Now playing

Rate this item
(0 votes)

Anak SD Berlarian Selamatkan Diri, Petugas TRC Bantu Evaluasi Korban Gempa

By Published August 15, 2019

NGAWI - Pukul 09.20.13 WIB siang tadi, Ngawi diguncang gempabumi tektonik yang terpusat di wilayah Madiun capai M 5. Episenter gempa dangkal ini mengakibatkan kerusakan cukup parah hingga dirasakan oleh warga Ngawi. Desa Kersikan, Kecamatan Geneng menjadi lokasi terparah terdampak bencana tersebut, sarana pendidikan Sekolah dasar di desa tersebut hampir rata dengan tanah. Rabu(6/8/2019)

Warga lingkungan SDN Kersikan 1 berhamburan minta tolong untuk mendapatkan pertolongan, beberapa siswa ada yang alami luka ringan hingga patah tulang. Kepanikan terjadi di saat gempa susulan terjadi merobohkan sarana pendidikan di desa tersebut. Petugas kesehatan yang datang kwalahan untuk menolong para korban karena jumlah siswa dan siswi cukup banyak alami luka. Nampaknya serangkaian kejadian diatas hanyalah simulasi yang dilakukan oleh tim reaksi cepat atau TRC tanggap bencana BPBD Ngawi untuk penanganan bencana gempa bumi dan banjir. Diungkapkan oleh Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi ini menggelar simulasi penanganan bencana gempa bumi yang dilaksanakan di desa Kersikan Geneng Ngawi. Fokusnya adalah agar masyarakat dapat menyelamatkan diri sendiri saat bencana melanda.

" Dengan simulasi ini bisa memberikan pengalaman dan pembelajaran bencana kepada warga. Titik tekannya kemampuan melakukan evakuasi mandiri. Tidak melalui pertolongan," jelas Wakil bupati Ngawi, Rabu (06/8/2019).

Simulasi yang digelar dalam rangka mengantisipasi hal - hal yang tidak diinginkan walaupun Ngawi bukan daerah rawan gempa namun bencana banjir setidaknya memberikan pendidikan dini bagi masyarakat dan tim tanggap desa. Kegiatan ini melibatkan sejumlah institusi dan elemen masyarakat seperti halnya pihak kepolisian, TNI, tim kesehatan dan relawan tanggap bencana.

" Harapan kita tidak hanya di desa kersikan ini saja untuk melakukan simulasi tapi di titik lain yang sering kali terjadi bencana. Ada 16 titik yang dilibatkan dalam simulasi evakuasi mandiri ini," tambah mas Ony.

Dalam simulasi itu digambarkan gempa mengguncang Ngawi, menyebabkan objek vital dan sejumlah gedung perkantoran di sekitaran sarana dan prasarana pendidikan mengalami kerusakan.

Puluhan orang kemudian terlihat keluar dari gedung. Mereka berlarian menyelamatkan diri. (ard)

Read 0 times