Notice: Undefined index: in /home/bahanafm/public_html/templates/radiowave/includes/variations.php on line 63
bahanafm

Now playing

bahanafm

bahanafm

BAHANAFM,NGAWI – Menjawab keluhan warga,  Pemerintah Kabupaten Ngawi bakal memiliki instalasi oksigen mandiri dalam 2 pekan mendatang. Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, pagi tadi Rabu(28/07/2021) melakukan inspeksi mendadak di sarana kesehatan yang dimiliki Kabupaten Ngawi.  Orang nomer  1 di Kabupaten Ngawi ini mengawali sidak di puskesmas Padas dan dilanjutkan ke rumah sakit milik daerah.

“Untuk kesiapan bed. Sudah siap setiap puskesmas akan memiliki 15-20 bed dan 200 lebih untuk RSUD dr Soeroto,  sehingga tidak ada istilah pasien yang ditolak untuk mendapatkan perawatan,”ungkap Bupati Ngawi.

Tidak hanya itu saja Bupati Ngawi juga memberikan kenyamanan kepada warga, yang akan melahirkan  ditengah pandemi Covid-19 yang hingga saat ini masih diperpanjang oleh pemerintah. Yakni dengan sarana kesehatan untuk persalinan khusus Covid -19,  selain di RSUD dr Soeroto Ngawi antara lain puskesmas Padas dan Puskesmas Walikukun.

“2 puskesmas persalinan khusus untuk Covid-19 yakni di Padas dan Walikukun, selain di RSUD dr Soeroto,”tambah Ony demikian panggilan akrab Bupati Ngawi.

Meningkatkatnya jumlah pasien terpapar Covid-19 di Kabupaten Ngawi, Bupati berinisiatif akan membuat instalasi oksigen secara mandiri mengingat kebutuhan oksigen saat sekarang sangatlah urgen.  Pihaknya optimis dalam 2 pekan mendatang, Ngawi akan memiliki pengadaan oksigen sehingga kelangsungan hidup pasien terpapar Covid -19 menjadi lebih baik.  

“Semoga dalam 2 pekan kedepan akan selesai kita miliki instalasi Oksigen mandiri di RSUD dr Soeroto,” tegasnya. (Ard)

BAHANAFM,NGAWI - Diungkapkan oleh kepala kantor pos dan giro Kabupaten Ngawi, Sandi Yuda Nugraha penyerahan Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dilakukan secara door to door. Kebijakan ini diambil agar menghindari terjadinya kerumunan dalam penyerahan bantuan, terlebih lagi kabupaten Ngawi PPKM level 3.
“Metode penyaluran dengan skema door to door, baik secara RT dan RW,”ungkap kepala Pos dan Giro Ngawi. Kamis (22/07/2021)
Skema ini dilakukan agar tidak ada kontak langsung antara warga, apalagi dalam suasana PPKM sekarang ini. Ditambahkan Sandy, sebanyak 35 ribuan KPM di Kabupaten Ngawi yang akan menerima BST melalui Kantor Pos. Data tersebut, masih bisa bertambah, menyusul pembaruan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) yang masih berlangsung.
“Hingga saat ini kita masih menunggu data susulan agar mempercepat penerimaan,”tambahnya.
Dijelaskannya, pandemi Covid-19 belum berakhir, anjuran pemerintah terkait protokol kesehatan masih harus dilakukan, adalah kewajiban pemerintah melindungi masyarakat agar tidak terpapar virus berbahaya. Belum lagi dengan warga yang rentan, misalnya para manula, sebaiknya mereka menetap di dalam rumah, nanti ada tim yang dibentuk pemerintah desa mengantarkan lansung kesetiap rumah penerima.
“Makanya kami mengantarkan bantuan ini door to door, karena menghindari kerumunan, apalagi bagi yang rentan terdampak virus,” jelasnya.
BST yang disalurkan melalui Kantor Pos Ngawi, ditegaskan oleh Sandy akan berlangsung hingga Sabtu,mendatang. Sementara untuk keseluruhan, direncanakan hingga akhir Juli 2021 nanti.
" Diperdiksi penyaluran ini akan selesai akhir bulan, namun biasanya ada perpanjangan untuk pengambilan hal ini dikarenakan proses penyerahan yang punya cara dalam memutus penyebaran virus berbahaya ini,” tambah Sandy.

Sementara Camat Ngawi, Anang Heri mengapresiasi kebijakan tersebut. Menurutnya, pengaturan seperti ini adalah kebijakan yang sangat baik untuk menghindari penyebaran Covid-19. Pemerintah desa harus mampu mengimplementasi upaya pemerintah pusat dalam memutus mata rantai penyebaran Corona.
“Kebijakan ini mencegah kerumunan dan kontak langsung antar warga, semoga BST bisa berjalan dengan lancar,"tambahnya. (Ard)

BAHANAFM,NGAWI – Pemerintah Kabupaten Ngawi, mendasar saat sekarang Jawa Timur masih dirundung penyakit pendami yang tidak kunjung berakhir, mengharuskan warganya tidak dapat melakukan kegiatan sehari-hari. Bahkan untuk  berjamaah pemerintah daerah mengeluarkan surat edaran guna mencegah paparan Covid -19.  Diungkapkan oleh Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mendasar surat yang diterima dari Kemenang, bahwasanya dalam memperingati hari idul adha 1442 H pelaksanaan takbir keliling di tiadakan.  Shalat id tidak diselenggarakan di lapangan dengan massa yang banyak, hanya saja di perkenankan dilingkup Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) atau sarana ibadah dengan tidak mengindahkan protokol kesehatan ketat.

“ Takbiran dilarang, sholat id tidak dilakukan di tempat terbuka hanya di skup RT dan RW,”ungkap Bupati Ngawi. Senin (19/07/2021)


Selain menjelaskan perihal pelaksanaan Shalat Idul Adha 1442 Hijriah dan takbir keliling, Bupati Ngawi menambahkan terkait dengan kegiatan penyembelihan hewan qurban dalam kondisi pandemi Covid-19. Penyembelihan hewan qurban diusahakan dilaksanakan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) guna mencegah kerumunan, apabila terpaksa diperbolehkan perkelompok tidak lebih dari 20 orang.

“ Kalau bisa di RPH, namun bila dipaksanakan melakukan penyembelihan mandiri perkelompok dibatasi 15 -20 orang,”tambah Ony.

Tegas Bupati Ngawi guna mencegah paparan Covid -19 disaat pembagian hewan qurban, penerima dilarang untuk datang ke lokasi namun pihak panitia yang membagikan ke rumah masing-masing.

“Penerima daging qurban tidak di perkenankan datang mengambil, akan tetapi pihak panitia yang membagikan,”tegas Bupati Ngawi.

Di hari besar umat islam ini Bupati Ngawi berharap dengan doa bersama bangsa Indonesia dan khususnya Kabupaten Ngawi terbebas dari penyakit pandemic ini, karena sudah kedua kalinya kita tidak bisa melaksanakan sholat berjamaah dan hal ini merupakan cobaan dari Allah.(ard)

BAHANAFM,NGAWI – Kendati di masa PPKM Mikro Darurat,  DPRD  dan Esekutif  Ngawi menggelar rapat paripurna istimewa pembahasan ranperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun 2020, 4 ranperda tahun 2021dan pembatalan status desa Beran. Perbahasan paripurna ini berbeda dari pembahasan rapat-rapat sebelumnya, pasalnya dilaksanakan dengan memanfaatkan sarana media sosial during virtual. Diantara pembahasan rapat paripurna dilantai 2 DPRD Ngawi, satu pembahasan yang cukup menarik yakni status Beran.  

"Dikarenakan masih dalam situasi PPKM Mikro Darurat, rapat paripurna dilaksanakan secara during serta pembatasan undangan,"ungkap Heru Kusnindar, Ketua DPRD Ngawi, Kamis, (15/7/2021).

Sesuai data sekertaris dewan, anggota DPRD yang hadir berjumlah 35 orang, sedangkan forkompimda dan esekutif mengikuti proses rapat paripurna melalui during.    Tahapan rapat paripurna dengan memasuki tangggapan fraksi-fraksi, kelima fraksi menyetujui ranperda untuk disahkan menjadi perda. Dijelaskan oleh Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, pembatalan status tersebut setelah warga desa Beran melakukan musyawarah dan menyepakati untuk tidak melanjutkan rencana menjadi kelurahan.

“Karena usulan warga meminta kembali status menjadi Desa sehingga ditetapkan usulan menjadi kelurahan di cabut,”jelas Bupati Ngawi.   

Sementara ditempat yang sama Kabul Tunggul Winarno selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Ngawi menambahkan kronologis pengajuan peralihan stutus sejak 2015. Warga Beran sebagian besar menghendaki kelurahan, mendasar hal tersebut pihak legislatif pun melakukan pembahasan bersama eksekutif untuk membuat satu Raperda. Terlebih lagi proses registrasi di Pemprop Jatim tidak kunjung diterbitkan dengan alasan belum dilampiri peta bidang sebagai bahan evaluasi. 

"Karena warga tidak melanjutkan peralihan status dan ditambah Pemprof Jatim tidak menerbitkan nomer registrasi. Status Beran tidak berubah yakni Desa.”tambah Kabul.

Dikarenakan perangkat desa Beran hingga saat ini banyak yang kosong, sehingga dalam waktu dekat pihaknya bakal memerintahkan dinas yang bersangkutan untuk segera mengisi sesuai atuaran yang ada tegas Bupati Ngawi. 

“Segera kita koordinasi dengan Pemdes dalam waktu dekat ini, guna pengisian kekosongan perangkat,” Tegas Bupati Ngawi. (Ard)   

BAHANAFM,NGAWI - Saat sekarang kabupaten Ngawi tengah melakukan percepatan vaksinasi di Ngawi, sebanyak 20 ribu dosis vaksin yang rencananya datang dari propinsi akan di distribusikan massal. Pemkab Ngawi menargetkan 2000 hingga 4000 doses sehari namun dikarenakan tenaga vaksinator yang terbatas hal itu tidak dapat dilaksanakan hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi Yudono

Minggu ini stok vaksin kabupaten ini tersisa 12.460 dosis. Dinkes memfokuskan injeksi dosis pertama. Penyuntikan dosis kedua menunggu kiriman vaksin tahap berikutnya. Pasalnya, sasaran masyarakat umum rentan 451.578 orang.

Warga umum yang telah divaksin dosis pertama sekitar 6,46 persen atau 29.151 orang. Artinya, 422.427 warga berisiko tinggi belum disuntik serum antikorona. ‘’Untuk yang dosis kedua 1,12 persen,’’ ujarnya.

Yudono menerangkan, percepatan vaksinasi salah satu poin krusial dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. Pemerintah pusat memerintahkan mempercepat proses pembentukan kekebalan tubuh secara massal. Herd immunity itu untuk menurunkan angka penularan atau fatalitas akibat paparan Covid-19. ‘’Percepatan vaksinasi memperluas sasaran penerimanya,’’ ucapnya.

Perluasan sasaran meliputi pedagang pasar tradisional, buruh pabrik, dan masyarakat umum rentan di pedesaan. Sebanyak 24 tim vaksinator bakal disebar ke beberapa tempat sesuai jadwal imunisasi. Pelaksanaannya enam hari dalam sepekan. ‘’Lokasi vaksinasi di pasar, pabrik, kantor desa atau camat, juga GOR Bung Hatta,’’ bebernya sembari menyebut imunisasi ditiadakan Minggu untuk istirahat vaksinator.

Risiko anak tertular Covid-19 setara orang dewasa. Dinas kesehatan (dinkes) mencatat 260 anak di bawah usia 16 tahun di Ngawi sempat terpapar virus korona. Jumlah itu terhitung sejak virus mewabah Maret tahun lalu hingga Senin (12/7). Persentasenya 6,4 persen dari total kumulatif 4.082 kasus positif. ‘’Kebanyakan tanpa gejala,’’ kata Sekretaris Dinkes Ngawi Heri Nur Fahrudin, Selasa (13/7/2021). (Ard)

BAHANAFM,NGAWI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi hari ini resmi menghentikan kegiatan vaksinasi di lingkungan industri dan pasar setelah target 3 ribu vaksin tercapai.

"Untuk vaksinasi yang industri hari ini selesai, dengan target tiga ribu orang telah divaksin," jelas Ony Anwar Harsono, Bupati Ngawi.Rabu (14/7/2021).

Target ini dilaksanakan oleh pemkab Ngawi kurang lebih hampir 2 pekan, para pekerja pabrik dan pedagang pasar telah menjalani vaksinasi massal. Ditambahkan oleh Bupati setelah para  pekerja pabrik dan pedagang pasar, pihak Pemkab Ngawi akan melajutkan vaksinasi kepada masyarakat usia lanjut.

" Setelah para pekerja tim vaksinator akan melanjutkan pada lansia dan pralansia juga umum,"tambahnya.

Program vaksinasi akan difasilitasi atau dilayani di tiap-tiap puskesmas di seluruh wilayah Kabupaten Ngawi.

"Untuk selanjutnya suntik vaksin sudah difasilitasi di tiap-tiap puskesmas," Tegasnya.

Sementara Polres Ngawi gencar melaksanakan operasi yustisi selama masa PPKM Darurat, 3-20 Juli 2021.Operasi yustisi juga melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta Kodim 0805.Operasi yustisi dilakukan agar masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan demi mencegah dan memutus rantai penularan Covid-19.

“Kami masih menemukan beberapa warung buka melebihi waktu dan tetap melayani makan di tempat,” ungkap Kapolres Ngawi, AKBP I Wayan Winaya.

Beberapa warung angkringan dan warung tenda yang melanggar aturan, diberikan sosialisasi tentang pentingnya penerapan prokes serta mematuhi aturan PPKM darurat. Petugas gabungan juga mengingatkan bahwa suksesnya PPKM darurat tergantung juga pada kerjasama dan kedisiplinan masyarakat.Sanksi tegas dilakukan berupa penyitaan tenda warung. Ada 10 warung yang terkena sanksi seperti itu, diantaranya warung di Jl. Basuki Rahmat, di Karangasri dan Kartoharjo.Pedagang juga diberikan surat tanda terima penyitaan dan di warungnya pun ditempel stiker tentang himbauan tata cara berdagang di masa PPKM Darurat. (Ard)

BAHANAFM,NGAWI –  Mulai hari ini percepatan program vaksinasi Covid-19 untuk anak-anak digelar,  dengan penerima kali pertama keluarga Kodim 0805 Ngawi dalam program serbuan vaksin.  Kegiatan tersebut  terasa berbeda  pasalnya dipantau langsung Irdam V/Brawijaya, Brigjen TNI Arie Subekti di dampingi Letkol Arh Hany Mahmudi/ Kasrem 081/DsJ, dan letkol Inf Totok Prio Kismanto/Dandim 0805 Ngawi. 

Kegiatan serbuan Vaksin di wilayah kodim 0805 Ngawi, dilaksanakan di polkes 05.09.01 yang bertempat di jalan Dr. Wahidin Kecamatan Ngawi.  Irdam V/Brawijaya, Brigjen TNI Arie Subekti mengatakan, pihaknya telah melihat langsung pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 yang digelar secara serentak oleh Kodim 0805 Ngawi. Dengan harapan vaksin yang diawali oleh keluarga TNI ini menjadi contoh kedepannya untuk anak-anak khalayak umum, di gelar  yang pada 21-23 Juli mendatang dengan target 2000 penerima.


"Percepatan ini sebagai langkah pemerintah untuk mencegah paparan Covid-19, terlebih lagi untuk anak-anak di usia 12 hingga 18 tahun,"ungkap Arie Subekti, saat melaksankan inspeksi PPKM Mikro Darurat di Kabupaten Ngawi. Kamis (15/7/2021).

Ditambahkan oleh Arie Subekti, kegiatan program Serbuan Vaksinasi akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan . Begitu ada bahan vaksin maka akan langsung dilaksanakan vaksinasi ke masyarakat, Keluarga TNI sudah melaksanakan kemarin dan diharapkan serbuan vaksin selanjutnya akan diterima oleh lainnya. Pihaknya  berharap, ketersediaan vaksin dari pemerintah pusat cukup untuk melakukan vaksinasi kepada masyarakat hingga selesai.

"Kita siap membantu pemerintah, vaksin datang akan diteruskan kepada penerima ,"tambah Arie Subekti.

Usai melaksanakan inspeksi di polkes rombongan Irdam melanjutkan giat guna pemantuan operasi Yustisi di kantor dinas sosial serta pos check point penyekatan exit tol Ngawi. Irdam V Brawijaya tegas pihaknya mengaku apreasiasi dengan pelaksanaan protokol kesehatan di Kabupaten Ngawi, untuk petugas juga melakukan penegakan dengan cara humanis.

“Semoga dengan pelaksanaan apa yang dilakukan pemerintah selama ini, kita terbebas dari penyakit pandemi dan melakukan aktifitas seperti sedia kala,”tegasnya. (ard)

BAHANAFM,NGAWI - Dengan alasan memperbaiki kesejahteraan warga Ngawi dan mendekati persiapan perayaan Hari Raya Idul Adha, pasar hewan yang berada di Desa Kandangan, Kecamatan Ngawi masih di buka kendati Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Darurat.
Diungkapkan oleh salah satu pedagang sapi asal Desa Glodok Magetan, Sugeng menjelaskan hari ini cukup ramai bila dibandingkan dengan pasaran pasar hewan sebelumnya. Banyak para pembeli dari luar Ngawi yang melakukan transaksi, menurutnya karena mendekati bulan besar umat islam sekaligus hanya pasar hewan ini yang buka sehingga banyak warga dan pembeli mencari kebutuhan hewan qurban.
“ Banyak pembeli yang berasal dari luar daerah, bahkan tadi pembeli asal Sragen membeli sampai 30 sapi dari pasar hewan Ngawi ini,”ungkap Sugeng. Rabu(14/07/2021)
Dari pantauan kami dilapangan pagi tadi, pasar hewan hanya di padati oleh mereka penjual sapi dan kambing hewan qur ban. Penjual lapak yang biasanya memadati eks pasar hewan Desa Kandangan, hingga tutup pasar aktifitas mereka tidak terlihat. Namun sayang, hanya sedikit para penjual dan pembeli melaksanakan protokol kesehatan kendati diberikan kelonggaran melakukan transaksi.
“ Walaupun sudah melakukan prokes, tapi banyak pula yang mengindahkan,” Tambahnya.
Sugeng menegaskan pihaknya menyanyangkan kepada pihak petugas, pasalnya hingga kini tidak melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap hewan ternak yang di jual di pasar ini. Sehingga para pembeli sendiri yang melakukan pemeriksaan, sebelum transaksi terjadi.
“Dari saya jualan dulu hingga sekarang belum pernah petugas memeriksa hewan yang dijual,” Tegasnya.
Pihaknya menyayangkan, kepada warga yang masih percaya dengan penjualan hewan qurban secara online. Dengan alasan tidak bisa mengetahui hewan secara langsung, terkadang penjual melakukan pembohongan dengan cara efek kamera.
“ Jangan percaya penjual online, karena seringkali pembeli kecewa karena barang tidak sesuai dengan foto,”tambahnya. (ard)

BAHANAFM,NGAWI- Penambahan jumlah pasien Covid -19 Kabupaten Ngawi, cukup membuat miris warganya. Bagaimana tidak warga Ngawi, setiap jamnya mendengarkan raungan suara sirine ambulan yang silih berganti, kadang membawa pasien terkadang pula membawa pasien yang sudah tidak bernyawa. Mendasar hal tersebut Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko melakukan inspeksi mendadak (sidak) di RSUD dr Soeroto Ngawi, guna mengetahui secara langsung penanganan pelayanan kesehatan.

Wakil Bupati Ngawi menambahkan  dalam penanganan pandemi Covid-19, Pemkab Ngawi saat ini tengah fokus  dalam mempersiapkan penyediaan bed tambahan untuk rumah sakit rujukan.

“ Ada 3 sarana kesehatan dan RS lapangan yang diantaranya RSUD dr Soeroto Ngawi, RS Widodo, RS At-Tin, dan RS Lapangan ATP Ngrambe, itu yang kita siapkan untuk penanganan pasien Covid-19 di Kabupaten Ngawi,”ungkap Mas Antok kepada awak media,Sabtu (10/7/21).

Mas Antok demikian panggilan akrab Wakil Bupati Ngawi menjelaskan, hingga hari ini tingkat Bed Occupancy Rate (BOR) dari berbagai rumah sakit rujukan pasien Covid-19 masih dinyatakan aman.

“Akumulasi dari RS rujukan, masih ada 167 bed tersedia, dan di RS lapangan masih 53 persen untuk isolasi dan ICU 60 persen,” terang Mas Antok.

Meskipun BOR di Kabupaten Ngawi masih dinyatakan aman, namun Mas Antok, tetap akan disediakan tenda darurat di beberapa rumah sakit rujukan. Hal itu sebagai upaya antisipasi saat terjadi lonjakan pasien.

“Di RSUD dan RS Widodo kapasitas masing-masing 10 tempat tidur, kita tidak berharap ini (tenda darurat) akan digunakan, tapi sebagai bentuk antisipasi, langkah kuratif harus kita siapkan,” kata Ketua DPC PDI Perjuangan Ngawi ini.

Tenda darurat ini akan dioperasikan saat layanan IGD penuh. Sehingga pasien konfirmasi Covid-19 bisa ditangani di tenda darurat.

“Penampungan untuk pasien masih aman tidak ada yang perlu dikawatirkan,” terangnya.

Kedatangan Mas Antok ke sarana kesehatan tersebut sekaligus memberikan bantuan APD untuk petugas kesehatan, yang nantinya bisa di pergunakan untuk mencegah paparan Covid -19.

“Petugas kesehatan sangat rentan dengan paparan Covid-19, sehingga APD harus terus dilakukan upgrade atau perganti apabila sudah dipergunakan,”tegasnya.

BAHANAFM,NGAWI-  warga Kabupaten  Ngawi tetap berdatangan ke salah satu sarana ibadah terbesar,   meski shalat Jumat berjamaah ditiadakan di masjid Baitulrahman  di Ngawi tersebut.

Peniadaan shalat berjamaah di Kabupaten Ngawi ini diumumkan dengan memasangkan banner pengumuman, didepan pintu masuk masjid Baitulrahman Ngawi.  Banner tersebut bertuliskan  sesuai surat edaran Bupati Ngawi, No 065/07.09/404.011./2021.3.2 Juli 2021, tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat darurat Covid-19, maka masjid agung Baitulrahman Ngawi ditutup sementara dari tanggal 3 hingga 20 Juli.

Banyak warga ketika hendak melaksanakan shalat Jumat berjamaah,  tampak menahan kecewanya. Sutiono salah satu warga Ngawi  mengaku kecewa dengan keputusan meniadakan ibadah berjamaah sepertihalnya shalat Jumat di masjid-masjid, termasuk Masjid Agung Baitulrahman Ngawi ini tidak dapat dilaksanakan.  Sutiono menjadi  salahsatu seorang jamaah yang ada di lokasi mengaku kecewa shalat Jumat ditiadakan. Dia pun mengkritik pemerintah daerah terlalu berlebihan perihal peniadaan sholat berjamaah. Karena menurutnya virus corona itu tidak bisa akan hilang, jadi kita harus bisa bersahabat dengan virus tersebut salah satunya mengedepankan prokes.

“Jujur saja kami kecewa, seharusnya pemerintah lebih bijak dengan memutuskan keadaan ini. Covid -19 hal itu berdasarkan dari kita sendiri asalkan kita menjaga prokes tidak akan tertular,”ungkap Sutiono.

Tak hanya itu, sejumlah warga lainnya yang tidak terima bahkan menemui panitia takmir masjid, mereka meminta shalat Jumat tetap dilaksanakan.

“Ini sudah model bagaimana, mati itu urusan Allah lagian sholat dzuhur yang dilakukan juga banyak jamaah yang ikut kenapa tidak sholat jumat saja,” tambah Sutiono. (ard)

Page 1 of 96

Joomla! Debug Console

Session

Profile Information

Memory Usage

Database Queries