bahanafm

bahanafm

Ngawi- Jalur tengkorak masih menjadi momok bagi para pengguna di ruas Ngawi- Mantingan. Terbukti dari kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Ngawi-Mantingan kilometer 29-30 tepatnya masuk Desa Kedungmiri, Kecamatan Mantingan, Ngawi yang terjadi sekitar pukul 12.30 WIB, Minggu (05/11).

Kecelakaan di jalur rawan tersebut melibatkan dua kendaraan besar bus Sugeng Rahayu nopol W 7115 UZ kontra truk box Mercedes Benz Gudang Garam nopol AG 9294 AE. Menurut keterangan yang ada, bus yang dikemudikan Sa’ad Mubasir (45) warga Desa Sebet, Kecamatan Plemahan, Kediri melaju dari arah barat ke timur. Sedangkan dari arah berlawanan melintas truk box yang disopiri Moh Ali (55) asal Desa Pandean, Kecamatan Ngadiluwih, Kediri.

Diduga, bus Sugeng Rahayu ketika masuk perlintasan jalan menikung terlalu mengambil haluan ke kanan padahal dari arah berlawanan ada kendaraan lain. Kontan saja sang sopir bus berusaha banting setir ke kiri karena cuaca gerimis membuat badan jalan licin mengakibatkan badan bus tergelincir ke sisi kanan jalan. Karena jarak terlalu dekat membuat truk box Mercedes Benz Gudang Garam langsung menabrak badan bus bagian belakang samping kanan. Akibat dari kejadian ini badan bus Sugeng Rahayu bagian belakang rusak sedangkan truk box terperosok ke kiri jalan. Untungnya dari peristiwa kecelakaan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.

“Kejadian laka siang tadi itu akibat bus Sugeng Rahayu terlalu ambil haluan kekanan padahal situasinya tidak memungkinkan. Selain lokasi jalanya menikung juga licin akibat hujan gerimis. Dari kejadian ini menjadikan pelajaran para sopir jangan memaksakan kendaraanya apabila masuk ke jalan yang menikung seperti itu,” ujar Kasatlantas Polres Ngawi AKP Rukimin, Minggu (05/11).

Ia menyebut kerugian material dari peristiwa tabrakan dua kendaraan jumbo tersebut ditaksir mencapai Rp 40 juta. Untuk sementara pasca kejadian puluhan petugas Satlantas Polres Ngawi tiba dilokasi guna mengurai kemacetan dengan memberlakukan sistim buka tutup. Pungkas AKP Rukimin, untuk mengetahui pasti penyebab kecelakaan kedua sopir langsung diperiksa secara intensif baik Sa’ad Mubasir maupun Moh Ali. Kemudian sampai berita ini diturunkan kedua kendaraan masih menunggu proses evakuasi.

Akibat kecelakaan ini menyebabkan antrian kendaraan mencapai lebih dari puluhan meter baik dari arah Jawa Tengah dan Jawa Timur sehingga beberapa kendaraan harus mengambil jalur alternative dengan melalui jalan kelas C untuk sampai ketempat tujuan. (ARD)

Ngawi- Langkah positive dan menekan perdaran obat-obat terlarang di wilayah Ngawi Sesuai komitmen awal keberadaan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Ngawi terus berupaya melakukan pemberantasan penyalahgunaan narkoba, pil psikotropika maupun zat-zat adiktif diwilayah kerjanya. Kali ini bersama Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Ngawi mengadakan Jambore Pemuda Peduli selama dua hari mulai 7-8 November 2017 di Yon Armed 12 Angicipi Yudha Ngawi.

Ony Anwar Wakil Bupati Ngawi sekaligus Ketua BNK daerah setempat mengatakan, Jambore Pemuda Peduli yang digelar kali ini merupakan respon langsung atas pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwasanya Indonesia sekarang ini pada tataran darurat narkoba. Menyusul sekitar 50 anak meninggal pertahun akibat penyalahgunaan narkoba.

Dengan demikian Jambore Pemuda Peduli di Ngawi tersebut merupakan langkah real atau nyata dari tim P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba) yang dibentuk disetiap kabupaten/kota. Dan jambore pemuda 2017 ini merupakan kegiatan di tahun ke-5 yang dilaksanakan di Kabupaten Ngawi dengan peserta tidak kurang dari 800 orang dari kalangan pelajar setingkat SLTP sampai SLTA.

“Jadi kegiatan jambore sekarang ini merupakan respon kita terhadap isi pidato presiden tentang darurat narkoba. Seperti diketahui untuk di Ngawi setiap tahunya melalui BNK mengangkat duta anti narkoba sekitar 800-1000 pelajar,” terang Ony Anwar usai membuka Jambore Pemuda Peduli di Yon Armed 12 Angicipi Yudha, Selasa (07/11).

Jelasnya, para duta anti narkoba sesuai fungsi dan peranya menjadi agen dilingkup sekolahnya masing-masing yang bisa menginformasikan sekaligus mensosialisasikan tentang bahaya narkoba yang didalamnya ada pil psikotropika maupun bahan dan zat adiktif termasuk rokok. Ia pun mengharap kegiatan jambore bisa dilaksanakan secara berkesinambungan terarah yang bermuara pada kesiapan pemuda menjadi generasi penerus memiliki kesehatan mental spiritual khususnya bebas dari narkoba.

Disisi lain tandas Ony, selama beberapa tahun terakhir di Ngawi kasus penyalahgunaan narkoba memang sempat menyeret kalangan pelajar baik sebagai pelaku konsumen maupun pengedar. Guna memproteksi kalangan pelajar dari bahaya narkoba pihaknya atas nama BNK membuka kanal informasi dengan para pendidik lingkup sekolah SLTA sederajat khususnya para guru BK.

“Memang selama ini ada kebuntuan terkait informasi dari mereka yang terindikasi memakai narkoba. Tentu kita berharap untuk kedepanya para guru BK ini membuka kran informasi seluas-luasnya apabila menemukan anak didiknya terlibat narkoba silahkan hubungi BNK maupun Satreskoba Polres Ngawi untuk dilakukan langkah pencegahan termasuk rehabilitasi maupun advokasi sebelum ada proses hukum selanjutnya,” ulas Ony Anwar.

Pungkasnya, mengajak seluruh stakeholder yang ada untuk mendukung program P4GN guna menangkal penyalahgunaan narkoba sejak dini di sekolah. Pun, menampung seluruh gagasan dan ide dari para kepala sekolah terkait usaha pemberantasan dan pencegahan narkoba. Langkah ini dalam rangka mendorong penerapan Inpres No 12 Tahun 2011 tentang kewajiban seluruh lapisan masyarakat dalam hal pencegahan dan pemberantasan narkoba, salah satunya bagi kalangan pendidik. 

Pasalnya menjadi kerawana saat sekarang adalah para pemakai mereka yang masih mengenyam pendidikan dan jauh dari pengawasan orang tua. (ARD)

Ngawi- Ajang unjuk berlenggak lenggok di atas karpet merah akhirnya membawa nama baik Kecamatan Kedunggalar dan kecamatan Ngawi dalam perebutan Dimas Diajeng Ngawi. Pemilihan duta wisata usai sudah digelar ajang Grand Final Dimas Diajeng Ngawi 2017 melalui panggung berkonsep outdoor di alun-alun Ngawi pada Sabtu, (04/11). Setelah melalui persaingan ketat dari 20 besar hingga mengerucut menjadi 5 besar. Akhirnya menobatkan Mufti Mukaromi dengan nomor urut 19 asal Kecamatan Kedunggalar sebagai Dimas dan Meydina Indriyati dengan nomor urut 3 dari Kecamatan Ngawi Kota dinobatkan sebagai Diajeng.

Dengan demikian pasangan Mufti Mukaromi dan Meydina Indriyati keduanya dinobatkan sebagai pasangan Dimas Diajeng Ngawi 2017 yang ditandai dengan penyerahan tropy sekaligus piala oleh Yulianto Kusprasetyo Kepala Disparpora Ngawi. Yulianto berpesan, agar pemilihan duta wisata Dimas Diajeng Ngawi tahun ini bisa mengubah image dan peran duta wisata dari sekedar ikon menjadi pelaku utama dalam menjalankan kampanye pariwisata untuk Ngawi.

“Saya ingin duta wisata Dimas Diajeng tidak hanya menjadi pembawa nampan dan bertugas menemani pejabat pada acara besar, namun juga bisa menjadi marketer dari berbagai destinasi wisata yang ada di Kabupaten Ngawi. Apalagi di Ngawi seperti diketahui bersama pada tahun 2017 sudah diawali sebagai tahun kunjungan wisata,” terang Yulianto Kusprasetyo Kepala Disparpora Ngawi, Sabtu (04/11).

Bebernya, ajang bergengsi pemilihan duta wisata Dimas Diajeng adalah moment tahunan yang diselenggarakan Pemkab Ngawi melalui besutan Disparpora untuk mencari putra-putri terbaik di daerah bumi orek-orek Ngawi ini. Ditempat yang sama Hermiati Retnowulan Asisten I mewakili Bupati Ngawi Budi Sulistyono mengharapkan, untuk membranding dunia wisata suatu daerah perlu peran langsung dari para pemuda seperti halnya beban yang diemban Dimas Diajeng Ngawi 2017.

Pemilihan duta wisata Dimas Diajeng adalah satu catatan bagi pemuda daerah untuk konsisten dan aktif mempromosikan wisata dan khasanah budaya yang dimilik Kabupaten Ngawi secara total. Mereka harus mempunyai komitmen dan tanggungjawab sesuai gelar yang disandang untuk berinovasi mengeksplor dunia wisata Ngawi secara utuh dan komperhenship,” ujar Hermin Retnowulan.

Pada puncak malam final Dimas Diajeng Ngawi 2017, dibawah event organizer Affeto menghadirkan empat dewan juri bertaraf nasional. Seperti Hadi Wahyu WR dari Universitas Indonesia (UI), Briansyah Dewandri S asal Surabaya yang dikenal sebagai Cak dan Ning Surabaya Wakil I 2012, Lita Ayudiah CM asal Kota Sorong Papua yang akrab dikenal sebagai Putri Indones Papua Barat 2014 dan Yenni Susanti asal Kota Ngawi yang lekat dengan kapasitasnya sebagai dewan juri Dimas Diajeng Ngawi sejak 2012 silam.

Berikut selain Mufti dan Meydina ada kategori lain yang diperebutkan yakni Runner Up 1 Dimas Diajeng jatuh pada pasangan Krisna Setya W dengan nomor urut 14 dan Adinda Rochnya A nomor urut 9. Sedangkan Runner Up 2 Dimas Diajeng dikantongi pasangan Ibnu Hampalp S nomor urut 16 dan Hikma Marsya W nomor urut 2.

Setelah penobatan ini para finalis tidak berhenti begitu saja namun harus mengikuti serangkaian kegiatan guna mempromosikan beragam wisata di Ngawi agar di ketahui oleh public dan bagi dimas diajeng juga mempersiapkan diri untuk pemilihan cak dan ning Jawa Timur yang bakal di gelar akhir tahun ini.(ARD)

 Ngawi-Sedikitnya 25 grub drumband saling beradu kebolehan merebutkan tropy sekaligus Piala Bupati Cup 2017 di alun-alun Ngawi. Lomba drumband yang diikuti grup dari pelajar setingkat SD hingga SMA ini digelar bersama Disparpora Kabupaten Ngawi dibuka Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar sekitar pukul 08.30 wib pada Selasa, (31/10).

“Lomba drumband yang digelar kelima kali ini masih dalam momentum Sumpah Pemuda yang ke-89  sesuai dengan mottonya ini menjadi prinsip harmonisasi dalam berbangsa yang baik. Karena struktur drumband berangkat dari berbagai jenis alat musik namun karena dimainkan secara bersama akan menjadi baik. Filosofi dari drumband inilah modal kita bersama menjaga kedaulatan bangsa ini,” demikian kata Ony Anwar Wakil Bupati Ngawi.

Ony mengungkapkan, berbagai perlombaan yang diikuti para pelajar seperti halnya lomba drumband yang digelar oleh Disparpora merupakan salah satu cara untuk menghindarkan hal-hal negatif dari kehidupan para generasi muda seperti penyalahgunaan narkoba maupun tindakan kriminal lainnya.

Sambungnya lagi, pemerintah daerah terus berupaya mengeksplor kreatifitas seni yang dimiliki para remaja. Dengan demikian melalui perlombaan Bupati Cup 2017 ini akan memunculkan wajah-wajah baru para seniman muda yang bisa bersaing dalam ajang apapun nantinya baik ditingkat lokal maupun nasional.

Hal senada juga diungkapkan Yulianto Kusprasetyo Kepala Disparpora Kabupaten Ngawi dalam sambutanya sambutannya mengatakan tujuan diadakan kejuaraan drum band ini guna untuk mengembangkan minat dan bakat baik yang berupa kemampuan bereksperesi pada pelajar.

“Lomba drumband merupakan salah satu lomba yang sangat digemari oleh masyarakat terutama dikalangan pelajar terutama di tingkat sekolah dasar dan menengah oleh karena itu perlu adanya pengembangan dan penyaluran yang benar dan tepat seperti kegiatan kejuaraan drumband kali ini,” ulasnya.

Tegas Mas Ony demikian panggilan akrab dari Wabub Ngawi pihaknya mengharpkan kepada para pemenang terus berupaya semaksimal mungkin untuk bisa menumbus di tingkat nasional tidak hanya berhenti di daerah saja. (ARD)

Ngawi- Apes memang dengan nasib orang satu ini, terlibat kecelakaan tunggal mengantarnya masuk bui. Sebut saja pelaku dengan inisial EP (36) warga Dusun Ngireng-Ireng, Desa Sidomulyo, Kecamatan Blambanganlipuro, Bantul. Menyusul EP menjadi pesakitan pengapnya sel penjara pasca kejadian kecelakaan lalu-lintas secara tunggal di Jalan Raya Ngawi-Mantingan kilometer 21-22 masuk Desa Tambakselo, Kecamatan Widodaren, Ngawi pada Senin 30 Oktober 2017 sekitar pukul 20.30 WIB.

Dalam kecelakaan tunggal tersebut berawal, Bus Hino Karyajasa nopol AB 7265 AS yang dikemudikan EP tengah melaju dari timur ke barat. Sewaktu masuk ke tikungan mendadak bus terperosok masuk ke sawah akibat dari sang sopir dalam hal ini EP mengantuk. Meski kejadian kecelakaan saat itu tidak menimbulkan korban jiwa namun kerugian materi mencapai Rp 7 juta.

“Benar usai kejadian, EP ini diperiksa ternyata statusnya DPO Polres Tanah Bumbu maka yang bersangkutan langsung ditangkap dan diproses hukum sesuai statusnya,” ungkap Kasatlantas Polres Ngawi AKP Rukimin, Rabu (01/11).

Bebernya, EP merupakan seorang berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) dari Polres Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan setelah terlibat kasus dugaan ilegal loging yang terjadi pada Kamis 25 September 2016 sekitar pukul 15.45 WITA. Dan status DPO pada diri EP dikeluarkan setelah yang bersangkutan melarikan diri dari masalah yang menjeratnya saat itu.

Setelah sebelumnya EP disergap petugas Polres Tanah Bumbu saat melintas di Jalan Transmigrasi kilometer 25 masuk Desa Sarimulya, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalsel. Dimana sesuai dakwaanya terhadap EP sebagai terduga pelaku ilegal loging dengan barang bukti sekitar 118 kayu ulin berbagai ukuran. 

“Pihaknya sudah berkoordinasi dengan polres Tanah Bambu dalam waktu dekat ini bakal melakukan penjemputan kepada pelaku untuk di adili di Kalsel” tegas Perwira polres Ngawi .(ARD)

Ngawi- Nekat memang sudah bekerja dengan brand terkenal di wilayah Ngawi namun masih saja kurang dalam segi vinasial hingga salah satu pegawainya berbisnis Sabu-sabu.  Pelaku dengan inisial RM (22) karyawan minimarket yang berlokasi dipinggir Jalan Raya Walikukun-Ngrambe tepatnya masuk Dusun/Desa Walikukun, Kecamatan Widodaren, Ngawi disergap petugas Satreskoba Polres Ngawi sekitar pukul 00.15 WIB pada Kamis, (02/11). Saat digeledah dari tangan RM ditemukan 17 strip pil koplo jenis Trihexyphenidhyl masing-masing strip berisi 10 butir dan 3 strip jenis Tramadol dengan total 170 butir pil.

Dengan alat bukti ratusan butir pil koplo tersebut RM yang merupakan warga Desa Tulakan, Kecamatan Sine, Ngawi langsung digelandang petugas ke Mapolres Ngawi. Dari informasi yang ada penyergapan terhadap RM mendasar informasi warga masyarakat dan dikembangkan selama hampir satu bulan lebih dan mengarah kepada yang bersangkutan.

“Untuk tersangka RM ini sudah menjadi target operasi sejak sebulan lalu mendasar info dari masyarakat. Menurut pengakuan sementara tersangka ini ratusan pil koplo diambil atau didapat dari wilayah Sragen Jawa Tengah,” terang Kasatreskoba Polres Ngawi AKP Moch Mukid, Kamis (02/11).

Katanya, selain dikonsumsi sendiri ratusan pil koplo tersebut oleh RM diedarkan ke sejumlah orang baik dikawasan tempat tinggalnya maupun sekitar lokasi kerja. Hanya saja sasaran edarnya sendiri bukan pelajar melainkan para orang dewasa yang sudah bekerja. Hal itu dilakukan untuk mendongkrak stamina dalam beraktifitas. Dan setiap strip pil baik jenis Trihexyphenidyl maupun Tramadol didapat dengan harga Rp 16 ribu kemudian dijual lagi ke konsumen Rp 30 ribu.

“Untuk pengembangan lebih lanjut kami terus memburu jaringan RM yang ada di Sragen dengan melakukan koordinasi dengan Polres Sragen. Dan RM ini sesuai pengakuanya baru mengedarkan pil koplo itu baru setahun terakhir namun sebelumnya dia sebagai konsumen,” ulas AKP Moch Mukid.

Pungkasnya, saat ditangkap RM tidak melakukan perlawanan dan mengakui seluruh perbuatanya baik sebagai konsumen maupun pengedar pil koplo. Dengan demikian untuk memberikan efek jera RM bakal dijerat dengan UURI No 36 Tahun  2009 tentang Kesehatan yang ancamanya paling lama 12 tahun penjara. Dijelaskan oleh Kasat Narkoba polres Ngawi pihaknya tidak akan berhenti di sini saja, dengan koordinasi pihak polda memanfaatkan cybernet  petugas berjanji dengan optimis akan menutup akses peredaran Narkoba di wilayah hukumnya. (ARD)

Thursday, 02 November 2017 00:00

Petugas Masih Mencari Satu Pelaku Panadah Gabah

Ngawi-Tuntaskan kasus criminal diwilayah hokum mapolres Ngawi nampaknya tidak isapan jempol belaka. Hal ini dibuktikan dengan apa yang dilakukan oleh Satreskrim Polres Ngawi akhirnya membeberkan aksi kejahatan penggelapan gabah seberat 9 ton lebih milik Eko Wahyudi (35) warga Desa Sumberwaras, Kecamatan Muncar, Banyuwangi melalui press release, Kamis (02/11). Dari keteranganya, saat ini berhasil disergap dua orang pelaku yakni DH (31) selaku sopir truk warga Desa Sambiroto, Kecamatan Baron, Nganjuk dan YCW (50) warga Desa Banjarsari, Kecamatan Ngronggot, Nganjuk.

“Iya Satreskrim Polres Ngawi berhasil menangkap dua pelaku penggelapan gabah dengan modus awalnya sudah mengubah bentuk tulisan yang ada pada kabin dan bak truk. Kemudian yang bersangkutan mencari sasaranya berupa gabah yang akan diangkut,” terang Kasatreskrim Polres Ngawi AKP Maryoko, Kamis (02/11).

Urainya, pada 17 Oktober 2017 dengan membawa truk Mitsubishi warna kuning stabillo nopol P 9611 VH dua tersangka DH maupun YCW berangkat ke kawasan Desa Munggut, Kecamatan Padas, Ngawi. Ditempat inilah dua orang terduga pelaku berhasil menemukan muatan gabah milik Eko Wahyudi yang meminta untuk diangkut ke gudang milik UD.Gading Mas masuk Kecamatan Jajak, Banyuwangi dengan ongkos muat Rp 1,2 juta.

Sekitar pukul 21.00 WIB pada truk yang sudah bermuatan gabah milik Eko Wahyudi langsung berangkat dari Desa Munggut. Namun kenyataanya sampai di Nganjuk gabah tersebut dijual ke SUP senilai Rp 32 juta dan dibongkar di Desa Tanjung Krempyang, Kecamatan Tanjung Anom, Nganjuk. Dan aksi kejahatan duo pelaku baik DH maupun YCW ternyata melibatkan jaringan lainya yang berjumlah empat orang. Yakni SUP sendiri, RI, BK dan CK yang sekarang ini keempat orang tersebut dijadikan Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Ngawi

ntuk mempertanggungjawabkan secara hukum DH dan YCW bakal dijerat dengan Pasal 378 Subsider Pasal 372 Junto 55 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara. Pungkas AKP Maryoko, dari pengakuan kedua terduga pelaku memang baru sekali melakukan aksi penggelapan gabah. Meski demikian pihaknya terus memeriksa secara intensif guna mengembangkan kasus yang ada sampai tuntas. Terlebih lagi masih ada PR yang menjadi atensi anggotanya yakni penadah penjualan bulir beras di wilayah Nganjuk.(ARD)

Ngawi- Dengan Jalan Sehat KPUD Ngawi  ajak pemilih pemula untuk lebih semangat memberikan hyak pilihnya. Salah satu tahapan dalam pemilihan kepala daerah dan juga legelatif penyelenggara pemilihan umum tengah mempersiapkan diri dalam kesusksesannya. Diungkapkan oleh Samsol Fatoni selaku ketua KPUD Ngawi pelaksanaan program nasional Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan sosialisasi meningkatkan partisipasi pemilih atau konstituen dalam perhelatan pesta demokrasi dilakukan dengan cara jalan sehat serentak. Seperti halnya dengan KPU Kabupaten Ngawi menggelar jalan sehat melibatkan ratusan warga masyarakat maupun stakeholder yang ada, Minggu (29/10).

Turut hadir dalam kegiatan jalan sehat serentak yang dihadiri Ketua DPRD Ngawi Dwi Rianto Jatmiko, Dandim 0805/Ngawi Letkol Inf M.Triyandono dan Wakapolres Ngawi Kompol Soehono dilepas langsung Samsyul Wathoni Ketua KPU Kabupaten Ngawi. Ratusan peserta jalan sehat berhadiah ini menyusuri rute Jalan Untung Suropati-Jalan Dr Wahidin-Jalan Ronggowarsito-Jalan Soetomo dan terakhir Jalan Diponegoro.

“Jalan sehat yang dilakukan secara serentak disemua KPU ini tidak lain untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada Pilkada 2018 mendatang. Apalagi di Jawa Timur sendiri akan digelar pemilihan langsung gubernur dan wakil gubernur tahun 2018. Dan makanya event ini sudah tepat guna mensosialisasikan ke masyarakat untuk meningkatkan partisipasinya mereka datang ke TPS,” terang Samsyul Wathoni Ketua KPU Kabupaten Ngawi, Minggu (29/10).

Urai Toni sapaan akrabnya, jalan sehat serentak ini merupakan salah satu upaya KPU dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat dan menyongsong Pilkada Serentak tahun 2018. Hal ini sesuai surat yang telah dikeluarkan oleh KPU RI Nomor 561 tertanggal 3 Oktober 2017, perihal kegiatan Penggalangan Gerakan Sadar Pilkada Serentak tahun 2018 melalui Jalan Sehat Serentak.

Ditempat yang sama Dwi Rianto Jatmiko Ketua DPRD Ngawi usai membubuhkan tanda tangan sebagai upaya mendukung deklarasi gerakan sadar Pilkada Serentak 2018 mengatakan, apa yang dilakukan KPU sudah tepat ditengah situasi politik sekarang ini. Mengingat, Pilkada yang didalamnya ada Pemilihan Gubernur (Pilgub) maupun Pemilihan Bupati (Pilbup) secara langsung merupakan perwujudan demokrasi ditingkat lokal atau daerah.

“Tentunya harapan kami kepada semua penyelenggara Pilkada maupun Pemilu disemua tingkatan harus mampu mengelola setiap tahapan secara professional dan berintegritas,” jelas Antok panggilan akrabnya.

Pemilihan sudah di depan mata sedikitnya ratusan ribu menjadi yang memiliki hak pilih kiranya memberikan suaranya demi peningkatan dan perubahan(ARD)

Ngawi- Kendati cuaca tidak mendukung namun hal itu tidak menyurutkan  antusias para kontestan tampil diatas catwalk dalam peragaan busana pemilihan Dimas Diajeng yang di gelar oleh Kabupaten Ngawi 2017. Petang sebelum pagelaran Dimas Diajeng langit Ngawi tengah tidak bersahabat  kendati demikian kontes yang digelar di depan Balai Paseban Pemkab Ngawi pada Sabtu malam, (28/10), tersebut  diikuti kontestan 30 Dimas dan 30 Diajeng merebutkan tiket 20 besar menuju grand final pada 4 November 2017 mendatang. Perhelatan kebolehan menarik perhatian dewan juri diatas karpet merah ini menjadi salah satu ajang yang sangat dinanti oleh para pemuda dan pemudi Ngawi, yang ingin menoreh bakatnya dalam dunia acting busana. 

Acara peragaan busana pemilihan Dimas Diajeng kali ini dibuka oleh Kabid Pariwisata Disparpora Kabupaten Ngawi Warsito sekitar pukul 19.30 WIB. Pada kesempatan tersebut Warsito terus memotivasi semua kontestan dalam merebutkan gelar sebagai Dimas Diajeng Kabupaten Ngawi 2017 sekaligus sebagai duta wisata.

“Pemilihan Dimas Diajeng memang setiap tahun kita gelar begitu juga kwantitas atau mutu dari para kontestan terus kita tingkatkan. Dimana kedepanya sangat kita harapkan mereka bisa menjadi duta wisata untuk mempromosikan kekayaan budaya yang ada di Ngawi dilevel propinsi maupun nasional,” kata Warsito, Sabtu (28/10).

Tandasnya, setiap individu kontestan Dimas Diajeng akan dinilai oleh dewan juri secara fair play dan professional menuju malam final. Dan kriteria penilaian dari dewan juri tidak sekedar dari penampilan melainkan dari totalitas inner beauty para kontestan itu sendiri. Setelah sebelumnya lolos seleksi baik wawancara, tes tulis, psikotes dan talenta.

Dan dewan juri pada peragaan busana pemilihan Dimas Diajeng Kabupaten Ngawi 2017 sebanyak tiga orang. Dan mereka pun mempunyai latar belakang prestasi yang berbeda seperti Vinta Berliana asal Kota Gresik yang merupakan juara favorit Putri Indonesia Persahabatan Jawa Timur 2016. Ditambah Ari Biana dari Kecamatan Ngrambe, Ngawi yang merupakan seorang professional dibidang photograpy dan videography plus Putra Anta yang telah mencatatkan diri sebagai owner glmaourlook modeling school and management.

“Momen tahunan ini kita bekerjasama dengan event organizer Affeto yang didukung Polres Ngawi. Dan setiap kontestan dalam memperagakan busana harus bercorak khas batik Ngawi dengan latar bambu maupun fosil manusia purba dan lainya-lainya,” beber Warsito.

Berikut 10 besar kontestan Dimas yang berhak memperoleh tiket ke malam grand final sesuai nomor urutnya mereka antara lain, Mufti Mukaromi (76), Ibnu Hambal (2), Krisna Setya (88), Jonni Saputro (10), Fajar Tri Asmoko (92), Fuady Putra (62), Hernando AF (240, Eric Bergas (102), Sholakal Abdul (22) dan Dwi Lukmantoro (44).

Sedangkan 10 besar Diajeng masing-masing Lau Bekti Prajanira (41), Ardhinia RB (119), Hikma Marsya (45), Lisa Shofia (135), Meydina Indriyati (75), Bela Eka (111), Novia Dwi Utari (13), Cesar Putriningtyas (79), Adinda Rochnya (19) dan Ersa Rahmadika.

Sementara Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar bulan-bulan ini kami tengah terus mengadakan ajang kebolehan bagi warga Ngawi agar kiranya bakat dan potensi generasi penerus dapat muncul serta sekaligus membawa nama baik Ngawi bila nantinya terjun di kancah yang lebih Nasional. (ARD)

Ngawi-Puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2017 di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur yang dipusatkan di alun-alun memang spetakuler bukan isapan jempol belaka. Bukti kongkrit tidak lain adalah jumlah santri yang menghadiri puncak agenda nasional yang ketiga kalinya tersebut. Tercatat ada 50 ribu lebih santri dari 128 kontingen yang tercatat di buku agenda panitia kegiatan HSN Di Ngawi.

“Luar biasanya puncak HSN di Ngawi ini tidak lepas dari peran ulama dan kyai. Mereka bersatu dan terbukti mampu menjadi sumber inspirasi bagi santrinya maka kedepan dikemas lebih meriah lagi dari sekarang ini,” ujar Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar, Minggu (22/10).

Dia sependapat dengan konsep yang dibawa para ulama dan kyai dalam mendidik santrinya dilingkup ponpes. Tidak sekedar ilmu agama dalam memperkuat spiritualnya melainkan intelektual menjadi pendorong membangun suatu peradaban dalam mengisi kemerdekaan dewasa ini.

“Intinya begini mereka sekarang ini di ponpes telah menerapkan sistim pendidikan modern (khalaf-red) tidak hanya sebatas sebagai ponpes yang mengajarkan sistim pendidikan salaf. Tentu sangat di apresiasi, sentuhan antara perpaduan khalaf dan salaf inilah menjadi santri yang menjadi ukuran terhadap pembangunan nasional,” ujar Ony Anwar.

Ulasnya, Islam akan mudah dipahami dan diaktualkan adalah Islam yang inklusif, ramah, tidak kaku, moderat, yakni Islam yang bernuansa perbedaan dan sarat dengan nilai-nilai multikultural dan sangat cocok dengan keragaman budaya yang dimiliki Indonesia. Muaranya akan menjadi santri yang toleran satu bentuk keteladanan kehidupan bernegara. 

“pihaknya berharap para santri ini bisa menjadi individu yang berguna bagi Nusa dan Bangsa terlebih lagi memberikan sumbangsihnya bagi Kabupaten Ngawi” tegas Mas Ony.(ARD)

Page 6 of 18