Notice: Undefined index: in /home/bahanafm/public_html/templates/radiowave/includes/variations.php on line 63
Banyak Memakan Korban Jiwa, Anggota Legislatif Ngawi Angkat Bicara Perihal Jebakan Tikus

Now playing

Rate this item
(0 votes)
Anggota Legislatif Ngawi, Siswanto Angkat Bicara Perihal Jebakan Tikus Anggota Legislatif Ngawi, Siswanto Angkat Bicara Perihal Jebakan Tikus

Banyak Memakan Korban Jiwa, Anggota Legislatif Ngawi Angkat Bicara Perihal Jebakan Tikus

By Published April 22, 2021

BAHANAFM NGAWI- Jebakan tikus beraliran listrik yang dilakukan oleh para petani untuk membunuh hama pengerat, telah banyak memakan korban jiwa tidak hanya membahayakan orang lain, juga kepada pemilik sawah itu sendiri. Anggota Legislatif Siswanto selaku ketua komisi II DPRD Ngawi, merasa prihatin atas kejadian na’as yang dialami oleh beberapa petani di wilayah Ngawi akibat pemasangan jebakan tikus yang beraliran listrik.

Selain himbauan dari Kapolres Ngawi, dukungan pemerintah daerah diperlukan untuk menyadarkan para petani agar tidak lagi menggunakan jebakan tikus karena dinilai sangat membahayakan.

Saat ditemui di kantor legislatif Ngawi pada, Kamis pagi (22/04/2021), Anggota Legislatif Siswanto menjelaskan besar harapan petani untuk pemerintah daerah dalam menyelesaikan permasalahan tentang hama sawah yang cukup meresahkan para petani di wilayah Ngawi.

“Sebenarnya permintaan para petani itu adalah mereka berharap pemerintah daerah bisa membantu menyelesaikan permasalahan hama sawah” kata Anggota Legislatif Siswanto

Mendasar maraknya kasus petani yang meninggal akibat jebakan tikus. Saat ini pemerintah daerah menyiapkan peraturan daerah (perda) tentang kebijakan pelarangan pemasangan jebakan tikus yang beraliran listrik.

Anggota Legislatif Siswanto, juga menyayangkan sikap pemerintah daerah atas kebijakan pembuatan perda tersebut. Pasalnya jika peraturan daerah tentang pelarangan pemasangan jebakan tikus beraliran listrik, resmi ditetapkan hal itu dinilai sangat terlambat. Karena peristiwa seperti ini sudah lama terjadi, seharusnya pemerintah daerah segera menyimpulkan apa yang menjadi permintaan masyarakat  petani.

“Kalo memang perda ini menjadi acuan bupati, harusnya sudah sejak awal ditetapkan bukan hanya draft saja. Seharusnya pemerintah daerah sudah mengetahui dari hasil rapat dengar pendapat antara perwakilan petani yang dimotori para mahasiswa dan stakehokder lain, perihal apa yang menjadi masalah petani” tambah Anggota Legislatif Siswanto.

Dengan adanya dengar pendapat tersebut, besar harapan mengetahui solusi atau pemecahan masalah apa yang dihadapi petani yang sekian lama menjadi problem. Tidak hanya membuat aturan, yang hanya menambah kesulitan para perani dalam menanggulangi hama tikus.

"Masalah ini sangat mendesak untuk dicarikan solusi, tidak hanya draf perda saja akan tetapi peran pemerintah secara langsung," tegasnya. (fiuna)

Read 70 times

Joomla! Debug Console

Session

Profile Information

Memory Usage

Database Queries