Now playing

Rate this item
(0 votes)

4 Orang Ditemukan Warga Ngawi Dalam Keadaan Meninggal Karena Sakit

By Published February 14, 2020

NGAWI – Tragis memang dengan apa yang dialami oleh 4 warga Ngawi dikarenakan sakit kronis yang di derita, dan mereka meninggal tidak di samping orang terdekat. Kejadian pertama 7 Februari lalu, terjadi di Dusun Dadapan, Desa Klitik, Kecamatan Geneng, Ngawi, menimpa Sarimin 32 tahun warga Desa Pranaan,Bojonegoro. Korban meninggal diduga akibat sakit paru-paru yang sudah lama dideritanya dan korban tinggal seorang diri dalam kamar kost sehingga pada saat penyalit korban kambah tidak ada yang mengetahui.
“ Hari sebelumnya korban sudah mengeluh dada sakit saat batuk, pihaknya sudah menganjurkan pergi ke dokter namun tidak diindahkan, keesokan harinya korban sudah meninggal,” Ungkap Sutini pemilik kost.
Kejadian kedua 07 Februari terjadi dalam hutan Petak 37 A RPH Manyul BKPH lawu Utara masuk Dusun Manyul, Desa Girimulyo Kecamatan Jogorogo Ngawi. Korban atas nama Loso 60 tahun warga setempat ini, di duga meninggal karena tubuh tidak kuat dengan cuaca dingin.
“ Korban tidur dengan menggunakan selimut, saya berusaha membangunkan tapi tidak menyahut, setelah selimut dibuka korban sudah meninggal dunia,” Jelas Harto saksi pertama yang menemukan korban.
Keterangan pihak keluarga, korban tinggal di gubuk hutan semenjak pulang merantau/transmigrasi di Sumatra dan terkahir pulang ke rumah keluarga hari Rabu 05/02/2020, korban mengalami depresi takut apabila melihat orang, keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah.
Kejadian ketiga 09 Februari terjadi di Dusun Sumbersari, Desa Jeblogan, Kecamatan Paron Ngawi. Korban dengan identitas Samsudin 70 tahun ditemukan meninggal diarea persawahan desa setempat.
Hari kejadian korban belum pulang jam makan siang hingga sore hari, sehingga anak korban Istamar berusaha mencari di sekitar sawah hingga rumah adik korban Jaman, sehingga keduanya kembali mencari di sekitar sawah milik korban hingga jam 15.30 wib dan keduanya menemukan tanaman padi yang rusak menuju tengah, dan setelah ditelusuri ditemukan korban dalam posisi tengkurap dengan badan penuh lumpur sedangkan kepala terbenam di lumpur sawah dan tidak bergerak.
“ Kebiasaan ayah (korban) jam 12 waktu makan siang pulang tapi hingga sore tidak kunjung pulang, ayah di temukan meninggal di tengah sawah dengan posisi tengkurap,” Jelas Istamar anak korban.
Kejadian ke empat 13 februari di area hutan tanaman singkong petak 82 Rph sempol BKPH notopuro Kph.saradan turut Dukuh Teguhan Desa Rejuno Kecamatan Karangjati Ngawi. Korban dengan identitas Saimah 65 tahun warga Desa Rejomulyo, ditemukan meninggal dengan masih kedua tangan memegang perut. Korban yang mempunyai profesi sebagai pedagang sayur ini hendak mencari daun jati dan sayuran untuk di jual ke pasar. Namun naas akibat penyakit perut yang di derita dan sering pingsan akibat penyakit kronis dialami selama bertahun-tahun korban meregang nyawa di tengah hutan.
“ Sore biasanya korban sudah pulang, tapi hingga pukul 17.00 WIB tidak menunjukkan keberadaannya, setelah di cari di tengah hutan korban ditemukan meninggal dengan posisi tengkurap dan kedua tangan memegangi perutnya,” Jelas Mirah tetangga korban.
Kapolres Ngawi AKBP Dicky Ario Y saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut, keempat korban meninggal akibat penyakit yang di derita tidak ada unsur penganiayaan pada tubuh korban hal ini dikuatkan dari keterangan pihak keluarga serta tenaga medis.
“ Tidak ada unsur kekerasan dan akibat penyakit yang di derita, pihak keluarga menerima sebagai musibah,” Tegas Kapolres Ngawi.(ard)

Read 65 times