bahanafm

bahanafm

Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Ngawi- Pertemuan supoter kesebelasan Ngawi dan Madiun ibarat air dan minyak dua golongan zat cair yang tidak dapat menyatu satu sama lain. Kejadian di stadion ketonggo menjadi saksi pertemuan keduanya yang membawa residen buruk. Sangat disayangkan apa yang menjadi perlakuan aksi supporter kedua kesebelasan di Liga 3 Zona Nasional PSSI ini. Kejadian berawal disaat pertadingan tersebut belum di mulai laga di Stadion Ketonggo Ngawi sempat terjadi bentrokan yang diwarnai lempar batu antara supporter tuan rumah Persinga Ngawi dengan supporter Madiun Putra FC (MPFC). Aksi brutal ini membuat  ratusan aparat kepolisian langsung melakukan pengamanan di depan stadion tersebut lokasi bentrokan yang terjadi hampir beberapa menit itu.

Terpantau, beberapa petugas langsung memisahkan kedua supporter untuk mencegah aksi susulan yang berdampak merugikan. Guna mencegah bentrokan terjadi lagi polisi pun langsung mengusir ratusan supporter MPFC yang mengendarai sepeda motor dan menggunakan roda emapat dari lokasi stadion hingga keluar Kota Ngawi. Diungkapkan oleh Kabagops Polres Ngawi Kompol Rudy Sesunan menegaskan, pengusiran supporter dari tim tamu bukan tanpa alasan melainkan guna mengantisipasi bentrokan dan aksi anarkis dari kedua belah pihak.

“Sudah menjadi hasil kesepakatan sehari sebelumnya pertandingan Persinga Ngawi dengan MPFC digelar tanpa dukungan supporter dari tim tamu. Sehingga pengusiran ini atas dasar kesepakatan tersebut terlebih lagi sempat terjadi insiden bentrok sebelum laga dimulai secara langsung mencederai hasil kesepakatan,” terang Kompol Rudy Sesunan, Sabtu, (22/09).

Di jelaskan oleh Kabagops Polres Ngawi, dalam kesepakatan yang telah di setujui bersama antara supporter fanatik Persinga Ngawi Pastimania maupun GRW dengan The Mad maupun GBB  supporter MPFC menegaskan dalam laga pihak tim tamu tidak akan menerjunkan suporternya didalam maupun luar stadion. Karena ada yang menyalahi kesepakatan tersebut sudah sewajarnya petugas melakukan tindakan tegas apa yang terjadi di stadion Ketonggo. Kendati dalam bentrokan kedua supporter tidak mengakibatkan korban jiwa namun kejadian yang sempat menjadi tontonan warga masyarakat sangat di keluhkan oleh penyuka sepak bola.

Dalam liga 3 Zona Nasional PSSI di Stadion Ketonggo Ngawi laga home bagi Persinga Ngawi berhasil menang telaka atas MPFC dengan skor 3-0. Penjaga gawang  MPFC Syamsi tidak dapat menjaga koyakan dari pemain Persinga Ngawi yang di awali  pada menit 41 dijebol Muhamad Rifaldi melalui sundulan. Disusul babak kedua menit 71 sang kapten Persinga Ngawi Slamet Hariyadi setelah mendapat umpan silang dan terakhir menit 78 lagi-lagi gawang MPFC bobol melalui kaki Muhamad Irman yang membawa nama baik Kesebelasan Ngawi untuk melanjutkan ke laga  berikutnya dengan poin penuh atas MPFC. (Ard)

Monday, 24 September 2018 00:00

Erwiana Kejar Impian

Ngawi -Sempat Heboh Disiksa Majikan hingga Cacat Seumur Hidup, Mantan TKW Asal Ngawi Akhirnya Raih Mimpi menjadi sarjana kabar bahagia datang dari seorang mantan Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang dulu menjadi korban penyiksaan berat majikannya. TKW yang dulu bekerja di Hong Kong tersebut adalah Erwiana Sulistyangsih (27).

Kenangan buruk itu tak ayal membuat Erwiana mengalami trauma. 'Bayaran' untuk setiap kesalahannya membuat Erwiana sulit melupakan masa kelam itu. Disiksa karena kesalahan yang dibuat oleh Majikan hingga harus menanggung di siram air panas setiapkali melakukan kesalahan yang dianggap fatal. Namun, setelah empat tahun berlalu, belum lama ini luka dalam Erwiana tampaknya sudah mulai terobati. Erwiana sedikit demi sedikit memperbaiki lukanya dengan mengemyam pendidikan sarjana meneruskan impian yang selama ini sempat terhenti. Sabtu (8/9/2018) lalu, Erwiana berhasil mencapai mimpinya.

 

Tak hanya itu, ia bahkan berhasil menyelesaikan studinya dengan predikat Cum Laude di unervesitas pilhannya. Rupanya Erwiana dulu terdorong untuk merantau ke Hong Kong oleh keinginannya untuk kuliah jurusan Akuntansi. Ia juga ingin membantu perekonomian orangtuanya yang bekerja serabutan.

 

Mendasar alasan itu salah satu warga Dusun Kawis, Desa Pucangan, Kecamatan Ngrambe, Ngawi, Jawa Timur itu berangkat ke Hong Kong pada 27 Mei 2013 melalui PT Graha Ayu Karsa. Di sana Erwiana tinggal di apartemen Law Wan-tung, majikannya, di Tong Ming Street, Kowloon, Hong Kong. Sejak saat itu, Erwiana mulai menghadapi mimpi buruk dalam kehidupannya. Ia disiksa hingga dijatah minum satu botol air dalam sehari dan tak diobati saat mengalami alergi dingin ataupun luka akibat penganiayaan majikan. Public media seakan tidak pernah henti dalam menyoroti kehidupan Erwiana dari kepulangan, perawatan tim medis hingga perjalanan permintaan keadilan hokum atas dirinya.  Pada Senin (20/1/2014) majikan Erwiana ditangkap di Bandara Hong Kong. Kemudian pada Jumat (22/12/2017), Pengadilan Hong Kong mengabulkan tuntutan Erwiana sebesar Rp1,4 miliar ke mantan majikan. Law Wan-tung, pun dijatuhi hukuman enam tahun penjara dan denda Rp24 juta pada Februari 2015. Diungkapkan oleh saudara Erwiana sekarang sudah menjalani kehidupan normal dengan menyongsong masa depan. 

“ Alhamdulilah sekarang adik saya sudah sedikit demi sedikit melupakan masa lalunya dan sekarang berhasil mengenyam pendidikan hingga lulus “ ungkap Putut sodara laki-laki Erwiana.(Ard)

Thursday, 20 September 2018 00:00

Bencana Longsor Menghantui Warga Ngawi Selatan

Ngawi- Selain bencana putting beliung dan banjir yang menghantui warga Ngawi, bencana longsor juga masih menjadi momok yang menakutkan. Seperti yang terjadi di area persawahan block gunting masuk Dusun Manyul, Desa Girimulyo, Kecamatan Jogorogo, Ngawi sekitar pukul 15.00 WIB pada Rabu kemarin, (19/09). Diperkirakan akibat longsoran ratusan kubik tanah tersebut persawahan dengan luas 50 are tertimbun material longsor berupa tanah.

 

longsoran terjadi di area persawahan milik tiga orang warga setempat antara lain Parmin(61), Suwandi(57) dan Sujak(72) dipastikan area persawahan mereka bakal gagal panen. Namun demikian untung saja  kejadian ini jauh dari pemukiman warga dan hanya mengakibatkan kerugian sekitar Rp 5 juta dari area persawahan milik warga.

 

“Untung saja saat kejadian tidak ada korban jiwa,sebelumnya terdengar  suara gemuruh  dari dalam tanah hingga puluhan meter setelah di cek area persawahan milik ketiga warga tersebut sudah tertutup tanah longsor,” Jelas Suparlan(54)  salah satu saksi warga.

 

Mendasar adanya kejadian longsor tersebut  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi menghimbau kepada warga untuk mewaspadai bencana longsor yang sering terjadi diwilayah Ngawi sebelah selatan yang tidak bisa pihaknya prediksi. Eko Heru Tjahjono Kepala BPBD Ngawi menambahkan, penyebab longsor di area persawahan masuk Dusun Manyul akibat ada pergerakan tanah terlebih lagi daerah tersebut adalah lereng pegunungan.

 

“Kejadian longsor kemarin menjadi kewaspadaan bagi warga Ngawi agar lebih berhati-hati terlebih lagi dengan kondisi tanah yang curam,” tegas Heru.(Ard)

 Ngawi- Patut diacungi jempol almamater  seragam coklat ini berhasil membengkuk komplotan bajing loncat antar propinsi. Tiga orang terduga tersangka kasus pencurian dengan pemberatan (curat) antar daerah berhasil dibekuk aparat berwajib. Ketiga tersangka masing-masing berinisial SM (26), SK (31) dan AF (34) dan dibekuk diwilayah Polres Sukoharjo pada Jum’at kemarin, (13/09). Penangkapan atas pelaku di saat petugas melakukan razia atas mobil yang di kemudikan pelaku tidak dapat menunjukkan surat expedisi sejumlah botol parfum yang di bawa pelaku. Kecugiaan petugas bertambah sewaktu pelaku ciut nyali saat ditanyakan alur pembelian botol parfum, karena menduga kasus penggelapan petugas langsung menggelandang pelaku ke markas polres Sukoharjo.  

Dalam keterangan pelaku kepada petugas, SM dan SK tercatat warga Kelurahan Kaligondang, Demak, Jateng sedangkan AF warga Desa Banaran, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Jateng. Sepak terjang ketiga pelaku ini, awal perburuannya di wilayah hokum Jateng  sebagai target operasi sebelumnya. Kemudian menyisir ke timur dengan target mobil box yang di tinggal sopir saat parkir.  Setelah memasuki Jawa Timur ketiga orang tersebut diduga kuat sebagai pelaku curat terhadap mobil box expedisi berisi puluhan kardus kosmetik yang sedang diparkir di SPBU Watualang masuk Kecamatan Ngawi Kota pada 14 Agustus 2018 lalu.

Dalam melancarkan aksinya, ketiga tersangka pelaku melakukan pengrusakan dengan cara memotong segel dan tali tambang pintu box dan memindahkan 66 kardus berisi kosmetik ke mobil Toyota Alya yang nopolnya belum diketahui. Setelah berhasil menguras isi box kendaraan expedisi ketiganya langsung kabur.

“Ketiga pelaku saat ini masih dalam pemeriksaan petugas guna pengembangan kasus komplotan spesialis kendaraan box antar daerah,” terang Kapolsek Ngawi Kota AKP Kristanto WN

Dengan pengembangan kasus tersebut di harapkan petugas juga mengamankan penadah dari penjualan barang kriminalitas milik pelaku karena di sinyalir tindakan mereka tidak hanya sekali ini ditambahkan oleh Kapolsek Ngawi Kota.(Ard)

Thursday, 20 September 2018 00:00

Kekeringan Melanda Ngawi Satlantas Droping Air

 Ngawi – lebih dari 4 bulan terakhir ini Kabupaten mengalami kekeringan akibat kemarau yang cukup panjang tak urung hal ini mengakibatkan mengeringnya sumber air bersih milik warga yang terjadi dibeberapa titik wilayah Ngawi.  Mengetahui hal tersebut,Satuan Polisi Lalu-Lintas Polres Ngawi dengan jemput bola melakukan droping air bersih ke kawasan kekeringan dam yang menjadi sasaran pertama yakni ke Desa Kiyonten, Kecamatan Kasreman,  Ngawi.

“Tidak ingin terlambat memberikan apa yang menjadi kebutuhan warga mendesak kami untuk segera melakukan kegiatan kemanusian dengan menurunkan dua unit armada truk tangki untuk melakukan droping air bersih ke Ngawi timur tepatnya di Desa Kiyonten,, ‘ Jelas Kasatlantas Polres Ngawi AKP Yanto Mulyanto,  Kamis,  (13/09).

Kegiatan social tersebut bersamaan dengan menyambut hari ulang tahun Satlantas yang jatuh pada 22 September 2018 mendatang.

“ kami berharap kepedulian sebagai petugas terus di kenang oleh masyarakat dan tidak menjadi momok yang menakutkan di jalan raya”  Tambah Kasatlantas Polres Ngawi. 

 Sementara Eko Heru Tjahyono selaku Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi hampir dua bulan  terakhir ada sebagian wilayahnya mengalami krisis air bersih. BPBD Ngawi sudah melakukan droping air bersih ke titik rawan kekeringan tepatnya di 30 desa dari 8 kecamatan yang dengan tingkat kerawanan kebutuhan air antara desa satu dan yang lain dan droping berdasarkan permintaan warga (Ard)

Thursday, 20 September 2018 00:00

Jalur Kereta Tidak Berpalang Tewaskan Warga

Ngawi- Sungguh disayangkan tingkat keselamatan di Ngawi masih minim. Terbukti perlintasan kereta api yang terdapat di Kabupaten Ngawi kembali membawa korban. Seperti apa yang di alami oleh pengguna jalan kendaraan roda dua dengan kondisi  jasad korban mengenaskan yang tewas setelah tertabrak kereta api (KA) Argo Wilis diperlintasan tanpa palang pintu masuk Dusun Salak, Desa Gemarang, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi sekitar pukul 09.35 WIB, Senin, (17/09).

Diketahui bahwa korban dengan jenis kelamin laki-laki atas nama Suyitno berusia sekitar 35 tahun, warga Dusun Kenongorejo, Desa Sekarputih, Kecamatan Widodaren, Ngawi. 

Sesuai dengan keterangan warga dilokasi kejadian menerangkan, korban dengan mengendarai sepeda motor jenis Yamaha Jupiter protolan atau tanpa nomor polisi hendak menyeberang rel kereta api tanpa palang pintu dari arah utara ke selatan. Diduga korban yang mempunyai kelaian tuna rungu ini tidak mengetahui jalur perlintasan ini tengah melaju dengan kencang KA Argo Wilis dari arah timur. Karena jarak yang sudah dekat benturanpun tidak dapat terelakkan. 

“ Belum sempat saya memperingatkan kalau ada kereta melintas korban sudah terseret kereta api dan sudah meninggal,” jelas Suhadi salah satu warga sekitar lokasi kejadian.

 

Secara  terpisah Kapolsek Kedunggalar AKP Sukisman saat dikonfirmasi menjelaskan pihaknya masih melakukan olah TKP termasuk mencari identitas korban. Ia hanya membenarkan korban berjenis kelamin laki-laki dan belum diketahui pasti usianya. Usai kejadian jasad korban langsung di evakusi kr kamar mayat RSUD dr Soeroto Ngawi untuk di lakukan visum menunggu keluarga korban. (Ard)

Sunday, 02 September 2018 00:00

17 Agustus 5 Napo Mendapatkan Remisi Bebas

Ngawi-Di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-B Ngawi pada perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-73 tahun 2018 ini ada 5 orang narapidana (napi) mendapatkan remisi bebas. Sedangkan  184 napi lainya mendapatkan remisi umum (RU) maupun dasawarsa. Gatot SSP Kasubsi Registrasi Binkemas Lapas Kelas II-B Ngawi mengatakan,  5 orang napi yang dinyatakan bebas berasal dari kasus penyalahgunaan pil koplo, pencurian, illegal loging dan korupsi.

Remisi bebas bersyarat maupun remisi umum diberikan kepada napi setelah menjalani masa tahanan lebih dari 6 bulan. Bebasnya napi tersebut tidak lepas dari remisi yang diberikan Bupati Ngawi Budi Sulistyono yang diserahkan langsung secara simbolis sebelum mengikuti upacara bendera di alun-alun Ngawi.

Remisi ini sesuai dengan yang diamantkan oleh kementrian hokum dan bagi yang mendapatkan remisi bebas hari ini pula keluar lapas,” terang Gatot SSP, Jum’at, (17/08).

Keputusan remisi maupun grasi ini secara kriteria peruntukanya bagi napi berkelakukan baik selama menjalani masa tahanan yang artinya taat segala aturan didalam lapas itu sendiri. Dan yang terpenting tegas Gatot SSP, pemberian remisi kepada napi dan anak pidana yang memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan yang mengacu pada PP No 99 Tahun 2012 tentang syarat dan tata cara pelaksanaan hak warga binaan pemasyarakatan.

“Bagi yang mendapatkan remisi bebas secepatnya menyesuaikan dan adaptasi dengan lingkungan dimana ia akan tinggal. Jangan sampai mengulangi perilaku yang sama yang berakibat masuk di lapas ini,” terang Bupati Ngawi Budi Sulistyono usai memberikan remisisecara simbolis kepada para napi, Bupati Ngawi melakukan upacara bendera menandai puncak peringatan HUT Kemerdekaan ke-73 di Alun-Alun Merdeka Ngawi.(ARD)

Sunday, 02 September 2018 00:00

Simpan Sabu Kades Macanan Dipolisikan

Ngawi- Patut diacungi jempol kepada aparat kepolisian dari Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Ngawi berhasil membekuk SA pria 33 tahun yang notabene sebagai Kepala Desa (Kades) Macanan, Kecamatan Jogorogo, Ngawi setelah terlibat atas dugaan kepemilikan sabu-sabu. Pemburuan selama lebih dari 2 minggu  ini membuahkan hasil dengan menggelandang  sosok pria  dengan postur tubuh tinggi kurus tersebut ditangkap petugas tanpa perlawanan di rumahnya Dusun Jumog, Desa Macanan, sekitar pukul 07.30 WIB pada Sabtu kemarin, (25/08).

Dalam proses penyelidikan oleh petugas SA tidak menampik barang bukti yang ditunjukkan diduga kuat berupa sabu-sabu seberat 0,32 gram. Kasatreskoba Polres Ngawi AKP Djanu Fitrianto saat press release dihadapan wartawan mengatakan, barang bukti berupa sabu-sabu berhasil ditemukan dibawah tempat tidur dalam kamar pelaku dan pelaku sendiri mengakui barang tersebut adalah miliknya yang sering kali dikonsumsi.

Dibenarkan SA berprofesi  sebagai Kades Macanan yang berhasil pihaknya amankan beserta barang bukti tanpa perlawanan. Dan keterlibatan SA dengan barang yang di duga sabu ini sudah anggotanya lakukan sejak 2 minggu terkahir ,” terang Kasatreskoba Polres Ngawi AKP Djanu Fitrianto, Senin, (27/08).

 

Dijelaskan oleh Kasatnarkoba polres Ngawi, selain sabu-sabu dari tangan SA juga berhasil disita tiga korek api gas plus satu bekas botol kaca komplit sedotan demikian juga satu unit handphone. Dari hasil penyidikan urainya, SA telah mengkonsumsi sabu-sabu mulai empat tahun lalu. Alasanya penggunaan barang haram itu untuk menambah vitalitas dan tenaga.

 

“ Dari pengakuan pelaku kepada petugas, SA ini sudah lama dalam mengkonsumsi sabu yang di akuinya guna menjaga tubuhnya tidak lekas capek karena rutinitasnya sebagai kepala desa “ Terang Djanu.

Kemudian dari pengembangan kasus SA tersebut, polisi juga berhasil menangkap AP pria 31 tahun asal Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngrambe, Ngawi. AP ini merupakan pengecer Sabu yang seringkali menyuplai SA dari tangan AP petugas  berhasil menyita barang bukti antara lain diduga sabu-sabu seberat 0,30 gram dan satu tas yang didalamnya ada satu pipet kaca, timbangan elektrik dan dua korek gas.

SA mendapatkan barang haram yang diduga sabu-sabu dari AP dengan melakukan transaksi terlebih dahulu.” Tegas Kasatnarkoba polres Ngawi.

Kepada SA dijerat dengan Pasal 112 ayat 1 dan atau Pasal 127 UURI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mendasar pasal ini SA terancam penjara paling lama 12 tahun dan paling singkat 4 tahun.

sedangkan AP diancam dengan penjara hukuman seumur hidup mendasar Pasal 114 ayat 1 dan atau Pasal 112 UURI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Meski demikian AP ini juga bisa dihukum paling singkat 5 tahun atau paling lama 20 tahun.

“ Semoga dengan kejadian ini menjadi jera kepada pelaku dan menutup akses perdagangan Sabu di wilayah hukumnya” Tegasnya(Ard)

Ngawi –Tragis kecelakaan kerja kembali terjadi dilokasi tambang batu wilayah Kecamatan Kendal, dan mengakibatkan korban jiwa. Kejadian ini menimpa seorang operator alat berat atau eksavatorsetelah tertimpa reruntuhan material batu.  Korban dengan identitas Jarni pria 34 tahun warga Dusun Wijil, Desa Sidorejo, Kecamatan Kendal dinyatakan meninggal setelah menjalani perawatan di Puskesmas Kendal.

Sebelumnya, sekitar pukul 09.00 WIB pada Sabtu, (01/09), Jarni tengah mengoperasikan alat berat dilokasi tambang Sendran masuk Dusun Basri, Desa Sidorejo. Pas kejadian Jarni dengan alat beratnya tengah mengisi material batu kedalam bak truk dump yang dikemudikan Sugeng warga setempat.

Saat itu Sugeng yang berada didalam kabin truk mendengar suara gemuruh yang diduga kuat ada longsoran batu. Kontan saja salah satu saksi ini memindahkan truk dari lokasi kejadian.

Begitu keluar ia melihat kabin eksavator tertimpa reruntuhan batu. Bersama saksi lainya Sugeng berusaha menolong Jarni yang saat kejadian masih hidup meskipun mengalami luka disekujur tubuhnya. Tanpa membuang waktu korban langsung dilarikan ke Puskesmas Kendal. Namun nahas dalam penanganan tim medis inilah nyawa korban tidak bisa diselamatkan lagi akibat luka yang cukup parah dialami oleh korban.

Setelah mendapatkan laporan pihaknya pihakknya langsungmemerintahkan anggota untuk melakukan penyelidikan,”  tegas Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu, Sabtu, (01/09).

Dari hasil pemeriksaan tim medis jelasnya, korban mengalami luka pada tulang rahang atas maupun bawah pecah. Selain itu korban mengalami luka robek dibelakang telinga demikian juga bibirnya pecah. Atas kejadian tersebut jenasah Jarni diserahkan ke pihak keluarganya untuk dimakamkan. Mendasar kejadian tersebut Kapolres berharap kepada penambang batu untuk lebih berhati-hati dan mewaspadai keadaan di sekitarnya  agar kiranya kejadian nahas tidak kembali terjadi.(ARD)

 

Ngawi -Kunjungan kerja Kapolda Jatimdi Polres Ngawi, Irjen Pol Machmud Arifin secepatnya akan memberangkatkan dua setingkat kompi (SSK) Brimob berkekuatan 200 personel untuk membantu korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Penjelasan tersebut menyusul dampak gempa Lombok berskala 7 SR menimbulkan 82 orang meninggal.

“Nanti pukul 13.30 (Senin-red) kami akan memberangkatkan dua kompi Brimob dari Surabaya ke Mataram Nusa Tenggara Barat,” jelas Kapolda Jatim Irjen Pol Machmud Arifin, Senin, (06/08).

Jelasnya, personel yang diterjunkan ke lokasi bencana gempa tersebut secepatnya akan membantu evakuasi korban maupun memberikan pelayanan sosial terhadap ribuan pengungsi. Selain itu Kapolda Jatim memerintahkan ke semua jajaran Kapolres untuk ikut andil memberikan bantuan terhadap korban gempa yang jumlahnya terus bertambah itu.

Seperti diketahui, Polri menambah kekuatan personel untuk membantu korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat dan sekitarnya. Hari ini, sebanyak empat satuan setingkat kompi (SSK) Brimob dari Polda Jawa Timur dan Mabes Polri dikirim ke lokasi gempa.

Secara keseluruhan, Polri juga mengirimkan lima tim tenaga medis dan dua unit helikopter. Sehingga total personel yang diberangkatkan yakni 400 personel Brimob dan 60 petugas kesehatan. Selain mengirimkan pasukan Polri juga mengirimkan bantuan makanan, obat-obatan, peralatan kesehatan, dan bahan bantuan kemanusiaan lainnya. 

“ Kami mengharapkan bantuan POLRI Jawa Timur ini bisa sedikit meringankan beban dari saudara kita yang ada di Lombok NTB” Tegas Kapolda. (Ard)

Page 6 of 25