Now playing

Rate this item
(0 votes)

BPBD Jatim, Survei Kekeringan Sekaligus Bantu Solusi Dampaknya di Ngawi

By Published August 26, 2019

NGAWI – Menjawab dari permintaan warga Ngawi kekurangan air bersih, siang tadi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur gerojok air bersih kepada warga yang membutuhkan. Sedikitnya 5000 liter air bersih diterima oleh warga desa Kerek, Kecamatan Ngawi kota. Senin (19/08/2019). Tim BPBD jatim ini sekaligus melakukan survey lokasi di beberapa titik kekeringan di Kabupaten Ngawi. Dari data BPDD Ngawi sedikitnya 45 desa di 8 kecamatan di kabupaten Ngawi, alami kekurangan air bersih sejak kemarau panjang melanda Ngawi.

“ Setelah survey ini, pihaknya bakal melakukan pembuatan sumur dalam dan modifikasi cuaca atau hujan buatan “ jelas Suban Wahyudiono selaku kepala pelaksana BPBD prov. Jatim

Akibat kemarau panjang ini mengakibatkan warga Ngawi mengalami kekurangan air bersih, pasalnya sungai dan mata air mongering. Bahkan di beberapa titik mengalami berkurangnya debit air, sehingga warga mengandalkan kiriman atau bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan.


Kepala pelaksana BPBD prov. Jatim menambahkan dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur sedikitnya 24 kabupaten diantaranya tidak ada potensi air bersih, dan Ngawi menjadi salah satu diantaranya setelah Sampang dan Tuban. Dijelaskannya 24 Kabupaten tersebut terdiri 199 Desa yang mengalami kesulitan air dan sumber air yang minim.
“ Kita bersama BPBD Ngawi, bekerja sama dengan PU dan ESDM untuk di mana desa yang masih ada potensi airnya kita buat sumur, bahkan jangka panjang nya kita bangun embung hingga modifikasi cuaca hujan buatan karena ngawi rawan kekeringan dan pertanian maka perlu hujan buatan” jelasnya
Dampak kekeringan pada pertanian untuk dapat kiranya membuat hujan buatan dengan harapan dapat mengisi tampungan air seperti halnya waduk, embung dan bahkan sumur warga yang ada guna memastikan ketersediaan air di saat warga mengalami kesulitan air bersih di musim kemarau. (ard)

Read 26 times