Notice: Undefined index: in /home/bahanafm/public_html/templates/radiowave/includes/variations.php on line 63
Angka Perceraian ASN Ngawi, Tahun ini Cukup Luar Biasa

Now playing

Rate this item
(0 votes)
Sumarsono kepala BKPP Pemkab Ngawi Sumarsono kepala BKPP Pemkab Ngawi

Angka Perceraian ASN Ngawi, Tahun ini Cukup Luar Biasa

By Published January 16, 2021

BAHANAFM,NGAWI - Kasus perceraian di kalangan ASN Pemerintah Kabupaten Ngawi (Pemkab) Ngawi selama tahun 2020 ini tercatat total 41 kasus, dengan rincian, yang menggunakan surat ijin cerai 16 orang (untuk PNS yang menggugat cerai), dengan surat keterangan cerai 8 orang (untuk PNS yang digugat cerai), yang telah melalui pembinaan dan rujuk kembali 1 orang, yang dalam proses pengajuan kepada Bupati Ngawi 4 orang, serta yang masih dibina untuk dapatnya rujuk kembali 12 orang.
“ Kasus peceraian di kalangan ASN tahun ini cukup luar biasa yakni 41 perkara, tahun sebelumnya tidak mencapai angka tersebut,” Ungkap Kepala BKPP Sumarsono. Rabu (30/12/2020)
Angka tersebut diketahui setelah jelang akhir tahun Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan ( BKPP) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi, merekap sejumlah catatan terkait kinerja ASN dalam pengawasannya. Tidak hanya angka perceraian di tubuh ASN Ngawi, penilaian kedisiplinan juga menjadi pengawasan yang dilaksanakan oleh BKPP. Namun penilaian ini tidak secara individu melainkan kumulatif untuk lembaga, badan dan instansi, dengan hasil pencapaian penghargaan atau sebaliknya sanksi yang di terima ASN Ngawi.
“ Penilaian ini berdasarkan OPD bukan PNSnya, dan kegiatan ini menjadi rutinitas setiap tahunnya,” Ungkap Sumarsono Kepala BKPP Pemkab Ngawi. Rabu (30/12/2020)
Sumarsono mengatakan presentasi penilaian secara kumulatif dengan aplikasi elektronik yakni faceprint, mulai awal Januari s/d Desember 2020. Tahun ini penilaian reward ASN diberikan kepada OPD dengan tingkat kedisiplinan kehadiran, dan tidak pada perorangan. Hal ini untuk menyemangati OPD lainnya, agar lebih baik tahun-tahun selanjutnya.
“Pemberian reward yang baik bagi ASN berprestasi, agar menjadi semangat tersendiri. Sementara ASN yang indispliner juga di berikan sanksi.” Tambah Sumarsono.
Dari hasil penilaian tersebut 3 OPD dengan tingkat kehadiran tertinggi, yaitu peringkat 1 kecamatan Kedunggalar dengan tingkat kehadiran 99,28 %, peringkat 2 kecamatan Karanganyar dengan tingkat kehadiran 99,22 %, dan peringkat 3 kecamatan Ngrambe dengan tingkat kehadiran 98,95 %.
Sanksi adminitratis alami penurunan pada 2019, ASN yang mendapatkan sanksi disiplin mencapai 22 orang, sedangkan untuk tahun 2020 ini hanya 3 ASN mendapat sanksi ringan berupa teguran lisan dan tulisan dan 1 ASN mendapat sanksi berat berupa pemberhentian dari tugas.
“Untuk sanksi disiplin tahun ini jika dibandingkan tahun sebelumnya cenderung mengalami penurunan,” Tegas Sumarsono. (ARD)

Read 40 times

Joomla! Debug Console

Session

Profile Information

Memory Usage

Database Queries