bahanafm

bahanafm

Ngawi-Ratusan personel Polres Ngawi melakukan penyekatan di wilayah perbatasan Jatim-Jateng tepatnya di Kecamatan Mantingan, Ngawi.  Penyekatan yang dilakukan selama tiga hari mulai Kamis, (07/09), untuk mengantisipasi aksi massa dari Jatim yang bakal mengikuti aksi solidaritas Bela Rohingya di Masjid An-Nuur, Sawitan, Kabupaten Magelang, Jumat (08/09).

“Kegiatan penyekatan yang kami lakukan merupakan gabungan dengan Polres Sragen untuk mencegah ada massa yang menuju ke Magelang mengingat kapasitas atau daya tamping di Masjid An-Nuur sangat terbatas,” terang Kabagops Polres Ngawi Kompol Wahono via selular, Jum’at (08/09).

Menurut Wahono, personel yang dikerahkan dilokasi penyekatan sesuai sprint sekitar 100 petugas dari berbagai kesatuan baik Dalmas, Sabhara maupun Satlantas. Dan sistim pengamananya sendiri dilakukan dua sistim tertutup dan terbuka mengingat dari kondisi lapangan.

“Sejak kemarin pagi baru ditemukan ada dua kendaraan bus yang mengangkut massa menuju Magelang. Dan itu terjadi semalam mereka berasal dari Lamongan setelah kami berikan pemahaman mereka pun akhirnya putar balik kembali ke daerahnya lagi,” ujar Kompol Wahono.

Sementara itu dari pantauan yang ada, arus lalu-lintas di kawasan Masjid Agung An-Nuur, Sawitan, Magelang dialihkan oleh petugas satuan lalu lintas (Satlantas) Polres Magelang, menjelang digelarnya aksi Bela Rohingnya.

Begitu juga arus lalu lintas menuju Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB), yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari Masjid Agung An-Nur. Kepala Satlantas Polres Magelang AKP Didi Dewantara menyebutkan, lalu lintas khusus untuk wisatawan dari arah simpang tiga Blondo ke Borobudur dialihkan ke simpang tiga Palbapang – Candi Mendut – simpang tiga Karet – ke Borobudur. Hal ini guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terlebih lagi, hal ini sudah menjadi atensi petugas.(ARD)

Ngawi-Sederetan Rekor nasional berhasil di raih pemkab Ngawi selama 2 bulan terakhir ini tidak main-main sudah 3 rekor di kantongi  Kabupaten orek-orek. Rekor untuk ke 3 kalinya setelah Festival Gravitasi Bumi, Paramotor terbanyak mengudara di langit Ngawi, dan kali ini pementasan wayang kulit dalam memperingati HUT Kabupaten Ngawi ke-659 memecahkan rekor sekaligus tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI) 2017. Dalam pagelaran wayang kulit di Alun-Alun Merdeka Ngawi yang dimulai sekitar pukul 20.30 WIB tersebut dipentaskan langsung 115 dalang dengan kelir terpanjang 120 meter yang dihadiri Eksekutif Manajer MURI Sri Widayati, Kamis (07/09). Pagelaran wayang terpanjang ini langsung mengalahkan pemecahan rekor sebelumnya yakni yang di selenggarakan oleh UNS Solo Jawa Tengah.

“ Ngawi berhasil menggeser pementasan wayang kulit kali ini mengalahkan rekor sebelumnya yakni kelir sepanjang 63,5 meter di UNS Solo pada Maret lalu. Dan di Ngawi ini berhasil memecahkan rekor dengan kelir terpanjang 120 meter,” kata Eksekutif Manajer MURI Sri Widayati, Kamis (07/09).

Piagam penghargaan MURI dengan nomor registrasi 8086/R.MURI/IX/2017 diserahkan oleh Sri Widayati ke Pemkab Ngawi sebagai pemrakarsa pagelaran wayang kulit yang diikuti para dalang cilik dengan kelir terpanjang. Dan piagam penghargaan diterima oleh Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar langsung setelah pagelaran wayang kulit selesai di lapangan merdeka Ngawi.

“Rekor MURI yang kita pecahkan malam ini dengan kelir terpanjang sebagai catatan luar biasa bagi Pemkab Ngawi. Dan tentunya sebagai satu kesuksesan tersendiri dalam mensuport Ngawi Visit Years 2017 yang spektakuler dan kami ucapkan terima kasih atas dukungan dari semua pihak,” terang Ony Anwar.

Ungkapnya, pementasan wayang kulit dengan kelir terpanjang menjadi bagian dari festival dalang remaja tingkat nasional 2017 yang diselenggarakan Pemkab Ngawi mulai 7-9 September 2017. Dimana pesertanya tercatat ada 19 dalang remaja datang dari 12 daerah bahkan ada yang dari Lampung dengan berbagai lakon yang dibawakan nantinya.

“Tujuan dari festival wayang kulit ini tidak lain untuk mempertahankan budaya asli bangsa kita. Serta sebagai satu wahana merajut kebhinekaan sebagai bangsa yang madani kaya akan budaya dan tradisi. Selain itu Ngawi setidaknya memberikan contoh bagi daerah lain untuk menggali potensi budaya tradisional dan mempertahankanya,” ungkap Ony Anwar. 

Pemkab Ngawi berharap dengan melestarikan budaya Indonesia dalam hal ini Wayang Kulit diharapkan bisa menumbuhkan rasa kecintaan dan melestarikannya.(ARD)

Thursday, 07 September 2017 02:35

Ngawi barat Jadi sasaran peredaran nrakoba

Miris wilayah Ngawi bagian barat menjadi sasaran peredaran narkoba bahkan susah menjajagi kaum pelajar. Terutama di Kecamatan Sine dan sekitarnya menjadi satu daerah rawan peredaran pil koplo jenis Triheyphenidyl. Terbukti dalam sebulan terakhir sudah beberapa pelaku yang berhasil diamankan petugas dari wilayah tersebut. Parahnya sasaran peredaran pil koplo itu sendiri mengarah ke kalangan pelajar setingkat SMP dan SMA.

Hal ini bisa diketahui dari hasil press release Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Ngawi terhadap dua terduga pelaku peredaran pil koplo asal Kecamatan Sine. Masing-masing berinisial AY (25) pria asal Dusun Tulakan Kulon, Desa Tulakan dan DA (21) warga Dusun Tretes, Desa Jagir.

“Hasil pemeriksaan terhadap kedua pelaku ini disebutkan bahwa konsumen dari pil koplo mayoritas pelajar yang masih duduk di bangku SMP dan SMA,” kata Kasatnarkoba Polres Nagwi AKP Mukid, Rabu (06).

Urai Mukid, dari tangan AY barang bukti yang diamankan sebanyak 122 butir pil koplo jenis Trihexyphenidyl, satu unit handphone merek Samsung dan uang tunai Rp 150 ribu. Sedangkan barang bukti dari tangan DA yang berstatus mahasiswa ini meliputi 1 plastik kresek warna hitam berisi beberapa butir pil koplo jenis Trihexyphenidil meliputi 2 strip masing-masing berisi 10 dan 6 pil koplo.

Selain itu turut diamankan 1 buah handphone merek Xiomi warna putih plus uang tunai sebesar Rp 38 ribu dan sepeda motor jenis Yamaha Vixion warna hitam nopol AE 3087 MG. Baik AY maupun DA berhasil digulung dalam satu hari pada Senin kemarin, (04/09), di Desa Tulakan.

“Semua pil koplo yang didapatkan kedua pelaku berasal dari seseorang pemasok yang katanya berinisial GB asal Sragen. Untuk mengungkap sekaligus menangkap GB tentunya kami melakukan koordinasi dengan Satreskoba Polres Sragen,” jelas AKP Mukid.

Atas keterlibatan bisnis narkoba, baik AY maupun DA bakal dijerat dengan Pasal 196 jo Pasal 98 ayat 2 dan 3 UURI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Dengan demikian jika terbukti bersalah di pengadilan DA bakal mendekam dibalik pengapnya sel penjara paling lama 10 tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar.(ARD)

Wednesday, 06 September 2017 02:52

Ancaman Tembak di Tempat Bila Nekat Pegang Narkoba

Ngawi-Tidak ingin gertakan sambal dan isapan jempol belaka petugas unit narkoba Polres Ngawi siap perangi Narkoba di wilayah hukumnya. Pernyataan ini diungkapkan oleh AKP Mukid Kasat Narkoba Polres Ngawi, pihaknya siap mengambil tindakan keras terhadap pelaku maupun mafia narkoba yang ada di wilayahnya. Tidak main-main pihaknya  siap turun langsung ke lapangan untuk menindak para pelaku penyalahgunaan narkoba dan menembak pelaku terutama bandar besar jika ditemukan dalam penyidikannya. Saat sekarang unit reskoba memiliki slogan ‘Narkoba Itu Seperti Setan, Kalau Anda Menggunakan Narkoba Berati Anda Mengkonsumsi Setan’ dan slogan ini di harapkan menjadi penyemangat anggotanya dalam menindak pelaku,Selasa (05/09).

“Kami siap perangi Narkoba di wilayah hokum polres Ngawi dan siap berikan tindakan tegas tembak di tempat,” tegas AKP Mukid.

Pihaknya mengharapkan dalam memberantas narkoba wajib mendapatkan dukungan dari semua lapisan masyarakat dan stakeholder yang terkait. Pasalnya petugas sendiri tidak dapat bekerja tanpa kerjasama yang sinergis dengan warga. Mengharapkan sumbangsih informasi agar kiranya bisa jemput bola untuk penindakanya, mendasar penyalahgunaan narkoba di Ngawi alami peningkatan terutama peredaran pil koplo, sabu-sabu maupun ganja. Bahkan yang cukup memprihatinkan Narkoba di wilayah Ngawi sudah merambah kepada  mereka para pelajar. 

“Pemberantasan Narkoba cukup menjadi PR untuk saya dan kami para anggota tuntaskan, pasalnya Narkoba sudah merambah ke generasi muda Ngawi,” ungkap AKP Mukid.

Dalam waktu deka, kami dengan berkoordinasi bersama berbagai pihak dan pengembangan kasus – kasus sebelumnya bakal menjadi momok menakutkan bagi bandar besar yang terkait narkoba di wilayah Ngawi. Siap memberikan yang terbaik dan menciptakan Ngawi ciptakan zero dari narkoba.Tegas AKP Mukid(ARD)

Ngawi-Seperti diungkapkan oleh Dwi Rianto Jatmiko Ketua DPRD Ngawi mendasar dari penerimaan tembusan somasi LBH Bhirawa yang ditujukan kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Cabang Ngawi pada 30 Agustus 2017 lalu.  Dinilai kurang memperhatikan cabang olahraga dan kurang transparn dalam kelola anggaran Ketua Soni Suprasono KONI Ngawi tidak cakap dalam pembinaan ke cabang olahraga (cabor) beberapa tahun terakhir ini.(05/09)

“Setelah menyimak dan menyimpulkan tuntutan dalam somasi LBH Bhirawa,  cukup masuk akal untuk ditindaklanjuti, pihaknya meminta kepada esekutif untuk lebih tegas dalam menyingkap hal itu agar tidak berkepanjangan,” Ketua DPRD Ngawi.

Antok demikian panggilan akrab Ketua DPRD Ngawi menjelaskan beberapa hal yang harus diperhatikan Soni Suprasono sebagai Ketua KONI Ngawi. Pertama, apakah KONI Cabang Ngawi sudah melaksanakan fungsi sesuai kapasitasnya dalam beberapa tahun terakhir ini, sudahkan berprestasi jika disandingkan dengan anggaran yang diterima lebih-lebih di tahun 2017 ini dengan menerima dana hibah Rp 2,7 miliar melalui pos APBD.

Kedua, disorot tentang keberpihakan dari aspek pelaksanaan fungsi KONI dalam hal pembinaan sudahkah menyentuh ke semua cabor yang ada mengingat keberadaan pengurus KONI Cabang Ngawi dipilih oleh cabor itu sendiri. Dan ketiga, tentunya permasalahan paling krusial yakni tentang masalah pemerataan anggaran KONI terhadap cabor atas anggaran yang dikelola sudahkan dipertanggungjawabkan secara benar dan transparan.

Pihaknya menyanyangkan dari kepemimpinan ketua KONI sekarang tidak memperhatikan club sepak bola yang sekarang mengharumkan nama Kabupaten Ngawi. Sebaliknya pengelolaan anggaran di serahkan ke club yang notabene belum memberikan prestasi membanggakan. 

“Sangat ironis ketika ada club sepakbola yang jelas dan real statusnya demikian juga kegiatanya dan menduduki Liga PSSI malah diumbar tanpa sepeserpun mendapat plotting anggaran. Anehnya, malah mengelola anggaran sendiri terhadap club sepakbola yang tidak jelas statusnya bahkan pola manajemen anggaranya pun sangat detail sampai laundry  kostum pemain dianggarkan” tegasnya.

Koordinator LBH Bhirawa Ngawi Gembong Pranowo melakukan somasi langsung ke Soni Suprasono Ketua KONI Cabang Ngawi. Dimana dalam satu tuntutanya meminta KONI Cabang Ngawi untuk menyampaikan program kerja dan penggunaan dana hibah dari Pemkab Ngawi senilai Rp 2,7 miliar bersumber APBD 2017 kepada semua cabor paling akhir 15 September 2017. Jika tidak, Gembong pun mengancam akan membawa permasalahan itu ke ranah hukum sesuai ketentuanya. Pihaknya menduga adanya hal yang tidak wajar dalam pengelolaan anggaran tersebut dan tidak sampai ke sasaran.(ARD)

Tuesday, 05 September 2017 03:47

Ironis Cucu Pukul Nenek Hingga Tewas

Ngawi- Warga Dusun Dusun Krajan Wetan, Desa/Kecamatan Sine, Ngawi, dibuat geger dengan tindak penganiayaan yang dilakukan cucu terhadap neneknya hingga tewas. Peristiwa nahas tersebut dialami Lasminah (65) ditemukan tidak bernyawa dirumahnya sekitar pukul 16.00 WIB Dengan luka parah pada bagian kepala sebelah kiri, tergeletak di lantai bersimbah darah oleh warga  pada Senin (04/09).

Diungkapkan oleh petugas kepada koresponden Bahana menjelaskan, korban diduga dianiaya cucunya sendiri berinisial DAT (22) dengan cara dipukul beberapa kali menggunakan kursi kayu tepat mengenai kepala korban. Akibat pukulan tersebut korban langsung terkapar hingga meninggal dilokasi kejadian. Suara minta tolong kepada warga di dengar samar-samar setelah di ketahui empu suara, korban sudah tidak bernyawa bersimbah darah.

“Pelaku yang masih cucu korban sendiri ini memang mengalami gangguan jiwa sejak lama. Guna pemeriksaan lebih lanjut saat  sekarang pelaku masih diperiksakan ke RSUD dr Soeroto Ngawi yang dilanjutkan ke bagian kejiwaan,” Jelas Kapolsek Sine AKP Slamet Suyanto, Senin (04/09).

Dijelaskan oleh perwira nomer 1 diwilayah Sine Ngawi, peristiwa nahas ini bermula  dari pelaku yang mengalami gangguan jiwa layaknya anak kecil tengah melempari genteng rumah korban dengan batu.Karena kesal korban menegur pelaku, diduga pelaku  tersinggung atas apa yang dilakukan oleh neneknya. Pelaku yang tidak dapat mengontrol kejiwaannya sendiri ini langsung mengamuk dengan berteriak-teriak kepada korban. Mengetahui perilaku tidak wajar dari pelaku, korban masuk rumah dan mengunci pintunya dari dalam. Namun pelaku yang sudah emosi mendobrak pintu hingga bagian pintu lepas, kuat dugaan kayu yang terlepas dari pintu tersebut yang diperhunakan pelaku untuk memukul korban hingga tewas.

“Dari hasil pemeriksaan medis, dijelaskan korban meninggal akibat hantaman benda tumpul secaara berulang-ulang. Pelaku yang mengalami gangguan jiwa  di dapat petugas dari keterangan  keluarganya dan di benarkan oleh perangkat desa. Kendati demikian pihaknya masih melakukan pemeriksaan kepada pelaku dengan tim medis kejiwaan,” Tegas Kapolsek Sine Ngawi.(ARD)

Ngawi- Nekat memang dengan apa yang di lakukan oleh pemuda satu ini. Siang bolong berani menjambret pengguna jalan akibatnya harus menerima  bogem mentah oleh warga karena gagal kabur. Kejadian yang terjadi di perlimaan Jalan Raya Sukowati masuk Dusun Dungus, Desa Karangasri, Kecamatan Ngawi Kota, Ngawi, sekitar pukul 10.30 WIB pada Senin, (04/09). Bermula dari pelaku dengan inisial RM warga asal Cengkareng Jakarta ini, hendak merampas kendaraan Honda Beat milik Siti Aminah (43) warga Jalan Sunan Kalijogo, Dusun Pojok, Desa Beran, Kecamatan Ngawi Kota.Namun belum menikmati hasil jarahannya pelaku harus bermuka lebam akibat hadiah bogem mentah warga. setelah berusaha kabur ketika gagal merampas sepeda motor.

“ Saya sudah curiga dengan gerak – gerik pelaku, setelah berhasil membawa kabur motor saya kebetulan ada Pak Wo menarik baju pelaku hingga jatuh karena  kabur langsung diteriaki maling.setelah tertangkap warga dibawa ke Polsek Ngawi Kota,” terang Siti Aminah, Senin (04/09).

Dijelaskan kepada petugas korban yang keseharianya sebagai  salah satu pedagang di Alun-Alun Merdeka Ngawi mengatakan, kejadian yang dialaminya ini bermula dari perkenalanya tiga hari lalu dengan pelaku. Saat itu, pelaku langsung akrab bahkan sempat meminta nomor ponsel milik korban. Begitu mendapat nomor ponsel pelaku mulai untuk padang strategi untuk menjerat korban.

“Awalnya sering mampir ngopi di warung saya, kemudian akrab pelaku nekat pinjam uang untuk penyelesaian administrasi pinjaman koperasi di Jakarta,” Jelas korban.

Merasa curiga dengan alasan pelaku, korban menghubungi Joko Nurjito Kepala Dusun (Kasun) Pojok, Desa Beran untuk membantu korban  membuntuti dirinya yang membonceng pelaku.

Tidak hanya korban yang curiga pelakupun merasa di giring ke polsek Ngawi kota, saat korban  membelokan sepeda motornya kearah kantor Polsek Ngawi Kota. Belum sempat belok pelaku minta berhenti dan langsung merebut sepeda motor korban, yang di ketahui oleh pak Kasun. Aksi kejar-kejaran pelaku dan warga tidak terelakkan yang pada akhirnya di menangkan oleh warga ..

“Kami ucapkan terima kasih kepada warga atas kesigapannya namun kami menyanyangkan aksi main hakim sendiri oleh warga yang di harapkan tidak terulang kembali,” terang Kapolsek Ngawi Kota AKP Sukisman.

Saat di periksa petugas pelaku dengan nama Ryan Maulana asal Cengkareng Jakarta ini, nampaknya nama samaran saja yang aslinya berinisial BD (26) asal Dusun V, Desa Lebung, Kecamatan Rantau Bayur, Banyuasin, Lampung. Kebenaran identitas itu sendiri mendasar surat keterangan yang dikeluarkan Pemerintah Desa Lebung tertanggal 01-12-2016 setelah pelaku di interogasi petugas kepolisian. Kepada petugas pelaku yang baru pertama kali melakukan aksi tersebut karena terhimpit ekonomi yang hendak pulang ke kampong halamannya. (ARD)

Sunday, 03 September 2017 23:00

Paramotor di Ngawi Pecahkan Rekor Muri

Ngawi-Patut di acungi jempol, selama bulan agustus ini pemkab Ngawi menorehkan rekor MURI untuk kedua kalinya. Sebelumnya dengan pagelaran Festival Gravitas Bumi yang di kemas apik di padukan dengan seni di bukit perkemahan Selondo Jogorogo, untuk kedua kalinya event Paramotor yang digelar Pemkab Ngawi selama dua hari 2-3 September 2017 akhirnya tercatat dalam rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan kategori jumlah penerbang terbanyak tahun ini. Tidak main-main sedikitnya ada 44 paramotor sukses terbang dilangit Ngawi tanpa kendala apapun terutama cuaca yang acapkali tidak menyimbangkan Paramotor.Pencapaian MURI sendiri untuk Kabupaten Ngawi berhasil membawahi event Paramotor di Pantai Mertasari, Sanur, Denpasar, Bali pada 2016 lalu dengan 30 paramotor yang ikut dalam kegiatan tersebut.

Puluhan paramotor mulai take off sekitar pukul 05.30 WIB dan landing pukul 07.30 WIB dilokasi lapangan Desa Grudo, Kecamatan Ngawi Kota yang berjarak sekitar 3 kilometer dari Kota Ngawi. Salah satu cabang olahraga dirgantara dengan menggandeng Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) ini digelar dalam rangka merayakan HUT Kabupaten Ngawi ke-659 dan HUT Kemerdekaan RI ke-72.

“ Kita patut bangga dengan torehan Rekor MURI kembali dapat kita pegang, sesuai dengan  target kita event paramotor yang digelar selama dua hari sekaligus mengenalkan Kabupaten Ngawi ke luar daerah dan mewujudkan  tahun wisata 2017,” terang Bupati Ngawi Budi Sulistyono, Minggu (03/09).

Sementara secara terpisah ketua FASI Kombes Pol Puja Laksana mengatakan, sebetulnya olahraga paramotor selama ini memang belum dikenal oleh masyarakat secara luas. Dengan demikian Event Paramotor Ngawi 2017 yang digagas Bupati Ngawi Budi Sulistyono menjadikan sesuatu yang luar bisa bagi olahraga dirgantara ini. Memang diakuinya, secara prosedur maupun mekanismenya pada pilot paramotor mengalami kesulitan membawa semua peralatan kelokasi kegiatan di lapangan Desa Grudo utamanya mesin 2 tak dengan baling-baling berkapasitas mulai dari 125 cc, 200 cc hingga 300 cc. Namun dengan semangat dan motivasi kuat dari para pilot paramotor sendiri akhirnya semua kendala bisa terselesaikan dengan baik.

 

“ Kita sangat berterimakasih kepada Bupati Ngawi karena dengan perannya kami bisa berkumpul bersama dan berhasil catat rekor MURI seperti yang di targetkan. Kegiatan ini sangat luar biasa dan para pilot paramotor sendiri datang dari berbagai daerah di Indonesia.Kami cukup puas, baik itu sambutan panitia maupun keindahan panorama alam Ngawi, sekali lagi saya ucapkan selamat kepada Bupati Ngawi” ungkap Kombes Pol Puja Laksana.(ARD)

Ngawi- Segala usaha dilakukan oleh esekutif Kabupaten (Pemkab) Ngawi, guna menyeimbangkan rencana keuangan dengan perkembangan untuk pembangunan bersama legislative daerah setempat  dengan mengesahkan Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (P-APBD) 2017. Pengesahan anggaran yang disepakati dibuktikan dengan P-APBD 2017 antara Bupati Ngawi Budi Sulistyono bersama Ketua dan Wakil Ketua DPRD Ngawi setelah melalui rapat paripurna marathon selama dua hari yang berakhir pada Kamis menjelang perayaan HUT Pemkab Ngawi dengan pagelaran karnaval kerjasama salah satu TV Nasional, (31/08).

Dari pembacaan umum yang disampaikan oleh Bupati Ngawi, P-APBD 2017 kali ini mengalami peningkatan sebesar 4,53 persen dari anggaran murni sebelumnya yakni Rp 1,8 triliun lebih menjadi Rp 1,9 triliun lebih atau naik sebesar Rp 85 miliar lebih. Peningkatan ini dari beberapa hal diantaranya naiknya pajak daerah Rp 8 miliar plus pendapatan lain-lain daerah yang sah senilai Rp 77 miliar. Namun masih sama pengeluaran terbesar terjadi pada pengeluaran belanja rutin yang mencapai Rp 2,052 triliun lebih kini membengkak naik 8,7 persen atau Rp 180 miliar menjadi Rp 2,233 triliun lebih.  Sementara Ketua DPRD Ngawi Dwi Rianto Jatmiko saat dikonfirmasi kepada koresponden Bahana menjelaskan peningkatan ini secara tidak langsung imbas dari penyesuaian pencaiapan disiplin target baik pendapatan, belanja maupun pembiayaan.

“Alhamdulilah pencapain dari peningkatan PAD Ngawi memang sudah kita prediksi, mendasar dari ketatnya kita mengeluarkan penggunaan anggaran sesuai dengan tupoksinya ,” Jelas Ketua DPRD Ngawi.

Namun tidak serta merta di terima oleh oleh legeslatif, pihaknya memberikan warning kepada eksekutif untuk lebih teliti dan cermat,  saat menyusun perencanaan anggaran.Agar tidak terjadi penumpukan anggaran ditahun awal yang notabene sulit diserap tentu berimbas pada realisasi program kerakyatan dan pembangunan bagi warga Ngawi. Masih terkesan buku pengajuan APBD sama dengan tahun-tahun sebelumnya, hal ini cukup menjadi periksa kami(dewan:red) dalam menyingkapi APBD. 

DAU Ngawi cukup  membanggakan bagaimana tidak dilihat dari pendapatan daerah mendasar kebijakan pemerintah pusat untuk menurunkan Dana Alokasi Umum (DAU) antara 1-2 persen di Ngawi berhasil dilaksanakan dan  penurunanya hanya berkisar Rp 18 miliar bila di bandingkan daerah lain penurunanya sampai diatas Rp 100 miliar.

Ditempat yang sama Bupati Ngawi Budi ‘Kanang’ Sulistyono mengakui ada penurunan anggaran pendapatan terkait DAU sebagaimana kebijakan dari pemerintah pusat. Sebagai solusi untuk menutup kembali anggaran, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap anggaran pendapatan yang masih terselip di pos-pos tertentu yang belum terbelanjakan atau diambil dari sisa anggaran itu sendiri mendasar dari silpa tahun sebelumnya.(ARD)

Sunday, 03 September 2017 12:08

Disayangkan Psikotropika Rambah Para Pelajar

Ngawi-Miris dengan peningkatan peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang di wilayah hokum polres Ngawi, bagaimana tidak tidak hanya merambah mereka para golongan hitam, dewasa ini cukup memprihatinkan. Dalam catatan pihak kepolisian polres Ngawi, obat-obatan terlarang sudah di konsumsi mereka para pelajar. Bahkan tidak hanya mereka para warga perkotaan, tetapi kini sudah masuk ke pedesaan, hal ini cukup membuat terpuruk perkembangan generasi penerus.

Kemarin menjadi salah satu bukti, peredaran obat-obatan terlarang sudah di konsumsi para remaja Ngawi. Penangkapan petugas terhadap salah satu pelaku yang masih tercatat sebagai salah satu warga asal Desa Jambangan, Kecamatan Paron, Ngawi berhasil di amankan petugas. Pelaku dengan insial AA (19) terpaksa diringkus petugas kepolisian setelah diduga membawa sabu seberat 0,43 gram. Seperti diungkapkan oleh perwira polsek Ngawi kota, AKP Sukisman sekitar pukul 13.00 WIB pada Kamis, AA dibekuk oleh anggotanya tanpa perlawanan (31/08).

Pelaku yang terbilang masih remaja ini, ditangkap petugas saat melintas di Jalan Siliwangi masuk Dusun Madiasri, Desa Jururejo, Kecamatan Ngawi Kota. Sebelumnya keberadaan pelaku sudah menjadi salah satu daftar pencaharian petugas, mendasar dari kasus sebelumnya yang sudah di tangani petugas. Keberhasilan penangkapan pelaku sendiri  Ketika dihentikan dan digeledah, barang haram itu berhasil ditemukan didalam bungkus rokok yang dibalut lakban warna hitam.

“Penangkapan tadi atas kerjasama semua petugas kepolisian setelah mendapat informasi dari masyarakat. Setelah dikembangkan ternyata langsung menuju sasaran dan menemukan terduga pelaku yang berinisial AA ini,” terang AKP Sukisman.

Menurutnya, sesuai hasil pemeriksaan sementara diduga kuat AA sebagai kurir atau perantara jual beli sabu-sabu tersebut. Sedangkan untuk mengungkap siapa bandarnya pihak kepolisian terus memeriksa AA secara intensif. Menindaklanjuti penangkapan itu, AA langsung digelandang ke Unit Reskoba Polres Ngawi.

Kepada pelaku bakal mendapat jeratan Pasal 112 ayat 1 jo Pasal 131 UURI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mengingat sabu-sabu sendiri masuk kategori Narkotika Golongan I dengan ancaman pidana penjara selama lebih dari 5 th.(ARD)

Page 9 of 16