Now playing

Rate this item
(0 votes)

3 Kecamatan Menjadi Atensi Bupati Ngawi, Rawan Konflik Pilkades

By Published June 20, 2019

,NGAWI- 9 hari lagi, pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Ngawi bakal digelar. Antisipasi hingga menjaga kondusifitas pesta demokrasi ini terus di giatkan oleh para petugas dan juga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi dari hal-hal yang tidak diinginkan. Polri,TNI dan Pemkab mayoritas berkacamata kerawanan konflik Pilkades ini dengan mengantisipasi dari kelompok-kelompok diantaranya organisasi kepemudaan, keagamaan, perguruan pencak silat dan juga mereka calon kepala desa purn dari TNI dan Polri. Diungkapkan oleh Bupati Ngawi Budi Sulityono dari 178 Desa di 19 Kecamatan Kabupaten Ngawi, 3 diantaranya menjadi atensi tersendiri yakni kecamatan Ngawi Kota, Kecamatan Gerih dan Kecamatan Widodaren.(20/6/2019)
“ Ngawi kota,Gerih dan Widodaren saya harapkan lebih mendapatkan pengawalan dari para petugas karena di desa tersebut kental dengan kelompok yang memiliki massa besar “ tegas Bupati Ngawi.
Pilkades yang akan digelar 29 Juni mendatang diikuti 457 calon ini, 3 kecamatan tersebut termasuk juga dalam pengawasan pihak polres Ngawi. Disebutkan oleh Kapolres Ngawi ada 31 desa di 14 Kecamatan nantinya mendapatkan perlakuan istimewa, yakni dalam setiap desanya akan di terjunkan 6 anggota Polri, 2 TNI,10 satpol PP dan linmas. Tidak hanya itu saja, guna mengantisipasi kerawanan politik di tingkat desa tersebut polres Ngawi di back up dengan 10 polres tetangga.
“ Pilkades adalah pemilihan yang cukup kental antara memberi dukungan pihak satu dengan lainnya, bantuan personil petugas sangat dibutuhkan guna menjaga kondusitifas di wilayah hukumnya” Tegas Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu.
Desa – desa di 3 wilayah kecamatan tersebut diantaranya Kecamatan Ngawi kota : Desa Kandangan dan Kartoharjo, Kecamatan Gerih : Desa Randusongo, Kecamatan Widodaren : Desa Kayutrejo, Banyubiru, Karangbanyu, Sidomakmur, dan Widodaren.
“ Dengan kentalnya situasi politik jelang pemilihan kepala desa di Kabupaten Ngawi serta kerawanan yang di asumsikan, Saya harapkan pemilihan kepala desa adalah proses yang biasa sehingga warga masyarakat Ngawi tidak mudah tersulut emosi.(*)










Read 72 times