Now playing

bahanafm

bahanafm

BAHANAFM, NGAWI - Setelah ditunggu-tunggu Gubernur Jawa Timur pada akhirnya menggelar pelantikan Bupati dan Wakil Bupati hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 9 Desember 2020, besok di gedung negara Grahadi Surabaya, Bupati dan Wakil Bupati Ngawi masuk shif pertama. Diungkapkan oleh Roy Rozano selaku Kabag Administrasi Pemerintahan Umum Pemerintah Kabupaten Ngawi sesuai dengan Surat Edaran (SE) Kementerian Dalam Negeri, melalui Dirjen Otonomi Daerah (Otda), dimana sebelumnya rencana pelantikan Kepala Daerah hasil Pilkada 2020 dilaksanakan secara virtual, namun melihat dinamika, Dirjen Otda menginstruksikan dan menyepakati jika format baku yang akan digunakan dalam pelantikan Kepala Daerah  melalui hybird.
Pelantikan hybrid ini sendiri adalah, bahwa yang mengikuti pelantikan secara langsung adalah hanya Kepala dan Wakil Kepala Daerah Terpilih beserta pasangan. Sedangkan, tamu undangan lainnya bisa mengikuti prosesi acara pelantikan secara virtual dari  daerahnya masing-masing.

" Besok pelantikan secara hybrid, yang datang ke Grahadi Surabaya hanya Bupati dan Wakil Bupati terpilih beserta pasangan tidak ada yang lain," Ungkap Roy Rozano Kabag Administrasi Umum Pemkab Ngawi. Kamis (26/02/2021)
Mendasar pelantikan tidak bisa dihadiri secara langsung pemkab Ngawi, plh Bupati Ngawi M. Sodig Tri W. menginstruksikan kepada perangkat OPD dari Kecamatan hingga Desa menggelar via zoom. Guna menjaga protokol kesehatan (prokes) setiap kegiatan zoom sebagai saksi pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih hanya di batasi 25 orang.

" Guna menjaga prokes ketat kami mewajibkan hanya 25 orang dalam setiap giat zoom live streaming," Tambah Roy.
Ditegaskan oleh Roy sore ini dilakukan Gladi Bersih pelantikan tersebut dilakukan sebanyak 3 tahap. Untuk tahap pertama, dilakukan pukul 13.00 WIB, dilanjutkan dengan tahap kedua yang dimulai pukul 16.00 WIB, dan di tahap terakhir Gladi Bersih dilakuan pukul 19.00 WIB. Guna mencegah kerumunan panitia bekerjasama dengan pihak petugas untuk mencegah paparan covid 19.
" Selain menjaga situasi resmi pencegahan paparan covid 19 tetap di utamakan," Tegas Roy.(*)

BAHANAFM,JAKARTA-- Kepolisian Negara Republik Indonesia terus berupaya memantapkan kinerjanya dalam memelihara Kamtibmas.

Hal ini sesuai dengan 16 program prioritas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo nomor lima yakni pemantapan kinerja pemeliharaan Kamtibmas.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono kepada wartawan mengatakan Virtual Police hadir sebagai bagian dari pemeliharaan Kamtibmas khususnya di ruang digital agar bersih, sehat dan produktif.

Menurut Irjen Raden Argo, Virtual Police juga merupakan kegiatan Kepolisian untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang opini atau konten yang dianggap berpotensi melanggar tindak pidana.

"Melalui Virtual Police, kepolisian memberikan edukasi dan pemberitahuan bahwa apa yang ditulis ada melanggar pidana, mohon jangan ditulis kembali dan dihapus," kata Raden Argo di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (24/2).

Perwira tinggi Polisi kelahiran Sleman Yogyakarta ini menjelaskan bagaimana Virtual Police ini menjalankan tugasnya yaitu peringatan Virtual Police kepada akun yang dianggap melanggar tidak subjektif melainkan lewat kajian mendalam bersama para ahli.

Adapun prosesnya ialah, ketika di suatu akun ditemukan tulisan atau gambar yang berpotensi melanggar pidana. Kemudian petugas menscreen shoot unggahan itu untuk dikonsulrtasikan oleh tim ahli yang terdiri dari ahli pidana, bahasa dan ITE.

"Apabila ahli menyatakan bahwa ini merupakan pelanggaran pidana baik penghinaan atau sebagainya maka kemudian diajukan ke Direktur Siber atau pejabat yang ditunjuk di Siber memberikan pengesahan kemudian Virtual Police Alert Peringatan dikirim secara pribadi ke akun yang bersangkutan secara resmi," jelas Raden Argo.

Peringatan dikirimkan melalui Direct Message atau DM. Tujuannya, ungkap Argo, pihak kepolisian tidak ingin pengguna media sosial tersebut merasa terhina dengan peringatan yang diberikan oleh pihak kepolisian melalui Virtual Police.

"Diharapkan dengan adanya Virtual Police dapat mengurangi hoax atau post truth yang ada di dunia maya. Masyarakat dapat terkoreksi, apabila membuat suatu tulisan atau gambar yang dapat membuat orang lain tidak berkenan dan untuk menghindari adanya saling lapor,"tambah Raden Argo.

Disisi lain, Raden Argo menepis kekhawatiran beberapa pihak dengan adanya Virtual Police mempersempit kebebasan masyarakat di ruang digital.

"Polri tidak mengekang ataupun membatasi masyarakat dalam berpendapat namun Polri berupaya untuk mengedukasi apabila melanggar pidana, Sampai saat ini ada 4 akun yang sudah diberikan peringatan melalui Virtual Police," pungkas Raden Argo.(par)

BAHANAFM,SURABAYA _ Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta, launching pencanangan "Gerakan Santri Bermasker" guna memutus mata rantai covid-19 di Jawa Timur.

Hal ini juga di dukung oleh para Kiai dan ulama, serta Forkopimda Jatim, diantaranya. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Pangdam V Brawijaya, Mayjend TNI Suharyanto. Pangkoarmada II, Laksda TNI I.N.G. Sudihartawan yang berlangsung di gedung Rupatama Polda Jatim, pada Kamis (24/2/2021).

Pencanangan Gerakan Santri Bermasker ini secara langsung di hadiri oleh Pejabat Utama Polda Jatim, KH Agoes Ali Mashuri, perwakilan dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWMU) Jatim, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim, serta Kementerian Agama (Kemenag) Jatim.

Selain itu, Kegiatan ini juga di ikuti oleh Kiai, maupun ulama dari seluruh Pondok Pesantren (Ponpes) di Jawa Timur, dan Polres jajaran di seluruh Jawa Timur secara virtual.

Dalam sambutannya, Kapolda Jatim mengatakan, pencanangan Gerakan Santri Bermasker ini merupakan bagian penting dalam penanganan dan pencegahan wabah covid-19 di Jatim. Kapolda yakin dengan jumlah pesatren dan santri di Jawa Timur yang jumlahnya ribuan itu bisa memutus mata rantai covid-19.

"Kami mempunyai pemikiran bahwa santri akan menjadi basis yang kuat dan penting dalam menghadapi covid-19," ucapnya Kapolda Jawa Timur pada Launching Pencanangan Gerakan Santri Bermasker.

Dalam acara ini Kapolda membagikan masker sebanyak 1.287.000 secara simbolis yang di terima oleh perwakilan santri yang mengikuti acara ini.

Tak lupa Kapolda Jatim mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Jatim, para Kiai, Ulama, dan Santri atas identitas yang telah di bangun selama ini, bersama TNI, Polri dan Pemerintah daerah, serta seluruh kamtibmas di Jawa Timur, yang berjalan kondusif dan baik.

"Saya mengajak seluruh masyarakat Jawa Timur untuk bermunajat dan berdoa bersama-sama memohon pertolongan kepada tuhan yang maha kuasa, semoga kita semua dapat terbebas dari covid-19 demi terwujudnya Jawa Timur bangkit dan Indonesia maju," Pungkasnya Irjen Pol Nico Afinta dalam sambutannya.

Gubernur Jawa Timur, dalam kesempatan ini mengatakan bahwa ingin memanggil kembali memori warga bangsa, terutama Jawa Timur. Yang lebih spesifik adalah penguatan bermasker tetap bisa menjadi bagian dari pelaksanaan disiplin protokol kesehatan.

"Hari ini yang dilakukan adalah kembali pada gerakan bermasker untuk para santri, karena memang di Jawa Timur ini pesantren-pesantren dengan jumlah santri ribuan itu cukup besar dan cukup banyak. Dan kegiatan di pesantren banyak hal yang terus terkawal protokol kesehatannya, terutama bagimana bermasker dengan benar dan menjaga jarak serta mencuci tangan, 3M bahkan sekarang 5M, ini menjadi bagian yang kita konsolidasikan berseiring dengan proses vaksinasi," Paparnya Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. (par)

BAHANAFM,SURABAYA- Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Jawa Timur menggelar Vaksinasi kepada anggota dan Aparatur Sipil Negara (ASN), dari seluruh Satuan Kerja (Satker) di lingkungan Polda Jatim. Pada Kamis pagi (24/2/2021), yang bertempat di Gedung Mahameru Mapolda Jatim.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta, dan Wakapolda Jawa Timur, Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo, bersama Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko dan Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim lainnya, melakukan pemantauan langsung dan pengecekan anggota yang melakukan vaksinasi.

Sebanyak 600 anggota dan ASN dibagi menjadi dua gelombang, untuk gelombang pertama dilakukan pukul 08.00 sampai 10.00 WIB, sedangkan untuk gelombang kedua dilakukan pukul 10.00 sampai 12.00 WIB, masing-masing gelombang di ikuti sebanyak 300 personil.

Dalam kesempatan ini, Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta mengatakan, ada sebanya 40.282 orang dari seluruh anggota di Jawa Timur, dan menerima Vaksin sebanyak 800. Hari ini 600 vaksin digunakan, dan untuk yang 200 vaksin sudah digunakan kemarin.

"Kami menerima 800 vaksin yang hari ini sudah di buka 600, yang kemari sudah dilaksanakan 200. kami juga menyiapkan vaksinator 1.824 anggota, dokter, perawat, bidan, sudah ada 770 yang bersertifikat, kemudian kami siapkan 422 yang sudah di latih, sehingga ada 1.200 siap menjadi vaksinator untuk membantu pemerintah dalam memberikan vaksinasi kepada seluruh masyarakat," jelasnya.

Selanjutnya untuk nakes sendiri, dari seluruh jajaran Polda Jatim sebanyak 4.211. Kapolda Jatim menghimbau untuk seluruh tenaga kesehatan Polri untuk mendukung program pemerintah.

"Kita ketahui bersama, vaksin ini juga diberikan kepada orang tua, kepada teman-teman wartawan, dan lainnya. Kami dari Polri siap mendukung untuk memberikan tenaga vaksinator supaya bisa berjalan dengan baik dan herd immunity bisa timbul di seluruh Jawa timur," Tegasnya Irjen Pol Nico Afinta dihadapan Awak Media.

Selain di Mapolda Jatim, pelaksanaan vaksinasi juga dilakukan di Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, kepada 98 kiai/ulama dan tokoh Nahdlatul Ulama, pada Selasa (23/02) siang, di Kantor PWNU Jawa Timur Jl. Masjid Al-Akbar Timur 9 Surabaya.

Kiai pertama yang divaksin adalah KH Anwar Manshur (Rais Syuriah PWNU Jawa Timur), kemudian KH Marzuki Mustamar (Ketua PWNU Jawa Timur), dilanjutkan dengan kiai-kiai lainnya.

Ketua PWNU Jawa Timur menyatakan, ini merupakan upaya wajib yang dilakukan untuk membantu mengatasi pandemi Covid-19 di Indonesia. “Ini sebagai ikhtiar zahir yang wajib dilakukan, meskipun takdir semuanya dari Allah SWT. Yang jelas vaksin ini halal dan maslahah untuk kita semua,” kata Kiai Marzuqi, sapaan akrabnya. (par)

BAHANAFM,Jakarta—Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa pertemuanya dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno membahas bagaimana menguatkan kembali lima destinasi super prioritas yang ada di Indonesia usai terdampak pandemi Covid-19 ini. Saat ini terdapat 34 juta masyarakat yang bergantung kepada sektor pariwisata.

“Tadi kita berdiskusi untuk mensinergikan terkait program-program yang bisa kita lakukan untuk percepatan dan penguatan terhadap lima destinasi super prioritas,” kata Kapolri di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Rabu (24/2).

Tidak hanya lima destinasi prioritas, sambung Kapolri, ia juga meminta agar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno turut memberikan perhatian destinasi yang selama ini menjadi tulang punggung yakni Bali serta tempat pariwisata lainya.

“Tentunya sejalan dengan 5 destinasi prioritas,” tandas Kapolri.

Listyo Sigit menyampaikan, bahwa jajaranya telah melakukan pengecekan ke semua tempat wisata dalam pelaksanaan PPKM mikro. Menurut Listyo, guna meyakinkan turis asing maupun lokal bahwa daerah wisata Indonesia telah aman yakni dengan memastikan penegakan protokol kesehatan telah dijalankan.

Pemberlakuan 3T dan 3M disetiap pintu masuk dan hotel juga memiliki dampak yang signifikan terhadap kepercayaan turis untuk berwisata ke Indonesia.

“Kita melihat perkembangan cukup positif di beberapa wilayah yang kita kunjungi seperti Jogja Bali dan beberapa tim yang berkunjung ke tempat lain,”

Sementara itu, Sandiaga Uno menyampaikan terima kasih kepada Kapolri dan jajaran yang telah berkolaborasi dengan baik dengan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk sama-sama menbangkitkan dan memulihkan sektor pariwisata yang terpuruk akibat pandemi Covid-19.

“Kami dari Kemenparekraf sangat berterima kasih pada Kapolri dan jajarannya yang selama ini berjalan dengan kolaborasi yang baik pak,” tandas Sandi. (Par)

BAHANAFM,NGAWI - 

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi melantik Irjen Paulus Waterpauw sebagai Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri. Dengan begitu, putra asal Papua ini resmi menyandang bintang tiga pangkat Komisaris Jenderal alias Komjen.

Saat dilantik, Kapolri pun memimpin untuk mengucapkan janji dan sumpah ke Kabareskrim serta pejabat utama Mabes Polri lainnya dalam Upacara Sertijab ini.
"Bahwa saya, akan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan," kata Kapolri yang diikuti oleh seluruh pejabat utama Mabes Polri, Rabu (24/2/2021).

Upacara Sertijab ini sesuai dengan Surat Telegram Rahasi (STR) bernomor ST/318/III/KEP./2021 yang ditandatangani oleh As SDM Polri Irjen Sutrisno Yudi Hermawan tanggal 18 Februari 2021 atas nama Kapolri.

Selain Kabaintelkam, Kapolri juga melantik Kabaharkam dan Kalemdiklat. Sementara jabatan Kapolda dan Wakapolda nantinya dilaksanakan pada pekan depan.

BAHANAFM,NGAWI – Kejadian ini menjadi pengalaman yang perlu di perhatikan oleh para orang tua, agar tidak mengalami hal yang serupa dengan apa yang dialami korban.  Korban dengan identitas Asyam 8th warga asal Dusun Pandansari Selatan Desa Jururejo Kecamatan Ngawi, sore tadi sekitar pukul 14.30 WIB memancing dengan 2 rekan dan kakaknya.

Sebelum peristiwa nahas tersebut korban yang mempunyai hobby mancing tengah memeriksa tali pancing yang terputus, karena masih terlihat mengapung kail pancing hendak diambil korban. Tiba-tiba keseimbangan korban tidak terkontrol terpeleset karena pinggir DAM air irigasi yang terdapat di Desa Jururejo licin pasca hujan.

“ Korban sempat berteriak tolong, kemudian jatuh tenggelam,” Jelas Andrean rekan korban.

Mengetahui adiknya tenggelam oleh rekaannya bersama warga  langsung berusaha mencari sekitar lokasi dan ditemuakan setelah 1 jam dari kejadian. Korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia, dan melaporkan kejadian tersebut kepada polsek Ngawi.  Dari hasil identifikasi tenaga medis ditemukan beberapa luka lecet dibagian telinga korban  bagian kiri, luka lecet pada pelipis diduga karena terbentur batu pada dam dan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

 “ mengetahui kejadian tersebut pihak keluarga menerima sebagai musibah,” tegas kasubag humas  Ngawi polres Ngawi AKP Supardi. (ard)

BAHANAFM,Ngawi – Hingga mendekati tanggal 27 Februari 2021 rencana pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih hasil Pilkada serentak 2020, urung mendapatkan informasi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Info beredar pelantikan akan dilaksanakan pada akhir bulan februari ini, namun diungkapkan oleh Sardjono selaku pimpinan DPRD Ngawi, hingga saat ini belum mendapatkan surat resmi dari pihak Pemprov Jatim kapan akan dilaksanakan pelantikan untuk Kabupaten Ngawi.
“ Hingga tanggal 24 Februari, DPRD Ngawi belum mendapatkan tembusan surat resmi dari Pemprov Jatim “, Ungkap Sardjono Pimpinan DPRD Ngawi. Rabu (24/02/2021)
Pihaknya berharap kemarin pada tanggal 17 Februari bersamaan dengan turunnya Bupati periode sebelumnya sudah dilakukan pelantikan, namun mundur dengan alasan adanya 3 kabupaten masih dalam sengketa. Sementara hasil pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Ngawi yang digelar 9 Desember 2020, pasangan Ony Anwar Harsono – Dwi Riyanto Jatmiko meraup jumlah pemilih mencapai 471.082 suara atau 94,42 persen sedangkan lawan kotak kosong mendapat 27.831 atau 5,58 persen. Kendati hasil pilkada tidak digugat MK, Ngawi mendapat imbas mengakibatkan molor dari jadwal pelantikan. Sardjono legeslator dari partai bersimbol pohon beringin ini menambahkan dari informasi 3 daerah sengketa hasil pilkada sampai saat ini sudah selesai, mendasar hal itu pihaknya meminta kepada gubernur Jatim dan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) Kemendagri untuk segera melantik Bupati dan Wakil Bupati terpilih agar roda pemerintahan daerah dapat tertata.
“ Karena 3 daerah konflik sudah selesai, semoga Gubernur mendesak Mendagri menerbitkan surat pelantikan kepada Bupati dan Wakil Bupati terpilih,” Tambahnya.
Saat ditanya mengapa mendesak segera dilakukan pelantikan? Sardjono menegaskan pengisian kekosongan jabatan Bupati/Walikota sampai dilantiknya Bupati/Walikota terpilih oleh sekertaris daerah (Setda) sebagai Pelaksana Harian (Plh) kurang efektif dan kurang maksimal dalam memberikan keputusan kebijakan dalam roda pemerintahan daerah.
“ Secara umum kegiatan rutin sudah bisa menunjang akan tetapi apabila berkepanjangan tidak akan efektif, pasalnya memutuskan keputusan yang urgen dan strategis tidak mungkin dilakukan oleh seorang Plh,” tegasnya. (ARD)

BAHANAFM,NGAWI - Segala usaha dilakukan oleh warga dalam pencegahan paparan covid 19, yang hingga kini kebijakan pemerintah kerap dikeluarkan dari PSBB hingga PPKM yang lanjut jilid kedua yakni PPKM Mikro hanya untuk membatasi penyebaran penyakit pandemic. Seperti apa yang dilakukan oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Ngawi, dalam memberikan edukasi kepada warga yang melintas di depan pos 9.0 Kartoyono dengan membagikan masker kepada pengguna jalan baik roda dua dan empat.
“ Kita terus tidak ada lelahnya melakukan himbauan kepada warga Ngawi, untuk memakai masker, karena pencehan tersebut dinilai efektif serta mudah dilakukan,” Ungkap Kasat Lantas Polres Ngawi AKP A. Risky Fardian C. Selasa (23/02/2021)
Tidak hanya sekedar membagikan masker secara gratis kepada para pengguna jalan raya yang melintas simpang empat Kartoyono Ngawi, para anggota satlantas juga memberikan edukasi perihal pentingnya memakai masker apabila keluar dari rumah. Hal ini ditekankan dengan alasan di Jawa Timur umumnya dan Kabupaten Ngawi khususnya masih memberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 8 Maret 2021.
“ Mendasar perpanjangan PPKM tersebut, kami melakukan pencegahan dengan membagikan masker agar tidak terlalu meluas paparan Covid 19,” Tambah Kasat Lantas Polres Ngawi.
Melalui pengeras suara anggota satlantas polres Ngawi, berharap kepada warga masyarakat menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) 5 M Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menghindari kerumunan dan Mengurangi mobilitas.
“ Pencegahan paparan Covid 19 bukan karena tekanan dari pihak lain, melainkan dari kesadaran diri sendiri. Dengan adanya sosialisasi dan himbauan secara terus menerus akan menumbuhkan kesadaran pribadi,” Tegas Kasat lantas polres Ngawi (ard)

BAHANA,NGAWI – Dampak pandemi Corona Covid-19, masyarakat Indonesia diminta untuk tetap #dirumahaja selama berbulan-bulan untuk menekan angka penyebaran virus Covid-19 yang sedang menyerang seluruh dunia. Namun di tengah keadaan masa yang sulit ini, muncul banyak sekali karya-karya baru yang terinspirasi dari keadaan tersebut. Kecil – kecil cabe rawit mungkin peribahasa yang pantas di miliki oleh Nasifa Diasyarafana yang mempunyai nama beken Nasifa Nadhira. Salah satu penyanyi cilik asal Ngawi memanfaatkan situasi pandemi covid 19, yang mewajibkan belajar dirumah untuk mengembangkan bakat olah vokalnya. Salah satunya lagu berjudul “Pangupo Jiwo” ciptaan Kuncung Majasem yang dibawakannya, mengamparkan susahnya menjadi orangtua bekerja untuk menghidupi keluarganya.
“ Lagu ini single yang ketiga, sebelumnya NKRI harga mati dan Romo Ibu,” Ungkap penyanyi cilik yang mempunyai nama tenar Nasifa Nadhira. Selasa (23/02/2021)
Penyanyi cilik yang masih duduk dikelas 2 Sekolah Dasar (SD)Ngawi, mulai melatih olah vokalnya pada usia 3 tahun semenjak ia duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK). Anak pasangan Koko Supriono dan Ani Purwati ini mendukung bakat putri sulungnya ini dengan melatih olah vokal serta menanyakan apa yang menjadi keinginan atas lagu yang dinyanyikan. Dengan besutan Kuncung Majasem, Nada demikian panggilan akrab putrinya selalu minta lagu yang tidak jauh dari peran orang tua dan perjuangan Indonesia.
“ Acapkali meminta lagu yang berhubungan dengan orang tua dan lagu perjuangan, karena sudah menjadi keinginannya. Kami sebagai orangtua mengaimini,” Jelas Koko Supriono orangtua Nada.
Dengan alasan melihat potensi sang anak yang masih berusia 8 tahun, yang sangat tertarik dengan dunia hiburan sehingga ia ingin mendukung potensi sang anak tapi tidak melupakan belajar.
“ Kami orang tua, juga tegas dengan perkembangan studi belajarnya. Kalau pagi mengerjakan tugas sekolah baru melatih vokalnya setelah tugas yang di berikan guru selesai,” Tambah Koko.
Ditengah keadaan pandemi, pencipta lagu terpikir untuk menyampaikan kenyataan dilapangan mengenai dampaknya melalui lagu tersebut dengan susah mencari rejeki. Saat sekarang banyak orang yang berhasil mengubah keadaan sulit ini menjadi sebuah karya. Pihaknya berharap menghadirkan sebuah karya yang bisa dinikmati banyak orang, mengingat keinginannya untuk bisa masuk ke dalam industri hiburan sangatlah kuat tegas Koko.
“ Semoga karya Nada bisa diterima oleh warga Ngawi khususnya, dan dunia hiburan pada umumnya,” Tegas Koko. (ARD)

Page 1 of 84