Now playing

Rate this item
(0 votes)

Bawaslu Ngawi, Klarifikasi Temuan Rekrutmen PPK KPU

By Published February 14, 2020


NGAWI – Buntut temuan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Ngawi, terkait rekrutmen Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang di selenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), Suyatno komisioner Bawaslu Devisi Sengketa datangi kantor panitia penyelenggara.
“ Kedatangan kami bersama staf bawaslu untuk melihat secara langsung temuan yang kita laporakan apakah sudah ditindaklanjuti,” Ungkapnya. Jum’at (14/01/2020)
Terkait temuan rekrumen PPK antara lain mekanisme test Computer Assisted est (CAT) hingga sesi wawancara dan temuan salah satu peserta yang lolos 10 besar di tingkat kecamatan di duga masih aktif dalam keanggotaan partai politik (Parpol).
“ Dari hasil kunjungan kami KPU kooperatif, dan sudah menindaklanjuti temuan kami,” Tambahnya.
Permasalahan Test CAT kami sudah mengklarifikasi tidak ada masalah yang berarti, kami menitik beratkan pada peserta yang di lantik pada 16 Februari untuk di tindaklanjuti.
Sementara Prima Aequina selaku ketua KPU Ngawi, saat dikonfirmasi secara terpisah menjelaskan sebenarnya kami sudah melakukan klarfikasi kepada yang bersangkutan sebelum pihak Bawaslu melayangkan temuannya. Temuan Bawaslu tersebut hanya mengetahui bahwa ada keterpihakan keanggotaan partai dari peserta PPK yang lulus pada test yang di gelar 8-13 Januari lalu. Sementara kami sudah mengetahui bersangkutan yang di maksud mendaftar di kecamatan Karangayar, dan Pitu.
“ Sebenarnya kami sudah mengetahui namun masih mengumpulkan data, kemudian Bawaslu melayangkan temuan,” Ungkap Ketua KPU Ngawi.
Bagi calon PPK yang waktu wawancara dan tidak bisa menyerahkan surat pernyatan secara tertulis, dengan di bubuhi tanda tangan diatas matarai tidak masuk dalam keanggotaan partai akan langsung di coret dengan dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS).
“ Pelantikan besok ada di beberapa kecamatan tidak penuh 10 orang, karena calon PPK telah menerima surat TMS dari pansel,” Tegasnya. (ARD)

Read 63 times