Now playing

Rate this item
(0 votes)

12 Warga Ngawi Meregang Nyawa Karena Jebakan Listrik

By Published January 30, 2020

NGAWI – Jebakan tikus menggunakan aliran listrik beraliran tegangan tinggi, yang dipasang pemilik sawah guna menghalau hama hewan pengerat yang mengancam tanaman padi di Kabupaten Ngawi membawa dampak buruk. Sedikitnya di tahun 2019, 10 jiwa dilaporakn meninggal dunia dan mereka adalah pemiliknya sendiri, sedangkan di tahun 2020 hingga menjelang akhir bulan Januari ini sudah 2 nyawa melayang. Diungkapkan oleh Kapolres Ngawi AKBP Dicky Ario Y, kami sudah berulang kali melakukan sosialisasi tapi tidak diindahkan dan akhirnya banyak menjadi korban baik pemilik sawah dan orang lain.
“ 2019 ada 10 orang dan 2020 ada 2 orang yang meninggal akibat jebakan tikus menggunakan aliran listrik,” Ungkap Kapolres Ngawi. Kamis (30/01/2020)
Dengan alasan memberikan efek jera dan pembelajaran kepada oknum yang menggunakan jebakan tikus listrik, dan para petani memiliki inovasi lain untuk menghalau hama pengerat. Petugas memberikan ancaman pidana penjara selama 5 tahun lebih sesuai dengan pelanggaran pasal 359 KUHP, kepada YS 30 tahun warga asal Desa Budug, Kecamatan Kwadungan, Ngawi. Karena telah sengaja memasang jebakan tikus dengan kekuatan 3200 watt, hingga mengakibatkan Mrs. X umur 70 tahun meninggal setelah kaki korban terjerat kawat beraliran listrik hingga meninggal.
“ Kepada pelaku kami ganjar hukuman pidana penjara selama lebih dari 5 tahun,sesuai dengan bukti dan hasil penyidikan yang menguatkan pelaku melakukan pelanggaran pasal 359 KUHP,” Tambah Kapolres yang akrab di sapa Dicky.
Sementara YS mengaku sengaja memasang jebakan tikus dengan aliran litrik ini akibat terpaksa dikarenakan menggunakan segala cara seperti halnya racun dan geropyok tapi tidak membuahkan hasil.
“ Karena alasan ekonomi dan tidak bisa menghalau hama tikus yang merajalela, akhirnya menggunakan jebakan tikus aliran listrik,” Ungkap YS.
Mendasar hal itu pihaknya mengharapkan kepada pemerintah daerah memberikan solusi yang terbaik agar para petani tidak merugi karena wabah hama tikus.
“ Dalam pencegahan hama tidak hanya menjadi tanggungjawab petani saja,tapi harus ada koordinasi dengan lembaga atau instansi agar para petani tidak mengalami gagal panen mendatang,” Tegas Kapolres Ngawi. (ard)

Read 182 times