bahanafm

bahanafm

Tuesday, 19 September 2017 02:26

Musim Kemarau Panjang Waspadai Titik Api

Ngawi-Ngawi memiliki luasan hutan yang cukup mendominiasi di beberapa titik, akibatnya bila musim kemarau tiba menjadi kewaspadaan tersendiri rawan akan kebakaran lahan. Seperti kejadian kebakaran yang melanda dikawasan hutan jati masuk Desa Bangunrejo Lor, Kecamatan Pitu, Ngawi. Sesuai keteranganya, api mulai menjalar ke kawasan hutan mulai sekitar pukul 16.00 WIB pada Rabu kemarin, (13/09). Si jago merah mengamuk dan sulit untuk di hentikan, bahkan warga berusaha untuk menghentikan dengan cara membuat parit agar tidak menjalar ke rumah warga. 

Karena kondisi semak maupun rumput disekitar hutan kondisinya kering membuat kobaran api sulit dikendalikan. Usaha dengan mengerahkan beberapa orang warga dan petugas Perhutani setempat setelah berjibaku dengan Si jago merah tepat dua jam kemudian berhasil di jinakkan.

Dijelaskan oleh Supriyanto selaku KRPH Gelon BKPH Sonde menjelaskan, titik api berasal dari petak 71 B masuk RPH Gelon dengan titik koordinat -7°23’4″, 111°16’5″ dan api terus merembet seluas 2 hektar masuk Desa Bangunrejo Lor. Dan diduga kebakaran tersebut akibat kondisi kawasan hutan sangat kering juga serasah daun jati. Kondisi sekitar hutan yang cukup panas inilah,  di duga sementara munculnya titik api. 

“Kami hanya bisa menduga dari kejadian kebakaran ini, secara jelas pennyebabnya belum kami ketahui mendasar cuaca memang luar biasa akhir-akhir ini membuat kondisi kelembapan hutan berkurang drastis sehingga memudahkan timbulnya api. Dengan kesigapan warga dan petugas api berhasil kami padamkan sehingga tidak menjalar ke rumah warga,’ jelas Supriyanto, Kamis (14/09).

Dampak kerugian yang mencapai puluhan juta rupiah ini di alami perhutani mendasar beberapa pohon jati yang ditanam sekitar tahun 1968 ikut hangus dalam peristiwa tersebut. Untuk mengantisipasi timbulnya kebakaran lagi pihaknya bersama petugas Polsek Pitu melakukan patroli rutin ke beberapa titik hutan yang disinyalir rawan kebakaran.

 

Sementara itu secara terpisah Kapolsek Pitu Iptu Subandi  membenarkan kejadian kebakaran hutan yang masuk wilayah hukumnya. Usai mendapat laporan warga anggotanya langsung menuju lokasi kejadian perkara bersama petugas perhutani dan warga menggunakan alat seadanya menghalau rambatan api menuju ke rumah warga dan berhasil di padamkan. Keberhasilan ini tidak lain dari kecepatan pelaporan warga kepada petugas sehingga masalah yang di hadapi bisa diatasi dengan cepat dan tepat. 

“Kami mengharapkan kepada seluruh warga masyarakat Ngawi khususnya di sekitar hutan untuk mewaspadai musim kemarau saat sekarang dengan munculnya titik api dan mengharapkan kecepatan laporan kepada petugas agar kiranya dapat di selesaikan dengan baik.,” tegas Iptu Subandi.(ARD)

Tuesday, 19 September 2017 01:43

Benahi Sanyo, Teknisi Tewas Tersengat Listrik

 Ngawi-Ironis memang dengan apa yang dialami oleh salah satu Dusun Cerme, Desa Gentong, Kecamatan Paron, Ngawi Suparno pria berumur 55 tahun yang keseharianya sebagai tukang servis mesin sanyo, harus berakhir hidupnya dengan pekerjaan yang setiap hari korban gandrungi. Kejadian yang cukup membuat warga terkejut ini, korban meninggal disaat memperbaiki pompa air yang terdapat dirumah korban sendiri. Mengingat musim kemarau yang cukup panjang memaksa warga Ngawi untuk berpikir keras untuk mendapatkan air bersih. Hari Kamis sekitar pukul 11.30 WIB menjadi akhir panggilan profesinya yang selama ini di percaya warga untuk memperbaiki kerusakan pompa (14/09).Diungkapkan oleh saksi warga, korban memperbaiki pompa air di rumahnya seorang diri sehingga saat kejadianpun di duga terlambat mengetahui saat korban meregang nyawa.   

“Kami para warga mengetahui korban sudah dalam posisi tergeletak, dengan salah satu tangan korban masih memegangi kabel listrik yang menghubungkan stok kontak ,” jelas Rohmadi salah satu saksi warga.

Mengetahui kejadian tersebut warga langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib. Sempat para warga sekitar memberikan pertolongan  namun nyawa Suparno tidak tertolong lagi dengan sejumlah luka sengatan listrik pada ibu jari tangan kanan dan di bagian dada. 

Menadapat laporan warga petugas kepolisian dengan dibantu tenaga medis langsung melakukan olah TKP dan visum terhadap jenasah korban. Dari keterangan petugas dijelaskan korban murni meninggal setelah terkena sengatan listrik. Hal ini dibuktikan dengan tanpa ditemukan tanda-tanda lain yang mencurigakan berdasarkan luka terdapat di tubuh korban.

“Dari pemeriksaan petugas di TKP di tambah hasil visum tim medis dari Puskesmas Teguhan korban murni meninggal akibat sengatan listrik. Jenasah kami serahkan kepada pihak kelurga sudah menerima kejadian yang dialami korban sebagai musibah untuk di semanyamkan di TPU desa setempat ,” jelas Kapolsek Paron AKP I Wayan Murtika.(ARD)

Ngawi-Akibat musim kemarau yang  cukup panjang melanda membuat sejumlah warga di Ngawi, hal ini mengakibatkan daerah dengan kekeringan tinggi alami kesulitan mendapatkan air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih mereka terpaksa menggunakan air seadanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sepertihalnya terjadi di Desa Gandong Kecamatan Bringin Ngawi, sebagian warga terpaksa memanfatkan air  waduk yang kotor dan berlumut untuk memenuhi kebutahan akan air. Mereka rela berjalan lebih dari 2 kilo untuk mendapatkan air yang lebih bersih di bandingkan yang lain walaupun harus kondisi air waduk sama hijau dan keruh. (14/09) 

Dengan membawa ember, gentong, dan jeriken sejumlah warga Desa Gandong, Bringin, Ngawi, terpaksa berjalan kaki kendati jaraknya berkilo-kilometer. Mereka harus menyusuri jalan setapak melintasi ladang untuk bisa menuju waduk pondok dengan harapan mendapatkan air.

:” Sudah selama satu bulan ini warga desa Gandong memanfaatkan air, rela untuk berjalan hanya mendapatkan air “ Ungkap Sutini warga desa.

Sementara Teguh salah satu warga mengaku beberapa hanya dengan memanfaatkan air waduk ini di karenakan sumber air di kampong  mereka sudah tidak ada, karena kekeringan. Hal ini sudah berlangsung selama 1 bulan terakhir dampak panjangnya musim kemarau. 

“warga rela berjalan dan menyaring air waduk agar bersih kami terpaksa karena hanya air waduk saja yang masih bisa di manfaatkan” Tegas Teguh. 

Sementara secara terpisah Eko Heru Thahjono selaku kepala BPBD kab Ngawi mendata ada 7 kecamatan di wilayah ngawi yang dampak kekeringan antara lain kecamatan Karangjati, Pangkur, Bringin Padas Kasreman Pitu Karangayar dan Mantingan. Untuk pemberian droping air bersihpun diakuinya tidak dapat setiap hari diakibatkan minimnya armada dan juga jarak tempuh ke lokasi kekeringan. (ARD)

Ngawi – Tidak lebih dari dari 2 pekan setelah laporan dari pihak keluarga korban pencabulan, petugas mengusut kasus dugaan pencabulan hingga masuk hotel prodeo. Diungkapkan oleh Kapolres Ngawi AKBP Nyoman Budiarja kepada awak media gelar release di mapolres Ngawi (13/9), petugas tidak serta merta melakukan penangkapan atas terduga kasus pencabulan di bawah umur tanpa pemeriksaan yang pasti. Setelah dilakukan pemeriksaan medis kepada belasan korban, pihak Polres Ngawi melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) menyakini sudah cukup bukti untuk membawa NY (57) seorang pria guru ngaji asal Desa Jenggrik, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi. Menyusul kasus dugaan pencabulan yang dilakukan NY terhadap puluhan korban anak dibawah umur. Pengakuan keluarga dan para korban, pelaku melakukan tindakan tidak senonoh  dan tidak patut di tiru tersebut di saat proses belajar mengaji di salah satu tempat ibadah di Kecamatan Kedunggalar.

“Tindakan  NY berawal mengajari korban mengaji dengan cara di pangku kemudian tangan pelaku meraba-raba kemaluan korban bahkan jari tangannya sempat dimasukan ke dalam kemaluan. Terbukti dari hasil visum mayoritas selaput dara pada kemaluan korban mengalami robek,” Jelas Kapolres Ngawi.

Saat  sekarang pelaku menunggu proses hokum lebih lanjut, atas pelanggaran Pasal 82 ayat 1 UURI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang. Dengan jeratan undang-undang tersebut NY terancam penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun dengan denda paling banyak Rp 5 miliar.

“Karena cukup bukti dan memenuhi unsure pelanggaran pasal perlindungan anak pelaku kami tahan untuk menunggu proses hokum lebih lanjut,” kata Kapolres Ngawi AKBP Nyoman Budiarja.

Di tambahkan oleh Kapolres Ngawi, dari keluarga korban tindakan pelaku sudah lama terjadi namun pihak keluarga tidak memberanikan diri melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib. Karena dinilai di luar batas kemanusiaan, memanfaatkan prosfesi pelaku sebagai guru ngaji dengan melakukan tindakan tidak senonoh terhadap korban berjumlah 14 anak, terjadi dilokasi masjid untuk melampiaskan hasrat nafsunya dengan cara mencabuli para korban.

 

“ Pengungkapan kasus ini tidak lepas dari kerjasama warga Ngawi, kami harapkan sumbangsih sepertihalnya saat sekaranglah agar kiranya kasus kriminalitas di wilayah hukumnya dapat di selesaikan” tegas Perwira 15 tahun mengabdi sebagai polisi laut ini. (ARD)

Wednesday, 13 September 2017 05:12

Jemaah Haji Asal Ngawi, Sakit Meninggal di Mekah

Ngawi- Langit duka hingga kini masih terlihat dari rumah almarhum Haji Tojibi Mahmudi Benu di Dusun Ngelo, Desa Wakah, Kecamatan Ngrambe, Ngawi. Para kerabat maupun tetangga berdatangan ke rumah duka untuk mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga almarhum atas meninggalnya salah satu jamaah haji asal Indonesia yang masuk kelompok terbang (kloter) 22 ini.

Sebagaimana diketahui almarhum Haji Tojibi meninggalkan satu orang istri Umi Salamah dan dua orang anak serta empat cucu. Diterangkan sebelumnya, Kementerian Agama (Kemenag) Ngawi menjelaskan, Tojibi Mahmudi Benu meninggal di tanah suci pada Senin 11 September sekitar pukul 07.10 waktu Arab Saudi.

Saat itu almarhum menghembuskan nafas terakhirnya akibat sakit jantung dan paru-paru dikamar 117 Hotel Ahyar Al Hayyat Sisyah Kota Mekkah. Pihak keluarga mengetahui kabar duka setelah mendapat informasi dari jamaah lainya yang masuk kloter 22. Namun sebelumnya sebelum meninggal almarhum sempat kontak telepon dengan istrinya dan mengaku kondisinya sehat

“Sebelum ada kabar duka almarhum sempat mengatakan jika kondisinya sehat. Dan pihak keluarga dirumah tidak mendapat firasat apa-apa,” terang Umi Salamah, Selasa (12/09).

Sementara itu Mohamad Badrudin petugas Kemenag Ngawi yang ada di tanah suci menjelaskan, jenasah korban telah dikebumikan di pemakaman Soraya Mina pada tanggal 11 September. Dan meninggalnya Haji Tojibi Mahmudi Benu membuat duka tersendiri bagi keluarganya mengingat tanggal 14 September 2017 sesuai rencana sudah sampai di Ngawi dari tanah suci. 

Sementara informasi dari Kemenag Ngawi, jemaah haji asal Ngawi akan tiba di pendopo sekira pukul 03.00.(10/9)  dini hari yang rencananya akan di terima langsung oleh Bupati Ngawi Ir. Budi Sulistyono(ARD)

Wednesday, 13 September 2017 05:11

Pemeriksaan Mendadak, Anggota Kodim Test Urine

Ngawi- Guna mengantisipasi penyalahgunaan narkoba dalam tubuh personel TNI dari Kodim 0805 Ngawi anggota wajib mengikuti tes urin di Makodim setempat, Selasa (12/09). Terlihat sekitar 50 orang personel TNI menyerahkan sampel urin untuk diperiksa tim medis dari Polres Ngawi.

Kasdim 0805 Ngawi Mayor Inf Eko Wardoyo mengatakan hasil tes urin yang dilakukan terhadap personel semuanya negatif. Tentunya mengisyaratkan mereka bersih dari narkoba maupun zat zat psikotropika lainya.

“Hasilnya negatif semua artinya aman tidak satupun anggota mengkonsumsi narkoba. Kegiatan seperti ini dilakukan secara dadakan,” ucap Mayor Inf Eko Wardoyo.

Tegasnya, jika ada personel TNI khususnya di jajaran Kodim 0805 Ngawi positif mengkonsumsi barang haram tersebut sangsi tegas bakal diberlakukan. Yakni pemecatan secara tidak terhormat terhadap personelnya.

“Kalau mereka berani coba-coba terhadap narkoba jelas tahu resikonya yakni pemecatan sebagai anggota TNI secara tidak hormat. Dan tesnya urin tadi maupun hasilnya dilakukan cukup terbuka,” urainya.

Ditambahkan, dewasa ini peredaran narkoba sudah pada level mengkhawatirkan di wilayah Ngawi. Dan mafia narkoba sendiri memanfaatkan kalangan remaja maupun pelajar sebagai sasaran empuk bisnis haram mereka.

Pada kesempatan ini Kasatreskoba Polres Ngawi AKP Mukid sebagai pembicara dalam kegiatan bertajuk Penyuluhan, Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba ( P4GN)  di Kodim 0805 Ngawi. Kata Mukid, dari penelitian pengguna narkoba bukan orang-orang kurang ilmu pengetahuan.

Justru sebaliknya, mereka menyasar kalangan itu untuk meraup keuntungan secara besar. Maklum, dilihat dari sisi ekonomi mereka lebih siap untuk membeli barang-barang narkoba. Dan sekarang ini secara nasional pelaku penyalahgunaan narkoba menyentuh angka 2 juta orang.

“Apapun jenisnya narkoba jelas merusak moral generasi bangsa maka harus dibabat. Dan konsekuensi itu bisa berhasil kalau toh dilakukan secara terpadu dan bersama-sama,” pungkas AKP Mukid. 

Pihaknya mengharapkan dengan adanya pemeriksaan rutin ini tidak hanya akan di laksanakan di makodim 0805 Ngawi yang nantinya akan berlanjut ke Instansi lain yang ada di wilayah hukumnya.(ARD)

Ngawi-Sedikitnya puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Ngawi Peduli Kemanusiaan menggelar aksi unjuk rasa damai di bundaran kartonyono. Kedatangan mereka mengajak para pengguna jalan yang melintasi kabupaten Ngawi untuk bersama-sama mendukung  aksi mereka yakni mengecam Pemerintah Myanmar  atas kekejaman etnis Rohingya.  Aliansi yang terdiri dari lembaga dan komonitas yang diantaranya  LMI, Laskar Pena,Komunitas sedekah dan Aksi tanggap cepat  dengan membawa pamlet dan berorasi meminta kepada presiden RI Joko Widodo segera mendamaikan konflik Myanmar. Siswanto koordinator  aksi menjelaskan kita mengharapkan Indonesia dalam hal ini presiden secara langsung membawa misi perdamaian dan menuntaskan konflik Myanmar. (11/9)

“ Kami sedih, kami sakit warga muslim Rohingya di perlakukan tidak manusiawi di Myanmar. Kami berharap besar Bapak Presiden RI Joko Widodo mengambil sikap atas kejadian penistaan HAM yang di lakukan oleh militer Myanmar” jelas Siswanto.

Aksi Aliansi Masyarakat Ngawi Peduli Kemanusiaan terhadap etnis Rohingya menyempatkan diri sebelum membubarkan diri menggelar sholat dan doa bersama. Tidak hanya itu saja aliansi ini mengumpulkan donasi dari para pengguna jalan untuk di salurkan kepada pengungsi Rohingya.

“Doa dan usaha kami hanya sebatas ini dengan memberikan dorongan kepada pemerintah Indonesia dan menyalurkan bantuan untuk sodara muslim kami di Myanmar” Pungkas Korlap.

Aksi yang tidak hanya menyedot perhatian warga ini, juga anggota polres Ngawi yang siap memberikan pengamanan seketat mungkin saat berlangsungnya kegiatan aksi unjuk rasa damai ini.(ARD)

Tuesday, 12 September 2017 01:09

Polres Ngawi Gulung Pengedar BB dan Ganja

Ngawi- Patut diacungi jempol Jajaran Reskoba Polres Ngawi berhasil menangkap tangan terduga pelaku pengedar Sabu dan ganja  di wilayah hokumnya. Bahkan yang cukup membanggakan penangkapan ini tergolong besar bila dilihat dari factor barang buktinya (BB) yang diamankan petugas. Pelaku dengan berinisial YP pria berumur 23 tahun yang masih tercatat sebagai salah satu warga Dusun Sambirejo, Desa Tepas, Kecamatan Geneng, Ngawi berhasil disergap petugas Reskoba Polres Ngawi saat melintas di Jalan Raya Soekarno-Hatta atau ring road Ngawi sekitar pukul 00.00 WIB pada Minggu, (06/09). Keberhasilan penangkapan pelaku ini dari hasil pengembangan dan penyidikan petugas dengan memanfaatkan media social yang kerap dilakukan oleh jaringan narkoba. 

Dari tangan pelaku yang mengaku pekerja swasta petugas menyita BB berupa daun ganja seberat 9,93 gram yang dikemas platik klip warna putih dan satu batang rokok berisikan daun ganja seberat 1,04 gram yang ditaruh didalam bungkus rokok. Penangkapan pelaku yang diakui petugas sangat licin ini, di saat pelaku hendak menunggu  transaksi dengan konsumennya. YP mengendarai sepeda motor jenis Honda Vario warna putih nopol AE 5871 MS ketika diperiksa petugas dari saku celana jean berhasil ditemukan BB langsung diamankan .

“Kami mengikuti pergerakan YP melalui media social dengan waktu yang cukup lama hampir dua pekan terakhir. Jaringan yang dilakukan pelaku saat sekarang cukup lihai yakni memanfaatkan medsos. Namun pihak kepolisian tidak mudah dikelabui dan berhasil diamankan daun ganja yang merupakan pengungkapan terbesar selama ini,” jelas Kasatnarkoba Polres Ngawi AKP Mukid, Senin (11/09).

Dari keterangan YP daun ganja ini ia pesan melalui media social setelah sepakat antara pelaku dengan konsumen bertemu di tempat yang telah menjadi perjanjian. YP selama ini mendapatkan daun ganja berasal dari seseorang bandar yang stand by di kawasan alun-alun Ngawi. 

“ Kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak polda serta cyber crème untuk melihat riwayat no ponsel pelaku agar bisa mengungkap Bandar lainnya yang pernah di hubungi oleh pelaku” tegas Kasat reskoba polres Ngawi.

Dalam realease AKP Mukid, Reskoba Polres Ngawi juga berhasil menggulung satu orang terduga pengedar sabu-sabu berinisial DB remaja tanggung berusia 20 tahun asal Dusun Sukomoro, Desa Karangrejo, Kecamatan Wungu, Madiun. Dari tangan DB diamankan BB sabu-sabu seberat 0,16 gram yang dikemas kedalam plastik klip warna putih.

“ Dalam mengungkap para pelaku Narkoba cukup sabar dan sulit bila dibandingkan dengan criminal lainnya namun setelah kita mengetahui modus peredarannya sama yakni dengan  memanfaatkan jaringan media social DB berhasil kami tangkap ketika sedang menunggu calon konsumenya di depan GOR Bung Hatta Ngawi pada Jum’at 25 Agustus 2017 tepatnya pukul 15.20 WIB,” jelas AKP Mukid.

Kepada kedua pelaku dikenakan pasal berbeda, hal ini berdasarkan dari jenis Narkoba yang di edarkan. YP terduga pelaku peredaran ganja dijerat dengan Pasal 111 ayat 1 dan atau Pasal 131 UURI Nomor 35 Tahun 2009 sedangkan DB dijerat dengan Pasal 112 ayat 1 dengan undang-undang yang sama. Dengan demikian kedua terduga pelaku narkoba tersebut bakal diganjar penjara minimalnya 4 tahun dan maksimal 12 tahun serta denda paling banyak Rp 8 miliar. 

“ Pengungkapan dan pengembangan kasus Narkoba tidak akan berhenti disini saja, dengan penangkapan para pelaku sebelumnya kami optimis Bandar yang saat sekarang mungkin berada di Ngawi atau di luar akan tetap kami tuntaskan” tegas Kasat Reskoba Polres Ngawi.(ARD)

Ngawi-Ibarat Nasi sudah menjadi bubur dan nasib tak dapat di tolak sepertihalnya  peristiwa yang dialami Lasiran (60) petani asal Dusun Sidorejo, Desa Munggut, Kecamatan Padas, Ngawi ditemukan tewas ditengah area persawahan desa setempat, Senin 911/09). Jenasah korban kali pertama ditemukan sekitar pukul 06.30 WIB oleh Paidin seorang petani tetangga korban sendiri yang hendak mengecek sawah. Mendadak saksi ini melihat Lasiran yang kebetulan sawahnya bersebelahan dalam posisi tergeletak. Paidin pun berusaha memanggil beberapa kali korban namun sama sekali tidak ada jawaban. Merasa curiga saksi ini mendekati tubuh Lasiran namun setelah di cek ternyata tetangganya tersebut sudah meninggal akibat terkena setrum jebakan tikus yang dipasang korban sebelumnya. Mengetahui hal yang janggal, saksi langsung melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat desa setempat yang di teruskan kepada pihak kepolisian.Senin (11/09).

“Dari hasil pemeriksaan dan oleh TKP petugas menyebutkan korban murni meninggal akibat tersengat aliran litrik dengan di buktikan salah satu kaki korban menempel pada kawat jebakan tikus,” jelas Kapolsek Padas AKP Munaji, 

Dari tubuh korban ditemukan luka bakar terutama pada bagian kaki kanan dan jari tangan kanan. Hal ini jelas korban secara tidak sengaja menginjak kawat jebakan tikus hingga mengakibakan korban meninggal. Dikarenakan sudah memenuhi unsure alami jenasah korban di serahkan kepada pihak keluarga untuk di semanyamkan.(ARD)

Monday, 11 September 2017 09:05

Akhirnya Guru Ngaji Masuk Bui

Ngawi- Sungguh Ironis, pernyataan dugaan kasus pencabulan pada akhirnya berakhir di balik jeruji setelah para korban mendesak, di tambah dari keterangan korban menyudutkan guru mengaji asal Kedunggalar ini. Praduga tidak bersalah atas seorang seorang pria guru ngaji pada sebuah TPA di masjid Dusun Ngrobyong, Desa Jenggrik, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi setelah dilakukan pemeriksaan secara marathon oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Ngawi akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Seperti diungkapkan oleh KBO Reskrim Polres Ngawi Iptu Muryadi membenarkan, NY usai diperiksa oleh anggota UPPA dan ditetapkan sebagai tersangka ditambah  dinilai sudah terbukti secara yuridis formal NY langsung di lakukan penahanan guna menunggu proses hokum lebih lanjut. Jum’at (08/09).

“Setelah menjalani pemeriksaan intensif oleh anggota  UPPA Polres terduga  guru ngaji dengan inisial NY dari status saksi menjadi tersangka dan langsung di lakukan penahanan guna pemeriksaan lebih lanjut,” KBO Reskrim Polres Ngawi Iptu Muryadi 

Kepada koresponden Bahana KBO Reskrim polres Ngawi  menjelaskan korban pencabulan rata-rata dibawah umur sampai sekarang ini sudah belasan anak yang dilakukan visum oleh tim medis. Namun yang memenuhi saksi kunci dijadikan keterangan petugas atas kasus yang menjerat NY hanya 7 anak saja. Hal ini mendasar dari keterangan korban yang jumlhanya belasan tersebut hamper sama. 

Kasus ini berawal dari para orang tua korban yang masih tercatat  warga Dusun Ngrobyong, Desa Jenggrik, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi, melaporkan kejadian tidak senonoh yang dilakukan pelaku ke  Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Ngawi sekitar pukul 10.30 WIB, Selasa (22/08), untuk melaporkan aksi dugaan pencabulan yang dialami putri mereka masing-masing.

Dihadapan petugas kepolisian para orang tua ini melaporkan aksi tidak patut yang diduga dilakukan oleh NY seorang pria yang berprofesi sebagai guru ngaji diwilayah setempat atas tuduhan pencabulan.

Secara terpisah pelaku sempat membantah bila ia melakukan hal yang tak pantas tersebut, layaknya seoarang guru yang memberikan perhatian kepada anak asuhnya tidak lebih dari hubungan orang tua dengan anak. 

Murid saya itu memang anak kecil kecil masih sekolah TK atau kelas satu SD. Gimana ya yang namanya anak kecil itu kan manja terkadang minta dipangku kadang minta digendong terus buang air kecil saja minta diantarkan itu saja tidak bisa melepas celana sebab celana levis, seperti itu disuruh melepaskan-red),” terang NY, Rabu (23/08).

Kasus yang sudah lama berlangsung kurang lebih 1 tahun yang lalu, namun dengan alasan tidak berani melaporkan kasus ini kepada pihak berwajib jumlah korban menjadi bertambah. Dari informasi  yang kami peroleh jumlah korban lebih dari satu desa. (ARD)

Page 8 of 16