Now playing

bahanafm

bahanafm

NGAWI – Geram dengan apa yang dilakukan oleh Kasun Cangakan,Desa Kawu Kecamatan Kedunggalar Ngawi, dengan inisial MRS diduga karena melakukan pungutan liar(pungli:red) dari pengurusan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT). Kejadian tersebut seringkali dilakukan oleh kasun dan telah dilaporkan kepada pihak kepala desa namun tidak mendapat respon baik, mendasar hal tersebut, puluhan warga siang tadi gelar aksi unjuk rasa di kantor desa setempat. Senin (11/11/2019)
“ Kami sudah memberikan tenggang waktu sepekan, namun dari para perangkat desa tidak menunjukan aksi sama sekali “ Ungkap Sutrisno salah satu koordinator massa dusun Cangakan.
Surat yang dilayangkan warga kepada kepala desa Kawu sepekan lalu ini, mendasar dari beberapa tindakan yang dilakukan oleh kepala dusun, namun warga seringkali diam karena kurang bukti. Tindakannya yang terakhir ini yakni pengurusan pecah SPPT setiap warga dikenakan biasa 300-500 ribu perorang, ini yang membuat para warga tidak bisa diam.
Sedikitnya puluhan warga mendatangi kantor desa dengan membawa pengeras suara berkekuatan tinggi dan membawa pamphlet dengan bertuliskan menyuarakan suara warga dusun Cangakan diantaranya : Berantas pungutan liar, Jangan Memelihara Tikus Kantor, Jangan lindungi kasun salah, Jangan makan uang rakyat, jadilah contoh masyarakat desa , Kami butuh keadilan tagakkan hokum dan turunkan kasun cangakan tanpa syarat.
“ Kami ingin keadilan dari perangkat desa yang nakal dan tidak memihak kepada yang masyarakat kecil “ tegas Sutrisno
Setelah pihak petugas dengan perangkat desa Kawu, berusaha mediasi dengan terduga kasun para warga sedikit tenang menunggu hasil pertemuan. Setelah lebih dari dari 1 jam pertemuan, kasun Cangakan membuat surat pernyataan dengan akan meminta maaf kepada 164 KK dalam tempo 2 hari. Bahkan apabila tidak bisa memenuhi permintaan masyarakat dusun Cangakan, ia mengaku siap mundur dari jabatannya sebagai kepala dusun.
“ Setelah dilakukan mediasi, kasun Cagakan berkenan memenuhi permintaan warga yang akan di lakukan mulai besok tanggal 13 november 2019 “ Tegas Ali Imron kepala desa Kawu Kedunggalar. (ard)

NGAWI – Angin kencang dengan di sertai hujan di Kabupaten menjelang petang kemarin membawa bencana di Kabupaten Ngawi, dari pohon tumbang mengenai rumah dan mobil, tenda stand diterbangkan angin hingga kejadian kebakaran. Sekira pukul 18.00 WIB giat Hari Aksara International (HAI) dilapangan merdeka Ngawi dibuat heboh dengan, angin kencang di sertai angin memporak-porandakan sedikitanya 11 tenda stand sisi barat dan timur. Akibat kejadian bencana tersebut pula, giat malam terakhir lieterasi forum PKBM dan lomba tari kreasi urung di laksanakan disebabkan panggung utama dengan kondisi yang mengkawatirkan.
Untuk wilayah Ngawi sebelah timur, kediaman Bejo Suryani 60th warga asal Dusun Ngablak, Desa Pacing Kecamatan Padas, roboh rata dengan tanah. Rumah dengan bahan kayu dan bambu tersebut diterbangkan angin, untung saja tidak ada korban jiwa dan korban mengaku mengalami kerugian 15 juta.
Tidak berhenti di Desa Pacing Padas, Puskesmas padas sendiri mengalami kerusakan ringan pada kaca ventilasi selebar 3x4 m, untuk mengantisipasi terjatuhnya sisa kaca petugas memasang police line di area pecahan kaca.
Bergeser ke wilayah Karangjati di Desa Gempol dilaporakan 2 rumah, 1 kios dan kandang sapi mengalami kerusakan berat hingga ringan. Diantaranya kios cukur Jiono, kandang sapi milik Warno, rumah Dikem dan rumah milik Parlan. Dalam kejadian tersebut Dikem 65th harus di larikan ke sarana kesehatan di wilayah Caruban, dikarenakan tertimpa salah satu dinding rumahnya yang terbuat dari bambu.
Bergeser di wilayah Kecamatan Paron Ngawi, berselang 30 menit dari serangkaian bencana di wilayah Ngawi timur. Di jalan raya masuk Dusun Sidorejo, Desa Gentong mobil feroza nopol H 7182 LD milik Sugianto tertimpa pohon waru dan di Dusun Babadan rumah milik Purwo Mado 46th terimpa pohon kluweh hingga mengalami kerugian 10 juta rupiah.
“ Untung saja, dalam beberapa kejadian akibat bencana angin di wilayah hukum polres Ngawi tidak mengakibatkan korban jiwa” Ungkap Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu.
Mendasar musim pancaroba sepertihalnya saat sekarang pihaknya berharap kepada warga Ngawi, untuk waspada dan tanggap dengan kejadian sekitar agar tidak mengalami hal-hal yang tidak diinginkan. Ditambahkan oleh Kapolres Ngawi sempat terjadi kebakaran di wilayah Bringin, akibat adanya angin kencang pemadaman di lakukan oleh PLN. Sukardi 75th warga asal Dusun/Desa Dero, Kecamatan Bringin, menggunakan lilin untuk penerangan sementara. Nahasnya sekitar pukul 22.30 WIB lilin terjatuh dan menimpa almari kayu, sebelum merambat ke barang mudah terbakar di ketahui oleh korban.
“ Bencana bisa datang tanpa kita sadari, namun apabila kita berusaha mencegah sejak dini tidak akan membuat fatal “ tegas Kapolres Ngawi.(ard)

NGAWI – Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu, mengajak masyarakat dan tokoh dari berbagai kalangan untuk menonton film perdana “ Hanya Manusia” di salah satu bioskop yang berada di jalan Seokarno – Hatta.
Film “ Hanya Manusia “ dengan durasi 90 menit ini, merupakan karya anak bangsa yang dipersembahkan kepada Divisi Humas Polri dengan kebolehan personil Unit Pelayanan Perlindungan Anak (PPA) dalam mengungkap kasus Human Trafficking ( Perdagangan Manusia), (07/11/2019).
“ Film ini bercerita tentang kerja tim petugas kepolisian dalam pengungkap kasus, yang di kemas sedemikian rupa agar di mengetahui kinerja petugas “ Ungkap Kapolres Ngawi.
Selain menunjukkan aksi petugas dengan nonton bareng ini sebagai ajang silahturahmi dengan stakeholder yang ada di Ngawi, semoga ada hikmah usai menonton film karya bangsa. film yang disutradarai oleh Tepan Kobain ini dibintangi artis Pria Nasution yang berperan sebagai Anissa dan Lian Prima yang berperan sebagai Iptu Aryo. Keduanya tergabung dalam Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan. Selain itu, film tersebut juga dibintangi aktor Yama Carlos.

“ Saya berharap flim ini bisa bermanfaat bagi kita semua dan juga bisa menarik simpati dari para warga Ngawi untuk bisa berpatisipasi menjadi seorang petugas pengaman atau POLISI “ tegasnya.
Sementara M. Shodig Tri selaku Sekertaris Daerah Ngawi yang ikut menjadi saksi Hanya Manusia bersama pihak polres Ngawi, mengaku bangga dengan dedikasi pihak petugas. Semoga dengan kesigapan dan ketelitian dalam mendalami kasus ada dalam diri para petugas, sehingga Indonesia aman dari usaha tindak kriminalitas.
“ Mantap polisi, semoga ketelitian Anisa dan Aryo (artis dan actor : Hanya Manusia ) ada dalam diri Polisi Indonesia “ (ard)

NGAWI - Angin kencang disertai hujan menerjang 4 stand pameran di Hari Aksara Internasional (HAI )dilapangan Merdeka Ngawi. Kejadian terjadi sekitar pukul 18.00 WIB, atau satu jam sebelum kegiatan pengukuhan Forum PKBM atau lembaga swadaya masyarakat yang bergerak dalam bidang pendidikan dan lomba tari kreasi yang diikuti oleh pelajar se-Kabupaten Ngawi. Angin kencang itu sempat merusak lima stand pameran dari perwakilan dinas pendidikan Propinsi Jawa Timur dan panggung utama. Kamis (07/11/2019)
“ 4 Tenda terbalik dan tercabut dari tanah sehingga tidak dapat di pergunakan dan panggung utama yang rusak pada bagian atap dan dekorasi “ Ungkap Untung salah satu panitia HAI
Tidak ada korban jiwa atau kerugian material dalam kejadian ini, panitia pun langsung membongkar tenda-tenda itu agar tidak di terjang angin kembali. Karena kerusakan panggung utama cukup parah, malam terakhir kegiatan HAI menjadi tercancel .
“ Untung saja tidak ada korban jiwa, disaat kejadian para penanggung jawab stand pameran tengah melaksanakan sholat masjid dan pameran sudah mulai di bereskan “ tambahnya.
Sementara dalam malam terakhir kegiatan HAI yang digagas oleh propinsi Jawa Timur ini, cukup membawa kekecewaan. Sepertihalnya di rasakan oleh mereka peserta lomba tari kreatif, yang seharusnya tampil malam ini menjadi tertunda. Diungkapkan oleh Dinda salah satu pelajar SMP Karangjati Ngawi mengaku kecewa karena ia bersama teman-temannya tidak bisa menampilkan perfomanya.
“ Malam ini kecewa mas, tidak bisa tampil di hari H karena tidak ada panggung padahal sudah lebih dari 2 pekan ini berlatih tari kreatif “ Tegas Dinda. (ard)

NGAWI – Ngawi oleh Provinsi Jawa Timur menjadi salah satu kabupaten/kota dipercaya menjadi tuan rumah provinsi dalam rangka peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke 54, ,.
Dan  kegiatan dikonsentrasikan di lapangan merdeka Ngawi, diikuti oleh dinas pendidikan dan dinas arsip daerah seluruh kabupaten di Jawa Timur. Pihak panitia dinas provinsi Jawa Timur mengklaim sedikitnya 38 stand ikut berpatisipasi di mulai dari 6 hingga 8 November 2019.
Pembukaan HAI yang di jadwalkan Rabu 6 Oktober 2019 dibuka langsung oleh Gubernur Jawa Timur Kofifah Indar Parawangsa pada akhirnya di wakilkan ke Asisten 1 Jatim Himawan Estu Bagio. Dijelaskannya dari 38 kota/kabupaten, Kabupaten Sampang menjadi peringkat pertama buta huruf dan terakhir kabupaten Madiun.
“ Tertinggi di Kabupaten Sampang sedangkan terendah di Kabupaten Madiun, untuk Ngawi sendiri diperingkat ke 13 “ ungkap Himawan.
Dalam pengentasan buta aksara menjadi tanggung jawab bersama tidak hanya dinas pendidikan saja, dengan melakukan pemetaan daerah buta aksara, penguatan progam pendidikan dan terus melakukan koordinasi antara pusat , propinsi dan daerah.
“ Pengentasan buta aksara tidak hanya menjadi tanggung personal atau lembaga namun semua mempunyai peran dan peduli dalam memerangi buta aksara “ tegasnya.
Sementara Bupati Ngawi, Budi Sulistyono mengetahui Ngawi menjadi peringkat ke 13, dalam waktu dekat ini akan melibatkan berbagai relawan untuk berusaha menekan angka buta aksara atau huruf di Ngawi. Kanang demikian panggilan akrab Bupati Ngawi, membantah apabila Ngawi dalam zona merah buta aksara karena buta aksara Ngawi masih di range usia 29-59 tahun.
“ Ngawi masih baik dengan zona hijau, dan dalam waktu dekat ini akan pihanya terjunkan relawan untuk mengentasan buta aksara dengan teknik pembelajaran yang berjenjang “ Tegasnya. (ard)

NGAWI- Ju (31th) warga asal Desa Tawun, Kecamatan Kasreman Ngawi harus mendekam di balik jeruji mapolres Ngawi, setelah kemarin nekat menganiaya buah hatinya sendiri hingga tewas. Andini Ayuningtyas bocah berumur 5 bulan ini meninggal di tangan ayah kandungnya, usai cekcok dengan istri terkait hutang piutang yang dimiliki sang istri.
“ Pelaku dari korban, sudah mengakui dan saat ini dalam pemeriksaan saksi guna kelangkapan BAP “ Ungkap Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu. Selasa (05/11/2019)
Pelaku sekaligus dari orangtua korban ini sudah di tahan sejak kemarin, dan saat ini para penyidik unit Pelayanan Perempuan dan Anak PPA Polres Ngawi tengah mendalami kasus tersebut, agar segera di limpahkan kepada pejabat yang berwenang. Untuk menunjang pemeriksaan petugas, pelaku dalam waktu dekat ini akan menjalani pemeriksaan oleh pihak kesehatan Polda Jawa Timur.
“ Kita sudah menjadwal tim kesehatan dari Polda Jatim untuk memeriksa kejiwaan pelaku “ Tambah Kapolres Ngawi yang sepekan lagi bakal menjabat Wadirlantas Polda Jatim.
Selain melanggar pasal 75 UU Perlindungan anak, dikarenakan pelaku adalah orangtua korban di tambah 5 tahun pidana penjara.
“ Kepada pelaku di kenakan pasal perlindungan anak ditambah 5 tahun karena ayah kandung korban jadi total 20 tahun pidana kurungan “ tegas Kapolres Ngawi. (ard)

NGAWI – Pergantian musim sepertihalnya saat sekarang, masyarakat Ngawi hendaknya mewaspadai degan kondisi tanah dan tebing di sekitarnya yang retak atau bahasa jawa (nelo:red) pasca musim kemarau panjang.
Menjelang musim penghujan, BPBD Ngawi menghimbau kepada masyarakat terutama di lokasi longsor untuk melakukan pengecekan dengan kondisi lingkungan sekitarnya. Bahkan dikarenakan musim kemarau ini, tanah mudah merekah dan berlubang didukung pula dengan musim kemarau yang cukup panjang di Ngawi.
“ Pasca musim kemarau biasanya mengakibatkan retakan tanah dan yang perlu di waspadai di wilayah pegunungan “ Ungkap Alfian Wihaji Yudono selaku Kasi Kedaruratan BPBD Ngawi.
Jika mendapati tanah dengan keretakan yang cukup lebar, warga di himbau untuk segera menutup dengan tanah agar rapat kembali. Untuk wilayah tebing apabila ada pohon dengan posisi miring menempel pada lereng di rawankan dengan kejadian longsor, sebaliknya apabila pohon dengan posisi T hal itu aman karena kemiringan akar pohon.
“ Warga harus pandai-pandai mewaspadai dengan kondisi kemiringan pohon, hal itu bisa mengetahui kemungkinan longsor “ Tambahnya.
Cara ini dilakukan untuk mencegah terjadinya longsor akibat hujan berintensitas tinggi. Menurut Alfian, kerawanan ini lebih tinggi terutama di lokasi yang tidak ada pohon pengikat tanahnya.
Lahan yang tidak ditumbuhi tanaman pengikat tanah pun akan mudah retak saat musim kemarau.
Terlebih jika tanah sudah merekah sebelumnya.
"Kalau lihat ada rekahan, segera tutup dengan tanah,"katanya
Sebagian besar wilayah di Ngawi di daerah Ngrambe, Sine, Jogorogo dan Kendal rawan longsor.
Risiko bencana tanah longsor dipastikan akan meningkat hal ini di karenakan pertumbuhan jumlah penduduk, serta kebutuhan akan lahan pemukiman dan pertanian. Apabila tidak ingin keselamatan terancam, agar melakukan pengecekan dan mewaspadai sejak dini.
“ Pihaknya terus melakukan sosialisasi dengan menyebar relawan tagana di Ngawi, agar kiranya dapat menekan kejadian bencana “ Tegasnya. (ard)

NGAWI – Polsek Padas Ngawi mengamankan seseorang pelaku yang ditangkap warga dikarenakan diduga melakukan percobaan pencurian sepeda motor di kediaman Yudi Haryanto Dusun Slumbung, Desa Padas, Kecamatan Padas, Ngawi.
“ Pelaku ditangkap oleh pemilik kediaman dan tetangga setempat, setelah itu kami datang ke tempat kejadian serta mengamankan pelaku” Ungkap Kapolsek Padas AKP Pujianto. Rabu (06/11/2019)
Kapolsek Padas Ngawi mengatakan, kejadian percobaan pencurian pada selasa 22.30 WIB, saat itu pelaku tiba-tiba berhenti di depan rumah korban Yudi 25 th yang sekaligus pelapor dan gerak-gerik pelaku tengah diawasi dari dalam rumah.
Pelaku dengan inisial PJN 19th warga asal Dusun Kendung Krambil Desa Sumberrejo Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro.
Dijelaskan oleh Kapolsek Padas Ngawi, penangkapan pelaku berawal dari pelaku memarkir kendaraan Yamaha Vega nopol AE 3994 JJ, kemudian pelaku berjalan lewat samping kiri rumah korban menuju ke belakang. Setelah sampai di dapur, tersangka mencongkel kunci pintu yang terbuat dari kayu. Ibuk korban yang saat itu tengah melihat telivisi di kejutkan dengan kehadiran orang tidak di kenal, kontans saja langsung berteriak maling. Korban dan tetangga yang sudah mengetahui pelaku yang memasuki rumahnya langsung menangkap sebelum kabur.
“ Pelaku sudah di awasi dari dalam rumah oleh korban, begitu ibu korban berteriak maling langsung menangkap pelaku “ tambah Kapolsek Padas Ngawi.
Kepada pelaku di kenakan pasal 363 KUHP tentang tindak pidana percobaan pencurian dengan ancaman selama lebih dari 5 tahun. Kepada petugas pelaku usai mengenyam pendidikan setingkat menengah atas ini dengan alasan untuk berfoya-foya. (ard)

NGAWI- Setelah mengantarkan putrinya Andini Ayuningtyas balita perempuan yang baru berumur 5 bulan makamkan, Ju(31) bukan nama sebenarnya ayah kandung Andini di gelandang petugas untuk mempertanggungjawabkan tindakannya. Ju yang merupakan warga asal Desa tawun Kecamatan Kasreman tidak dapat berkutik setelah petugas, menunjukkan bukti yang menguatkan atas tindakannya.
Kasus ini terungkap atas kecurigaan warga mendasar di saat memandikan jenasah korban menemukan beberapa luka lebam pada sekujur tubuhnya, kuat dugaan kematian Andini akibat mengalami trauma pada benda tumpul.
“ Saya curiga pada tubuh Andini banyak luka memar, dimata, didahi dan dipunggung dan saya melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib “ Ungkap Sulistyo saksi warga.
Usai mendapat laporan dari warga anggota dari polsek Padas Ngawi, langsung melakukan penyidikan dan menangkap pelaku setelah mendapat pengakuan dari Ju.
“ Akibat mengalami luka pukulan tersebut, korban yang sudah di larikan di sarana kesehatan puskesmas Ngawi purba, jiwanya tidak dapat tertolong “ Tegas Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu.
Kepada petugas Ju mengaku, sabtu (02/11/2019) sekira jam 17.00 WIB pelaku usai cekcok dengan istrinya di rumah mertua di Dusun Ngantru, Desa Ngawipurba Kecamatan Ngawi kota. Sekira pukul 20.00 WIB korban menangis tidak berhenti, karena jengkel dan mengingat cekcok dengan istrinya. Pelaku melampiaskan ke buah hatinya sendiri, 2 kali pukulan tangan pada dahi, 1 kali pada kepala bagian belakang, 1 kali pada pelipis, 1 kali pada mata kanan dan 1 kali pada punggung korban dengan total 6 pukulan pada tubuh mungil Andini.
“ Dari hasil visum luar terbukti adanya bekas penganiayaan, dan diakui oleh pelaku karena tersulut emosi usai bertengkar dengan istrinya dengan anak menjadi sasaran kemarahan” tegas Kapolres Ngawi.
Pendalaman kasus ini di serahkan kepada unit perlindangan anak polres Ngawi, pelaku dapat di ganjar dengan pidana penjara lebih dari 5 tahun sesuai dengan pelanggaran pasal 351 KUHP. (ard)

NGAWI – Sedikitnya ratusan pemohon Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) penuhi Polres Ngawi setiap harinya. Kendati untuk di Kabupaten Ngawi di tunda namun mereka rela antre untuk persyaratan tes CPNS.

Para pemohon SKCK ini rela antre sejak pukul 08.00 sejak dibukanya jam pelayanan. Para pemohon rata-rata dari kawasan Ngawi dan sekitarnya. Pendaftaran SKCK sendiri di buka hingga pukul 13.00 WIB para pemohon baru terus berdatangan akibatnya salah satu unit di polres Ngawi ini di penuhi oleh warga Ngawi.

Sebut saja Sandra (22th) warga asal Desa Legundi Kecamatan Karangjati mengaku datang sejak pukul 07.30 WIB WIB. Dia membuat SKCK untuk persyaratan mendaftar CPNS. Meski harus menunggu antrean lama, dia tidak keberatan mengingat antara mapolres Ngawi – karangjati tidaklah sebentar.

" Pagi-pagi benar saya sudah datang ke Polres, hanya untuk mendapatkan SKCK syarat pendaftaran CPNS," Ungkap Sandra Senin (4/11/2019).

Hal senada diungkapkan Edo (26) warga asal Jalan Dokter Wahidin, Ngawi. Dia mengaku datang sejak pagi. Namun, tetap saja harus menunggu lama. Sebab, lebih banyak yang datang terlalu pagi.

"Hanya mencoba peruntungan semoga lolos tahun ini," Ungkap Edo.

Kepala Satuan Intelkam Polres Ngawi AKP B. Hari Aprianto mengatakan peningkatan pemohon SKCK terjadi sejak Kamis (31/10) lalu. Padahal, hari-hari biasa pihaknya hanya melayani antara 20-30 pemohon. Menjelang rekrutmen CPNS pemohon melebihi jumlah tersebut.

"Menjelang CPNSD, pemohon SKCK mencapai lebih dari 70 orang bahkan hari ini capai 100 lebih," tambahnya.

Agar pelayanan prima dan mengakibatkan antrean lama pihaknya menambah petugas pelayanan. Hari – hari biasa polres Ngawi cukup dengan 2 petugas, namun kini menjadi 5 petugas. (ard)

Page 1 of 48