.

“Karena sampai siang tidak pulang ke rumah baru diketahui korban yang mempunyai penyakit sering tidak sadarkan diri ini hilang di Bengawan Solo itu. Kemarin itu warga sudah berusaha mencari keberadaan korban disekitar lokasi kejadian namun hanya ditemukan sandal jepitnya saja,” beber AKP Suyadi.

 

Setelah 3 hari kemudian jasad Harjowijoto alias Jono kakek berusia 72 tahun warga Desa Sriwedari, Kecamatan Karanganyar, Ngawi yang tenggelam di Bengawan Solo ditemukan. Penemuan jasad korban ditemukan sekitar 14.30 WIB di Desa Klagen, Kecamatan Kedungtuban masuk Blora, Jawa Tengah.

“Korban sudah ditemukan dalam keadaan meninggal kondisinya sudah mulai membusuk. Setelah di evakuasi dan di bawa ke rumah sakit jenasah korban langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan,” terang Eko Heru Tjahjono Kepala BPBD Ngawi, Sabtu (02/12).(ARD)

Monday, 04 December 2017 00:00

Penilaian Adipura PKL dilarang Berjualan

Ngawi- Disayangkan apa yang dirasakan oleh mereka para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa mangkal di beberapa jalan protokol dalam Kota Ngawi untuk sementara waktu harus bersabar untuk tidak berjualan. Larangan tersebut setelah dikeluarkanya surat pemberitahuan dari Satpol PP daerah setempat tertanggal 21 November 2017 kemarin.

Arif Setiyono Kasi Penegakan Perda Satpol PP Ngawi mengatakan, larangan berjualan bagi PKL yang sering mengais rejeki di area trotoar jalan utama dalam kota sifatnya hanya sementara. Dan itu hanya diberlakukan selama tiga hari mulai 22-24 November 2017.

“Cuma tiga hari saja tidak lama kok. Larangan sementara itu karena mau ada penilaian Piala Adipura oleh tim dari pusat ke Kota Ngawi. Tentunya kami selaku petugas trantib mengharapkan kerjasamanya bagi rekan-rekan PKL untuk mendukung kegiatan ini,” jelas Arif Setiyono, Selasa (22/11).

Ia menegaskan, konsentrasi penertiban PKL diarahkan pada jalan utama di dalam kota seperti Jalan A.Yani, Jalan Teuku Umar, Jalan Hasanudin, Jalan Sultan Agung, Jalan PB Sudirman dan beberapa jalan lainya yang terindikasi bakal didatangi tim penilai Piala Adipura.

Untuk PKL kawasan alun-alun bebernya, meski tidak ada larangan berjualan terkait langsung penilaian Piala Adipura namun diminta untuk menjaga kebersihan dan ketertiban disekitar lapaknya. Jangan sampai seenaknya sendiri tanpa mengindahkan tata tertib yang ada.

“Kalau dikawasan alun-alun tidak. Tapi mereka harus menjaga kebersihan jangan sampai terkesan kumuh dan kotor. Sebab alun-alun ini kan salah satu titik destinasi wisata Ngawi kan,” bebernya.

Tambahnya, para PKL yang berada dikawasan larangan tersebut diharap tidak meninggalkan gerobak maupun barang dagangan serta perlengkapan lainya disekitar trotoar jalan. Jika himbauan ini tidak dihiraukan Satpol PP bakal menindak tegas.

Terkait Piala Adipura, seperti tahun 2016 lalu Kabupaten Ngawi hanya menyabet sertifikat Adipura dari pemerintah pusat. Dan itu terjadi selama dua tahun berturut-turut mulai tahun 2015. Seperti yang diberitakan di tahun lalu gagalnya piala bergengsi dibidang kebersihan tentunya tidak lepas dari buruknya pengelolaan tempat pembuangan akhir (TPA) yang berada di Desa Selopuro, Kecamatan Pitu.

Terpisah melalui via selular Bupati Ngawi Budi Sulistyono/Kanang menegaskan, Pemkab Ngawi harus segera keluar mencari terobosan dan berinovasi untuk menyelesaikan pekerjaan rumah terkait pengelolaan sampah. Tandasnya, langkah itu tentunya dibarengi sistem pengelolaan sampah yang baik dan ramah lingkungan tidak hanya sebatas pada TPA di Desa Selopuro melainkan secara umum seperti dipasar.

Ujarnya lagi, dengan sertifikat Adipura setidaknya menjadi motivasi semua leanding sector untuk lebih berkreasi menuntaskan permasalahan sampah sampai pada titik ramah lingkungan. Sisi lain diakuinya, penilaian menuju Piala Adipura tahun ini memang super ketat secara nasional hanya diambil 32 kabupaten/kota. 

“Kami mengharapkan kerjasama semaua pihak dalam menyukseskan penialaian adipura ini agar kiranya dapat berjalan dengan lancar, para PKL dapat bersabar dan menanamkan warga untuk hidup sehat dengan membuang sampah pada tempatnya” tegasnya.(ARD)

Ngawi –Proyek yang  belum masa penyerahan kepada pihak penanggung jawab namun sudah di temukan kerusakan dan parahnya di bagian pondasi jembatan. Pasca ambrolnya plengsengan jembatan Watualang di Desa Watualang, Kecamatan Ngawi Kota beberapa waktu lalu langsung disikapi oleh wakil rakyat daerah setempat. Komisi IV DPRD Ngawi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek senilai Rp 45,5 miliar lebih, Selasa (21/11).

Hasil sidak kata dewan, ambrolnya plengsengan di dua sisi sekitar pondasi jembatan yang membentang diatas Bengawan Solo selebar lebih dari 2 meter akibat faktor alam. Sebab akhir-akhir ini kondisi Bengawan Solo banjir. Dengan alasan tersebut tanah yang menopang plengsengan tergerus.

“Betul plengsengan disekitar pondasi jembatan di dua sisi baik di selatan maupun utara itu ambrol. Tapi tidak berpengaruh ataupun mengancam konstruksi utama jembatan. Ambrolnya plengsengan memang akibat banjir,” terang Slamet Riyanto Ketua Komisi IV DPRD Ngawi.

Jelasnya, pihak rekanan dalam hal ini PT Satwiga Mustika Naga mengaku bertanggung jawab penuh karena masih dimasa pemeliharaan selama 6 bulan kedepan. Sesuai janji rekanan, secepatnya akan diperbaiki bahkan tidak lagi konstruksi batu pasangan melainkan beton bertulang.

“Jika ada kerusakan itu sudah menjadi tanggungjawab rekanan karena masih berada di tahap pemeliharaan. Jangan sampai rekanan sendiri seenaknya dan sejak awal kami meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) tetap memberi penegasan dan memonitoring  kepada rekanan,” kupasnya.

Terpisah, Kepala DPUPR Kabupaten Ngawi Hadi Suroso mengatakan, untuk jembatan Watualang sudah selesai dikerjakan. Terkait anggaran, jembatan Watualang dikerjakan selama tiga tahun sesuai tahapanya. Untuk tahap pertama 2015 lalu, pemasangan pondasi yang membentang ditengah aliran Bengawan Solo telah menyerap anggaran tidak kurang dari Rp 5 miliar.

Disusul tahap berikutnya, difokuskan pada pekerjaan fisik jembatan dengan budget anggaran sekitar Rp 26 miliar bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2016 dan terakhir dikonsentrasikan pada pekerjaan pengerasan jalan baik di sisi selatan maupun utara jembatan dengan budget Rp 14,5 miliar bersumber DAK 2017. 

Sementara Warsito salah satu warga Watualang Ngawi berharap kepada pemerintah daerah benar-benar melakukan pengawasan terhadap pembangunan akses jalur penghubung antar kecamatan. Hal ini tidak hanya berdapak pada kerugian Negara bisa saja mengancam jiwa apabila pengerjaan hanya asal-asalan saja.(ARD)

Monday, 27 November 2017 00:00

Gedung Dewan Rampung, Bupati Sowan  

Ngawi- Setelah 3 kali penganggaran selama 3 tahun terakhir ini gedung dewan telah rampung dalam pengerjaannya dan dalam proses penyerahan kepada pemkab Ngawi. Pekerjaan proyek kakap gedung DPRD Ngawi senilai Rp 26 miliar lebih awal November 2017 ini rampung dikerjakan seratus persen lebih awal dari masa kontrak dibawah rekanan PT Andys Kencana. Tidak mau dikibuli dengan kwalitas bangunan, Bupati Ngawi Budi Sulistyono/Kanang langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap gedung wakil rakyat berlantai empat tersebut, Senin (20/11).

“Memang sudah saya rencanakan renovasi terhadap gedung dewan ini. Dulunya kantor dinas perdagangan yang kita rubah sedemikian rupa menjadi gedung wakil rakyat. Harapan saya terhadap semua wakil rakyat ini bisa menempati gedung yang sebenarnya dan alhamdulilah selesai,” terang Kanang, Senin (20/11).

Kanang yang didampingi Ketua DPRD Ngawi Dwi Rianto Jatmiko menghendaki setelah penyerahan melalui proses P1 dibawah leanding sektor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Ngawi harus disusul dengan pengadaan mebeler yang ditempatkan sesuai ruangnya. Tetapi teknis pengadaan mebeler tetap menunggu dari hasil penganggaran melalui pos APBD 2018 mendatang.

“Saya kira semua kwalitas maupun fasilitas yang ada di gedung dewan terbaru ini sudah sesuai dengan speknya meskipun masih minimalis. Disini sudah ada ruang komisi, fraksi maupun ketua meskipun ruang per anggota dewan ditiadakan. Hasil pemantauan kali ini tidak ada yang perlu dikoreksi lagi,” jelasnya.

Seperti diketahui pekerjaan gedung dewan berlantai empat direalisasikan dalam dua tahap sekaligus penganggaranya. Untuk tahap awal 2016 lalu memakan budget lebih dari Rp 12 miliar bersumber APBD 2016 dikonsentrasikan pada pekerjaan struktur bangunan mulai slup, cor beton tiang demikian juga atap.

Sedang tahap berikutnya melalui pos APBD 2017 disediakan dana Rp 14 miliar lebih diperuntukan pada tiga item pekerjaan seperti arsitektur, mechanical elektrik (ME) dan pekerjaan plumbing.Dan sesuai informasinya, standart kwalitas bangunan gedung dewan setara dengan pembangunan hotel tetapi dilihat satuan harganya tetap dibawah satuan harga yang ditetapkan bupati

“Semoga dengan adanya gedung baru ini dapat memberikan semangat baru kepada wakil rakyat mengemban amanah warg Ngawi” Tegasnya(ARD)Gedung Dewan Rampung, Bupati Sowan  

Ngawi- Setelah 3 kali penganggaran selama 3 tahun terakhir ini gedung dewan telah rampung dalam pengerjaannya dan dalam proses penyerahan kepada pemkab Ngawi. Pekerjaan proyek kakap gedung DPRD Ngawi senilai Rp 26 miliar lebih awal November 2017 ini rampung dikerjakan seratus persen lebih awal dari masa kontrak dibawah rekanan PT Andys Kencana. Tidak mau dikibuli dengan kwalitas bangunan, Bupati Ngawi Budi Sulistyono/Kanang langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap gedung wakil rakyat berlantai empat tersebut, Senin (20/11).

“Memang sudah saya rencanakan renovasi terhadap gedung dewan ini. Dulunya kantor dinas perdagangan yang kita rubah sedemikian rupa menjadi gedung wakil rakyat. Harapan saya terhadap semua wakil rakyat ini bisa menempati gedung yang sebenarnya dan alhamdulilah selesai,” terang Kanang, Senin (20/11).

Kanang yang didampingi Ketua DPRD Ngawi Dwi Rianto Jatmiko menghendaki setelah penyerahan melalui proses P1 dibawah leanding sektor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Ngawi harus disusul dengan pengadaan mebeler yang ditempatkan sesuai ruangnya. Tetapi teknis pengadaan mebeler tetap menunggu dari hasil penganggaran melalui pos APBD 2018 mendatang.

“Saya kira semua kwalitas maupun fasilitas yang ada di gedung dewan terbaru ini sudah sesuai dengan speknya meskipun masih minimalis. Disini sudah ada ruang komisi, fraksi maupun ketua meskipun ruang per anggota dewan ditiadakan. Hasil pemantauan kali ini tidak ada yang perlu dikoreksi lagi,” jelasnya.

Seperti diketahui pekerjaan gedung dewan berlantai empat direalisasikan dalam dua tahap sekaligus penganggaranya. Untuk tahap awal 2016 lalu memakan budget lebih dari Rp 12 miliar bersumber APBD 2016 dikonsentrasikan pada pekerjaan struktur bangunan mulai slup, cor beton tiang demikian juga atap.

Sedang tahap berikutnya melalui pos APBD 2017 disediakan dana Rp 14 miliar lebih diperuntukan pada tiga item pekerjaan seperti arsitektur, mechanical elektrik (ME) dan pekerjaan plumbing.Dan sesuai informasinya, standart kwalitas bangunan gedung dewan setara dengan pembangunan hotel tetapi dilihat satuan harganya tetap dibawah satuan harga yang ditetapkan bupati

“Semoga dengan adanya gedung baru ini dapat memberikan semangat baru kepada wakil rakyat mengemban amanah warg Ngawi” Tegasnya (ARD)

 Ngawi- Setelah  menjadi kabar burung kematian TKI asal Ngawi akhirnya terjawab sudah bahwa Muji meninggal jatuh dari tangga dimana korban. Usai beberapa waktu lalu dikabarkan ada salah satu Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Desa/Kecamatan Gerih, Ngawi meninggal terjatuh dari apartemen di Taiwan. Kini kabar duka terjadi lagi dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI ) atas nama Muji Suyitno (38) warga Dusun Krajan, RT 05/RW 01, Desa Kedungputri, Kecamatan Paron, Ngawi dinyatakan meninggal akibat kecelakaan kerja di Malaysia.

Jumadi kakak ipar korban mengatakan, Muji Suyitno meninggal setelah terjatuh saat bekerja dibagian konstruksi bangunan di Johor, Malaysia pada Sabtu akhir pekan kemarin, (18/11), sekitar pukul 12.00 waktu Malaysia. Kabar duka diterima oleh pihak kedua orang tuanya Marto Tukiran (70) dan Kasmini (60) pada hari itu juga pukul 17.30 WIB.

“Tahu kalau ada kabar seperti itu setelah Yanti istri korban yang bermukim di Batam telepon pada kita mengabarkan tentang meninggalnya adik ipar saya ini. Dalam telepon itu tidak diterangkan secara jelas hanya jatuh saat bekerja itu saja,” terang Jumadi, Senin (20/11).

Kata dia, setelah dipastikan korban yang merupakan anak kedua dari lima bersaudara itu meninggal pihak keluarga dirumah langsung mempersiapkan proses pemakaman di TPU terdekat di Desa Kedungputri. Dipastikan pada Senin ini, (20/11), jenasah Muji Suyitno diterbangkan dari Johor, Malaysia dan mendarat di Bandara Adi Sumarmo Solo pada pukul 18.00 WIB dan baru sampai di rumah duka dua jam kemudian.

 

Terkait kejadian nahas dialami korban kata adiknya Riza Juliantoro merupakan pukulan berat bagi keluarganya di rumah. Mengingat hampir 16 tahun lebih Muji Suyitno tidak pulang kampung di Dusun Krajan untuk sekedar menjenguk kedua orang tuanya. Bahkan korban menikah pun keluarganya di rumah hanya tahu melalui kontak telepon sekitar  2 tahun lalu.

“Dari pertama merantau kakak saya (Muji Suyitno-red) tidak pernah memberikan kabar bahkan sempat hilang kontak sekitar 15 tahun. Tahu-tahu dia mau menikah dengan Mbak Yanti dari Batam itu iya dari telepon jadi tidak pernah pulang ke rumah sini,” jelas Riza Juliantoro.

Dengan adanya kabar buruk tersebut terutama pihak ibunya Kasmini langsung shock berat . Beber Riza, selama ini dari keluarga besarnya yang paling dekat dengan korban memang ibunya. Karena lama ditinggalkan, korban sering melakukan kontak telepon via video call dengan sang ibu meskipun  wajahnya sudah banyak mengalami perubahan.

“Sampai sekarang pun seperti apa Mbak Yanti keluarga di sini belum tahu juga. Korban dari pernikahanya itu dikaruniai seorang anak. Sayang, sebelum meninggal korban sempat kirim uang untuk biaya selamatan neneknya dirumah baru sekitar empat atau lima hari lalu,” pungkasnya

Pihak keluarga sampai saat ini masih menunggu kepastian kepulangan jenasah korban yang hingga kini belum mendapatkan informasi.(ARD)

Page 4 of 18