bahanafm

bahanafm

Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Sunday, 02 September 2018 00:00

Simpan Sabu Kades Macanan Dipolisikan

Ngawi- Patut diacungi jempol kepada aparat kepolisian dari Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Ngawi berhasil membekuk SA pria 33 tahun yang notabene sebagai Kepala Desa (Kades) Macanan, Kecamatan Jogorogo, Ngawi setelah terlibat atas dugaan kepemilikan sabu-sabu. Pemburuan selama lebih dari 2 minggu  ini membuahkan hasil dengan menggelandang  sosok pria  dengan postur tubuh tinggi kurus tersebut ditangkap petugas tanpa perlawanan di rumahnya Dusun Jumog, Desa Macanan, sekitar pukul 07.30 WIB pada Sabtu kemarin, (25/08).

Dalam proses penyelidikan oleh petugas SA tidak menampik barang bukti yang ditunjukkan diduga kuat berupa sabu-sabu seberat 0,32 gram. Kasatreskoba Polres Ngawi AKP Djanu Fitrianto saat press release dihadapan wartawan mengatakan, barang bukti berupa sabu-sabu berhasil ditemukan dibawah tempat tidur dalam kamar pelaku dan pelaku sendiri mengakui barang tersebut adalah miliknya yang sering kali dikonsumsi.

Dibenarkan SA berprofesi  sebagai Kades Macanan yang berhasil pihaknya amankan beserta barang bukti tanpa perlawanan. Dan keterlibatan SA dengan barang yang di duga sabu ini sudah anggotanya lakukan sejak 2 minggu terkahir ,” terang Kasatreskoba Polres Ngawi AKP Djanu Fitrianto, Senin, (27/08).

 

Dijelaskan oleh Kasatnarkoba polres Ngawi, selain sabu-sabu dari tangan SA juga berhasil disita tiga korek api gas plus satu bekas botol kaca komplit sedotan demikian juga satu unit handphone. Dari hasil penyidikan urainya, SA telah mengkonsumsi sabu-sabu mulai empat tahun lalu. Alasanya penggunaan barang haram itu untuk menambah vitalitas dan tenaga.

 

“ Dari pengakuan pelaku kepada petugas, SA ini sudah lama dalam mengkonsumsi sabu yang di akuinya guna menjaga tubuhnya tidak lekas capek karena rutinitasnya sebagai kepala desa “ Terang Djanu.

Kemudian dari pengembangan kasus SA tersebut, polisi juga berhasil menangkap AP pria 31 tahun asal Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngrambe, Ngawi. AP ini merupakan pengecer Sabu yang seringkali menyuplai SA dari tangan AP petugas  berhasil menyita barang bukti antara lain diduga sabu-sabu seberat 0,30 gram dan satu tas yang didalamnya ada satu pipet kaca, timbangan elektrik dan dua korek gas.

SA mendapatkan barang haram yang diduga sabu-sabu dari AP dengan melakukan transaksi terlebih dahulu.” Tegas Kasatnarkoba polres Ngawi.

Kepada SA dijerat dengan Pasal 112 ayat 1 dan atau Pasal 127 UURI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mendasar pasal ini SA terancam penjara paling lama 12 tahun dan paling singkat 4 tahun.

sedangkan AP diancam dengan penjara hukuman seumur hidup mendasar Pasal 114 ayat 1 dan atau Pasal 112 UURI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Meski demikian AP ini juga bisa dihukum paling singkat 5 tahun atau paling lama 20 tahun.

“ Semoga dengan kejadian ini menjadi jera kepada pelaku dan menutup akses perdagangan Sabu di wilayah hukumnya” Tegasnya(Ard)

Ngawi –Tragis kecelakaan kerja kembali terjadi dilokasi tambang batu wilayah Kecamatan Kendal, dan mengakibatkan korban jiwa. Kejadian ini menimpa seorang operator alat berat atau eksavatorsetelah tertimpa reruntuhan material batu.  Korban dengan identitas Jarni pria 34 tahun warga Dusun Wijil, Desa Sidorejo, Kecamatan Kendal dinyatakan meninggal setelah menjalani perawatan di Puskesmas Kendal.

Sebelumnya, sekitar pukul 09.00 WIB pada Sabtu, (01/09), Jarni tengah mengoperasikan alat berat dilokasi tambang Sendran masuk Dusun Basri, Desa Sidorejo. Pas kejadian Jarni dengan alat beratnya tengah mengisi material batu kedalam bak truk dump yang dikemudikan Sugeng warga setempat.

Saat itu Sugeng yang berada didalam kabin truk mendengar suara gemuruh yang diduga kuat ada longsoran batu. Kontan saja salah satu saksi ini memindahkan truk dari lokasi kejadian.

Begitu keluar ia melihat kabin eksavator tertimpa reruntuhan batu. Bersama saksi lainya Sugeng berusaha menolong Jarni yang saat kejadian masih hidup meskipun mengalami luka disekujur tubuhnya. Tanpa membuang waktu korban langsung dilarikan ke Puskesmas Kendal. Namun nahas dalam penanganan tim medis inilah nyawa korban tidak bisa diselamatkan lagi akibat luka yang cukup parah dialami oleh korban.

Setelah mendapatkan laporan pihaknya pihakknya langsungmemerintahkan anggota untuk melakukan penyelidikan,”  tegas Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu, Sabtu, (01/09).

Dari hasil pemeriksaan tim medis jelasnya, korban mengalami luka pada tulang rahang atas maupun bawah pecah. Selain itu korban mengalami luka robek dibelakang telinga demikian juga bibirnya pecah. Atas kejadian tersebut jenasah Jarni diserahkan ke pihak keluarganya untuk dimakamkan. Mendasar kejadian tersebut Kapolres berharap kepada penambang batu untuk lebih berhati-hati dan mewaspadai keadaan di sekitarnya  agar kiranya kejadian nahas tidak kembali terjadi.(ARD)

 

Ngawi -Kunjungan kerja Kapolda Jatimdi Polres Ngawi, Irjen Pol Machmud Arifin secepatnya akan memberangkatkan dua setingkat kompi (SSK) Brimob berkekuatan 200 personel untuk membantu korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Penjelasan tersebut menyusul dampak gempa Lombok berskala 7 SR menimbulkan 82 orang meninggal.

“Nanti pukul 13.30 (Senin-red) kami akan memberangkatkan dua kompi Brimob dari Surabaya ke Mataram Nusa Tenggara Barat,” jelas Kapolda Jatim Irjen Pol Machmud Arifin, Senin, (06/08).

Jelasnya, personel yang diterjunkan ke lokasi bencana gempa tersebut secepatnya akan membantu evakuasi korban maupun memberikan pelayanan sosial terhadap ribuan pengungsi. Selain itu Kapolda Jatim memerintahkan ke semua jajaran Kapolres untuk ikut andil memberikan bantuan terhadap korban gempa yang jumlahnya terus bertambah itu.

Seperti diketahui, Polri menambah kekuatan personel untuk membantu korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat dan sekitarnya. Hari ini, sebanyak empat satuan setingkat kompi (SSK) Brimob dari Polda Jawa Timur dan Mabes Polri dikirim ke lokasi gempa.

Secara keseluruhan, Polri juga mengirimkan lima tim tenaga medis dan dua unit helikopter. Sehingga total personel yang diberangkatkan yakni 400 personel Brimob dan 60 petugas kesehatan. Selain mengirimkan pasukan Polri juga mengirimkan bantuan makanan, obat-obatan, peralatan kesehatan, dan bahan bantuan kemanusiaan lainnya. 

“ Kami mengharapkan bantuan POLRI Jawa Timur ini bisa sedikit meringankan beban dari saudara kita yang ada di Lombok NTB” Tegas Kapolda. (Ard)

Ngawi – Hari ini Jum’at (20/08) merupakan hari pertama di gelarnya pameran produk UMKM 2018 yang berlokasi di lapangan Alun-Alun Merdeka Kab. Ngawi. Acara akan dibuka nanti selepas pelaksanaan sholat Jumat yaitu pukul 13.00 WIB oleh Bupati Budi Sulistyono Gelaran ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan untuk memperingati hari jadi Ngawi yang ke 660 th. Berbarengan dengan di adakannya tinju amatir Se-Jatim yang juga berada di Alun-Alun Merdeka Kab. Ngawi. Puluhan stand sudah mulai dipersiapkan sejak rabu 18 Juli lusa kemarin. Pameran ini akan berlangsung selama 3 hari, 20 Juli -22 Juli 2018. Berbagai jenis produk UMKM akan disuguhkan dalam gelaran ini, yang terdiri dari berbagai macam produk. Mulai dari fashion, kuliner, dan juga kerajian unik akan memenuhi stand-stand yang telah disediakan. “saya bersyukur sekali ada acara seperti ini, bisa sangat membantu untuk memasarkan produk yang miliki”, begitu tanggapan Anggi (38) salah satu peserta pameran produk UMKM 2018 ini yang ikut serta memamerkan berbagai hasil rajutan hasil kreasi ‘Rumah Rajut Arini’. Dengan adanya acara seperti ini mampu menarik animo para pemilik UMKM agar terus mengembangkan usahanya sehingga mampu bersaing di pasaran dan juga mampu meningkatkan kualitas perekonomian rakyat kecil. “berharapnya sih akan terus diadakan kegiatan seperti ini, meskipun saya baru ikut untuk tahun ini. Semoga saja dengan ikut acara ini mampu meningkatkan minat masyarakat pada produk rajutan” Kata Anggi. Masyarakat sendiri merasa senang dengan adanya pameran produk UMKM ini. Sehingga mengetahui banyak jenis produk UMKM yang ada berasal dari derahnya sendiri. Yuliana (35) salah seorang pengunjung mengaku senang diadakan acara seperti ini lagi. “senang tentu saja, kan ada banyak barang makanan, baju jadi bisa sambil maen bisa belanja juga”. Ujar Yuliana.

Ngawi – Pasangan suami istri asal Solo Jawa Tengah tertangkap tangan kembali berulah di Ngawi. Keduanya WS (27) dan M (26) lagi-lagi di bekuk aparat kepolisian akibat kedapatan memiliki narkotika golongan 1 jenis  shabu seberat 0,46 gram. 

 

Petugas Kepolisian dengan melakukan penyamaran sebagai seorang pembeli,akhirnya berhasil mengamankan kedua pasutri WS (27) dan M (26) ketika proses transaksi terjadi di aera parkir masjid Ar Rahman Mantingan masuk Desa Jatimulyo, Kecamatan Mantingan Kabupaten Ngawi sekitar pukul 19.30 WIB pada Rabu, 18 Juli 2018.

 

“kedua pasutri merupakan residivis kasus yang sama di Polres Ngawi juga. Untuk selanjutnya masih akan terus di dalami untuk kasus ini, ada dugaan keterkaitan dengan daerah lain juga seperti Sragen dan Madiun”. Ungkap Kasat Resarkoba, Djanu Fitrianto, S.H

 

Dari keduanya disita 1 buah hanphone merek Xiaomi dan merk Nexian. Selain itu diamankan pula satu unit sepeda motor  Yamaha Fino warna biru dengan Nopol AD 5036 XA. Diketahui pula, ternyata sang istri yaitu M (26) sedang hamil dengan usia kandungan 2 bulan. Menyadari hal tersebut pihak Kepolisian akan menyiapkan Lapas yang memang sesuai dengan kondisi pelaku. 

 

“untuk yang perempuan, setelah dicek urin ternyata positif hamil 2 bulan. Nanti secara kemanusian akan diperlakukan sesuai dengan kondisinya”. Ujar Djanu Fitrtianto, S.H

 

Dengan ditemukannya barang bukti tersebut kedua pelaku diterapkan pasal 112 dengan maksimal hukuman 12 tahun penjara dan juga pasal 131 dengan ancaman hukuman pidana denda paling banyak Rp. 50.000.000.- 

 

Dua hari sebelum penangkapan pasutri itu, pihak Kepolisian juga menciduk seorang pelajar yang juga kedapatam memiliki pil koplo warna putih dengan logo “Y”. Naasnya tersangka FK (18) masih berstatus sebagai pelajar kelas 3 SMA di daerah Ngrambe. Pada FK (18) ditemukan 212 butir pil koplo yang berada di tiga (3) wadah berbeda. Barang bukti lain yang ditemukan adalah satu buah hanphone asus warna hitam. 

 

FK (18) dikenakan pasal 196 Jo Pasal 98 dengan ancaman hukuman paling lama 10 (sepuluh) tahun penjara dan juga denda paling banyak Rp. 1.000.000.000,- (satu miliar rupiah). Pemuda 18 tahun ini seperti tidak kapok berurusan dengan barang haram ini. Ketika pertama kali ia tertangkap saat masih duduk di bangku sekolah menegah, ia kini harus kembali mendekam di penjara.

Ngawi – Senin (23/07) kantor KPUD Ngawi tampak lengang. Belum nampak kesibukan yang berarti terkait pengembalian berkas-berkas bacaleg yang sedang dilakukan revisi serta pelengkapan dokumen. 

 

Selama masa perbaikan berkas-berkas serta dokumen yang dimulai sejak kemarin minggu 22 Juli hingga 31 Juli mendatang, KPU membuka konsultasi terkait kekurangan dokumen dan perbaikan yang harus dilakukan oleh setiap masing-masing parpol yang telah mendaftarkan bacalegnya.

 

“kami mempersilahkan partai untuk berkonsultasi mengenai perbaikan berkas tersebut,” begitu ungkap Syamsul Wathoni selaku ketua KPUD Ngawi

 

Hingga hari ini senin (23/07) seluruh partai telah melakukan konsultasi, akan tetapi kebanyakan partai berkonsultai via telepon atau instant messenger.  Hanya saja lebih di tekankan agar partai bisa datang langsung untuk melakukan perbaikan. Hal ini dikarenakan pihak KPU menginginkan agar perbaikan itu hanya satu kali saja, tidak harus berlarut-larut. Dengan datang ke kantor, komunikasi yang ada tidak akan mengalami gangguan. Sehingga prosesnya akan lebih cepat selesai.

 

Pihak KPUD menyatakan bahwa belum ada partai yang telah selesai dalam penyelesaian berkas. Hampir di setiap partai terdapat dokumen yang belum lengkap. SKCK, Surat Kesehatan, Surat Keterangan Pengadilan menjadi dokumen terbanyak yang harus dilengkapi oleh bacaleg. 

 

“hampir semua partai dianggap BMS (belum memenuhi syarat” begitu ungkapan Syamsul Wathoti terkait belum adanya partai yang selesai dalam melakukan perbaikan berkas.

 

Dalam mas perbaikan dan verifikasi ini terdapat juga bacaleg yang mengundurkan diri. Untuk jumlahnya belum dapat dipastikan berapa orang. Pasalnya pihak KPUD belum menerima surat pernyataan resmi terkait hal tersebut.

Ngawi – Pawai gunungan kali ini yang diselenggarakan oleh pemerintah kabupaten Ngawi mencatat 2 rekor di Museum Rekor Indonesia atau MURI yaitu dengan gunungan terbanyak sejumlah 1219 gunungan hasil bumi dan produk umkm serta gunungan keripik tertinggi dengan ketinggian 9,55 meter.

 

Hal ini dinyatakan oleh Sri Widyawati, selaku eksekutif manager MURI secara langsung dihadapan ribuan masyarakat Ngawi yang memadati Alun-alun Merdeka sejak siang tadi (25/07). Rekor kali ini tidak hanya menjadi rekor nasional, gunungan keripik tertinggi ini juga mencatatkan diri menjadi rekor dunia.

 

“ Tidak hanya kali ini saja kabupaten Ngawi menjadi salah satu daerah yang telah mencatat rekor di MURI. Sejak beberapa tahun yang lalu sudah ada berbagai rekor yang tercatat. Dan untuk kali ini 2 rekor kembali diperoleh kabupaten Ngawi. Tidak hanya nasional, tetapi menjadi rekor dunia”, ungkap Sri Widyawati pada saat pembukaan pawai di pendopo Widya Graha.

 

Pawai gunungan ini merupakan rangkain acara 96 Jam Bersama Dinas Perdagangan Perindustrian dan Ketenagakerjaan. Bersamaan dengan ini, dibuka pula Gelar Kuliner dan juga Ngawi Furniture Festival  (NFF) 2018. Ketiga acara ini masih menjadi rangkaian dalam memperingati Hari jadi Kota Ngawi  yang ke 660 tahun. Gelaran ini dibuka mulai Rabu 25 Juli 2018 hingga Jumat 28 Juli 2018 mendatang.

 

Kanang, sapaan akrab dari Bupati Ngawi pada sambutannya menjelaskan bahwa acara ini merupakan suatu upaya untuk menggiatkan, mencintai kembali produk-produk lokal. Hal ini digambarkan dengan terciptanya gunungan hasil bumi dan umkm yang dikembangkan oleh rakyat dan untuk rakyat sendiri.    

 

Tembakan kembang api menjadi tanda dimulainya rebutan gunungan. Gunungan sejumlah 1219 ludes dalam waktu kurang dari 10 menit dan hanya menyisakan kerangka saja. Hal ini membuktikan antusiasme masyarakat yang sangat tinggi dalam menyambut acara seperti ini. 

 

“masyarakat menyambut dengan sangat antusias sekali dan kami juga menyampaikan aparat keamanan dan masyarakat yang sudah tertib jika dibandingkan dengan tahun lalu”, begitu ungkapan ketua DPRD Ngawi, Dwi Riyanto jatmiko yang diwawancarai setelah pawai gunungan selesai digelar.

Ngawi – Pawai gunungan kali ini yang diselenggarakan oleh pemerintah kabupaten Ngawi mencatat 2 rekor di Museum Rekor Indonesia atau MURI yaitu dengan gunungan terbanyak sejumlah 1219 gunungan hasil bumi dan produk umkm serta gunungan keripik tertinggi dengan ketinggian 9,55 meter.

 

Hal ini dinyatakan oleh Sri Widyawati, selaku eksekutif manager MURI secara langsung dihadapan ribuan masyarakat Ngawi yang memadati Alun-alun Merdeka sejak siang tadi (25/07). Rekor kali ini tidak hanya menjadi rekor nasional, gunungan keripik tertinggi ini juga mencatatkan diri menjadi rekor dunia.

 

“ Tidak hanya kali ini saja kabupaten Ngawi menjadi salah satu daerah yang telah mencatat rekor di MURI. Sejak beberapa tahun yang lalu sudah ada berbagai rekor yang tercatat. Dan untuk kali ini 2 rekor kembali diperoleh kabupaten Ngawi. Tidak hanya nasional, tetapi menjadi rekor dunia”, ungkap Sri Widyawati pada saat pembukaan pawai di pendopo Widya Graha.

 

Pawai gunungan ini merupakan rangkain acara 96 Jam Bersama Dinas Perdagangan Perindustrian dan Ketenagakerjaan. Bersamaan dengan ini, dibuka pula Gelar Kuliner dan juga Ngawi Furniture Festival  (NFF) 2018. Ketiga acara ini masih menjadi rangkaian dalam memperingati Hari jadi Kota Ngawi  yang ke 660 tahun. Gelaran ini dibuka mulai Rabu 25 Juli 2018 hingga Jumat 28 Juli 2018 mendatang.

 

Kanang, sapaan akrab dari Bupati Ngawi pada sambutannya menjelaskan bahwa acara ini merupakan suatu upaya untuk menggiatkan, mencintai kembali produk-produk lokal. Hal ini digambarkan dengan terciptanya gunungan hasil bumi dan umkm yang dikembangkan oleh rakyat dan untuk rakyat sendiri.    

 

Tembakan kembang api menjadi tanda dimulainya rebutan gunungan. Gunungan sejumlah 1219 ludes dalam waktu kurang dari 10 menit dan hanya menyisakan kerangka saja. Hal ini membuktikan antusiasme masyarakat yang sangat tinggi dalam menyambut acara seperti ini. 

 

“masyarakat menyambut dengan sangat antusias sekali dan kami juga menyampaikan aparat keamanan dan masyarakat yang sudah tertib jika dibandingkan dengan tahun lalu”, begitu ungkapan ketua DPRD Ngawi, Dwi Riyanto jatmiko yang diwawancarai setelah pawai gunungan selesai digelar.

Ngawi – Pawai gunungan kali ini yang diselenggarakan oleh pemerintah kabupaten Ngawi mencatat 2 rekor di Museum Rekor Indonesia atau MURI yaitu dengan gunungan terbanyak sejumlah 1219 gunungan hasil bumi dan produk umkm serta gunungan keripik tertinggi dengan ketinggian 9,55 meter.

 

Hal ini dinyatakan oleh Sri Widyawati, selaku eksekutif manager MURI secara langsung dihadapan ribuan masyarakat Ngawi yang memadati Alun-alun Merdeka sejak siang tadi (25/07). Rekor kali ini tidak hanya menjadi rekor nasional, gunungan keripik tertinggi ini juga mencatatkan diri menjadi rekor dunia.

 

“ Tidak hanya kali ini saja kabupaten Ngawi menjadi salah satu daerah yang telah mencatat rekor di MURI. Sejak beberapa tahun yang lalu sudah ada berbagai rekor yang tercatat. Dan untuk kali ini 2 rekor kembali diperoleh kabupaten Ngawi. Tidak hanya nasional, tetapi menjadi rekor dunia”, ungkap Sri Widyawati pada saat pembukaan pawai di pendopo Widya Graha.

 

Pawai gunungan ini merupakan rangkain acara 96 Jam Bersama Dinas Perdagangan Perindustrian dan Ketenagakerjaan. Bersamaan dengan ini, dibuka pula Gelar Kuliner dan juga Ngawi Furniture Festival  (NFF) 2018. Ketiga acara ini masih menjadi rangkaian dalam memperingati Hari jadi Kota Ngawi  yang ke 660 tahun. Gelaran ini dibuka mulai Rabu 25 Juli 2018 hingga Jumat 28 Juli 2018 mendatang.

 

Kanang, sapaan akrab dari Bupati Ngawi pada sambutannya menjelaskan bahwa acara ini merupakan suatu upaya untuk menggiatkan, mencintai kembali produk-produk lokal. Hal ini digambarkan dengan terciptanya gunungan hasil bumi dan umkm yang dikembangkan oleh rakyat dan untuk rakyat sendiri.    

 

Tembakan kembang api menjadi tanda dimulainya rebutan gunungan. Gunungan sejumlah 1219 ludes dalam waktu kurang dari 10 menit dan hanya menyisakan kerangka saja. Hal ini membuktikan antusiasme masyarakat yang sangat tinggi dalam menyambut acara seperti ini. 

 

“masyarakat menyambut dengan sangat antusias sekali dan kami juga menyampaikan aparat keamanan dan masyarakat yang sudah tertib jika dibandingkan dengan tahun lalu”, begitu ungkapan ketua DPRD Ngawi, Dwi Riyanto jatmiko yang diwawancarai setelah pawai gunungan selesai digelar.

Ngawi – Peristiwa kebakaran terjadi pagi tadi Rabu (04/07).  Satu buah rumah habis dilalap api. Tidak ada koban jiwa  pada saat kejadian berlangsung. Peristiwa ini terjadi ketika pemilik rumah sedang berada diluar rumah untuk mengantarkan anaknya ke sekolah.

 

Rumah milik Sukamto (58) warga Dusun Melikan  RT 003 RW 008 Desa Tempuran Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi terbakar pada pagi hari sekitar pukul 08.30 WIB.  Kebakaran bermula dari area pojok belakang sebelah timur rumah korban. 

 

Melihat asap yang sudah mengepul dari dalam rumah, korban segera berteriak meminta tolong kepada warga sekitar untuk membantu memadamkan api yang sudah mulai membesar. Sugiyanto (57) salah seorang saksi yang berada di lokasi kejadian segera menghubungi pihak kepolisian. 

 

“warga yang mendengar teriakan langsung ke tempat kejadian. pertamanya cuma memadamkan dengan alat seadanya sebelum petugas pemadam kebakaran datang ke tempat kejadian,” ujar Syahrudin, salah seorang saksi mata.

 

Dari peristiwa ini satu buah rumah terbakar dan juga bangunan lumbung yang berada di dekat lokasi kejadian ikut terbakar sebagian. Dugaan sementara menurut Kapolsek Paron, AKP Widodo untuk kerugian materiil yang dialami mencapai 50 juta rupiah.

 

Diduga penyebab kebaran dipicu oleh hubungan arus pendek listrik. Diakui korban, bahwa di tempat munculnya api terdapat colokan listrik yang tersambung ke berbagai peralatan elektronik seperi TV, laptop, lampu belajar dan juga kipas angin. Selain itu, juga ada meja belajar yang berisi tumpukan buku dimana barang tersebut mudah terbakar.

 

Pada saat proses pemadaman api, cuaca cukup panas dan juga angin bertiup kencang , sehingga petugas yang sudah mengirimkan 2 mobil pemadam kebakaran yang dibantu warga dan petugas kepolisian sedikit terhambat dalam melakukan penyelamatan.

Page 8 of 27