Now playing

Rate this item
(0 votes)
Guna mencegah penyebaran virus salah satu bank diNgawi melaksanakan pelayanan transaksi diluar gedung Guna mencegah penyebaran virus salah satu bank diNgawi melaksanakan pelayanan transaksi diluar gedung

3 Karyawan Bank Reaktif Corona, Bupati Wajibkan Karyawan Bank Melakukan Rapid

By Published May 15, 2020

BAHANA,NGAWI – Cluster yang cukup mengejutkan pasien covid 19 atau coronavirus di Kabupaten Ngawi, setelah orang nomer 1 di bumi orek-orek ini menerangkan 3 orang pegawai bank jatim hasil rapid test dinyatakan positif reaktif penyakit pandemic.  

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, sekaligus Bupati Ngawi Budi Sulistyono,  membenarkan hasil rapid tes tersebut. Dan hari ini 3 pegawai reaktif corona dilakukan test swab sementara pekerja lainnya dilakukan rapid kedua.

“ Cluster bank ini adalah Orang Tanpa Gejala (OTG),  Ketiganya  kini diambil swab yang lain pemeriksaan rapid,” ungkap Budi Sulistyono. Jumat (15/05/2020)

Kanang, sapaan akrab Bupati Ngawi kepada 3 orang reaktif corona virus tersebut yang diantaranya pegawai di bagian koperasi,salah satu sopir dan petugas di tingkat kecamatan di minta untuk isolasi mandiri.

“ Tidak hanya para pegawai, saya sudah memerintahkan kepada dinas kesehatan untuk tracing kepada orang yang berhubungan dengan pasien,” Tambah Kanang.

Karena minggu-minggu ini adanya pencairan beberapa bantuan oleh pemerintah melalui bank, Kanang tidak akan melakukan penutupan atau penghentian operasional di bank tersebut. Serta pihaknya meminta kepada pihak bank melakukan pemeriksaan rapid kepada karyawannya untuk mencegah meluasnya penyebaran corona virus.

“ Sebagai langkah antisipasi kita mengeluarkan SE kepada bank untuk melakukan rapid kepada karyawannya, dan karena minggu ini adanya transaksi penyaluran bantuan dari pemerintah saya tidak akan menutup bank,” Tegasnya.

Karena adanya pasien dengan cluster bank, Bupati Ngawi melarang warganya menghitung uang dengan ludah pasalnya hal ini ditakutkan menjadi potensi penularan virus. (Ard)

Read 93 times