Notice: Undefined index: in /home/bahanafm/public_html/templates/radiowave/includes/variations.php on line 63
bahanafm

Now playing

bahanafm

bahanafm

BahanaFM Ngawi - Sejumlah stasiun yang biasanya ramai setiap awal liburan, hari ini terpantau landai dan lebih sepi dibandingkan hari biasanya. Salah satu nya di Stasiun Paron Ngawi terpantau sepi pada H-1 menjelang Lebaran 2021 atau Rabu setelah adanya pemberlakuan larangan mudik oleh pemerintah sejak 6 Mei 2021.

Pantauan BahanaFM pada pukul 08.30 WIB, situasi di Stasiun Paron Ngawi terlihat minim aktivitas para calon pemudik. Puluhan bangku yang disediakan bagi calon penumpang untuk menunggu kereta api (KA) di pintu keberangkatan terpantau kosong hanya ada dua calon penumpang yang duduk.

Salah satu petugas Stasiun Ngawi mengatakan, sejak di berlakukannya larangan mudik 6 – 17 Mei 2021. Calon penumpang yang boleh melakukan pemberangakatan hanya mereka yang mempunyai keperluan mendesak.

“Jadi per tanggal 6 – 17 Mei nanti, untuk calon penumpang yang bisa memakai KRL hanya mereka yang benar-benar mempunyai keperluan mendesak dan harus berangkat pada saat itu juga. Kalo untuk mudik pulang jelas tidak di perbolehkan” ujar Reni saat di temui di Stasiun Paron Ngawi pada (12/04/2021)

Menurutnya, setiap orang yang menggunakan jasa pemberangkatan kereta api di periode peniadaan mudik wajib memenuhi syarat yang ditetapkan dalam SE Satgas COVID dan Peraturan Menteri Perhubungan. Reni menambahkan, bagi calon penumpang yang belum bekerja maka disarankan untuk melampirkan surat keterangan dari Kepala Desa setempat.

“Jika calon penumpang ada keperluan tapi status nya masih belum bekerja harus membawa surat keterangan dari Kades yang menyatakan keperluannya itu.” Tambah Reni

Mendasar dari pernyataan tersebut, untuk saat ini Stasiun Paron Ngawi terbilang cukup sepi, lantaran hanya memberangkatkan tiga kereta api jarak jauh (KAJJ) hari ini. Tiga kereta api yang masih beroperasi yaitu kereta dengan tujuan Bandung, Surabaya, dan Jogja. Memasuki H-1 Jelang lebaran hanya ada 20% calon penumpang yang akan melakukan memberangkatan.

Ia mengimbau kepada calon penumpang jasa di Stasiun Paron Ngawi, jika tidak ada keperluan yang sangat mendesak untuk sementara tetap di rumah guna mencegah penyebaran virus COVID-19. Reni menambahkan perlu adanya antisipasi jika nanti ada pencurian mudik saat hari H lebaran.

“Jika nanti tiba-tiba ada lonjakan saat hari H lebaran, kami benar-benar akan mengecek satu per satu apakah calon penumpang mempunyai surat dinas/surat keperluan mendesak, jika tidak maka tidak akan di layani.” tambah reni (fiuna)

BAHANAFM NGAWI – Adanya pemberlakuan larangan mudik mulai dari 6 Mei – 17 mei 2021. Mengakibatkan volume arus lalu lintas di kawasan Exit Tol Ngawi mengalami penurunan.
Pantauan kami di lokasi pos penyekatan Exit Tol Ngawi, Selasa (11/05/21) kendaraan yang melintas tidak seramai awal larangan mudik diberlakukan. Salah satu petugas dari unsur BPBD Kabupaten Ngawi Junaedi membenarkan adanya hal tersebut, banyaknya kendaraan yang melintas terjadi pada awal diadakannya larangan mudik lebaran 1442 H atau sekitar tanggal 6- 7 Mei 2021.
“Sekarang mungkin masyarakat sudah mulai paham akan penerapan peraturan pemerintah tentang larangan mudik lebaran 1442 H. Kalau dulu pas awal penyekatan, volume arus lalu lintas di exit tol Ngawi masih terbilang banyak dibandingkan yang sekarang.” ujar Junaedi
Selain melakukan koordinasi dengan jajaran kepolisian setempat yang berkaitan dengan pos pengamanan di jalan tol. Kini pos penyekatan larangan mudik Exit Tol Ngawi, dijaga oleh petugas dari berbagai unsur seperti TNI/Polri, BPBD, Satpol PP dan tenaga kesehatan.
Sesuai dengan SE yang sudah diterbitkan oleh Kemenhub (Kementrian Perhubungan) terkait aturan transportasi pada masa Idul Fitri 1442 H tahun 2021. Salah satu kendaraan yang boleh melintasi penyekatan adalah mereka yang membawa surat tugas, apabila tidak menyertakan surat penugasan dan tidak memiliki surat keterangan bebas covid akan dimintai putar balik.
“Kepada warga dengan menyertai surat tugas akan diperbolehkan masuk ke Ngawi, apabila tidak membawa maka wajib putar balik” kata Kapolres Ngawi saat melakukan rapat koordinasi terkait penyekatan
Berdasarkan data petugas penyekatan di pos larangan mudik Exit Tol Ngawi, terhitung hanya ada 11 kendaraan yang dimintai putar balik menuju daerah asalnya sejak tanggal 9 – 11 Mei 2021. Sementara untuk kendaraan yang tertuang dalam aturan kemenhub, diperbolehkan melintasi kawasan penyekatan.
“Yang ramai saat kemarin awal larangan mudik, beberapa hari terakhir ini mulai menurun kendaraan yang melintas. Kemarin waktu saya bertugas pada shift satu mulai jam 07:00 – 15:00 WIB yang memenuhi syarat untuk melintas sekitar 200 an kendaraan. Yang diputar balik cuma 11,” kata Junaedi
Walaupun mengalami penurunan yang signifikan, para petugas pengamanan di jalan tol tetap mewaspadai dan mengantisipasi potensi adanya lonjakan arus lalu lintas atau pencurian mudik oleh masyarakat pada hari H saat lebaran nanti. (fiuna)

Bahana FM Ngawi – Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko mendorong adanya konsistensi masyarakat dalam menerapkan larangan mudik menjelang lebaran. Pasalnya, meningkatnya kasus Covid-19 di Kabupaten Ngawi membuat beberapa wilayah di Desa harus melakukan sistem locdown.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk tidak mudik Lebaran 1442 H tahun ini. Antok menghimbau bagi masyarakat yang memiliki sanak family di perantauan untuk menaati instruksi dari pemerintah berupa surat dari satuan gugus penanganan Covid-19 terkait larangan mudik lebaran 1442 H.
“Lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Ngawi dapat kita antisipasi dengan mematuhi perintah dari pemerintah pusat terkait larangan mudik lebaran tahun ini guna memutus rantai penyebaran Covid-19.” kata Antok panggilan akrab Wakil Bupati Ngawi Senin (10/05/21)
Upaya mengantisipasi adanya kenaikan laju kasus aktif Covid-19 baik menjelang lebaran maupun setelah lebaran, Pemkab Ngawi telah bekerja sama dengan TNI/Polri dan Pemerintahan Desa. Antok mengatakan, langkah yang dilakukan berupa tracing di wilayah masing-masing. Upaya ini akan berisko menambah lonjakan Covid-19, namun masih dalam satu kluster di wilayah tersebut.
“Cara memutus konfirmasi mata rantai Covid-19 yaitu melakukan tracing, walaupun ada resiko lonjakan kasus Covid-19 namun masih dalam kluster wilayah ini saja.” ujar Antok
Sementara bagi warga yang terpapar Covid-19, selain pengembangan tracing di wilayah dan supplay makanan yang dilakukan oleh pihak desa. Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi juga berupaya memberikan support kepada pasien dibantu oleh puskesmas setempat untuk saling berkoordinasi.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kabupaten Ngawi Yudono mengatakan, saat ini wilayah penyumbang pasien covid-19 selain Sukowiyono terdapat Desa Puthi Kecamatan Karangjati dan dari Kecamatan Kwadungan. Hanya saja untuk kedua wilayah tambahan tersebut tidak dilakukan lockdown dan hanya menjalani isolasi mandiri.
“Wilayah yang terpapar Covid-19 selain Sukowiyono itu ada Puthi di Karangjati dan juga Kwadungan. Tapi kwadungan itu tidak dilockdown, hanya melakukan isolasi mandiri.” ujar Yudono
Menurutnya, lonjakan Covid-19 terjadi dikarenakan masyarakat yang tidak mematuhi protocol kesehatan dengan baik, itu yang menyebabkan mudah terjangkitnya virus dari satu orang ke orang lainnya.
“Kita bisa lihat kerumunan orang di pasar atau di mall misalkan, kalau kita cek prokes nya itu tidak dijalankan. Sedangkan virus perpidahan virus ini dari orang ke orang” tambah Yudono. (fiuna)

BAHANAFM,NGAWI – Meningkatnya kasus Covid-19 di Kabupaten Ngawi membuat beberapa wilayah di desa, melakukan penerapan lockdown guna mencegah paparan semakin meluas. Salah satu wilayah yang terpapar covid-19 sehingga harus melakukan lockdown tersebut, terjadi di Desa Sukowiyono, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi.
Saat ini tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19, menyatakan wilayah RW 01 masuk dalam Kejadian Luar Biasa (KLB). Sehingga untuk memutus rantai penyebaran covid-19, pihak Desa membuat kebijakan untuk dilakukan lockdown dan menjalankan isolasi mandiri selama 14 hari dirumah.
“ Hari ini sudah terhitung 4 hari dari pelaksanaan lockdown oleh pihak desa,”ungkap Suharni warga tetangga desa. Jumat (07/05/2021)
Kepala Puskesmas Padas Dr. Zain Ratna Priyanto, mengatakan ada 3 desa yang saat ini masuk dalam Kejadian Luar Biasa (KLB) dengan 18 orang warga berstatus terkonfirmasi Covid-19. 18 orang warga tersebut diantaranya, 14 warga berasal dari Desa Sukowiyono, 4 warga lainnya berasal dari Desa Kedungprahu dan Desa Munggut.
“Mengingat banyak warga yang berstatus terkonfirmasi positif Covid-19, maka untuk saat ini yang dilakukan penerapan lockdown itu Desa Sukowiyono. Kalau yang 4 lainnya sudah beda desa lagi”kata Kepala Puskesmas Padas
Sebagai salah satu usaha agar tidak menambah jumlah warga terpapar Covid-19, selain dilakukan locdown, warga desa yang terkonfirmasi positif wajib melakukan isolasi mandiri dirumah. Saat ini ada 8 warga di desa Sukowiyono yang sedang melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Lalu untuk 6 warga lainnya berada di Rumah Sakit terdekat yaitu Rumah Sakit Attin dan Rumah Sakit Umum.
Adanya kasus Covid-19 ini menyebabkan beberapa aktivitas warga desa yang di batasi, seperti tidak boleh keluar rumah untuk mengambil sayuran dan membeli bahan makanan lainnya. Kepala Puskesmas Padas menegaskan, stock persediaan bahan makanan warga Desa Sukowiyono sudah di supplay langsung oleh pihak desa dengan anggaran Rp 30.000 per orang untuk satu hari.
“Bagi warga yang melakukan isolasi mandiri, memiliki keterbatasan dalam aktivitasnya. Oleh karena itu pihak desa menyediakan stock bahan makanan.”tegas Dr. Zain
Kepala Puskesmas Padas membenarkan adanya 40 keluarga yang saat ini sedang melakukan isolasi mandiri. Itu terjadi karena, warga yang memiliki sanak saudara berstatus terkonfirmasi positif Covid-19 dikhawatirkan telah melakukan contact dengan pasien sebelumnya. (fiuna)

INFORMASI KASUS COVID-19 KABUPATEN NGAWI
Per Tgl. 07 Mei 2021 pukul 11.00 WIB

Data Konfirmasi Positif Pada Hari Ini (0 Orang)
Data Konfirmasi Sembuh Pada Hari Ini (53 Orang)
- 12 Dari Wilayah Kerja Puskesmas Ngawi : 4 Ds. Pelem, 2 Ds. Ketanggi, 2 Ds. Watualang, 2 Ds. Karangtengah, Ds. Beran, Ds. Jururejo
- 10 Dari Wilayah Kerja Puskesmas Karangjati : 7 Ds. Puhti, 2 Ds. Dungmiri, Ds. Gempol
- 6 Dari Wilayah Kerja Puskesmas Bringin : 5 Ds. Bringin, Ds. Krompol
- 6 Dari Wilayah Kerja Puskesmas Geneng : 4 Ds. Klitik, Ds. Klampisan, Ds. Ds. Geneng
- 4 Dari Wilayah Kerja Puskesmas Widodaren : 2 Ds. Randusongo, Ds. Widodaren, Ds. Guyung
- 4 Dari Wilayah Kerja Puskesmas Padas : Ds. Bendo, Ds. Sukowiyono, Ds. Mungggut, Ds. Kedungprahu
- 4 Dari Wilayah Kerja Puskesmas Ngawi Purba : 3 Ds. Karangasri, Ds. Ngawi
- 2 Dari Wilayah Kerja Puskesmas Kendal : Ds. Simo, Ds. Patalan
- 2 Dari Wilayah Kerja Puskesmas Walikukun : Ds. Walikukun, Ds. Kedunggudel
- 2 Dari Wilayah Kerja Puskesmas Kedunggalar : Ds. Pelangkidul
- 1 Dari Wilayah Kerja Puskesmas Kwadungan : Ds. Purwosari

Suspek Baru (3 Orang)
- 2 Dari Wilayah Kerja Puskesmas Jogorogo : Ds. Jogorgo, Ds. Kletekan
- 1 Dari Wilayah Kerja Puskesmas Gemarang : Ds. Gemarang

Suspek Sembuh (7 Orang)
- 6 Dari Wilayah Kerja Puskesmas Mantingan
- 1 Dari Wilayah Kerja Puskesmas Kauman

 

BAHANAFM,NGAWI – Jelang puncak arus mudik 1442 H, Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta dengan di dampingi Gubernur Khofifah Indar Parawangsa, dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto sidak di exit tol Ngawi. Kedatangan rombongan orang nomer satu di Jawa Timur ini sekitar pukul 11.00 WIB, untuk melihat secara langsung kesiapan anggota Polri, TNI dan pemerintah daerah terkait kebijakan peniadaan mudik lebaran tahun 2021.  Kapolda mengaku apresiasi dengan para pemudik yang mematuhi persyaratan melewati batas aglomerasi, yakni dengan membawa surat tugas dari pejabat berwenang dan surat keterangan bebas Covid -19 sehingga pengguna jalan tersebut layak mudik.

“Pengguna jalan sudah melengkapi surat adminitrasi dari surat bebas Covid -19 dan surat tugas,”ungkap Kapolda Jawa Timur. Sabtu (08/05/2021)

Peniadaan mudik untuk mencegah penularan virus corona, sesuai dengan kebijakan pemerintah yang berlaku 6-17 Mei 2021. Berlaku untuk seluruh ASN, TNI, Polri, BUMN, karyawan swasta maupun pekerja mandiri dan juga seluruh masyarakat. Pemerintah juga merilis Addendum Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri dan Upaya Pengendalian Covid-19 Selama Ramadan.

“Petugas gabungan yang melakukan pengetatan terdiri dari TNI, Polri, Stakholder tersebar di simpul-simpul ruas jalan dilalui pemudik,”tambah Kapolda.

Setelah mendengar paparan kesiapan petugas gugus tugas Kabupaten Ngawi dalam mengantipasi pemudik masuk ke wilayah Jawa Timur, rombongan kembali bertolak ke Surabaya. Kapolres Ngawi AKBP I Wayan Wiyana saat dikonfirmasi di tempat yang sama, menegaskan bahwa anggotanya hingga H-4 hari ini sudah mengembalikan ratusan kendaraan pemudik dan puluhan AKAP.

“Ketegasan petugas benar-benar diberlakukan kepada pengguna jalan, apabila tidak mempunyai mempunyai surat kelengkapan layak mudik, mereka wajib putar balik,”tegas Kapolres Ngawi. (Ard)

BAHANAFM,NGAWI- Kapolres Ngawi AKBP I Wayan Winaya didampingi Kasat Binmas AKP Widodo dan Kasubaghumas Polres Ngawi AKP Supardi memberikan bantuan Sembako kepada waega masyarakat desa Puhti, Kecamatan Karangjati di dapur umum untuk kebutuhan warga masyarakat, yang sedang menjalani isolasi mandiri terkonfirmasi Covid-19.

AKBP I Wayan Winaya menyampaikan bantuan secara langsung kepada relawan dapur umum di Desa Puhti, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, Selasa (4/5/2021).

Bantuan sembako berupa beras, mie Instan, minyak goreng dan gula pasir diterima oleh Kepala Desa Puthi untuk membantu memenuhi kebutuhan warga masyarakat yang terkonfirmasi Covid-19 dan menjalankan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing.

"Hari ini kita memberikan bantuan sembako berupa beras dan kebutuhan sehari-hari kepada warga Desa Puthi yang sedang menjalankan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing," ujar AKBP I Wayan Winaya.

Selain itu AKBP I Wayan Winaya juga berharap agar masyarakat Desa Puthi yang sedang menjalankan isolasi mandiri dapat segera sehat kembali dan dapat segera menjalani kehidupan seperti sedia kala.

Bentuk kedekatan Kapolres Ngawi dengan warga siang tadi juga menyempatkan melihat secara langsung aktifitas Ibu relawan yang sedang memasak didapur umum untuk warga masyarakat yang sedang menjalani Isolasi mandiri. (ard)

Bahanafm Ngawi – Jelang Lebaran, Wakil Bupati Ngawi Dwi Riyanto Jatmiko melakukan sidak di Pasar Beran Ngawi, Selasa (04/05/2021). Didampingi oleh kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Ngawi Yusuf Rosidi, operasi ini dilakukan untuk mengecek harga-harga kebutuhan pokok menjelang lebaran. Sekaligus melihat langsung aktivitas jual beli dan melakukan pemantauan kepatuhan masyarakat serta para pedagang dalam menerapkan protokol kesehatan.
“Hari ini kita mengecek ketersediaan barang menjelang lebaran terutama sembako, kemudian harga-harga kebutuhan pokok yang lain”ujar Antok panggilan akrab Wakil Bupati Ngawi.
Dari hasil pemantauan yang dilakukan, stock ketersediaan barang atau jenis sembilan bahan pokok tidak ada kendala distribusi dari produsen ke pasar, sehingga memungkinkan ketersediaannya sampai dengan lebaran nanti.
Ada beberapa kenaikan disejumlah kebutuhan pokok seperti komponen daging. Harga daging ayam, berada di harga Rp 36 ribu per kilogram, dari harga sebelumnya sekitar Rp 30 - 31 ribu per kilogram. Selain daging ayam, minyak goreng dan telur juga mengalami kenaikan jelang lebaran. Adapun bahan kebutuhan yang lainnya seperti sayuran, bumbu dapur, bawang merah, bawang putih, dan lombok masih masuk dalam harga normal.
“Walaupun semua barang tersedia, dalam artian sudah aman. Namun ada beberapa harga kebutuhan pokok yang akan naik seperti komponen daging”tambah Antok.
Setelah melakukan pengecekkan ketersediaan kebutuhan bahan pokok, Antok mengatakan kenaikan harga kebutuhan pokok di Pasar Beran Ngawi tidak mengalami kenaikan secara signifikan atau masih dalam batas normal. Ia juga berharap ketika menjelang lebaran tidak ada kelangkaan barang bagi masyarakat.
“Mengingat larangan mudik diberlakukan saat ini, dipastikan daya beli kebutuhan di Pasar Beran Ngawi tidak akan naik terlalu banyak, jadi stock ketersediaan kebutuhan masih ada untuk itu masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan barang.” tegas Wakil Bupati Ngawi. (Fiuna)

BAHANAFM,NGAWI – Kabupaten Ngawi menggelar acara peringatan Hari Pendidikan Nasional (HPN) dengan mengusung tema "Serentak Bergerak, Wujudkan Merdeka Belajar". Acara yang dilaksanakan di Pendopo Wedya Graha, dilakukan secara daring oleh seluruh Insan pelajar se- Kabupaten Ngawi dan secara offline dengan  dihadiri oleh Bupati Ony Anwar Harsono, Ketua DPRD Heru Kusnindar, Forkopimda, Kepala Dinas Pendidikan Muhammad Taufik Agus Susanto, serta insan pendidikan dan perwakilan siswa pelajar Kab. Ngawi.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi Taufik Agus S. menyampaikan berbagai kegiatan dan upaya dalam merealisasikan acara peringatan Hari Nasional.

“Pendidikan adalah tanggung jawab kita bersama, kami mengajak seluruh masyarakat kabupaten ngawi untuk bersama-sama bersinergi meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Kab. Ngawi” ujar Taufik. Senin (03/05/2021)

Dalam rangka memperingati HPN  yang bersamaan dengan bulan suci ramadan,  lembaga yang menaungi pendidikan, ini juga melaksanakan kegiatan berupa pemberian santunan untuk anak yatim/duafa serta pemberian takjil menjelang berbuka puasa. Tidak hanya itu saja, dinas juga melaksanakan berbagai lomba, seperti guru dan kepala sekolah berprestasi dari tingkat TK ,SD, dan SMP, serta desain batik berprestasi oleh siswa SMP dan lomba mewarnai tingkat TK dan kelompok bermain

Upaya merealisasikan Hari Nasional dengan tema pendidikan nasional "Serentak Bergerak, Wujudkan Merdeka Belajar" dinas pendidikan bekerja sama dengan dinas kesehatan telah melaksanakan vaksin Covid-19 kepada seluruh tenaga pendidikan se-Kabupaten Ngawi sebagai persiapan agar kegiatan belajar-mengajar secara tatap muka bisa segera dilaksanakan.

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menambahkan maksud dari tema "Serentak Bergerak, Wujudkan Merdeka Belajar" adalah setiap anak punya kemampuan dibidang masing-masing, dengan adanya kurikulum baru diharapkan para pendidik lebih professional dalam menunjang proses belajar mengajar.

“Karena setiap anak memiliki kemampuan kognitif yang berbeda, jadi untuk para pendidik jika ada anak yang bisa melukis ya diarah kan ke bidang seni lukis supaya lebih hebat, yang bisa tari ya diarahkan ke bidang seni tari. Jadi jangan di pukul rata semuanya.” tegas Ony.(fiuna)

BAHANAFM,NGAWI – Rencana pemerintah dalam mencegah paparan Covid -19, secara nasional dengan memberlakukan peniadaan mudik untuk semua warganya. Moda transportasi, penyekatan dan pemberian sanksi tengah disiapkan untuk mencegah semua elemen masyarakat untuk melakukan mudik pada lebaran tahun 2021. Petinggi Kabupaten Ngawi, siap memberikan sanksi bagi Aparatur Sipil Negara yang nekat melakukan mudik. Sanksi tersebut, adalah tambahan penghasilan pegawai (TPP)  tidak akan diberikan kepada ASN.

“Bila ada ASN yang nekat mudik, kita akan memberikan sanksi dengan tidak menerima TPP,” ungkap M.Sodik Triwidiyanto, Sekda pemerintah Kabupaten Ngawi.  

Tegas Sodik, pihaknya optimis ASN Ngawi tidak melakukan mudik pada tahun ini. Pasalnya liburan lebaran tahun ini atau cuti, oleh pemerintah sengaja tidak dibaut panjang hanya 2 hari saja.

“Karena tidak ada libur panjang, besar kemungkinan warga Ngawi tidak melakukan mudik,” Tegasnya.

Ketegasan larangan mudik, juga diberlakukan kepada Sipil dilingkup polres hingga di bawahnya. Guna mengikuti kebijakan pemerintah tersebut, sanksi siap diberikan kepada anggota apabila nekat pulang kampung. Diungkapkan oleh Kompol Slamet Suyanto, selaku Kabag Ops Polres Ngawi mengungkapkan bagi anggota atau Sipil yang nekat mudik, akan diterapkan kedisiplinan isolasi mandiri selama 5 hari.

“Nekat mudik, siap isolasi mandiri selama 5 hari menunggu mereka,” jelas Kabag Ops Polres Ngawi. (Ard)

Page 1 of 92

Joomla! Debug Console

Session

Profile Information

Memory Usage

Database Queries