bahanafm

bahanafm

Ngawi-Sekali lagi usai dengan penemuan martir gegerkan warga Selopuro beganti warga Desa Dumplengan, Kecamatan Pitu, Ngawi digegerkan dengan penemuan mayat bayi berjenis kelamin perempuan yang hanyut di aliran Bengawan Solo sekitar pukul 14.15 WIB pada Sabtu, (18/11). Penemuan mayat bayi yang sudah membusuk tersebut bermula dari kesaksian Nyoto (47) warga Desa Dumplengan saat memancing dipinggiran Bengawan Solo.

“Pas sore tadi  saya mancing kebetulan kondisi Bengawan Solo banjir tiba-tiba melihat ada tubuh bayi mengambang. Terus saya teriak memberitahukan kepada petugas yang naik perahu karet untuk mengangkat tubuh bayi tadi,” terang Nyoto warga Desa Dumplengan, Sabtu (18/11).

Terpisah, Kapolsek Pitu Iptu Subandi mengatakan, pada saat saksi pertama (Nyoto-red) melihat mayat bayi mengapung langsung menginformasikan kepada petugas Basarnas. Kebetulan saat sedang menyisir aliran Bengawan Solo untuk mencari remaja asal Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren yang hilang dua hari sebelumnya.

“Usai di evakuasi tim Basarnas kemudian petugas kami datang ke TKP untuk melakukan pemeriksaan sementara. Setelah didata ciri-ciri mayat saat itu juga langsung dibawa ke kamar mayat RSUD dr Soeroto Ngawi untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan,” kata Iptu Subandi.

Dari hasil observasi dan pemeriksaan secara detail oleh tim medis RSUD dr Soeroto Ngawi bisa diketahui mayat bayi diprediksi meninggal atau hanyut di Bengawan Solo sudah tiga hari lamanya. Sedangkan umur bayi berjenis kelamin perempuan itu kemungkinan baru berumur dua hari. Dari terakhir dari tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang menyebabkan kematian.

Dari hasil penyelidikan hingga sejauh ini bisa diduga kuat jika mayat bayi berasal dari hulu Bengawan Solo bukan dari wilayah Ngawi. Meski demikian, pihaknya mempersilahkan apabila ada keluarga yang merasa kehilangan bayinya segera mendatangi RSUD dr Soeroto Ngawi atau aparat kepolisian terdekat.(ARD)

Sunday, 19 November 2017 00:00

3 Hari Mengilang Muhadi Sudah Tidak Bernyawa

Ngawi-Kejadian ini bisa menjadi pelajaran yang cukup penting, bagi kita para orang tua. Dalam memberikan pengawasan dan perhatian terhadap segala kegiatan buah hati kita, jangan sampai lengah dan tidak menginginkan hal serupa dengan apa yang dialami korban.  Setelah dinyatakan hilang terbawa derasnya arus Bengawan Solo pada Kamis lalu, (16/11), sekitar pukul 15.30 WIB kini mayat Ahmad Muhadi (14) warga Dusun Dlaju, Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Ngawi berhasil ditemukan oleh tim Basarnas. Dari keterangan yang ada disebutkan sekitar pukul 12.25 WIB pada Minggu, (19/11), mayat korban berhasil di evakuasi setelah sebelumnya ditemukan mengapung disekitar jembatan Sonde masuk Desa Bangunrejo Lor, Kecamatan Pitu, Ngawi.

“Benar, siang tadi mayat korban atas nama Ahmad Muhadi berhasil ditemukan setelah tiga hari diupayakan terus pencarianya di Bengawan Solo oleh tim Basarnas maupun petugas lainya. Kondisi mayat korban terlihat mulai rusak tetapi masih bisa dikenali,” terang Kapolsek Widodaren AKP Juwahir, Minggu (19/11).

Dijelaskan oleh orang nomer satu di jajaran polsek Widodaren, posisi ditemukan jasad korban berada dalam radius sekitar 2 kilometer dari titik awal hilangnya korban di bantaran Bengawan Solo tepatnya masuk Desa Sidolaju. Setelah berhasil diangkat dari aliran Bengawan Solo jasad korban langsung di evakuasi ke kamar mayat RSUD dr Soeroto Ngawi guna tindakan medis.

Sewaktu pertama kali ditemukan, pihak keluarga sudah menyatakan kalau toh yang ditemukan tim Basarnas tersebut merupakan mayat Ahmad Muhadi sesuai dengan ciri-ciri fisik maupun pakaian yang dikenakan pada waktu dinyatakan hilang. Hanya saja guna dilakukan penyidikan lebih lanjut pihaknya bersama tim medis RSUD dr Soeroto Ngawi melakukan visum terhadap mayat korban.

“visum mayat korban bila sudah selesai dari pihak rumah sakit, segera dibawa pulang kerumah duka untuk dimakamkan. Intinya pihak keluarga sudah membenarkan itu mayat Ahmad Muhadi,” urai AKP Juwahir.(ARD)

Ngawi-Tragis dengan apa yang dialami oleh Ahmad Muhadi remaja berumur 14 tahun asal Dusun Dlaju, Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Ngawi terseret derasnya arus Bengawan Solo sekitar pukul 15.30 WIB pada Kamis kemarin, (16/11). Namun hingga kini upaya untuk mencari keberadaan korban belum menemukan hasil meskipun puluhan petugas yang dipimpin Basarnas berusaha memperluas pencarian.

Menurut keterangan yang ada, korban pada awalnya mencari ikan di aliran Bengawan Solo bersama kedua orang tuanya Samuji dan Sami. Setelah mendapatkan ikan kedua orang tua korban sekitar pukul 13.00 WIB pulang ke rumah. Namun Ahmad Muhadi saat itu menolak pulang dengan alasan masih kepengen mencari ikan dilokasi kejadian.

“Setelah agak sore si Muhadi ini tidak pulang-pulang membuat orang tuanya bingung dan mencari korban. Tetapi sampai di Bengawan Solo dengan dibantu warga menggunakan perahu tradisional berusaha mencari namun tidak menemukan hingga kini,” terang Kapolsek Widodaren AKP Juwahir, Jum’at (17/11). 

Sementara itu kedua orang tua korban saat ini kondisinya shock berat mengingat peristiwa yang dialami si buah hatinya. Dan mengharap Ahmad Muhadi ditemukan dalam kondisi hidup. Kemudian dari lokasi pencarian terlihat arus Bengawan Solo cukup deras dan banjir bahkan ketinggian airnya mencapai 20 meter. 

Jelasnya, pihaknya terus memantau pencarian korban yang merupakan anak kedua dari empat bersaudara dari pasangan Samuji-Sami. Saat dinyatakan hilang korban memakai kaos berwarna hitam dan celana pendek. Kemudian pada hari ini pencarian terus dilakukan dengan menambah personel baik dari Basarnas, BPBD dan Satgas MTA. Bahkan pencarian diperluas sampai radius 4 kilometer. 

“Radius pencaharian telah kami tambah namun belum juga memberikan hasil yang memuaskan “ Ungkap Petugas Basarnas.(ARD)

 Ngawi –12 jenis barang tindak pidana telah dimusnahkan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Ngawi. Barang bukti dari tindak pidana yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap dan keputusan inkrah dari Pengadilan Negeri (PN) Ngawi, Kamis (16/11). Pada kesempatan itu langsung dihadiri Kapolres Ngawi AKBP Nyoman Budiarja, Plt Kepala Dinkes Ngawi Agus Sri Gunawan dan beberapa pejabat lainya termasuk dari BNK Ngawi.

Adapun barang bukti yang dimusnahkan antara lain, berupa narkotika jenis sabu-sabu hampir 1 gram termasuk alat penghisap, Ganja sebanyak 21 gram lebih, ratusan pil koplo jenis Trihexyphenidyl dan satu unit mesin diesel dari lokasi tambang illegal. Selain itu Kejari Nagwi juga memusnahkan 65 lembar uang palsu pecahan Rp 100 ribu senilai Rp 6,5 juta. Tidak hanya itu saja kasus criminal penyalanggunaan mesin diesel untuk penghisap pasir juga di amankan oleh petugas .

“Kegiatan ini adalah kegiatan rutin untuk menghindari penumpukan berkas barang bukti di Kejari, baik itu perkara narkoba maupun perkara lain. Dan semua yang dimusnahkan hari ini merupakan barang bukti dari tindak pidana selama dua bulan terakhir,” terang Waito Wongateleng Kepala Kejari Ngawi, Kamis (16/11).

Sementara itu Kapolres Ngawi AKBP Nyoman Budiarja mengatakan permasalahan sosial di Ngawi terbilang cukup tinggi, bahkan untuk mencapai keinginannya banyak orang memilih jalur pintas seperti menjual narkoba. Tentunya hal tersebut sangat memprihatikan baginya

“Memang dalam  melakukan pemberantasan terhadap kejahatan sosial sekarang ini dibutuhkan kepedulian dari semua elemen masyarakat terutama para tokoh. Tentunya kita harus melibatkan semua itu untuk bisa mengantisipasi permasalah sosial dari awal,” pungkas Kapolres Ngawi. 

Sementara selama 2 bulan terakhir ini petugas unit reskoba polres Ngawi sedikitnya telah mengamankan lebih dari 5 tersangka pelaku dan sekaligus pengguna Sabu-sabu.(ARD)

Ngawi- Desa Kenongorejo, Kecamatan Bringin, Ngawi desa terpencil di wilayah Ngawi bagian timur tenggara ini di perebutkan oleh 6 warga untuk kursi calon kepala desa. Pemilihan kepala desa (pilkades) desa setempat yang digelar pada 03 Desember 2017 mendatang melalaui tes seleksi di ruang Ngawi Commond Center Pemkab Ngawi, Kamis (16/11). Keenam warga ini antara lain Budiyono, Munadji, Suwarno, Lisminah, Danwit dan Pujianto.

“Seleksi yang kami lakukan hari ini mengingat jumlah bakal calon kepala desa yang telah mendaftarkan ada enam orang. Mendasar aturan yang ada mereka harus diseleksi melalui tes tulis agar calon yang ditetapkan hanya lima orang,” terang Arifin Ketua Pilkades Kenongorejo, Kamis (16/11).

Ujarnya, seleksi tes tulis dengan waktu yang diberikan panitia sekitar 120 menit untuk menjawab 100 soal pertanyaan. Dan sistimnya, soal yang diberikan dibuat oleh Dinas Pendidikan (Dindik) Ngawi  bukan panitia. Namun sebelum dibagi kepada peserta tes seleksi soal yang berjumlah empat bendel harus dipilih secara acak oleh peserta sendiri. Setelah dipilih salah satunya kemudian dibagikan langsung kepada peserta untuk dijawab pada lembar kertas yang sudah disediakan.

“Semua soal yang diacak tadi sebelumnya diamankan dulu di Polres Ngawi dan semuanya disegel. Pengambilanya juga harus dilakukan pada waktu pelaksanaanya teknis seperti ini kami selaku panitia betul-betul netral dan menjalankan tahapan pilkades ini sesuai peraturan yang ada. Dan perlu diketahui tes tulis ini hasil penilaianya hanya 60 persen yang sisanya bentuk penilaian dari akumulasi baik itu usia, pendidikan dan pengalaman kerja,” beber Arifin.

Kemudian hasil tes seleksi setelah dilakukan koreksi terbuka oleh panitia Pilkades Kenongorejo diketahui Lisminah satu-satunya pendaftar perempuan terpaksa gugur dari pencalonan mengingat jumlah poin atau nilai yang didapatkan terendah dari semua peserta. Berikut nilai yang dihasilkan para peserta tes tulis, Budiyono (59.8), Munadji (70), Suwarno (68.5), Lisminah (43.5), Danwit (62.6) dan Pujianto (53.3).

Setelah mengetahui siapa bakal calon yang terdepak pihak panitia saat itu juga langsung menetapkan bakal calon menjadi calon kepala desa sekaligus melakukan undian nomor urut. Untuk nomor urut 1 Munadji, 2 Budiyono, 3 Suwarno, 4 Pujianto dan terakhir nomor urut 5 Danwit. Tandas Arifin, setelah penetapan calon kepala desa pihaknya kini secepatnya memproses Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk segera divalidasi dan ditetapkan menjadi DPT.

Sementara itu Achmad Roy Rozano Kabid Pemerintahan Desa DPMD Ngawi mengatakan, mengadopsi dari Perbup No 23 Tahun 2017 memang hasil ujian bobotnya hanya 60 persen sedangkan sisanya dilihat dari bobot maupun pertimbangan lain seperti pengalaman bekerja dilingkup pemerintahan dengan bobot 15 persen, tingkat pendidikan bobot nilai 15 persen dan usia bobot nilai 10 persen.

“ Sedikitya ada tiga item menjadi pertimbangan penilaian dalam tahapan seleksi calon kepala desa bisa dilihat dari  pengalaman kerja, pendidikan dan usia “ tegasnya.(ARD)

Ngawi-Tahun ajaran ini kabupaten Ngawi dalam nilai yang terpuruk bahkan karena turun dari prestasi kemarin mumbuat orang nomer satu di Kabupaten Ngawi berang. Dinilai prestasi akademis jeblok bermuara pada berkurangnya peserta didik atau murid dilembaga pendidikan SD dan SMP lingkup Dinas Pendidikan (Dindik) selama lima tahun terakhir membuat Bupati Ngawi Budi Sulistyono gerah.  Ia pun meminta secepatnya dilakukan evaluasi menyeluruh untuk mengembalikan percayaan masyarakat kepada dua lembaga pendidikan tersebut. Pernyataan tegas tersebut tidak main-main langusng di ucapkan oleh Kanang sapaan akrab Bupati Ngawi disampaikan langsung dihadapan ratusan kepala sekolah (kasek) yang baru dilantik di Pendopo Wedta Graha Kabupaten Ngawi, Selasa (14/11). Menurutnya, dari tahun ke tahun keberadaan jumlah murid di dua lembaga pendidikan ini menunjukan angka kemerosotan yang luar biasa bahkan secara drastis.

Tidak jarang berakhir pada proses regrouping untuk mengakusisi dua lembaga sekolah menjadi satu dengan alasan salah satunya kekurangan murid. Padahal mekanisme menyatukan dua sekolah menjadi satu atap bukan solusi terbaik, dan kecenderungan ini terjadi akibat Dindik Ngawi lambat mencarikan jalan keluar. Akibatnya secara kompetitif disalip dengan lembaga pendidikan diluar kewenangan Dindik itu sendiri.

“Sangat disayangkan dan ini menjadi bahan evaluasi Dindik mengapa beberapa tahun terakhir tidak ada inovasi yang disampaikan kepada kami untuk memaksimalkan keberadaan SD dan SMP. Seharusnya mereka berupaya maksimal mencari solusi agar tidak kalah start dengan lembaga pendidikan lainya,” tegas Kanang, Selasa (14/11).

Ulasnya, di satu sisi dalam pemikiran orang tua selaku wali murid pasti mencari lembaga pendidikan yang pas dan dinamis buat si anaknya. Terutama menyangkut pembentukan karakter serta mental yang lebih siap. Maka solusi para orang tua jelas memilih lembaga pendidikan yang notabene mempunyai metode pendidikan agama lebih maju. Hal inilah yang seharusnya Dindik lebih peka lagi dengan menambah materi agama maupun tenaga pendidik dan dimasukan kedalam kurikulum.

“Sebenarnya ini bukan masalah persaingan antar lembaga pendidikan tetapi menyangkut kepercayaan masyarakat dan itu harus dikembalikan kepada sekolah negeri. Dan kita harus berani melakukan evaluasi total apakah itu faktor dari gedungnya, guru maupun kwalitas si guru itu sendiri. Dan kita akui selama ini kekurangan sekolah negeri tidak lain adalah guru agama harus di carikan strategi,” beber Kanang.

Menimbang pada permasalahan kekurangan guru agama pada sekolah negeri sambung Kanang, jalan satu-satunya memang harus merekrut pegawai dari non PNS. Dan itu betul-betul harus dilakukan secara maksimal ditengah kondisi sekarang ini. Mengingat pendidikan agama menurut para orang tua sebagai satu kunci penting pada pembentukan karakter anaknya.

Dengan demikian pihak sekolah negeri bisa memacu dan memaksimalkan kembali pendidikan agama. Misalkan menambah jam pelajaran tentang materi pendidikan baca tulis Al Qur’an atau pendidikan Tarsana selaras dengan tuntutan si orang tua. Maka dari sesuai tuntutan Kanang, peran setiap individu kasek yang baru dilantik dalam satu bulan kedepan harus mampu mengorientasikan dan mengevaluasi semua kekurangan dilingkup sekolahnya masing-masing.

“Kalau sudah mampu mengorientasikan kekurangan maka harus mencari solusinya. Jika ternyata kasek tidak mampu untuk itu maka bukan kelasnya sebagai kasek dan hanya sebatas sebagai guru kelas tentunya harus diganti lagi,” ucap Kanang.

Terkait kritikan pedas Kanang, Kepala Dindik Ngawi Abimanyu langsung angkat bicara. Menurutnya, kepercayaan masyarakat yang berkurang terhadap sekolah negeri tidak lepas dari persoalan jumlah guru yang ada. Bahkan ia menyebut selama lima tahun terakhir kekurangan 750 an guru dengan estimasi 150 guru per tahun. Dari jumlah itu memang didominasi guru agama.

“Dan solusi kami sekarang ini satu guru agama yang berstatus PNS mengajar pada dua lembaga pendidikan khususnya SD kalau SMP memang tidak ada masalah. Dan guru olahraga sementara ini memang dirangkap oleh guru kelas dan itu terjadi selama dua tahun terakhir. Apabila ini dilakukan terus memang tidak efektif karena masing-masing guru kompetensinya beda,” kata Abimanyu.

Abimanyu mengakui, kondisi berkurangnya tenaga pendidik dalam tanda kutip guru agama maupun guru olahraga memang akibat dari tidak adanya perekrutan melalui CPNS selama lima tahun terakhir. Selain itu untuk guru agama sekarang ini hanya mempunyai sekitar 252 guru dari total 553 SD. Dan semuanya merangkap sebagai guru olahraga dan mengajar pada dua lembaga pendidikan.

Pungkasnya, pada proses pelantikan kasek lingkup SD dan SMP yang telah dilakukan kali ini tercatat ada 165 orang. Terdiri 75 orang kasek mutasi, 88 kasek hasil promosi dan sisanya 2 orang diangkat sebagai pengawas SMP. Sesuai warning Bupati Ngawi dalam satu bulan kedepan ia menginstruksikan kepada semua kasek baik SD maupun SMP harus melakukan evaluasi untuk melihat kekurangan yang terjadi.  

“ Saya tidak ingin prestasi pelajar Ngawi jeblok, karena alasan kurangnya pengawasan dari pihak pengajar dan juga kepada kepala sekolah yang sudah saya lantik ini untuk lebih konsentrasi kembali serta focus” tegas Kanang.(ARD)

 Ngawi- Tidak henti-hentinya petugas memberikan efek jera kepada para pengguna jalan namun Aparat kepolisian khususnya Satlantas Polres Ngawi terus mengintensifkan Operasi Zebra 2017 meskipun tinggal sehari besok 14 November 2017. Sayangnya, para pengguna jalan yang didominasi sepeda motor seolah mengabaikan tata tertib berlalu-lintas. Terbukti saat operasi digelar didalam kota dengan sasaran di Jalan Thamrin dan Jalan Raya Klitik masih banyaknya pelanggar yang mayoritas para peseda motor, Senin (13/11).

Tercatat dari dua lokasi tersebut petugas Satlantas Polres Ngawi yang di back up Sub Denpom TNI maupun Dinas Perhubungan berhasil menilang 301 pelanggar. Angka yang mencapai ratusan ini sangat mengindikasikan pelanggaran lalu-lintas dilingkup dalam kota masih tinggi dan kesadaran berkendara sesuai aturan yang berlaku masih rendah.

Dengan demikian Kasatlantas Polres Ngawi AKP Rukimin mengajak, semua lapisan masyarakat yang memanfaatkan kendaraan baik roda dua maupun empat untuk lebih mentaati semua peraturan lalu-lintas guna menghindari maupun menekan angka kecelakaan. Mengingat semua kecelakaan didominasi akibat human error plus berawal dari pelanggaran.

“Dengan digelarnya operasi zebra yang dilakukan selama ini menjadi titik balik kepada semua pengguna kendaraan. Mereka harus lebih ekstra waspada terhadap kecelakaan dengan melengkapi diri surat kelengkapan berkendara maupun jangan melakukan pelanggaran yang lainya,” jelas AKP Rukimin

Dijelaskan, operasi kali ini mengintensifkan penilangan terhadap para pelanggar marka jalan maupun melawan arus. Tidak sebatas itu apabila TNKB tidak sesuai dengan spektek pasti akan diberikan sangsi tilang dan tidak terkecuali pada penggunaan rotator terutama pada kendaraan roda empat. Namun  dari ratusan pelanggar itu masih didominasi pelanggar yang tidak melengkapi diri surat kelengkapan berkendara STNK dan SIM. Para pelanggar ini tetap kami usut hingga tuntas agar kiranya tidak menjadi pelanggaran tata tertib berkelanjutan tidak hanya operasi zebra ini saja pihaknya bakal melakukan operasi di titik-titik langgar di wilayah Ngawi. (ARD)

Jakarta - Kevin Lilliana, runner up Puteri Indonesia 2017 yang dikirim ke Jepang untuk mengikuti kompetisi kecantikan Miss International 2017, meraih gelar juara. Untuk pertamakalinya Indonesia meraih gelar juara Miss International.
Kevin Lilliana dinobatkan sebagai pemenang Miss International 2017 di Tokyo Dome City Hall, Jepang, Selasa (14/11/2017). Pemenang Miss International 2016 Kylie Verzosa memberikan ucapan selamat kepada Kevin di atas panggung sekaligus mengumumkan wakil Indonesia itu menjadi pemenang.
Kevin pun tampak langsung menangis terharu usai dinyatakan sebagai pemenang Miss International 2017. Tampil dibalut gaun malam light blue rancangan Ivan Gunawan, wanita kelahiran 5 Januari 1996 itu terlihat tak percaya dirinya disebut sebagai juara.

Kevin Lilliana mengalahkan tujuh kontestan lainnya yang sebelumnya sama-sama masuk babak delapan besar Miss International 2017. Dia berhasil mengalahkan finalis dari Venezuela, Australia, Jepang, Ekuador, Laos, Inggris dan Curacao.

Prestasi Kevin di Miss International 2017 ini melampaui pencapaian pendahulunya Felicia Hwang. Runner up Pertama Puteri Indonesia 2016 itu hanya mampu mencapai juara ketiga Miss International 2016. Sedangkan pada Miss International 2015, wakil Indonesia Chintya Fabiola tak berhasil masuk sebagai top 10. Namun pada Miss International 2014, wakil Indonesia Elfin Pertiwi Rappa, sukses memenangkan gelar Best National Costume.

Ajang Miss International adalah kontes kecantikan yang diorganisir oleh The International Culture Association. Ajang ini pertamakalinya dihelat tahun 1960 silam, dan menjadi salah satu kontes kecantikan terbesar dunia, bersama dengan Miss World, Miss Universe dan Miss Earth. 

Sedangkan Kevin Lilliana, wakil Indonesia yang menjadi pemenang Miss International 2017, sebelumnya dinobatkan sebagai Puteri Indonesia Lingkungan 2017 sekaligus juara dua atau runner up pertama dalam ajang Pemilihan Puteri Indonesia 2017 yang diselenggarakan di Plenary Hall Jakarta Convention Center pada 31 Maret 2017. Mahasiswi jurusan Desain Interior Universitas Kristen Maranatha ini dikenal sebagai aktivis lingkungan hidup di organisasi Earth Hour di kota asalnya, Bandung. (Sumber: detik.com)

 

Tuesday, 14 November 2017 00:00

Puting Peliung Luluhkan Rumah Warga di Paron

Ngawi-Sudah tidak menjadi bencana yang menggetkan bagi warga Ngawi, pasalnya acapkali musim penghujan tiba bencana angin putting beliung serasa sudah menjadi pembicaraan sehari-hari. Sepetihanyal bencana putting beliung yang melanda Desa Jeblogan, Kecamatan Paron, Ngawi sekitar pukul 17.30 WIB pada Kamis kemarin, (09/11), meski tidak menimbulkan korban jiwa namun merusak puluhan rumah warga. Untuk meringankan beban warga pada Jum’at pagi, (10/11), puluhan personel TNI-Polri langsung turun tangan dilokasi kejadian membantu memperbaiki rumah warga yang mengalami kerusakan.

Kegiatan awal difokuskan pada rumah dapur milik pasangan Darmo Rukayah di Dusun/Desa Jeblogan yang roboh rata dengan tanah. Terlihat puluhan anggota dari Koramil plus Polsek Paron membersihkan puing bangunan baik genteng maupun bahan bangunan lainya. Kapten Inf Sukatri Danramil Paron mengatakan, pasca kejadian pihaknya terus memantau jumlah rumah yang rusak akibat sapuan putting beliung.

“Sejak kemarin sore kami bersama anggota ada dilokasi sini memantau langsung dampak putting beliung. Tercatat ada satu rumah bagian dapurnya roboh ditambah puluhan rumah rusak rata-rata gentengnya kabur demikian juga tertimpa pohon yang tumbang,” ungkap Kapten Inf Sukatri, Jum’at (10/11).

Sementara itu Eko Heru Tjahjono Kepala BPBD Ngawi mengingatkan di awal musim penghujan memang rawan terjadinya putting beliung. Dan titik lokasi yang cukup berpotensi terjadinya putting beliung di wilayahnya memang susah diprediksi, beda dengan bencana banjir maupun tanah longsor.

“Kepada warga apabila melihat ada awan tebal disertai angin secepatnya mencari tempat yang sekiranya aman. Jangan berada disekitar pohon itu membahayakan dan setiap ada bencana semacam ini kami turun ke lokasi untuk membantu korban,” pungkasnya.

Melihat hal tersebut pihaknya mengharapkan kepada warga masyarakat Ngawi untuk lebih waspada dan tanggap bencana agar kiranya tidak menjadi korban dari kejadian bencana yang seringkali terjadi di Kabupaten Ngawi(ARD)

Tuesday, 14 November 2017 00:00

Italia Gagal Lolos ke Piala Dunia 2018

Milan - Italia hanya akan menjadi penonton di Piala Dunia 2018. Gli Azzurri gagal lolos ke putaran final setelah disingkirkan Swedia di babak play-off.

Italia dipastikan tersisih setelah bermain imbang 0-0 dengan Swedia pada pertandingan leg kedua play-off di San Siro, Selasa (14/11/2017) dinihari WIB. Hasil tersebut membuat Italia kalah agregat 0-1 dari Swedia.

Setelah kalah di leg pertama, Italia bermain menyerang total di San Siro. Tim besutan Giampiero Ventura itu memaksa Swedia bertahan di sepanjang pertandingan.
Akan tetapi, permainan Italia cenderung monoton. Alhasil, banyak serangan yang terbuang sia-sia. Meski mereka mendapatkan beberapa peluang bagus, tak satu pun yang berujung gol.

Italia, juara dunia empat kali, akhirnya harus menangisi kegagalan mereka lolos ke putaran final pada tahun depan. Dalam sejarah Piala Dunia, Italia sebelumnya cuma sekali gagal lolos, yaitu pada 1958. (sumber: Detik/sepakbola)

Page 5 of 18