Now playing

Rate this item
(0 votes)

Bawaslu Inventarisir Kerawanan Bila Terjadi Calon Tunggal di Pilkada Ngawi

By Published February 13, 2020

NGAWI – Menjelang penutupan pendaftaran calon perseorangan dalam Pemilihan kepala daerah (PILKADA) Ngawi, yang di jadwalkan oleh komisi pemilihan umum pada 19 februari 2020, belum ada geliat dari calon idependent meningkatkan jumlah dukungan dalam system informasi pencalonan pilkada atau SILON. Dengan keadaan ini semakin mengarah bahwa kabupaten Ngawi akan melaksanakan pemilihan kepala daerah dengan calon tungggal, apabila tidak ada gebrakan dari partai-partai yang memiliki keterwakilan di kursi legeslatif, berkoalisi memberangkatkan calon tandingan Ony – Antok yang berangkat dari PDI Perjuangan. Hal ini cukup membuat Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Abjudin Widiyas Nursanto, mengatakan, pihaknya akan memberikan pengawasan khusus terhadap penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) dengan pasangan calon tunggal. Pasalnya, dalam pilkada tersebut, pasangan calon akan berhadapan dengan kotak kosong. Sehingga pihaknya perlu melakukan inventarisir kerawanan-kerawanan yang terjadi dengan pemetaan dan juga melibatkan relawan.

"Kami akan serius melakukan pengawasan ketat di pilkada dengan paslon tunggal sehingga hak politik rakyat bisa tersalurkan dengan baik, apakah memilih paslon tersebut, namun karena ini belum waktunya pendaftaran di KPU dan di tetapkan sehingga segala sesuatu bisa terjadi nanti, “ Ungkap Abjudin Ketua Bawaslu Ngawi, Kamis (13/02/2020).
Dijelaskan oleh Abjudin, mulai dari sekarang pihaknya akan melakukan pengawasan dan mengumpulkan informasi dari berbagai relawan dengan perkembangan isu pilkada Ngawi. Diakuinya dalam setiap kebupaten pasti memiliki kultur politik dan budaya yang berbeda jadi pihaknya tidak bisa copas kejadian di kabupaten A untuk di terapkan di Ngawi, tapi perlu adanya improvisasi dan penanganan yang berbeda.
“ Untuk saat ini kami masih melakukan inventarisir, dengan segala bentuk kerawanan yang terjadi, diakuinya Pilkada dengan calon tunggal baru akan terjadi di Ngawi dari perjalanan pilkada selama ini di gelar,” Tambahnya.
Pihaknya tidak menjelaskan secara spesifik bentuk kerawanan yang terjadi dengan calon tunggal akantetapi guna mengantisipasi hal- hal yang tidak diinginkan bawaslu sendiri sudah membentuk tampung money politik, relawan dari sekolah kader pengawasan partisipatif. Diharapkan dua element ini akan membantu tugas dan pengawasan Bawaslu sendiri saat tahapan serta proses pilkada di Ngawi.
“ Kita hanya bisa memprediksi karena belum ada temuan, namun dengan tampung money politik dan kader pengawas partisipatif setidaknya menjadi 2 element yang membentengi segala kerawanan yang terjadi,” tegasnya. (ard)

Read 196 times