Now playing

Rate this item
(0 votes)
Petugas satreskrim usai menangkap pelaku yang diamankan beserta barang bukti (foto oleh Ardian Febri Tri H/BahanafmNgawi) Petugas satreskrim usai menangkap pelaku yang diamankan beserta barang bukti (foto oleh Ardian Febri Tri H/BahanafmNgawi)

Bobol ATM Warga Ngawi, 2 Laki-laki Paruh Asal Karangayar di Polisikan

By Published June 09, 2020


BAHANAFM,NGAWI – Petugas Satuan reserse criminal (satreskrim) Polisi Ngawi, berhasil mengungkap kasus pembobolan ATM di wilayah hukumnya. Dua orang pelaku berhasil diamakan beserta barang bukti setelah melakukan pembobolan ATM dengan modus skenner.
Dua pelaku tersebut adalah AD (46) dan TA (36), yang salah satunya merupakan residivis kasus yang sama di wilayah Semarang, Jawa Tengah. Pelaku ini baru keluar dari mendekam di jeruji atas kasus pembobobolan ATM, dan melakukan aksinya diluar daerah.
Dalam melancarkan aksinya ini keduanya cukup menyakinkan korban warga asal YP (55) warga asal Desa Jeblogan, Paron Ngawi. Kejadian yang terjadi pada 20 mei yang lalu dan kawanan pada 3 juni kemarin yang ditangkap tanpa perlawanan.
"petugas mengarah kepada 2 pelaku tersebut dari hasil keterangan korban, yang usai kedatangan mereka kehilangan puluhan juta isi dari atmnya,” Ungkap Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP M. Khoirul Hidayat. Selasa (09/06/2020)
Pelaku sudah diincar petugas berdasarkan keterangan korban yang menjelaskan kedua pelaku yang menyaru hendak membayar tagihan online, menggunakan proveder BRI Link. Satu pelaku bertugas transaksi dengan korban sedangkan pelaku satunya mengalihkan perhatian dengan membeli salah satu barang dagangan milik korban. Disaat korban lengah tersebut pelaku menggunakan alat skenner yang disiapkan untuk mengcopy data kartu ATM.
Setelah berhasil, pelaku yang kemudian dengan keahlian IT menggandakan di ATM kosong yang telah dipersiapkan.
"Akibat apa yang dilakukan pelaku ini, korban kehilangan uang sejumlah 36 juta.," Tambahnya.
Saat ini petugas masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku, guna pengembangan kasus pembobolan ATM dengan keahlian pelaku. Dari penangkapan tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit mobil jenis Pajero nopol AD 8005 KU, 1 unit alat skanner, beberapa kartu ATM yang diduga kosong.
" Terhadap para pelaku, penyidik menjeratnya dengan Pasal 363 ayat (1) ke-4, ke-5 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara penjara," Tegasnya (*)

 

Read 90 times