Now playing

Rate this item
(0 votes)
Anggota legeslatif tengah memeriksa saluran PDAM milik warga Desa Macanan Jogorogo Anggota legeslatif tengah memeriksa saluran PDAM milik warga Desa Macanan Jogorogo

Bayar PDAM Melonjak, Warga Macanan Jogorogo Surati Dewan

By Published July 16, 2020

BAHANAFM,NGAWI – Warga Desa Macanan Jogorogo Ngawi, kesulitan membayar tunggakan pembayaran PDAM, selama bulan Januari-Juli tahun ini hingga nekat berkirim surat kepada Bupati dan DPRD untuk meminta keringanan. Mendasar hal tersebut Ketua DPRD Dwi Riyanto Jatmiko dan Ketua Komisi 3 Supeno langsung bertolak ke Desa Macanan untuk menggali permalasahan yang terjadi. Diungkapkan oleh Supeno legeslator dari Partai Amanat Nasional (PAN) mengungkapkan hal ini dikarenakan adanya agreement sejak tahun 2012 bahwasanya warga Desa Macanan dengan pimpinan PDAM Suratno yang hanya membayar pengeluaran air dari PDAM, flet sejumlah Rp 17.000 setiap bulannya.
“ Permasalahan Desa Macanan ini, karena kesepakatan lama yang dipegang antara warga desa dengan pimpinan PDAM sejak tahun 2012,” Ungkap Supeno. Kamis (16/07/2020)
Namun dikarenakan perubahan pimpinan, warga Desa Macanan dikenakan biaya normal sesuai dengan pengeluaran air PDAM yang jumlahnya diluar batas kemampuan mereka. Warga Desa Macanan bersikukuh, dikarenakan sumber air yang dipergunakan PDAM dari desa tersebut meminta kesepakatan agreement untuk dilaksanakan. Pertemuan antara warga desa dan PDAM dijembatani oleh DPRD, yang kemudian menjadi titik temu dengan adanya pemasangan alat meter air yang diberikan keringan 50%. Hal ini dikarenakan warga desa secara keseluruhan belum memiliki alat meter sendiri, sehingga beban air tidak terpantau dengan pasti.
“ Pada akhirnya menyepakati dengan pamasangan alat meteran baru yang diberikan keringanan 50% dari PDAM ke warga Desa Macanan,” Tambah Peno.
Kesepakatan tersebut diamini oleh warga, dan pembayaran pengeluaran air terhitung bulan januari hingga juni diakumulasi dengan dibantu anggaran kantor Desa Macanan.
“ Kasus menyurati Bupati dan DPRD perihal PDAM diakuinya baru pertama terjadi di Ngawi, namun pihaknya berharap tidak kembali terulang,” Tegasnya. (ard)

Read 55 times