bahanafm

bahanafm

Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 NGAWI - Tragis dengan apa yang dialami oleh korban, sebut saja Sani seorang nenek 80 tahun warga Dusun Gnetong Kidul, RT 02/RW 03, Desa Gentong, Kecamatan Paron, Ngawi menjadi korban ganasnya arus sungai di wilayah Desa Soco, Kecamatan Jogorogo, Ngawi pada 14.30 pada Jum’at kemarin, (02/03). Menurut keterangan salah satu saksi, saat kejadian melihat baju maupun peralatan untuk mencari pasir milik korban berada dipinggiran sungai.

 

“Saya lihat ada baju dan peralatan itu saja apalagi kondisi sungan banjir mebuat curiga. Lantas saya informasikan kepada keluarganya dirumah sore itu juga dengan dibantu warga sekitarnya langsung mencari keberadaan korban dengan melakukan penyisiran disekitar sungai,” terang Suyanto salah satu saksi mata, Sabtu (03/03).

 

Atas kejadian tersebut aparat kepolisian dari Polsek Jogorogo bersama tim Sikatan Rescue langsung berusaha melakukan upaya pencarian terhadap korban. Proses pencarian akhirnya membawa hasil sekitar pukul 23.30 WIB pada Jum’at malam, (02/03), jasad korban ditemukan dialiran sungai masuk wilayah Desa Gentong atau berjarak sekitar 1 kilometer dari lokasi kejadian.

 

“Saat itu juga jenasah korban Mbah Sani itu langsung di evakuasi dari sungai. Hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan tanda tanda kekerasan dan meninggalnya korban murni karena terseret arus sungai sewaktu banjir. Malam itu juga jenasahnya langsung kami serahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,” pungkas Kapolsek Jogorogo AKP Budi Cahyono.

Pihaknya mengharapkan kepada warga Ngawi untuk lebih berhati-hati dan waspada terhadap aliran sungai yang saat sekarang mulai sering deras dengan cuaca musim penghujan saat sekarang. (ARD)

Ngawi – Tidak ingin kecolongan dengan kedatangan 2 suporter besar masuk Ngawi guna mengantisipasi kerusuhan yang dilakukan Bonek suporter militan Persebaya Surabaya membuat polisi harus berjaga full waktu terutama di daerah Ngawi yang merupakan wilayah perbatasan Jawa Timur-Jawa Tengah. Kabagops Polres Ngawi Kompol Wahono saat dihubungi wartawan via selular menyatakan, pengerahan ribuan suporter Bonek memang harus dikawal ketat untuk mengantisipasi kerusuhan.

“Pokoknya kami selaku polisi utamanya di Ngawi ini melayani saudara kita Bonek dengan baik. Jangan ada kerusuhan yang ditimbulkan oleh oknum Bonek maupun dari pihak luar yang tidak bertanggung jawab. Lihat sendiri bisa dikatakan tiga hari kami tidak tidur mengawal mereka menuju dan kepulanganya nanti dari Solo,” terang Kompol Wahono, Sabtu (03/02).

Disepanjang perlintasan Ngawi ujarnya, telah dipersiapkan 37 truk untuk mengangkut Bonek yang tercecer ditengah perjalanan. Mengingat masih banyaknya Bonek diluar koordinator menuju Stadion Manahan Solo untuk melihat tim kebanggaanya Persebaya Surabaya berlaga di Piala Presiden 2018.

“Alhamdulilah semua kendala dilapangan hingga sekarang ini terselesaikan dengan baik. Dari awal telah disiapkan puluhan truk dari jajaran Polsek untuk mereka. Dan terpantau tidak ada insiden apapun sampai saat ini semoga saja berlaku sampai proses kepulanganya nanti dari Solo,” tandasnya.

Imbuhnya, diprediksi ribuan Bonek yang terkoordinir akan pulang langsung dari Stadion Manahan usai Persebaya berlaga. Tetapi bagi Bonek yang tidak terkoordinir belum dipastikan jadwalnya balik lagi ke Surabaya. Meski demikian pihaknya mempersiapkan diri melakukan pengamanan dengan mengerahkan 400 personel kepolisian hingga Minggu besok, (04/02).

Seperti diberitakan sebelumnya, guna mencegah terjadinya persinggungan antara suporter Persebaya dan Arema dalam perjalanan menuju Stadion Manahan Solo, Kepolisian Daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur saling berkoordinasi untuk memisahkan jalur keberangkatan rombongan kedua suporter.

Untuk jalur Bonek menempuh jalur Surabaya-Sidoarjo-Mojokerto-Madiun-Sragen-Solo. Sebaliknya Aremania melintasi jalur selatan yakni Malang-Ponorogo-Wonogiri-Sukoharjo-Solo. Pemisahan jalur untuk dua suporter yang selama ini dikenal sebagai musuh bebuyutan itu juga berlaku saat proses pemulangan mereka dari Solo ke Jawa Timur. Mereka sengaja kami atur keberangkatan dan kepulangan mereka agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diiinginkan.(ARD)

Ngawi – Jalur Wilayah Ngawi dikenal sebagai daerah rawan kecelakaan lalu-lintas (lakalantas) bahkan berlabel sebagai jalur tengkorak cukup membuat para pengguna jalan keder mendengarnya mendasar karena seringnya kejadian laka lantas.

Tentu untuk menghilangkan kesan tersebut berbagai upaya telah dilakukan oleh pihak berkompeten terutama Satlantas Polres Ngawi dengan merubah image negative menjadi satu kawasan ramah akan keselamatan berlalu-lintas. Tetapi untuk membalikan fakta sejauh itu tidaklah mudah harus ada upaya dari berbagai stakeholder.

Berikut kutipan Kasatlantas Polres Ngawi AKP Rukimin hasil evaluasi sepanjang tahun 2017 dengan dinamika kejadian lakalantas maupun upaya pencegahan. Mendasar data yang dikelola Satlantas Polres Ngawi jumlah kejadian lakalantas secara umum mengalami penurunan hampir 25 persen merujuk dari kejadian tahun sebelumnya.

Disebutkan angka lakalantas 2016 mencapai 774 kasus sedangkan sepanjang tahun 2017 menurun menjadi 755 kasus. Demikian juga kondisi korban lakalantas terutama yang meninggal dunia (MD) turun drastis mencapai 30 persen. Dimana, 2016 korban MD mencapai 136 orang dan berbalik menurun tahun 2017 menjadi 101 orang

Akan tetapi jika dihitung untuk korban luka berat (LB) memang angkanya menanjak naik dari tahun sebelumnya. Terhitung tahun 2016 hanya 46 orang sedangkan setahun kemudian 2017 mencapai 91 orang. Naiknya angka LB tidak berlaku pada korban luka ringan (LK) dalam catatan 2016 mencapai 1.008 orang dan tahun 2017 menurun menjadi 1.003 orang.

Untuk bicara kendaraan yang terlibat kecelakaan lakalantas memang masih didominasi sepeda motor. Angkanya cukup memprihatinkan namun demikian apabila ditotal ada penurunan dibanding tahun sebelumnya. Diketahui 2016 ada 1.058 kasus lakalantas melibatkan sepeda motor dan tahun 2017 menurun signifikan hanya 984 kasus sepeda motor.

“Kecelakaan lalu-lintas di Ngawi ini dengan dikenal sebagai jalur tengkorak selain dari faktor human error ada permasalahan utama. Yakni terkait dengan kondisi jalan maupun lampu penerangan jalan sepanjang Mantingan-Karangjati maupun Ngawi-Maospati,” terang AKP Rukimin Kasatlantas Polres Ngawi.

Ia menyikapi terkait langsung dengan lebar jalan nasional yang ada di wilayah Ngawi baik dari arah Ngawi-Mantingan maupun Ngawi-Karangjati. Menurutnya, luas jalan disepanjang jalur tersebut terlalu sempit masih jauh dari idealnya sebagai jalan arteri atau jalan kelas I yang sesuai klasifikasinya mempunyai lebar 8 meter.

“Jalan Mantingan sampai Caruban ini sempit sekali kalau ada kendaraan bus dari arah barat maupun sebaliknya ada truk misalkan pasti pengendara sepeda motor tidak kebagian jalan. Pasti dia akan mengalah turun dari ke bahu jalan. Dan perlu diketahui juga ada ruas jalan di wilayah barat sekitar dua kilometer tidak ada bahu jalan,” beber AKP Rukimin.

Dengan kondisi sedemikian itu ia meminta kepada semua pihak yang berkepentingan untuk turun melakukan survey lokasi agar melihat kekurangan secara nyata dan dampak yang diakibatkan. Selain itu terkait langsung dengan lampu penerangan jalan umum (PJU) memang sangat kurang sekali baik jalur Ngawi-Mantingan, Ngawi-Karangjati dan Ngawi-Maospati. Dengan kondisi seperti itu membuat menjadi salah satu faktor dari penyebab lakalantas.

Disisi lain ia menyorot selama 8 bulan berdinas sebagai Kasatlantas Polres Ngawi terkait keberadaan pohon rawan tumbang disepanjang jalur nasional tidak ada sama sekali upaya dan kepedulian dari dinas terkait. Padahal sudah seringkali pihaknya mengirimkan surat agar ada tindak lanjut namun nyatanya tidak ada respon sama sekali. Fakta sudah membuktikan ada dua kejadian kendaraan tertimpa pohon tumbang dan untungnya tidak ada korban luka berat maupun meninggal.

“Jadi kami minta tolong kepada instansi terkait yang berkaitan dengan kepentingan yang tujuanya kamseltibcarlantas untuk survey bersama-sama agar tahu dengan kondisi seperti itu,” tandasnya.

Pungkas AKP Rukimin, ia tidak segan untuk memproses hukum kepada dinas terkait apabila tidak ada realisasi(ARD).

Ngawi- Patut di acungi jempol Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Ngawi mengaku berhasil mengungkap puluhan kasus melebihi jatah yang ditargetkan. AKP Moch Mukid Kasatnarkoba Polres Ngawi saat ditemuai wartawan menjelaskan, selama tahun 2017 pihaknya sukses menggulung serta mengungkap 37 kasus yang terkait dengan narkoba. Padahal target yang dipasang Polda Jatim hanya 22 kasus narkoba. Jumlah yang ditargetkan itu sama persis pengungkapan kasus serupa di tahun 2016 lalu.

“Iya selama saya menjabat sebagai Kasatnarkoba Polres Ngawi memang ada peningkatan signifikan pengungkapan kasus narkoba. Sejak awal sudah saya tekankan memang perang terhadap narkoba,” beber AKP Moch Mukid, Jum’at (29/12).

Bebernya, dari 37 kasus narkoba berhasil mengamankan 41 orang tersangka terdiri 35 orang pria dan sisanya 6 perempuan. Dan paling mencolok tidak lain kasus peredaran sabu-sabu berhasil mengungkap 13 kasus dari tahun sebelumnya hanya 10 kasus. Demikian juga dengan ganja tercatat ada 5 kasus yang berhasil diseret ke meja hukum dengan 5 orang tersangka semuanya pria.

Dan hal lain yang patut dicermati tandasnya, tentang peredaran pil koplo baik jenis Trihexyphenidyl maupun Tramadol yang melanggar UU Nomor 36 Tahun 2009 jumlah kasus yang diungkap cukup meningkat tajam. Jika tahun 2016 hanya tercatat 7 kasus dengan barang bukti 610 butir pil dan kini berhasil diungkap 19 kasus dengan barang bukti mencapai 4.263 butir pil.

“Suksesnya penangkapan kasus pil koplo merupakan hasil kerja keras tim kita dilapangan. Mereka all out memburu para pengguna maupun pengedar sampai lubang tikus pun akan di endus. Dan perlu dicatat sejak tiga bulan terakhir saya menjabat disini setiap bulanya hampir sepuluh kasus yang kita ungkap,” jelasnya.

Tidak hanya mengungkap Narkoba saja anggotanya juga telah berhasil mengamankan pengedar dan pengecer minuman keras di Ngawi. Sedikitnya berhasil  mengungkap 228 kasus meliputi 313 tersangka. Untuk kasus miras ini merupakan tangkapan terbesar demikian juga barang buktinya yang diamankan. Tercatat hampir 2 ton atau 1.886 liter miras yang disita petugas sebagai barang bukti. Dari sekian itu didominasi miras jenis arak jowo. Dalam waktu dekat pihaknya bakal melakukan pemusnahan barang bukti yang agar kiranya tidak di manfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.(ARD)

Monday, 19 February 2018 00:00

Nomer Urut Partai Peserta Pemilu 2019

Berikut adalah hasil pengundian nomor urut parpol:

Nomor urut 1: Partai Kebangkitan Bangsa

Nomor urut 2: Partai Gerindra

Nomor urut 3: Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan

Nomor urut 4: Partai Golkar

Nomor urut 5: Partai Nasdem

Nomor urut 6: Partai Garuda

Nomor urut 7: Partai Berkarya

Nomor urut 8: Partai Keadilan Sejahtera

Nomor urut 9: Partai Perindo

Nomor urut 10: Partai Persatuan Pembangunan

Nomor urut 11: Partai Solidaritas Indonesia

Nomor urut 12: Partai Amanat Nasional

Nomor urut 13: Partai Hanura

Nomor urut 14: Partai Demokrat

SURABAYA -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur menggelar deklarasi kampanye damai pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jatim 2018 di halaman Maspion Square, Jalan Frontage Ahmad Yani Siwalankerto, Wonocolo, Surabaya, Ahad (18/2). Deklarasi ini dihadiri kedua pasangan calon yakni Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak, dan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno

Deklarasi tersebut juga dihadiri ribuan para pendukung dari kedua pasangan calon. Dilengkapi berbagai atribut kanpanye, kedua kubu pendukung terus menyuarakan  dukungan. Dukungan tersebut ditunjukkan lewat nyanyian, tari-tarian dan lain sebagainya.

 

Ketua KPU Jatim Eko Sasmito menyatakan, deklarasi kampanye damai tersebut dimaksudkan agar gelaran Pilgub Jatim 2018 bisa berlangsung aman dan damai. "Deklarasi kampanye damai ini digelar dengan maksud agar proses Pilgub Jatim 2018 ini bisa berjalan aman, damai, tertib, dan bergembira," kata Eko dalam sambutannya.

Eko melanjutkan, deklarasi kempanye damai tersebut juga merupakan bentuk pernyataan perang terhadap semua kegiatan kampanye yang berbau SARA dan politik uang. Selain itu, deklarasi kampanye damai juga dimaksudkan untuk melawan ujaran kebencian dan memerangi berita-berita bohong.

 

"Deklarasi ini juga menekankan kita untuk memberantas semua kegiatan yang berbau SARA. Kita juga akan memberantas money politic, kita akan melawan ujaran kebencian, maupun berita hoax," ujar Eko

Eko melanjutkan, proses pergantian pemimpin merupakan suatu yang biasa dilaksanakan. Artinya, setiap lima tahun sekali, mau tidak mau, suka tidak suka, proses pergantian pasti dilaksanakan. Maka dari itu, sudah sewajarnya semua pihak bisa menerima, sehingga proses Pilgub Jatim 2018 bisa berjalan aman dan damai. (Sumber: Republika.co.id)

 

Thursday, 15 February 2018 00:00

Tahapan Pilkada Serentak 2018

Tahapan pilkada Serentak 2018.

12 Februari 2018 - Penetapan pasangan calon.
13 Februari 2018 - Pengumuman dan pengundian nomor urut pasangan calon 
 5 Februari-23 Juni - Kampanye

15 Februari-23 JuniDebat

Juni 2018
1. Kampanye melalui media masa, cetak, dan elektronik (10-23 Juni)
2. Masa tenang dan pembersihan alat peraga (24-26 Juni)
3. Pemungutan suara (27 Juni)
4. Rekapitulasi tingkat kecamatan (28 Juni-4 Juli)

Juli 2018
1. Rekapitulasi tingkat kabupaten/kota (4-6 Juli)
2. Rekapitulasi tingkat provinsi (7-9 Juli)

 

SURABAYA -- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur Eko Sasmito mengungkapkan batas maksimal dana kampanye pada kontestasi Pilgub Jatim 2018 sebesar Rp 494.146.064.100. Jumlah tersebut berdasarkan kesepakatan antara KPU Jatim, Bawaslu Jatim, serta tim kampanye dari kedua pasangan calon yang akan nerkontestasi.

 

 

"Itu sudah berdasarkan kesepakatan dan sudah ditandatangani oleh tim kampanyenya dari pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno, dan tim kampanye Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak," kata Eko di Kantor KPU Jatim, Jalan Tenggilis Nomor 1, Surabaya, Senin (12/2)

Eko kemudian mengingatkan setiap pasangan calon untuk mematuhi kesepakatan soal batas maksimal dana kampanye tersebut. Artinya, setiap pasangan calon dalam kampanyenya tidak boleh menggunakan anggaran lebih besar dari batas yang sudah ditentukan.

 

 

Jika kesepakatan batas maksimal dana kampanye tersebut ternyata dilanggar, Eko mengingatkan akan ada sanksi yang diterima oleh si pelanggar. Sanksi tersebut bisa bermacam-macam, bahkan hingga pembatalan keikutsertaan pasangan calon dalam kontestasi Pilgub Jatim 2018.

 

 

"Bagaimana kalau lebih dari itu? Ya enggak boleh. Sanksinya apa? Ya dicek nanti. Apakah itu legal apa tidak, perolehan duitnya dari mana, kalau perolehan duitnya tidak legal kan bisa kemudian sampai pembatalan," ujar Eko.

Eko juga memastikan, besaran batas maksimal dana kampanye yang ditetapkan sudah berdasarkan perhitungan yang matang. "Contohnya berapa kali pertemuan digelar, berapa audiens yang hadir itu sudah kita hitung semua," kata Eko.

 

 

Eko juga mengingatkan para tim kampanye kedua pasangan calon untuk segera menyerahkan rekening yang akan digunakan untuk menghimpun dana kampanye tersebut. Penyerahan rekening tersebut, Eko mengatakan, paling maksimal diserahkan pada 14 Februari 2018, atau satu hari sebelum masa kampanye. (sumber: Republika.co.id)

SURABAYA - KPU Jatim telah melakukan pengundian dan pengumuman nomor urut pasangan calon dalam pilgub Jatim 2018 di Hotel Mercure, Surabaya, Selasa (13/2/2018). Hasilnya, pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto mendapat nomor urut 1. Sedangkan pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno mendapat nomor urut 2.

Proses pengundian nomor urut berlangsung ramai dan semarak. Pasalnya, kedua pasangan calon tersebut membawa massa pendukung ke lokasi pengundian. "Hasil pengundian nomor urut hari ini, pasangan Khofifah-Emil mendapat nomor urut 1, sedangkan pasangan Gus Ipul-Puti mendapat nomor urut 2," terang Ketua KPU Jatim, Eko Sasmito, saat dikonfirmasi.

Setelah proses pengundian, sambung Eko, pihaknya akan menggelar deklarasi damai yang akan diikuti kedua pasangan calon di Taman Bungkul, Surabaya pada 18 Februari 2018. Diharapkan para pasangan calon mengikuti aturan main yang ada dalam berkampanye nanti.

"Masa kampanye sendiri akan dimulai pada 15 Februari hingga 23 Juni 2018. Disusul masa tenang selama tiga hari, dan pemungutan suara pada 27 Juni 2018," kata Eko.

 

Sementara itu, calon Gubernur Jatim, Khofifah menyampaikan terima kasih terhadap KPU Jatim atas seluruh proses yang baik selama ini. Angka 1 tersebut diharapkannya jadi sinyal atau pertanda kemenangannya di Pilgub Jatim kali ini.

"Ini nomor yang baik, satu berarti mempersatukan atau menyatukan seluruh entitas masyarakat Jawa Timur. Persatuan menjadi modal utama membangun Jawa Timur ke arah yang lebih berkeunggulan ," ungkap Khofifah.

Menurutnya, angka satu sangat mudah diingat oleh masyarakat. Selain itu, angka satu juga bermakna sesuatu yang baru, harapan baru, sekaligus menunjukkan suatu kualitas.

"Insya Allah, saya dan mas Emil akan membawa perubahan yang berkeunggulan bagi Jawa Timur di berbagai lini dan kehidupan masyarakat," ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan calon Gubernur Jatim, Gus Ipul. Ia mengaku bersyukur atas penetapan dirinya sebagai calon Gubernur oleh KPU Jatim dan proses pengundian nomor urut yang berjalan lancar.

"Terbuka lebar jalan kami untuk membawa Jatim lebih makmur. Selama saya menjadi Wagub Jatim ada prestasi yang didapat perlu ditingkatkan dan ada PR yang harus dikerjakan secara bersama," ucap Gus Ipul.

Gus Ipul menambahkan, dirinya ingin menyelesaikan permasalahan yang masih ada dengan baik. Memasuki masa kampanye harus berpesta ide yang pada akhirnya menuai kemenangan.

"Kami akan melakukan kampanye sehat, menyenagkan dan menggembirakan, melahirkan kebaikan dan memperkokoh persatuan kita untuk Jatim makmur. Mohon doa restunya," tukasnya. (Sumber: Okezone.com)

Tuesday, 13 February 2018 00:00

Sejarah Hari Radio Sedunia!

Diawali oleh sebuah rekomendasi dari Dewan Eksekutif UNESCO (Organisasi Pendidikan, Keilmuan & Kebudayaan PBB) kepada Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, Hari Radio Sedunia (World Radio Day) mulai ditelaah. Dari rekomendasi itu, banyak pihak mulai melihat betapa strategis/vital peranan dan fungsi radio di tengah khalayak. Ini penting, pasalnya walaupun UN Radio sudah terbentuk sejak 1946, namun belum ada satu hari pun diperingati sebagai Hari Radio Sedunia saat itu. Mengapa penting? 

Radio adalah media massa yang mampu menjangkau audiens terluas di dunia. Radio juga dikenal sebagai alat/instrumen komunikasi yang kuat/powerful dan medium yang berbiaya rendah. Radio secara spesifik cocok untuk menjangkau komunitas-komunitas yang berada di tempat terpencil atau audiens yang terus bergerak alias mobile, juga  orang-orang yang berkebutuhan khusus, seperti jauh dari akses literasi, disabled, perempuan, pemuda dan kaum miskin. Radio juga menawarkan diri sebagai ajang bertukar informasi/pengetahuan melalui diskusi ringan dan alat mengembangkan wawasan ataupun tingkat pendidikan seseorang. 

Secara khusus, radio memiliki peran yang spesifik dan strategis saat masa kedaruratan ataupun bencana terjadi di suatu tempat. Itu yang menjadi penekanan dalam peringatan World Radio Day 2016! 

Saat ini, layanan radio tengah memasuki masa konvergensi, masa radio wajib beradaptasi dengan perkembangan teknologi jaman. Sejumlah perkembangan teknologi yang kekinian tersebut antara lain teknologi pita lebar alias broadband, mobile gadget dan tablet.  Namun hingga kini, walaupun peran dan fungsi radio masih sedemikian vital, UNESCO masih menyayangkan tak sedikit orang (bahkan ditengarai milyaran orang di dunia ini) masih belum mendapatkan akses siaran radio.  

Kembali ke soal sejarah World Radio Day, usai direkomendasikan, sejumlah proses konsultasi yang luas pun digelontorkan mulai Juni 2011, difasilitasi oleh UNESCO. Proses konsultasi atas rekomendasi UNESCO itu diikuti oleh semua pemangku kepentingan radio, diantaranya asosiasi penyiaran, publik, negara/pemerintah, unsur swasta, komunitas, para penyiar internasional, agensi PBB, penyandang dana, Lembaga Swadaya Masyarakat/LSM terkait,  akademisi, yayasan, agensi pembangunan bilateral, dan tentunya UNESCO Permanent Delegations and National Commissions.

Tanggal 13 Februari, tanggal terbentuknya UN Radio di tahun 1946, diusulkan menjadi tanggal peringatan World Radio Day pertama kali oleh Direktur Jendral UNESCO. Objektif dari peringatan Hari Radio Sedunia adalah meningkatkan kepedulian masyarakat dan media mengenai betapa pentingnya radio, untuk mendorong para pengambil keputusan untuk membangun dan menyediakan akses informasi melalui radio, dan sekaligus mengembangkan jejaring dan kerjasama internasional antar para praktisi penyiaran radio/broadcaster.

Pada akhirnya, proses konsultasi menghasilkan peringatan Hari Radio Sedunia melalui penggunaan secara masif media sosial, tema tahunan, website yang didedikasikan khusus untuk radio (http://www.worldradioday.org) yang salah satunya menampung partisipasi publik dunia melalui media daring, program-program radio spesial, pertukaran program radio, dan masih banyak event spesial lainnya. 

Di tanggal 14 Januari 2013, Sidang Umum PBB secara formal mendorong UNESCO memproklamasikan Hari Radio Sedunia. Saat itu pula ditetapkan, 13 Februari sebagai World Radio Day!

Page 5 of 21