Now playing

Rate this item
(0 votes)
Petugas menunjukkan alat skinning pelaku Petugas menunjukkan alat skinning pelaku

2 Warga Jawa Tengah, Kuras ATM Warga Paron Ngawi Hanya Dengan Modal Skiming Mini

By Published June 17, 2020

BAHANAFM,NGAWI – Hati-hati dengan seseorang baru anda kenal, terlebih lagi saat sekarang modus yang dilakukan oleh pelaku kriminal sudah mulai  pandai mengelabui korbannya. Seperti apa yang dilakukan oleh 2 warga Karangayar ini, berdalih menitip uang transfer kepada warga yang memiliki BRI Link. Berhasil membobol uang Rp 36 juta rupiah milik salah satu warga di Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi.

Diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polres Ngawi  AKP Khoirul Hidayat, kedua tersangka diantaranya  Saryanto (47) dan Tri Warno (35)  melakukan aksi skimming  pada 21 Mei 2020 di salah satu toko di  Kecamatan Paron.

“Dengan berpura-pura pembayaran online secara transfer melalui BRI Link milik korban.  Pelaku Tri sengaja menamati gerak-gerik tangan korban saat menekan tombol mesin EDC sehingga mendapatkan Pin dari hasil pengamatan,” Ungkap kasat reskrim polres Ngawi, Selasa (17/06/2020).

Khoirul menambahkan, setelah mendapatkan kode pin milik korban, pelaku kedua kemudian masuk toko dan pura pura membeli rokok. Saat korban melayani pelaku kedua, pelaku pertama kemudian mengambil ATM yang ditaruh korban di meja dan menggesek ATM  korban ke alat skimming mini milik pelaku.  Pelaku kemudian meletakkan ATM  milik korban yang telah di gesek tersebut ke tempat semula. Kedua pelaku kemudian memproses skiming di laptop yang terdapat aplikasi khusus dengan menyesuaikan data milik korban.

“Setelah berhasil membuat ATM ganda. Kedua pelaku ke ATM yang kemudian menguras dana milik korban,” Tambahnya.

Kepada petugas pelaku mengaku menguras dana milik korban  sejumlah Rp 36 juta hanya dengan membutuhkan 4 kali transaksi.  Kecurigaan korban ATMnya telah di kuras berdasarkan pemberitahuan m-banking bahwa saldonya telah berkurang. Padahal korban tidak merasa melakukan transaksi, mengalami pencurian dengan elektronik pada akhirnya korban melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.

“ Pelaku ini resedivis dengan kasus yang sama di wilayah Semarang dab pelaku ditangkap diwilayah Sine,setelah berungkali melakukan penyanggongan,” Tegas Khoirul demikian panggilan akrab Kasat reskrim Polres Ngawi.

Mendasar pelaku ini pernah melakukan kejahatan yang  sama, pihak kepolisian masih melakukan pengembagang terkait kasus kejahatan perbankan tersebut. Kepada pelaku  dikenakan  pasal 47 UURI nomor 11 tahun 2016 tentang perubahan atas UURI nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik sub pasal 363 (1) ke 4 dengan ancaman pidana  paling lama 10 tahun penjara. (ard)

Read 228 times