Now playing

Rate this item
(0 votes)

Asap Belerang Dari Mercon, Cegah Penggunaan Listrik Untuk Basmi Tikus

By Published January 17, 2020

NGAWI – Memasuki musim tanam selain hama wereng, tikus menjadi pengganggu utama yang cukup merepotkan bagi petani di sawah. Bila hanya 1 atau 2 saja tidak menjadi masalah bagi petani, akantetapi tikus bentuk koloni dengan populasi yang besar hal itu mengakibatkan kerusakan sawah yang parah. Segala cara telah dilakukan oleh petani, hingga penggunaan jebakan listrik tegangan tinggipun dilakoni untuk mencegah kerusakan padi akibat tikus.
Mendasar hal itu ketua kelompok tani Desa Paron, Kecamatan Paron Ngawi Dwiyanto, menggunakan metode pengasapan menjadi alternative petani dalam mencegah tingginya populasi tikus, dengan penempatan mercon asap di mulut sarang tikus yang dikemudian di tutup. Hal ini berdampak efek luar biasa induk tikus dan anak sekaligus mati dan petani tidak perlu khawatir tersengat aliran listrik.
“ penggunaan pengasapan ini cukup sangat efektif, apabila dibandingkan dengan menggunakan listrik yang membahayakan jiwa manusia,” Ungkap Dwiyanto. Jumat (17/01/2020).
Sementara Nurhamid Kasi pembasmian hama dinas pertanian Ngawi menjelaskan mercon asap hasil percobaan lembaga penelitian pertanian penggabungan dari KNO3 dan BaCl2 apabila di bakar akan mengeluarkan asap berbau belerang ini, mampu merusak jaringan pernafasan serta syaraf tikus sehingga lebih cocok di pergunakan untuk petani.
Belerang dari asap mercon ini diharapkan bisa menekan pembasmian hama tikus dengan aliran listrik bertegangan tinggi, ditambahkan Nurhammid mercon asap ini sementara tidak diperjualbelikan dinas memberikan secara Cuma-Cuma kepada petani Ngawi.
“ Kami harapkan petani Ngawi beralih penggunaan cara dalam pembasmian hama tikus yang tidak berbahaya,” Tambah Nurhamid.
Penggunaan asap belerang dari mercon ini tengah di sosialisasikan ke desa-desa dengan menggandeng semua stakeholder, dengan harapan menghentikan jebakan tikus dengan listrik dan handset.(ard)

Read 122 times