Now playing

bahanafm

bahanafm

NGAWI - Hari ini menjadi hari yang cukup istimewa untuk Lima bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Ngawi, pasalnya mereka dipertemukan dalam satu tempat secara bersama-sama melaksanakan tahapan fit end propertest oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Partai bersimbol bola dunia dengan 9 bintang beralamat di Jalan Raden Saleh Raya No. 09, Jakarta Pusat. Moment ini nampaknya tidak hanya di ikuti oleh Kandidat Calon Bupati dan Wakil Bupati Ngawi, namun seluruh Indonesia yang melaksanakan pilkada dari jalur PKB. Jumat (06/03/2020)
Mereka diantaranya Agus Muhamad Fatoni (Atonk) milineal muda, Jumirin pengusaha, Nuri Karimatunnisa keponakan Gus Dur, Ony Anwar dan Dwi Rianto Jatmiko pasangan yang di berangkatkan dari PDI P.
Melalui sambungan telekomunikasi Nuri Karimatunnisa menjelaskan untung saja pelaksanaan tahapan fit end propertest ini seusai dari ibadahnya umroh, kalau saja maju 1 minggu jelas tidak bisa mengikuti test ini.
“ Saya baru pulang kemarin dari Tanah Suci baru sampai Jakarta mendapatkan pemberitahuan langsung datang ke DPP PKB,” Ungkap Nuri demikian panggilan akrabnya.
Sementara Khoirul Anam Mukmin selaku ketua DPC PKB Ngawi menjelaskan test kelayakan dan kepatutan bakal calon kepala daerag dan wakil kepala daerah dalam pilkada 2020 ini, sebenarnya akan diikuti oleh 10 nama yang sudah dinyatakan lolos uji verifikasi administrasi dari tingkat daerah hingga propinsi. Hingga waktu yang sudah di tentukan oleh pihak panitia seleksi 5 orang dinyatakan masuk test sedangkan 5 orang dinyatakan gugur.
“ Hanya lima orang yang hadir hari ini akan mengikuti test pihak pansel DPP PKB,” Tambah Anam demikian panggilan akrab ketua DPCPKB Ngawi yang juga menjabat wakil ketua DPRD.
Sementara Antok bakal calon wakil bupati pasangan Ony Anwar menegaskan semua partai yang memiliki keterwakilan anggota dewan maupun tidak tetap akan di jalin. Silahturami dengan petinggi partai dan tokohnya akan pihaknya bangun agar sinergy dari berbagai elemen partai serta komunitas guna memperkuat dukungan dalam pilkada mendatang.
“ Kami akan memasuki semua partai di Ngawi agar sinergi dengan misi dan visi guna memperkuat basis dukungan,” Tegas Antok yang juga menjabat ketua DPRD Ngawi ini.
Sementara dari informasi yang kami himpun dari para kandidat rekomendasi PKB akan turun pada akhir bulan maret mendatang. (ard)

NGAWI – Kepolisian Resort Ngawi (Polres) terus melakukan berbagai upaya dalam rangka meningkatkan kepercayaan public kepada polisi. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Polri adalah dengan membangun zona integritas (ZI) terhadap seluruh unit kerjanya menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Hal tersebut di wujudkan oleh polres Ngawi dengan pengembalian barang bukti hasil kejahatan kepada pemiliknya karena setelah pengungkapan pencurian sepeda motor di Ngawi.
“ Hal ini sebagai bukti polres Ngawi mewujukan zona integritas diawalu dengan pengembalian barang bukti hasil kejahatan yang kasusnya berhasil diungkap oleh jajaran kami,” Ungkap Kapolres Ngawi.
Seperti diberitakan sebelumnya, petugas berhasil menyita 10 unit sepeda motor hasil pencurian dari rumah pelaku dan juga para penadah yang sebelumnya berhasil di gadai oleh pelaku. Pengungkapan kasus pencurian dengan pemberatan ini kemudian di rilis di mapolres Ngawi. Dalam kasus tersebut petugas berhasil mengamankan 2 orang pelaku yakni Dony Agus Riyanto 22 tahun warga asal Karangjati dan Rofiq 20 tahun warga asal Bringin yang keduanya berstatus warga Ngawi.
Setelah release, Kapolres Ngawi menyerahkan 1 unit kendaran scopy kepada pemiliknya, yakni Bagus Sugiarto warga asal Dusun Ketanggi kidul Desa Kartoharjo Ngawi.
“ Setelah di lacak kebetulan ada pemiliknya karena pernah melapor hilang, kami hubungi dan kami kembalikan kepada pemiliknya,” Tambah Kapolres Ngawi.
Hilangnya kendaraan sudah 1 bulan lebih di saat usai dikendarai oleh istri mengantar putrinya les, motor yang diparkir di teras rumah tiba-tiba tidak ada ditempatnya. Kepada petugas korban melapor kendaraan scoopy ini sudah di ganti plat nopolnya namun ia tidak lupa dengan bekas jatuh yang terdapat disalah satu bagian motornya.
Kepada petugas dan Kapolres Ngawi Bagus mengucapkan terima kasih atas kembalinya motor yang sudah dianggapnya hilang, sehingga sepeda motor kami bisa kembali.
“ Terima kasih kepada kapolres dan jajaran polres Ngawi motor bisa kembali kepada kami tanpa di pungut biaya,” tegas Bagus.
(Ard)

NGAWI – Spesialis pencuri kendaraan bermotor (Curanmor) antar propinsi berusaha kabur saat pengembangan kasus pencurian dihadiahi timah panas oleh petugas.
“ Karena berusaha hendak melarikan diri, pelaku kami berikan tindakan tegas dan terukur sehingga anggota polres Ngawi terpaksa menembak kaki dari pelaku, “ Ungkap Kapolres Ngawi AKBP Dicky Ario Yustianto.Selasa (03/03/2020)
Dijelaskan oleh Kapolres Ngawi saat pres release yang di gelar di mapolres pengungkapan kasus ini berawal dari motor scoopy AE 4656 VJ salah satu korban pencurian di gadaikan kepada rekan korban. Setelah petugas mendapati laporan dari warga dan sekaligus korban menindaklanjuti dengan penangkapan Dony Agus Riyanto 22 tahun warga asal Dusun Bangon, Kecamatan Karangjati Ngawi. Disaat pengembangan dengan menunjukkan 5 orang pelaku lainnya Dony yang bertugas sebagai pengemudi kendaraan xenia nopol AE 1702 EV dihadiahi timah panas. Sebelum menunjukkan komplotan yang lain yakni berjumlah 6 orang, petugas berhasil menangkap Rofiq D Mahmuda 20 tahun asal Desa Sumberbening, Kecamatan Bringin, Ngawi
“ Untuk sementara baru 2 orang yang kami tangkap, 4 orang masih DPO dengan identitas yang sudah kami ketahui,” Tambah Kapolres Ngawi.
Dony kepada media menjelaskan hanya berselang waktu 3 bulan sudah 27 kali melakukan operasi tersebut, sepertihalnya di Madiun kota 1 TKP , Kabupaten Madiun 3 TKP, Magetan 1 TKP, Pacitan 8 TKP, Ponorogo 7 TKP, Nganjuk 1 TKP, Wonogiri 3 TKP, Karangayar 1 TKP, Sragen 1 TKP dan Ngawi 1 TKP. Tugas dari keenam pelaku sudah teroganisir dalam setiap pencurian kendaraan, 1 mobil berisi 4 orang , 3 orang bertugas mengintai situasi sekaligus mengangkut kendaraan masuk kedalam ruang penumpang mobil. Setelah berhasil dengan hasil jarahannya motor di gadai dengan nominal 2,5 juta yang hasilnya dibagi rata sesuai dengan kesepakatan.
“ Kami sudah punya tugas masing-masing, setelah berhasil menjarah langsung kami gadai melalui medsos yang hasilnya di bagi rata,” Jelas Dony sambil meringis menahan sakit di bagian kaki karena bekas sarang timah panas petugas.
Usai dari pemeriksaan petugas kepada pelaku kendaraan yang masih berjumlah 10 unit berhasil diamankan petugas ini akan di serahkan sesuai locus delety pelaku ini melakukan aksi pencurian. Kepada pelaku akan di ganjar pelanggaran pasal 363 KUHP subsider pasal 362 tentang pencurian dengan pemberatan dengan hukuman pidana penjara selama lebih dari 7 tahun.
“ Kami akan berkoordinasi dengan polres jajaran dimana pelaku melakukan aksinya, dan kepada pelaku akan di kenakan pasal berlapis dengan pidana penjara lebih dari 7 tahun,” Tegas Kapolres Ngawi.(Ard)

NGAWI – Kendati partai bersimbol pohon beringin belum resmi membuka pendaftaran atau penjaringan calon kepala kepala daerah dan wakil kepala daerah Ngawi, Jumirin menyerahkan berkas permohonan dukungan sebagai calon Bupati melalui partai Golkar.
Ditemui usai menyerahkan berkas kepada staf partai golkar Ngawi yang memiliki keterwakilan anggota DPRD 5 kursi tersebut, Jumirin memiliki kenyakinan apabila partai membuka penjaringan pihaknya sudah jemput bola dengan menyerahkan berkas terlebih dahulu. Apabila partai tidak membuka penjaringan pihaknya mengharapkan kepada anggota dewan daerah partai Golkar untuk mengusung namanya ke DPD Golkar Propinsi Jawa Timur.
“ Pertama saya silahturahmi yang kedua menyampaikan tujuan saya untuk mencalonkan diri sebagai calon Bupati untuk dapat di jembatani ke DPD propinsi hingga DPP Partai Golkar, “ Ungkap Jumirin.
Golkar sendiri hingga memasuki tahapan Pilkada Kabupaten Ngawi 2020, belum melakukan penjaringan secara terbuka. Namun hal itu tidak menyurutkan semangat Jumirin untuk membuka peluang dirinya mancung sebagai calon Bupati dari berbagai pintu.
“ Kalau memang DPD Golkar Ngawi tidak membuka penjaringan didaerah, saya bisa melakukan pendaftaran di propinsi dan pusat , setidaknya saya sudah menempuh alur atau mekanisme pendaftaran daerah ,” Tambahnya.
Ditegaskan oleh Jumirin, beberapa petinggi partai sudah ditemui dengan bersedia memberikan dukungan, bahkan mereka memberikan saran agar mendaftar ke partai yang ada di Ngawi apabila membuka penjaringan.
“ Petinggi partai yang sudah masuk memberikan kontribusi dan dukungan sengaja kami rahasiakan terlebih dahulu, saya optimis maju pilkada Ngawi tetap melalui jalur partai,” Tegasnya.
Sementara petinggi DPD Golkar Ngawi Suci Sugiharti saat jumirin menyambangi kantor yang di dominasi cat dinding berwarna kuning ini tidak ada di tempat, tengah diluar kota. (Ard)

NGAWI – Kepala Dinas Kesehatan Ngawi Yudono mengungkapkan sejumlah 20 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Ngawi pasca observasi di Natuna, telah dinyatakan negative dari corana virus.
Menurut Yudono, warga yang sudah di observasi dan diperbolehkan pulang ke daerah masing-masing ini dalam penanganan pihak petugas kesehatan dan perkembangan kesehatan para pahlawan devisa tersebut dalam pantuan pihak puskesmas.
“ (Kami) telah melakukan koordinasi dengan pihak Pusat Kesehatan Masyarakat /puskesmas, ditempat tinggal mereka masing – masing agar kiranya perkembangan penyakit pasca observasi Natuna terus berkelanjutan,” Ungkap Kadinkes Yudono, Selasa (03/02/2020)
Ditambahkan oleh kepala dinas kesehatan Ngawi, hingga saat ini 20 TKI/TKW ini dalam keadaan sehat, tidak ada yang perlu di kawatirkan dengan penularan corona.
Dari hasil laporan pihak Puskesmas, 20 orang tersebut tidak ada yang mengarah pada potensi virus corana sepertihalnya panas, gangguan pernafasan atau influenza.
“ Selain didatangi ke rumah masing-masing mantan pasien corana tersebut juga wajib melakukan control kesehatan dengan jadwal yang telah di tentukan,” Tambahnya.
Guna mencegah corona virus Kadinkes Ngawi menegaskan untuk selalu menjaga personal higiens, menjaga untuk tidak obesitas, mencegah sering berkumpul dengan banyak orang, dan luangkan waktu 5-10 menit untuk berolahraga, serta perlu diingat jangan sering mengusap muka dengan tangan yang belum bersih.
“ Corona atau coronavirus di sebabkan oleh keluarga besar virus yang menyebabkan flu biasa, apabila daya tahan tubuh kita kuat dan sejak dini mengerti pola hidup sehat akan terjauhkan dari penyakit yang mempunyai perkembangan leboh parag dari MERS dan SARS,” Tegas Kadinkes Ngawi. (Ard)

Ngawi – Kembali terjadi warga Ngawi nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri karena alasan depresi. Pihak petugas sendiri mencatat sedikitnya ada 5 warga Ngawi sejak awal bulan tahun ini, yakni selama januari – Februari. Mayoritas pelaku nekat mengakhiri hidupnya dengan alasan depresi.
“ Dengan adanya kasus bunuh diri di Gemarang ini menambah jumlah warga yang nekat akhiri hidupnya karena depresi,” Jelas Kasubag Humas polres Ngawi AKP Parasito. Senin (02/03/2020)
Para pelaku gantung diri ini adalah mereka dengan batas usia non produktif 50 – 80 tahun, motifnya sendiri depresi akibat kebutuhan ekonomi, dan depresi karena penyakit menahun tidak kunjung sembuh.
Sementara Suyatno 70th warga asal Dusun Recobanteng, Desa Wonorejo Kedunggalar Ngawi ditemukan meninggal oleh sodaranya dengan cara gantung diri dalam rumah. Diungkapkan oleh Kapolsek Kedunggalar AKP Sukisman menjelaskan kejadian tersebut bermula dari sodara korban dengan identitas Sigit Pujilaksono 18th mencari korban. Setelah memasuki rumah korban mencium bau pestisida yang cukup menyengat, setelah di cek di dalam kamar korban dikejutkan dengan korban yang sudah meninggal karena gantung diri.
“ Sekitar pukul 08.00 WIB saksi Sigit hendak mencari korban, ternyata didapati di dalam kamar korban dalam keadaan meninggal,” Jelas AKP Sukisman.
Dari hasil keterangan pihak keluarga korban dan saksi seringkali menyendiri, penyebab Suyatno bunuh diri di duga dikarenakan depresi. Sementara pihak kesehatan puskesmas Gemarang dan pemeriksaan pihak petugas polsek Kedunggalar kematian korban murni akibat bunuh diri hal ini dikuatkan dari tanda-tanda gantung diri telah terpenuhi.
“ Pihak keluarga menerima kematian korban sebagai musibah, dan jenasah korban langsung di semanyamkan di TPU desa setempat,” Tegas Kapolsek Kedunggalar(ard)

 

NGAWI - Hari Rabu (19/02/2020) menjadi hari yang spesial untuk salah satu narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ngawi, pasalnya Setiawan Hadi Putra (36) narapidana teroris bisa menghirup udara diluar jeruji karena dinyatakan bebas murni.

Diungkapkan oleh Pelaksana Harian Kepala Lapas Kelas II B Ngawi, Darianto menjelaskan, Setiawan Hadi Putra bebas setelah menjalani hukuman selama 2 tahun 8 bulan di Lapas Kelas II B Ngawi. Selama menjalani hukuman pidana penjara, Setiawan koperatif dengan sesama narapidana dan juga petugas yang menjadi pembinanya.

" Setiawan sendiri tidak ada catatan yang menonjol dan bersikap koperatif selama menjalani hukuman pidana penjara," Ungkap Pelaksana Harian Lapas IIB Ngawi.

Setiawan Hadi Putra sebelum dipindahkan ke Lapas IIB Ngawi sejak 11 Juli 2017. Bapak dengan 2 orang anak warga asal Nusa Tenggara Barat telah menjalani pidana penjara di Rutan Klas 1 Jakarta Pusat Mako Brimob Kelapa Dua Depok pada 19 Februari 2016. Setiawan menjalani hukuman pidana penjara setelah dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Negeri Jakarta Timur tertanggal 13 Desember 2016.

" Sebelum dilayar ke Lapas IIB Ngawi, Setiawan sebelumnya menjalani pidana penjara di Mako Brimob Jakarta," Tambahnya

Disayangkan oleh Irphan, selama menjalani masa hukumanya di Lapas Ngawi Setiawan koorperatif dengan warga binaan dan petugas dan tidak ada catatan menonjol seperti halnya membuat kerusuhan dan berkelahi dengan teman sekamar. Namun acapkali Lapas melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan penanaman nasionalisme yakni upacara bendera Setiawan Hadi hampir tidak pernah menjadi peserta upacara.

“Cukup disayangkan walaupun kami berusaha memberikan pengertian kepadanya tetap kukuh dengan pedoman dan prinsipnya,” Jelas Irphan Dwi Sanjodjo selaku kepala bidang Humas Lapas Kelas II B Ngawi.

Irphan menjelaskan untuk kalancaran dan keamanan napiter menuju Kelurahan Penatoi Kecamatan Mpunda Kota Bima Nusa Tenggara Barat sebagai tempat tinggal Setiawan, pihak Lapas klas II B bekerjasama dengan petugas berwajib dalam hal ini Polres dan TNI AD untuk membawa secara bertahap sampai di tujuan.

“Untuk pengawalan Setiawan kami mempercayakan kepada pihak berwajib, hingga bandara internasional Juanda Surabaya,” Tegasnya.(Ard

NGAWI - Bencana angin putting beliung setelah sekian lama Ngawi tidak mengalaminya, kembali hari ini melanda Senin (17/02/2020) kecamatan Paron sekitar pukul 15.00 wib 10 rumah warga menjadi korban keganasannya.
Angin berhembus dengan kecepatan lebih dari 75 km/jam menerjang kecamatan Paron Ngawi, tepatnya di Dusun Cerme, Desa Gentong. Herry Kuncoro tim pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi, menjelaskan dari pemantoan tim di lapangan bencana angin putting beliung tidak mengakibatkan korban jiwa hanya materi dari rumah warga.
“ 10 rumah, 1 rumah roboh, 2 rumah tertimpa pohon jati dan 7 rumah di laporkan dengan kerusakan ringan hingga berat karena genteng dan atap seng diterbangkan angin,” Ungkap Herry Kuncoro.
Diinformasikan hujan deras dengan di sertai angin terjadi sekitar pukul 14.30 WIB, angin kencang berhembus dari selatan dan menerjang rumah warga.
“ Rumah milik Siti Fathonah, dengan kerugian mencapai 30 juta rupiah,” Jelas Iptu Suyitno Kapolsek Paron Ngawi.
Sedangkan rumah milik Kholis Setiawan 37th dan Nurrohman 53th masing-masing alami kerugian capai 10 juta lebih akibat bagian rumahnya tertimpa pohon jati berumur puluhan tahun. Sementara untuk akses jalan yang awalnya tertutup karena banyaknya pohon tumbang dan ranting, oleh tim relawan BPBD dibantu anggota polsek paron dan Koramil melakukan evakuasi dan gotong royong.
“ Evakuasi berjalan dengan lancar, sebagai bentuk sinergitas para petugas dengan warga.” Tegas Kapten Inf Kasi. (ard)

NGAWI – Ratusan atlit liga Jatim seri pertama paralayang di selenggarakan di puncak gunung Gede Desa Wonosari, Sine Ngawi di warnai dengan cuaca buruk, pada akhirnya giat harus di tunda esok harinya. Diungkapkan oleh Thomas salah satu juri Nasional olahraga paralayang, event yang dilaksaksanakan selama 3 hari dimulai sejak jum at 14-16 Februari 2020 harus di tunda karena cuaca yang tidak mendukung.
“ Kami tidak ingin ada yang mengalami kecelakaan atau cidera akibat tidak didukung dengan cuaca yang baik, sehingga kami tunda hingga esok dengan lebih awal kegiatannya,” Jelas Thomas.
Festival paralayang yang diikuti oleh 109 peserta ini berasal dari berbagai daerah Jawa Timur, Jawa Tengah bahkan atlit dari papua dan Jakarta ikut dalam registrasi peserta, untuk merebutkan piala Bupati Ngawi katergori Junior hingga Senior Putra dan Putri serta tambahan klas siswa. Mengapa cuaca menjadi factor utama, karena pengumpulan skor sendiri dari tugas yang diberikan selama terbang serta ketepatan mendarat di titik landasan. Bila cuaca tidak mendukung, arah angin terkadang akan tidak menentu sehingga atilt paragliding menjadi tidak konsentrasi hal ini memicu kecelakaan.
“ Selain tugas terbang, ketepatan titik darat landasan menjadi point tersendiri, namun apabila cuaca dengan awan yang menghitam ini akan membuat konsentrasi atilt berkurang,” Tambahnya.
Lanjut Thomas giat festival olaraga paralayang yang di gelar di Gunung Gede Wonosari Sine Ngawi, selain mencetak atlit paralayang, pemkab Ngawi melalui Dinas Pemuda dan OIah raga (Dispora) bertujuan dalam mempromosikan desa wisata yang terdapat di sekitaran desa Wonosari.
“ Tidak hanya sport saja, selain mencetak atlit paradigling local juga meningkatkan kunjungan wisata yang berada di sekitar area festival paralayang,” Jelasnya.
Sementara setali tiga uang Ony Anwar selaku wakil Bupati Ngawi usai melakukan pembukaan giat kejuaraan paralayang liga pertama jatim berharap kepada atlit berlaga dengan sungguh – sungguh dengan torehan prestasi membanggakan, harapan kedua dengan kegiatan ini bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan local dan domestic bahkan luar negeri.
“ Semoga dengan giat festival paralayang ini atlit local dapat terbentuk, serta para wisatawan baik dalam dan luar negeri dapat menikmati keindahan wisata alam yang kami suguhkan di sekitar lokasi,” Tegas Wakil Bupati Ngawi. (Ard)

Ngawi – Nekat memang dengan apa yang dilakukan oleh satu warga asal Desa Gedangan Kelurahan Nangsri Kecamatan kebakkramat Kabupaten Karangayar Jawa Tengah, untuk bergaya di depan teman dan keluarga pelaku dengan identitas Pariyo 43th nekat membawa kabur kendaraan warga Ngawi .
“ Kendaraan korban di tinggal di teras rumah dengan kunci kontak masih di dasbor motor,” Ungkap Kasat reskrim polres Ngawi AKP M. Khoirul.
Kejadian yang terjadi pada 11 Februari lalu ini bermula dari korban Indra Wijaya 19th warga asal Banyuasin Karangayar menitipkan kendaraan jenis Honda beat nopol AD 5846 BAE, di kediaman Sunardi sekitar pukul 04.00 WIB. Sunardi baru mengetahui kendaraan raib, di saat Indra menanyakan kendaraanya sekitar pukul 23.00 WIB.
“ Korban menaruh kendaraan di teras rumahnya disaat tertidur, dan mengetahui kendaraannya raib saat hendak mengambil kendaraannya,” Tambah Kasat rekrim polres Ngawi.
Mengalami pencurian kendaraan bermotor, korban melaporkan kepada polsek setempat, yang kemudian di tindak lanjuti dengan pemeriksaan saksi dan penyidikan dari pengembangan puldaket. Dugan petugas kepada salah satu pekerja bangunan yang kost di rumah Sunardi tiba-tiba menghilang tidak ada kabar.
“ Setelah melakukan pengecekan dirumah pelaku, petugas menemukan kendaraan korban,” Tegas kasat rekrim polres Ngawi.
Pelaku di tangkap di kediamannya tanpa melakukan perlawanan dan mengaku telah mencuri karena keterbatasan ekonomi tidak bisa membeli motor,Honda beat yang di pake pelaku hanya untuk bergaya. Kepada pelaku diancam pidana penjara selama lebih dari 5 tahun sesuai dengan pasal pelanggaran 363 KUHP tentang pencurian dimalam hari.
“ Tidak akan saya jual motor curian ini hanya untuk bergaya karena tidak sanggup membeli,” Ungap pelaku.(ard)

Page 1 of 53