Now playing

bahanafm

bahanafm

 

NGAWI - Berbagi kesenangan bisa saja dengan cara apapun, seperti halnya mbak Nuri ngajak nonton bareng anak garuda bersama anak panti asuhan Ngawi. Sedikitnya puluhan anak-anak panti asuhan Asy - Syarifah menikmati penayangan perdana anak garuda di salah satu bioskop di Ngawi, terlihat kesenangan di wajah mereka karena sangatlah jarang mendapatkan kesempatan seperti ini. Nuri Karimatunnisa pemilik komunitas enterprise HDI center mengaku senang dekat dengan mereka, berbagi dengan anak asuhan menjadi kegiatan rutinnya setiap jumat. Dengan nonton bareng anak garuda hari ini semoga tertanam pada diri mereka, bahwa dengan usaha, doa bisa mewujudkannya.

" Isi cerita anak garuda ini bagus dan inspiratif, semoga mereka anak panti setelah menonton tidak mudah menyerah dan terus semangat," Ungkapnya. Jumat (17/01/2020).

Sekertaris 2 di muslimah Fatayat Nadhatul Ulama Ngawi sekaligus dipercaya sebagai leader HDI peringkat executive diamond ini sekolah gratis SPI Malang, juga mengajak para pemuda serta pengurus panti asuhan Asy Syariah.

" Saya berharap dengan nobar ini sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri masing - masing generasi penerus untuk selalu berusaha sehingga anak terlantar dan tidak memiliki masa depan semakin berkurang," Tambahnya.


Sementara Roidatul salah satu anak panti mengaku senang dengan apa yang dilakukan oleh mbak Nuri, selain mendapatkan pengalaman baru nonton di bioskop cerita anak garuda menjadi gambarannya menatap masa depan.

" Terima kasih mbak Nuri, setelah ini saya sudah memiliki rencana - rencana yang akan saya lakukan besok," Jelas Roidatul.

Nuri Karimatunnisa mencuat di media setelah mendaftar salah satu kandidat calon wakil bupati dalam pesta pemilihan umum kepala daerah dari jalur Partai Kebangkitan Bangsa.

" Semoga dengan awal yang baik berbagi bersama anak panti usuhan membawa saya lancar memimpin Ngawi mendatang," Tegasnya. (Ard)

NGAWI – Patut di berikan apresiasi yang membanggakan untuk aksi buru sergap polres Ngawi dalam ungkap pelaku criminal yang ada diwilayah hukumnya. Selama 2 pekan ini berhasil ungkap 13 kasus dengan 16 tersangka yang berhasil di amankan oleh petugas beserta barang buktinya.
“ 16 pelaku ini dari pengungkapan petugas selama 2 pekan terakhir ini, karena kapasitas tahanan polres Ngawi terbatas 9 pelaku di titipkan polsek,” Ungkap Kapolres Ngawi AKBP Dicky Ario Yustianto, Jumat (17/01/2020).
13 kasus tersebut diantaranya 1 kasus curas 1 tersangka, pencurian 2 kasus 2 tersangka, persetubuhan 1 kasus 1 tersangka, perjudian 6 kasus 8 tersangka dan narkoba 3 kasus 4 tersangka. Dari 13 pelaku tersebut petugas mengamankan 4 kendaraan roda 2, uang tunai 8 juta, HP 8 buah, shabu 2,46 gram, pil koplo 71 butir, 3 set peralatan judi.
“ Ungkap kasus ini sebagai hasil kerja sama yang sinergis antara petugas dan masyarakat Ngawi yang menginformasikan keberadaan kriiminalitas di sekitarnya,” Tambah Kapolres Ngawi.
Dengan tertangkapnya pelaku criminalitas ini besar harapan kami sebegai petugas bisa menciptakan situasi aman dan kondusif bagii warga Ngawi. Kepada pelaku sebagaian sudah P21, dengan berkas perkara segera dilimpahkan kepada kejaksaan negeri Ngawi.
“ Terima kasih kepada warga Ngawi atas kerjasamanya, dan pelaku yang sudah selesai pemeriksaan akan segera di limpahkan ke kejaksaan negeri,” Tegas Kapolres Ngawi. (ard)

NGAWI – Memasuki musim tanam selain hama wereng, tikus menjadi pengganggu utama yang cukup merepotkan bagi petani di sawah. Bila hanya 1 atau 2 saja tidak menjadi masalah bagi petani, akantetapi tikus bentuk koloni dengan populasi yang besar hal itu mengakibatkan kerusakan sawah yang parah. Segala cara telah dilakukan oleh petani, hingga penggunaan jebakan listrik tegangan tinggipun dilakoni untuk mencegah kerusakan padi akibat tikus.
Mendasar hal itu ketua kelompok tani Desa Paron, Kecamatan Paron Ngawi Dwiyanto, menggunakan metode pengasapan menjadi alternative petani dalam mencegah tingginya populasi tikus, dengan penempatan mercon asap di mulut sarang tikus yang dikemudian di tutup. Hal ini berdampak efek luar biasa induk tikus dan anak sekaligus mati dan petani tidak perlu khawatir tersengat aliran listrik.
“ penggunaan pengasapan ini cukup sangat efektif, apabila dibandingkan dengan menggunakan listrik yang membahayakan jiwa manusia,” Ungkap Dwiyanto. Jumat (17/01/2020).
Sementara Nurhamid Kasi pembasmian hama dinas pertanian Ngawi menjelaskan mercon asap hasil percobaan lembaga penelitian pertanian penggabungan dari KNO3 dan BaCl2 apabila di bakar akan mengeluarkan asap berbau belerang ini, mampu merusak jaringan pernafasan serta syaraf tikus sehingga lebih cocok di pergunakan untuk petani.
Belerang dari asap mercon ini diharapkan bisa menekan pembasmian hama tikus dengan aliran listrik bertegangan tinggi, ditambahkan Nurhammid mercon asap ini sementara tidak diperjualbelikan dinas memberikan secara Cuma-Cuma kepada petani Ngawi.
“ Kami harapkan petani Ngawi beralih penggunaan cara dalam pembasmian hama tikus yang tidak berbahaya,” Tambah Nurhamid.
Penggunaan asap belerang dari mercon ini tengah di sosialisasikan ke desa-desa dengan menggandeng semua stakeholder, dengan harapan menghentikan jebakan tikus dengan listrik dan handset.(ard)


NGAWI - Pihak kepolisian resort Ngawi, melakukan rekonstruksi pembunuhan janda Bella Diar Ulul Azmi (24) warga Dusun Kalang, Desa Ngale, Kecamatan Paron, Ngawi. Rekrontruksi dilakukan di sejumlah lokasi dimana pelaku M. Iqbal Maulana (19) warga desa Banjar Banggi, Kecamatan Pitu, Ngawi mengakhiri hidup korban.
Rekontruksi pertama dimana pelaku dan korban ini bertemu di simpang 3 desa Banjarejo, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi, korban kali pertama bertemu setelah selama 2 pekan berkomunikasi melalui aplikasi jejaring social Hello yo. Dalam pertemuan pertama tersebut pelaku mengajak korban jalan-jalan ke alun-alun dengan menyusuri jalan desa.
“ Hari ini petugas melakukan rekonstruksi dugaan kasus pembunuhan, terdiri dari 20 adegan dari pertemuan korban dengan pelaku hingga di lokasi esekusi pembunuhan korban,” Ungkap Kasat reskrim polres Ngawi AKP M. Khoirul Hidayat. Rabu ( 15/01/2020)
Setelah bertemu korban, pelaku mengajak jalan-jalan dan singgah di salah satu rumah makan yang di peragakan di sebuah warung dekat lokasi pembunuhan. Dalam kegiatan rekrontruksi ini, pihak petugas mengerahkan lebih dari 2 peleton petugas dalmas yang di back up petugas polisi 3 sektor Pitu, Kedunggalar dan Paron.
“ Guna mengamankan giat rekonstruksi dari keluarga dan warga yang geram dengan ulah pelaku, petugas di siagakan di sekitar lokasi dengan garis pembatas yang tidak boleh di lalui warga,” Tambah Kasatrekrim polres Ngawi.
Dari hasil rekonstruksi tersebut diketahui pembekuan darah pada selaput otak, hasil optopsi pihak medis dan petugas yang terdapat di kepala belakang korban, dikarenakan kekerasan benda tumpul yang mengakibatkan korban mati lemas.
“ Korban mati lemas setelah di pukul dengan ujung kunci motor, setelah itu harta korban HP dan motor di bawa kabur oleh pelaku,” Tegasnya.
Pelaku sempat, mengelabui petugas dengan melucuti pakaian korban, M Iqbal Maulana tertangkap oleh buru sergap Polda Jatim, Polres Sidoarjo dan Polres Ngawi di salah satu jalan di wilayah Sidoarjo, berikut motor yang sempat di jual, dan sisa uang hasil penjualan motor setelah di belikan Handphone. Kepada pelaku residevis curanmor di usia masih muda, dan 3 bulan bebas dari jeruji besi lapas Ngawi ini dikenakan pasal KUHP dengan ancaman pidana lebih dari 20 tahun penjara.
“ Walau diperagakan dengan boneka, tapi saya merasakan penderitaan Bella saat dipukul oleh pelaku, saya minta kepada pihak petugas berwajib ,hokum pelaku hingga penjara seumur hidup,” Isak Yulistyarini bibi korban. (Ard )

 

NGAWI - Pagi tadi sekira pukul 09. 00 WIB warga perumahan bumi karangasri, Kecamatan Ngawi, Ngawi Kota dikejutkan dengan penemuan pria yang sudah tewas di rumahnya.

Mayat yang diperkirakan meninggal lebih dari 1 hari ini dalam keadaan sudah membengkak, oleh warga ditemukan pagi tadi setelah mencium bau tidak sedap yang berasal dari rumah korban, Kamis (09/01/2020).

Kapolsek Ngawi, AKP Khristanto Widhi N. mengatakan, saat ditemukan, jenazah sudah dalam keadaan membengkak dan membusuk. Korban dengan identitas Bambang Yulianto 50th seorang pegawai kantor kecamatan Ngawi.

Saat diselidiki, tidak ada bekas penganiayaan di tubuh korban atau pun tanda-tanda bunuh diri. Penemuan mayat ini dari hasil kecurigaan rekan korban yang tidak ke kantor sejak selasa ditambah juga korban tidak keluar dari rumah dan pintu dalam keadaan tertutup.

" Korban meninggal diduga karena sakit, untuk saat ini petugas masih melakukan outopsi guna ungkap kematian korban," Ungkap Kapolsek Ngawi kota.

Korban meninggal di atas tempat tidur, dengan posisi tengkurap kuat dugaan korban meninggal karena sakit petugas menemukan beberapa butir obat generik yang berada dekat dengan korban.

Harta benda korban yang tersimpan di rumah berada disalah satu gang RT 06/ RW 03 Kecamatan Ngawi kota itu juga dalam keadaan utuh dan tidak ada tanda-tanda pencurian dengan kekerasan.

"Kami masih menduga korban meninggal karena sakit. Selain ditemukan obat disekitar korban, harta benda korban juga masih utuh," Tambah AKP. Khristanto.

Sementara dari hasil keterangan tetangga, diketahui korban sudah lama bertempat tinggal di komplek bumi karangasri, memang sebatang kara karena tidak punya istri dan anak sementara keluarga korban di lamongan.(Ard)

NGAWI - Warga Desa Krompol, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi mendemo Kepala Desa karena dinilai tidak transparan terkait penggunaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa serta Tunjangan yang harusnya diterima oleh perangkat, Senin (06/1/20).

“Menuntut agar Eko Suprabowo (Kades) ambil sikap secara terhormat sebelum diturunkan oleh warganya sendiri. Pasalnya, kinerja pemerintahan desa asal-asalan, tidak transparansi dalam pengelolaan anggaran yang kurang jelas, serta tunjangan perangkat yang tidak di terimakan,” Ungkap Budiono, salah satu warga menyampaikan orasi di depan kantor DPMD .

Sebelumnya warga berjumlah ratusan orang ini melakukan aksi unjuk rasa di kantor kecamatan Bringin, usai menyalurkan aspirasinya dengan membawa pamflet " Pecat Lurah, Usut Tuntas Dana Desa, Jangan Makan Uang Desa menggunakan sound dengan kekuatan tinggi. Usai di kantor kecamatan Bringin, aksi unjuk rasa beralih di Dinas Pemerintahan Masyarakat Desa (DPMD) dengan menggunakan 4 kendaraan truk.

" Kami menolak kepala desa yang tidak berpihak kepada warga, kepala desa yang arogan, dan tidak transparansi," Tambah Sukarno salah satu warga Desa Krompol.


Guna menjaga kondosifitas warga, kepala DPMD Kabul Tunggul Winarno menerima perwakilan aksi, dan sekaligus melakukan mediasi dari kasus yang terjadi di Desa Krompol.

Kabul demikian panggilan akrab kepala DPMD Ngawi, akan menindaklajuti tuntutan warga dengan berkoordinasi dengan pihak inspektorat dan berlanjut ke pimpinan daerah dalam hal ini Bupati. Pasalnya menyelesaikan permasalahan desa Krompol harus dilakukan proses tahapan yang dilalui, baik secara adminitratif dan pengumpulan data keterangan (pulbaket)

" Benar kami sudah menerima tuntutan warga karena penyelesaian masalah ini membutuhkan waktu, semoga dapat selesai dengan cepat," Tegas Kabul Tunggul Winarno. (Ard)

NGAWI - Kejadian kecelakaan ini mungkin menjadi perhatian kepada anda pengguna jalan, untuk lebih mementingkan keselamatan diri serta mematuhi peraturan lalu lintas bila tidak ingin mengalami serupa dengan korban. Kejadian nahas yang terjadi siang tadi sekira pukul 13.45 Wib. Di Jalan Raya Ngawi-Maospati Km 11-12 dari Ngawi masuk Ds./Kec. Geneng Kab, Ngawi.
Bermula dari pengendara sepeda motor Honda Beat AE-5469-LA Sudarman 47 th, Desa Beran Kec./ Kabupaten Ngawi melintas dari arah utara ke selatan sedangkan dari arah berlawanan Agus Mujianto 35 th warga asal Desa Glonggong, Kec./Kabupaten Madiun melintas dari selatan ke utara memgemudikan truck box nopol W 9353 NH. Ngawi.

" Motor dari utara dan mobil box dari selatan tiba-tiba braak keras sekali, pengendara motor jatuh dan tidak bangun lagi," Ungkap Rochim warga Tepas Geneng.

Menurut keterangan saksi warga yang ada di TKP, Pengemudi Kendaraan Box bermaksud mendahului Kend R4 yang ada didepannya sehingga mengambil haluan terlalu kekanan. Karena kurang hati hatinya dan jarak sudah dekat sehingga terjadi tabrak Depan-Depan Kedua Kendaraan. Dengan kejadian tersebut mengakibatkan kerusakan pada kedua kendaraan dan korban manusia mengalami meninggal di TKP.

" Akibat kejadian tersebut pengendara sepeda motor alami luka cukup parah dan meninggal dalam perjalanan ke sarana kesehatan," Jelas Kanit Laka Polres Ngawi Ipda Sunanjar.

Guna pemeriksaan lebih lanjut, sopir truk box diamankan petugas dan jenasah korban diserahkan untuk disemayamkan. (Ard)

Ngawi- Warga Desa Krajan Utara Watualang, Kecamatan Ngawi, digegerkan dengan penemuan mayat perempuan di Sungai Bengawan Solo pagi tadi. Sabtu (04/01/2020) . korban meninggal dalam kondisi tengkurap dengan mengenakan baju warna merah, dengan warga rambut memutih perkiraan umur kurang lebih 70an.


“ Usai mendapatkan laporan warga anggotanya langsung menyisir dan melakuan evakuasi dengan dibantu tim SAR,” Ungkap Kapolsek Ngawi kota AKP Khristanto Widhi Nugroho.

Rusbianto saksi warga kali pertama mengetahui mengira korban adalah boneka, setelah di di perhatikan ternyata mayat yang kemudian di laporkan ke perangkat hingga petugas.

“ Saya hendak ke sungai, hendak buang air besar namun di kejutkan dengan mayat yang saya kira boneka, “ Jelas Rusbianto.

Kapolsek Ngawi kota menegaskan guna pemeriksaan penyidikan dan mengungkap identitas pelaku, mayat korban di simpan di kamar mayat RSUD Dr Soeroto Ngawi. Serta mengharapkan kepada warga Ngawi, apabila ada sanak saudara yang hilang untuk segera menghubungi petugas. Hal ini untuk memudahkan pengungkapan identittas korban, dan mengetahui sebab kematian korban.

“ Untuk pengusutan lebih lanjut, mayat korban kami simpan di RSUD Dr Soeroto,” Tegas Kapolsek Ngawi kota. (Ard)

Ngawi – Tragis dengan apa yang dialami oleh Aditya Fredin Hanies (26), pemuda warga Desa Bangunrejo Kidul, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, meregang nyawa setelah memecahkan kaca rumah Poniyem dalam keadaan mabuk, Sabtu (4/1/2019) dini hari.
Diungkapkan oleh Kapolsek Kedunggalar, AKP Sukisman malam kejadian pelaku yang datang ke rumah Poniyem menggunakan sepeda motor Mio nopol AE 3088 MX. Dalam keadaan mabuk, pelaku ini berteriak mencari Bendil anak pemilik rumah..
"Aditya datang sambil teriak-teriak mencari anak saya, dari baunya pelaku ini tengah mabuk berat," Ungkap Poniyem.
Jumiran suami poniyem mengaku kepada pelaku tidak mengetahui keberadaan anaknya, hal ini dilakukan agar pelaku pergi dari rumahnya. untuk menjawab pertanyaan pelaku agar dapat mengusir Aditya.
Namun itu membuat pelaku marah karena yang dicari tidak ada kemudian memukul kaca jendela rumah dengan tangan kanan hingga pecah. Namun nahas pecahan kaca yang di pukul pelaku, mengenai lengan kanan tepat pada pembuluh darah arteri dan vena.
"Seperti teriris dan mengeluarkan banyak darah," Jelas Kapolsek Kedunggalar.
Usai kejadian pelaku yang pulang dengan posisi terluka dan mendorong motornya berjalan kaki tapi berulang kali jatuh dan akhirnya tidak bangun lagi.
"Akibat luka yang cukup parah, pelaku yang awalnya di Puskesmas Kedunggalar kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Ngawi. Tapi meninggal dunia dalam perawatan akibat kehilangan banyak darah," Tambahnya.
Akibat kejadian ini kedua belah pihak keluarga menganggap kejadian sebagai musibah dan tidak mempanjang kejadian yang menimpa Aditya. (ard)

NGAWI - Informasi terkini dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hingga 5 Januari massa udara basah dilapisan rendah yang masih terkonsentrasi di wilayah Jawa Timur, dan hingga akhir bulan februari surah hujan masih di informasikan tinggi. Hal ini membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Ngawi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terlebih lagi Ngawi pernah mengalami banjir bandang 2007 silam.
“ Memang curah hujan diNgawi dan sekitarnya cukup tinggi dan ini akan menjadi perhatian kita semua agar 2007 silam tidak terulang kembali,” Ungkap Bupati Ngawi Sabtu (04/01/2020)
Hingga saat ini pemkab Ngawi telah menerjunkan relawan yang di tempatkan di kantung-kantong sering terjadi banjir, guna memprioritaskan penyalauran bantuan dan evakuasi korban apabila terjadi banjir atau luapan bengawan Madiun dan Solo.
“ Kita (pemkab Ngawi) sudah melatih relawan dan tim SAR di berbagai kecamatan yang sewaktu-waktu siap terjun memberikan pertolongan dan penyaluran bantuan,” Tambahnya
Sementara kewaspadaan dari Bupati Ngawi di tindak lanjuti oleh BPBD Ngawi dengan dengan menempatkan 29 perahu dan genset di daerah dengan tingkat kerawanan banjir di Kabupaten Ngawi. Secara terpisah diungkapkan oleh Teguh Puryadi selaku Kabid kedaruratan BPBD Ngawi menjelaskan penempatan perahu dan genset di 26 desa ini, sebagai upaya BPBD dalam menanggulangi situasi yang tidak diinginkan, sepertihalnya bencana banjir.
“ Usai pengecekan kelengkapan perahu langsung kami tempatkan di desa-desa yang rawan terjadinya banjir,” Jelas Teguh, Jum;at (03/01/2020).
Perahu dan genset untuk pemenuhan evakuasi korban, Tambah kasi kedaruratan BPBD Ngawi juga telah mempersiapkan dapur umum, tenda pengungsian, dan logistik bagi para pengungsi.
“Untuk logistik pihaknya sudah mempersiapkan dengan makanan siap saji,” Tambahnya.
Sementara sepertihalnya diungkapkan oleh Bupati Ngawi terkait relawan, BPBD juga telah memberikan pelatihan kepada relawan di daerah yang seringkali terjadi bencana bencana banjir.
“ Para relawan ini telah di latih dengan penanganan evakuasi korban, hingga menangani korban di posko evakuasi,” Tegasnya. (Ard)

Page 1 of 51