bahanafm

bahanafm

Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Thursday, 04 October 2018 00:00

Antisipasi Sejak Dini Polres Simulasi Bencana

 Mengingat bangsa Indonesia sering terjadi bencana alam hal ini membuat Polres Ngawi berupaya untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan hingga mengatasi apabila bencana itu terjadi. Seperti yang dilakukan Polres Ngawi melakukan mitigasi bencana alam melibatkan TNI, BPBD, Satpol PP, Dinas Kesehatan dan para relawan di wilayah setempat. Berkoordinasi untuk melaksanakan simulasi bencana apabila terjadi di Ngawi. 

 

Kegiatan tersebut dilakukan dengan bentuk simulasi pertolongan pertama pada korban bencana alam dipusatkan di Waduk Pondok masuk Desa Dero, Kecamatan Padas, Ngawi, Kamis, (04/10). Pada kesempatan ini Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu terjun langsung memimpin simulasi yang berjalan hampir dua jam.

 

“Hari ini kita sengaja melakukan simulasi dengan beberapa asumsi penanganan korban bencana melibatkan para pemangku kepentingan yang ada di wilayah Ngawi. Sehingga apabila terjadi bencana alam semua personel sudah terlatih,” ungkap Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu, Kamis, (04/10).

 

Simulasi Bencana ini  disesuaikan dengan karakteristik wilayah Ngawi yang sering terjadi bencana alam banjir di daerah Kwadungan, Padas dan beberapa wilayah kecamatan lainya. Tercatat simulasi pertama melakukan pembersihan pohon tumbang disusul evakuasi korban banjir dan pertolongan terhadap korban banjir yang menyelamatkan diri diatap rumah hingga situasi chaos akibat bencana mengakibatkan penjarahan di supermarket dan toko sekitar bencana.

 

“ Segala tindak kriminal akan tetap pihaknya usut karena mengakibatkan kerugian termasuk upaya pencegahan aksi kriminal berupa penjarahan terhadap toko maupun minimarket saat terjadinya bencana,” pungkas Kapolres Ngawi

 

Kami berharap kesiapan ini tidak hanya pihak petugas saja namun mari bersama - sama mewujudkan kebersamaan dalam menangani bencana. Untuk masyarakat kami menghimbai juga berpartisipasi ketika ada bencana alam untuk tidak berbuat kriminal melainkan meningkatkan kewaspadaan dan mawas diri. (Ard)

Wednesday, 03 October 2018 00:00

Polres Ngawi dibanjiri Pemohon SKCK

 Ngawi- Informasi pendaftaran CPNS nampaknya membuat warga Ngawi optimis untuk mencoba peruntungan tersebut. Mendasar hal tersebut dinas yang menjadi salah satu penyuplai persyaratan menjadi kewalahan di banjiri pemohon. Seperti halnya di Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Pemkab Ngawi, sehari bisa mengeluarkan 60 hingga 80 pemohon. Bergeser Mapolres ratusan pemohon ini mendatangi Polres Ngawi untuk pendaftaran SKCK Online Kepolisian Republik Indonesia (SKCK).

Diungkapkan oleh Kasatintelkam Polres Ngawi AKP Cecep Wahyudi mengatakan, pihaknya mulai kebanjiran permohonan SKCK sejak akhir September 2018 lalu hingga kini.  Cecep menambahkan, dalam sehari Polres Ngawi didatangi puluhan pemohon SKCK. Data yang masuk mulai pertengahan September hingga awal Oktober 2018 pemohon SKCK mencapai lebih dari 500 orang.

“Sejak awal September bulan kemarin kita khususnya bagian Satintelkam kebanjiran pemohon SKCK. Mayoritas untuk digunakan mendaftar rekrutmen CPNS tahun ini. Dalam perharinya rata-rata para pemohon mencapai puluhan orang,” beber AKP Cecep Wahyudi, Rabu, (03/10).

Dijelaskan, pelayanan SKCK di Mapolres Ngawi dibuka sejak pukul 08.00 WIB sampai 15.00 WIB. Dia juga mengingatkan kepada pemohon untuk membawa persayaratan membuat SKCK. Syarat-syaratnya di antaranya adalah, membawa KTP asli dan fotokopi, membawa Kartu Keluarga asli dan fotokopi, membawa akta kelahiran asli dan fotokopi, serta pas foto 4×6 sebanyak 6 lembar. Biaya yang dikenakan adalah Rp 30 ribu.

“Kami imbau untuk pemohon supaya membawa syarat-syaratnya sebelum memohon pendaftaran,” ucapnya.

Membludaknya pemohon SKCK tidak sebanding dengan jumlah rekrutmen calon abdi Negara di wilayah Ngawi. Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Ngawi menyebut, jatah total formasi dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN) untuk Ngawi hanya 420 kursi. Sementara jumlah pengangguran potensial di kabupaten Ngawi mencapai lebih dari 3000 orang.  (Ard)

Ngawi-Patut diberikan aplous kepada petugas satreskrim polres Ngawi dalam mengusut kriminalitas diwilayah hukumnya. Hal ini diketahui usai Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu melaksanakan  press release  Bersama tim wartawan cetak dan eletronik di Mapolres Ngawi, Selasa, (02/10/2018).

Dijelaskan oleh  Kapolres Ngawi, dalam Operasi Sikat Semeru 2018 tersebut mendasar atensi pimpinan tertinggi untuk menuntaskan 6 kasus kejahatan yang menjadi kegelisahan warga. Diantaranya pelaku Penyakit masyarakat, curat, curas premanisme penipuan dan pelanggaran di jalan raya,   Operasi yang berlangsung selama 12 hari mulai 5-16 September 2018 almamater baj coklat  tersebut berhasil mengungkap 10 kasus kejahatan dengan 16 pelaku yang dapat diamankan. 12 pelaku murni sedangkan sisanya adalah hasil dari pengembangan kasus yang ada. 

“Dari hasil sikat semeru ini didominasi kasus pencurian dengan pemberatan (curat-red) yang terjadi pada rumah, toko maupun kendaraan termasuk curanmor juga. Dan alhamdulillah dalam operasi sikat ini berhasil mengamankan belasan pelaku dari berbagai tindak pidana,” terang Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu, Selasa, (02/10/2018).

Tingginya kasus curat yang terjadi diwilayah Ngawi bebernya, akibat faktor ekonomi yang dialami para pelaku termasuk unsur kelalaian dari korban sendiri. Dijelaskannya, dalam kasus curat ini ada 5 target operasi dan berhasil diamankan 12 pelaku yang ditargetkan maupun non target.

Ditambahkan oleh  AKBP MB. Pranatal Hutajulu petugas Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ngawi berhasil mengungkap kejahatan yang terkait dengan UU Findusia. Dalam kasus ini diamankan 21 unit sepeda motor berbagai jenis dan type dari tangan debitur. Pengungkapan kasus ini berawal adanya laporan dari pihak finance dan ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian.

“ Sedangkan saat ini kita masih mendalami kasus undang-undang findusia yang sudah dilakukan pelaku ini hampir lima tahun. Ketika kita gerebek sasaranya yang berada di wilayah Kecamatan Ngrambe berhasil menemukan puluhan sepeda motor ini ditambah 1 unit mobil jenis ertiga ,” pungkasnya.

Kasus ini tidak akan berhenti sampai di sini saja pihaknya akan terus melakukan pengembangan hingga memutus rantai criminal di wilayah hukumnya tegas Kapolres Ngawi.(Ard)

Sunday, 30 September 2018 00:00

DiCium Rahayu, 2 Warga Tewas Seketika

Ngawi- Penguasa jalanan, nama ini yang di sebut-sebut warga apabila di salip atau atas aksi ugal-ugalan dari pengemudi kendaraan besar pengangkut massa antar propinsi.  Kembali terjadi kecelakan dengan melibatkan bus terjadi di wilayah Ngawi, ironisnya dua orang dinyatakan tewas dilokasi kejadian setelah terlibat kecelakaan karambol melibatkan tiga kendaraan sekaligus di Jalur Ring Road atau Jalan Soekarno-Hatta Ngawi kilometer 04-05 masuk Desa Beran, Kecamatan Ngawi, pukul 20.30 WIB pada Sabtu, (29/09).

Kecelakaan yang mengakibatkan dua orang korban yang tewas tersebut tercatat sebagai warga Desa Tempuran, Kecamatan Paron, Ngawi. Masing-masing korban atas nama Andri Veri Fandi umur 30 tahun dan Iput Hartanto umur 34 tahun. Keduanya di nyatakan tewas di lokasi kejadian akibat luka yang cukup parah yang dialami oleh korban. 

Peristiwa kecelakaan tragis itu bermula kedua korban yang di ketahui tanpa memakai helm berboncengan mengendarai sepeda motor jenis Suzuki Shogun nopol AE 3822 MI dari arah timur ke barat. Dan searah didepanya berjalan Bus Sugeng Rahayu nopol W 9682 UZ yang dikemudikan Rahmad Budiono umur 30 tahun warga Desa Jalen, Kecamatan Balon, Ponorogo.

Lalu, disisi jalan sebelah utara dari barat ke timur Achmad Sobirin usia 18 tahun warga Desa Mangunharjo, Kecamatan Ngawi Kota, Ngawi tengah menuntun dengan jalan kaki sepeda motor miliknya jenis Honda CB150R nopol AE 5305 LU.

Dijelaskan oleh saksi kejadian warga kepada petugas menjelaskan, pengendara sepeda motor Suzuki Shogun mendahului Bus Sugeng Rahayu dari sisi jalan sebelah kiri dengan kecepatan yang cukup tinggi kemudian langsung belok kearah kanan. Karena jarak terlalu dekat langsung terjadi tabrak depan samping kanan dengan Bus Sugeng Rahayu kemudian pengemudi bus banting stir ke kanan malah mengenai sepeda motor Honda CB150R.

Dari kejadian ini dua orang yang berboncengan sepeda motor Suzuki Shogun langsung tewas dilokasi kejadian dengan luka cukup mengenaskan dibagian kepala. Jenasah kedua korban langsung dievakuasi ke kamar mayat RSUD dr Soeroto Ngawi dan Achmad Sobirin yang mengalami luka ringan dilarikan ke RS Widodo Ngawi. 

“ Untuk saat ini kami sudah tengah melakukan pemeriksaan saksi kejadian, di benarkan 2 korban tewas atas kejadian tersebut antara Bus dengan 2 kendaraan roda 2 “ jelas Kasat Lantas Polres Ngawi AKP Mulyanto. (Ard)

Ngawi- Setelah sepekan dari informasi kematian khabar kematian TKW  diterima  oleh keluarga korban pada akhirnya tiba di rumah duka. Malam hari sekitar pukul 01.45 WIB, Jumat (28/09) jenazah almarhumah Sumarni (42) tiba di rumah duka, dalam penjemputan jenazah dari Bandara Juanda Surabaya keluarga almarhumah didampingi dari petugas LP3TKI dan PJTKI Sekar Tanjung Kabupaten Malang serta Dinsosnaker Kabupaten Ngawi. Begitu ambulan  pembawa jenasah tiba, warga langsung bergotong-royong menggotong jenasah menuju rumah duka. Para tetangga dan kerabat juga telah menyiapkan kedatangan jenasah sejak pagi. Setelah usai di sholatkan oleh pihak keluarga,  pemakaman dilakukan di pemakaman umum Desa Gembol pukul 08.30 WIB, Jumat (28/09).

“ Alhamdulilah berkat perjuangan dan doa akhirnya sodara saya bisa di pulangkan, terima kasih atas semua pertolongan yang sudah di berikan kepada keluaga kami sehingga almarhumah dapat kembali ke kampung halamannya” ungkap Yatmi. 

Seperti yang pernah kami beritakan sebelumnya Terang Yatmi, Sumarni sudah bekerja di Hongkong sekitar 11 tahun. Selama waktu tersebut tidak ada kendala apapun pada diri korban sebagai TKW termasuk hubungan dengan keluarga dirumah. Ungkapnya, penyebab meninggalnya korban dari kabar yang diterima akibat masuk angin.

Sementara dijelaskan oleh Kapolsek Karangayar AKP Suyadi S.H yang menghadiri pemakaman bahwa Korban diketahui  berangkat ke Hongkong dengan  nomor paspor B6388086 tercatat sebagai TKW mulai tahun 2008 dan diperpanjang lagi tahun 2017 yang berlaku sampai dengan tahun 2022. Tiba hari ini oleh pihak keluarga langsung di semayamkan. 

“ Pihak keluarga menerima kematian korban dan tidak akan memperpanjang permasalahan ini” tegas Kapolsek Karangayar (Ard)

Sunday, 30 September 2018 00:00

Kembali Tikungan Ngrambe Membawa Korban

Ngawi – Kembali terjadi kecelakan dengan membawa korban jiwa, di wilayah hokum polres Ngawi. Kasus kecelakaan ini menjadi pengalaman berharga bagi anda saat mengendarai, hendak menyalip tanpa mengetahui keadaan di depan anda. Seperti apa yang di alami oleh pengendara Yamaha fino tanpa plat nopol Frendy, Lk, 25Th, Swasta,  warga asal Dsn. Bedek Ds. Wakah Kec. Ngrambe Kab. Ngawi dengan membonceng Rohadi, lk,  27th, swasta, warga asal Gendingan Kidul Rt. 03/06, Kec. widodaren Kab. Ngawi.(30/09)

Peristiwa yang bermula dari Frendy  berjalan dari arah utara ke selatan dengan kecepatan yang cukuip tinggi. Sesampai di lokasi kejadian di Jln raya Di Jalan Raya  Ngawi – Gendingan – Ngrambe KM 30 - 31 masuk Ds.Tretes Kec. Widodaren Kab. Ngawi.  Korban hendak mendahului kendaraan roda empat yang tidak di ketahui identitasnya yang searah dengan korban.  Diduga korban tidak tidak mewasdai situasi lalu lintas saat menyalip kendaraan di depannya, dari arah berlawanan muncul kendaran pick up L 300 nopol AE 96 08 KB yang di kemudikan oleh Komar, Lk,  42Th, swasta, warga asal Dsn. Bogo Rt.01/02,Ds. wakah Kec. Ngrambe Kab. Ngawi. Benturan kedua kendaraan tidak dapat terelakkan, kedua pengendara sepeda motor terpental dari tunggangannya. 

“ Saya sudah berusaha dengan membanting stir dan mengerem, namun benturan tidak dapat terhindari korban menabrak bak samping pick up ” ungkap Komar kepada petugas. 

Akibat kejadian tersebut, Frendy tidak dapat tertolong karena luka yang cukup parah pada bagian kepala sedangkan Rohadi mengalami luka berat. 

Setelah mengidentifikasi korban  dengan menyerahkan kepada pihak keluarga untuk di semayamkan dan mengevakuasi korban terluka ke sarana kesehatan Kasat Lantas Polres Ngawi AKP Mulyanto menghimbau kepada pengguna jalan untuk lebih berhati-hati dan waspada dengan pengguna jalan yang lain. 

“ Hormati pengguna jalan lain dan disiplin menaati peraturan lalu lintas kunci keselamatan berkendara “ Tegas Kasat Lantas Polres Ngawi(Ard)

Ngawi-Budaya Ganti Langse atau ganti selambu berupa mori putih yang difungsikan sebagai penutup Palenggahan Agung Srigati di Alas Ketonggo, Desa Babadan, Kecamatan Paron, Ngawi, lusa kembali digelar. Namun giat tersebut kendati mendatangkan anemo masyarakat yang tidak sedikit pasalnya puncak dari giat Desa Srigati ini terjadi di saat pergantian tahun baru islam yang jatuh pada 11 September 2018. Sementara diungkapkan oleh   Rahmad Didik Purwanto Kepala Disparpora Kabupaten Ngawi mengatakan, tradisi Ganti Langse juga menyuguhkan kirab gunungan disusul ruwatan massal berlanjut pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan diback up oleh pemkab ngawi. 

 

Semua  ini dilakukan untuk menarik pengunjung atau wisatawan lokal maupun asing. Sekaligus memperkenalkan budaya Ganti Langse di Palenggahan Agung Srigati menjadi salah satu destinasi wisata sekaligus mengeksplorasi budaya di Kabupaten Ngawi. Sementara , Bupati Ngawi Budi Sulistyono yang kerap disapa Kanang mengharapkan tradisi budaya Ganti Langse akan menjadi tradisi budaya yang paten seperti tradisi Maulud di Solo maupun Grebek Suro di Ponorogo.

 

Sementara Iswayudi selaku perangkat desa Babadan mengaku sejak pergantian tahun islam lusa jumlah pengunung capai 15 ribu lebih tidak hanya warga local ngawi saja yang datang di komplek srigati tapi juga dari luar daerah. (Ard)

Monday, 24 September 2018 00:00

Ribuan Pendekar Disahkan Bulan Ini

Ngawi – Menjadi salah satu perguruan pencak silat tertua dan di terima di hati warga masyarakat di tanah Jawa. Sekarang tidak hanya menjadi perguruan pencak silat terbesar di Tanah Jawa terus tumbuh berkembang diberbagai belahan nusantara  hingga di terima oleh negara luar.  Seperti yang terjadi di Ngawi, Jawa Timur,  perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) merupakan perguruan pencak silat terbesar di Indonesia. Tahun 2018 ini atau 1440 Hijriyah PSHT  dan dibulan ini Perguruan mengesahkan 3.662 pendekar baru berasal dari 19 ranting PSHT yang  tersebar di beberapa kecamatan Kabupaten Ngawi,(20/09).

Kegiatan prosesi pengesahan pendekar baru PSHT tersebut dilaksanakan dibagi dengan 10 gelombang  Para pendekar baru nantinya tercatat sebagai warga PSHT tingkat I yang berhak memakai sabuk putih besar dan diberi kartu tanda anggota (KTA) dengan nomor induk yang dikeluarkan oleh PSHT Pusat Madiun.

Sugeng Hariyono Ketua PSHT Cabang Ngawi mengatakan, pengesahan ribuan pendekar itu melibatkan 22 orang dewan pengesah yang diambil dari pendekar sebagai warga PSHT tingkat II. Seperti pengesahan pada malam pertama kali ini tercatat ada 385 pendekar baru berasal dari dua ranting PSHT yakni Kasreman dan Kwadungan.

“Malam ini memang dimulai prosesi pengesahan pendekar baru PSHT. Jumlahnya dibandingkan tahun lalu bertambah besar lebih dari seribu pendekar,” terang Sugeng Hariyono, Sabtu (23/09).

Dia menjelaskan, untuk mengantisipasi keamanan dan ketertiban baik berangkat maupun kepulanganya dari pengesahan di Aula PSHT Cabang Ngawi Jalan Bernadib harus menumpang kendaraan tertutup jangan sampai bak terbuka. Jika terpaksa mengendarai sepeda motor harus mentaati semua ketentuan peraturan lalu-lintas.

“Jauh hari sebelum pengesahan kami bersama Polres Ngawi telah membicarakan soal pengamanan. Termasuk para calon pendekar berangkat maupun pulangnya diharapkan menggunakan kendaraan roda empat secara tertutup. Kalau terpaksa motoran ya harus disiplin terhadap ketentuan lalu-lintas jangan ugal-ugalan di jalan raya yang mengganggu pengguna jalan lainya,” jelasnya.

Selain itu Sugeng berpesan kepada warga baru PSHT untuk menjauhi narkoba yang menjadi tren kejahatan yang seringkali melibatkan usia remaja. Mengingat kejahatan narkoba sama sekali tidak bisa ditolelir baik hukum negara maupun agama. Tidak sebatas itu, sebagai warga baru harus menjaga kerukunan ditengah masyarakat dan menciptakan situasi yang adem.

Sedangkan malam pertama pengesahan pendekar baru PSHT saat ini Polres Ngawi menerjunkan ratusan personel kepolisian. Mereka ditempatkan dibeberapa titik perlintasan yang dilalui para calon pendekar. Kapolres Ngawi menerangkan, pengamanan pengesahan PSHT dilakukan secara terbuka dan tertutup.

“Kita tetap stand by melakukan pengamanan full sesuai hasil kesepakatan sebelumnya.  Kami berpesan Pada dasarnya para calon pendekar maupun warga PSHT sendiri secara bersama menjaga situasi keamanan jangan sampai berbuat sesuatu hal yang merugikan masyarakat,” terang Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu.(Ard)

Ngawi - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melalui Widya Sapta Pesona melaksakan sosialisasi Gerakan Sadar Wisata dan Sapta Pesona di Bukit Perkemahan Seloondo Desa Ngrayudan, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur (17/9/18).

Kegiatan Kemenpar tersebut dengan menggandeng komisi X DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono serta Dinas Pariwisata Pemuda dan OLahraga (Disparpora) Kabupaten Ngawi berlangsung dengan antusias. Sosialisasi Sadar Wisata dan Sapta Pesona ini diikuti oleh Asosiasi Desa Wisata (ASIDEWI) Se-kab Ngawi, Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS), Perwakilan Mahasiswa, karang taruna dan  komunitas pecinta wisata.   

 

Kepala Widya Sapta Pesona Kemenpar A. Kohar menjelaskan bahwa Wisata adalah asset seperti tambang emas yang tidak akan pernah habis dan terus berkembang dengan menghasilkan sesuatu yang berguna bagi wisata itu sendiri karena terus di kunjungi, masyarakat dan pemerintah akan merasakan peningkatan PAD maupun kesehteraan. 

“ Guna mewujudkan wisata yang berkembang adalah bagaimana adanya hubungan korelasi antara pemerintah, DPR RI dan masyarakat agar memajukan wisata itu sendiri “ tegas A. Kohar Staf kepala Kemenpar. 

 

Sementara Kordinator Tenaga Ahli (TA) Edhie Baskoro Yudhoyono, David Christian saat membuka agenda Sosialisasi Sadar Wisata dan Sapta Pesona di Desa Ngrayudan  2018, menyampaikan kegiatan sosialisasi tersebut merupakan kerja sama Komisi X DPR RI  dalam hal ini Mas Ibas dengan Kemenpar yang sinergis meningkatkan wisata lokal menjadi sector wisata unggulan sesuai dengan progamnya.

“ Alhamdulilah sosialisasi ini merupakan kegiatan Griya Aspirasi mas Ibas  yang ada di dapilnya sebagai hasil kerja bareng dengan Kemenpora, besar harapan kami untuk mewujudkan wisata lokal menjadi hits, maju serta unggul” ungkap David.

Lebih lanjut David menyampaikan Ibas sebagai anggota DPR RI yang ditugaskan untuk mengawal progam-program dari Komisi X memiliki kewajiban dalam mengawal obyek wisata lokal yang ada di daerah pemilihannya agar kiranya lebih meningkat range.

“ Tidak hanya wisatawan local saja yang datang ke seloondo ini, kita harapkan wisatawan luar negeri menjadi salah satu bagian dalam keikutsertaan dalam kunjungan di wisata local ini”  Tambah David.   

Kami griya aspirasi menjadi satu dalam mitra kerja ingin mendukung penuh peningkatan obyek wisata lokal, tidak hanya dalam kontek ini saja akan tetapi berkelanjutan agar kiranya menjadi potensi wisata local yang maju dan unggul semakin baik dan lebih baik.

Bumi Perkemahan Selo Ondo terletak di Desa Ngrayudan, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, berjarak 30 Km dari pusat kota Ngawi. Letaknya yang berada di kaki Gunung Lawu membuat Selo Ondo memberikan hawa yang sangat sejuk dan nyaman.

Selo Ondo berasal dari kata selo(jawa) yang mempunyai arti batu dan ondo(jawa) yang mempunyai arti tangga, Selo Ondo berarti tangga batu, namun banyak juga yang menyebutnya Selondo. Kawasan ini biasa digunakan sebagai Bumi Perkemahan (buper) oleh berbagai komunitas. Pemandangan yang indah berlatar belakang hutan pinus serta kesejukan udara pegunungan mendukung kegiatan adventure dan penjelajahan serta out bond.

Dalam satu area Wisata Bumi Perkemahan Selo Ondo Desa Wisata Ngrayudan ini terdapat beberapa hal menarik yang juga bisa kamu kunjungi, seperti :

1.Situs Mosinan Kijang

2.Sanggar Tari Budaya Ngrayudan

3.Sendang Keputren

4.Watu Bungkus

5. Taman Wisata Hutan Segawen serta River Tubing Kali Cunthang yang tidak jauh dari Selo Ondo. 

Medannya yang naik turun cocok untuk menguji kekuatan fisik para pengikut organisasi kemanusiaan maupun kemasyarakatan. Terdapat pula sebuah sungai yang indah dengan jembatan layang yang membelah sungai tersebut, terdapat pula area rock climbing bagi yang punya nyali dan bernuansa meningkatkan adrenalin.(Ard)

Ngawi – Keragaman budaya dan adat istiadat Kabupaten Ngawi memang tidak dapat di pandang sebelah mata. Terbukti Ritual Keduk Beji masih di lestarikan oleh warga Desa Tawun, Kecamtan Kasreman, Adat Lempar Nasi masih di kuatkan oleh warga Desa Tambakselo Kecamatan Kedunggalar . Ritual budaya Ganti Langse Palenggahan Agung Srigati di Alas Ketonggo, Desa Babadan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, selama dua tahun terakhir berubah warna dan sentuhan berbeda tanpa meninggalkan budaya aslinya. Dengan sentuhan tangan dan perhatian dari Pemkab Ngawi melalui Disparpora,  Ganti Langse sebelum Pemkab Ngawi melalui Disparpora dikemas dengan sesuatu yang berbeda dengan sebelumnya.

Sekarang Adat istiadat Ganti Langse disajikan cukup fenomenal dan spetakuler yang dimulai sejak tahun 2017 lalu dengan penataan apik memunculkan budaya yang merakyat mulai kirab gunungan atau sedekah bumi disusul ruwatan massal berlanjut pada pagelaran wayang kulit semalam suntuk. Ganti Langse sebenarnya adalah tradisi menggantikan kain mori penutup Palenggahan Agung Srigati dengan yang baru diyakini oleh masyarakat setempat akan membawa keberkahan dan kelimpahan rejeki dari yang Maha Kuasa. Tujuanya tidak lain untuk menarik pengunjung atau wisatawan lokal maupun asing. Sekaligus memperkenalkan budaya Ganti Langse di Palenggahan Agung Srigati menjadi salah satu destinasi wisata sekaligus mengeksplorasi budaya di Kabupaten Ngawi.

“Perhatian kita terhadap pariwisata Ngawi mulai kami kemas sedemikian rupa agar dapat menarik wisatawan local maupun luar.  Sejak dua tahun lalu Ganti Langse ini tidak sekedar proses pergantian kain mori dari yang lama dengan yang baru. Tetapi kita kemas yang lebih menarik lagi dengan perhatian pemkab Ngawi,”  Jelas Rahmad Didik Purwanto Kepala Disparpora Ngawi, Senin, (24/09).

Adat Istiadat Ganti Langse ini juga di hadiri oleh Bupati Ngawi Budi Sulistyono yang kerap disapa Mbah Kung dan mengharapkan tradisi budaya Ganti Langse akan menjadi barometer budaya Ngawi disamping obyek wisata lainnya . Sama halnya dengan tradisi budaya yang digelar di daerah lain seperti tradisi Maulud di Solo maupun Grebek Suro di Ponorogo. Pihaknya mengharapkan setiap moment budaya di Kabupaten Ngawi menjadi daya tarik tersendiri, sehingga Ngawi bisa lebih terkenal dari daerah-daerah lainnya.

Untuk kedua kalinya ini tandas Kanang, digelar ruwatan masal gratis yang diikuti puluhan orang dan sedekah bumi berupa gunungan yang diarak oleh ratusan warga masyarakat dari pinggiran desa setempat. Dan tradisi Ganti Langse akan dijadikan agenda tahunan sekaligus salah satu budaya yang paten dari Ngawi.

“ Besar harapan kami(pemkab Ngawi.red)  bahwa Ganti Langse bakal menjadi  salah satu budaya yang terus di lestarikan. Dan akan menjadi tradisi tahunan diKabupaten Ngawi selain Kedukbeji,” tegasnya.(Ard)

Page 5 of 25