Now playing

Rate this item
(0 votes)

Adat Ganti Langse Masih di Pegang Teguh Warga Paron

By Published September 24, 2018

Ngawi – Keragaman budaya dan adat istiadat Kabupaten Ngawi memang tidak dapat di pandang sebelah mata. Terbukti Ritual Keduk Beji masih di lestarikan oleh warga Desa Tawun, Kecamtan Kasreman, Adat Lempar Nasi masih di kuatkan oleh warga Desa Tambakselo Kecamatan Kedunggalar . Ritual budaya Ganti Langse Palenggahan Agung Srigati di Alas Ketonggo, Desa Babadan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, selama dua tahun terakhir berubah warna dan sentuhan berbeda tanpa meninggalkan budaya aslinya. Dengan sentuhan tangan dan perhatian dari Pemkab Ngawi melalui Disparpora,  Ganti Langse sebelum Pemkab Ngawi melalui Disparpora dikemas dengan sesuatu yang berbeda dengan sebelumnya.

Sekarang Adat istiadat Ganti Langse disajikan cukup fenomenal dan spetakuler yang dimulai sejak tahun 2017 lalu dengan penataan apik memunculkan budaya yang merakyat mulai kirab gunungan atau sedekah bumi disusul ruwatan massal berlanjut pada pagelaran wayang kulit semalam suntuk. Ganti Langse sebenarnya adalah tradisi menggantikan kain mori penutup Palenggahan Agung Srigati dengan yang baru diyakini oleh masyarakat setempat akan membawa keberkahan dan kelimpahan rejeki dari yang Maha Kuasa. Tujuanya tidak lain untuk menarik pengunjung atau wisatawan lokal maupun asing. Sekaligus memperkenalkan budaya Ganti Langse di Palenggahan Agung Srigati menjadi salah satu destinasi wisata sekaligus mengeksplorasi budaya di Kabupaten Ngawi.

“Perhatian kita terhadap pariwisata Ngawi mulai kami kemas sedemikian rupa agar dapat menarik wisatawan local maupun luar.  Sejak dua tahun lalu Ganti Langse ini tidak sekedar proses pergantian kain mori dari yang lama dengan yang baru. Tetapi kita kemas yang lebih menarik lagi dengan perhatian pemkab Ngawi,”  Jelas Rahmad Didik Purwanto Kepala Disparpora Ngawi, Senin, (24/09).

Adat Istiadat Ganti Langse ini juga di hadiri oleh Bupati Ngawi Budi Sulistyono yang kerap disapa Mbah Kung dan mengharapkan tradisi budaya Ganti Langse akan menjadi barometer budaya Ngawi disamping obyek wisata lainnya . Sama halnya dengan tradisi budaya yang digelar di daerah lain seperti tradisi Maulud di Solo maupun Grebek Suro di Ponorogo. Pihaknya mengharapkan setiap moment budaya di Kabupaten Ngawi menjadi daya tarik tersendiri, sehingga Ngawi bisa lebih terkenal dari daerah-daerah lainnya.

Untuk kedua kalinya ini tandas Kanang, digelar ruwatan masal gratis yang diikuti puluhan orang dan sedekah bumi berupa gunungan yang diarak oleh ratusan warga masyarakat dari pinggiran desa setempat. Dan tradisi Ganti Langse akan dijadikan agenda tahunan sekaligus salah satu budaya yang paten dari Ngawi.

“ Besar harapan kami(pemkab Ngawi.red)  bahwa Ganti Langse bakal menjadi  salah satu budaya yang terus di lestarikan. Dan akan menjadi tradisi tahunan diKabupaten Ngawi selain Kedukbeji,” tegasnya.(Ard)

Read 336 times